<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466</id><updated>2011-08-02T18:49:37.520-07:00</updated><title type='text'>Battle of Overlord</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-9154553164736282781</id><published>2010-07-29T08:38:00.000-07:00</published><updated>2010-07-29T08:39:19.038-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 30: THE FINALE OF THE REQUIEM</title><content type='html'>CHAPTER 30: THE FINALE OF THE REQUIEM &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Synthesis Embody Atlas!!” teriak Ashley kemudian kedua cahaya tersebut bersatu dan membentuk Gauntlet kembar bewarna emas dengan permata bewarna emerald di tengahnya, “Caesar… apa kau sadar? Kau telah merebut nyawa adik ku!!” teriak Ashley kemudian Ashley berlari ke arah Caesar, sementara Caesar hanya tersenyum, Ryou yang melihat itu juga ikut berlari di belakang Ashley hanya saja dia berlari ke arah kanan sementara Ashley terus berlari ke arah Caesar, “Ashley!! Jangan terburu-buru!! Aku juga akan membantu mu!!” teriak Ryou sementara Ashley tidak mendengar perkataan Ryou dan terus berlari, “majulah Ashley! Kau dendam pada ku kan karena aku yang membunuh Brendan!!” teriak Caesar, sementara Ashley mulai mengambil kuda-kuda untuk menyerang Caesar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ashley yang mendekati Caesar mengangkat tangan kanannya dan mulai melesatkan beberapa pukulan sementara Caesar hanya menghindari pukulan-pukulan tersebut dengan santai, setelah itu Caesar menendang perut Ashley dan membuatnya terlempar ke belakang, kemudian Caesar mengeluarkan pedangnya dan mulai menebaskannya ke Ashley, Ashley yang melihat serangan Caesar menahan jatuhnya dengan cara melakukan roll di udara dan menahannya dengan kaki setelah itu Ashley menahan tebasan-tebasan Caesar dengan gauntletnya, kemudian Ryou melompat ke arah udara dan jatuh tepat di atas Caesar seraya mengeluarkan Amaterasu dan Tsukiyominya, kemudian Caesar tersenyum melihat Ryou dan Ashley yang menyerang dirinya bersamaan, kemudian Caesar menyilangkan kedua tangannya dan kedua tangannya mulai bercahaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Synthesis Embody… Soul Devourer…” ucap Caesar seraya menarik pedang yang terbuat dari tulang dan berukuran besar dari cahaya yang ada di tangannya, kemudian Caesar memutar pedang tersebut dan dari putaran tersebut muncul angin bewarna hitam yang menghempaskan Ashley dan Ryou ke belakang, “urgh dia terlalu kuat… aku salah menyangka dia sebagai orang yang mudah di kalahkan…” ucap Ryou di dalam hati sambil melihat ke arah Caesar yang tersenyum, “tapi aku tidak akan kalah!!” teriak Ryou seraya memutar badannya dan menendang udara sehingga membuat dia terbang ke arah Caesar, Caesar yang menyadari bahwa Ryou terbang ke arahnya segera menarik kembali Soul Devourer dan mengayunkannya ke arah Ryou, kemudian Ryou menangkis serangan tersebut dengan kedua katananya, tetapi ternyata tenaga Caesar begitu kuat sehingga membuat Ryou terdorong perlahan-lahan, sementara Caesar tertawa kecil melihat Ryou yang kesusahan menahan serangannya, setelah itu Ryou menoleh ke arah Caesar mata mereka berdua bertemu, terlihat kebencian dan dendam di mata Ryou begitu juga dengan Caesar yang matanya di penuhi oleh kebencian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“apa tujuan mu Caesar? Kau bukan orang biasa kan? Dari mana kau berasal?” Tanya Ryou masih dengan keadaan menahan Soul Devourer milik Caesar, “aku hanyalah orang buangan… beberapa belas tahun lalu… di karenakan perang yang bernama Battle of Overlord aku di buang dan tidak ada yang memedulikan ku… kau tahu gara-gara siapa perang itu terjadi? Itu di karenakan orang-orang brengsek yang menamai diri mereka King of Overlord!!” teriak Caesar sambil menebaskan pedangnya dan mementalkan Ryou, “karena itu aku akan mengakhiri ini semua dengan cara membunuh semua King of Overlord dan menjadi satu-satunya King of Overlord yang bijaksana!!” teriak Caesar, kemudian Caesar melompat ke arah Ryou dan menebaskan pedangnya yang kemudian di tahan oleh Amaterasu milik Ryou, kemudian Caesar kembali menebaskan pedangnya beberapa kali ke arah Ryou sementara Ryou hanya bisa bertahan menggunakan Amaterasu dan Tsukiyomi miliknya secara bergantia, kemudian Ashley yang sudah bengkit kembali muncul di sebelah Caesar dan memukul muka Caesar sehingga membuat Caesar terlempar jauh dan hampir terlempar ke bawah dari puncak Tokyo Tower, muka Ashley terlihat sangat marah, dia menatap Caesar dengan tatapan penuh kebencian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“memalukan… kau membenci King of Overlord tapi kau sendiri ingin menjadi King of Overlord… dan apa kau sadar kalau kau tidak ada bedanya dengan orang-orang brengsek yang kau sebut King of Overlord itu!!” teriak Ashley, kemudian Ashley berlari ke arah Caesar dan mulai memukuli Caesar, sementara Caesar kembali berdiri dan menahan beberapa pukalan Ashley, kemudian Caesar kembali memutar pedangnya dan langsung menebaskan pedangnya ke arah bahu Ashley, Ashley yang melihat itu tidak menghindarinya dan membiarkan tebasan tersebut mengenai bahunya, kemudian tangan milik Ashley mengeluarkan sinar merah dan Ashley segera memukulkan tangannya ke perut Caesar dan pukulan tersebut menyebabkan ledakan api yang besar, Caesar yang terkena pukulan tersebut tersebut terkejut dan menjatuhkan Soul Devourer miliknya yang masih tertancap di bahu Ashley, setelah itu Caesar terjatuh dan memuntahkan darah dari mulutnya, kemudian selagi Caesar memuntahkan darah, Ashley mengangkat kakinya dan menendang Caesar sehingga Caesar terlempar dan terjatuh di pinggiran Tokyo Tower. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“uhug… aku tidak bisa kalah di sini… cita-cita ku…” ucap Caesar pelan, Ashley kembali berlari ke arah Caesar dan bersiap memukulnya kembali, “Ashley!!” teriak Ryou tiba-tiba, tapi terlambat Soul Devourer milik Caesar yang tadi terjatuh di dekat Ashley terbang dan sukses menusuk dada Ashley, Ashley yang menyadari dadanya tertusuk terkejut dan memuntahkan darah dari mulutnya, kemudian Ashley memegang dadanya yang tertusuk oleh Soul Devourer milik Caesar, “ergh… ghraa.. kau… Caes--” ucap Ashley kesakitan sambil memegang dadanya yang tertusuk oleh Soul Devourer, penglihatannya mulai kabur, hal terakhir yang dia lihat adalah Caesar yang tertawa dan menembakan api hitam ke arahnya, api yang di tembakan Caesar melesat dengan cepat ke arah Ashley dan berhasil mengenai Ashley dan membuatnya terlempar dari Tokyo Tower ke bawah, “tidak!!!” teriak Ryou, kemudian Ryou segera berlari ke arah Ashley dan mencoba menahannya tetapi tangan Ryou tidak berhasil menggapai tangan Ashley, sehingga Ashley terjatuh ke bawah, dan setelah itu dari tempat Ashley terjatuh Soul Devourer milik Caesar yang berlumuran darah kembali terbang ke atas dan menerjang Ryou, Ryou yang melihat Soul Devourer milik Caesar dengan sigap melompat ke belakang dan memukulnya dengan Amaterasu, setelah itu Soul Devourer tersebut kembali ke Caesar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mari kita mulai pertarungan yang sebenarnya Ryou… aku hanya ada keperluan dengan King of Overlord…” ucap Caesar sambil mengambil Soul Devourer miliknya, “kau…” ucap Ryou dengan muka yang terlihat murka, setelah itu Ryou menghilang, Caesar yang melihat itu terkejut dan mencari keberadaan Ryou, kemudian tiba-tiba ada yang menendang Caesar dari belakang dan membuatnya terlempar yang ternyata adalah Ryou, Caesar yang menyadari akan keberada Ryou di belakangnya segera berbalik dan menebaskan pedangnya yang melemparkan angin bewarna hitam yang berbentuk seperti tebasan pedang, tetapi ternyata Ryou sudah menghilang dari posisinya yang tadi, kemudian Ryou kembali muncul di belakang Caesar dan menendang Caesar ke atas, Caesar kembali menebaskan pedangnya ke bawah tapi lagi-lagi Ryou telah menghilang dan muncul di atas Caesar kemudian Ryou menebaskan kedua pedangnya ke arah Caesar yang kedua tebasannya sukses mengenai Caesar, setelah itu Ryou kembali menghilang dan muncul di bawah Caesar dan kembali menebas lagi dan terus begitu hingga muncul berbelas-belas luka tebasan di badan Caesar dan setelah itu Ryou kembali menghilang dan kembali muncul jauh di atas Caesar setelah itu Ryou melesat ke bawah dan menyilangkan kedua pedangnya, tidak lama kemudian muncul pusaran angin di sekeliling Ryou, kemudian Ryou menabrak Caesar dan membawanya ke arah Tokyo Tower dan kemudian menebaskan kedua pedangnya sehingga muncul hempasan angin yang sangat besar yang membuat Caesar terlempar ke arah dalam Tokyo Tower dan menghancurkan sebagian Tokyo Tower yang terkena hantaman dari Caesar yang terlempar, sementara Ryou hanya melihat ke arah tempat di mana Caesar terjatuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tempat Caesar terjatuh tadi meledak dan mengeluarkan gelombang aura bewarna biru, setelah itu sesosok orang yang adalah Caesar terbang dari tempat tersebut dan mengearah ke Ryou seraya mengeluarkan Soul Devourer miliknya, kemudian Caesar menebaskan Soul Devourer miliknya yang di tahan oleh Amaterasu Ryou, setelah itu Ryou menebaskan Tsukiyomi miliknya selagi Amaterasu miliknya menahan pedang Caesar dan mengarahkannya ke arah perut Caesar, kemudian Caesar menarik pedangnya dan menebaskannya ke arah Tsukiyomi yang membuat tebasan dari Tsukiyomi terpental, setelah itu Caesar kembali menbaskan Soul Devourernya sebanyak tiga kali ke arah Ryou yang semuanya berhasil di tahan oleh Ryou, kemudian Ryou kembali menghilang, Caesar yang menyadari Ryou menghilang langsung berbalik dan menebaskan Soul Devourernya yang membuat ledakan angin yang besar dan mendorong Ryou yang sudah bersiap-siap menebas Caesar, setelah itu Caesar kembali terbang ke arah Ryou dan menebaskan Soul Devourer miliknya yang kembali di tahan oleh Ryou, hanya saja tebasan kali ini memiliki tenaga yang jauh lebih kuat dari sebelumnya sehingga Ryou terdorong ke belakang dan terpental. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kau akan mati Ryou!! Aku jamin itu!! Synchronisation!!” teriak Caesar sambil menusuk dirinya dengan Soul Devourer miliknya dan kemudian Soul Devourer bercahaya dan memasuki tubuh Caesar dan juga membuat tubuh Caesar bercahaya, “sial aku tak menyangka dia bisa melakukan Synchro!! Aku harus menghentikannya!!” teriak Ryou, kemudian Ryou kembali terbang ke arah Caesar yang bercahaya, ketika jarak mereka berdua sudah dekat Ryou mengangkat kedua pedangnya dan berniat menebas kepala Caesar, tetapi kemudian muncul sayap tulang dari punggung Caesar yang menghantam dan memukul Ryou kebelakang sehingga Ryou hanya bisa melihat Caesar berubah dari jauh, dan kemudian cahaya tersebut mengubah tubuh Caesar menjadi sesosok humanoid yang mengenakan armor tengkorak, berkepala berbentuk tengkorak, dan memiliki ekor dan sayap tengkorak, mahluk tersebut meraung, sementara Ryou hanya bisa bersiap-siap untuk menyambut serangan dari mahluk tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Synchronisation Adriel!!” teriak mahluk tersebut, kemudian Adriel melihat ke arah Ryou, dan kemudian mengeluarkan bola listrik dari kedua tangannya, “Ryou Kurokaze… mati!!” teriak Adriel, kemudian Adriel terbang ke arah Ryou dengan kecepatan penuh, Ryou yang melihat itu juga terbang ke arah Adriel untuk menyerangnya, kemudian Ryou menyadari sesuatu yaitu langit yang mulai tambah gelap dan kemudian dari beberapa bagian langit muncul cahaya-cahaya bewarna putih yang muncul sekejap, “ini!!” ucap Ryou dalam hati kemudian dari langit muncul guntur yang menyambar Ryou dengan kecepatan yang sekejap mata dan berhasil menyambar Ryou, Ryou yang tersambar petir berteriak kesakitan, kemudian setelah guntur tersebut menghilang, muncul Adriel di depan Ryou, Adriel mulai melancarkan bola-bola petir ke arah Ryou yang semuanya berhasil menyambar Ryou dengan sukses, Ryou yang kehilangan tenaganya karena guntur yang tadi menyambarnya tidak dapat bergerak untuk menghindari serangan tersebut, kemudian Adriel kembali muncul di bawah Ryou. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“memalukan… aku tidak mengira mencabut nyawa mu semudah ini…” ucap Adriel kemudian Adriel melakukan uppercut ke arah Ryou dan membuatnya terlempar ke atas, setelah itu Adriel kembali muncul di atas Ryou dengan tangan yang di penuhi oleh aliran listrik, “Voltech Blast!!” teriak Adriel seraya melancarkan petir raksasa dari tangannya yang menyambar Ryou dan membuat Ryou terjatuh ke bawah dengan kecepatan penuh, “dia terlalu kuat aku tidak mungkin mengalahkannya…” ucap Ryou yang terjatuh, kemudian dari bawah muncul sesosok perempuan bersayap api yang menangkap Ryou dan menurunkannya di dekat puing-puing tempat Caesar terjatuh tadi, “memalukan apa hanya segini kemampuan mu Ryou?” ucap Shana yang menurunkan Ryou, Ryou yang melihat Shana hanya terdiam saja, kemudian dari belakang Adriel kembali mulai mencharge listrik di tangannya, Ryou yang melihat itu terkejut dan berusaha memberitahu Shana, tetapi mulutnya tidak bisa bergerak begitu juga dengan tangannya, kemudian Adriel melepaskan Votech Blast yang kedua ke arah Shana, “Shana!!!!” teriak Ryou yang tiba-tiba kekuatannya muncul kembali kemudian Ryou melompat dan memeluk Shana hingga jatuh, sementara guntur tersebut terus mengarah ke arah Ryou dan Shana, “Ryou! Kau!” teriak Shana yang berusaha melepaskan dirinya dari Ryou kemudian guntur tersebut tepat mengenai Ryou dan Shana dan menciptakan ledakan yang besar dan juga menghancurkan semua daerah di sekelilingnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“selamat tinggal Ryou Kurokaze… semoga kau dapat beristirahat dengan tenang…” ucap Adriel sambil melihat ke arah puing-puing tersebut, kemudian setelah asap dari ledakan menipis terlihat sesosok orang yang mengenakan tameng yang berdiri di depan Ryou dan Shana, tameng yang di gunakan untuk menahan serangan tersebut juga di aliri oleh listrik yang di akibatkan oleh serangan tersebut, Ryou yang menyadari dirinya tidak apa-apa membuka matanya dan melihat Shana yang di peluknya, “baka Ryou!!” teriak Shana kemudian Shana memukul Ryou, “Shana? Kita tidak apa-apa?” Tanya Ryou kebingungan, kemudian Ryou melihat ke sosok lelaki yang melindunginya tadi, sesosok lelaki yang memiliki tubuh shota dan berambut pendek tersebut menoleh ke arah Ryou dengan muka yang jengkel, “kenapa kau selalu merepotkan sih Ryou?” ucap Marcel, “Marcel?” Tanya Ryou, kemudian Marcel menghilangkan tameng yang menutupi pandangan Ryou ke depan dan setelah tameng tersebut menghilang, Ryou dapat melihat teman-temannya berdiri di depannya, dari Garde, Dave, Mike, Arlan, Garaito, Arif, dan Andre. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kalian semua…” ucap Ryou terharu, “kalau kau hanya sendirian kau takkan bisa mengalahkannya, yang bisa mengalahkan monster seperti dia hanyalah satu yaitu ikatan yang kuat yang tidak bisa di patahkannya” ucap seseorang yang berjalan di belakang Ryou, Ryou berbalik dan melihat wajah orang tersebut, kemudian tanpa sadar Ryou meneteskan air matanya dan kemudian Ryou mengangguk, “kami akan mengalahkan mu!! Dan kau tidak akan bisa kami karena kami memiliki ikatan yang tidak kau miliki!!” teriak orang tersebut, sementara Adriel hanya bisa melihat segerombolan orang itu, “Ashley Lindwurm… ternyata kau belum mati…” ucap Adriel, kemudian orang di belakang Ryou yang ternyata adalah Ashley tersenyum, “belum saatnya aku mati… kau memerlukan banya tenaga untuk mengalahkan ku!!!” teriak Ashley, kemudian Ashley melompat dan melesat ke arah Adriel begitu juga dengan yang lainnya, kemudian Ryou juga berdiri dan bersiap melesat ke arah Adriel, tapi di tahan oleh Shana, “Shana? Ada apa?” Tanya Ryou kebingungan, kemudian Shana menarik Ryou dan mendekatkan wajahnya ke Ryou, “akan ku kembalikan sebagian dari Power of Existence milik mu yang pernah ku segel dulu…” ucap Shana, kemudian Shana menarik wajah Ryou dan menciumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Caesar!!!” teriak Ashley, sambil melancarkan pukulannya beberapa kali ke arah Adriel yang di hindari oleh Adriel dengan mudahnya, “Caesar sudah tidak ada… dia sudah tenggelam di dalam kegelapan hatinya yang ada sekarang hanyalah Adriel!! Mwahahahaha!!” teriak Adriel kemudian Adrile mencharge bola petir dari tangannya dan siap melepaskannya ke arah Ashley, tetapi kemudian dari atas muncul Garde yang menggunakan Dreadnoughtnya dan menebas Adriel beberapa kali, “kalau begitu yang perlu kita lakukan hanyalah membebaskan Caesar dari sana kan!!” teriak Garde seraya menebaskan Dreadnoughtnya dengan kekuatan penuh tetapi kemudian di tahan oleh tangan Adriel, kemudian Ashley kembali melancarkan pukulannya dengan kekuatan penuh ke arah Adriel dan menciptakan ledakan yang besar, Adriel yang mulai kesal memutar tubuhnya dan menyebabkan pusaran listrik yang besar dan menciptakan sambaran petir di sekelilingnya sehingga membuat Ashley dan Garde melompat menjauh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“seberapa banyak pun kalian berkumpul segerombolan semut tidak akan bisa meninggalkan luka di harimau!!” teriak Adriel sambil melancarkan listrik ke arah Garde dan Ashley, kemudian dari belakang muncul Marcel yang mengeluarkan senapan, “tapi ketika segerombolan semut tersebut semakin banyak maka harimau mulai kesal dan mulai melukai tubuhnya sendiri untuk mengusir semut tersebut!!” teriak Marcel seraya menembakan senapannya, Adriel yang melihat serangan Marcel berlindung dengan kedua tangannya, kemudian dari sebelah Adriel muncul Dave dengan Deathscytchnya, “kau hanya bertingkah sok kuat padahal sebenarnya kau lemah…” ucap Dave seraya menebaskan Deathscythnya ke arah Adriel dan berhasil meninggalkan beberapa luka tebasan di lengan Adriel, “kalian!!” teriak Adriel seraya memukul Dave dan melemparnya ke belakang, kemudian dari belakang Adriel muncul Mike yang di kelilingi oleh spell insignia, “dan juga kau berusaha menyembunyikan diri mu di kesendirian di karenakan takut dan trauma akan masa lalu mu ya kan Caesar?” ucap Mike, kemudian Mike melancarkan bola-bola cahaya raksasa ke arah Adriel dan menciptakan ledakan di sekeliling Adriel, Adriel kemudian mencharge listrik dan menembakannya ke arah Mike yang berhasil di hindari oleh Mike. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“karena itu sampai kapan pun kau tidak akan pernah mendapatkan loli di sisi mu!!” teriak Arif yang melompat ke arah Adriel dan melancarkan pukulan yang keras ke arah Adriel dan berhasil mendorongnya kebelakang bersamanya, kemudian di belakang Adriel muncul Andre yang mencharge air disekelilingnya, “kau hanya dapat menyombongkan diri tanpa membuktikannya!!” teriak Andre seraya menembakan semua air di sekelilingnya dengan tekanan yang sangat tinggi dan berhasil membuat banyak luka di sekeliling tubuh Adriel, lalu dari atas muncul Garaito dengan katananya yang sudah di bungkus oleh aura kegelapan, “kau mengganggu pemandangan… enyahlah!!” teriak Garaito seraya mengayunkan pedangnya dan mengeluarkan naga hitam yang mendorong Adriel sampai Tokyo Tower dan menghantam Tokyo Tower, kemudian dari belakang muncul Arlan yang berlari, “nyeh aku hanya ingin kedamaian saja… or a cat is a fine too!!” ucap Arlan seraya mengeluarkan pedang dan menebaskannya dengan kekuatan penuh ke arah Adriel dan menciptakan luka yang lumayan besar di badan Adriel, “kalian benar-benar mengganggu!!” teriak Adriel seraya menonjok perut Arlan dan membuatnya terlempar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Garde dan yang lain sibuk bertarung dengan Adriel, Shana melepaskan bibirnya dari bibir Ryou, kemudian Ryou terjatuh dan menarik nafas yang dalam karena kehabisan nafas, “Shana kau…” ucap Ryou terengah-engah karena kehabisan nafas, muka Shana kemudian memerah, “urusai! Urusai! Urusai! Pokoknya kau harus mengalahkan mahluk itu!!” teriak Shana sambil menunjuk ke arah Adriel, sementara Ryou hanya tersenyum ke arah Shana, kemudian tubuh Ryou mulai memanas dan kemudian Amaterasu dan Tsukiyomi mulai mengelilingi Ryou dan bercahaya kemudian kedua katana tersebut memasuki badan Ryou dan tubuh Ryou pun mulai bercahaya, “ini? Synchronisation?” ucap Ryou terkejut kemudian, cahaya tersebut memunculkan enam sayap hitam di punggung Ryou, dan mengubah pakaian Ryou menjadi hitam dan bercorak emas, kemudian muncul katana yang sangat panjang di dekat Ryou, kemudian Ryou yang sudah berubah mengambil katana tersebut dan membuka matanya yang berbeda warna di mana yang kanan bewarna merah dan yang kiri bewarna biru, “Synchronisation… Archdemon?” ucap Ryou terkejut, kemudian Ryou berjalan ke ujung Tokyo Tower, “semuanya!! Sudah cukup!! Mulai sekaran aku yang ambil alih…” ucap Ryou seraya mengeluarkan katananya, sementara yang lain melihat Ryou dengan seksama, kemudian mereka semua mengangguk dan menghindar dari jalur Ryou. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adriel yang melihat itu menoleh ke arah Ryou, “Ryou Kurokaze… bentuk itu… begitu kau juga berhasil menggapai Synchro… datang lah kita lihat siapa yang lebih kuat!! Mwahahaha!!” teriak Adriel, kemudian Ryou melompat dan melebarkan keenam sayapnya dan terbang ke arah Adriel, Adriel yang melihat kedatangan Ryou mengeluar kan listrik di kedua tangannganya dan menyatukannya yang membentuk pedang listrik yang besar, setelah itu Ryou menebaskan katananya ke arah Adriel, sementara Adriel juga menebaskan pedangnya untuk menangkis tebasan Ryou, kedua pedang mereka saling beradu beberapa kali, kemudian katana Ryou mengeluarkan api, dan setelah itu Ryou menebaskan pedangnya di sertai api yang keluar dari katana Ryou dan membentuk flamethrower yang di tembakan ke arah Adriel, Adriel menangkis serangan itu dengan kedua tangannya yang membuat kedua tengannya terbakar, setelah itu Adriel kembali menebaskan pedangnya yang di tahan oleh katana Ryou, dan setelah itu Ryou menebaskan katananya ke atas dan membuat pedang Adriel terpental, setelah itu Ryou menebas dada Adriel dua kali, Adriel yang mendapat control pedangnya lagi segera menebaskannya ke bawah, Ryou yang melihat itu segera terbang memutar ke belakang Adriel dan kemudian pedang Ryou di bungkus oleh es yang membentuk pedang raksasa, dan setelah itu Ryou menghantamkan es tersebut ke arah Adriel dan membuat luka tebasan yang besar punggun Adriel, Adriel yang tertebas terlihat murka dan menembakan Voltech Blast ke arah Ryou dan mendorongnya jauh ke belakang, kemudian Ryou kembali membetulkan posisinya setelah terlempar dan kembali melihat ke arah Adriel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kurasa ini saatnya kita menyelesaikannya Adriel…” ucap Ryou kemudian badan Ryou bercahaya begitu juga dengan pedangnya, sementara Adriel terbang dengan kecepatan penuh ke arah Ryou dengan bola listrik raksasa di kedua tangannya, “ya inilah saatnya Ryou Kurokaze!!” teriak Adriel seraya menyatukan kedua bola listrik tersebut dan membentuk pedang raksasa yang bahkan ukurannya hampir melebihi dari setengah tinggi Tokyo Tower, “mati lah Adriel… Synchro Release!! Tsuin Ryu no Hoko!!” teriak Ryou kemudian muncul dua naga yang berbeda yang melilit Ryou, yang satu merupakan naga yang terbuat dari es, sementara yang satu adalah naga yang terbuat dari kobaran api, kemudian Ryou mengancungkan katananya ke arah Adriel, dan kedua naga tersebut mulai melilit pedang Ryou, sementara Adriel mulai menebaskan pedang listrik raksasa miliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“matilah!!” teriak Ryou, kemudian kedua naga tersebut bersatu membentuk pusaran api dan es yang melesat ke arah Adriel, sementara Adriel menebaskan pedangnya, pusaran yang di tembakan oleh Ryou dan pedang yang di tebaskan oleh Adriel saling bertabrakan dan akhirnya terjadi ledakan cahaya yang besar, Garde dan yang lainnya menutup matanya dan menghalangi tatapannya dengan kedua tangannya sampai cahaya dari ledakan tersebut menghilang perlahan-lahan, setelah selang beberapa menit cahaya tersebut menghilang memperlihatkan Ryou yang sudah kembali seperti semula dan kehabisan tenaga, juga memperlihatkan Adriel yang perlahan-lahan tubuhnya mulai terkikis dan menjadi pasir, Adriel yang melihatnya dirinya terkalahkan mulai tertawa terbahak-bahak, “hehehehe ahahahahahahaha apabila aku akan mati dan akan ke neraka maka aku akan membawa kalian semua turut serta!!” teriak Adriel kemudian, tubuh Adriel di tutupi oleh semacam barrier transparan yang mengeluarkan listrik di sekelilingnya, “Synchro Release…” ucap Adriel, kemudian di sekeliling Adriel muncul guntur-guntur yang saling menyambar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sial aku tak menyangka dia masih punya kekuatan!!” teriak Ryou terkejut, kemudian Ryou mengeluarkan Amaterasu dan Tsukiyominya, dan setelah itu Ryou melihat ke arah Tokyo Tower tempat yang lain berada, “kalian!! Pergilah aku pasti akan menyelesaikan ini dan kembali!! Jadi pergilah jangan khawatirkan aku!!” teriak Ryou, kemudian Shana menggeleng, “tapi Ryou!!” teriak Shana, sementara Ryou hanya diam saja, “pergilah Shana… ajak yang lain… aku pasti kembali… aku berjanji…” ucap Ryou, kemudian Shana menggigit bibirnya dan kemudian berbalik, “baiklah… kita pergi semuanya!! Tinggalkan tempat ini!!” teriak Shana, kemudian Shana pergi meninggalkan Tokyo Tower bersama yang lainnya, setelah Ryou mengecek bahwa semuanya telah pergi Ryou kembali menoleh ke arah Adriel, “kau tahu Caesar di hati kecil ku aku masih ingin menyelematkan mu dari kegelapan… tapi apa boleh buat… kalau kau memulai memainkan overture dan lagunya maka aku…” ucap Ryou sambil mengambil kuda-kuda, kemudian Ryou melesat ke arah Adriel, “maka aku akan memainkan Finalenya!!” teriak Ryou, kemudian barrier milik Adriel bercahaya dan mengeluarkan sinar yang sangat terang, kemudian tiba-tiba Ryou melihat sesosok orang di depannya yang menghalangi Ryou, “kau…” ucap Ryou terkejut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ryou terkejut melihat sesosok orang berambut perak dengan mata biru di depannya itu, “Brendan?” ucap Ryou terkejut, kemudian Brendan berbalik dan tersenyum ke arah Ryou, “Ryou kau harus hidup… hidup lah bersama yang lain…” ucap Brendan seraya mendorong Ryou dari cahaya tersebut, “bagaimana dengan mu?!” teriak Ryou, Brendan mengeluarkan Valafarnya, “aku? Aku sudah mati… aku tidak bisa bersama kalian lagi… ucapkan salam ku untuk yang lain… dan juga Hinagiku… bilang ke Dave aku meninggalkan Hinagiku bersamanya… aku meninggalkan semuanya untuk kalian… dan masa depan kalian…” ucap Brendan seraya berbalik dan meninggalkan Ryou yang terjatuh, Ryou mengangkat tangannya dan mencoba menggapai Brendan tetapi tidak bisa, kemudian Ryou keluar dari cahaya tersebut dan terjatuh, Shana yang melihat itu mengeluarkan sayap apinya dan terbang ke arah Ryou, “Ryou!!!” teriak Shana, kemudian Shana menangkap Ryou dan membawanya ke bawah, setelah sampai di bawah Shana menaruh Ryou yang tidak sadarkan diri di tanah, “dia tidak apa-apa kan?” Tanya Ashley, sementara Shana hanya mengangguk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ternyata kau menyembunyikan diri mu di sini…” ucap Brendan yang berjalan di ruangan putih tersebut, di depannya berdiri seseorang berambut hitam yang sedang bersender ke tembok, “Caesar… bukan tidak menyenangkan untuk hidup sendiri…” ucap Brendan sambil melihat Caesar, kemudian Caesar berdiri dan mengeluarkan pedangnya, “apa yang kau mau?” ucap Caesar, “membawa mu bersama ku ke dimensi lain… dan menghentikan semua ini!!” teriak Brendan, kemudian Brendan berlari ke arah Caesar, dan dalam sekejap menusuk dada Caesar, kemudian Caesar memuntahkan darah, “gomenasai Caesar…” ucap Brendan, “heh aku sudah tahu akhirnya akan begini…” ucap Caesar, sementara di luar Adriel yang sudah terbungkus listrik mulai bercahaya lebih terang dan akhirnya meledak membawa sebagian Tokyo Tower bersmanya dan menciptakan cahaya yang terlihat dari seluruh penjuru kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika aku meninggal… apakah akan ada yang meneteskan air matanya untuk ku? Ketika aku meninggal apakah aku akan menghilang dengan meninggalkan kenangan di ingatan orang-orang? Atau aku hanya akan menghilang tanpa ada satupun yang menyadari dan mengingat ku? Siapa yang tahu… setidaknya aku sudah membuka pintu menuju masa depan… dan meninggalkan bukti bahwa aku hidup di hati mereka… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pagi harinya kota tersebut sudah aman, zombie-zombie yang menyerang yang sudah menghilang, daerah sekitar Tokyo Tower di amankan, Hinagiku yang berhasil memasuki kota berlari dan melihat ke arah Ryou dan Shana yang sedang berdua melihat ke arah puing-puing Tokyo Tower, “Shana!! Ryou!!” teriak Hinagiku seraya berlari ke arah mereka, Shana yang mendengar namanya di panggil menoleh dan melihat ke arah Hinagiku sementara Ryou hanya diam saja, “untunglah kalian baik-baik saja! Bagaimana dengan Brendan?” Tanya Hinagiku dengan muka yang terlihat khawatir, sementara Shana hanya diam saja, “Brendan dia…” ucap Shana, sementara Hinagiku semakin terlihat kebingungan, “meninggal” ucap Ryou, Hinagiku yang mendengar itu terkejut, “tidak mungkin… Brendan…” ucap Hinagiku kemudian Hinagiku hampir jatuh, Shana yang melihat itu menahan tubuh Hinagiku, “kau tidak apa-apa Hinagiku Katsura?” Tanya Shana, sementara Hinagiku hanya diam saja, “Brendan bilang Dave akan melindungi mu…” ucap Ryou tanpa menoleh sama sekali pun, sementara Hinagiku mulai menangis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marcel yang sedang sendiri melihat Tokyo Tower dari rumahnya, sampai Andre datang masuk ke dalam kamarnya, “kau tahu bukan hanya kau yang merasa kehilangan… kita semua juga…” ucap Andre sambil memegang bahu Marcel, “ya aku tahu itu…” ucap Marcel sambil terus melihat ke arah Tokyo Tower, “hei sampai kapan kau mau merenung! Aku sudah menyiapkan sarapan!!” teriak Mike yang tiba-tiba masuk bersama Hitagi dan Haruhi, Marcel yang mendengar itu terkejut, “wut!! Ojou-sama bisa masak!! Mustahil!!” teriak Marcel, dan Marcel pun mulai adu mulut dengan Mike sementara Andre hanya tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Garde mengambil tas ranselnya dan memakainya, “mau kemana kau?” Tanya Dave yang tiba-tiba muncul dari belakang bersama Ashley, “mencari Nando…” ucap Garde sambil berjalan keluar rumahnya, “apa kau yakin? Maksud ku kau tahu kan Nando orang yang seperti apa?” Tanya Ashley, “ya aku tahu… tapi aku perlu informasi lebih mengenai Black Knight ini…” ucap Garde, kemudian Ashley hanya menghela napas, “kalau begitu aku ikut…” ucap Dave, Garde melihat ke arah Dave dan kemudian mengangguk, “bagaimana dengan mu Ashley?” Tanya Garde, sementara Ashley menggelengkan kepalanya, “aku akan ada di sini… aku perlu menjaga semua yang di tinggal kan dia…” ucap Ashley, kemudian Garde mengangguk, “baiklah jaga diri mu…” ucap Garde seraya meninggalkan rumahnya bersama Dave. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hey Partner… untuk sementara perang ini sudah berakhir apa yang akan kau lakukan?” Tanya Arif ke Garaito yang sedang duduk, “tidak tahu…” ucap Garaito, “begitu? Kalau begitu mau kah kau menemaniku mencari lo—“ belum selesain Arif berbicara, Garaito sudah memotong, “tidak mau…” ucap Garaito, kemudian Arlan memasuki ruangan tersebut, “kalau begitu bagaimana kalau kalian ikut dengan ku berkelana?” Tanya Arlan, “untuk apa?” balas Garaito, “menjadi tukang lawak mungkin?” ucap Arlan tersenyum, “tidak ter—“ belum selesai Garaito berbicara tiba-tiba Arlan sudah menarik kerah baju Garaito, “ok semua setuju!! Kalau begitu kita pergi sekarang kau ikut Arif!!” teriak Arlan, “aye aye boss!!” teriak Arif sambil mengikuti Arlan keluar menarik Garaito, he-hei!! Apa-apaan ini!!” teriak Garaito berusaha melepaskan dirinya tapi tidak berhasil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu dari kejauhan terlihat sosok dua orang berpakaian serba hitam, dan yang satu mengenakan topeng melihat ke arah Tokyo Tower dengan tatapan yang sedih, “apa yang kau lihat Leon?” Tanya Sierra yang berjalan ke arah Leon, “tidak apa-apa hanya mengenang masa lalu… lagi pula bisa-bisanya Caesar kalah melawan segerombolan orang seperti itu… dia telah mencoreng nama Black Knight…” ucap Leon, sementara Sierra hanya melihat Leon dengan seksama, “jangan lupa dengan tujuan asli kita… dan tujuan kau bergabung dengan Black Knight…” ucap Sierra, “tentu saja aku tidak akan lupa…” ucap Leon, kemudian dari kejauhan muncul seorang anak lelaki berkaca mata dan mengayunkan tangannya ke Leon dan Sierra, “itu dia… si Rad…” ucap Leon, seraya berjalan ke arah anak laki-laki tersebut, “masa lalu hah?” ucap Sierra pelan sambil melihat ke arah Leon, sekilas dia teringat akan masa lalunya, “hal seperti itu bukan kah hanya akan membuat kita menjadi lemah…” ucap Sierra seraya berjalan menyusul Leon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Battle of Overlord Season II ~THE END~&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-9154553164736282781?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/9154553164736282781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2010/07/chapter-30-finale-of-requiem.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/9154553164736282781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/9154553164736282781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2010/07/chapter-30-finale-of-requiem.html' title='CHAPTER 30: THE FINALE OF THE REQUIEM'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-7563023331305511390</id><published>2010-07-29T08:37:00.000-07:00</published><updated>2010-07-29T08:38:15.009-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 29: THE REQUIEM (PART 3: THE BEGINNING OF THE LAST REQUIEM)</title><content type='html'>CHAPTER 29: THE REQUIEM (PART 3: THE BEGINNING OF THE LAST REQUIEM) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mata Garde yang bersimbah air mata terbuka dan tubuhnya mulai bersinar terang begitu juga dengan Dreadnought milik Garde yang mulai bersinar terang, “Garde berjanjilah… kau tidak akan pernah mati dan tidak akan pernah menganggap diri mu lemah…” ucap sebuah suara yang terdengar seperti suara Katrina yang berasal dari Dreadnought, “ya aku berjanji Katrina… Synchronisation!!!!!!” teriak Garde, kemudian Dreadnought milik Garde berubah menjadi cahaya terang yang bersatu dengan tubuh Garde dan perlahan-lahan tubuh Garde yang di selimuti cahaya membesar, “ya Katrina… aku akan selalu menepati janji ku…” ucap Garde dan setelah cahaya tersebut berubah menjadi sangat besar, cahaya tersebut pecah dan memperlihatkan sesosok naga hitam, bermata emas, dan memiliki corak bewarna emas di sekujur tubuhnya, naga tersebut melihat ke arah Cain, dan setelah itu meraung dengan keras, “a-apa-apaan ini!!” teriak Cain terkejut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garde membuka matanya dan mendapati dirinya berada di dimensi lain yang gelap, di depannya dia dapat melihat pemandangan yang di lihat oleh naga tersebut, “Garde apa kau dapat mendengar ku?” ucap sebuah suara kemudian dari belakang Garde muncul sesosok cahaya yang berubah bentuk menjadi Katrina, “Katrina?” ucap Garde takjub sambil melihat ke arah Katrina, “berhentilah mengutuk diri mu sendiri Garde… aku mati bukan karena kau… kau tidak bersalah…” ucap Katrina sambil memeluk Garde, “ada di mana kita?” Tanya Garde, Katrina melihat ke arah Cain, “kita ada di dalam jiwa mu… tapi kita juga berada di dalam jiwa ku… lebih tepatnya kita berdua memiliki satu jiwa yang sama… kita lah Dreadnought itu sendiri” ucap Katrina sambil tersenyum ke arah Garde, Garde yang melihat senyuman Katrina memerah, “begitu aku belum kehilangan mu untuk selamanya…” ucap Garde sambil menutup matanya dan tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dreadnought kembali meraung dan mulai menghantamkan cakarnya ke arah Cain, Cain segera melompat ke arah tangan Dreadnought dan berlari ke arah kepala Dreadnoght, setelah jaraknya sudah dekat Cain mengangkat kapaknya untuk memotong kepala Dreadnought, tetapi kemudian tangan Dreadnought yang satunya menhantam Cain dan melemparnya sehingga dia jatuh ke tanah, setelah itu Cain kembali berdiri dan melompat ke belakang untuk menghindari hantaman cakar Dreadnought yang lainnya, setelaj jarak Cain dan Dreadnought cukup jauh Cain merubah kapaknya menjadi Launcher dan mengarahkannya ke arah Dreadnought dan mulai menembaki projectile-projectile api ke arah Dreadnought, projectile-projectile tersebut berhasil mengenai Dreadnought dan membuat ledakan di sekujur tubuh Dreadnought tapi tidak ada yang berhasil meninggalkan luka di badan Dreadnought, setelah itu Dreadnought menghantamkan ekornya ke arah Cain, tetapi sesaat sebelum ekor tersebut berhasil mengenai Cain, Cain berhasil membentuk pedang dan menahan ekor Dreadnought dan kembali menghempaskannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“baiklah kalau itu kau yang mau!!” teriak Cain sambil merubah pedangnya kembali menjadi launcher dan mulai mencharge cahaya terang bewarna merah di ujung dari laras launcher tersebut, Dreadnought kembali menyerang Cain dengan cakar dan ekornya, tetapi Cain terus menghindar atau menangkisnya dengan launchernya sesekali, tetapi dia sama sekali tidak balas menyerang melainkan terus mencharge cahaya merah tersebut, Dreadnought mulai menciptakan api di kedua tangannya dan menembakan bola-bola api ke arah Cain, dan menciptakan ledakan di area sekitar Cain, setelah itu Cain mengangkat launchernya dan mengarahkannya ke arah Dreadnought, “Overdrive… Final Fire Blast!!” teriak Cain seraya menekan pelatuk launchernya dan menembakan bola api raksasa ke arah Dreadnought, Dreadnought yang melihat itu menahan api tersebut dengan kedua tangannya, “serangan seperti ini tidak akan melukai ku!!” teriak Garde dari dalam Dreadnought, stelah itu Dreadnought mencekram api tersebut semakin keras sehingga api akhirnya api tersebut meledak dan menghempaskan Dreadnought dan juga Cain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“apa kau percaya dengan yang kau lihat?” Tanya Ashley yang ada di dalam lift bersama Ryou, Ryou menutup matanya dan mengangguk, “sudah ku duga… Garde adalah salah satu dari kita yang terkuat… dia bahkan sudah mencapai tahap ini… sedangkan aku…” ucap Ryou sambil mengencangkan genggamannya yang ternyata memegang handphone yang memperlihatkan SMS dari Marcel yang berisi pemberitahuan bahwa Brendan sudah meninggal, “sementara aku tidak bisa melakukan apa-apa!” teriak Ryou sambil melempar handphonenya ke lantai hingga hancur, Ashley yang melihat tindakan Ryou hanya terdiam dan melihat handphone yang telah rusak tersebut, sementara Ashley menyadari bahwa air matanya mulai menetes, “huh ketika aku sudah menganggap mu sebagai saudara kau meninggalkan ku eh?” ucap Ashley pelan, kemudian setelah lewat beberapa menit di suasana hening tersebut, lift yang mereka naiki berhenti dan pintunya terbuka memperlihatkan pemandangan malam dan bulan yang bersinar, juga memperlihatkan Dreadnought yang terjatuh ke tanah karena hempasan dari ledakan tersebut, “kita selesaikan semua ini… sekarang…” ucap Ryou sambil berjalan keluar lift di ikuti oleh Ashley. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dreadnought yang terjatuh ke tanah kembali terbang dan mulai mencharge cahaya emas di mulutnya, “cish aku tak menyangka Overdrive milik ku akan gagal… dengan itu saja sudah cukup banyak menguras aura milik ku…” ucap Cain sambil terus menembaki Dreadnought yang terbang semakin tinggi dengan bola api, sementara Dreadnought yang terkena ledakan yang di ciptakan dari bola api yang di tembakan oleh Cain tidak berhenti sampai dia berhasil mencapai posisi yang sangat tinggi dan cahaya emas di mulutnya membesar sementara badan Dreadnought mulai bersinar terang, “apa kau tidak apa-apa setelah menerima ledakan tersebut?” Tanya Katrina sambil membantu Garde berdiri dan mengulurkan tangannya, Garde melihat tangannya dan melihat luka bakar di tangannya, “begitu semua yang terjadi pada Dreadnought juga terjadi pada ku…” ucap Garde sambil terus memandangi tangannya, kemudian Katrina menggeleng dan mengangkat tangannya juga, dan memperlihatkan telapak tangannya yang juga penuh dengan luka bakar, “itu juga terjadi kepada ku…” ucap Katrina sambil tersenyum, “kalau begitu kita benar-benar telah menjadi satu…” ucap Garde sambil melihat tangan Katrina, Katrina mengangguk, “sudah waktunya kita mengakhiri ini Garde-san” ucap Katrina tersenyum dan kemudian tubuhnya mulai bersinar begitu juga dengan tubuh Garde yang mulai bersinar, “ya saatnya kita menyelesaikannya” ucap Garde sambil melihat ke arah Cain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cain yang melihat bahwa Dreadnought telah selesai mencharge cahaya emas di mulutnya segera mengubah pedangnya menjadi tameng raksasa dan menancapkan ujung dari tameng tersebut ke tanah, “Synchro Release!! Divine Flare!!” teriak Garde dan Katrina bersamaan, setelah itu Dreadnought melepaskan bola api raksasa bewarna emas, bola api tersebut melesat dengan kecepatan penuh ke arah Cain, dan setelah bola api tersebut menabrak tameng milik Cain, terjadi luapan cahaya bewarna emas yang sangat besar dan membuat api tersebut semakin besar dan akhirnya meledak dan menghancurkan area di sekeliling Cain dan Dreadnought, sementara Dreadnought yang terbungkus dengan cahaya kembali berubah bentuk menjadi bentuk manusia yang melompat ke tanah dan akhirnya berubah kembali menjadi Garde, Garde berhasil mendarat di tanah begitu juga dengan tombak Dreadnought miliknya yang jatuh dan tertancap di tanah di dekatnya, Garde yang kembali berdiri sekilas kehilangan keseimbangan tubuhnya di karenakan kehabisan aura yang di milikinya, Garde melihat kepulan asap yang berasal dari ledakan yang di ciptakannya dengan seksama sampai akhirnya Garde melihat titik cahaya dari asap tersebut yang ternyata adalah Cain yang sudah mencharge cahaya putih dari launchernya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mati kau Garde!!!” teriak Cain yang penuh luka bakar di tubuhnya, kemudian dari belakang Cain muncul sesosok orang lain yang bersiap menusuk Cain, “kau yang mati… kau melupakan keberadaan ku!!” teriak Andre sambil mengayunkan pisau yang ada di tangannya ke arah Cain, “shimatta!!” teriak Cain yang tidak sempat bertahan, sampai tiba-tiba dari langit muncul sesosok orang berpakaian hitam yang menggunakan topeng, orang tersebut jatuh tepat di depan Andre dan langsung menebaskan pedangnya yang membuat pisau Andre terlempar, setelah itu orang tersebut menendang Andre hingga jatuh dan mengayunkan pedangnya ke arah leher Andre, “sudah cukup Leon!!” teriak seorang perempuan yang ada di belakang Andre, mendengar perempuan itu memberi perintah laki-laki yang bernama Leon tersebut menghentikan pedangnya tepat sebelum menebas leher Andre, “kau juga Cain… kembali…” ucap perempuan itu lagi, “cish… aku berhutang budi pada mu Sierra berkat kau aku selamat dari serangan tersebut, dan siapa orang ini…” balas Cain, “dia anggota baru Black Knight… namanya Leon dan dia juga Dracus sama seperti ku…” ucap Sierra, kemudian Leon melompat dan turun di sebelah Sierra, sementara Cain berjalan ke arah Sierra, “begitu sepertinya nama kamu Leon perkenalkan nama ku Cain…” ucap Cain yang kemudian berhenti di sebelah Sierra, kemudian Cain berbalik dan melihat ke arah Garde yang terlihat sangat kesal, “ingat Garde pertarungan kita belum selesai… kalau kau masih ingin membalaskan dendam Katrina dengan senang hati aku akan melayani mu dan membawa mu bertemu langsung dengannya…” ucap Cain, kemudian Sierra mengeluarkan sayap hitam dari punggungnya yang menutupi Leon, Cain, dan dirinya dan setelah itu sayap tersebut menghilang menjadi asap hitam bersamaan dengan menghilangnya Black Knight, “Katrina…” ucap Garde dan perlahan-lahan dirinya mulai tidak sadarkan diri, sebelum Garde kehilangan kesadarannya sekilas dia melihat Dave dan Marcel yang berlari ke arahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sepertinya pertarungan antara Cain dan Garde telah selesai…” ucap Caesar yang melihat pertarungan tersebut dari puncak Tokyo Tower, kemudian dari belakang Caesar muncul Ashley yang melompat dan sudah mengepalkan tangannya, “tak kusangka kau datang secepat ini…” ucap Caesar, kemudian Caesar berbalik dan mengeluarkan api hitam yang dari tangannya yang di tembakan ke arah Ashley dan membuatnya terlempar ke belakang, Ashley yang terlempar kembali berdiri, “kenapa Caesar… ku kira kau adalah teman… kenapa kau berani-beraninya mengambil nyawa orang lain dengan mudah tanpa merasa bersalah!!” teriak Ashley, kemudian Caesar menggelengkan kepalanya, “ini semua demi revolusi dan demi…” ucap Caesar seraya mengeluarkan api hitam yang membentuk pedang bewarna hitam, setelah itu Caesar berputar dan menebaskan pedangnya ke atas sehinnga pedang Caesar dan pedang Ryou yang ternyata menjatuhkan dirinya ke arah Caesar sailing beradu, “Black Knight!!” ucap Caesar sambil mengayunkan pedangnya ke bawah yang membuat Ryou terpental dan berhasil mendarat di dekat Ashley, kemudian Ryou kembali berdiri dan melakukan synthesis embody yang memunculkan pedang bewarna merah dan biru yang masing-masing bernama Amaterasu dan Tsukiyomi, “King of Underwolrd… bukan… Caesar… aku akan menghentikan niat busuk mu di sini!!” teriak Ryou, sementara Caesar hanya tertawa, “niat busuk? Sore wa dou kana? Itu semua adalah keputusan dari Black Knight yang nantinya akan mengubah dunia ini menjadi dunia yang lebih baik...” ucap Caesar sambil menyunggingkan senyumnya, “maju lah Ashley… Ryou… siapa pun yang maju tidak masalah… akan ku lumat kalian berdua!! Ahahahaha!!” teriak Caesar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ryou yang mendengar itu berlari ke arah Caesar, dan menebaskan kedua pedangnya berkali-kali, begitu juga dengan Caesar yang menebaskan pedangnya untuk menahan serangan Ryou, pedang mereka berdua saling beradu satu sama lain, setelah itu Ryou menebaskan kedua pedangnya bersamaan dan membuat Caesar terlempar ke udara dan keluar dari daerah Tokyo Tower, setelah itu di atas Caesar muncul Ashley, Ashley mulai menendang Caesar beberapa kali, sementara Caesar hanya bisa menahan tendangan Ashley dengan pedangnya, setelah itu Ashley mengepalkan tangannya dan melesatkan pukulannya ke arah Caesar, Caesar yang melihat itu, menebaskan pedangnya yang kemudian di tahan oleh gauntlet yang tertempel di tangan Ashley yang satunya, pukulan Ashley sukses menghantam dada Caesar dan mebuatnya terlempar kembali ke arah Tokyo Tower, Caesar yang terlempar ke Tokyo Tower menghentikan hempasan dengan cara menusukan pedangnya ke lantai, kemudian Caesar berputar masih dalam keadaan memegang pedangnya yang tertancap di lantai dan menendang Ryou yang sudah berlari ke arah Caesar, setelag Ryou terlempar Caesar kembali mencabut pedangnya dan menebas Ashley yang juga sudah dekat jaraknya dengan Caesar dan membuatnya terlempar ke arah yang berlawanan dari Ryou. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“seberapa pun kalian berusaha kalian tidak akan bisa mengalahkan ku…” ucap Caesar tenang, kemudian Ashley berdiri dan dari belakangnya muncul sesosok naga hitam besar, “oh ya… mari kita lihat apa itu benar atau salah…” ucap Ashley sambil mengangkat tangan kanannya dan kemdian muncul Rooklord, Rooklord dan Dark Armed Dragon pun berubah menjadi cahaya dan menyatu di tangan kanan Ashley, “Synthesis Embody!! Colossus!!” teriak Ashley, sementara Caesar tersenyum melihat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NEXT CHAPTER: FINALE OF THE REQUIEM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-7563023331305511390?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/7563023331305511390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2010/07/chapter-29-requiem-part-3-beginning-of.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/7563023331305511390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/7563023331305511390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2010/07/chapter-29-requiem-part-3-beginning-of.html' title='CHAPTER 29: THE REQUIEM (PART 3: THE BEGINNING OF THE LAST REQUIEM)'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-6895383754027184003</id><published>2010-04-10T19:37:00.000-07:00</published><updated>2010-04-10T19:38:05.717-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 25: STRIKE BACK OF UNDEAD!! THE IMMORTAL UNDEAD!!!</title><content type='html'>CHAPTER 25: STRIKE BACK OF UNDEAD!! THE IMMORTAL UNDEAD!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brendan yang terus berlari bersama yang lain terus terdiam dan merenung, “apa yang kau pikirkan Brendan?” Tanya Garde, Brendan terlepas dari termenungannya dan melihat Garde, “aku hanya berpikir di mana Caesar berada aku tidak melihatnya dari tadi” ucap Brendan, Garde yang mendengar tersebut terdiam, “sekarang kau mengingatkan ku aku juga tidak melihatnya dari tadi…” ucap Garde sambil terus berlari, “aku mengusirnya…” balas Ryou tiba-tiba, “hah mengusirnya?? Maksudnya??” Tanya Brendan, “dia hanyalah orang biasa sudah seharusnya dia tidak turut serta dalam perperangan ini karena itu aku mengusirnya tadi ketika bertemu dengan dia tadi” jawab Ryou, “tapi bukan kah malah lebih bahaya kalau dia sendirian!!” teriak Brendan, “memang berbahaya tapi aku yakin seharusnya dia bisa mencari tempat berlindung dan setidaknya tidak menjadi beban…” ucap Ryou, Brendan terdiam dan berhenti tiba-tiba, begitu juga dengan Garde dan Ryou yang melihat Brendan berhenti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Brendan?” Tanya Garde, “aku tidak bisa meninggalkannya…” ucap Brendan sambil menundukan kepalanya, kemudian Brendan berbalik dan berlari meninggalkan kelompoknya, “Brendan!!! Kau tahu apa yang kau lakukan!!” teriak Ryou, “kalian jalan lah duluan aku akan menyusul kalian setelah menemukan Caesar!!!” balas Brendan tanpa berbalik, “hey!! Kalian cepat!! Kalau tidak nanti ketinggalan!!” teriak Marcel ke Ryou dan yang lain, “mana Brendan?” Tanya Dave, “dia bilang dia ingin mencari temannya yang mungkin sedang sendirian… bagaimana??” ucap Garde, “biarkan saja yang penting tujuan kita sekarang adalah Tokyo Tower dan mencari sumber dari semua ini” balas Dave, “cih!! How dare he left the group… aku akan mengikutinya!!” teriak Marcel sambil berlari mengejar Brendan, “tidak apa-apa nih??” Tanya Andre, “tidak apa-apa ku rasa mereka berdua sudah lebih dari cukup kalau terjadi apa-apa nanti…” ucap Dave di sambut dengan anggukan Garde dan Ryou, kemudian mereka berlari lagi ke arah Tokyo Tower, “Brendan kembali lah…” ucap Ryou dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Caesar di mana kau…” ucap Brendan dalam hati sambil terus berlari mencari Caesar, “wah wah tidak kusangka ada seekor lalat yang terpisah dari rombongannya…” ucap sebuah suara, Brendan yang mendengar itu berhenti dan mencari sumber dari suara tersebut tetapi tidak menemukan apa-apa, “aku di atas!!” teriak suara tersebut dan Brendan langsung menoleh ke atas dan melihat Dark Saber yang sudah mengambil ancang-ancang untuk melempar peti besi yang di bawanya ke arah  Brendan, “haaaaaa!!!” teriak Dark Saber sambil melempar peti besi tersebut, Brendan secara refleks menghindari peti tersebut dan melakukan back roll untuk menghindari imbas dari hantaman peti tersebut ke tanah, “Dark Saber…” ucap Brendan sambil menatap ke arah Dark Saber, “hmm tatapan membunuh itu… bagus tapi apakah kekuatan mu sekuat tatapan tersebut!!” teriak Saber sambil membuka peti yang tadi di lemparnya kemudian dari peti tersebut muncul bau busuk yang menyengat Brendan menutup hidungnya dan melihat ke arah dalam peti tersebut yang ternyata isinya adalah kerbau yang sebagian tubuhnya sudah menjadi terngkorak dan membusuk, dan yang paling membuat Brendan terkejut adalah lambang Koa’ki Meiru di kepalanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ko… Koa’ki Meiru?! a-apa maksud dari semua ini?!!” teriak Brendan yang terkejut, “Ghoulungulate… sekaranglah waktunya… kita hancurkan 1 dari beberapa kekuatan utama musuh!! Embody!!” teriak Dark Saber, “hroaaaarrr!!” raung Ghoulungulate kemudian Ghoulungulate berubah menjadi pedang yang berbentuk tulang, “bersiaplah nyawa mu akan berakhir di sini…” ucap Dark Saber sambil mengambil kuda-kuda untuk menyerang Brendan, “begitu sepertinya pertarungan ini tidak bisa di hindari… Embody!! Valafar!!” teriak Brendan, kemudian dari tangan Brendan muncul Api yang membentuk pedang besar bewarna merah menyala, kemudian Brendan berlari ke arah Dark Saber dengan kecepatan penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di tempat Dave yang lain, tiba-tiba Dave yang berlari di paling depan berhanti tiba-tiba, Garde, Eve, Ryou, dan Andre yang terkejut juga berhenti tiba-tiba, “kenapa kau berhenti?” Tanya Eve ke Dave, “heh kita sudah terkepung ya…” ucap Dave sambil menunjukan senyum kecut, “terkepung? I-ini?!!” ucap Ryou sambil tiba-tiba terkejut melihat banyak serigala yang terlihat seperti terinfeksi sesuatu bermunculan satu per satu, “hehehehe tak kusangka kita sudah di kepung…” ucap Garde sambil tertawa lemas, “biar aku yang mengurus di sini kalian pergi lah… apa lagi Ashley perlu di istirahatkan terlebih dulu…” ucap Dave, “tapi…” balas Andre, “aku sudah bilang tidak apa-apa kan pergilah…” ucap Dave lagi, Ryou mengangguk kemudian menarik Andre, “ayo aku yakin Dave bisa mengurus segala sesuatu di sini kita harus secepat mungkin sampai di Tokyo Tower untuk menyelesaikan semua ini…” ucap Ryou, awalnya Andre mau menolak dan ingin membantu Dave tapi melihat ekspresi Dave yang mengeras Andre mengurungkan niatnya, “baiklah… Dave kau juga cepat lah menyusul…” ucap Andre, Dave mengangguk kemudian setelah itu Garde, Ryou, Andre, dan Eve pergi meninggalkan Dave sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“King of Underworld… kau bodoh kalau mengira bisa menjatuhkan ku dengan pasukan Zombie murahan ini!!! karena aku… aku lebih menguasai Zombie dari pada kamu…” ucap Dave dengan senyum percaya dirinya, “Embody!!! Zombie Master!!!” teriak Dave kemudian muncul scytch bewarna hitam pekat di dekat Dave, Dave mengambil scytch tersebut dan mulai menyerang serigala-serigala tersebut satu per satu setiap serigala yang hancur berubah menjadi tanah dan menghilang, “Zombie murahan seperti ini tidak akan mengalahkan ku!!” teriak Dave sambil terus menyerang semua serigala yang ada, sampai tanpa sadar ada seekor serigala yang berhasil menyelinap ke belakang Dave dan siap menyerang Dave, “shimata!!!” teriak Dave tapi Dave sudah terlambat untuk mengganti posisinya menjadi posisi bertahan sampai tiba-tiba muncul sinar terang dari kejauhan yang melempar serigala tersebut dan menghancurkannya, “siapa itu?” Tanya Dave sambil bersiap-siap kalau ada serangan mendadak, “ah… kecewa… ternyata cuman segini Dave kemampuan mu??” ucap seseorang yang berasal dari sinar tersebut, “k-kau!! Kenapa ada di sini?” Tanya Dave, orang tersebut tersenyum ke arah Dave, “tentu saja untuk membantu overlord yg ada dan menyelamatkan mu dari serangan tersebut sekaligus ingin melihat perkembangan Butler ku” ucap orang tersebut sambil tersenyum, “Butler tte nani?? Marcel?” Tanya Dave, “ayup” balas orang itu, tiba-tiba dari belakang Dave muncul bayangan, “wah wah ternyata lawan ku 2 orang ku kira hanya 1 orang” ucap bayangan tersebut, “kau?!!” teriak Dave, “dia adalah pemimpin pasukan ini bagaimana Dave? Sudah siap? Sudah lama sejak terakhir kali kita bertarung bersama-sama” ucap orang yang menyelamatkan Dave tadi, “ya!! Nama ku Hades!! Aku adalah pemimpin pasukan ini!! dan aku… akan menjadikan kalian sebagai pasukan ku!!! HIHIHIHIHIHIHI!!!! HAHAHAHAHA!!” teriak Hades sambil tertawa kegirangan, “Hades? Sayangnya… aku menolak bahkan sebaliknya aku akan mengirim mu kembali ke kampung halaman mu… neraka…” ucap Dave, “hihihihi” tawa Hades, sementara semua serigala yang ada kembali menyerang serentak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“haaaaah!!!” teriak Brendan sambil menebas Dark Saber berkali-kali tapi semua tebasan Brendan berhasil di tahan oleh Dark Saber, “apa hanya segini kekuatan mu??” ucap Dark Saber dengan nada intimidasi, “lebih baik kau jangan meremehkan ku!! Berani-beraninya kau menggunakan teman ku!!!” teriak Brendan sambil terus menyerang Dark Saber tanpa henti, “serangan yang bahkan tidak teratur seperti ini tidak akan dapat melukai ku… dan tadi kau bilang teman?? Maksudmu Aeon yang ku gunakan ini?? Aeon bukanlah teman dan bukan mahluk hidup mereka hanyalah senjata… alat untuk bertarung…” ucap Dark Saber pelan, kemudian tiba-tiba pedang tulang yang di gunakan oleh Dark Saber memancang dan menjadi sesuatu yang seperti cambuk, kemudian Dark Saber mengikat Brendan di cambuk tersebut dan melemparnya ke arah pilar tengkorang di belakangnya, sehingga pilar tengkorak tersebut pecah dan runtuh, “berani-beraninya kau… bera---“ ucap Brendan yang kemudian terpotong oleh teriakan seseorang, “BERANI-BERANINYA KAU MENYEBUT AEON HANYALAH SENJATA!!! OJAMA… NEOS… NEO-SPACIAN MEREKA SEMUA ADALAH TEMAN KU!!!!!!!” teriak Marcel yang berdiri di atas pilar tengkorak lainnya, “Marcel?” ucap Brendan pelan sambil terkejut melihat keberadaan Marcel di sana, “bagaimana bisa?” Tanya Brendan, “aku mengikuti mu… sudah jelas kan??” jawab Marcel sambil melompat ke bawah dan menghampiri Brendan, “kau belum kalah kan??” Tanya Marcel, “hehehehe aku tidak mungkin di kalahkan secepat ini…” ucap Brendan sambil berdiri dan mengambil Valafarnya yang tertancap di tanah, “then shall we finish this Boss?” lanjut Brendan lagi, “nyeh so you still remember that nickname eh? Ok then we shall finish this Knight…. Embody Neos!!!” ucap Marcel kemudian muncul sayap putih di punggung Marcel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“berapa pun lalat berkumpul, lalat tidak akan pernah meninggalkan luka di singa… jadi percuma apa pun yang kalian lakukan…” ucap Dark Saber, sambil kembali memasang kuda-kuda bertarungnya, “O RLY?? Mari kita lihat apakah itu benar atau tidak…” ucap Marcel tersenyum, kemudian Marcel terbang ke arah Dark Saber dan mengeluarkan sinar yang membentuk pedang putih, kemudian Marcel menebas Dark Saber berkali-kali tetapi Dark Saber berhasil menahan semua serangan Marcel, kemudian tiba-tiba pedang Marcel berubah menjadi kapak putih Marcel menghantamkan kapaknya ke pedang milik Dark Saber sehingga pedang tersebut patah dan kemudian kapak Marcel berubah lagi menjadi tombak, kemudian Marcel menebaskan tombaknya ke atas dengan kekuatan penuh sehingga Dark Saber juga ikut terlempar ke atas, dan setelah Dark Saber terlempar ke atas Marcel merubah tombaknya menjadi riffle dan menembakannya dua kali ke arah Dark Saber dan kedua peluru tersebut meledak ketika mengenai Dark Saber, “Multi Weapon!! Double Explosion Rampage!!” teriak Marcel, “serangan tersebut…” ucap Dark Saber sambil melihat ke Marcel dan masih melayang di udara, “ya seperti yang kau pikirkan… inilah kemampuan Embody ku yang sebenarnya… Multi Weapon!!! Membuat ku dapat menggunakan banyak senjata sekaligus!!” teriak Marcel, “begitu? Lemah…” ucap Dark Saber, “a-apa lebih baik kau menghawatirkan diri mu sendiri… Brendan!!” teriak Marcel, “roger!! Finisher!!! Meteor Impact!!” teriak Brendan sambil menghantamkan Valafar yang di selimuti oleh api ke arah Dark Saber dan membuat Dark Saber terlempar dan menghatam tanah dengan kencang sehingga tanah tempat Dark Saber terjatuh tercongkel, kemudian setelah itu Brendan mendarat di sebelah Marcel, dan Dark Saber kembali berdiri dengan keadaan Armor yang sudah hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“begitu… aku tak menyangka kalian berdua menggunakan combo melawan ku” ucap Saber, “aku juga tak menyangka… aku ini pengguna serangan cepat sementara Brendan pengguna serangan lambat yang destructif dan faktanya combo itu sering kita gunakan di game yang sering kita mainkan” ucap Marcel, Dark Saber diam mendengar perkataan Marcel, kemudian Dark Saber mengangkata gagang Ghoulungulate yang sudah patah dan tiba-tiba gagang tersebut menyala bewarna ungu, “konyol mendapatkan combo dari game kata mu?? Kalian masih belum tahu arti pertarungan yang sebenarnya… kalau begitu biar kuperlihatkan kemampuan senjataku ini…” ucap Dark Saber dan tiba-tiba Valafar milik Brendan berubah menjadi cahaya bewarna merah, dan pergi menuju Ghoulungulate milik Dark Saber, “Valafar!! Apa yang telah terjadi?!!” teriak Brendan terkejut, “hehehe hahahahaha!! Sayang sekali kemampuan Ghoulungulate yang ku miliki adalah menghisap life force Aeon Koa’ki Meiru yang lain dan menjadikannya miliknya sehingga Ghoulungulate ku dapat memperbaiki diri walaupun hancur…” ucap Dark Saber dan tiba-tiba Ghoulungulate milik Dark Saber kembali membentuk pedang yang sempurna dan seperti sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ti- tidak mungkin!! Valafar!!” teriak Brendan dan mencoba meembody Valafar tetapi tidak terjadi apa-apa, “kenapa?? Valafar?? Kau di situ kan??” ucap Brendan masih belum bisa meembodykan Valafar, “Brendan…” ucap Marcel pelan sambil melihat Brendan yang sama sekali tidak bisa meembodykan Valafarnya, “bukan kah sudah ku bilang… percuma Valafar mu sudah ku ambil untuk membetulkan Ghoulungulate ku…” ucap Dark Saber, “begitu? Percuma? Kalau gitu aku hanya perlu menggunakan Koa’ki Meiru yang lain!!! Embody Ice!!!” teriak Brendan sambil mengeluarkan tombak esnya, sementara Dark Saber hanya tersenyum, “Brendan tenanglah!!” teriak Marcel, tapi Brendan tidak mendengarkan kata-kata Marcel dan berlari untuk menyerang Dark Saber, “Bodoh… kau terlalu tidak sabaran… karena itulah manusia lemah… mereka selalu memikirkan hal yang tidak berguna seperti Aeon yang di anggap teman dan lainnya padahal apa bila manusia tidak seperti itu maka… manusia bisa menjadi lebih kuat dan mungkin King of Underworld tidak perlu capek-capek untuk membetulkan dunia ini…” ucap Dark Saber sambil menahan beberapa serangan Brendan, “tidak berguna?!! Karena pikikiran seperti itu lah manusia bisa punya mimpi!! Karena seperti manusia punya impian karena itu!!! Karena itu manusia bisa terus maju!!” teriak Brendan sambil terus mengayunkan pedangnya membabi buta, “apa…” ucap Dark Saber pelan, kemudian Dark Saber memutar kakinya sedikit dan kemudian memutar badannya sekaligus mengayunkan pedangnya dengan kekuatan penuh sehingga Brendan terlempar ke belakang, “apa yang bisa di harapkan dari manusia!!!” teriak Dark Saber, kemudian Ghoulungulate milik Dark Saber menyala, “yang menunggu manusia hanyalah kematian!! Karena harapan tidak pernah ada dan tidak pernah nyata!!” teriak Dark Saber, kemudian Dark Saber menebaskan Ghoulungulatenya yang kemudian mengeluarkan aura ungu yang besar dan mengarah ke arah Brendan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“manusia yang berpikir seperti itu tidak pantas hidup dan tidak akan bisa hidup!!” teriak Dark Saber, tiba-tiba aura yang ditembakan oleh Dark Saber meledak di tengah jalan, “apa?!” ucap Dark Saber terkejut, “bisakah kau lebih tenang Knight…” ucap Marcel, setelah asap menghilang terlihat bahwa Marcel menahan serangan Dark Saber tersebut menggunakan tubuhnya, “Mar--- kenapa? Kenapa kau bertindak bodoh!!” teriak Brendan sambil menahan Marcel yang jatuh, “kenapa?? Karena kau yang bertindak bodoh duluan kan… lagi pula luka seperti ini tidak ada apa-apanya” ucap Marcel, kemudian Marcel berdiri lagi di Bantu oleh Brendan, “sekarang kau harus lebih tenang” ucap Marcel, “baiklah” balas Brendan, kemudian Marcel berlari ke arah Dark Saber di ikuti oleh Brendan, “dengar baik-baik ketika ku berikan aba-aba maka langsung lakukan Overdrive dengan Ice mu mengerti??” bisik Marcel, Brendan mengangguk petanda setuju, kemudian Marcel lompat dan mengeluarkan panah dan menembakan panah tersebut ke Dark Saber, tetapi Dark Saber melompat untuk menghindari panah tersebut, kemudian Dark Saber melompat ke arah Marceln dan menebasnya beberapa kali tapi Marcel berhasil mengeluarkan tamengnya untuk menangkis serangan Dark Saber, setelah itu Marcel mengeluarkan tombak untuk mendorong Dark Saber, dan kemudian Marcel terbang ke arah Dark Saber, dan mengeluarkan palu raksasa untuk mengahantam Dark Saber yang masih melayang di udara, Dark Saber mencoba menahan hantaman palu Marcel menggunakan Ghoulungulate tapi gagal dan lagi-lagi Ghoulungulate hancur, dan Dark Saber terlempar ke tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sekarang!!!” teriak Marcel, Brendan mengangguk setelah itu Brendan mnarik tangannya yang memegang tombak Ice ke belakang,”OVERDRIVE!!! ABSOLUTE ZERO!!” teriak Brendan, kemudian Brendan melempar tombak tersebut yang akhirnya membekukan Dark Saber dan daerah sekelilingnya yang setelah itu semua area tersebut pecah dan menjadi debu es, “apakah berhasil??” Tanya Brendan, Marcel tidak menjawab pertanyaan Brendan melainkan terus melihat serpihan-serpihan es yang masih ada untuk memastikan apakah Dark Saber sudah menghilang atau masih ada, “argh!!!” teriak Brendan, Marcel yang terkejut dengan teriakan Brendan langsung menoleh ke arah Brendan dan melihat Brendan di selimuti oleh aura bewarna hijau, “Brendan?” Tanya Marcel dengan nada cemas, “i- ini… aaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh!!!!!!!” Brendan berteriak dan cahaya hijau tersebut keluar dari Brendan dalam bentuk bola hijau raksasa, bola hijau tersebut mengarah ke arah tengah kabut, setelah itu tiba-tiba terjadi ledakan dan menghilangkan kabut yang menutupi area yang tadinya membeku karena Absolute Zero dan memperlihatkan Dark Saber di tengah-tengah area tersebut memegang Ghoulungulate yang lebih bercahaya dari sebelumnya, “sekarang pedang ku tidak akan bisa patah…” ucap Dark Saber, kemudian Dark Saber berlari dengan kecepatan penuh ke arah Brendan, “mati!!!” teriak Dark Saber, “EMBODY GUARDIAN!!” teriak Brendan dan dalam sekejap dada Brendan sudah tertusuk oleh pedang milik Dark Saber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“a-apa… mus-mustahil… u-uhug…” ucap Brendan sambil memuntahkan darah yang banyak dari mulutnya, “masih tidak sadar? Aura yang tadi keluar dari tubuh mu barusan adalah seluruh Aeon mu… sekarang kau bukan Overlord lagi melainkan manusia biasa…” ucap Dark Saber, Brendan dan Marcel yang mendengar itu terkejut, “ya semua Koa’ki Meiru milik mu sudah ku hisap ke dalam Ghoulungulate untuk membuat pedang ini menjadi pedang yang terkuat…” ucap Dark Saber, “bo-bohong… Guardian… Doom… Valafar… Ice… Powerhand… kalian tidak akan meninggalkan ku kan… ini semua bohong!!!” teriak Brendan sambil mengeluarkan air mata dan melihat tangannya yang berlumuran darah yang keluar dari mulutnya dan dadanya, “berisik… manusia biasa sudah seharusnya keluar dari arena…” ucap Dark Saber, kemudian Dark Saber menarik pedangnya dari dada Brendan dan menebas Brendan 2 kali dan kemudian Brendan terjatuh ke tanah dengan keadaan mata yang terlihat tidak memiliki cahaya, “Brendan?? Brendan!!!” teriak Marcel sambil berlari mendekati Brendan dan memeriksanya, “jantungnya masih berdetak walaupun sangat pelan” ucap Marcel dalam hati, “tidak usah pedulikan dia sebentar lagi ajal akan menjemputnya… lebih baik kau menghawatirkan diri mu sendiri… karena setelah ini kau akan menyusulnya…” ucap Dark Saber sambil mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, “sayonara… see you in hell” ucap Dark Saber dengan tenang, kemudian Dark Saber mengayunkan pedangnya tepat ke arah leher Marcel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“nyeh!!! tidak akan ku biarkan!!! Overdrive!! Catnarok!!!” teriak suara seseorang, dan tiba-tiba dari langit muncul beribu-ribu mahluk yang terlihat seperti Neco-Arc Chaos menghujani bumi dan semua yang terkena mahluk tersebut meledak, “sekarang Marcel!!” teriak suara itu lagi, “kau tidak akan ku maafkan!! Kau telah membunuh teman ku!! Sekarang kau!! Akan ku bunuh!! OVERDRIVE!!! FIRST CHAIN!! THOUSAND WEAPON BARRAGE!!” teriak Marcel dan tiba-tiba muncul beribu-ribu pedang, kapak, dan tombak, di sekeliling Dark Saber, “i- ini!! tidak mungkin seharusnya sesuatu seperti i—“ belum selesai Dark Saber berbicara tiba-tiba seluruh pedang tersebut langsung terbang menuju Dark Saber dan menusuk seluruh tubuh Dark Saber sehingga menyebabkan cipratan darah ke mana-mana, “urrrrrghhh!!!” teriak Dark Saber kesakitan, “SECOND CHAIN!!! THOUSAND METEOR BLAST!!” teriak Marcel lagi dan sekarang di sekeliling Dark Saber muncul berbagai macam senjata api yang di arahkan ke arah Dark Saber, dan lagi-lagi semua senjata tersebut menembak Dark Saber secara bersamaan sehingga muncul ledakan yang amat besar dan membuat Dark Saber terlempar ke atas, “i- ini!!! Sacred Rune!! Divine Weapon!! Dia memilikinya!! Mustahil!!” teriak Dark Saber, “last chain…” ucap Marcel pelan dan kemudian muncul panah berukuran besar di tangan Marcel, kemudian Marcel mebidik panah tersebut ke arah Dark Saber, “mati… rasakan lah penderitaan orang yang kau bunuh… BIG BANG!!!” teriak Marcel, kemudian Marcel melepas anak panah besar ke arah Dark Saber dan seketika ketika panah tersebut menusuk Dark Saber terjadilah ledakan yang amat sangat besar bahkan lebih besar dari sebelumnya dan gedung di sekeliling ledakan tersebut hancur tanpa bekas begitu juga dengan Dark Saber yang hilang bersamaan dengan teriakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“urgh…” ucap Caesar pelan yang sedang berdiri di atas Tokyo Tower, “Arthur… aku tidak menyangka kau pergi secepat ini… tapi setidaknya… semua usaha mu tidak akan ku sia-siakan!! Dunia ini akan menjadi milik ku!! Aku akan memperbaiki dunia busuk ini!!! datanglah kapan saja!! King of Overlord!!” teriak Caesar dari atas Tokyo Tower.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“nyeh, akhirnya kau berhasil menang juga Marcel…” ucap orang yang tadi membantu Marcel, Marcel menoleh ke arah orang tersebut dan kemudian terkejut melihat orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ka- kau!! Arlan!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Battle of Overlord Next Episode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sayang nyawanya sudah tidak dapat di tolong lagi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hari ini kita kehilangan sahabat kita… karena itu… karena itu… kita harus menang!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kau!! Caesar!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Episode in the Battle of Overlord&lt;br /&gt;OVERTURE OF THE REQUIEM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-6895383754027184003?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/6895383754027184003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2010/04/chapter-25-strike-back-of-undead.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/6895383754027184003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/6895383754027184003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2010/04/chapter-25-strike-back-of-undead.html' title='CHAPTER 25: STRIKE BACK OF UNDEAD!! THE IMMORTAL UNDEAD!!!'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-2424892607215503720</id><published>2010-04-10T19:23:00.000-07:00</published><updated>2010-04-10T19:24:40.577-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 28: THE REQUIEM (PART 2: FORGOTEN MEMORIES)</title><content type='html'>CHAPTER 28: THE REQUIEM (PART 2: FORGOTEN MEMORIES)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katrina… aku masih teringat akan senyum mu… aku tak menyangka orang yang membunuh mu ada di depan ku…” ucap Garde dalam hati sambil menutup matanya, “Garde-san” kata-kata tersebut terus terngiang dalam pikiran Garde, kata-kata dari seorang perempuan berambut blonde panjang dan bermata hijau emerald yang pernah menolongnya setengah tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===============================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darkshade Forest, North of Neojamarcel Country, 8 Months ago&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam itu adalah malam yang sunyi, terlihat sesosok lelaki yang sedang berjalan sambil memegangi perutnya yang agak berlubang dan penuh darah, wajah lelaki tersebut terlihat tersiksa di karenakan menahan rasa sakit yang di rasakan dari perutnya yang terluka karena sebuah bor yang di tusukan di situ, “Brendan… aku tidak menyangka dia sekuat itu…” ucap Garde sambil mengingat kekalahannya ketika Brendan menusukan Powerhand ke perutnya, “mungkin bagi dia dan orang di sekelilingnya hanya akulah yang benar-benar tidak bisa di maafkan…” ucap Garde pelan sambil tersenyum, kemudian pandangan Garde mulai kabur dan keseimbangan tubuhnya mulai hilang, perlahan-lahan sakit di perutnya tidak terlalu terasa lagi dan sekujur badannya kedinginan, “pada akhirnya aku akan meninggalkan dunia ini menanggung beban dosa yang ku miliki…” ucap Garde, kemudian Garde pun jatuh tidak sadarkan diri, sesaat sebelum Garde tidak sadarkan diri dia melihat sesosok perempuan berambut blonde panjang dan bermata hijau emerald yang mengenakan gaun putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elffin Village, North of Neojamarcel Country, 8 Months ago&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garde membuka matanya dan melihat sekelilingnya di sana dia melihat perabotan-perabotan rumah dari kayu dan rumah yang terbuat dari kayu pula, ruangan tempat dia tertidur lumayan besar, begitu juga dengan kasur yang di tidurinya, Garde mencoba bangun tetapi tiba-tiba perut Garde terasa sangat sakit, “argh!” ucap Garde kesakitan, kemudian dia memegang perutnya dan menyadari terdapat perban yang membalut perutnya, “ini… berarti aku belum meninggalkan dunia ini… seseorang telah menyelamatkan ku…” pikir Garde sambil melihat perban tersebut, kemudian Garde kembali tiduran dan berbalik dan Garde langsung terkejut dengan apa di lihatnya, ternyata di sebelahnya tertidur seorang perempuan berambut blonde panjang, Garde yang melihat itu segera melompat belakang dan terjatuh dari tempat tidur, “ouch… ada di mana aku…” ucap Garde, kemudian perempuan tersebut terbangun dari tidurnya dan melihat ke arah Garde, perempuan tersebut kemudian tersenyum kepada Garde.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“begitu jadi kau berasal dari Jepang?” ucap perempuan tersebut sambil melihat ke arah Garde yang sedang memakan makanan yang di berikan oleh perempuan tersebut, sementara Garde hanya mengangguk saja sambil makan, “sepertinya kau benar-benar kelaparan, aku jadi penasaran dari mana kau dapat luka di perut mu itu kau tahu luka tersebut cukup parah” ucap perempuan tersdebut, Garde yang mendengar itu terdiam dan menelan makanan yang masih ada di mulutnya, “luka tersebut ada karena kesalan yang aku perbuat… aku layak mendapatkannya…” ucap Garde, perempuan tersebut hanya terdiam dengan apa yang di katakan oleh Garde, “di mana kau tinggal? Aku tahu kau berasal dari Jepang tapi di mana tepatnya?” Tanya perempuan tersebut, Garde tertawa pelan mendengar pertanyaan perempuan tersebut, “aku juga tidak tahu… walaupun aku tinggal di Jepang tapi aku tidak punya tempat tinggal pasti dan lagi pula sepertinya aku tidak akan kembali ke sana…” ucap Garde dengan tatapan sedih, kemudian perempuan tersebut mendekatkan mukanya ke muka Garde kemudian tersenyum, “hei katakan bagaimana kalau mulai sekarang kau tinggal di sini bersama ku?” Tanya perempuan tersebut, muka Garde memerah melihat senyum perempuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“b-baiklah terserah kau saja…” ucap Garde dengan muka yang memerah, “baiklah hehehehe oh ya aku belum tahu nama mu! Siapa nama mu?” Tanya perempuan tersebut, “Garde… Garde Astale” jawab Garde, “hehehehe salam kenal Garde-san nama ku Katrina, Katrina Elvran dan kau sekarang ada di rumah ku di Elffin Vilage” ucap perempuan bernama Katrina tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===============================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garde berdiri dengan sekuat tenaga sambil menahan rasa sakit di bahunya, setelah itu Garde mengangkat tangan kanannya, “hoo ternyata kau masih bisa berdiri setelah menerima luka di bahu mu itu…” ucap Cain tersenyum, kemudian Dreadnought di dekat Cain bergetar dan mulai melayang, dan setelah itu terbang manuju Garde, “asal kau tahu seberapa banyak pun kau melukai ku… luka ini tidak lebih sakit dari luka yang Brendan berikan dulu… dan juga luka…” ucap Garde sambil menggemgam Dreadnought yang sudah melayang di depannya, kemudian Garde berdiri dan mengeluarkan aura bewarna keemasan, “yang kau berikan tidak terasa lebih sakit dari ketika aku kehilangan Katrina untuk selamanya!!” teriak Garde, kemudian Garde berlari kembali ke arah Cain, “heh? Masih mau bertarung rupanya?” Tanya Cain dengan nada mengejek, Garde melemparkan Dreadnoughtnya ke arah Cain, Cain yang melihat serangan Garde melompat ke atas, setelah itu Cain merubah pedangnya menjadi senapan kembali dan mulai menembaki Garde, Garde melakukan roll dan berlari ke bawah Cain, setelah itu Dreadnought yang tadi di lempar Garde kembali terbang ke arah Garde, Garde yang mendapatkan kembali tombaknya melompat ke arah Cain dan menebaskan Dreadnought berkali-kali, Cain menahan tebasan Dreadnought menggunakan senapan miliknya, setelah itu Cain memutar tubuhnya dan mengubah senapan miliknya menjadi pedang kembali dan memukul Garde ke bawah, sebelum Garde menyentuh tanah, Garde berputar di udara dan menusukan Dreadnoughtnya ke tanah, dan setelah itu Garde melompat ke belakang dan kembali melompat ke atas, hanya saja kali ini Garde tidak menuju Cain melainkan terbang tinggi melewati Cain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“apa yang kau rencanakan?” ucap Cain sambil mengubah Deus Ex Machinanya menjadi senapan kembali dan menembaki Garde yang melompat ke atas tapi sayangnya karena kecepatan Garde yang tinggi, peluru milik Cain tidak dapat mengejarnya, setelah jarak Garde dan Cain cukup jauh Garde menghentikan lompatannya dan melayang di udara, setelah itu Garde memutar tombaknya dengan satu tangan dengan kecepatan penuh, “semuanya selesai di sini aku akan membalaskan dendam Katrina… Meteor Swarm!!” teriak Garde sambil melempar Dreadnoughtnya yang berputar seperti boomerang, Cain kembali merubah Deus Ex Machinanya menjadi pedang dan menepis Dreadnought milik Garde, “sayangnya serangan seperti itu tidak dapat melukaiku…” ucap Cain, sementara Garde tersenyum, “oh ya?” ucap Garde penuh percaya diri, setelah itu Dreadnought yang tadi di pukul oleh Cain dan hampir menyentuh tanah kembali berbelok dan terbang ke arah Cain, Cain yang melihat itu terkejut dan menahannya lagi, tetapi lagi-lagi Dreadnought kembali terbang ke arahnya sampai akhirnya Cain tidak dapat lagi membendung serangan dari Dreadnought dan terkena tebasan Dreadnought yang terbang berkali-kali melewati Cain sehingga membuat banyak luka di tubuh Cain, ketika Dreadnought sudah memberikan luka cukup banyak terhadap Cain, Dreadnought kembali terbang ke arah Garde dan berhenti di depan Garde, Garde kembali mengambil Dreadnought dan langsung mengayunkan tangan kanannya ke arah belakang dan melempar Dreadnought kembali ke arah Cain dengan kecepatan penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Comet Blast!!” teriak Garde seraya menambah kecepatan Dreadnought yang di lemparnya, dan setelah Dreadnought tersebut menusuk Cain, Dreadnought tersebut terbang menuju tanah membawa Cain bersamanya dan akhirnya menciptakan ledakan yang besar ketika tombak tersebut menghantam tanah bersama Cain yang tertusuk, “apakah aku sudah berhasil?” Tanya Garde dalam hati sambil memerhatikan .kepulan asap di bawahnya, setelah beberapa menit muncul bayangan yang terbang menuju Garde dengan kecepatan penuh yang ternyata adalah Cain, Garde yang melihat itu terkejut dan berusaha memanggil Dreadnoughtnya untuk bertahan, tapi sayangnya reaksi Garde terlalu lambat sehingga Garde terkena tebasan Deus Ex Machina beberapa kali, setelah itu Cain merubah pedangnya menjadi palu dan memukul Garde ke bawah sehingga Garde menghantam tanah dan membuat tanah tempatnya terjatuh tercongkel, “heh ternyata aku masih lemah… apakah yang akan kau katakan Katrina? Aku belum berubah dari aku yang dulu…” ucap Garde sambil menahan beban tubuhnya dengan Dreadnought, kemudian Garde mulai menangis, “hehehehe kau tahu… mungkin saat ini yang paling aku inginkan adalah… bertemu dengan mu lagi…” ucap Garde sambil memandang ke arah langit yang gelap, sementara Cain yang melihat dari jauh mulai merubah palunya menjadi kapak raksasa, “cish ini yang aku benci… apa perlu untuk seorang lelaki menangis?” ucap Cain sambil melihat Garde dari jauh, setelah itu Cain terbang ke arah Garde dengan kecepatan penuh dan ketika jarak mereka sudah dekat Cain mengangkat kapaknya tinggi-tinggi untuk di hantamkan ke Garde, “Katrina…” ucap Garde pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===============================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elffin Vilage, North of Neojamarcel Country, 7 Months ago&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hey Garde-san…” ucap Katrina sambil memetik beberapa bunga yang tumbuh di depan halaman rumahnya, “ada apa?” balas Garde yang sibuk menyiram bunga-bunga lainnya, setelah itu Katrina berdiri dan berjalan ke arah Garde dengan wajah yang memerah, “ku rasa aku sudah tahu sekarang…” ucap Katrina sambil memegang bahu Garde, “tahu apa?” Tanya Garde lagi dengan ekspresi yang kalem, setelah itu Katrina menarik bahu Garde dan mencium Garde, “aku mengetahui sekarang kalau aku menyukai mu…” ucap Katrina sambil melepaskan bibirnya dari bibir Garde dengan wajah yang memerah, Garde yang mendengar itu memegang bibirnya dan wajahnya memerah, “a-aku… m-maksud mu apa?” Tanya Garde dengan wajah memerah dan dengan tingkah laku yang grogi, “baka ne! maksud ku aku mencintai mu! Maukah kau menikahiku Garde…” ucap Katrina sambil tersenyum masih dengan wajah yang memerah, Garde yang melihat itu badannya mulai panas dan tidak dapat berkata apa-apa, “b-boleh saja…” ucap Garde dengan wajah memerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“terima kasih Garde-san…” ucap Katrina sambil tersenyum, kemudian tiba-tiba terdengar suara ledakan dari kejauhan, Garde dan Katrina yang mendengar itu terkejut dan saling memandang, tidak beberapa lama kemudian penduduk desa berhamburan keluar dari Elffin Vilage, “ti-tidak mungkin aku tidak menyangka mereka akan menyerang tempat ini!! memangnya apa yang bisa di cari di sini!!” teriak salah satu penduduk kota yang berlari, Garde yang melihat itu berlari dan menahan salah satu penduduk kota yang berlari, “he-hei ada apa?!” Tanya Garde kebingungan, sementara Katrina hanya melihat dengan ketakutan dengan apa yang terjadi pada desanya yang perlahan-lahan mulai terbakar, “kalian berdua juga!! Cepat lah lari!! Mereka di sini!! Bla—“ belum selesai orang tersebut berbicara tiba-tiba seseorang muncul dari belakang orang tersebut dan menebas kepala orang tersebut dengan halbred yang di milikinya, Garde yang melihat itu terkejut, di depannya berdiri seorang lelaki berambut kuning yang mengenakan armor hitam dengan ornament emas yang terpasang di armor tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dari jauh Cain menonton pemandangan Elffin Village yang mulai terbakar tersebut, “yare-yare… jadi di sini Stardust berada…” ucap Cain sambil melihat  desa tersebut, setelah itu Cain mulai berjalan ke arah kota, “mungkin lebih baik aku mengawasi Albert… bahaya jika orang itu mengamuk…” ucap Cain sambil melanjutkan perjalanan ke arah kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang berambut kuning tersebut terus-terusan menebaskan halbrednya ke arah Garde dengan kecepata penuh sementara Garde hanya bisa menghindarinya, “siapa kau?! Jawab aku!!” teriak Garde sambil melakukan back roll, serangan orang tersebut berhenti, dan setelah itu orang tersebut tertawa, “ahahahaha aku benci orang yang terlalu serius seperti mu, perkanalkan nama ku Albert… dan tujuan ku ke sini adalah…” ucap Albert, kemudian Albert menghilang dan kembali muncul di belakang Garde, “membunuh mantan jendral lima naga… yaitu kamu…” ucap Albert seraya menghantamkan halbrednya, Garde yang terkejut hanya dapat menhindarinya sedikit sehingga tangan Garde terkena tebasan dari Albert, setelah itu Garde melompat ke belakang untuk menghindari serangan berikutnya, “seandainya saja aku masih memiliki Blue Eyes…” ucap Garde sambil memegang tangannya yang terluka, sementara Albert mulai menyerang Garde kembali, Albert menebaskan halbrednya bertubi-tubi sementara Garde yang tidak memiliki senjata hanya dapat menghindarinya, Garde yang sudah terpojok tidak dapat berbuat apa-apa sementara Albert semakin dekat, “kau benar-benar menjadi lemah yah… setelah kehilangan senjata mu…” ucap Albert sambil mengangkat halbrednya, “Garde-san!!” teriak Katrina, Katrina yang melihat itu segera berlari ke arah Garde, “hentikan!!” teriak Garde, Katrina yang mendengar itu berhenti dan menatap Garde dengan seksama, “apa maksud mu?!! Apa kau mau mati?!!” teriak Katrina, sementara Garde hanya diam saja mendengar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mati? Biarkan lah begitu… aku sudah terlalu banyak menanggung dosa… setidaknya kalau aku akan mati biarkan aku mati tanpa membawa dosa baru… aku tidak ingin ada orang lain yang mati karena aku…” ucap Garde, semenatar Albert menahan halbrednya, “bodoh!! Kau bialang mau mati tanpa membawa dosa baru! Tapi bagaimana caranya?!! Karena kalau kau mati sekarang kau akan membawa dosa baru karena melanggar janji mu!!” teriak Katrina sambil menangis, Garde yang mendengar kata-kata Katrina terkejut dan terdiam sambil melihat ke arah telapak tangannya, “hmm perpisahan yang mengharukan… tapi tenang saja kalian berdua akan bertemu kembali di alam baka…” ucap Albert dan setelah itu Albert mengayunkan halbrednya untuk memotong Garde, “Garde!!!!” teriak Katrina, kemudian tiba-tiba telapak tangan Garde bercahaya dan cahaya tersebut membentuk sesosok halbred bewarna putih, “ini!!” ucap Garde terkejut, kemudian Garde mengayunkan tubuhnya dan menepis halbred milik Albert, Albert yang melihat itu terkejut, “dengan ini kita seimbang!!!” teriak Garde, setelah itu Garde berlari ke arah Albert dan mulai membalas semua serangan Albert sebelumnya, “orang ini!! dia kuat!!” ucap Albert dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“wah-wah tak kusangka Albert akan kewalahan melawan dia…” ucap Cain yang sudah melihat dari balik pohon di dekat Garde dan Albert bertarung, “perlu kah aku membantunya?” ucap Cain dalam hati, “tidak usah biarkan Albert menyelesaikannya… tugas mu adalah mengambil Stardust… yang merupakan wanita itu…” ucap seorang perempuan berambut perak dan berpakaian hitam yang ada di dekat Cain sambil menunjuk ke arah Katrina, “ah… Sierra sejak kapan kau sampai di sini?” Tanya Cain sambil melihat ke arah Sierra, “sejak kau turun dari bukit di sana dan memasuki kota…” ucap Sierra dengan nada yang dingin, “seperti biasanya yah… selalu bertingkah dingin…” balas Cain, sementara Sierra berbalik dan mengeluarkan sayap hitam dari punggungnya, setelah itu Sierra menatap Cain dengan tatapan yang tajam, “terserah apa kata mu… aku akan pergi menuju tempat Lexus dulu…” ucap Sierra, setelah itu Sierra terbang meninggalkan Cain, “yah… terserah aku kan? Kalau begitu aku akan membunuh lelaki itu terlebih dahulu… meh tak ku sangka kau benar-benar berubah sedratis itu!!” teriak Cain ke arah Sierra yang sudah terbang jauh, setelah itu Cain berjalan ke arah belakang Garde tanpa di sadari oleh Garde maupun Albert dan mengeluarkan Deus Ex Machinanya yang dirubahnya menjadi pedang raksasa, “kau akan mati Garde!!” teriak Cain sambil berlari ke arah Garde yang sibuk bertarung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katrina yang melihat pertarungan antara Albert dan Garde hanya terdiam saja, “tidak ada yang bisa aku perbuat… aku memang lemah…” ucap Katrina sambil menggigit jarinya, setelah itu Katrina melihat Cain ayng sedang berlari ke arah Garde dan siap menebas Garde, Katrina yang melihat itu terkejut dan secara refleks Katrina pun berlari ke arah Garde, “Garde!!” teriak Katrina, kemudian Katrina mendorong Garde sehingga Garde terjatuh, Garde yang melihat itu terkejut, sementara Cain yang sudah mengayunkan pedangnya, membelah Katrina menjadi dua bagian yang berbeda, “shimatta!!” teriak Cain terkejut, “apa yang kau lakukan bodoh!!” teriak Albert yang terkejut dengan kemunculan Cain, “kalian tidak akan ku maafkan!!” teriak Garde yang menangis, setelah itu Garde berlari ke arah Cain dan menebaskan halbrednya, Cain yang sigap menahan serangan Garde dengan pedangnya, “cih!! Kita mundur Albert!! Misi sudah gagal!! Kita kehilangan target!!” teriak Cain, sementara Albert yang kesal hanya bisa mendengus dan dalam sekejap Cain dan Albert menghilang, “kemana kalian!! Jangan kabur!! Di mana kalian!!” teriak Garde sambil mengayunkan halbrednya, “apa yang telah kalian perbuat…” ucap Garde sambil menangis dan terjatuh di depan mayat Katrina yang terbelah dua, “Garde…” ucap suara yang terdengar seperti Katrina, Garde yang mendengar itu berbalik dan melihat ke arah sosok naga bewarna putih dengan kristal hijau yang terpasang di tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===============================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“yah saat itu… Katrina mengorbankan dirinya untuk melindungi diri ku yang lemah… dan saat itu juga Katrina memperlihatkan sosok aslinya yang merupakan Stardust Dragon… karena itu aku tidak akan membiarkan mu merebut Katrina kembali!!!” teriak Garde, mata Garde yang bersimbah air mata terbuka dan tubuhnya mulai bersinar terang begitu juga dengan Dreadnought milik Garde yang mulai bersinar terang, “Garde berjanjilah… kau tidak akan pernah mati dan tidak akan pernah menganggap diri mu lemah…” ucap sebuah suara yang terdengar seperti suara Katrina yang berasal dari Dreadnought, “ya aku berjanji Katrina… Synchronisation!!!!!!” teriak Garde, kemudian Dreadnought milik Garde berubah menjadi cahaya terang yang bersatu dengan tubuh Garde dan perlahan-lahan tubuh Garde yang di selimuti cahaya membesar, “ya Katrina… aku akan selalu menepati janji ku…” ucap Garde dan setelah cahaya tersebut berubah menjadi sangat besar, cahaya tersebut pecah dan memperlihatkan sesosok naga hitam, bermata emas, dan memiliki corak bewarna emas di sekujur tubuhnya, naga tersebut melihat ke arah Cain, dan setelah itu meraung dengan keras, “a-apa-apaan ini!!” teriak Cain terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NEXT CHAPTER: THE REQUIEM (PART 3: BEGINNING OF THE LAST REQUIEM)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-2424892607215503720?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/2424892607215503720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2010/04/chapter-28-requiem-part-2-forgoten.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/2424892607215503720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/2424892607215503720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2010/04/chapter-28-requiem-part-2-forgoten.html' title='CHAPTER 28: THE REQUIEM (PART 2: FORGOTEN MEMORIES)'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-3808778470746862683</id><published>2010-04-10T19:22:00.000-07:00</published><updated>2010-04-10T19:23:39.957-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 27: THE REQUIEM (PART 1: RESOLVE)</title><content type='html'>CHAPTER 27: THE REQUIEM (PART 1: RESOLVE)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kau sudah kembali rupanya…” ucap seseorang yang berada di sebuah ruangan gelap yang besar dan juga terdapat lambang lingkaran bewarna ungu yang terletak di bendera yang ada di ruangan tersebut, seorang perempuan berambut perak, dengan mata bewarna merah darah, mengenakan pakaian hitam dan bandana hitam memasuki ruangan tersebut, “ya tuan… aku sudah berhasil menyelesaikan misi ku…” ucap perempuan tersebut, lelaki di ruangan tersebut tersenyum lebar dan mulai tertawa, “hahahahaha!! Ahahahahahaha!!! Bagus Sierra!! Terutama tugas mu kau selesaikan dengan sangat sempurna akhirnya kita bisa melanjutkan rencana kita ke tahap berikutnya!! Tapi sebelum itu…” ucap lelaki tersebut sambil berbalik dan menatap layar besar yang ada di depannya, di layar tersebut terdapat tiga gambar yang berbeda, yang paling kiri menunjukan gambar Caesar, yang di tengah menunjukan Tokyo Tower, sementara yang di kanan menunjukan Ryou dan yang lainnya yang sudah sampai di depan Tokyo Tower, “mari kita lihat tontonan menarik ini… siapa yang akan menang… apakah pion hitam… atau pion putih… hehehehehe” ucap orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dave!! Mii-chan!! Kau tidak apa-apa??” Tanya Marcel sambil berlari ke arah Dave dan Mike, “heh dasar bodoh seharusnya kau menghawatirkan diri mu sendiri… kau terluka lebih banyak dari kami…” ucap Mike sambil tersenyum, “a- aku tidak apa-apa!” ucap Marcel sambil menahan rasa sakitnya, “Marcel… Brendan sudah mati kan?” ucap Dave pelan, Marcel hanya diam saja mendengar apa yang di ucapkan Dave, “aku juga mendengarnya… suara yang mengatakan bahwa satu di antara kalian berdua telah tiada… dan karena kau di sini dalam keadaan baik-baik saja… berarti yang telah mati Brendan kan?” Tanya Dave, Marcel mengigit bibirnya, dan menahan air matanya, “ya Brendan telah meninggalkan kita untuk selamanya… dia gugur ketika bertarung melawan Dark Saber… tapi setidaknya salah satu kekuatan besar musuh berkurang…” ucap Marcel sambil menundukan kepalanya, “di mana tubuhnya?” Tanya Dave lagi, “aku meninggalkannya… lagipula aku tidak dapat membawa dua orang sekaligus…” ucap Arlan menjawab pertanyaan Dave, “bagus dengan itu dia tidak menjadi beban… setidaknya dia mati terhormat…” ucap Dave sambil mengambil scytchnya yang tertancap di tanah dan meunembodykannya, “baiklah… Arlan, Mike tolong habisi zombie-zombie yang tersisa… sementara aku dan Marcel akan menyusul yang lainnya menuju Tokyo Tower…” ucap Dave, sementara Arlan dan Mike mengangguk kemudian pergi berpencar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Dave dan Marcel mulai berlari kembali ke arah Tokyo Tower, selama perjalanan Marcel terus menundukan kepalanya, tanpa dia sadari perlahan air matanya menetes, “pasti berat kan…” ucap Dave tiba-tiba, Marcel yang terkejut mengangkat kepalanya dengan keadaan air mata masih mengalir, Marcel yang menyadari dirinya menangis mulai mengusap air matanya, “tidak… aku tidak apa-apa kok…” ucap Marcel masih sambil mengusap air matanya, “tidak ada salahnya…” ucap Dave, Marcel yang mendengar itu kebingungan dan melihat ke arah Dave dengan raut muka penuh Tanya, “eh?” Tanya Marcel kebingungan, kemudian Dave menoleh dan melihat ke arah Marcel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“menurut ku tidak ada masalahnya… untuk seorang laki-laki yang kehilangan temannya menangis… apa lagi dia kehilangan temannya untuk selamanya…” Marcel terdiam mendengar ucapan Dave, dia teringat ketika dia menemukan Brendan yang tidak sadarkan diri di menara jam Hakuo Gakuen dan membanya ke rumahnya, dia juga teringat ketika Brendan membantunya mengalahkan Garde setelah Neojamarcel Country miliknya di hancurkan oleh Garde, Marcel pun kembali menangis, “tapi bukan berarti itu menahan kita untuk terus maju dan berjalan di kehidupan kan?” Tanya Dave sambil melihat Marcel yang berhenti berlari, “ya… aku tahu itu… aku berjanji akan mengakhiri ini semua… perang konyol ini… yang sudah merebut banyak nyawa…” ucap Marcel, sementara Dave hanya tersenyum saja, setelah itu Marcel kembali berjalan dan mulai berlari kembali meninggalkan Dave di belakang, “ya… seekor burung tidak akan berhenti untuk terus terbang walaupun salah satu sayapnya terluka…” ucap Dave dalam hati, kemudian Dave juga mulai berlari mengejar Marcel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hey Partner…” ucap Arif sambil terus berjalan bersama Garaito di tengah kota yang sudah mulai mati tersebut, sementara Garaito hanya terdiam saja mendengar namanya di panggil oleh Arif, “hooo souka!! Kau menjadi tegang dan nervouskan karena yang berjalan di sebelah mu adalah orang terganteng di dunia~~” ucap Arif sambil menyombongkan dirinya, “apa lagi orang tersebut lebih kuat dari mu dan merupakan calon King of Overlord berikutnya~~” ucap Arif lagi, sementara Garaito terus berjalan, tapi perlahan-lahan dirinya mulai agak kesal dengan tingkah laku Arif, terlihat dari urat-uratnya yang mulai timbul di kepalanya, “tapi tidak apa-apa itu wajar dan aku maklumi itu~~ tapi jangan lupa menyembah ku ya ketika aku sudah menjadi King of Overlord~~~” ucap Arif lagi, kemudian Garaito berhenti dan menoleh ke arah Arif, urat-urat di kepala Garaito mulai bermunculan lebih banyak, “heeee?” ucap Garaito, kemudian Garaito berjalan ke arah Arif dan mengeluarkan katananya, “e-eto!! Aku cuman bercanda!!” ucap Arif sementara Garaito semakin mendekati Arif, dan mulai mengangkat katananya tinggi-tinggi, sementara Arif mulai berkeringat, “o-oi… a-aku cuman bercanda bisa hentikan?” Tanya Arif dan keringat yang mengucur dari tubuh Arif pun semakin banyak, sementara Garaito mulai mengayunkan pedangnya, “gyaaaaaaaaaa!!!!!!” teriak Arif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“bisa diam tidak… kau benar-benar mengganggu…” ucap Garaito dengan nada yang kesal dan sambil menyarungkan katananya, sementara Arif yang terluka karena di serang Garaito kembali berdiri dan tertawa kecil, “hehehehehe memang itu tujuan ku… dengar partner di saat seperti ini kita tidak bisa bersifat tegang… atau kita…” ucap Arif dengan tubuh yang bergetar dan mengepalkan tangannya, “ternyata orang seperti dia juga bisa serius…” ucap Garaito dalam hati sambil tersenyum, kemudian Arif kembali membuka matanya dan menunjuk jari telunjuknya ke atas langit, “atau kita tidak bisa menguasai seluruh Loli di dunia ini!!!!!” teriak Arif, angin berhembus sunyi sementara Garaito hanya diam saja mendengar perkataan Arif, “kau… sayang aku tadi sempat memuji mu…” ucap Garaito sambil menutup matanya dan menaruh tangannya di mukanya kemudian Garaito mengeluarkan katananya kembali, “jangan hancurkan harapan ku yang tadi!!!” teriak Garaito, “gyaaaaaaaaaa!!!!!!!!” teriak Arif yang kesakitan setelah di pukul kembali oleh Garaito, kemudian Arif kembali bangun dan tiba-tiba terkejut sehingga dia berdiam diri seperti patung di depan Garaito, “ti-tidak mungkin…” ucap Arif sambil gemetaran dan menunjuk ke arah bayangan yang muncul di belakang Garaito, “ada apa?” Tanya Garaito kebingungan, “be- belakang mu… Arlan Gunadi!!!!!” teriak Arif sambil menunjuk Arlan, Arlan yang mendengar namanya di panggil berbalik dan melihat ke arah Arif, kemudian dia pun terkejut dan hanya berdiam diri, “nyaaaaaaa!!!!!!!!!” teriak Arlan yang terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tokyo Tower… kita sudah sampai…” ucap Ryou sambil memasuki Tokyo Tower bersama Garde, Andre, dan Ashley, sampai tiba-tiba muncul Rocket yang terbang ke arah mereka, Garde dan yang lainnya segera berpencar untuk menghindari Rocket tersebut, “siapa itu!!!” teriak Garde sambil meembody Blue Eyesnya, kemudian dari depan muncul sesosok orang yang ternyata adalah Cain, “kau lagi…” ucap Garde sambil bersiap-siap dengan ancang-ancang bertarung begitu juga dengan Ryou yang melakukan embody, tetapi kemudian Garde menyuruh Ryou berhenti dan menggelengkan kepalanya, “kau dan Ashley pergi lebih dulu menuju lantai teratas… aku dan Andre akan mengurus yang ada di sini” ucap Garde, “kalian yakin tidak apa-apa?” Tanya Ryou, dengan suara yang khawatir dan muka yang keliatan cemas, “tenang saja! Kau ragu dengan kekuatan kami?!” Tanya Andre tersenyum lebar ke arah Ryou, kemudian Ryou menggelengkan kepalanya, “baiklah… hanya saja jangan sampai kalah…” ucap Ryou, kemudian Ryou berlari ke depan bersama Ashley, “aku duluan… aku akan menunggu kalian…” ucap Ashley sambil meninggalkan Garde dan Andre, Cain yang berdiri di depan hanya berdiam saja dan membiarkan mereka lewat ke arah Lift, “tidak apa-apa membiarkan musuh mu lewat?” Tanya Garde tersenyum, “tidak apa-apa lagipula dia juga mengatakan bahwa yang hanya boleh ke atas hanyalah Ryou dan Ashley… dan sisanya boleh kubunuh… dan sepertinya aku tidak perlu menyembunyikan kekuatan asli ku lagi… Power Tool Dragon!!!” teriak Cain sambil memanggil Power Tool yang membentuk Launcher yang terpasang di tangannya, “heh percaya diri sekali…” ucap Garde tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Garde langsung berlari ke arah Cain, sementara Cain mulai menembaki Garde dengan tiga rocket yang di tembakan berturut-turut, rocket pertama berhasil di hindari oleh Garde dengan cara melompat, dan ketika rocket kedua mendekat Garde mengayunkan halbrednya untuk memotong rocket tersebut, hanya saja Garde tidak sempat bertindak atau memasang pertahanan ketika rocket ketiga mendekat sehingga Garde telak terkena serangan dari rocket ketiga yang menyebabkan ledakan yang besar dan melempar Garde ke belakang, kemudian dari asap yang masih tebal muncul Andre yang terus berlari ke arah Cain, kemudian Andre meembody subtitoadnya menjadi pisau kristal bewarna biru dan mulai menyerangi Cain dengan tebasan yang sangat cepat, tetapi Cain berhasil menghindari hampir semua tebasannya, sementara beberapa tebasan Andre hanya dapat membuat lecet beberapa bagian tubuh Cain, kemudian Cain berputar dan menghantamkan launchernya ke arah Andre dan membuat Andre terlempar setelah itu Cain langsung menembakan rocketnya ke arah Andre dan membuat Andre terlempar makin jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“argh!!” teriak Andre yang kemudian jatuh di dekat Garde, “kau tak apa-apa Andre?” Tanya Garde sambil membantunya berdiri sementara Cain hanya melihat dari jauh, “aku tidak apa-apa” ucap Andre, sambil berdiri, sementara Cain mulai berjalan ke arah Andre dan Garde, “lebih baik kalian menyerah… kalian berdua tidak akan bisa menang melawan ku…” ucap Cain, Garde yang mendengar itu hanya terdiam saja kemudian dia melihat Cain dengan seksama, “siapa kau sebenarnya?” Tanya Garde dengan raut muka yang mengeras, “aku… Black Knight…” ucap Cain sambil terus berjalan menjauhi Garde dan Andre ketika jarak antara mereka sudah cukup jauh tiba-tiba Cain berhenti, “B, Black Knight?” Tanya Garde kebingungan, Cain pun berbalik dan mengangkat kedua tangannya, “begitu kau tidak tahu… mau tahu kenapa Nando berubah? Bukan kah dulu dia adalah orang yang baik? Itu semua karena Black Knight!! Mau tahu kenapa King of Underworld mulai bergerak? Itu semua karena Black Knight!! Mau tahu kenapa lima jenderal naga dapat terbentuk? Itu semua karena Black Knight!! Mau tahu kenapa banyak sejarah gelap di dunia ini menghilang? Itu semua karena Black Knight!! Intinya Black Knight adalah organisasi besar yang mengatur segala sesuatu yang ada di dunia ini… dan juga merupakan penyebab terjadinya Battle of Overlord beberapa puluh tahun yang lalu… dan yang merebut semuanya dari mu…” ucap Cain sambil tersenyum, Garde yang mendengar kata-kata terakhir Cain berdiri dan menunjukan espresi murka, “begitu jadi kau anggota dari organisasi terkutuk tersebut? Yang merubah Nando dan yang menghancurkan kota ku dulu… adalah Black Knight?!!” teriak Garde.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Garde menyilangkan kedua tangannya dan dari kedua tangannya muncul sinar yang berbeda, “Synthesis Embody!!! Dreadnought!!” teriak Garde, dan ketika kedua sinar tersebut bersatu muncul sebuah tombak bewarna hitam dengan ukiran-ukiran bewarna emas di mata tombaknya, “kalau begitu kau adalah orang pertama dari mereka yang akan ku bunuh…” ucap Garde, sekilas Garde teringat akan senyum seorang perempuan yang sudah lama di lupakannya, “Garde sensei… perlu aku Bantu?” Tanya Andre sambil menahan rasa sakitnya, kemudian Garde menggeleng, “tidak perlu kau istirahatlah… aku akan menyelesaikannya” ucap Garde sambil kemudian berlari ke arah Cain, “omoshiroi… sudah lama aku tidak serius… baiklah kalau begitu…” ucap Cain sambil melepaskan Embodynya dan kemudian memunculkan dua sinar yang berbeda pula di mana yang satu bewarna merah dan yang satu bewarna kuning, “Power Tool!! Black Rose!! Synthesis Embody!! Deus Ex Machina!!!” teriak Cain, kemudian kedua sinar tersebut bersatu dan membentuk pedang raksasa dengan desain hi-tech, “maju lah…” ucap Cain sambil mulai menerjang Garde.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jarak mereka berdua mulai dekat Garde mulai mengayunkan Dreadnought ke bawah, tetapi Cain menghindarinya dengan cara melompat ke atas, setelah itu pedang milik Cain mulai terbuka dan membentuk bentuk lain yang menyerupai bor, setelah itu Cain menusukan bor tersebut ke arah Garde, tapi ujung bor tersebut di tahan oleh ujung dari mata tombak Dreadnought, setelah itu Garde mendorong Dreadnoughtnya dan membuat Cain terlempar beberapa meter, Cain yang terlempar segera mengambil posisi bertahan di udara dan kembali membuka pedangnya menjadi bentuk senapan berlaras dua, kemudian Cain menembakan beberapa peluru dari pistol tersebut ke arah Garde yang berhasil di tahan kembali oleh Garde menggunakan tombaknya, sementara Garde sibuk menahan tembakan dari Cain, Cain mulai mencharge cahaya dari laras yang satunya lagi, kemudian Cain tersenyum, “terimalah Garde… Burst Bullet!!” teriak Cain, dan setelah itu ia menembakan peluru tersebut ke arah Garde dengan kekuatan penuh, Garde yang dari tadi sibuk menahan serangan dari laras yang satu lagi gagal untuk menahan tembakan tersebut dan akhirnya terlempar jauh ke belakang dan menabrak salah satu kaki menara dari Tokyo Tower.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cain kembali berjalan ke arah Garde yang masih mencoba untuk berdiri, Garde yang melihat Cain mendekat mencoba untuk berdiri sekuat tenaga tetapi luka yang di terimanya dari serangan barusan membuatnya susah untuk bergerak, sementara Cain semakin mendekati Garde dengan tersenyum lebar, setelah jarak mereka berdua sudah dekat Cain mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan kemudian menusukannya ke bahu kanan Garde dan mengangkatnya dengan keadaan pedang yang masih tertancap di bahu Garde, “argh!!” teriak Garde kesakitan dan kemudian Dreadnought milik Garde terjatuh dari genggamannya, Garde memegang pedang milik Cain dengan kedua tangannya dan berusaha melepaskannya dengan sekuat tenaga tetapi percuma, Cain yang melihat Garde meronta untuk melepaskan pedang miliknya tertawa keras dan kemudian menusukan pedang tersebut bersama Garde ke kaki menara Tokyo Tower yang ada di belakang Garde, Garde yang tertusuk hanya bisa meronta dan berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hehehehe ahahahahaha!! Sungguh memalukan!! Apa kau kira dengan kekuatan seperti ini kau dapat menyelematkan perempuan kecil tersebut?! Ahahahahaha!! Apa kau pikir bisa?!!” teriak Cain kemudian Cain mengayunkan pedangnya ke belakang dan melempar Garde yang tertusuk ke arah pedang tersebut di ayunkan, “ah aku lupa ya benar.. perempuan tersebut… aku yang membunuhnya… Katrina!! Ya aku yang membunuh perempuan tersebut ketika kau sedang sibuk dengan Black Knight yang lainnya!!” teriak Cain, sementara Garde yang mendengar itu terkejut dan perlahan-lahan ingatan yang sudah lama dia lupakan kembali, ingatan tentang seorang anak perempuan berambut blonde yang dulu pernah di kenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Garde-kun---“ kata-kata tersebut terus terngiang di kepala Garde&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NEXT CHAPTER: THE REQUIEM (PART 2: THE FORGOTEN MEMORY)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-3808778470746862683?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/3808778470746862683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2010/04/chapter-27-requiem-part-1-resolve.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/3808778470746862683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/3808778470746862683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2010/04/chapter-27-requiem-part-1-resolve.html' title='CHAPTER 27: THE REQUIEM (PART 1: RESOLVE)'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-6596219096446656478</id><published>2010-04-10T19:20:00.000-07:00</published><updated>2010-04-10T19:22:03.442-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 26: OVERTURE OF THE REQUIEM</title><content type='html'>CHAPTER 26: OVERTURE OF THE REQUIEM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hinagiku…” ucap sebuah suara yang familiar, tiba-tiba Hinagiku membuka matanya dan melihat dirinya berada di sebuah taman yang besar dan luas, dirinya sedang tertidur di bawah bangunan kecil yang berbentuk seperti gazebo yang terbangun dari batu-batu dan pilar-pilar di sekelilingnya terdapat banyak bunga yang bermekaran dan rumput-rumput hijau dan di tempat tersebut juga terdengat kicauan-kicauan burung, muka Hinagiku terlihat kebingungan dia melihat ke kanan dan ke kiri dengan wajah yang cemas, “di mana ini?” ucap Hinagiku dalam hati masih dengan wajah yang kebingunan, “Hina-chan…” ucap suara itu lagi, kemudian Hinagiku berbalik dan melihat seorang laki-laki berambut perak dan mengenakan kaus hitam di depannya, HInagiku yang melihat orang tersebut terkejut, mukanya memerah, “Brendan? Ada di mana kita?” Tanya Hinagiku ke laki-laki tersebut yang ternyata adalah Brendan, Brendan tersenyum ke Hinagiku, kemudian mendekatinya memegang tangannya dan menempelkan tangan Hinagiku ke mukanya, “maafkan aku Hinagiku… aku tidak bisa melindungi mu lagi…” ucap Brendan dengan suara yang sangat pelan, Hinagiku kemudian menyadari bahwa ada air yang mengalir di tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Brendan? Kau menangis?” Tanya Hinagiku dengan raut muka yang kebingungan, sementara Brendan diam saja dan air matanya masih terus mengalir, “dan apa maksud mu tidak bisa melindungiku lagi? Hey?” Tanya Hinagiku, Brendan kemudian mengangkat wajahnya dan memperlihatkan wajahnya yang menangis, “mungkin setelah ini kita tidak akan bisa bertemu lagi… tapi-tapi aku bahagia dengan semua yang telah ku alami di hidup ini bersama mu…” ucap Brendan masih dengan wajah yang basah karena air mata dan suara yang yang menahan tangis, “h-hey Brendan??” ucap Hinagiku masih kebingungan dengan tingkah laku Brendan, “sampai sekarang pun aku masih mengingat kata-kata mu yang mengatakan bahwa aku bukan cloning karena aku hidup dan aku adalah manusia… aku-aku…masih mengingatnya…” ucap Brendan kemudian Brendan melepaskan tangan Hinagiku dan berbalik dan mulai berjalan menjauhi Hinagiku, “Brendan moou~~ kau masih belum menjelaskan semuanya jangan pergi dulu!! Apa maksud mu dengan tidak bisa melindungiku lagi dan pertemuan yang terakhir!” teriak Hinagiku, tetapi Brendan tidak berbalik dan tetap berjalan setelah jaraknya cukup jauh Brendan menoleh ke arah Hinagiku dan tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“terima kasih Hina-chan atas semuanya dan… selamat tinggal, setelah ini ku harap kau bahagia dengan Dave dan Ashley bisa menjaga mu” ucap Brendan sambil menangis, kemudian perlahan-lahan pemandangan tersebut retak, Hinagiku terkejut melihat itu dia melihat sekeliling dan melihat bahwa langit juga perlahan-lahan mulai retak, begitu juga dengan Brendan yang mulai retak, “hey… ini apa yang terjadi… Brendan…” ucap Hinagiku dengan suara yang pelan dan nada yang lemas seperti seakan-akan tidak percaya dengan kejadian tersebut, kemudian tiba-tiba semua pemandangan tersebut dan Brendan pecah menjadi serpihan-serpihan kaca dan semuanya berubah menjadi hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hinagiku terbangun tiba-tiba dari tidur di rumahnya dengan mata yang bersimbah air mata, Hinagiku memegang matanya dan dia menyadari bahwa dia sedang menangis, “kenapa aku menangis… dan apa arti mimpi tersebut… ke mana Brendan…” ucap Hinagiku dalam hati, kemudian Hinagiku mendengar ketukan pintu dari bawah, Hinagiku melihat jam dinding di kamarnya yang menunjukan jam 00.00 malam, tetapi ketukan tersebut tidak berhenti malah semakin keras, Hinagiku yang merasa terganggu menjadi kesal dan segera turun ke bawah dengan keadaan masih mengenakan piyamanya, “ada apa sih malam gini?!!” Tanya Hinagiku sambil membuka pintu rumahnya terbuka, dan ternyata di depan rumahnya terdapat Hitagi dan Haruhi, “ah ternyata kalian berdua ada apa malam-malam begini datang ke rumah?” Tanya Hinagiku dengan wajah yang memerah karena menyapa mereka masih dengan keadaan menggunaka piyama dan dengan salam yang “kurang” sopan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mereka belum pulang…” ucap Hitagi pelan, “mereka?” Tanya Hinagiku kebingungan, “Andre dan yang lainnnya belum pulang atau setidaknya tidak ada kabar di mereka…” balas Haruhi, “dan lagi sekarang sedang ada kejadian aneh di kota…” ucap Hitagi lagi, “maksud mu?” Tanya Hinagiku masih dengan wajah yang kebingungan, “kata orang-orang di kota muncul pilar-pilar tengkorak aneh dan katanya juga muncul mahluk-mahluk yang menyerupai Zombie karena itulah semua penduduk kota di evakuasi dan tidak ada yang di perbolehkan untuk masuk ke dalam kota tersebut… saat ini Tokyo sedang di serang oleh pasukan Zombie… mereka muncul di mana-mana… akan lebih baik kalau kita bersama-sama” ucap Hitagi, Hinagiku mengangguk, “kalau begitu aku mau ganti baju dulu setelah itu kita pergi mencari Brendan dan yang lain…” ucap Hinagiku, Haruhi dan Hitagi mengangguk petanda setuju, setelah itu Hinagiku kembali masuk ke dalam rumahnya sementara Hitagi dan Haruhi menunggu di luar, setelah beberapa menit Hinagiku keluar dengan pakaian rapih dan membawa pedang kayunya, “kita pergi sekarang…” ucap Hinagiku, setelah itu Hinagiku lari meninggalkan rumahnya di ikuti dengan Hitagi dan Haruhi, “Brendan di mana kau? Tidak terjadi apa-apa kan pada mu?” ucap Hinagiku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“bagaimana?” Tanya Marcel ke Arlan yang memeriksa Brendan yang tidak sadarkan diri, selama beberapa menit Arlan terdiam kemudian menutup matanya dan menggeleng, Marcel yang melihat itu menjadi kesal, dia mengepalkan kedua tangannya sampai tanpa sadar darah keluar dari kepalan tangannya, “King of Underworld… aku… akan membunuh mu!!” ucap Marcel, Arlan kemudian berdiri dan mencoba menenangkan Marcel, sementara kemarahan Marcel yang sudah mencapai puncaknya sepertinya susah untuk di rendahkan, tiba-tiba Marcel dan Arlan mendengar suara tepuk tangan dari suatu tempat, Marcel dan Arlan yang mendengar itu mencari asal suara tersebut, “siapa di situ!!” teriak Arlan, “begitu ternyata kematian Dark Saber ada gunanya juga… dengan ini setidaknya kalian kehilangan salah satu pion andalan kalian” ucap sebuah suara yang berasal dari salah satu pilar tengkorak yang ada di dekat Marcel, Marcel dan Arlan melihat ke arah sumber suara tersebut, “Caesar!! Kau di sini?!! Kau tahu Brendan mengorbankan nya—“ belum selesai Marcel berbicara tiba-tiba Caesar sudah memotong, “ya aku tahu dengan mengorbankan nyawanya Pion ku… Dark Saber berhasil merenggut nyawa Brendan kan?” ucap Caesar dengan senyuman yang terlihat bahwa seakan-akan dia senang atas kematian Brendan, “apa maksud mu Caesar?!” teriak Marcel yang mulai memiliki perasaan tidak enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“maksud ku adalah… akulah King of Underworld!!!” teriak Caesar, Marcel yang mendengar itu terkejut, kemudian Marcel diam saja dan tiba-tiba Marcel tertawa kecil, bagus kalau begitu aku tidak perlu susah payah mencari mu lagi… Caesar!!!!” teriak Marcel kemudian Marcel berlari ke arah Caesar, setelah jarak antara Marcel dan Caesar sudah dekat Marcel melompat ke belakang Caesar dan mengeluarkan kapaknya, Caesar yang belum siap gagal untuk mendirikan pertahanannya dan dalam sekejap Marcel berhasil membagi tubuh Caesar menjadi 2, dan tiba-tiba kedua belahan tubuh tersebut menjadi asap dan menghilang, Marcel mencari di mana Caesar berada tetapi tidak dapat menemukannya sampai suara Caesar terdengar menggema dari kejauhan, dan terdengar hampir ke seluruh penjuru kota, “hahahahahahaha ahahahahahahahaha!!!! menarik!!! Aku akan menunggu kalian di Tokyo Tower!!! Kita lihat siapa yang menang kalian atau pasukan Undead ku?!! Dan apakah kalian masih bisa bertahan setelah kehilangan 1 teman kalian untuk selamanya?!! Kita lihat nanti!! Hyahahahahahahaha!!!”  teriak suara Caesar, tersebut Marcel dan Arlan yang mendengar tersebut diam saja, kemudian tiba-tiba Marcel yang sudah kehabisan tenaga terjatuh, Arlan yang melihat itu segera berlari ke arah Marcel dan menahannya sebelum terjatuh ke tanah, “kau tahu… walaupun kau Overlord tapi semua ini masih terlalu berat untuk mu yang masih terlalu muda… maafkan aku Brendan…” ucap Arlan, kemudian Arlan menggendong Marcel dan pergi meninggalkan tubuh Brendan dan tempat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kau dengar suara barusan??” Tanya Andre ke Ryou, “ya… seorang teman kita sudah tiada… Marcel atau Brendan… siapa pun itu…” ucap Ryou sambil menundukan kepalanya dan melihat ke tanah, setelah beberapa menit terdiam Ryou kembali mengangkat kepalanya lagi dengan wajah yang geram dan mata yang terlihat penuh amarah, tangan dikepalkan dengan kencang sampai warna tangannya berubah menjadi biru, “King of Underworld… aku tidak akan pernah memaafkan mu… tidak akan pernah… sampai kapan pun…” ucap Ryou dengan nada penuh amarah, Andre mendekati Ryou dan memegang punggung Ryou, “ya aku juga tidak akan memaafkannya… berani-beraninya dia bermain-main dengan nyawa manusia” ucap Andre sambil menunduk tanpa di sadari air mata mengalir dari mata Andre, “Andre? Kau tidak apa-apa?” Tanya Ryou, Andre mengelap air matanya, “aku tidak apa-apa hanya saja dulu aku, Marcel, dan Brenda selalu bermain bersama sekarang aku tidak tahu akan jadi apa rasanya kalau kita kehilangan satu orang…” ucap Andre sambil terus menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ryou!! Tempatnya aman!! Ashley dan Eve juga sedang beristirahat di sana!!” teriak Shana yang sedang terbang di langit menggunakan sayap apinya, Ryou mengangguk, “kalau begitu aku dan Andre akan ke sana beristirahat sebentar… Shana tolong cek daerah sekeliling lagi kalau-kalau ada musuh di sekitar sini…” ucap Ryou ke Shana, Shana mengangguk dan kemudian pergi meninggalkan Ryou dan Andre, “baiklah kurasa kita harus beristirahat dulu untuk saat ini… Tokyo Tower sudah dekat lagi pula…” ucap Ryou, kemudian Ryou berjalan ke arah restoran Pizza yang sudah di tinggalkan orang di dekat situ dan memasukinya, di dalam situ Ashley yang dari tadi tidak sadarkan diri sudah terbangung di Bantu oleh Eve, “kau tidak apa??” Tanya Eve ke Ashley, Ashley mengangguk, kemudian Ashley melihat ke arah Ryou dan Andre, “siapa yang telah mati?” Tanya Ashley, “sayang tidak ada satu pun dari kita yang tahu tapi yang pasti antara Brendan dan Marcel…” ucap Ryou, Ashley terdiam saja, kemudian Ashley berdiri dan berjalan ke arah pintu restoran tersebut, “begitu… kalau begitu untuk apa kita beristirahat di sini… siapa pun itu aku akan membalaskan dendam mereka…” ucap Ashley dengan suara yang tegas dan terlihat seperti menahan amarah, setelah itu Ashley lari pergi meninggalkan restoran, “yare yare ku kira kita tidak bisa istirahat sampai semua ini selesai… ayo Eve ikut aku kita kejar Ashley!” ucap Andre, Eve mengangguk dan pergi keluar bersama Andre, Ryou kemudian berjalan keluar dari restoran, “King of Underworld… kau berani-beraninya merusak ikatan kami… kau akan ku hancurkan…” ucap Ryou dalam hati sambil mengepalkan tangannya, “Ryou! Tidak ada musuh di sekitar sini!!” teriak Shana yang baru saja kembali dari patrolinya… begitu sayangnya kita akan pergi ke arah Tokyo Tower lagi sekarang… gomen Shana…” ucap Ryou, Shana menggelengkan kepalanya, “hmm mm tidak apa-apa kok lebih baik sekarang kita mengejar yang lain” ucap Shana sambil terbang meninggalkan Ryou, Ryou melihat ke arah langit dengan tatapan yang kosong, “siapa di antara kalian yang meninggalkan kami… Marcel… Brendan…” ucap Ryou, kemudian Ryou berlari meninggalkan restoran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Flare~~~~” teriak Hades sambil memunculkan bola api raksasa di tangannya dan melemparnya ke arah Dave dan laki-laki yang menyelamatkan Dave, “Embody!! Card Ejector!!” teriak laki-laki tersebut kemudian muncul tongkat yang di ujungnya terdapat crystal, laki-laki tersebut memukul Flare yang di lemparkan oleh Hades dan menghisapnya ke dalam tongkat tersebut, “ooo!!! Ooo!! Ooooooo!!! Siapa nama mu anak muda?!! Hehehehe sepertinya ini akan menyenangkan!!!” teriak Hades menanyakan nama anak laki-laki tersebut, laki-laki tersebut tersenyum “nama ku adalah… Mike!!” ucap Mike tersenyum, “hoooo~~~ begitu kalau begitu~~, kalau begitu~~, apakah kau bisa menghindari yang ini?? hehehehehehe ahaha!!!” teriak Hades, “Mike bersiaplah dia akan kembali menyerang” ucap Dave, Mike mengangguk, setelah itu Dave berlari ke arah Hades, “oooo~~~ mau menyerangku?!! Tidak akan bisa!! Flare!!” teriak Hades, Hades menembakan api kembali dari tangannya, tetapi Dave berhasil menghindari serangan tersebut, “15 menit!!” teriak Mike, Dave yang kaget mendengar teriakan itu melihat ke arah Mike dengan wajah penuh Tanya, “apa maksud mu?” Tanya Dave, “berikan aku waktu 15 menit… maka semua ini akan selesai” ucap Mike, kemudian Mike mulai mencharge aura di sekitarnya, “baiklah…” balas Dave, sambil mengancungkan jempolnya, setelah itu Dave kembali berlari ke arah Hades, “kau kira aku akan memberikan waktu sebanyak itu?!! Plague Wolf!!!!” teriak Hades, tiba-tiba secara serempak semua serigala di sekitar situ menyerang Mike secara bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cat Blast~~~~” teriak Arlan yang tiba-tiba muncul di dekat Mike dan mulai memukul semua serigala yang ada menggunakan pedang raksasanya, “kalian berdua tenang saja aku akan mengurus semua serigala menyebalkan di sini!!” teriak Arlan, Dave mengangguk dan mulai menyerang Hades kembali, Dave mencoba mendekati Hades, tetapi Hades menghindarinya dengan cara terbang ke belakang, setelah itu Hades tertawa dengan nada yang licik dan mulai menembakan Api dan Es dari kedua tangannya, Dave mencoba menghindari semua projectile-projectile tersebut dengan cara menghindarinya seperti biasa atau memotongnya dengan scytch miliknya setelah Dave berhasil memperpendek jarak antara dirinya dengan Hades dia mulai mengayunkan scytchnya tetapi Hades menahannya dengan tangannya, “apa kau kira aku bisa di kalahkan oleh mainan ini?? hah?!!” teriak Hades kemudian Hades mengangkat Scytch milik Dave dan melemparnya bersama Dave ke atas, “kuat…” ucap Dave dalam hati, kemudian Hades mengambil kuda-kuda dan mulai mencharge api raksasa di kedua tangannya, “kita lihat apakah kau bisa menghindari yang ini!!! Infernal Blast!!!” teriak Hades sambil menembakan api tersebut ke arah Dave, “serangan seperti ini tidak akan bisa mengenai ku!!” teriak Dave sambil memotong kedua api tersebut menjadi 2, kemudian Dave kembali terbang ke arah Hades dan berusaha memotongnya lagi, tetapi Hades lagi-lagi menghindar, dan kemudian tiba-tiba Dave muncul di belakang Hades tanpa di sadari oleh Hades, “kau tidak bisa menghindar lagi!!” teriak Dave menebaskan scytchnya dan berhasil memotong salah satu tangan Hades sehingga Hades kehilangan 1 tangannya, “noooooo!!! Ini mustahil!! Argh tangan ku!!” teriak Hades kemudian Hades mengangkat tangannya yang satu lagi dan mengarahkannya ke arah Dave, “kau akan membayar mahal atas apa yang kau lakukan!! Enguilf!!!” teriak Hades kemudian dari tangan Hades keluar bayangan hitam raksasa yang mengarah ke arah Dave, tetapi Dave berhasil menghindari serangan tersebut dengan cara melompat ke atas dan ke arah Hades.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“bodoh!! Teman mu yang sedang sibuk mencharge auranya tidak ada yang menjaga!! Hahahaha!! Enguilf!!” teriak Hades lagi kali ini bayangan yang di tembakan oleh Hades terbang ke arah Mike, “Shimata!! Arlan!! Lindungi Mike!!” teriak Dave, “tidak bisa!! Aku tidak bisa bergerak!! Nyeh!! Serigala ini sangat mengesalkan!!!” teriak Arlan sambil terus menghabisi serigala di sekelilingnya, sementara bayangan hitam yang ditembakan oleh Hades semakin mendekati Mike, “Mike!!!!” teriak Dave yang berusaha berlari untuk menggagalkan serangan Hades tetapi semua yang di lakukan Dave gagal karena serangan Hades lebih cepat mengenai Mike, kemudian dalam sekejap terjadi ledakan besar bewarna hitam, “hahahahahahahaha!!! Semua orang yang terkena Enguilf akan di telan jiwanya oleh kegelapan!! Teman mu sudah tamat!!!” teriak Hades sambil tertawa kegirangan, “O RLY?? Aku tidak akan membiarkan mu mengganggu Ojou-sama!!” teriak suara seseorang dari dalam ledakan tersebut, “suara ini Marcel!!” teriak Dave, kemudian ledakan hitam tersebut berubah menjadi pusaran dan masuk ke dalam tameng yang sedang di gunakan oleh Marcel, “sayangnya Divine Shield milik ku menghisap semua kegelapan dan menyucikannya… sekarang terimalah kekuatan mu sendiri!!” teriak Marcel, kemudian tameng milik Marcel terbuka tengahnya dan memperlihatkan crystal yang ada di dalam tameng tersebut, crystal tersebut mulai bersinar, “makan ini!!! Napalm Soul!!” teriak Marcel kemudian dari crystal tersebut di tembakan sinar putih raksasa ke arah Hades dan tepat mengenai Hades, “aaargggghhh!!!!!” teriak Hades kesakitan, kemudian setelah semua sinar tersebut menghilang terlihat sosok Hades yang terlihat seperti kehabisan tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“terima kasih Butler… sekarang semuanya sudah siap!!” teriak Mike, Marcel yang mendegar itu menoleh dan melihat Mike, Mike membalasnya dengan tersenyum, “Dave menghindar dari sana!!” teriak Mike, Dave mengangguk dan kemudian menjauh dari Hades, sementara Hades yang kehilangan enerynya tidak dapat melakukan apa-apa, “kurang ajar kalian!! Aku!!” teriak Hades, kemudian Mike mulai mengarahkan tongkatnya ke arah Hades, “o God the one who created the Light and the Darkness… the one who bring upon Life to us… the one who bring upon Death to us!! Show these Sinner their Sin!!! Erase them and their existence once and for all!! Ultimate Spell!! Ultima!!” teriak Mike, dan tiba-tiba muncul bola-bola cahaya di sekeliling Hades yang mulai bersatu di satu tempat tepatnya di atas Hades, bola-bola tersebut bersatu dan membentuk bola yang lebih besar dan perlahan-lahan bola tersebut mulai bersinar lebih terang dan retak, dari retakannya muncul sinar-sinar putih yang terang dan akhirnya bola tersebut meledak dan mengakibatkan ledakan putih yang sangat besar yang membentuk pilar cahaya yang sangat tinggi sehingga pilar tersebut dapat dilihat dari seluruh penjuru kota, “aku tidak akan memaafkan kalian!! Aku akan bangkit lagi dan membunuh kalian!! Mwahahahahaahahaha!!!” teriak Hades dari dalam cahaya tersebut, perlahan-lahana siluet Hades menghilang terbawa cahaya tersebut ke atas sampai akhirnya cahaya tersebut benar-benar hilang bersama Hades.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“itu… salah satu Ultimate Spellnya Mike…” ucap Ryou sambil melihat pilar cahaya yang muncul dari kejauhan, “Ryou… kita sudah sampai di sini…” ucap Garde, kemudian Ryou menoleh ke arah menara yang ada di depannya, “ya kita sudah sampai di sini… sekarang waktunya penyelesaian… inilah Tokyo Tower…” ucap Ryou.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang akan terjadi berikutnya? Sementara Hinagiku belum mengetahu kenyataan di balik Brendan, Caesar menonton semua pertarungan yang ada dari atas Tokyo Tower, sementara Ryou akan membawa semua ini ke akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Episode: THE REQUIEM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-6596219096446656478?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/6596219096446656478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2010/04/chapter-26-overture-of-requiem.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/6596219096446656478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/6596219096446656478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2010/04/chapter-26-overture-of-requiem.html' title='CHAPTER 26: OVERTURE OF THE REQUIEM'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-755446779116564358</id><published>2009-12-22T02:01:00.001-08:00</published><updated>2009-12-22T02:01:57.776-08:00</updated><title type='text'>CHAPTER 24: THE TRUE STAGE HAS BEEN REVEALED</title><content type='html'>CHAPTER 24: THE TRUE STAGE HAS BEEN REVEALED &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hrmm… apa ini? wangi… dan empuk… ah… tapi rasanya seperti sesuatu” ucap Ryou dalam hati sambil meraba-raba sesuatu dan akhirnya Ryou memegang sesuatu yang empuk, “ah… kok aku merasa ada yang aneh… tunggu dulu ini!! aura membunuh!!” ucap Ryou terkejut dalam hati dan akhirnya Ryou membuka matanya dan melihat sekelilingnya, setelah itu dia melihat ke atas dan melihat muka Shana yang memerah dan terlihat amat marah, setelah itu Ryou sadar kalau dia tidur di paha Shana dan sedang memegang sesuatu yang empuk, “BAKA!!! RYOU!!!” teriak Shana, sambil menendang Ryou sampai terlempar ke tulang yang berada tidak jauh di sana, “ah! Shana!! Maafkan aku!! Jangan bunuh aku!!” teriak Ryou sambil berlutut di depan Shana, “urusai! Urusai! Urusai! Aku tidak akan memaafkan mu!!” teriak Shana sambil bersiap-siap mengayunkan Nietono no Shana miliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ryou!! Shana!!” teriak seseorang, Shana menghentikan ayunan katananya, kemudian Shana dan Ryou menoleh ke arah orang yang memanggil mereka yang ternyata adalah Brendan, Garde, Marcel, dan Andre yang sedang berlari ke arah Ryou dan Shana, “apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba muncul banyak pilar tulang di kota ini?” Tanya Brendan, “apa maksudmu kukira hanya di tempat ini saja…” ucap Ryou sambil melihat keadaan sekeliling yang di penuhi oleh pilar-pilar tulang, “tidak seluruh kota ini bukan maksud ku seluruh Jepang di penuhi oleh pilar tulang yang muncul 1 jam yang lalu…” balas Marcel, Ryou kembali melihat Shana, “berapa lama aku tidak sadarkan diri?” Tanya Ryou, “satu setengah jam” ucap Shana masih dengan muka yang merah dan suara yang kesal, Ryou terdiam sesaat dan memikirkan sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ternyata kau di sini Ryou…” ucap seseorang, Ryou berbalik dan melihat Dave, Garaito, Arif dan Eve yang menopang Ashley yang tidak sadarkan diri, “Dave… sebenarnya apa yang terjadi? Apa mengetahui sesuatu?” Tanya Ryou, Dave terdiam sesaat dan melihat sekeliling, “King of Underworld ah tidak maksud ku Nando dan Kaizer of Abyss atau yang lebih kita kenal dengan King of Underworld telah melanjutkan rencana mereka…” ucap Dave, Ryou dan yang lain terkejut mendengar nama Nando di sebut, “tunggu!! Nando kau bilang!! Bukankah tujuan King of Underworld adalah membunuh semua King of Overlord!!” ucap Ryou yang terkejut, Dave menggelengkan kepalanya, “ya itu benar tapi itu hanyalah satu dari beberapa rencana mereka… rencana mereka yang sebenarnya adalah mengangkat Nando menjadi King of Overlord satu-satunya di dunia” ucap Dave, setelah itu Garaito maju menghampiri Ryou dan memberikan suatu kertas ke Ryou. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dan tampaknya King of Underworld akan memulai perang antara manusia dan undead sebentar lagi… dan ini adalah hasil dari laporan yang ku teliti tentang King of Underworld…” ucap Garaito, Ryou mengambil kertas yang di berikan oleh Garaito dan membacanya dengan seksama, “shimata!!” ucap Ryou terkejut, “sayang sekali!! Kalian telah terlambat tapi pasukan ku sudah menyerang seluruh Jepang!!” ucap seseorang berjubah hitam yang berdiri di atas pilar tulang, Brendan, Ryou, dan yang lainnya menoleh ke arah orang itu, “siapa kau?” ucap Brendan, orang tersebut tersenyum dan membuka jubahnya, Brendan dan yang lain terkejut melihat sosok yang ada di balik jubah itu, “ka-kau… Caesar!!” ucap Brendan yang terkejut, “hehehehe hahahahahahaha!! Terkejut? Ya… selama ini aku membohongi kalian… aku tak menyangka kalian begitu mudah untuk di bohongi… sekarang adalah waktu yang tepat… bangkitlah!! Paladin of Cursed Dragon!!” teriak Caesar, setelah itu tiba-tiba di depan Brendan dan yang lainnya muncul sesosok ksatria yang menaiki naga yang terlihat sudah membusuk, “tidak hanya itu!! Mezuki!!” lanjut Caesar dan lagi-lagi muncul sesosok kuda yang berdiri dengan dua kaki dan membawa kapak raksasa di tangannya, dan setelah itu muncul beratus-ratus Skull Servant dari bawah tanah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“khu khu khu khu lawan lah pasukan ku yang setia ini kalau kau berniat menghentikan ku… sementara aku akan menunggu di atas Tokyo Tower menunggu kedatangan kalian hahahahaha!!” ucap Caesar, setelah itu Caesar berubah menjadi asap hitam dan menghilang, “apa yang tertulis di sana?! Ryou?!” Tanya Dave, Ryou menggigit bibirnya, “dia berniat membunuh sebagian besar penduduk Tokyo dan membangkitkannya lagi sebagai pasukan Undead sementara dia sendiri mendirikan singasananya di atas Tokyo Tower… kita harus cepat!! Menghentikan dia sebelum semuanya terlambat!!” teriak Ryou, “tapi bagaimana kita bisa mengejar dia kalau kita di kepung oleh pasukan Undead seperti ini!!” balas Shana, “kalau begitu kita akan mengejarnya dengan paksa kita akan membuka jalan dengan tangan kita sendiri menuju Tokyo Tower!” ucap Brendan, semuanya mengangguk setuju, “baiklah kalau begitu kita harus cepat menyelesaikan ini…” lanjut Brendan lagi, “tidak usah… kan ada aku dan Ganteng!” ucap Garaito, Brendan menoleh ke Garaito, “apa maksudmu?” Tanya Brendan, “biar aku dan Garaito yang mengurus Paladin of the Cursed Dragon dan Mezuki di sini… kalian pergi saja” lanjut Arif, Brendan mengangguk dan kemudian berlari menerobos pasukan Undead. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hah? Kalian kira aku akan memberi jalan? Enak saja kalahkan aku dulu!!” teriak Paladin sambil terbang ke arah Brendan dan yang lainnya yang berusaha menerobos pasukan Undead, “Dark Slash!!” teriak Garaito sambil mengayunkan Katananya, kemudian Katana milik Garaito menembakan aura hitam yang mengahalangi Paladin sehingga Brendan dan yang lainnya berhasil pergi, “cih! Baiklah aku akan menemanimu bermain!! Mezuki Bantu aku!!” teriak Paladin, “argh!! Sial tidak ada Loli pertarungan ini tidak akan menyenangkan!!” balas Mezuki, Paladin yang mendengar itu hanya bisa diam sesaat, “hentikan sifat Loliphedo mu itu! Kalau kita bisa menghentikan mereka dari mengganggu rencana tuan Caesar kau bisa sepuasnya mencari Loli di negeri ini!!” balas Paladin, “benarkah! Baiklah! For the sake of Loli! Aku akan mengalahkan kalian!” teriak Mezuki, “ah ini akan membosankan…” ucap Arif, “apa maksud mu?” Tanya Garaito, “dia terlalu sombong…” jawab Arif, “ya mereka terlalu sombong berani-beraninya mereka meremeh—“ belum selesai Garaito berbicara Arif sudah memotong, “berani-beraninya dia berkata ingin mengambil semua Loli di sini!! Semua Loli di dunia ini adalah milik ku!!! Aku lah LOLIPHEDO SEJATI!!!” teriak Arif dengan semangatnya, “ya berani-beraninya dia— say wutttt?!!!” ucap Garaito yang terkejut, Garaito langsung mengambil batu di kakinya dan melemparnya ke Arif, “ouch!!! Buat apa itu!!” teriak Arif kesakitan, “serius dikit woi!!! Kita sudah berada di medan perang!! Lupakan semua Loli milik mu itu!!” teriak Garaito, “hiks aku kan cuman bercanda… tenang saja gadis-gadis kecil, kakak akan melindungi kalian dari kuda Hentai ini!!” teriak Arif yang kemudian melakukan Perfect Embody ke Junk Syncrhon dan menjadikannya Knuckle besi, dan setelah itu Arif langsung berlari untuk menyerang Mezuki, “woi kau sendiri Hentai kan?” ucap Garaito pelan sambil berlari ke arah Paladin of the Cursed Dragon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“haaaah!!” Garaito mengayunkan Katananya berkali-kali tetapi Paladin selalu berhasil menghindarinya, “dasar lemah!! Sampai kapanpun tidak akan ada manusia yang bisa mengalahkan pasukan Undead milik tuan Caesar!!” ucap Paladin, “oh ya? Katakan itu setelah kau mengalahkan ku!! Dark Slash!!” Garaito kembali menembakan aura hitam ke arah Paladin, tetapi Paladin berhasil menghancurkan aura hitam itu, “itu kah yang kau beri nama tebasan? Tebasan itu adalah sesuatu yang seperti ini!! Decayed Slash!!” Paladin menebas lengan kiri Garaito dan seketika tangan kiri Garaito tidak dapat di kendalikan, “shimata!! Apa yang terjadi pada lengan kiri ku!!” teriak Garaito sambil menahan sakit, “Decayed Slash adalah kutukan yang membuatmu tidak bisa menggunakan bagian dari tubuh yang terkena tebasan dari serangan tersebut dan kalau kau tidak cepat-cepat mengalahkan ku maka bagian tubuh itu akan membusuk dan akhirnya akan menyebar perlahan-lahan ke seluruh tubuh mu… jadi apa yang akan kau lakukan dengan keadaan seperti itu? Hahahahahaha?” ucap Paladin sambil tertawa riang, “kau kira ini akan menghentikan ku?” balas Garaito, Paladin of the Cursed Dragon tersenyum melihat usaha Garaito kembali melawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hehehehe kurasa kau adalah yang paling lemah di antara yang lainnya karena dari tadi kau sama sekali tidak menggunaka Embody… oh!! Jangan-jangan bukan tidak menggunakan tapi tidak bisa hahahahahaha kalau begitu buat apa orang seperti mu diangkat menjadi Warlord?! Bukannya hanya merepotkan?!” ucap Paladin berusaha menarik amarah Garaito, “bukankah sudah ku katakana kau boleh berbicara seperti itu kalau kau bisa mengalahkan ku…” ucap Garaito pelan, Paladin yang mendengar itu menjadi semakin kesal, “sombong sekali kau!! Tidak bisa apa-apa tapi berani menantang ku!! Cish!! Bahkan aku tidak perlu turun tangan untuk mengalahkan mu!! Skull Servant!!! Bunuh anak ini!!” teriak Paladin, dan secara serentak semua Skull Servant menyerang Garaito bersamaan, “kau kira ini bisa membunuh ku?!! Jangan bercanda!! Boseki Kura Ken!!” teriak Garaito dan tiba-tiba di sekeliling Garaito muncul berpuluh-puluh pedang bewarna hitam dan membentuk formasi lingkaran setelah itu semua pedang tersebut berputar dan melebar sehingga memotong semua Skull Servant yang menyerang Garaito. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hmm yang barusan di luar perkiraan tapi aku masih punya banyak Skull Servant lainnya!! Hahahaha!!” teriak Paladin, dan ternyata semua Skull Servant yang tertebas oleh pedang Garaito kembali bangkit dan kembali menyerang Garaito, “dasar keras kepala!! Honoo no Katana!! Kasai Bakuhatsu!!” Garaito melompat tinggi ke atas dan setelah itu Katana Garaito di selimuti oleh api yang besar, kemudian Garaito menebaskan katananya ke bawah dan membakar semua yang di lewati oleh tebasan katana milik Garaito begitu juga dengan para Skull Servant yang terbakar menjadi debu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kalau prajurit mu kubakar menjadi debu kau tidak akan bisa membangkitkannya lagi kan?” ucap Garaito, “hmm ku rasa aku sedikit meremeh kan mu… baiklah kalau begitu aku yang maju!!” teriak Paladin sambil menunggangi naganya dan terbang ke arah Garaito, “cih!! Kaze Gatana!! Tsuyoi Kaze!!” ucap Garaito, Garito mengayunkan Katananya dan dari Katana yang di ayunkan oleh Garaito muncul angina yang sangat besar dan bahkan bisa melempar Paladin ke belakang, “sial!! apa-apaan ini!! tidak hanya kegelapan dan api tapi kau juga menguasai angina!!” teriak Paladin, Garaito tersenyum puas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“yakin aku hanya menguasai itu?” ucap Garaito sambil tersenyum, Paladin terkejut mendengar itu, “jangan-jangan!!” teriak Paladin, “Mizu Katana… Kyuryu no Ha!!” teriak Garaito, dan setelah itu Garaito mengayunkan katananya lagi dan dari ayunan tersebut muncul air yang sangat banyak seperti ombak dan kemudian air tersbut menabrak dan membawa Paladin, “sial!!!!” teriak paladin yang terbawa oleh arus air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sudah selesai kah?” ucap Garaito yang kelelahan, “belum” ucap Paladin yang tiba-tiba muncul di belakang Garaito tanpa naganya, “mus-mustahil!!” teriak Garaito, Garaito berbalik dan berusaha menjauhi Paladin, tapi terlambat, Paladin of the Cursed Dragon sudah menebas Garaito berkali-kali dengan Decayed Slash miliknya sehingga Garaito mengeluarkan darah yang sangat banyak, “argh!!!” teriak Garaito yang kesakitan, tiba-tiba Garaito tidak dapat merasakan seluruh tubuhnya dan terjatuh tidak berdaya di depan Paladin of the Cursed Dragon, “sial tubuh ku mati rasa tidak ada satu pun yang bisa ku kendalikan…” ucap Garaito dalam hati, “hahahahaha!!! Aku akan menghilangkan penderitaan mu sekarang!!” teriak Paladin of the Cursed Dragon sambil mengarahkan ujung pedangnya ke Garaito, “Decayed Slash…” ucap Paladin sambil mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, “sial aku tidak akan kalah di sini!! Maafkan aku teman-teman aku terpaksa menggunakan ini!! Perfect Embody!! Great Shogun Shien!!” teriak Garaito dalam hati, setelah itu Garaito kembali mengambil Katananya dan menahan pedang Paladin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“a-apa!! Pedangku di tahan!! Bagaimana bisa!!! Bukankah seharusnya kau tidak bisa menggerakan tubuh mu!!” teriak Paladin yang terkejut, Garaito kembali berdiri perlahan-lahan ekspresi mukanya berubah dan tubuhnya di selubungi oleh aura hitam pekat, Garaito menebas pedangnya dan melempar Paladin ke belakang, “hehehehehehehehe ahahahahahaha!! Intinya Decayed Slash adalah serangan di mana kau memasukan kekuatan kegelapan ke dalam tubuh lawan mu dan mematkan sel-sel lawan mu dengan kekuatan itu… tapi bagaimana kalau lawan mu menggunakan kekuatan kegelapan untuk menyerang?” ucap Garaito tersenyum licik, “ada apa dengan anak ini sifatnya berubah drastis!!” ucap Paladin pelan, Garaito berlari ke arah Paladin dan menyerang dengan membabi buta, “ura! Ura! Ura!!!” teriak Garaito, Paladin yang tidak dapat membendung serangan Garaito akhirnya pedangnya terlempar karena ayunan pedang Garaito yang terlalu kuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sial!! tapi aku masih ada tameng milik ku!!” ucap Paladin sambil mengangkat tamengnya, tetapi Garaito dengan mudahnya membelah tameng tersebut menjadi dua, “mus-mustahil!!” teriak Paladin of the Cursed Dragon, “kau tidak menyadari kalau aku sudah melakukan Perfect Embody dan senjata yang kudapat adalah Masamune, katana terkutuk yang dapat membuat pemakainya mengeluarkan sisi terjahatnya” ucap Garaito pelan, “begitu!! Jadi anak ini berubah menjadi seperti ini karena itu!!” ucap Paladin dalam hati, “Mokushiroku no Katana... Kuro no Kaori Bara no Bakuhatsu!!!” teriak Garaito dan tiba-tiba di sekeliling Garaito muncul bunga-bunga dari mawar hitam, “apa ini?!!” teriak Paladin yang terkejut, setelah itu semua bunga dari mawar hitam itu meledak secara bersamaan dan menimbulkan dampak ledakan yang besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“argh!!! Sial untung aku bisa menghindari ledakan tersebut!!” ucap Paladin yang berhasil lolos dari ledakan tersebut dan berlari menjauhi Garaito, “kau bisa menghindari ledakan tersebut… tapi kau tidak bisa lari dari ku!! Overdrive!! Mokushiroku no Katana!! Owara nai Yami!!” tiba-tiba di sekeliling Paladin of the Cursed Dragon mucul aura hitam pekat yang sangat besar, “a-apa ini!!” teriak Paladin yang terkejut, “kau tidak akan bisa kabur dari kegelapan!! Kembalilah ke kegelapan!!” teriak Garaito, kemudian aura tersebut membentuk bola dan mengurung Paladin di dalamnya dan perlahan-lahan bola tersebut mengecil hingga benar-benar menghilang, “tidaaaaakk!!!!!!” teriak Paladin of the Cursed Dragon yang terkurung dalam kegalapan yang tidak pernah berakhir, “bagus sekarang hanya tinggal menunggu Arif…” ucap Garaito yang perlahan-lahan aura hitamnya menghilang dan ekspresinya kembali ke ekspresi Garaito yang lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu beberapa puluh menit yang lalu ketika Garaito masih sibuk bertarung dengan Paladin of the Cursed Dragon, “woi!!! Kuda hentai!!!” teriak Arif sambil terus berlari ke arah Mezuki, Mezuki yang terkejut karena di panggi hentai langsung menoleh ke arah Arif, “Rocket Punch!!!” teriak Arif sambil terus berlari dengan kecepatan penuh ke arah Mezuki, “aku bukan kuda Hentai!!!! Aku KUDA PHEDO!!!!!!” teriak Mezuki sambil mengayunkan kapaknya ke arah Arif, Arif menghindar ke belakang Mezuki untuk menghindari hantaman kapaknya, “heh!! Jangan menyebut diri mu Phedo kalau kau belum bisa mendapatkan Shana chan!!” teriak Arif sambi siap-siap untuk memukul Mezuki, “tunggu!!!” teriak Mezuki, “NO MERCY!!” teriak Arif, “kau juga belum mendapatkan Shana chan!! Karena Shana chan adalah milik Ryou Kurokaze!!!” teriak Mezuki, Arif yang mendengar itu langsung menghentikan pukulannya dan langsung berjongkok untuk meratapi nasibnya, “gampang~~” ucap Mezuki dalam hati, Mezuki kembali mengayunkan kapaknya ke arah Arif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“argh!! Aku tidak akan Down hanya karena tidak bisa mendapatkan Shana!!” teriak Arif sambil menghindari hantaman kapak Mezuki, “nani? Tapi barusan kau langsung down kan?” ucap Mezuki dalam hati, Arif melompat ke atas Mezuki dan menonjok kepala Mezuki dengan kekuatan penuh, “Meteo Punch!!” teriak Arif sambil mementalkan Mezuki ke arah pilar tulang yang ada di belakangnya dan membuat pilar tersebut roboh, “heh kekuatan Phedo sejati tidak selemah itu!! Kalau serangan mu seperti itu berarti kau bukan Phedo sejati!!” teriak Mezuki sambil kembali berdiri, “khu khu khu sudah ku bilang Phedo sejati adalah orang yang bisa mendapatkan Sanzenin Nagi…” ucap Arif sambil tersenyum licik, “kau merubah syarat Phedo sejati mu tuh… dan lagi Author dari cerita ini tidak ada niat memasukan Sanzenin Nagi tadinya Author dari cerita ini berniat menjadikan Nagi sebagai Partner Ashley tapi tidak jadi… jadi sampai kapan pun kamu bukan Phedo sejati…” balas Mezuki, dan lagi-lagi Arif kembali meratapi nasibnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aha! Sudah ku duga mudah sekali membuat orang ini menjadi lemah!!” ucap Mezuki kembali berlari ke arah Arif dan menghantamkan kapaknya ke arah Arif, karena Arif yang masih down, dia menjadi tidak bisa menghindari hantaman kapak dari Mezuki, sehingga Arif terlempar ke pilar tulang terdekat, “tunggu kau curang!! Kau menyerang ketika aku sedang tidak siap!!” teriak Arif, “kan kau yang bilang No Mercy” balas Mezuki, Arif terlihat kesal dan kembali berlari ke arah Mezuki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tsundere Punch!!” teriak Arif sambil melancarkan tinjunya ke arah Mezuki, Mezuki berhasil menahan tinju dari Arif, kemudian Arif berputar dan menendang Mezuki, “Moe Kick! Yandere Uppercut!! Dandere!!! Headbangin!!!!” teriak Arif sambil terus menerus melancarkan serangannya dan diakhiri dengan menjedodkan kepalanya sendiri ke Mezuki dan membuat Mezuki kembali terlempar ke pilar tulang yang lainnya, “sial!! kau mengaku Phedo tapi mengeluarkan serangan tanpa satupun yang bernama “Loli”!!” teriak Mezuki, kemudian Mezuki melompat ke atas Arif, “lihatlah!! Kekuatan Phedo sejati!! Loli Big Axe!!!” teriak Mezuki, kemudian kapak Mezuki membesar dan kemudian Mezuki mengayunkannya ke arah Arif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“heh Loli? Loli itu bertubuh kecil kalau kapak mu membesar berarti kau bukan Loliphedo!!” teriak Arif, kemudian Arif menahan Kapak milik Mezuki dengan kedua tangannya, “mus-mustahil!!” teriak Mezuki yang terkejut, “kurasa kau memang benar-benar lemah… dengan ini kau…” ucap Arif sambil memegang Kapak milik Mezuki dan perlahan-lahan kapak milik Mezuki mulai retak, “a-apa, apa yang kau lakukan!!” teriak Mezuki, “bukan Loliphedo sejati!!! Karena Loliphedo sejati!!!” teriak Arif, dan perlahan-lahan kapak Mezuki semakin retak, dan baju Arif mulai robek, “selalu punya tubuh GAR seperti Adam Blade!!!” teriak Arif, dan seketika baju Arif robek dan memperlihatkan otot-otot yang ada di tubuh Arif, genggaman Arif ke kapak Mezuki semakin kencang dan akhirnya membuat kapak Mezuki pecah, “mustahil!!! Tidak mungkin kau punya tubuh GAR!!! Bahkan kamu tubuhmu melebihi tubuh ku yang GAR!!” teriak Mezuki yang terkejut, Arif melompat dan terbang mengarah ke Mezuki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“berhenti ku suruh kau berhenti!!!!” teriak Mezuki yang ketakutan, “Overdrive!!! Loliphedo Rage!!!” teriak Arif, pukulan Arif berhasil menghatam dada Mezuki dan membuat tubuh Mezuki retak, “tidak!!! Aku tidak mau kembali ke neraka!!!” teriak Mezuki, “mati!!! Haaaaahh!!!!” teriak Arif, tubuh Mezuki yang retak perlahan-lahan pecah menjadi beberapa bagian dan akhirnya pecah dan menjadi debu, “kalau bisa aku mau ke surga karena mungkin saja disana ada Loli… sial…” ucap Mezuki sebelum menghilang dengan sempurna, “dasar bodoh!! Tidak ada Loli buat Loliphedo gagal seperti mu!!!” teriak Arif, setelah itu Arif kembali turun ke tanah dan berjalan ke tempat Garaito, “mudah-mudahan dia sudah selesai dengan pertarungannya” ucap Arif sambil terus berjalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sial!! Mezuki dan Paladin of the Cursed Dragon telah di kalahkan!!” ucap Caesar yang berada di puncak Tokyo Tower, “anda tidak apa-apa King of Underworld?” Tanya Alter Saber, yang berjalan ke arah Caesar, “ya aku tidak apa-apa… lihat saja Ryou, Dave, dan Brendan… ini baru permulaan!!! Setelah ini akan lebih banyak pasukan Undead milik ku yang akan menghalangi kalian!!” teriak Caesar, Caesar berbalik dan berjalan menuju peti raksasa yang memiliki lambang Koa’ki Meiru di gemboknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“bahkan pasukan Undead yang tidak pernah kalian bayangkan sebelumnya… hehehehehehe ahahahahahahahahahahahahaha!!!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang terkunci di balik peti yang terdapat simbol Koa’ki Meiru tersebut? dan apakah rencana Caesar berikutnya untuk menghalangi Brendan dan yang lainnya? Better wait for next Episode… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Episode: STRIKE BACK OF UNDEAD!! THE IMMORTAL UNDEAD!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-755446779116564358?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/755446779116564358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/12/chapter-24-true-stage-has-been-revealed.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/755446779116564358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/755446779116564358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/12/chapter-24-true-stage-has-been-revealed.html' title='CHAPTER 24: THE TRUE STAGE HAS BEEN REVEALED'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-1476965965778122837</id><published>2009-12-21T04:04:00.000-08:00</published><updated>2009-12-21T04:07:10.814-08:00</updated><title type='text'>CHAPTER 23: THE POWER OF KING WHO WIELDING THE GOD'S WEAPON</title><content type='html'>CHAPTER 23: THE POWER OF KING WHO WIELDING GOD’S WEAPON&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Synthesis Embody!!” teriak Ryou sambil mengangkat tangannya dan tiba-tiba muncul 2 cahaya berwarna kuning dan biru yang membungkus kedua tangan Ryou, “heh! Tidak mungkin kau sudah bisa menguasai Synthesis Embody!! Karena Synthesis Embody itu sangat susah untuk di kendalikan!!” ucap Cain dengan nada yang merendahkan, Ryou tertawa pelan dan tersenyum, “mau melihatnya? Apa kau lupa kalau aku adalah King of Overlord?” ucap Ryou, “begitu? Kalau begitu aku akan membunuh mu sebelum kau berhasil menyelesaikan Synthesis mu!!” teriak Cain, kemudian Cain menghilang dan muncul kembali di depan Ryou dan besiap-siap memukul Ryou dengan Gauntletnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“jangan menganggu kau!!” teriak Shana, kemudian Shana berlari ke arah Ryou dan menebaskan Nietono no Shana miliknya ke arah Cain untuk menghalangi pukulan Cain yang di arahkan ke Ryou, Cain menghindari tebasan Shana kemudian berusaha menendang Shana, tetapi Shana berhasil menghindarinya dan kembali menendang perut Cain sehingga Cain terlempar ke belakang, kemudian Shana mengeluarkan sayap apinya dan terbang ke arah Cain untuk menebasnya berkali-kali tapi semua serangan Shana berhasil di tangkis oleh Cain, tetapi setiap kali Cain menagkis serangan Shana, gerakan Cain terlihat melambat untuk sesaat, dan Shana menggunakan celah itu untuk kembali menendang Cain dan melemparnya ke tulang di dekat Solva.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“terima kasih Shana!!” ucap Ryou, “ku rasa aku harus tetap melindungi mu seperti ini karena kau selalu nekat baka!!” ucap Shana dengan muka memerah, Ryou hanya tersenyum melihat Shana, sementara Cain sudah kembali berdiri lagi dan bersiap-siap menyerang Ryou kembali, “sayang sekali Cain kau telat… Synthesis Embody!! Rai-Oh!! Goku En!! Tsuin Gatana!! Amaterasu!! Tsukiyomi!!!” teriak Ryou, kemudian kedua cahaya yang membungkus kedua tangan Ryou meledak dan memperlihatkan dua katana, keduanya bergagang hitam, yang membedakannya hanyalah kedua warna dari mata katana tersebut, Amaterasu bewarna merah seperti api sedangkan Tsukiyomi berwarna biru seperti es, “begitu… jadi itu Synthesis Embody? Terlihat lebih lemah dari yang ku duga…” ucap Cain dengan nada yang lagi-lagi terdengar merendahkan, Ryou berlari ke arah Cain dan menyerangnya dengan membabi buta, “oh ya lemah? Mari kita liat siapa yang lemah!!” ucap Ryou, Ryou melompat ke belakang, dan kemudian Amaterasu menyala dengan terang, “Taiyou no Bakuhatsu!!” teriak Ryou, kemudian Amaterasu mengeluarkan bola api yang besar dan berbentuk seperti matahari, bola api tersebut terbang ke arah Cain dan kemudian meledak menjadi ledakan yang sangat besar, Cain tidak bisa menghindari ledakan tersebut dan terlempar jauh, Ryou pun mengeluarkan sayap api dan es, dan kemudian terbang untuk mengejar Cain yang terlempar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ryou!!” teriak Shana, Shana terbang untuk mengejar Ryou, tetapi tiba-tiba badan Shana terasa berat dan tidak dapat terbang untuk mengejar Ryou, “a-apa!! Ini!!” ucap Shana kaget, tiba-tiba Shana terlempar kembali ketanah dengan hantaman yang kuat sehingga membuat lubang di tanah tempat Shana terjatuh, “Magnetic World… khu khu khu hahahahahaha!! Kau masih ada urusanku dengan ku!! Ahahahahahahaha!!!” teriak Solva yang menghadang Shana agar Shana tidak mengejar Ryou, “sial!! bertahanlah Ryou aku akan membantu mu… tapi sementara ini aku akan mengurus yang ada di sini dulu…” ucap Shana, kemudian Shana mengeluarkan Nietono no Shana miliknya dan berlari ke arah Solva, “Solva!!!!” teriak Shana, Solva tersenyum licik dan kemudian mengambil ancang-ancang untuk bertarung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di kejauhan King of Underworld sedang melihat pertarungan antara Cain dan Ryou sampai seseorang muncul di belakang King of Underworld, “sudah ku duga kau di sini…” ucap orang yang mengenakan kaca mata itu sambil tertawa, “Nando… tak ku sangka kau datang kesini…” ucap King of Underworld, King of  Underworld berbalik dan menatap Nando dengan tajam, “ada urusan apa kau di sini?” ucap King of Underworld, “apakah itu yang kau katakan ketika kau bertemu dengan orang yang memberikan mu segalanya hah?” balas Nando, King of Underworld merasa kesal dengan perkataan Nando, setelah itu dia kembali berbalik dan kembali melihat pertarungan Ryou, “sesuai janji ku pada mu… aku akan membantu mu menjadi satu-satunya King of Overlord dengan cara membunuh King of Overlord yang lainnya… yang berarti aku akan membunuh Ryou dan Dave…” ucap King of Underworld, “hahahaha itulah yang harus kau lakukan sebagai satu dari beberapa “Kaizer Project” yang berhasil” ucap Nando senang, Nando kembali membetulkan letak kaca matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sayang kau masih belum bisa mengontrol kekuatan mu seperti salah satu Kaizer Project yang lainnya” ucap Nando sambil tersenyum, “jangan pernah bandingkan aku dengan dia!! Aku masih lebih baik dari dia!!” ucap King of Underworld sambil terus melihat pertarungan Ryou, “yah itu terserah kamu, kalau kamu bisa mengalahkan orang itu berarti kamu memang Kaizer Project yang paling sempurna… toh kemampuan kamu hanyalah pengeluaran Aura yang tak terbatas, sedangkan dia berhasil mengontrol Auranya dengan sempurna…” ucap Nando tersenyum, “manusia selalu serakah… padahal dia berbeda dari Kaizer Project yang lainnya tapi kau masih menginginkannya? Heh dasar Manusia” ucap King of Underworld sambil meledek, “kau juga manusia sebelum menjadi seperti ini jadi jangan mengejek ku dan ingat apa pun yang kau coba kau tidak bisa melawan ku…” ucap Nando, King of Underworld sedikit mendesah karena kesal tapi Nando tidak memedulikan itu, setelah itu Nando melihat ke atas langit dan sedikit teringat dengan masa lalunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Vraniel!! Liat percobaan ini sudah menunjukan kemajuan!!”&lt;br /&gt;“bagus akhirnya kita bisa sedikit lebih tenang… dan mungkin kita bisa pulang setelah ini…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tidak!! Ini salah!! Kita harus menghentikan percobaan ini Nando!!”&lt;br /&gt;“apa yang membuat mu ingin berhenti Vraniel? Setelah sejauh ini kau ingin meninggalkan ku?”&lt;br /&gt;“seharusnya kau juga mengerti!! Ini sama saja membawa bahaya yang lebih besar ke dunia ini!!”&lt;br /&gt;“tidak seharusnya dengan ini kita bisa menghentikan bahaya itu kau harus mengerti Vraniel…”&lt;br /&gt;“tidak ini akan hanya akan menghancurkan keseimbangan dunia…kita harus menghentikan “Kaizer Project” sekarang juga sebelum terlambat…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“apa-apaan ini Vraniel!! Apa maksud mu!! Kenapa kau mengkhianati ku!!”&lt;br /&gt;“belajarlah dari pengalaman mu Nando dan maafkan aku tempat itu mungkin tempat yang paling cocok untuk mu… sedangkan aku… aku akan membayar semua dosa-dosa kita…”&lt;br /&gt;“a-apa? Apa yang telah terjadi pada mu!!”&lt;br /&gt;“aku menjalankan “Counter Kaizer Project” dan menggunakan tubuh ku sendiri sebagai kelinci percobaan… dan akibatnya adalah sekarang aku mengidap penyakit yang tidak dapat ku sembuhkan… tapi setidaknya aku berhasil menciptakan 1 “Kaizer Project”… bukan untuk alasan yang seperti dulu kita cetuskan… tapi alasan yang baru… setidaknya ini bisa menghentikan “Kaizer Project” milik mu…”&lt;br /&gt;“Vraniel… kau… aku tidak akan memaafkan mu… kau tahu itu kan…”&lt;br /&gt;“terserah apa kata mu… lagi pula ini ku lakukan juga untuk anak ku… satu-satunya anak yang ku miliki...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Vraniel… sahabat lama ku… alasan apakah yang telah kau temukan dulu…” ucap Nando dalam hati, Nando menutup matanya dan kembali membuka matanya perlahan-lahan, “maaf kan aku teman lama… tidak lama setelah kau meninggal… aku kembali melanjutkan “Kaizer Project” tapi seharusnya kau yang paling mengerti kenapa aku melakukan ini... tapi kenapa…” Nando berbalik dan berjalan ke arah King of Underworld, “sebaiknya kau bersiap-siap untuk panggung yang sesungguhnya Kaizer of Abyss…” ucap Nando tersenyum, “ya aku mengerti aku akan mulai menjalankan rencana kita…” ucap King of Underworld, kemudian dia berbalik dan meninggal kan Nando sendirian, “hahaha ahahahahaha!! Lihatlah Vraniel!! Ini adalah tahap awal dari “Kaizer Project milik kita dulu!! Juga tahapan awal dari… langkah ku menjadi Dewa!! Dan menjadi satu-satunya King of Overlord di dunia ini!” ucap Nando, kemudian Nando memanggil Judgment Dragon dan menaikinya kemudian pergi dari tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cain!!! Fubuki no Ken!! Jigoku no Ken!!” teriak Ryou, tiba-tiba Amaterasu mengeluarkan api yang sangat besar, begitu juga dengan Tsukiyomi yang di bungkus oleh es dan membentuk pedang raksasa, “Ken no Mai!! Ryu no Gekido!!” teriak Ryou, kemudian Ryou, menebas Cain dengan kecepatan penuh dan tanpa henti sehingga dalam waktu beberapa detik saja Ryou sudah menebaskan pedangnya berpuluh kali-kali, “Shiage… Ryu no Hoko!!” Ryou mengayunkan kedua pedangnya dan dari kedua pedang tersebut muncul naga es dan naga api, kedua naga tersebut terbang ke arah Cain, “shimata!! Drive Barrier!!” teriak Cain, kemudian Cain menciptakan semacam tameng sinar untuk menangkis serangan Ryou tetapi ternyata semua itu percuma dan malah menghancurkan sebagian dari armor milik Cain, “argh!!!” teriak Cain kesakitan setelah itu Cain yang terkena serangan kedua naga milik Ryou terbawa dan terlempar ke tanah sehingga menyebabkan ledakan yang sangat besar dan dalam waktu beberapa detik semua area yang terkena ledakan membeku dan membentuk kristal es raksasa dengan Cain di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Koware ta…” ucap Ryou pelan, seketika kristal es tersebut pecah menjadi berkeping-keping kristal dan Cain yang terkurung di dalamnya langsung mengeluarkan banyak darah dari semua luka tebasan yang tercipta karena serangan Ryou tadi, Cain pun terjatuh ke tanah dan bertepatan dengan Caesar yang kebetulan melewati tempat itu, Caesar yang melihat kejadian itu terkejut dan berlari ke arah Cain, “hei kau tidak apa-apa?!” teriak Caesar dengan suara yang khawatir, “Caesar!! Jangan dekati orang itu!! Dia orang yang berbahaya!!” teriak Ryou berusaha memperingatkan Caesar, tapi terlambat, Cain yang sudah sadar mencekik Caesar dan menahannya, “agh… a-apa-apaan ini…” ucap Caesar yang sesak nafas, “begitu… jadi kau adalah teman mereka…” ucap Cain sambil terus mencekik Caesar, “hentikan dia tidak ada hubungannya!!” teriak Ryou, “kenapa kau takut? Kau takut kalau kau menyerang juga akan mengenai teman mu hah! Dasar lemah!!” ucap Cain, Ryou tertawa pelan, “takut? Aku tidak takut… aku hanya tidak ingin menambah dosa ku saja…” ucap Ryou, Cain tersenyum licik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ry-Ryou kun?” ucap Caesar, Caesar melihat Ryou dan dia menyadari kalau Ryou tidak main-main, “kalau begitu coba lah!! Serang aku dengan Overdrive mu!!” teriak Cain yang menantang Ryou, “Overdrive?” ucap Ryou dengan nada kebingungan, “sayangnya ketika seorang Overlord menggunakan Synthesis Embody dia tidak akan bisa menggunakan Overdrive…” ucap Ryou, Cain yang mendengar itu terlihat senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ahaha—“ belum selesai Cain tertawa Ryou sudah kembali memotong, “tapi!! Dalam Synthesis Embody terdapat teknik tertinggi yang bahkan kemampuannya melebihi seratus kali kekuatan Overdrive!!” teriak Ryou, Cain yang mendengar itu terkejut, “a-apa!! Jangan bercanda!!” teriak Cain yang terlihat ketakutan, “apa kau berniat membunuh teman mu!!” ucap Cain sambil mengangkat Caesar di depannya, “hah dari awal dia bukan teman ku… dia teman Brendan dan Ashley” ucap Ryou dengan tenang, “a-apa tidak mungkin!!” teriak Cain lagi, “mau kubuktikan?” Ryou mengangkat kedua pedangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hentikan!!” teriak Cain, tapi Ryou tidak memedulikan apa yang di katakan oleh Cain, “Synthesis Release…” ucap Ryou pelan kemudian katana Ryou bercahaya, “Mugen no Sora!! Hanketsu no Kami!!” teriak Ryou dan di belakang Ryou muncul sesosok ksatria dengan bersenjatakan dua pedang, “Synthesis Release adalah suatu fase di mana kita memperlihat diri kita yang sesungguhnya… atau merupakan cerminan diri kita yang sesungguhnya… kekuatan… kepandaian… kekuasaan… semua ada di situ karena itu sosok yang selalu muncul ketika seorang Overlord melepas Synthesis Embody milik mereka adalah Avatar dari cerminan diri mereka yang biasa di sebut Guardian…” ucap Nando yang melihat pertarungan Ryou dan Cain dari punggung Judgment Dragon, “sebenarnya sudah sejauh mana kah kau berkembang Ryou…kurasa sudah ketahuan siapa yang menang mari pergi Judgment Dragon…” Nando dan Judgment Dragonnya pun berbalik dan terbang pergi meninggal kan pertarungan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cain terimalah hukuman mu!!! Siegfried!!” teriak Ryou, Ryou mengayunkan pedangnya dan di ikuti oleh ksatria yang ada di belakang Ryou, dan begitu pedang milik ksatria tersebut menyentuh tanah terjadi ledakan yang amat sangat besar dan aura dari pedang tersebut menebas semua yang ada di depannya dengan jangkauan yang melebihi satu kilometer, “argh!!” teriak Cain dan dalam beberapa detik semua sudah hancur berantakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hmmm” Caesar melihat sekelilingnya yang di penuhi oleh asap, dan dia melihat Cain yang terluka amat sangat parah dan Ryou yang bediri agak jauh dari Cain, “bagaiman masih mau bertarung?” Tanya Ryou, “brengsek!! Aku akan membalas dendam ini aku akan membalas rasa sakit ini!” teriak Cain, “baiklah kalau begitu kau ingin mati…” ucap Ryou pelan, kemudian Ryou berlari ke arah Cain, “Magnetic World! Anti! Ryou Kurokaze!!” ucap Solva yang tiba-tiba muncul dari langit, Ryou yang terkena effect dari Magnetic World terlempar ke belakang, Ryou melihat Solva dan dia melihat beberapa luka tebasan di tubuh Solva. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hehehehe sepertinya Shana telah mengalahkan mu…” ucap Ryou tertawa kecil, Solva tidak memedulikan kata-kata Ryou dan kemudian menopang Cain di bahunya, “kita harus pergi sekarang Cain…” ucap Solva, Cain menggeram kemudian menenangkan dirinya, “ya kau benar… kita pergi sekarang Solva…” ucap Cain, “tunggu kalia--!!” Ryou berusaha mengejarnya tetapi Cain dan Solva sudah menghilang, “cih…” ucap Ryou kesal, kemudian Ryou melihat Caesar, Caesar yang sadar bahwa dia tidak terluka mendekati Ryou, “bagaimana bi—“ ucap Caesar, “bukan urusan mu!!” balas Ryou, Caesar yang di balas seperti kaget, “jangan-jangan aku hanya menjadi beban ya…” ucap Caesar sambil menundukan kepalanya, “ya kau menjadi beban!! Kau hanya mengganggu!! Lebih baik kau jangan pernah muncul di depan ku dan yang lainnya lagi!! Dunia ini bukan dunia mu!!” teriak Ryou, Caesar yang dibentak sangat terkejut dan tidak berani melawan, “be-begitu? Baiklah…” Caesar berbalik dan pergi meninggalkan Ryou sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sial pertarungan ini terlalu melelahkan… biarkan aku istirahata sebentar…” ucap Ryou yang kemudian jatuh tidak sadarkan diri, “Ryou!! Di mana kau!!” teriak Shana yang sedang mencari Ryou, tiba-tiba Shana tersandung sesuatu dan dia menyadari bahwa dia tersandung oleh tubuh Ryou, “argh!! Kenapa sih dia selalu mudah lelah!!” teriak Shana kesal, kemudian Shana melihat wajah Ryou yang tertidur, dan tiba-tiba muka Shana berubah merah, “urgh… sekali saja boleh kan Alastor?” ucap Shana pelan bertanya ke kalung yang di pakainya, “aku tidak pernah melarangmu…” ucap Alastor, muka Shana tambah memerah, “ba-baiklah…” ucap Shana pelan, kemudian Shana menunduk dan mendekatkan mukanya ke Ryou dan setelah itu Shana mencium Ryou, sementara itu Caesar yang berlari meninggalkan Ryou berhenti di gang yang sempit dan gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hahahahaha AHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!! Sepertinya sandiwara ku terlalu jelek ya selama ini wahahahahahaha… Alter Saber kau ada di sana kan? Mulai sekarang kita lanjutkan rencana kita ke fase ke-dua” ucap Caesar kepada seseorang yang ada di belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ya King of Underworld… semua persiapan sudah selesai”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tirai panggung sudah terbuka… beberapa hal baru telah terkuak… masa lalu Nando mulai ketahuan… dan sekarang tirai untuk panggung sebenarnya telah terbuka… apakah “Kaizer Project” itu? Dan benarkah Caesar itu King of Underworld? Better wait next Episode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Episode: THE TRUE STAGE HAS BEEN REVEALED&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-1476965965778122837?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/1476965965778122837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/12/chapter-23-power-of-king-who-wielding.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/1476965965778122837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/1476965965778122837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/12/chapter-23-power-of-king-who-wielding.html' title='CHAPTER 23: THE POWER OF KING WHO WIELDING THE GOD&apos;S WEAPON'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-236648814239627154</id><published>2009-12-15T07:32:00.001-08:00</published><updated>2009-12-15T07:32:58.122-08:00</updated><title type='text'>CHAPTER 22: REVENGE!!!</title><content type='html'>CHAPTER 22: REVENGE!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“oke aku akan memanggil mu dengan panggilan Takumi!!” ucap perempuan itu, “a-apa!!! Sudah kubilang nama ku Ashley!!” teriak Ashley sambil memasang ekspresi facepalm, “hah? Kurang bagus ya? Kalau begitu Akira!!” balas perempuan itu lagi, Ashley memukul mukanya sendiri kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan taman, “oi Akira!! Mau ke mana??” panggil perempuan itu, “bukan urusan mu…” jawab Ashley pelan, tiba-tiba gerakan Ashley terhenti dan Ashley langsung memasang wajah setengah ketakutan, “I, ini tidak mungkin…” ucap Ashley dalam hati, “ada apa Akira?” Tanya perempuan tersebut, “sial!! di mana dia!! Ada di mana!!” ucap Ashley dalam hati, kemudian Ashley menoleh ke kanan dan ke kiri, “bawah!!!” teriak Ashley, Ashley berbalik dan berlari ke arah perempuan itu kemudian menarik perempuan itu lari keluar taman, “ada apa Akira?!” Tanya perempuan itu terkejut, tiba-tiba dari bawah tanah muncul beratus-ratus tulang raksasa yang berbentuk pedang, Ashley terus berlari untuk menghindari tulang-tulang yang terus bermunculan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sial!! aku tak menyangka akan ada serangan di sini!!” teriak Ashley, tiba-tiba Ashley tersandung batu dan terjatuh, kemudian dari belakang muncul bola api yang mengarah ke Ashley, “shimata!!” teriak Ashley dalam hati, “DOPLEGANGER!!” teriak perempuan itu bola api tersebut tepat mengenai Ashley dan perempuan itu dan kemudian menciptakan ledakan yang besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah asap menipis Ashley kembali membuka matanya, “kau tak apa-apa Akira?” ucap perempuan itu, “bagaimana mungkin kita masih selamat… dan nama ku Ashley…” ucap Ashley sambil melihat keadaan sekeliling yang berantakan karena tulang-tulang yang bermunculan dari tanah, hanya saja sekarang tulang-tulang tersebut sudah berhenti bermunculan, perempuan itu mengangkat tangan kirinya yang menjadi besi yang kemudian perlahan-lahan kembali menjadi tangan manusia, “siapa kau?” Tanya Ashley sedikit terkejut, “nama ku agak panjang tapi kau bisa memanggil ku dengan Eve Neuchswanstein Sama” ucap Eve sambil mengibaskan rambutnya, sementara Ashley kembali melakukan facepalm. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ternyata kalian masih hidup…” ucap seseorang, Ashley menoleh ke arah suara itu dan dia melihat Cain, “kau…” ucap Ashley sedikit kesal, “hahaha kau masih mengingat ku kan? Ya aku kembali dengan teman baruku… aku bekerja sama dengan King of Underworld untuk mengubah dunia ini menjadi dunia yang lebih baik!! Sekaligus… membalas dendam kekalahan ku ketika pertarungan di pabrik dulu” ucap Cain sambil tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“heh mengubah dunia? Aku jadi merasa kasihan kepada kalian… tapi kau juga tidak berpihak sepenuhnya kepada King of Underworld kan?” Tanya Ashley, Cain terdiam sesaat kemudian menutup matanya, “ternyata kau juga mengetahuinya…” ucap Cain kemudian Cain kembali membuka matanya yang bersinar, “ya… aku juga akan membunuh King of Underworld… lebih tepatnya aku hanya menggunakan dia untuk menemukan keberadaan Nando dan ketiga Sacred Item yang telah di rebut olehnya…” ucap Kain, tiba-tiba Ashley menghilang kembali muncul di belakang Kain dengan keadaan sudah meembody Rooklord di tangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“heh ternyata kau masih belum berubah!! Lihatlah teknik yang telah ku kembangkan… Falcon Strike!!” teriak Ashley, kemudian Ashley memukul Kain dengan kecepatan penuh dan tanpa berhenti sehingga Kain tidak bisa membendung kecepatannya dan akhirnya pertahanan Kain runtuh dan terkena berpuluh-puluh pukulan yang di lancarkan oleh Ashley, setelah itu Ashley menendang Kain dan membuatnya terlempar ke tanah, “kau!!” ucap Kain kesal dan menahan dirinya dengan cara memanggil Power Tool Dragon untuk mengangkut dirinya agar tidak terjatuh ke tanah, tetapi tiba-tiba Power Tool Dragon kembali melempar Kain ke arah Ashley, Kain dan Ashley terkejut, “apa!! Apa yang kau lakukan aku tidak pernah memerintahkan mu untuk melempar ku kembali!!” teriak Kain, dan tiba-tiba Power Tool Dragon perlahan-lahan berubah menjadi Eve, “hehehe tapi sayangnya yang tadi itu aku bukan mesin milik mu” ucap Eve sambil tersenyum dan menunjuk ke arah Power Tool Dragon asli yang rusak parah dan mengeluarkan asap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“begitu perempuan itu dapat melakukan metamorphosis…” ucap Ashley dalam hati, Ashley kembali mengambil kuda-kuda dan bersiap-siap kembali menyerang Kain yang terlempar, “Fenrir Claw!!” teriak Ashley, kemudian dari kedua tangan Ashley muncul tiga sinar yang membentuk cakar raksasa, “haaaaaah!!!!” Ashley mengayunkan tangannya berkali-kali dan membentuk banyak luka tebasan di tubuh Kain, “argh!!!” teriak Kain kesakitan, “ini yang terakhir… Napalm Dragon!!” tangan Ashley mulai bersinar dan membentuk wujud kepala naga, kepala naga tersebut mulai mencharge sinar berwarna biru, “sayonara!!” teriak Ashley, kemudian Ashley bersiap-siap melepaskan sinar biru tersebut ke arah Kain, “Magnetic World… Anti… Ashley Lindwurm!!” ucap seseorang, dan tiba-tiba Ashley melihat bola sinar bewarna biru dan bola tersebut tepat mengenai Ashley dan membuat Ashley terlempar jauh ke arah salah satu tulang yang mencuat keluar dari tanah, sementara Eve berlari untuk menolong Ashley, “Akira!!” teriak Eve. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kain yang terjatuh ke tanah di Bantu bangun oleh seorang perempuan berambut biru dan berpakaian biru, “Solva… terima kasih…” ucap Kain, “heh jangan salah sangka!! Aku hanya akan membantu mu sampai Predator menguasai dunia! Aku sudah tidak tertarik lagi dengan Blackspot!!” ucap Solva dengan wajah yang terlihat arogan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Ashley yang terlempar tidak mengalami luka yang parah, Ashley kembali berdiri sambil berpegangan dengan tulang yang ada di dekatnya, “sial…” ucap Ashley pelan, “Akira!!” teriak Eve, Ashley melihat ke arah Eve, “kau tidak apa-apa?” Tanya Eve, “ya aku tidak apa-apa” balas Ashley, “sial serangan apa tadi… serangan itu jelas-jelas bukan serangan biasa… serangan itu seperti menolak dan mendorongku… ya seperti magnet… bagaimana cara aku menang… kalau terus begini” ucap Ashley dalam hati, kemudian Ashley melihat Eve, Eve yang menyadari kalau sedang di tatap Ashley kebingungan, “ada apa?” Tanya Eve, “tunggu!! Metamorphosis!!” teriak Ashley tiba-tiba, “apa-apaan sih!!” ucap Eve yang kesal karena kaget, “aku ada ide!!” lanjut Ashley yang kemudian membisikan sesuatu ke Eve. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ke mana mereka…” ucap Kain dalam hati, sementara di belakang Kain terdapat Power Tool Dragon yang sudah sempurna kembali, “hati-hati Solva mereka bisa muncul dari mana saja…” ucap Kain, “ya aku tahu itu!! Kau tidak perlu memberitahu ku!!” balas Solva, tiba-tiba Ashley muncul di belakang Solva, “heh” ucap Ashley, Solva yang sadar langsung berbalik dan mengarahkan tangannya ke Ashley, “kau!! Magnetic World!! Anti!! Ashley Lindwurm!!” teriak Solva, “terima kasih” ucap sebuah suara di belakang Solva, “apa!!” Solva kembali berbalik dan melihat Ashley kedua Ashley yang ini di selimuti aura biru karena effect dari Magnetic World milik Solva, kemudian karena effect Magnetic World Ashley yang kedua terdorong dengan kecepatan penuh ke arah Kain, “mustahil bagaimana mungkin!!” teriak Solva, sedangkan Ashley yang tadi menyerang Solva sudah mulai mendekat, “dasar bodoh!! Sesuatu seperti itu…” ucap Ashley yang pertama sambil mengangkat tangannya dan kemudian perlahan-lahan tangannya menjadi besi, “jangan-jangan kau!!” ucap Solva terkejut, “tidak akan mempan!! EVE CANNON!!!” teriak Ashley yang ternyata adalah Eve yang merubah dirinya menjadi Ashley, tangan besi Eve menghantam Solva dengan kencang dan membuat tanah yang di pijak Solva retak dan tercungkil, “argh!!!” teriak Solva yang mengeluarkan darah yang banyak dari mulutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“KAIN!!” teriak Ashley yang terbang menuju Kain karena kekuatan Magnectic World Solva, “kau!! Power Tool Dragon!!” teriak Kain, Power Tool Dragon terbang dan mencoba menghalangi Ashley, “FENRIR CLAW!!” Ashley membelah Power Tool menjadi beberapa bagian, “selama kau belum menguasai Embody kau tidak akan bisa mengalahkan ku!!” teriak Ashley, kemudian Ashley menendang Kain dan melompat ke atas menggunakan tubuh Kain sebagai pijakan, Kain yang di jadikan pijakan terlempar ke belakang, “karena itu lebih baik kau menyerah!! NAPALM DRAGON!!” Ashley menembakan projectile berwarna biru ke arah Kain, kemudian projectile tersebut terbelah dan menjadi sesuatu yang berbentuk seperti missile yang mengarah ke arah Kain dan kemudian meledak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“baiklah… kau bilang aku tidak akan bisa mengalahkan mu kalau, aku tidak menggunakan Embody… kalu begitu… sekarang ku tunjukan!!” teriak Kain, tiba-tiba Power Tool Dragon yang terbelah menjadi sinar dan mengarah ke arah Kain, “Perfect Embody!! Power Tool Dragon!!” teriak Kain, kemudian cahaya yang menyelimuti tubuh Kain meledak dan memperlihatkan sosok Kain yang terbungkus oleh armor hi-tech sehingga Kain terlihat berbentuk seperti Mecha, “aku akan membunuh mu!!” teriak Kain, tiba-tiba Kain menghilang dan muncul kembali tepat di depan Ashley. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“a-apa?!” ucap Ashley yang terkejut, “Arms Blast!!” teriak Kain, kemudian Kain memukul Ashley dengan Gauntlet yang terpasang di tangannya dan kemudian Gauntlet tersebut meledak dan melempar Ashley, Kain kembali terbang ke arah Ashley, “Lesser Blade!!” Kain berputar dan mengeluarkan pedang sinar dari punggungnya dan kemudian menebas Ashley, setelah itu Kain menendang Ashley ke atas, “ini yang terakhir… Rail Gun!!” ucap Kain sambil mengeluarkan sesuatu yang berbentuk seperti pistol dari kakinya, kemudian pistol tersebut menembakan sinar biru yang di aliri listrik dan sinar tersebut tepat mengenai Ashley, “argh!!!” teriak Ashley yang kesakitan, setelah itu Kain kembali menghilang dan muncul di belakang Eve. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sial!!” ucap Eve, Kain menendang Eve dan membuat Eve terdorong ke belakang, “Solva kau bisa membantuku sedikit lagi?” Tanya Kain, “baiklah…” Solva yang terluka karena serangan Eve kembali berdiri, “Magnetic World!! Anti!! Kain!!” teriak Solva, Kemudian Kain terdorong dan melesat dengan cepat ke arah Eve, “mati!! Magnetic World plus Rocket Punch!!” kemudian Kain memukul perut Eve dan pukulan dari Kain kembali meledak dan melempar Eve ke atas, hanya saja kali ini muncul Rocket yang di tembakan dari Gauntlet milik Kain yang mengarah ke arah Eve. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sial!!” teriak Eve, Eve yang kehabisan kalori tidak bisa lagi melakukan transformasi, “King’s Rule!! Black Hole!!” teriak seseorang, kemudian muncul pusaran yang menelan semua rocket yang di tembakan oleh Kain, “kau… Ryou Kurokaze…” ucap Kain, kemudian Eve yang terlempar di tahan oleh Shana agar tidak membentur tanah, “maaf sepertinya aku terlambat…” ucap Ryou, “kau sangat telat bodoh!!” teriak Ashley yang terluka, “tapi tidak apa-apa kau hanya tinggal istirahat saja di sana orang lemah… karena tidak akan memakan waktu lama” ucap Ryou yang kesal karena di panggil bodoh oleh Ashley, “hah orang lemah?” balas Ashley yang juga kesal, “Shana dan aku akan membereskan kedua orang ini…” ucap Ryou pelan, “hoo mari kita liat apa yang bisa kau lakukan” balas Kain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Synthesis Embody…” ucap Ryou sambil mengangkat kedua tangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Ryou sudah benar-benar menguasai Synthesis Embody? Bagaimanakah kelanjutan pertarungan ini? better wait next Episode… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Episode: THE POWER OF KING WHO WIELDING GOD’S WEAPON&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-236648814239627154?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/236648814239627154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/12/chapter-22-revenge.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/236648814239627154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/236648814239627154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/12/chapter-22-revenge.html' title='CHAPTER 22: REVENGE!!!'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-8629560690292497705</id><published>2009-12-15T07:31:00.000-08:00</published><updated>2010-04-10T19:33:54.446-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 21: DECENDANT OF WAR GOD!! NEOS EMBODY!!</title><content type='html'>CHAPTER 21: DECENDANT OF WAR GOD!! NEOS EMBODY!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kau bagaimana mungkin kau masih hidup?!” ucap Marcel terkejut, “ahahahahahaha Marcel apa kau tahu rasanya di kirim ke neraka? Apa kau tahu?! Kau tidak tahu kan!!! Karena itu aku akan membuatmu merasakannya!! Neraka!!! RED EYES ZOMBIE DRAGON!!!” teriak Grail tertawa, setelah itu Red Eyes menembakan api dengan membabi buta, Marcel mencoba menghindari semuanya dan dia berhasil menghindarinya walaupun ada beberapa yang mengenainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Neos!!!” ucap Marcel, dan dari belakang Marcel muncul cahaya yang membentuk Neos, setelah itu Neos langsung terbang ke arah Red Eyes dan api yang di tembakan Red Eyes bertabrakan dengan Neos sehingga terjadi ledakan yang besar, “hahahaha! Aku akan membunuh mu dan membuat mu merasakan neraka!!” teriak Grail, Red Eyes mencharge api yang besar dan kemudian menembakannya ke arah Marcel tetapi muncul Neos yang berubah menjadi Divine Neos dan memasang Barrier untuk melindungi Marcel sehingga Marcel terlindungi dari serangan Red Eyes, “anda tidak apa-apa tuan Marcel?” tanya Neos, “aku tidak apa-apa tapi daripada itu...” ucap Marcel pelan, kemudian Marcel membuka kancing blazer sekolahnya dan melempar tasnya ke belakang, “kita harus mengembalikan orang ini ke neraka...” ucap Marcel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hah? Ahahahahaha! Kau kira kau bisa menang?! Embody Red Eyes Zombie Dragon!!” ucap Grail, tiba-tiba Red Eyes berubah menjadi cahaya dan bersatu dengan tangan Grail dan membentuk pedang yang menyatu dengan tangan Grail, “hahaha mati!” Grail berlari ke arah Divine Neos dan marcel kemudian menyerang mereka dengan membabi buta, “sial kalau begini terus...” ucap Marcel dalam hati, “Neos!! Divine Blade!!” teriak Marcel, Neos mengangguk dan mengumpulkan sinar di tangannya dan membentuk pedang, “Divine Blade!!!” teriak Neos dan Marcel bersamaan, setelah itu Neos mengayunkan pedang cahayanya dan menciptakan ledakan cahaya yang besar dan menghancurkan daerah sekelilingnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“apakah sudah selesai?” ucap Marcel kelelahan, sementara Neos mulai menjadi transparan karena Marcel yang Auranya tinggal sedikit, “heh~~ kalian kira aku sudah mati? Jahat sekali...” ucap Grail, tiba-tiba dari asap muncul Grail yang penuh luka dan perutnya terpotong sehingga terlihat sesuatu yang seperti usus, Marcel mual melihat itu dan menahan muntah, “kau bukan manusia...” ucap Marcel sambil terus menahan mual, “hahaha tentu saja! Aku yang sekarang Zombie!” ucap Grail, setelah itu semua organ yang terlihat kembali masuk dan semua luka kembali menutup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“begitu bahkan kau sudah tidak layak untuk hidup lagi...” ucap Marcel, “heh pahamilah Marcel! Aku sekarang ada di atasmu!! Aku tidak bisa mati!! Sedangkan kau! Sekarang bagiku kau hanyalah mahluk rendah tidak tahu diri!!” ucap Grail, kemudian Grail mengangkat tangannya dan mengumpulkan cahaya hitam, “mati dan rasakanlah neraka... Death Blade!!” teriak Grail, kemudian Grail menebaskan pedangnya dan menebas punggung Marcel, Neos berusaha melindunginya tetapi badannya yang sudah setengah menghilang tidak bisa menahan pedang milik Grail. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“argh!!!!” teriak Marcel, luka Marcel mengeluarkan darah yang banyak, setelah itu Marcel berjalan perlahan ke belakang dan terduduk di pohon yang ada di belakangnya, tiba-tiba nafas Marcel menjadi sesak dan seluruh organ tubuhnya menjadi sakit seakan-akan mau meladak, “grgh!!! Argh!!!!!” teriak Marcel yang tidak bisa menahan rasa sakit yang di deritanya, “hahahaha ahahhahahahahaha!!! Bagaimana Marcel?! Itulah neraka perlahan-lahan kau akan mati!! Dengan keadaan tersiksa!!” teriak Grail bahagia, “—kit...” ucap Marcel pelan, “apa? Sakit sekali ya?” tanya Grail dengan nada mengejek, Marcel kembali bediri dalam keadaan terluka parah kemudian tersenyum dan menatap Grail dengan tatapan percaya diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dasar bodoh aku bilang tidak sakit...” ucap Marcel, Grail yang mendengar itu menjadi sangat jengkel dan kesal, “tatapan itu... dari dulu aku benci tatapan itu!!” teriak Grail kemudian Grail mengayunkan pedangnya kembali ke arah Marcel, tiba-tiba muncul tas sekolah yang di ayunkan dan tepat mengenai muka Grail dan melempar Grail kebelakang, hantaman dari tas tersebut cukup keras untuk membuat hidung Grail patah, “heh untuk seorang perempuan kau cukup berani nona...” ucap Grail, Marcel melihat sesosok yang dia kenal di depannya, “Hitagi?” ucap Marcel pelan, Hitagi mengeluarkan penggaris besi panjang dari tasnya dan mengarahkannya ke Grail, “berhenti mengganggu Marcel” ucap Hitagi, “dasar bodoh bukankah aku sudah bilang agar menunggu di depan gerbang!” teriak Marcel, “kau yang bodoh! Kau membuatku menunggu terlalu lama!!” balas Hitagi kesal, Marcel menundukan kepalanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kau cepat kembali ke gerbang di sini berbahaya!!” teriak Marcel, “tidak aku akan menemanimu di sini!!” balas Hitagi, tiba-tiba Grail muncul di belakang Hitagi, “jadi ini wanita yang paling kau sayangi?” ucap Grail, Hitagi langsung memutar dan menebaskan penggarisnya, “lari Hitagi!” teriak Marcel, Grail melompat untuk menghindari tebasan penggaris milik Hitagi, “kau duluan...” ucap Grail, kemudian Grail berputar ke belakang Hitagi dan menebasnya, “Death Blade” ucap Grail pelan, kemudian Hitagi terjatuh berlumuran darah, “Mar... ce...” ucap Hitagi sebelum tidak sadarkan diri, “Hitagi?’ucap Marcel pelan, Marcel langsung berlari ke arah Hitagi dan Marcel menyadari satu hal yaitu Hitagi sudah tidak bernapas lagi, “berikutnya kau...” ucap Grail tersenyum puas, tiba-tiba badan Marcel di selimuti cahaya putih yang terang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ini bercanda kan Hitagi? Hitagi bangun... bercanda mu tidak lucu... Hitagi...” ucap Marcel pelan, Marcel meneteskan air matanya kemudian memeluk Hitagi dengan kuat, “aaaaaaaaaa!!!!!! Aku akan membunuh mu!!!! Aku akan menjatuhkan mu ke neraka!!!! Aku akan!! Aku akan!! Aku akan membalas dendam Hitagi!!!” teriak Marcel marah kemudian Divine Neos menjadi cahaya dan pergi ke arah Marcel, “kau apa yang kau lakukan?!! Apapun itu aku akan membunuhmu sekarang!!” ucap Grail dengan nada ketakutan dan kemudian menebas pedangnya, tetapi pedang milik Grail tertahan sesuatu yang tidak terlihat, “a, apa ini?!” ucap Grail terkejut, “PERFECT EMBODY!!!” teriak Marcel, tiba-tiba muncul angin yang membentuk tornado dan menyelimuti Marcel, Grail lompat ke belakang untuk menghindari Tornado tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mustahil!!” ucap Grail takjub, angin tersebut meledak dan pecah, dari dalam terlihat sesosok Marcel yang memiliki 8 sayap bewarna emas dan terlihat sangat agung, “kau? Tetap saja kau tidak akan menang apapun yang kau lakukan!!” Grail kembali menyerang Marcel dengan membabi buta, tetapi semua serangan Grail tertahan oleh sesuatu yang tidak terlihat, “tidak mungkin” ucap Grail gemetaran, Grail mundur ke belakang, Marcel mengayunkan tangannya dan tiba-tiba muncul angin yang sangat kencang dan menghantam Grail hingga terlempar, “hanya dengan lambaian tangan tidak mungkin! Aku lebih tinggi dari mu!! Aku tidak bisa mati!!” teriak Grail ketakutan sementara Marcel berjalan mendekati Grail. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sayang sekali lawan mu adalah Dewa... Dewa perang...” ucap Marcel, Marcel kembali melambaikan tangannya dan muncul pedang bewarna emas dari udara kosong, “aku akan membunuhmu... nikmati perjalanan mu ke neraka...” ucap Marcel, kemudian Marcel menebaskan pedangnya dan membelah tangan Grail yang terdapat pedang Red Eyes, “dengan begini kau tidak memiliki senjata lagi” ucap Marcel, “argh!!” teriak Grail yang kesakitan, “oh bukankah kau tidak bisa mati bagaimana kalau kita mencoba ini?” tanya Marcel sambil mengarahkan pedangnya ke jantung Grail, “apa yang mau kau lakukan? Jangan!!” ucap Grail memohon ampun, perlahan-lahan Marcel menusukan pedangnya ke dalam jantung Grail. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“argh!!! Jangan!!!” teriak Grail kesakitan, “kenapa bukankah kau tidak bisa mati!! Bukankah kau sudah membunuh Hitagi!! Ini masih belum cukup!!” teriak Marcel, Marcel menusukan pedangnya ke jantung Grail tanpa ragu, “argh!! Memang aku tidak bisa mati tapi ini sungguh sakit!!” teriak Grail, “begitukah? Kalau begitu mati!!” teriak Marcel, Marcel mengayunkan pedangnya dan melempar Grail ke udara, “Overdrive... Blade of Judgement!!” pedang Marcel bercahaya terang dan kemudian cahaya tersebut membesar, setelah itu Marcel mengayunkan pedang tersebut dan menebaskannya berkali-kali dan setelah itu cahaya tersebut meledak dan menghancurkan tubuh Grail menjadi debu, “arrrghhhh!! Aku tidak mau ke neraka lagi!!!” ucap Grail, “tidak... neraka adalah rumahmu... jadi matilah...” ucap Marcel, cahaya tersebut meluap dan membentuk kubah yang besar, Brendan dan yang lain yang melihat cahaya tersebut langsung berlari menuju ke tempat Marcel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hitagi...” ucap Marcel sambil menangis, “Marcel! Apa yang terjadi?!” tanya Brendan, Marcel hanya menggelengkan kepalanya, “Marcel ada apa dengan Hita—“ sebelum Brendan selesai berbicara Garde menghentikannya dan menggelengkan kepala, “katakan apa yang harus ku lakukan sekarang... aku sudah tidak tahu harus bagaimana lagi” ucap Marcel sambil terus memeluk Hitagi, “berhenti menangis” ucap seseorang, tiba-tiba tangan Hitagi bergerak dan menarik Marcel kemudian menciumnya, “Hitagi? Kau masih hidup” tanya Marcel, “tentu saja tadinya aku kira aku sudah mati tetapi aku mendengar suara mu yang terus memanggilku” ucap Hitagi tersenyum, “hitagi...” Marcel memeluk Hitagi, “a. Apa-apaan sih!! Ada banyak orang di sini!” ucap Hitagi, Brendan dan Garde hanya tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Ashley yang sedang duduk sendiri di taman sambil meminum Coca Cola di hampiri oleh seorang perempuan, “heh kau sedang apa?” tanya perempuan itu, “bukan urusan mu...” jawab Ashley, “siapa nama mu?” tanya perempuan itu, “Ashley Lindwurm” jawab Ashley lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“oke aku akan memanggil mu dengan panggilan Takumi!!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah perempuan itu? Dan bagaimanakah reaksi King of Underworld begitu tahu pasukannya hancur lagi? Better wait for next episode!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Episode:REVENGE!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-8629560690292497705?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/8629560690292497705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/12/chapter-21decendant-of-war-god-neos.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/8629560690292497705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/8629560690292497705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/12/chapter-21decendant-of-war-god-neos.html' title='CHAPTER 21: DECENDANT OF WAR GOD!! NEOS EMBODY!!'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-4544693558433477118</id><published>2009-12-15T07:29:00.000-08:00</published><updated>2009-12-15T07:30:06.309-08:00</updated><title type='text'>CHAPTER 20: PROMISE TO PROTECT HINAGIKU</title><content type='html'>CHAPTER 20: PROMISE TO PROTECT HINAGIKU &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku Dave… King of Overlord sekaligus tunangan Hinagiku…” Brendan yang mendengar itu terkejut dan mundur ke tembok perlahan-lahan, “tunangan Hinagiku?” ucap Brendan pelan, “ya tapi dulu… sekarang aku tidak tahu lagi dia menganggap ku sebagai apa…” balas Dave, ketika Brendan mendengar itu hatinya menjadi sedikit lebih tenang, “tapi apa maksudmu ‘ya tapi dulu…’ itu?” Tanya Brendan, Dave terdiam sesaat untuk berpikir kemudian melihat Brendan kembali, “2 tahun lalu… aku diangkat menjadi King of Overlord… aku tahu akan banyak bahaya datang nantinya…dan aku tidak mau melibatkan Hinagiku ke dunia ini lebih dalam karena sangat berbahaya…. Jadi…” ucapan Dave terpotong, “jadi apa?” Tanya Brendan ingin tahu, “jadi aku meninggalkannya… dan sekarang aku tidak bisa kembali muncul di depannya kemudian menarik dia ke dunia yang berbahaya kan? Karena itu aku mohon kepada mu… lindungilah Hinagiku… mungkin sekarang King of Underworld sudah mengetahui hubungan ku dengan Hinagiku…” ucap Dave pelan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kenapa harus aku? Bukankah kau lebih kuat dari aku?” Tanya Brendan, “mengertilah!! aku tidak mungkin muncul di depannya lagi!! Itu hanya… membuat hati ku makin sakit…” ucap Dave setengah membentak dan mengepalkan tangannya, “ternyata dia juga Tsundere…” ucap Brendan dalam hati, “kau akan melindungi Hinagiku kan? Kalau kau benar-benar mencintainya… kau pasti akan melindunginya…” Tanya Dave lagi, Brendan mengangguk, “ya aku berjanji akan melindunginya… kau bisa tenang…” jawab Brendan, Dave berbalik ke arah teras, “baguslah aku mau pergi dulu...” ucap Dave, tiba-tiba ada orang yang berlari ke dalam dan memeluk Dave dari belakang dan orang itu adalah Hinagiku, “Dave… apa kau akan pergi lagi…” ucap Hinagiku, Dave hanya diam saja, “aku sudah lama mencari mu… dan sekarang setelah kau kembali kau akan pergi lagi…” Hinagiku semakin erat memeluk Dave, Brendan hanya diam saja melihat itu sambil menggigit bibirnya sendiri, “ya… maafkan aku Hina… sekarang kau sudah memiliki orang yang lebih pantas dari ku…” ucap Dave, kemudian Dave menghilang menjadi bayangan hitam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“apa kau tidak apa-apa meninggalkan orang yang kau cintai lagi untuk kedua kalinya…” ucap seseorang berbadan kurus dan memiliki rambut yang sedikit panjang, orang itu sedang berdiri di depan pohon di dekat gerbang Hakuo Gakuen, tiba-tiba muncul bayangan hitam di dekat orang itu, bayangan itu mulai membentuk sesosok orang dan akhirnya membentuk Dave, “ya… sudah ada orang yang lebih pantas untuknya…” ucap Dave, “padahal kau masih bisa mendapatkannya lagi…” balas orang itu, Dave hanya tersenyum, “sudah jangan bicarakan itu… saatnya kita pergi ke tempat Jonas… Kirisaki…” ucap Dave, Kirisaki hanya menggelengkan kepalanya, “yare… yare…” kemudian mereka berdua berjalan keluar dari Hakuo Gakuen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Dark Saber yang terluka kembali ke tempat King of Underworld dan berlutut di depannya, “maafkan aku… aku gagal membunuhnya… tapi aku sudah menemukan Dave King of Overlord…” ucap Dark Saber, King of Underworld berbalik dan melihat Dark Saber, “tidak apa-apa… kalau kita sudah menemukan Dave maka otomatis kita akan menemukan Kirisaki dan Jonas… sekarang hanya tinggal masalah waktu…” ucap King of Underworld, kemudian King of Underworld berjalan ke arah Dark Saber dan menyembuhkan lukanya dengan kekuatannya, “yang terpenting kau tidak mati… karena kau sangat berarti bagi ku…” ucap King of Underworld, Dark Saber hanya diam saja dan tidak menjawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hinagiku?” ucap Brendan pelan, kemudian Brendan berjalan ke arah Hinagiku yang masih terduduk di teras, “aku tidak apa-apa… waktu Dave meninggalkan aku… aku selalu berbicara seperti itu dalam hati… walaupun aku tidak tahu kenapa dia pergi…dan sekarang setelah dia kembali dia pergi meninggalkan ku lagi…” Hinagiku berdiri dan berlari ke arah Brendan kemudian meremas baju Brendan sambil menangis, Brendan memegang kepala Hinagiku dan memegang kepalanya, “aku akan menggatikan posisinya… aku akan menjaga mu…” ucap Brendan sambil memeluk Hinagiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hina…” ucap Brendan dalam hati, Brendan sedang duduk di kursi di halaman sekolah keesokan harinya sampai ada seseorang yang memanggilnya “Brendan!!” panggil seseorang, Brendan menoleh dan melihat Caesar yang memanggilnya, “Caesar… kau sedang apa di sini?” Tanya Brendan, Caesar hanya tersenyum saja, “harusnya aku yang bertanya begitu… kau sedang apa di sini kan kelas sudah mulai…” ucap Caesar sambil tersenyum, “aku hanya malas masuk… kau sendiri kalau kau ada di sini berarti kau juga bolos kan?” Tanya Brendan, “hahaha aku juga bosan dengan pelajaran pak Garde” ucap Caesar, Brendan hanya tersenyum mendengar itu, dia tahu kalau pelajaran Garde agak membosankan sehingga banyak anak-anak yang bolos dari kelasnya, dan pasti akan menerima hukuman dari Garde keesokan harinya kecuali Brendan yang me “Bribe” Garde dengan sedikit gambar Loli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“oh ya Caesar… maafkan aku… aku telas menyeret mu ke dunia yang tidak kau kenal…” ucap Brendan, Caesar tertawa kecil, “hahaha tidak apa-apa kok aku sudah sering di kejutkan dengan sesuatu seperti itu…” ucap Caesar, “kau tidak takut?” Tanya Brendan penasaran, Caesar menggelengkan kepalanya, “aku… aku juga Overlord… hanya saja Aeon milik ku pergi karena aku terlalu lemah…” ucap Caesar, Brendan terkejut mendengar itu, “o, oi Valafar memang Aeon bisa lepas dari pemiliknya?” ucap Brendan dalam hati, “itu semua tergantung pemiliknya dan juga perjanjian yang di buat ketika melaksanakan kontrak… jika Overlord tidak bisa mengasah auranya maka begitu juga dengan Aeon mereka tidak akan bisa mempertahankan ikatan antara mereka dengan Overlordnya… karena aura yang seharusnya menjadi konsumsi Aeon tidak ada…” balas Valafar, Brendan mengangguk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“oh aku pergi dulu ya aku baru ingat ada urusan” ucap Caesar, Brendan mengangguk kemudian Caesar pergi meninggalkannya, tiba-tiba Brendan merasakan kehadiran seseorang di dekatnya, “siapa itu?!” teriak Brendan, orang tersebut keluar dari balik pohon di dekat Brendan, dan Brendan mengenal pasti siapa orang itu, “Nando…” ucap Brendan dengan nada kebencian, kemudian Brendan meembody Valafar dan mengambil kuda-kuda, “woah! Woah! Aku tidak ada maksud bertarung kakak!” ucap Nando, Brendan sedikit meregangkan kuda-kudanya tapi masih bersiap-siap kalau Nando mulai menyerangnya, “kalau begitu apa mau mu?” Tanya Brendan, “begini aku masih belum mau bertarung karena aku… tidak mau bertarung dengan Overlord yang masih setengah matang… bagaimana jika kau bekerja sama dengan ku? Aku akan menjadikan mu King of Overlord dan kita akan memusnahkan King of Underworld berdua” ucap Nando, Brendan terdiam sesaat, kemudian Brendan mengingat masa lalunya sesaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“2 tahun lalu… aku diangkat menjadi King of Overlord… aku tahu akan banyak bahaya datang nantinya…dan aku tidak mau melibatkan Hinagiku ke dunia ini lebih dalam karena sangat berbahaya…. jadi aku meninggalkannya…” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“selama ini kau terus menyiksa ku… tapi aku diam saja… selama ini kau selalu memerintah aku… dan aku selalu menuruti perintah mu tanpa memedulikan apa perintah itu… tapi… kalau kau berani melukai Shana... maka aku tidak akan ragu untuk mrmbunuhmu!!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brendan tersenyum, “hah? jangan bercanda… aku tidak mungkin bekerja sama dengan mu!!” teriak Brendan, “ya sudah baiklah kakak tapi mungkin kakak bisa memikirkannya baik-baik” ucap Nando sambil tersenyum, “tidak perlu memikirkannya lagi aku sudah pasti tidak akan bekerja sama dengan mu!!” balas Brendan, Nando berjalan ke arah Brendan kemudian ketika berpapasan dengan Brendan dia membisikan sesuatu, “kalau begitu kuasai lah Synthesis Embody kalau kau ingin mengalahkan King of Underworld sendirian… tapi aku yakin kau pasti akan mencari ku agar kau mendapatkan kekuatan lebih untuk melindungi wanti yang kau sayangi…” bisik Nando, Brendan berbalik ke arah Nando, tapi Nando sudah menghilang dan tidak ada di sana, “Synthesis Embody…” ucap Brendan pelan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“baiklah kalian boleh membereskan buku kalian dan jangan lupa kerjakan tugas kalian!!” ucap Garde ketika dia mendengar bell pulang, “baik Sensei!!” ucap murid-murid Garde, mereka semua pun keluar kelas bersamaan, “Ryou!! Ayo pulang bersama!!” ucap Ashley sambil mendekati Ryou yang sedang di paksa Shana untuk memakan roti melon, “iya!! Seben—humph!!!” teriak Ryou yang tiba-tiba mulutnya di sumbat oleh roti melon, “nah!! Sekarang makan roti melonnya!! Kau harus menghabiskan semuanya!!” ucap Shana yang sedang memegang kotak berisi roti melon yang banyak, “baiklah aku pulang duluan ya…” ucap Garde sambil mengambil tasnya, tiba-tiba pintu kelas di dobrak terbuka, dan Brendan masuk ke dalam kelas, Ryou yang kaget mendengar pintu kelas di dobrak langsung tersendat roti melon di lehernya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sensei!!” ucap Brendan, tiba-tiba Garde memegang punggung Brendan dan meremasnya, “ini dia!! Anak yang tadi bolos kelas ku!!” ucap Garde dengan nada penuh amarah, “argh!! Nanti aku kasih poster loli!! Ada yang lebih penting!! Apa itu Synthesis Embody?!” Tanya Brendan, tiba-tiba atsmorfer ruangan menjadi tidak enak, “dari mana kau mendengar itu?” Tanya Ryou, “tidak penting dari mana aku men—“ belum selesai Brendan berbicara Ryou sudah memotong kembali, “dimana kau bertemu Nando?!” teriak Ryou dengan mengeluarkan aura membunuh yang pekat, “Ryou tenanglah sedikit!!” teriak Ashley mencoba menenangkan Ryou, “bagaimana aku bisa tenang!! Dia hampir membunuh Sha— urgh!!” tiba-tiba Shana memukul perut Ryou, “sudah ku bilang kan aku tidak apa-apa” ucap Shana kesal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“baiklah Brendan kalau kau tahu itu berarti kau bertemu Nando tadi…” ucap Garde, “tapi bagaimana jika aku tahu itu dari sumber lain!” ucap Brendan melawan, “itu tidak mungkin karena Synthesis Embody adalah penelitian yang di lakukan oleh Nando dan yang tahu itu hanya Shana, Ryou, dan anggota 5 jendral naga…” ucap Garde, Brendan terdiam sesaat, “baiklah… aku tadi memang bertemu dengannya dan dia menawarkan aku untuk menjadi King of Overlord… tapi aku menolaknya!!” teriak Brendan, “tenang lah Brendan aku tahu kau tidak akan menerima ajakannya…” ucap Garde pelan, “Synthesis Embody adalah—“ tiba-tiba pembicaraan Garde di potong oleh Ryou, “biar aku yang menjelaskannya… Synthesis Embody… memang aku akui penelitian yang di lakukan Nando ini sangat berbahaya sekaligus sangat bagus… karena Synthesis Embody bisa menciptakan Ultimate Weapon milik masing-masing Overlord…” ucap Ryou. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“berarti kalau orang seperti aku, sensei, dan kau bisa memiliki lebih dari satu Synthesis Embody kan?” Tanya Brendan, Ryou menggelengkan kepalanya, “tidak masing-masing Overlord hanya bisa memiliki satu Synthesis Embody… Synthesis Embody terbentuk hanya dengan cara menggabungkan 2 Embody yang berbeda menjadi 1 Embody… tetapi itu sangat susah untuk di kuasai… dan lagi selain mengkonsumsi aura, Synthesis Embody juga mengkonsumsi Life Force… karena itu aku bilang berbahaya… tapi… memang harus di akui yang bisa menggunakan sesuatu seperti itu hanyalah Overlord yang memiliki 2 Aeon atau lebih dan itu memang pantas di bilang Ultimate Weapon…” ucap Ryou, Brendan terdiam sesaat, “aku sudah berhasil menguasainya… tapi karena mengkonsumsi banyak Life Force aku tidak bisa mempertahankannya lebih dari semenit…” ucap Garde, Brendan, Ryou, dan Ashley terkejut mendengar itu, “tidak percaya baiklah akan aku tunjukan…” ucap Garde, kemudian Garde mengarahkan tangannya ke 1 arah dan dari tangan kiri Garde muncul sinar hijau yang membentuk Stardust, sedangkan tangan kanannya di bungkus oleh sinar biru yang berbentuk Blue Eyes, “Stardust… Blue Eyes… Synthesis Embody!!!” teriak Garde kedua cahaya tersebut bersatu dan saling menolak satu sama lain, tetapi Garde berusaha untuk menggabungkan cahaya tersebut, setelah cahaya tersebut berhasil menyatu keduanya membentuk wujud tombak, “Synthesis Embody!! Dreadnought!!” teriak Garde dan akhirnya sinar tersebut meledak dan memperlihatkan tombak hitam berornamen emas yang terlihat indah dan agung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ah~~ Hitagi pasti sudah menunggu deh!!” ucap Marcel yang sedang berjalan ke arah gerbang sekolah, “aku sudah menunggu mu Marcel…” Marcel berbalik ke arah suara itu dan melihat sesosok orang yang seharusnya sudah mati, “kau… bagaimana mungkin kau masih hidup?” ucap Marcel sambil mengepalkan tangannya, darahnya mendidih, orang tersebut tertawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“AHAHAHAHAHAHAHA!!!! Apa kau tahu Marcel!! Itu sakit sekali!! Dan sekarang aku telah kembali ke sini berkat bantuan King of Underworld… untuk mengembalikan rasa sakit itu berkali-kali lipat!!! Ya… aku Grail akan benar-benar membunuh mu sekarang!!!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang akan terjadi dengan Grail dan Marcel? Bagaimanakah dengan keputusan Brendan terhadap ajakan Nando? Dan apakah Synthesis Embody akan berhasil di kuasai oleh Brendan? Tunggu episode selanjutnya… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Episode:DECENDANT OF WAR GOD!! NEOS EMBODY!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-4544693558433477118?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/4544693558433477118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/12/chapter-20-promise-to-protect-hinagiku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/4544693558433477118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/4544693558433477118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/12/chapter-20-promise-to-protect-hinagiku.html' title='CHAPTER 20: PROMISE TO PROTECT HINAGIKU'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-1277529775739806320</id><published>2009-12-15T07:27:00.000-08:00</published><updated>2009-12-15T07:29:24.535-08:00</updated><title type='text'>CHAPTER 19: INVADE OF THE UNDEAD</title><content type='html'>CHAPTER 19: INVADE OF THE UNDEAD &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“nama ku Caesar! Konichiwa” ucap anak itu sambil tersenyum, “baiklah Caesar… kursi mu ada di sebelah Brendan…” ucap Garde Astale, Caesar mengangguk kemudian berjalan ke arah kursi di sebelah Brendan dan duduk di sana, Caesar menoleh ke Brendan dan tersenyum, “nama ku Caesar nama mu siapa?” Tanya Caesar, “nama ku? Nama ku Brendan…” ucap Brendan sambil menguap, “Brendan? Baiklah! Salam kenal!” ucap Caesar sambil tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di Warlord Headquarter &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Garaito… Arif…” ucap Dave yang memanggil Garaito dan Arif, “ada apa Dave-sama?” jawab Garaito, “misi baru untuk kalian… mungkin kalian perlu memperketat penjagaan di kota tersebut…” ucap Dave, “ahh merepotkan!! Malas!!” celetuk Arif, Dave langsung menatap tajam ke arah Arif, “cih! Baiklah!!” balas Arif, “bagus kalau begitu… lakukan tugas kalian…” ucap Dave, “baik!!” ucap Arif dan Garaito bersamaan, kemudian keduanya berbalik dan menghilang menjadi bayangan, “baiklah Ryou kalau kau tidak mau membantu ku dan Kirisaki, aku masih bisa bertindak” ucap Dave, Dave berjalan ke arah meja di dekatnya dan mengangkat foto yang ada di meja itu, di foto tersebut terdapat gambar dirinya dan seorang perempuan yang familiar, “Hinagiku…” ucap Dave pelan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ahh!! Akhirnya pulang juga!!” ucap Brendan yang mendengar suara bell dan sedang meregangkan tubuhnya, “mau pulang bersama?” Tanya Caesar, “hmm? Boleh… Hina!! Mau ikut pulang bersama tidak?!” Tanya Brendan ke Hinagiku yang terlihat buru-buru merapikan bukunya, “aku tidak bisa!!” jawab Hinagiku setengah membentak, “kenapa?” Tanya Brendan kembali, “aku ada urusan!!” ucap Hinagiku, setelah itu Hinagiku langsung berlari keluar kelas, “haah sibuk melulu…” ucap Brendan, “mungkin dia selingkuh!!” ucap Ashley yang ada di sebelah Brendan, Brendan yang mendengar itu kaget karena tidak menyadari Ashley ada di situ, “kau!!” ucap Brendan sambil menonjok Ashley, “ahahaha cuman bercanda!! Kebetulan Ryou dan Shana tidak masuk karena ada urusan jadi bagaimana kalau kita pulang bersama-sama?” Tanya Ashley, Brendan mengangguk, “oh ya Ashley perkenalkan dia adalah murid baru di kelas ku namanya Caesar, dan Caesar perkenalkan dia adalah kembaran ku namanya Ashley” ucap Brendan, Ashley tersenyum dan mengajak bersalaman, Caesar membalas senyum Ashley dan mereka berdua bersalaman, dan mereka bertiga berjalan ke arah pintu gerbang sekolah, dan pulang meninggalkan lingkungan sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di taman Ashley melihat Garaito yang sedang duduk dan menggambar sesuatu yang terlihat seperti doujinshi, “Garaito?” ucap Ashley, “ah Ashley kau ada di sini rupanya…” ucap Garaito, kemudian Garaito melihat Brendan dan Caesar dengan seksama, “bersama teman mu eh? Dan kamu pasti Brendan…” ucap Garaito sambil menatap Brendan, “bagaimana kau bisa tahu?” Tanya Brendan, “Brendan dia adalah Garaito yang kemarin menolong ku dan Ryou ketika di serang tengkorak-tengkorak itu…” ucap Ashley, Caesar terkejut mendengar itu, “tengkorak?! Memangnya isu itu benar ya?! Isu orang meninggal itu?!” ucap Caesar sambil gemetaran, “… seharusnya kau jangan membicarakan itu di depan orang bia—“ tiba-tiba terasa aura dengan tekanan yang amat sangat kuat, “mereka di sini…” ucap Garaito, kemudian Garaito berbalik dan melihat Dark Saber yang sedang berjalan ke arah mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“2 Overlord… 1 Warlord… 1 orang biasa… kurasa aku akan membunuh kalian… karena ini adalah perintah dari King of Underworld…” ucap Dark Saber, tiba-tiba tanah di sekeliling mereka mulai retak dan dari retakan tersebut muncul tengkorak-tengkorak dalam jumlah yang amat sangat banyak, Caesar yang melihat itu gemetar dan jatuh terduduk sambil memegang kepalanya, “tengkorak… ini bohong kan? Tidak ada yang seperti ini kan?” ucap Caesar gemetaran, “Caesar…” ucap Brendan pelan, Ashley meembody Rooklord menjadi gauntlet, sedangkan Garaito mengeluarkan sesuatu dari tasnya yang ternyata adalah Nodachi, “Brendan!! Siap-siap!!” teriak Ashley, Brendan mengangguk dan meembody Valafar menjadi pedang, tengkorak-tengkorak tersebut mulai menyerangi mereka bersamaan sementara Brendan dan yang lainnya mulai menjatuh tengkorak-tengkorak tersebut, Dark Saber berlari ke arah Caesar dan mengangkat pedangnya, “mulai dari yang lemah…” ucap Dark Saber, “sial!! tidak sempat!!” teriak Brendan berusaha menghalangi Dark Saber tetapi tidak bisa karena jarak yang jauh dan terhalangi oleh tengkorak-tengkorak di sekitar Brendan, “sayonara…” ucap Dark Saber, kemudian Dark Saber menebaskan pedangnya ke Caesar, “tidak akan!!” ucap Ashley yang tiba-tiba muncul di depan Dark Saber, “a, apa!! Bagaimana bisa!!” teriak Dark Saber terkejut, kemudian Ashley memukul Dark Saber, sehingga Dark Saber terlempar ke belakang, setelah itu Ashley mengangkat tangan kirinya yang di bungkus dengan Gauntlet yang berbeda dari Gauntlet di tangan kanannya, Gauntlet yang ini bewarna hitam pekat, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“itu Dark Armed Dragon!!” ucap Brendan terkejut, “hehehehe ternyata tidak percuma menyimpan ini…” ucap Ashley sambil tertawa kecil, tiba-tiba di sekeliling mereka muncul lubang dimensi dalam jumlah yang amat sangat banyak, dan dari lubang dimensi tersebut muncul rantai-rantai yang menyerang dan menghancurkan tengkorak-tengkorak di sekeliling mereka, “Brendan!! Sekarang!! Serang Dark Saber!!” teriak Ashley, Brendan mengangguk kemudian berlari ke arah Dark Saber, “merepotkan…” ucap Dark Saber pelan, Brendan mengayunkan pedangnya ke arah Dark Saber, tetapi Dark Saber berhasil menahannya, kemudian Dark Saber menendang perut Brendan dan menebaskan pedangnya yang membuat luka tebasan di tubuh Brendan, “baiklah kalau itu mau mu… padahal aku bermaksud membunuh mu nanti…” ucap Dark Saber, kemudian pedang milik Dark Saber bersinar bewarna hitam pekat, “Vortigen, Hammer of the Vile King…” ucap Dark Saber, sinar hitam di pedang Dark Saber mulai membesar dan membentuk pedang raksasa setelah itu Dark Saber menebas Brendan sebanyak tiga kali, sehingga membuat Brendan terluka parah dan mengeluarkan darah yang amat sangat banyak dan berceceran ke mana-mana, “aaarrrrrggghhh!!!” teriak Brendan yang kesakitan, cipratan darah milik Brendan ada yang terlempar ke arah Caesar, “darah… darah… tidak aku takut darah” ucap Caesar gemetaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“selamat tinggal… matilah…” ucap Dark Saber, kemudian pedang Dark Saber kembali bersinar hitam, “Excalibur, Sword of Promis—“ tiba-tiba muncul sinar terang dari belakang Dark Saber, “King’s Rule!! Solemn Judgement!!” sinar tersebut mulai bersinar terang dan akhirnya meledak dan tiba-tiba semua tulang di area tersebut berubah menjadi debu begitu juga dengan Dark Saber yang perlahan-lahan hancur menjadi debu, “hmm Ryou Kurokaze… tapi sayangnya kau salah… ini hanyalah copy dari diriku yang di ciptakan oleh King of Underworld aku yang sebenarnya berada di Hakuo Gakuen…” ucap Dark Saber sambil menatap Brendan dengan tajam, kemudian menghilang menjadi debu, Brendan yang mendengar itu langsung berlari ke arah Hakuo Gakuen, “oi Brendan!! Bagaimana dengan luka mu!!” teriak Garaito, tetapi Brendan tidak mendengarkannya dan terus berlari ke arah Hakuo Gakuen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sial!! dia untuk apa dia mengincar Hina!!” ucap Brendan dalam hati, setelah Brendan sampai di Hakuo Gakuen, Brendan langsung berlari ke arah ruangan ketua osis, di sana di melihat Hinagiku yang masih sibuk merapikan file-file yang berantakan, “Brendan? Kenapa kau ada di sini?” Tanya Hinagiku kebingungan, “Hina? Kau baik-baik saja…” ucap Brendan, “ya aku baik-baik saja… tunggu?! Ada apa dengan mu kenapa kau berlumuran darah?” Tanya Hinagiku ke Brendan, “aku… tidak perlu pedulikan aku…” ucap Brendan tersenyum, “sepertinya aku terlambat…” ucap seseorang, Brendan menoleh dan melihat Dark Saber di teras, “kau!! Tidak akan kubiarkan kau!! Apa sebenarnya tujuan mu mengincar Hina?! Dia tidak ada hubungannya dengan ini!!” teriak Brendan, “ada… kalau aku membunuh perempuan itu mungkin dia akan muncul dan itu akan membuat King of Underworld lebih mudah untuk memburunya…” ucap Dark Saber, “dia? Dia siapa jelaskan kepada ku!!” teriak Brendan, “siapa dia Brendan? Dan mau apa dia?” Tanya Hinagiku, “tetap di belakangku… Perfect Embody Valafar!!” ucap Brendan, kemudian Brendan mulai menebas Dark Saber dengan membabi buta, tetapi semua serangan Brendan berhasil di tangkis oleh Dark Saber tanpa sedikitpun berpindah tempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku tidak ada urusan dengan mu…” ucap Dark Saber, kemudian Dark Saber memukul luka Brendan, sehingga Brendan terjatuh kesakitan, kemudian Dark Saber berjalan perlahan ke arah Hinagiku, Hinagiku mengeluarkan shinai dari belakang mejanya, “mau apa kau?” Tanya Hinagiku ke Dark Saber, “apa kau kira Shinai bisa menang melawanku…” ucap Dark Saber, Dark Saber mengangkat pedangnya dan kemudian mengayunkannya ke Hinagiku, “HIIIIIINNNNNAAAA!!!” teriak Brendan, darah bercipratan ke segala penjuru ruangan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ka, kau tak kusangka muncul secepat ini…” ucap Dark Saber menahan sakit, Excalibur miliknya terjatuh ke lantai, dan Hinagiku hanya bisa melihat apa yang sedang terjadi, “Dave…” ucap Hinagiku pelan, Brendan kembali menoleh dan dia menyadari kalau darah yang bercipratan tadi bukanlah darah milik Hinagiku, melainkan darah Dark Saber, dan Brendan melihat seorang laki-laki kurus dan mengenakan kaca mata sedang memegang kapak yang sekarang tertancap di tubuh Dark Saber, dan hampir membelah Dark Saber menjadi dua, “bilang ke King of Underworld… kalau kau berani macam-macam ke perempuan ini… maka aku tidak akan memaafkannya… dan aku akan membunuh kalian… itu pasti…” ucap Dave, Dark Saber melepaskan tubuhnya dari kapak milik Dave kemudian melompat jauh ke belakang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Brendan!!” teriak Ashley yang datang bersamaan Ryou dan Garaito, “Ashley? Mana Caesar?” Tanya Brendan, “aku sudah menyuruhnya pulang duluan…” ucap Ashley, “sepertinya ini akan merepotkan… sampai jumpa lagi Dave King of Overlord…” ucap Dark Saber, kemudian Dark Saber melompat ke bawah dari teras, dan Excalibur milik Dark Saber berubah menjadi sinar hitam dan menghilang, tiba-tiba Garaito berlutut di depan Dave, “maafkan saya Dave-sama saya gagal melaksanakan tugas dari anda… sebagai samurai saya telah gagal…” ucap Garaito, “ya kau sudah gagal dari misi ini…” ucap Dave, “kalau begitu sa—“ belum selesai Garaito berbicara Dave sudah kembali memotong, “tapi bukan berarti kau gagal sebagai samurai…” ucap Dave, “terima kasih… Dave-sama” ucap Garaito, kemudian Garaito pergi dari ruangan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dave… Kemana saja kau selama ini… aku sudah lama mencari mu…” ucap Hinagiku sambil mendekati Dave, Dave tersenyum kecil, “aku tidak ke mana-mana aku selalu mengawasi mu dari jauh…” ucap Dave, “siapa kau?” Tanya Brendan, Dave menoleh ke arah Brendan, “Hina bisakah kau keluar bersama Ashley dan Ryou? Aku ada urusan dengan orang ini…” ucap Dave sambil tetap melihat Brendan, “tapi aku—“ ucap Hina, “kumohon…” potong Dave, “baiklah…” Hinagiku berbalik dan keluar dari ruangan bersama dengan Ashley dan Ryou, setelah itu Dave berjalan ke arah Brendan, menarik kerah seragamnya dan mendorongnya ke tembok, “kau… bukankah kau menyukai Hina!! Kalau kau memang benar-benar menyukai Hina kenapa kau tidak bisa melindunginya!! Seharusnya kau bisa melindunginya!! Karena kamu sangat lemah Hina hampir terbunuh!!” teriak Dave kesal, Brendan hanya terdiam saja, “siapa kau… kau belum menjawab pertanyaan ku… dan lagi apa hubungan mu dengan Hina!! Kenapa kau begitu mengkhawatirkan Hina!!” balas Brendan, Dave melepaskan pegangannya dan membuat Brendan terjatuh di lantai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku Dave… King of Overlord… sekaligus tunangan Hinagiku…” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang akan terjadi nanti kepada Hina, Brendan, dan Dave? Tunggu Episode berikutnya!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Episode:PROMISE TO PROTECT HINAGIKU&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-1277529775739806320?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/1277529775739806320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/12/chapter-19-invade-of-undead.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/1277529775739806320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/1277529775739806320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/12/chapter-19-invade-of-undead.html' title='CHAPTER 19: INVADE OF THE UNDEAD'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-1079531637019329894</id><published>2009-12-15T07:26:00.000-08:00</published><updated>2010-04-10T19:34:09.247-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 18: BEGINNING OF NEW LIFE, ALSO BEGINNING OF A NEW TRHEAD</title><content type='html'>CHAPTER 18: BEGINNING OF NEW LIFE, ALSO BEGINNING OF A NEW TRHEAD &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“baiklah… pelajaran hari ini sudah selesai… kalian boleh pulang…” ucap Garde sambil membereskan file-file yang ada di mejanya, “ahh akhirnya pulang juga!! Baiklah ayo pulang Ryou…” ucap Ashley sambil menghampiri meja Ryou, “tunggu…” Garde menatap Ashley dengan tajam, “a, apa Sensei?” ucap Ashley pelan dengan wajah yang tegang, “apa maksud dari ini? hah?!” balas Garde sambil mengeluarkan kertas ujian bahasa inggris bertuliskan nama Ashley dan terdapat angka 4.5 di kotak nilai kertas tersebut, “a, aah waktu itu aku lagi kurang belajar…” ucap Ashley ke Garde masih dengan muka yang tegang, “kau tahu artinya apa kan?” Tanya Garde, “pelajaran tambahan sampai malam…” balas Ashley pelan, “ya!! Kau tinggal di kelas!!” teriak Garde, Ashley melihat Ryou dengan ekspresi seakan-akan minta tolong, Ryou balas menatapnya, “tenang saja aku akan menemani mu di sini... lagian Shana juga sedang sibuk kok… jadi aku juga akan menunggu Shana di sini…” ucap Ryou sambil mengeluarkan NDS dari tasnya dan mulai memainkannya, “iblis!! Bukan itu maksud ku!!” ucap Ashley dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“berat…” gerutu Brendan yang sedang membawa tumpukan file yang amat sangat banyak, “haah? Kenapa?” Tanya Hinagiku yang tiba-tiba ada di belakang Brendan dan menatap tajam Brendan, Brendan yang menyadari Hinagiku ada di belakang langsung merubah ekspresinya, “ahahaha tidak apa-apa kok! Pekerjaan seperti ini sih mudah!!” ucap Brendan, “begitu? Baiklah…” tiba-tiba Hinagiku mengambil file yang tadi di bawanya dan menaruhnya di atas tumpukan file yang di bawa Brendan, Brendan hampir jatuh kalau tidak membetulkan posisinya tadi, “pekerjaan mudah kan? Jadi bawa itu semua ke ruangan ketua osis… aku ada urusan…” ucap Hinagiku sambil berbalik dan meninggalkan Brendan sendirian, “tu,tunggu Hina!!” ucap Brendan berusaha menghentikan Hinagiku, tiba-tiba Brendan mendengar suara tawa kecil yang ternyata adalah Marcel yang dari tadi mengintip Brendan sambil menahan tawa, Brendan yang melihat itu menjadi kesal, “KAU BANTU!!!” teriak Brendan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“haaah damainya…” ucap Andre pelan sambil tiduran di halaman sekolah, “Andre!!” ucap seseorang yang memanggil Andre, Andre bangun dan melihat asal suara itu yang ternyata adalah Haruhi, “apa…” ucap Andre pelan, “aku, Hitagi, Hinagiku, dan Shana mau makan bento bersama!! Dan kau harus ikut!!” ucap Haruhi, Andre tersenyum, “baiklah…” ucap Andre sambil bangun dari tidurnya dan berjalan bersama Haruhi ke arah atap sekolah, “tapi aku yang paling banyak ya…” ucap Andre, Haruhi hanya tertawa mendengar itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore harinya, “oke selesai sudah… lagian sudah sore… kau boleh pulang” ucap Garde ke Ashley, “bagus akhirnya aku bisa keluar dari neraka ini!!” ucap Ashley sambil membereskan buku dan berjalan keluar kelas dengan terburu-buru, di luar kelas Ryou dan Shana sedang berbicara berdua, mereka berdua menyadari kehadiran Ashley dan langsung menghentikan pembicaraan mereka, “apa yang kalian berdua lakukan?” ucap Ashley, “tidak… kami hanya membicarakan soal Shin Megami Tensei…” ucap Ryou pelan, “mana yang lain?” Tanya Ashley, “Brendan dan Marcel adalah anggota osis jadi mereka berdua membantu Hinagiku merapikan berkas-berkas lama, Hitagi juga ikut membantu Marcel, Andre dan Haruhi pulang lebih dulu katanya mereka berdua mau ngedate atau begitulah kira-kira” jawab Shana, “jadi sekarang kita ke tempat Hinagiku dan yang lain?” Tanya Ashley ke Ryou, “tidak mereka menyuruh kita pulang lebih dulu, karena mereka akan merapikan berkas-berkas tersebut sampai malam…” ucap Ryou, Ashley mengangguk, mereka bertiga berjalan pulang bersama-sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari sudah malam dan mereka masih dalam perjalanan pulang, selama perjalanan Ryou dan Shana terlihat sangat waspada, “sebenarnya apa yang terjadi… kalian tidak bisa menyembunyikannya dari ku…” ucap Ashley yang tiba-tiba berhenti, Shana menatap Ryou, Ryou mengangguk, “sebenarnya aku dan Ryou merasakan aura yang sangat kuat dan terkutuk, dari berbagai penjuru di kota ini…” ucap Shana pelan, “aura itu sangat terkutuk aku juga merasakannya…” ucap sebuah suara yang berasal dari kalung yang selama ini di kenakan oleh Shana, “Alastor? Sudah lama sejak kau berbicara untuk terakhir kalinya…” ucap Ashley, “jangan menanyakan sesuatu yang tidak penting… kau merasakannya kan?” ucap Alastor ke Shana, Shana mengangguk, “FUZETSU!!!” ucap Shana, tiba-tiba pemandangan sekeliling berubah menjadi merah, “I, ini apa yang terjadi?” Tanya Ashley, “siapkan dirimu!! Mereka datang!!” ucap Alastor, Shana mengeluarkan Nietono no Shana miliknya, sedangkan Ryou meembody Goku Ennya, Ashley yang tidak tahu apa yang akan terjadi meembody Rooklord menjadi gauntlet bewarna biru dan terdapat lambang Core Chimail di gauntlet tersebut, keadaan hening sementara, “DI TANAH!!!” teriak Alastor, tiba-tiba tanah di sekeliling mereka retak, dan dari retakan tersebut keluar sesuatu dalam jumlah yang amat sangat banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I, ini tulang?” ucap Ashley sambil menahan mual, dari retakan tanah tersebut muncul beratus-ratus tulang yang mengenakan pakaian ungu dan mulai menyerangi mereka, Shana mulai menebas tulang itu satu persatu, begitu juga dengan Ryou yang mulai menjatuhkan tulang-tulang tersebut, “a, apa-apaan ini?” ucap Ashley sambil memukul tulang-tulang di sekelilingnya, “singkatnya ini adalah pekerjaan seseorang yang berusaha meneror kota ini… kau pasti mendengar kan kabar akhir-akhir ini tentang orang yang sudah mati tetapi masih memiliki dendam muncul dalam bentuk tulang untuk membalas dendamnya?” ucap Ryou, “ya katanya muncul hantu yang ingin membalas dendam…” balas Ashley sambil memukuli tulang-tulang lainnya, “tepatnya mereka di bangkitkan oleh Overlord yang memiliki kemampuan Necromancer… dan sekarang Overlord itu ada di kota ini…” ucap Ryou pelan, “mereka tidak ada habisnya!! Berapa kali pun di hancurkan mereka kembali muncul dalam jumlah dua kali lipat!!” ucap Shana, Ryou menggigit bibirnya, “tidak ada cara lain…” ucap Ryou, Ryou mengangkat tangan kanannya yang mulai bersinar terang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Royal Oppresion!! Berani-beraninya kalian muncul di hadapan ku!! King of Overlord!!” teriak Ryou, cahaya di tangan Ryou meledak dan menghancurkan semua tulang-tulang yang berusaha hidup kembali maupun tulang yang berusaha untuk muncul, sehinnga yang tersisa hanya beberapa tulang saja, setelah menggunakan Royal Oppresion, Ryou jatuh dan tubuhnya menjadi lemas, Shana langsung menahan tubuh Ryou yang jatuh, sementara Ashley menghabisi sisa-sisa tulang yang sedikit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ada apa dengan Ryou?” Tanya Ashley ke Shana, “dia menggunakan kemampuan tertingginya yang bernama King’s Rule dan itu menghabisi auranya dengan drastis…” ucap Shana, setelah beberapa menit tulang-tulang yang sudah di hancurkan oleh Ashley berusaha bangkit kembali dan mulai menyerang mereka lagi, “sial aku sudah kehabisan tenaga…” ucap Ashley, “Kiyomori!!” ucap seseorang, tiba-tiba muncul tebasan hitam besar yang memotong tulang-tulang tersebut, “Junk Barrage!!” ucap suara yang berbeda, dari langit muncul sesuatu yang terlihat seperti meteor dan menimpa tulang di sekeliling Ashley, tiba-tiba muncul dua bayangan dari belakang Ashley, yang satu menarik Ashley, dan yang satu lagi menarik Shana dan Ryou keluar dari tempat itu, setelah jaraknya sudah sangat jauh dari tempat tersebut, kedua orang tersebut melepaskan tarikannya dan menjatuhkan Ashley, Ryou, dan Shana, “ouch!! Siapa kalian!!” ucap Ashley, ke dua orang itu berbalik dan melihat Ashley, yang satu berambut hitam, agak tinggi, dan membawa katana di tangannya, yang satu berambut hitam juga hanya saja yang ini terlihat lebih berkarisma, dan di sebelahnya terdapat humanoid yang mengenakan jaket orange dan berbadan kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kami adalah Warlord… yang menggunakan katana di sana bernama Garaito, dan saya… kalian bisa memanggil saya dengan sebutan ganteng” ucap orang yang mengaku dirinya ganteng, tiba-tiba Garaito mengayunkan katananya dan memukul orang itu dengan gagangnya, “hentikan narsis mu yang menjijikan itu…” ucap Garaito kesal, “ok ok aku serius sekarang!! Nama ku Arif!! Puas!!” ucap Arif, “dan apa itu Warlord?” Tanya Alastor, “kau bisa menyebut Warlord adalah orang yang berada satu level di atas Overlord dan di bawah satu level dari King of Overlord” ucap Garaito, “jangan lupa jumlah Warlord hanya ada 12 orang!! Salah satunya adalah Garde Astale, Garaito, dan aku…” ucap Arif, Ashley menatap Arif, “kalau begitu bagaimana dengan Fernando Halim? Bukankah dia cukup kuat untuk di anggap Warlord?” Tanya Ashley, “Fernando Halim adalah King of Overlord… King of Overlord tidak hanya satu… kau harusnya menyadari itu… salah satunya adalah Ryou, Nando, Dave, dan Kirisaki... masih ada yang lain yang belum ku sebutkan…” ucap Garaito, Garaito mengeluarkan sesuatu dari kantongnya yang berupa surat, “berikan ini ke Garde Astale… oh dan bawa ini juga” Garaito mengeluarkan kalung kecil dari kantongnya, “apa itu?” Tanya Ashley, “Holy Neklace… effectnya hampir sama dengan Royal Oppresion milik Ryou… hanya saja kalung ini hanya menghalangi Aeon-Aeon Darkness…” ucap Garaito, tiba-tiba Ashley sedikit terkejut mendengar itu, “Aeon Darkness? Jangan-jangan tulang yang tadi…” ucap Ashley pelan, “ya tulang tadi semuanya Aeon… sekarang kamu bisa membayangkan seberapa kuat orang yang bisa mengendalikan seratus lebih Aeon sekaligus dari jarak yang jauh…” ucap Arif, Garaito dan Arif berbalik, “kami pergi dulu… tapi suatu saat kita akan bertemu lagi…” ucap Arif, kemudian mereka berdua menghilang menjadi bayangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“erhh Shana…” ucap Ryou pelan, Shana menoleh dan menatap Ryou, “handphone… suruh semuanya berkumpul di mansion milik Marcel...” ucap Ryou meminta tolong ke Shana, Shana mengangguk, “Ashley kau bisa menelpon yang lain untuk berkumpul di mansion Marcel sekarang juga?” ucap Shana, Ashley mengangguk dan mengeluarkan handphonenya, “menurutku orang itu tidak sekuat itu…” ucap Alastor, “apa maksudmu Alastor?” Tanya Shana, Alastor terdiam sesaat kemudian kembali berbicara, “semua tengkorak yang tadi menyerang kita… hanya memiliki sekitar 10% auranya Ryou… dengan kata lain dia bisa mengendalikan semua itu karena memang aura yang di konsumsi sangat kecil…” ucap Alastor, Shana terdiam kemudian mengangguk, “sudah… sekarang kau bisa lepaskan Fuzetsu ini dan kita bisa langsung ke mansion Marcel” ucap Ashley, kemudian Shana mengangkat Ryou, melepaskan Fuzetsunya, dan berlari bersama Ashley ke arah mansion milik Marcel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mereka berdua!! Berani-beraninya mengganggu ku!!” teriak seseorang yang memandang dari jauh, “apa perlu aku membunuh mereka berdua?” ucap perempuan berambut kuning, bermata kuning dan mengenakan armor serba hitam, “Arthur? Kau ada di sini rupanya… tidak perlu untuk saat ini Garaito dan Arif tidak perlu di bunuh… lebih penting kalau kita memburu King of Overlord itu…” ucap orang itu, Alter Saber berbalik, “baiklah kalau itu mau mu… King of Underworld…” ucap Dark Saber meninggalkan King of Underworld sendirian di atap sebuah gedung, “Dave, Ryou, Kirisaki, Nando, Jonas… aku akan mengalahkan kalian dan menjadi King of Overlord sekaligus King of Underworld…” ucap King of Underworld berbalik dan meninggalkan tempat tadi dia berdiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“apa!!!” teriak Brendan, “tenanglah sedikit…” ucap Alastor, “bagaimana bisa tenang!! King of Overlord ada lebih dari satu!! Nando saja belum selesai!! Masih ada sisa tiga lagi!!” teriak Brendan, “tidak semua jahat seperti Nando…” ucap Ryou, Brendan menjadi sedikit lebih tenang dan kemudian bersender di sofa, sementara Garde sepertinya sudah selesai membaca suratnya, “bagaimana?” Tanya Marcel, “mereka masih belum bisa menemukan orang yang melakukan semua ini… tapi mereka akan terus berusaha…” ucap Garde pelan, kemudian Garde melihat jam, “sudah jam segini… lebih kita beristirahat untuk hari esok… hal ini lebih baik kita menunggu perkembangan terlebih dahulu dari Warlord lainnya...” ucap Garde sambil beranjak dari kursinya, “Marcel kita bisa meminjam kamar di sini kan…” Tanya Garde ke Marcel, Marcel mengangguk, kemudian Garde dan yang lainnya pergi ke kamar masing-masing kecuali Ryou, “aku tahu kau ada di sana Dave…” ucap Ryou pelan, tiba-tiba dari belakang Ryou muncul seorang lelaki berambut hitam, mengenakan kaca mata, kurus, dan mengenakan kemeja, “sudah ku duga kau bisa menyadari ke hadiran ku…” ucap Dave, “bodoh… kalau aku tidak bisa menyadari kehadiran mu berarti aku tidak pantes di sebut King of Overlord…” ucap Ryou, Dave tersenyum, “kau tahu daripada kau berada di kelompok lemah ini akan lebih baik jika kau menggabungkan kekuatan dengan ku dan Kirisaki…” ucap Dave, Ryou terdiam sesaat, “mereka kuat… walaupun kekuatan mereka di bawah ku, kau, dan Kirisaki tapi setidaknya ketetapan hati mereka bisa membuat mereka menjadi lebih kuat…” ucap Ryou pelan, Dave menghela napas kemudian berbalik, “baiklah itu terserah kamu… tapi jika kau berubah pikiran hubungi saja aku…” ucap Dave, kemudian Dave pergi meninggalkan Ryou sendirian di ruang depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan paginya semuanya kembali menjalani hari-hari seperti biasa, “huaahm kelas hari ini membosankan…” ucap Brendan, “sepertinya aku mendengar suara orang menguap tadi…” ucap Garde sambil melanjutkan menulis di papan tulis, kemudian Garde berhenti menulis dan melihat Brendan, “Bren—“ belum selesai Garde berbicara tiba-tiba pintu kelas di ketuk, Garde mempersilahkan orang yang mengetuk pintu masuk, yang ternyata adalah kepala sekolah dan seorang lelaki yang berambut agak berdiri dan terlihat energic, “anak-anak hari ini kita akan memiliki teman baru!! Silahkan perkenalkan diri mu” ucap kepala sekolah ke anak itu, anak itu tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“perkenalkan nama ku Caesar!! Konichiwa!!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Caesar? Dan apakah yang akan di rencanakan oleh Dave dan Kirisaki setelah Ryou menolak untuk bekerja sama? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Episode:INVADE OF THE UNDEAD&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-1079531637019329894?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/1079531637019329894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/12/chapter-18beginning-of-new-life-also.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/1079531637019329894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/1079531637019329894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/12/chapter-18beginning-of-new-life-also.html' title='CHAPTER 18: BEGINNING OF NEW LIFE, ALSO BEGINNING OF A NEW TRHEAD'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-9052694403384205312</id><published>2009-12-15T07:25:00.000-08:00</published><updated>2009-12-15T07:26:36.596-08:00</updated><title type='text'>CHAPTER 17: CLIMATIC BATTLE!! ASHLEY &amp; BRENDAN VS RYOU!!</title><content type='html'>CHAPTER 17: CLIMATIC BATTLE!! ASHLEY &amp; BRENDAN VS RYOU!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“apa kau juga akan menghianati ku Ashley…” ucap Ryou pelan sambil menatap tajam ke arah Ashley, “aku tidak pernah menghia—“ ucap Ashley, tiba-tiba Ryou memotong, “BOHONG!! Kau akan menghianati ku… karena itu berarti sekarang kau sama seperti mereka… dan berarti mungkin aku juga akan membunuh mu bersama mereka…” ucap Ryou, “tidakkah kau sadari?! Nando hanya menggunakan mu!! Kau masih bisa berbalik ke sini bersama Ashley!! Dengan begitu… dengan begitu kau tidak perlu menanggung beban lagi!! Kembalilah ke sini… Ryou…” ucap Brendan ke Ryou, Ryou menatap Brendan dengan tajam, “apa yang membuatmu berpikir bahwa aku akan kembali ke kehidupan seperti itu… dikatai monster setiap saat… dilempari batu… dan countless abuse… dan kenapa aku harus kembali…” ucap Ryou sambil menatap Brendan dan Ashley, “karena di luar sana… di luar sana ada seorang perempuan yang mencintai mu dan menginginkan kamu untuk kembali ke sini…” ucap Brendan pelan, Ashley menatap Brendan, kemudian tersenyum kecil dan kembali menatap Ryou, “yaa kau dengar sendiri kan apa yang di katakan Brendan… hanya saja karena perempuan tersebut tsundere… jadi mungkin kau tidak menyadarinya…” lanjut Ashley. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“perteman hanya tahap awal dari permusuhan… percintaan hanya tahap awal dari ke putus asaan… kepercayaan hanya tahap awal dari penghianatan… emosi seperti itu…” Ryou mengenggam pedangnya semakin kencang dan menggigit bibirnya sendiri, sehingga bibirnya mengeluarkan darah sedikit, “EMOSI SEPERTI ITU TIDAK ADA GUNANYA!!” teriak Ryou, Ryou mengangkat tangannya dan mengarahkan pedang raksasa berornament emas di atasnya ke arah Brendan, Ashley, dan Marcel, “Sword of Judgement, Ragnarok…” ucap Ryou pelan, kemudian pedang raksasa tersebut langsung mengarah ke arah Brendan dan yang lainnya, “sial!! aura ku dan Ashley sudah habis…” ucap Brendan pelan, tiba-tiba Ojama Knight berlari ke arah Ragnarok yang ditembakan oleh Ryou, “lebih baik aku yang mati daripada tuan Marcel dan teman-temannya yang mati!! Overdrive!! Neojamarcel Burst!!” teriak Ojama, kemudian tubuh Ojama bersinar dan melompat ke arah Ragnarok, ketika Ojama Knight menabrak Ragnarok sinar di tubuh Ojama semakin terang dan akhirnya meledak dan sinar dari ledakan tersebut memakan Ragnarok dan dirinya, setelah sinar menghilang, Ragnarok dan Ojama Knight yang di telan oleh sinar juga menghilang, “Ojama terima kasih… aku tidak akan mennyia-nyiakan pengorbanan mu…” ucap Marcel, yang kemudian menundukan kepalanya dan meneteskan air mata, Marcel merogoh kantong bajunya dan mengeluarkan dua botol kecil berisi air, kemudian Marcel melempar kedua botol tersebut ke Ashley dan Brendan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“apa ini?” Tanya Ashley ke Marcel dengan tatapan yang bingung, “Elixir… minumlah itu akan mengembalikan semua aura mu…” ucap Marcel, Ashley dan Brendan mengangguk kemudian membuka tutup botol dan meminumnya, setelah beberapa saat Ashley dan Brendan merasa auranya telah kembali 100%, “bagus kalau begitu… berarti kalian sudah siap untuk bertarung…” ucap Ryou, Ryou langsung berlari ke arah Brendan dan Ashley dan menebaskan pedangnya, Brendan dan Ashley melompat untuk menghindarinya, kemudian Brendan meembody Valafar menjadi pedang bewarna emas, sedangkan Ashley meembody Dark Armed Dragon menjadi Gauntlet bewarna hitam pekat, Ashley membuka lubang dimensi dan menembakan rantai-rantai ke arah Ryou, Ryou yang melihat itu menebaskan pedangnya ke udara kosong, dan tiba-tiba angin yang di buat oleh ayunan pedang Ryou mementalkan semua rantai yang di tembakan oleh Ashley, Brendan yang berada di belakang Ryou menebaskan pedangnya ke arah punggung Ryou, tetapi Ryou berhasil menghindarinya, kemudian Ryou menusukan pedangnya ke belakang tanpa membalikan tubuhnya dan pedang tersebut berhasil menusuk perut Brendan, Ryou menebaskan pedangnya ke depan, Brendan yang masih tertusuk di pedangnya ikut terbawa tebasanya kemudian terlempar ke depan, kemudian Ryou langsung membalikan tubuhnya dan menendang Ashley yang juga ingin menyerangnya dan membuat Ashley terlempar ke belakang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“percuma… berapa kali pun kalian menyerang kalau kalian tidak melakukanya dengan niat membunuh, serangan kalian akan menjadi serangan yang sangat lemah…” ucap Ryou, Ryou menatap tajam Ashley dan Brendan yang masih terbaring di tanah bergantian, “kenapa… kenapa kalian tidak melakukannya dengan niat membunuh?” ucap Ryou, Ashley tertawa kecil, “tentu saja karena kau teman ku… dan aku datang ke sini bukan untuk membunuh mu… tapi menyadarkan mu…” balas Ashley sambil tersenyum, “sedangkan aku… karena aku berjanji kepada perempuan yang mencintai mu untuk membawa mu kembali… dan mungkin kita bisa menjadi teman setelah ini…” lanjut Brendan, “kalian… tidak mengerti apa-apa!!” ucap Ryou dengan nada yang membentak, “tentu saja kami mengerti… karena itu kami datang untuk menolong mu Ryou” ucap Ashley sambil tersenyum, “berhenti mempedulikan ku… overdrive… Armagedon, Sword That End the World…” ucap Ryou pelan, tiba-tiba di atas ruangan itu muncul beribu-ribu pedang berornament perak, pedang tersebut kemudian jatuh bersamaan menusuk tubuh Garde, Neos, Andre, Marcel, Brendan, dan Ashley, “aaaaaarrrrrrrrggghhh!!!” teriak Brendan, Ashley dan Marcel bersamaan, dan dalam sekejap lantai di ruangan itu berubah menjadi kolam darah, Marcel yang tidak punya kekuatan untuk berdiri lagi karena sudah di tusuk oleh berpuluh-puluh pedang jatuh tidak sadarkan diri, sementar Brendan dan Ashley walaupun mereka mengalami luka yang banyak karena tusukan pedang tersebut, mereka masih mencoba untuk berdiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“si, sial gauntlet ku pecah deh…” ucap Ashley terengah-engah karena menahan rasa sakit yang ada di sekujur tubuhnya sambil mengankat tangan kanannya dan memperlihatkan Gauntlet yang retak yang kemudian pecah dan jatuh ke kolam darah di bawahnya, “hehehe berarti kau harus mengganti gauntlet mu…” lanjut Brendan yang juga menahan rasa sakit, “ka, kalian… kenapa kalian masih bisa berdiri?! Kenapa kalian masih hidup?!” teriak Ryou, “Ryou tembok besi di hatinya perlahan-lahan mulai runtuh… mungkin kita memang bisa menyelamatkan Ryou…” ucap Ashley dalam hati, “tentu saja karena kita percaya… kita percaya kau pasti akan kembali…” ucap Brendan, Ryou menundukannya kepalanya, “kepercayaan… teman… apakah itu yang bisa membuat orang lain menjadi kuat? Kalau begitu apa yang telah ku lakukan selama ini…” ucap Ryou pelan, Ashley tersenyum karena perlahan-lahan Ryou sudah mulai sadar, tiba-tiba pintu di belakang Brendan dan Ashley terbuka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“whoa!! Kolam darah!!” ucap seseorang, Brendan, Ashley, dan Ryou melihat ke arah suara itu yang ternyata suara itu berasal dari Nando yang datang dan menyeret sesuatu di tangan kanannya, “ka, kau!! Bagaimana mungkin?!” teriak Brendan terkejut, “hah? Kenapa kakak? Maksudmu bagaimana mungkin aku masih hidup? Kakak salah Tanya harusnya kakak bertanya ‘kau bagaimana mungkin bisa memainkan sandiwara kalah tersebut dengan sempurna?!’ begitu kak” ucap Nando tersenyum, Brendan yang mendengar itu terkejut, “berarti Garde belum mengalahkannya… orang ini… dia hanya pura-pura kalah!!” ucap Brendan dalam hati, “kau sudah berhasil sejauh ini Ryou… bahkan kau membuat kolam darah… oh ya tidak apa-apa kan Ryou kalau darah di sini aku tambah?” ucap Nando sambil mengangkat sesuatu yang di seretnya dari luar, Ryou membatu di situ, “Shana…” ucap Ryou pelan sambil melihat Shana yang di angkat oleh Nando dan berlumuran dengan darah seakan-akan dia mandi darah, “anggap saja ini hukuman mu… karena memperlihatkan kegundahan di hati mu…” ucap Nando, tubuh Ryou gemetaran, genggaman pedangnya semakin kencang, gigi Ryou saling beradu menahan marah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“selama ini kau terus menyiksa ku… tapi aku diam saja… selama ini kau selalu memerintah aku… dan aku selalu menuruti perintah mu tanpa memedulikan apa perintah itu… tapi… kalau kau berani melukai Shana... maka aku tidak akan ragu untuk mrmbunuhmu!!” teriak Ryou, Ryou berlari ke arah Nando dan bersiap untuk menebasnya, “wah wah tahu tidak kalau binatang peliharaan itu tidak boleh menyerang tuannya…” ucap Nando sambil menepis pedang Ryou dengan sabernya kemudian menarik tangan Ryou dan memelintirnya, “a, argh…” ucap Ryou pelan kesakitan, Nando mengankat Ryou dan melemparnya ke dinding, Nando kembali berjalan ke arah Ryou dan menempelkan ujung sabernya di leher Ryou, “kau tahu… kalau menrutku kau sudah tidak berguna lagi aku akan menusukan saber ini ke leher mu… tapi biarkan aku berpikir sebentar” ucap Nando sambil tersenyum dan mengangkat sabrenya, “kau!! Apa yang akan kau lakukan ke Ryou!! Aku tidak akan pernah memaafkan mu jika kau menambah penderitaan Ryou!!” teriak Ashley, Nando menoleh ke arah Ashley dan menatapnya dengan tajam, “wah wah kenapa ya akhir-akhir ini banyak peliharaan yang membangkang ke tuannya… tenanglah Lindwurm… aku sudah mempersiapkan hukuman untuk mu…” ucap Nando kemudian Nando berbalik dan kembali berjalan ke arah Ryou dan menatapnya beberapa detik, sementara Ryou menatap Nando dengan tatapan kebencian, “sudah kuputuskan kau sudah tidak berguna… lagi…” ucap Nando, Nando mengankat sabernya dan menebaskannya ke arah leher Ryou, “Shana aku mencintai mu… maafkan aku… aku tidak bisa melindungi mu…” ucap Ryou dalam hati, kemudian Ryou menutup matanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“PERFECT EMBODY!!! CORE CHIMAIL ROOKLORD!!” teriak Ashley, Ryou membuka matanya dan melihat Ashley menahan saber Nando dengan buster blade bergagang hijau dan bermata pedang emas, “akhirnya!! Aku dapat merasakan udara segar lagi!!” ucap Rooklord yang ada di tubuh Ashley, “Ashley…” ucap Ryou pelan, “dasar bodoh… kau tidak boleh mati di sini!!” teriak Ashley, Ashley mengayunkan pedangnya dan mementalkan saber Nando, “ka, kau!! Sejak kapan kau memiliki Core Chimail?!” teriak Nando terkejut, “sayang sekali captain Nando… tapi ini adalah Aeon ku yang sebenarnya!! Dark Armed Dragon adalah Aeon ku yang kedua!!” teriak Ashley, tiba-tiba simbol Core Chimail yang ada di tangan kiri Ashley bersinar terang, Ashley menyerang Nando dengan membabi buta dan serangan Ashley sangat cepat, “I, ini tidak mungkin!!” ucap Nando terkejut, “semuanya mungkin!! Tidak ada yang tidak mungkin bagi orang yang tidak pernah menyerah!!” teriak Ashley, Ashley mengangkat pedangnya dan menebas Nando dengan kekuatan penuh, Nando berusaha menahannya dengan saber miliknya, tetapi saber tersebut terlempar dan gagal menahan tebasan Ashley, tapi Nando berhasil melompat ke belakang untuk menghindari tebasan tersebut, sehingga tebasan tersebut hanya mengenai udara kosong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nando!! Aku tidak akan memaafkan mu atas apa yang kau lakukan ke aku dan Ryou!! Overdrive!!!” teriak Ashley, Nando mundur sedikit dan dia menyadari kalau di belakangnya ada orang lain, Nando langsung menoleh ke belakang yang ternyata adalah Brendan, “Nando aku juga tidak akan memaafkan mu karena kamu lah ayah merasa bersalah… overdrive…” ucap Brendan, pedang Brendan dan Ashley menyala terang, “kalian main-main kan?” ucap Nando berjalan mundur ke belakang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ULTIMATE BOND!!!” teriak Brendan dan Ashley bersamaan, mereka mengayunkan pedangnya bersamaan, dan dari pedang mereka keluar aura yang meladak dan membentuk naga raksasa, naga tersebut mengarah ke arah Nando dan menabraknya sehingga terbentuk ledakan yang sangat besar, “uaaarrghhh!!” teriak Nando yang terbungkus oleh sinar tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu bulan sudah berlalu sejak pertarungan di CnG Building, Nando berhasil kabur, ternyata gabungan Overdrive milik ku dan Ashley tidak bisa mengalahkannya dan sekarang aku kembali menjalani hidup ku seperti biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“moou!! Brendan!! Sudah hampir telat nih!!” teriak Hinagiku dari bawah, “iya!! Aku turun!!” teriak Brendan, Brendan berlari ke lantai 1 dan di pintu sudah Hinagiku sudah menunggu, “lama sekali sih!! Yang lain sudah menunggu tuh!!” ucap Hinagiku ke Brendan, “iya aku tahu” ucap Brendan, mereka berjalan keluar rumah, “berhenti mengelus kepala ku!!” teriak Ryou ke Ashley yang dari tadi mengelus kepala Ryou, “hahahaha entah kenapa kepala mu enak untuk di elus” ucap Ashley, Ryou yang mendengar itu menjadi kesal dan memukul perut Ashley, “urgh!” ucap Ashley sambil memegang perutnya, Brendan dan Hina yang baru keluar rumah tersenyum melihat itu, kemudian Brendan melihat sekelilingnya, dia melihat Ashley, Ryou, dan Shana, “loh mana yang lainnya?” Tanya Brendan, “katanya mereka akan menyusul…” ucap Ashley sambil masih memegang perutnya, “itu hukuman karena ka uterus membuat ku kesal” ucap Ryou, Ashley hanya tertawa kecil, “ternyata Ryou itu adalah orang yang baik… begitu juga dengan Ashley dan Shana… walaupun Ashley memiliki hobi yang aneh yaitu membuat Ryou marah…” ucap Brendan dalam hati sambil tersenyum melihat mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hoooi Brendan!! Ashley!!” teriak seseorang, Brendan menoleh dan melihat Marcel, Hitagi, Andre, dan Haruhi, “lama sekali sih!!” Ucap Ashley, “gomene tadi aku ada urusan” ucap Marcel, “baiklah ayo kita jalan ke sekolah bersama-sama!” ucap Haruhi dengan bersemangat, di tengah perjalanan Shana mendekati Brendan dan membisikan sesuatu, “terima kasih Brendan…” ucap Shana pelan, “hah?” Tanya Brendan yang kurang mendengarnya, “nande mo nai!” balas Shana, Shana kembali berlari ke arah Ryou, Brendan tersenyum melihat Shana, di depan pintu Hakuo Gakuen mereka melihat murid lainnya yang sedang di marahi oleh seorang guru, mereka yang melihat itu diam-diam menyelinap untuk masuk, karena mereka tahu mereka sudah telat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tunggu!!” ucap guru itu, Brendan dan yang lainnya langsung membatu dan berbalik, “hahahaha Garde sensei berikan kami keringannan ya!!” ucap Brendan sambil tersenyum, “tidak akan kalian sudah terlambat jadi—“ ucap Garde panjang lebar, “here we go ceramah super panjang Garde Astale…” ucap Andre, kemudian Marcel membisikan sesuatu ke Brendan, “kabur!!” bisik Marcel, Brendan dan yang lainnya berbalik dan langsung berbalik ke arah sekolah, “hei tunggu!! Kalian…” ucap Garde menghela napas sambil tersenyum melihat mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya kami menginginkan hidup yang damai seperti ini tanpa gangguan dan tanpa seorang pun yang tahu ada sesuatu yang mendekat… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Episode:BEGINNING OF A NEW LIFE, ALSO BEGINNING OF A NEW TRHEAD &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FIRST ARC FINISHED, SECOND ARC IS IN PROCESS SO WAIT FOR IT OK ^^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-9052694403384205312?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/9052694403384205312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/12/chapter-17-climatic-battle-ashley.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/9052694403384205312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/9052694403384205312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/12/chapter-17-climatic-battle-ashley.html' title='CHAPTER 17: CLIMATIC BATTLE!! ASHLEY &amp; BRENDAN VS RYOU!!'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-131238621401857106</id><published>2009-12-15T07:23:00.000-08:00</published><updated>2010-04-10T19:34:18.484-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 16: MY PROMISE TO SHANA… FATEFULL BATTLE</title><content type='html'>CHAPTER 16: MY PROMISE TO SHANA… FATEFULL BATTLE &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hrng…” ucap Lindwurm setengah sadar, dia membuka matanya dan melihat Brendan berdiri di dekatnya, “kau… kenapa menolong ku? Kenapa kau tidak membunuh ku saja…” ucap Lindwurm ke Brendan, Brendan tersenyum, “kau tahu mungkin mulai dari sekarang kita bisa hidup sebagai saudara…” ucap Brendan, Lindwurm menatap Brendan dengan tajam, “kita tidak akan penah menjadi saudara” ucap Lindwurm pelan, “kau keras kep—“ tiba-tiba Brendan jatuh tidak sadarkan diri, “o, oi kau tidak apa-apa kan?” ucap Lindwurm sambil mendekati Brendan, “I, ini!! tubuhnya panas seperti terbakar!!” ucap Lindwurm dalam hati, tiba-tiba pintu elevator terbuka dan dari sana muncul Garde dan yang lain, Marcel yang melihat Brendan tidak sadarkan diri terkejut dan langsung me summon Neos untuk menyerang Lindwurm, tetapi Lindwurm berhasil menghindarinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kau!! Apa yang kau lakukan terhadap Brendan?! Aku akan membunuh mu sekarang!” ucap Marcel, tiba-tiba Garde menghentikan serangan Neos, “kenapa kau menghentikan ku Garde?!” Tanya Marcel, “tidakkah kau sadari… tubuh Lindwurm terluka dan auranya sudah habis… sedangkan tubuh Brendan baik-baik saja walaupun auranya habis…” ucap Garde tenang ke Marcel, “apa maksud mu Garde?” Tanya Marcel, “maksud Garde adalah yang memenangkan pertarungan ini adalah Brendan bukan Lindwurm…” lanjut Andre, kemudian Marcel mencoba menenangkan diri dan mengembalikan Neos, “kalau begitu apa yang terjadi dengan Brendan bisakah kau jelaskan?” Tanya Marcel ke Lindwurm, “sudah ku bilang ini bukan aku yang lakukan... aku juga tidak tahu tapi tiba-tiba dia jatuh tidak sadarkan diri dan badannya panas…” ucap Lindwurm, Garde mendekati tubuh Brendan dan membaca sesuatu, tiba-tiba tubuh Brendan terbakar dan dari api tersebut muncul sesosok iblis yang di selimuti api, “kalau begitu kita Tanya saja ke dia… berhubungan dia selalu di dalam tubuh Brendan…” ucap Garde sambil menatap iblis tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“haaah terima kasih anak muda… aku benar-benar di kunci olehnya sehingga aku tidak bisa keluar… oh ya ini adalah pertemuan pertama kita… perkenalkan nama ku Valafar…” kemudian Valafar menatap Lindwurm dan mendekatinya, “dan ini pertemuan kita yang kedua kalinya anak dari Vraniel…” ucap Valafar ke Lindwurm, Lindwurm membalas tatapan Valafar dengan tatapan yang tajam, “nah Valafar sekarang jelaskan apa yang terjadi…” Tanya Garde ke Valafar, “yaa bisa di bilang itu kesalahan dia… dia menggunakan Phoenix Aura di saat aura dia hanya 37% padahal aku sudah memberi tahu dia agar menggunakannya ketika aura dia di atas 60% ya jadinya begini…” ucap Valafar, Garde berpikir sebentar kemudian kembali bertanya, “apakah dia akan sembuh?” Tanya Garde ke Valafar, “itu semua tergantung perjuangan dia kalau dia bisa bertahan dia pasti sembuh…” ucap Valafar tenang, “bagaimana kalau tidak?” lanjut Marcel, “dia akan mati…” balas Valafar, semua yang mendengar ucapan Valafar langsung terkejut, “kalian…” ucap Lindwurm pelan, Garde menoleh ke Lindwurm, “ada apa?” Tanya Garde, “lanjutkan pertarungan kalian… aku akan menjaga Brendan…” ucap Lindwurm lagi, “apa maksud mu?” balas Marcel sambil menatap tajam Lindwurm, “aku tahu… ini bukan salah dia… tapi aku di kuasai oleh kegelapan bernama dendam sehingga aku bergabung dengan Nando… tapi aku tidak menyangka kalau Nando akan menjadikan aku dan Ryou sebagai alat… terutama Ryou… Nando selalu memberinya latihan yang berat dan menyiksanya hanya untuk menjadikannya King of Overlord… jadi ku mohon selamatkan lah Ryou!! Dia hanya satu-satunya teman yang ku punya…” ucap Lindwurm, Garde tersenyum melihat itu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“baiklah ayo kita masuk ke dalam! Lindwurm aku titipkan Brendan ke kamu…” ucap Garde sambil meninggalkan Lindwurm dan Valafar disana “mungkin mulai sekarang kita memang harus hidup sebagai saudara…” ucap Lindwurm pelan, Valafar menatap Lindwurm, “pada akhirnya kau menjilat ludah sendiri…” ucap Valafar, “bo, bodoh! Aku hanya berpikir apa yang di katakana oleh Brendan!” ucap Lindwurm sambil menolehkan mukanya ke arah lain, “hmm bagaimana ke adaan Aeon mu yang lain… yang ayah mu wariskan…” ucap Valafar ke Lindwurm, “Aeon? Maksud mu dia?” Tanya Lindwurm ke Valafar, Valafar menganguk, “ya Rooklord…” ucap Valafar sambil melihat Lindwurm dengan tatapan tajam, Lindwurm balas menatapnya dengan tajam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di Garde dan yang lain sudah sampai di tempat Ryou, mereka langsung mendobrak pintu tempat Ryou berada, dan ternyata di dalam Ryou sudah menunggu sambil memegang Malevolent Sword Goku En, “aku sudah menunggu kalian…” ucap Ryou, “baiklah Ryou kali ini kau akan kalah!!” ucap Marcel, Garde meembody Blue Eyesnya dan mulai menyerang Ryou, tetapi Ryou berhasil menghindari serangan Garde, kemudian Ryou melompat dan menendang kepala Garde dan langsung menebaskan pedangnya ke Garde dan tebasan tersebut tepat mengenai Garde, tiba-tiba Neos menyerang Ryou dari belakang, tetapi Ryou menepis pukulan Neos, kemudian menarik dan melemparnya ke arah Garde, sementara Andre menembakan Des Frog dalam jumlah yang banyak ke arah Ryou, “bodoh!! Apa kau kira serangan seperti itu dapat melukai ku?! Aero, Sword of Storm!!” teriak Ryou, Ryou mengarahkan pedangnya ke arah Andre, tiba-tiba dari pedang Ryou muncul angin yang sangat kencang dan kemudian melempar Andre ke dinding di belakangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kau lengah!!” ucap Garde, tiba-tiba Garde dan Neos sudah mengepung Ryou dan mereka menyerang Ryou secara bersamaan, “lemah…” ucap Ryou pelan, tiba-tiba sekeliling Garde dan Neos berubah menjadi gelap, “a, apa ini Neos!!” ucap Garde ke Neos, “aku juga tidak tahu Garde-Dono…” balas Neos, tiba-tiba kegelapan tersebut pecah dan muncul berpuluh-puluh luka tebasan di tubuh Garde dan Neos, “Nocto, Sword of Darkness…” ucap Ryou pelan, sementara Garde dan Neos mulai rubuh perlahan-lahan dengan keadaan berlumuran darah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“seharusnya kalian menyadari bahwa kalian itu lemah… sehingga kalian tidak menyerang sembarangan…” ucap Ryou pelan, kemudian Ryou melihat Marcel yang masih berdiri di dekat pintu, “oh ya masih ada kau…” ucap Ryou sambil berjalan mendekati Marcel, “jangan meremehkan ku…” ucap Marcel pelan sambil menatap Ryou dengan tajam, “memangnya kau bisa melakukan apa… dengan tubuh terluka… kehabisan aura… dan tanpa Aeon…” ucap Ryou sambil mengangkat pedangnya untuk menebas Marcel, “kata siapa?” ucap Marcel tersenyum, “kau!!” Ryou menebaskan pedangnya, tetapi tiba-tiba ada yang menahan serangan Ryou, “I, ini!!” ucap Ryou terkejut, ternyata yang menahan serangan Ryou adalah sesosok humanoid kecil bewarna kuning dan mengenakan armor perak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I have Ojama!!! ike Ojama Knight!!” teriak Marcel, Ojama Knight mendorong tamengnya dan membuat pedang Ryou terpental, kemudian Ojama Knight menebaskan pedangnya dan berhasil membuat luka kecil di badan Ryou, “ini terluka oleh mahluk seperti ini… apa kau menghina ku?” ucap Ryou sambil menatap Marcel dan Ojama Knight dengan tajam, “jika kau mau menyerang tuan Marcel maka kau harus mengalahkan ku dulu!!” ucap Ojama ke Ryou, “baiklah… overdrive…” ucap Ryou pelan tiba-tiba di atas Ryou muncul pedang dengan ornament emas dan terlihat sangat agung, “a, apa itu…” ucap Marcel takjub, “Ragnarok, Sword of Judgement!!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku ada di mana…” ucap Brendan dia melihat sekeliling dan menyadari bahwa dia berada di tepi sungai dengan jembatan di atas sungai tersebut, “ini aku merasa aku harus melewati jembatan itu…” ucap Brendan sambil berjalan ke arah jembatan itu, “jangan ke sana!!” teriak seseorang yang terdengar begitu familiar, Brendan menoleh ke arah suara itu dan dia melihat seseorang yang dia kenal, Brendan membatu di sana, “a, ayah?” ucap Brendan pelan, “hmm hahahaha kau pasti Brendan! Kau sudah besar ya!” ucap Vraniel tertawa, Brendan menatap ayahnya dengan seksama, “ayah kenapa ada di sini?” Tanya Brendan ke Vraniel, “bagaimana hubungan mu dengan Ashley?” ucap Vraniel, “buruk… sepertinya dia membenci ku…” ucap Brendan, wajahnya terlihat sedih, Vraniel menatapnya dengan seksama, “Brendan… maafkan aku… karena aku…kau tersiksa… mungkin dari awal harusnya aku yang melindungi Ashley… harusnya aku menuruti pemuda berambut perak yang ku temui 10 tahun lalu…” ucap Vraniel sambil menatap langit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“begitu… baiklah entah kenapa aku benar-benar merasa harus melewati jembatan itu…” ucap Brendan, kemudian Brendan kembali berbalik dan mengarah ke jembatan, “apa kau yakin…” ucap Vraniel pelan, “apa maksud ayah?” Tanya Brendan sambil berbalik kembali ke arah Vraniel, Vraniel berjalan melewati Brendan dan berdiri di tepi sungai, Brendan mengikutinya, “di seberang jembatan itu terdapat dua dunia yang berbeda yaitu Infernus dan Celestial… bagi orang yang bersih dia akan memasuki Celestial… bagi orang yang memiliki dosa yang berat dia akan memasuki Infernus…” ucap Vraniel, Brendan terkejut, “jangan bilang…” ucap Brendan dengan nada sedikit ketakutan, “ya jembatan ini adalah jembatan yang menghubungkan dunia orang mati dan dunia tempat kita hidup…” ucap Vraniel, Brendan menghela napas, “kalau begitu kurasa kita berdua akan memasuki Celestial” ucap Brendan tersenyum, “tidak bisa… aku memiliki dosa yang berat… aku sudah membuat takdir Ashley dan Ryou berubah… itu adalah dosa terberat yang ku miliki…” ucap Vraniel, “ka, kalau begitu aku masih bisa ke—“ belum selesai Brendan berbicara, Vraniel sudah memotong pembicaraan, “tidak… kau juga punya dosa yang berat… kalau kau pergi sekarang maka kau meninggalkan 3 hal… janjimu ke Shana… janjimu ke Garde… tujuan hidup yang kau buat... dan…” ucap Vraniel pelan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Brendan teringat satu wajah yang selalu menolongnya, yang selalu dia pikirkan, yang memberinya arti hidup, “Hinagiku…” ucap Brendan pelan, Vraniel tersenyum, “ya aku masih belum bisa meninggalkan Hinagiku!! Aku akan kembali!!” ucap Brendan, tiba-tiba Vraniel mendorong Brendan ke sungai, “eh…” ucap Brendan pelan, “teruslah hidup… dan capai lah tujuan hidup mu…” ucap Vraniel, Vraniel meneteskan air matanya, tepat sebelum Brendan tercebur ke dalam sungai Brendan mendengar kata-kata terakhir yang di katakan oleh Vraniel, “Brendan sampaikan maaf ku ke Ashley” ucap Vraniel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“haaaaahh!!!!” Brendan terbangun dan melihat Valafar dan Ashley yang sedang berbicara, “ohh!! Kau masih hidup!!” teriak Valafar, Lindwurm menoleh kea rah Brendan, “Lind—“ tiba-tiba Lindwurm menghentikan pembicaraan Brendan, “Ashley… panggil aku dengan sebutan Ashley…” ucap Ashley ke Brendan, “Ashley ayah meminta maaf ke kamu…” ucap Brendan pelan, Ashley terdiam sesaat, “haaah orang tua bodoh itu biarkan dia…” ucap Ashley, Brendan menatap Ashley, “Ashley kau…” ucap Brendan, “sudah tidak usah pedulikan itu… lebih baik kita mengejar Garde…” ucap Ashley, Brendan menganguk, mereka berlari ke arah ruangan Ryou, dan ketika Brendan membuka pintu Brendan melihat sesuatu yang mengerikan, kamar itu di penuhi oleh bercak darah di mana-mana, Garde dan Neos yang tidak sadarkan diri berlumuran darah, Andre yang tidak sadarkan diri yang tersender di dinding, dan Marcel yang masih berdiri, dan dilindungi oleh Ojama Knight, sedangkan di atas Ryou terdapat sebuah pedang raksasa, berornament emas, Brendan dan Ashley langsung menghentikan Ryou, “Ryou berhenti!! Kenapa kau menjadi seperti ini!!” ucap Ashley, Ryou menatap Ashley dengan tajam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“apa kau juga akan menghianati ku Ashley?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang akan terjadi setelah ini? better wait next episode &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Episode:CLIMATIC BATTLE!! ASHLEY &amp; BRENDAN VS RYOU&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-131238621401857106?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/131238621401857106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/12/chapter-16my-promise-to-shana-fatefull.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/131238621401857106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/131238621401857106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/12/chapter-16my-promise-to-shana-fatefull.html' title='CHAPTER 16: MY PROMISE TO SHANA… FATEFULL BATTLE'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-5408889397714004262</id><published>2009-10-21T03:26:00.000-07:00</published><updated>2010-04-10T19:34:25.548-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 15: BOND OF BROTHER!! BRENDAN VS LINDWURM!!</title><content type='html'>CHAPTER 15: BOND OF BROTHER!! BRENDAN VS LINDWURM!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”aku akan menarikmu dari kegelapan yang bernama masa lalu Ashley…” ucap Brendan pelan ke Lindwurm, muka Lindwurm terlihat emosi, tangannya gemetaran seperti menahan amarahnya, “kau… tahu apa kau tentang masa lalu ku!!!” teriak Lindwurm ke Brendan, “aku tahu semuanya!! Ayah meninggal bukan karena dia memindahkan semua Aeon ke tubuh ku!! Itu hanya salah satu dari factor kematiannya saja!! Factor sebenarnya adalah karena penyakit yang di deritanya!!” ucap Brendan ke Lindwurm, muka Lindwurm terlihat terkejut mendengar itu, “kau… kau jangan pernah membohongi ku!! Perfect Embody!! Dark Armed Dragon!!” teriak Lindwurm, Dark Armed Dragon yang muncul langsung berubah menjadi armor hitam yang membungkus tubuh Lindwurm, tiba-tiba Lindwurm membuka berpuluh-puluh lubang dimensi di sekelilingnya dan dari lubang dimensi tersebut muncul rantai-rantai yang ujungnya di beri sesuatu seperti kunai, rantai-rantai tersebut mengarah ke Brendan, tetapi Brendan mengeluarkan sayap Valafar dan terbang ke atas untuk menghindari rantai-rantai tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hampir saja…” ucap Brendan pelan, “jangan terlalu santai serangan dia masih belum selesai…” ucap Valafar yang ada di dalam tubuh Brendan, “kau tidak akan kubiarkan kabur!!” teriak Lindwurm, tiba-tiba rantai-rantai yang di tembakan oleh Lindwurm tadi memasuki lubang dimensi lainnya yang di buat oleh Lindwurm dan muncul kembali di sekeliling Brendan, Brendan kembali terbang menghindar, tetapi lagi-lagi rantai tersebut masuk ke dalam lubang dimensi dan muncul lagi di sekitar Brendan, dan Brendan terus menghindari rantai-rantai yang terus mengejarnya melalui lubang dimensi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sial!! rantai-rantai ini!! setiap kali tidak mengenai ku rantai-rantai tersebut memasuki lubang dimensi dan muncul di tempat lainnya!!” maki Brendan, “atur gerakan mu!! Agar tidak terkena rantai tersebut!!” ucap Valafar, Brendan menganguk kemudian terus terbang menghindari rantai-rantai yang menyerangnya, tiba-tiba Brendan menyadari sesuatu, Lindwurm tersenyum, “sayang sekali tanpa kau sadari rantai yang mengejarmu membentuk kandang rantai!! Kau tidak bisa kemana-mana lagi Brendan!!” teriak Lindwurm ke Brendan, Brendan melihat sekeliling, dia sudah terkurung dalam jeruji rantai tersebut, “ini… aku tidak menyangka ini…” ucap Brendan kesal, tiba-tiba di sekeling Brendan muncul banyak lubang dimensi dan dari lubang dimensi tersebut muncul rantai-rantai yang tadi mengejar Brendan, Brendan yang terkurung dalam jeruji tidak bisa menghindar sehingga Brendan tertusuk oleh berpuluh-puluh rantai tersebut, “aaaaarrrrggghhhh!!!” teriak Brendan kesakitan, darah Brendan muncrat ke berbagai arah karena berpuluh-puluh tusukan yang diterimanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“terlalu mudah…”ucap Lindwurm, tiba-tiba luka tempat Brendan tertusuk mulai mengeluarkan api dan membakar habis rantai yang menusuknya dan juga jeruji yang mengurungnya, setelah semua rantai tersebut terbakar Brendan jatuh ke tanah masih dalam keadaan tidak sadarkan diri, “oi!! sampai kapan kau mau terus tidur?!” teriak Valafar, perlahan-lahan Brendan mulai berdiri kembali, “sakit… tapi kalau serangan itu dapat menarik mu dari kegelapan bernama dendam maka aku akan menerimanya…” ucap Brendan, “sebenarnya apa yang kau mau?! Kenapa?! Kenapa?! Kenapa kau terus berbicara ingin menolong ku?!” teriak Lindwurm, Brendan hanya tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“karena kita seharusnya menjadi saudara” ucap Brendan tersenyum, Lindwurm murka mendengar itu, “jangan pernah…” ucap Lindwurm pelan, tiba-tiba muncul lubang dimensi lagi hanya saja kali ini lebih banyak dari sebelumnya, Brendan meembody Valafar dan mengambil posisi bertahan, “jangan pernah… mengaku sebagai saudara ku!!” teriak Lindwurm dan lagi-lagi Lindwurm menembakan rantai dari lubang dimensi tersebut, Brendan berlari ke arah Lindwurm dan menepis semua rantai yang mengarah ke arahnya sampai Brendan berhasil mendekati Lindwurm, kemudian Brendan menebaskan pedangnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kau!!” Lindwurm menciptakan pelindung dari rantai-rantai yang muncul di sekelilingnya untuk menahan tebasan Brendan sehingga pedang Brendan tertahan oleh rantai, “mangertilah Ashley… pertarungan ini tidak berguna… lebih baik kita hentikan ini…” ucap Brendan, Lindwurm yang mendengar itu menjadi sangat kesal, “Dark Flame Chain” ucap Lindwurm, dan seketika Brendan sudah terikat dengan rantai yang di keluarkan oleh Lindwurm, “baiklah kalau kau memaksa… aku akan menyadarkan mu dengan cara yang kasar…” ucap Brendan, kemudian Brendan mematahkan rantai-rantai tersebut dengan tangan kosong, Lindwurm yang melihat itu terkejut dan langsung menjauh, “Fire Breath!!” Brendan menembakan api dari pedangnya, “jangan sombong!! Aku tidak akan kalah disini!! Dark Flame!!” ucap Lindwurm sambil mengeluarkan api hitam dari tangannya sehingga api milik Brendan dan Lindwurm bertabrakan, dan membakar semua yang ada di sekelilingnya, setelah api mereda Brendan langsung berlari ke arah, Lindwurm dan mengambil kuda-kuda untuk menyerangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku tidak menyangka akan menggunakan ini!!” Lindwurm melepaskan Dark Armed Dragon, kemudian meembodynya lagi hanya saja kali ini Dark Armed Dragon tidak menjadi armor melainkan menjadi gauntlet hitam, Brendan menebaskan pedangnya, tetapi Lindwurm berhasil menahannya dengan gauntlet yang di gunakannya, kemudian Lindwurm mendorong pedang Brendan dengan gauntletnya sehingga Brendan juga terdorong, dan setelah itu Lindwurm mehantam perut Brendan dengan tangannya dan tiba-tiba hantaman Lindwurm meledak dan melempar Brendan, “argh!! Ini!! tonjokannya meledak!!” ucap Brendan kaget, “Dark Armed Gauntlet… gauntlet ini tercipta dari api hitam Dark Armed Dragon dan tidak bisa hancur sekaligus dapat meledak… Brendan kau adalah orang kedua yang melihat gauntlet ini…” ucap Lindwurm, “hehehehe akhirnya kau serius juga… kalau begitu aku juga akan serius” ucap Brendan, tiba-tiba Lindwurm menghilang, “a, apa kemana dia?!” ucap Valafar terkejut, Brendan juga terkejut melihat Lindwurm yang menghilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku di sini…” ucap Lindwurm, Brendan menoleh ke belakang dan ternyata Lindwurm ada di sana, “bagaimana mungkin!!” ucap Valafar terkejut lagi, Lindwurm kembali memukul Brendan ke atas yang membuat Brendan terlempar ke atas, “urgh!! Begitu dia berpindah melalui lubang dimensi ya…” ucap Brendan pelan, dan sekarang Lindwurm sudah berada di atas Brendan, “jadi dia tidak menghilang melainkan…” ucap Valafar, “ya dia memasuki lubang dimensi untuk berpindah tempat secara cepat…” lanjut Brendan, Lindwurm memukul Brendan, kemudian berpindah tempat dan memukul lagi dan begitu seterusnya, sehingga dalam beberapa detik saja Brendan sudah berlumuran darah, “overdrive… BIG BANG!!” teriak Lindwurm, kemudian Lindwurm memukul Brendan dan pukulannya menciptakan ledakan yang sangat besar sehingga membuat Brendan terlempar ke bawah dan tanah yang dibrak Brendan tercongkel sehingga membentuk kawah kecil, “sudah selesai kah…” ucap Lindwurm sambil menatap kawah yang terbentuk, setelah kepulan asap menipis Lindwurm melihat Brendan yang masih berdiri, “dia…” ucap Lindwurm pelan, sementara Brendan dan Valafar sedang berdebat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“o, oi kau tidak berpikir untuk menggunakan itu kan?” Tanya Valafar ke Brendan, “kurasa aku akan menggunakannya jika keadaannya terus seperti ini…” ucap Brendan pelan, “jangan kalau kau menggunakanya maka kau bisa mati karena kehabisan aura…” ucap Valafar, Brendan tertawa kecil, “kalau begitu untuk apa kau memberikan kekuatan itu?” Tanya Brendan ke Valafar, “aku memberinya karena menurut ku kau tidak akan menggunakannya secara sembarangan! Kalau seperti ini seharusnya aku tidak memberimu kekuatan itu!! Ingat itu hanya boleh di pakai jika aura mu dalam keadaan 60% atau lebih karena kekuatan itu mekonsumsi 50% kekuatan mu… dan sekarang aura mu hanya tersisa 37% apa kau kira kau akan bertahan hidup setelah menggunakan kekuatan itu…” ucap Valafar mencoba menghentikan Brendan, “aku tidak butuh pendapat mu… selama aku bisa menolong Ashley dan Ryou mati pun tidak apa-apa…” ucap Brendan, “dasar bodoh!! Kau aka—“ belum selesai Valafar berbicara Brendan sudah menguncinya di dalam tubuhnya, “gomene Valafar… overdrive…” ucap Brendan, tiba-tiba muncul pilar api dalam jumlah yang banyak di sekitar Brendan, “dia apa yang dia lakukan?!” ucap Lindwurm dalam hati, kemudian Lindwurm langsung terbang ke arah Brendan untuk menyerangnya, “apapun itu yang jelas itu akan berbahaya… aku harus menghentikannya!!” ucap Lindwurm dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“PHOENIX AURA!!!” tiba-tiba api dari pilar api di sekeliling Brendan langsung mengarah ke arah Brendan dan membakarnya, Lindwurm yang ingin menyerang Brendan menghentikan langkahnya, “dia!! Apa yang dia lakukan?!” ucap Lindwurm dalam hati terkejut, setelah api mereda terlihat Brendan yang di selimuti aura bewarna emas, dan semua luka Brendan tertutup dengan cepat, “Lindwurm aku serius sekarang…” ucap Brendan, Brendan terbang ke arah Lindwurm dan menebaskan pedangnya dengan kecepatan yang sangat cepat sehingga dalam waktu beberapa detik sudah ada berpuluh-puluh luka tebasan di badan Lindwurm, “AAAARRRRGGGHHH!!!” teriak Lindwurm yang kesakitan, “gerakan dia tidak dapat di prediksi!! Bahkan kecepatannya di luar akal sehat manusia!!” ucap Lindwurm dalam hati, sementara Brendan menendang Lindwurm ke bawah dan mengangkat pedangnya, setelah itu pedang Brendan di bungkus oleh api yang besar dan membentuk wujud pedang raksasa, “Crimson Blade…” Brendan mengayunkan pedang raksasa tersebut ke Lindwurm dan membuat luka yang amat lebar di badan Lindwurm, dan dalam sekejap luka tersebut terbakar dan kemudian membakar Lindwurm dengan api bewarna emas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aaaarrrgggghhh!!” teriak Lindwurm yang kepanasan, setelah api perlahan-lahan menghilang Lindwurm yang terbakar berusaha untuk terus berdiri, “kali ini aku akan mengerahkan semua tenaga ku di satu pukulan ini… untuk membunuh mu” ucap Lindwurm, tiba-tiba tangan Lindwurm di selimuti oleh api hitam, “overdrive…” ucap Lindwurm pelan, Brendan juga mengangkat pedangnya, “baiklah serangan ini akan menentukan segalanya… overdrive…” ucap Brendan, pedang Brendan mulai di selimuti oleh api bewarna emas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Abyss Dragon!!” Lindwurm menembakan api hitam dari tangannya, kemudian api hitam itu mulai membentuk naga yang besar dan mengarah ke Brendan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Phoenix Inferno!!” Brendan menebaskan pedangnya dan dari tebasannya muncul Phoenix yang lebih besar daripada yang di keluarkan oleh Phoenix Flame. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Phoenix dan naga milik Lindwurm dan Brendan bertabrakan dan saling mendorong satu sama lainnya, “aku… aku akan pulang dengan selamat!! Karena itu janji ku kepada Garde… aku akan pulang karena aku berjanji pada Hina akan kembali… aku akan pulang dengan membawa serta kamu dan Ryou!! Dan aku akan menepati janjiku pada Shana untuk menyelematkan Ryou!! Ini bukanlah kekuatan ku!! Ini adalah kekuatan dari harapan mereka!! Karena itu kau tidak bisa mengalahkanku!!” teriak Brendan, tiba-tiba Phoenix milik Brendan semakin membesar dan menghancurkan naga milik Lindwurm, “tidak mungkin!!” teriak Lindwurm, Phoenix milik Brendan berhasil mengenai Lindwurm, Lindwurm yang terkena Phoenix milik Brendan terlempar dari lantai 7 dan terjatuh ke bawah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ayah… aku akan menyusul mu…” ucap Lindwurm dalam hati sebelum Lindwurm menutup matanya dia melihat Brendan yang terbang untuk menolongnya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“bodoh… kenapa kau menolong ku…” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang akan terjadi pada Brendan dan Lindwurm? Better wait for next episode &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Episode:MY PROMISE TO SHANA… FATEFULL BATTLE…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-5408889397714004262?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/5408889397714004262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-15bond-of-brother-brendan-vs.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/5408889397714004262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/5408889397714004262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-15bond-of-brother-brendan-vs.html' title='CHAPTER 15: BOND OF BROTHER!! BRENDAN VS LINDWURM!!'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-2566577077560035329</id><published>2009-10-19T21:17:00.001-07:00</published><updated>2010-04-10T19:34:32.517-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 14: THE DECISION OF WHITE DRAGON!! GARDE VS NANDO!!</title><content type='html'>CHAPTER 14: THE DECISION OF WHITE DRAGON!! GARDE VS NANDO!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kita selesaikan urusan kita Nando…” ucap Garde sambil meembody Blue Eyes, Nando tersenyum, “baiklah kakak… oh ya aku ada kejutan buat kakak loh…” ucap Nando, tiba-tiba dari belakang Nando muncul Judgement Dragon yang memukul Garde sehingga Garde terlempar ke dinding, “argh!!” teriak Garde kesakitan, sementara Judgement Dragon mulai menembaki Garde dengan projectile cahaya, sedangkan Garde tidak dapat menghindarinya karena masih belum berdiri setelah menerima serangan yang sebelumnya, Garde yang terkena projectile cahaya kembali terlempar ke dinding, kemudian dinding tempat Garde mendarat retak dan akhirnya hancur sehingga membuat Garde terlempar ke luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang seru dan tidak membosankan” ucap Nando, Judgement Dragon membentangkan sayapnya dan terbang keluar gedung bersama Nando, setelah Nando keluar dari gedung dia melihat kebawah tetapi tidak ada tanda-tanda Garde telah jatuh, setelah itu Nando melihat sekeliling, “hmm kemana si Garde…” ucap Nando, “Nando!!!!” Nando melihat asal suara itu yang ternyata berasal dari atas, di atas nando melihat Garde menggunakan sayap cahayanya dan terbang ke arahnya, “hoo serang dari atas, pintar juga membuat kejutan” ucap Nando sambil menghindari tebasan halbred milik Garde, Garde langsung berputar dan mengayunkan halbrednya kembali sehingga Judgement Dragon terkena tebasan halbred milik Garde, tapi setelah itu Judgement kembali memukul Garde, sehingga Garde terlempar ke tanah, Judgement Dragon mengepakan sayapnya untuk menembakan kamaitachi ke Garde, sehingga membuat banyak luka tebasan di tubuh Garde.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku akan mengalahkan mu Nando!!” teriak Garde, Garde kembali terbang ke arah Nando, “silahkan kakak kalau memang bisa” ucap Nando, Judgement Dragon menembakan beberapa projectile cahaya sekaligus tetapi Garde berhasil menebas beberapa projectile tersebut, sisanya berhasil mengenai Garde dan menambah luka di tubuh Garde, tetapi Garde tetap terbang ke arah Judgement Dragon dan Nando, setelah jarak sudah cukup dekat, Garde mengayunkan halbrednya, tetapi lagi-lagi berhasil dihindari oleh Judgement Dragon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kenapa kakak? Katanya mau mengalahkan ku?” ucap Nando dengan nada mengejek, kemudian Garde mesummon Stardust Dragon miliknya, Stardust milik Garde mulai menyerang Judgement Dragon milik Nando, “curaaang!! 2 lawan 1!!” teriak Nando, “screw the rule” ucap Garde sambil terbang ke arah Nando, sementara Judgement Dragon tidak bisa menghalangi serangan Garde ke Nando, “gimana kalo 2 lawan 2 aja biar adil” ucap Nando sambil tersenyum ke Garde, kemudian muncul naga lainnya dari atas dan menuju ke arah Nando, “perfect embody… Gragonith!!” ucap Nando, kemudian naga tersebut berubah menjadi cahaya dan membentuk sabre yang di gunakan Nando untuk menahan serangan Garde, Garde terkejut melihat Nando menggunakan perfect embody, “ternyata selama ini kau punya dua naga dan bahkan kau bisa melakukan perfect embody… tapi kau tidak pernah menunjukan itu di depan jendral lainnya…” ucap Garde sambil terus menekan halbrednya untuk menembus pertahanan Nando, “nanti kalau aku tunjukan di kira sombong lagi” ucap Nando sambil tersenyum kecil, Nando mengayunkan sabrenya dengan kekuatan penuh, sehingga halbred milik Garde terpental, kemudian Nando kembali menebaskannya lagi ke arah Garde dan tepat mengenainya, Garde yang terkena tebasan Nando kehilangan keseimbangan dan jatuh dari badan Judgement Dragon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sial… terlalu kuat! Ternyata Nando memang yang terkuat di antara 5 jendral…” ucap Garde dalam hati, kemudian Garde memanggil Stardust untuk mengangkut dirinya yang jatuh, setelah Garde menaiki Stardust, Garde terbang menjauhi Judgement Dragon, “wah wah mau terbang ke mana kakak” ucap Nando pelan kemudian mengejar Garde dengan Judgement Dragonnya, “sudah ku duga dia akan mengejar… aku harus memikirkan taktik untuk menyerang balik Nando…” ucap Garde dalam hati sambil terbang memutari CnG Building, setelah beberapa menit berpikir akhirnya Garde mendapatkan ide untuk menyerang balik Nando, Garde terbang dengan kecepatan penuh kemudian menukik memutari CnG Building, Nando yang melihat itu mulai mengejar Garde dengan kecepatan penuh juga, “wah wah apa yang kau rencanakan Garde?” ucap Nando sambil berbelok untuk memutari CnG Building, setelah berbelok Nando melihat Stardust mencharge angin di mulutnya, “hoo surprise attack kah? Tapi itu tidak akan mempan” ucap Nando, kemudian Stardust menembakan angin yang sangat kencang ke arah Nando, sementara Nando langsung terbang menukik ke atas untuk menghindari serangan Stardust, “sayang sekali rencana mu gagal Garde!!” teriak Nando, “tidak!! Kau tepat terjatuh ke rencana ku!!” teriak Garde yang ternyata ada di belakang Nando, “apa? Bagaimana bisa?!” ucap Nando terkejut, “inilah surprise attack yang sebenarnya!! Overdrive!! Ultimate Shining Sky Raid!!” Garde mengayunkan halbrednya dan mengeluarkan siluet cahaya Blue Eyes ayunannya yang membuat Judgement Dragon terbelah menjadi dua dan hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“begitu… dia melepaskan dirinya dari Stardust dan memerintahkannya untuk menyerang ku ketika aku muncul… padahal dia sendiri bersembunyi menunggu sampai aku lengah… taktik yang bagus Garde… kalau aku yang terkuat kau yang terpintar… aku harus akui itu” ucap Nando dalam hati, setelah itu Nando mengeluarkan sayap Gragonith dari punggungnya, kemudian terbang menjauh, sementara Garde tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“bagus aku sudah menghabisi satu naga milik mu…” ucap Garde sambil tersenyum, “tapi kau belum mengalahkan ku kakak” balas Nando, “setidaknya dengan hilangnya Judgement Dragon, kau mengalami penurunan kekuatan yang drastis…” ucap Garde ke Nando, sementara Stardust yang ternyata dari tadi mencharge angin di mulutnya langsung melepaskannya ke arah Nando, Nando yang terkejut tidak sempat menghindar dan terkena serangan Stardust, Garde kembali terbang ke arah Nando yang terlempar, kemudian menebaskan halbrednya beberapa kali tetapi Nando langsung mengambil posisi bertahan dan menahan semua tebasan Garde menggunakan sabrenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku benar-benar tidak menyangka kau akan menggunakan taktik seperti ini…” ucap Nando tenang, kemudian Nando menendang perut Garde dan membuat Garde terlempar ke belakang, setelah itu Nando mengayunkan sabrenya dan dari sabrenya ditembakan aura putih yang membentuk tebasan dan mengarah ke Garde, Garde mengayunkan halbrednya untuk menghancurkan tebasan yang di tembakan oleh saber milik Nando.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“menyerah lah Nando kau tidak mungkin menang!!” teriak Garde, sementara Stardust menembakan projectile-projectile angin ke arah Nando, tetapi Nando bisa menghindari semua angin yang di tembakan ke arahnya, “menyerah? Tidak akan…” ucap Nando, kemudian Nando mengeluarkan Orb of Divination dari balik jubahnya, “lihatlah ini Garde…” Orb of Divination bersinar terang, kemudian dari sinar tersebut muncul Judgement Dragon yang seharunya sudah hancur, “mustahil bagaimana bisa!!” teriak Garde terkejut, “hahahahaha Orb of Divination memiliki kemampuan untuk mengubah takdir mahluk hidup, dengan menggunakannya aku mengubah takdir Judgement Dragon yang seharusnya sudah mati!! Kemudian Wisdom Statue memberikan semua ilmu di dunia ini ke orang yang menggunakannya, dan Rainbow Crystal memiliki kemampuan untuk mengembalikan semuanya ke ketiadaan dan membentuk dunia baru!!! Dengan ketiga artifact ini aku akan menjadi dewa di dunia yang baru” ucap Nando, “kau sudah gila!! Tidak ada manusia yang dapat menjadi dewa!!” teriak Garde ke Nando, Nando hanya tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“memang sekarang tidak ada… karena itu aku akan menjadi satu-satunya manusia yang berhasil menjadi dewa…” ucap Nando sambil menatap tajam Garde, “cukup dengan pembicaraan ini… aku akan membunuh mu sekarang…” ucap Nando lagi sambil tersenyum, Judgement Dragon milik Nando terbang ke arah Stardust dan menembakan cahaya yang besar ke arah Stardust, dan cahaya tersebut tepat mengenai Stardust, sementara Nando menyerang Garde dengan membabi buta, “kenapa Nando?! Padahal dulu kau adalah orang baik!! Apa yang membuat mu berubah?!” Tanya Garde ke Nando, Nando hanya tersenyum, “pingin tahu? Yaa kalau di Tanya seperti itu mungkin penyebabnya adalah masa lalu yang menyakitkan dan dendam…” ucap Nando, wajah Nando terlihat sedih sesaat, tetapi kemudian Nando kembali menyerang Garde, karena serangan Nando yang begitu cepat, pertahanan Garde terbuka sesaat, melihat itu Nando langsung mengayunkan sabrenya dengan kekuatan penuh dan tebasan Nando tepat mengenai Garde, sehingga Garde terjatuh ke arah tanah, setelah itu Nando memanggil Judgement Dragon dan menaikinya, Judgement Dragon mulai mencharge cahaya di mulutnya, “sayonara… Shiro no Ryu Garde... overdrive… Holy Salvation!!” teriak Nando, kemudian Judgement Dragon menembakan cahaya yang sangat besar dengan kekuatan yang sangat besar pula ke arah Garde, “Brendan, Marcel, Andre… hehehehe maafkan aku, aku tidak bisa menepati janji yang aku buat sendiri… aku tidak bisa pulang dalam keadaan selamat…” ucap Garde menutup matanya dan pasrah, sementara cahaya yang di tembakan Judgement Dragon tepat mengenai Garde, “Garde… cara mu mati aku akui adalah cara yang terhormat…” ucap Nando, tiba-tiba Nando melihat sesuatu mengejutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku… apa aku sudah mati… ya pasti sudah mati… setelah serangan dari Nando tidak mungkin aku selamat…” ucap Garde dalam hati, “Garde!! Kau tidak boleh mati untuk kedua kalinya!!” teriak seseorang, Garde membuka matanya dan dia melihat Divine Neos yang menggunakan Barrier untuk melindungi Garde dari cahaya yang di tembakan oleh Judgement Dragon, kemudian Garde menoleh ke arah asal suara yang tadi membangunkannya, di sana dia melihat, Marcel yang di bantu oleh Andre untuk berdiri, Garde tersenyum ke arah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“terima kasih Andre, Marcel…” ucap Garde, Garde kembali mengepakan sayap cahayanya agar terbang lagi, sementara Nando menatap Garde dari jauh, “hmm sepertinya teman mu telah memperpanjang hidup mu Garde…” ucap Nando, Garde menatap Nando, “Nando!! Aku tidak tahu apa dasar atas tindakan mu yang ingin menjadi dewa… tapi aku akan menggagalkan rencana mu!! Apapun alasan mu!! Itu adalah keputusan ku!!” teriak Garde ke Nando, Garde mengangkat tangannya dan tangan milik Garde mulai bersinar, “Shining Revival!!” teriak Garde, tiba-tiba dari bawah Nando muncul naga yang terbang dengan kecepatan jet ke arah Nando, “apa itu!!” ucap Nando terkejut, “majulah… Savior Star Dragon!!” teriak Garde, naga yang terbang dengan kecepatan jet tersebut menembus tubuh Judgement Dragon dan membuat Judgement Dragon meledak menjadi cahaya, “I, ini mustahil!!” ucap Nando, sementara Garde terbang ke arah Nando, “overdrive… Burst Aura!!!” teriak Garde, tiba-tiba aura milik Garde meledak dan berkumpul di halbred milik Garde, sehingga halbred milik Garde bersinar terang, “aku sudah janji pada mereka… bahwa kita akan pulang dalam keadaan selamat… karena itu aku tidak bisa mati di sini!! Nandoooo!!!!!” Garde mengayunkan halbrednya, Nando menahannya dengan saber miliknya, “HAAAAAAAH!!!!” teriak Garde, tiba-tiba saber milik Nando terpotong menjadi dua bagian, dan ayunan kapak milik Garde tepat mengenai Nando dan berhasil menebas tubuh Nando, “AAAAAARRRRRRRGGGGHHHH!!!” teriak Nando kesakitan, walaupun tidak sampai terpotong tapi Nando mengalami pendarahan yang parah, Nando yang kehilangan keseimbangan jatuh ke tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garde kembali terbang masuk ke dalam gedung dan bertemu dengan Marcel dan Andre di sana, “terima kasih… jika kalian tidak ada di sini tadi mungkin aku sudah tidak ada…” ucap Garde ke Andre dan Marcel, “tidak masalah! Yang penting kita harus kembali dengan selamat!” balas Andre, Garde melihat Marcel yang masih terluka, “apa kau tidak apa-apa dengan luka seperti itu mengerahkan Neos untuk melindungi ku tadi…” Tanya Garde ke Marcel, Marcel hanya tersenyum, “tidak aku tidak apa-apa… mungkin sekarang lebih baik kita menyusul Brendan…” ucap Marcel, Garde dan Andre menganguk, kemudian mereka menaiki tangga yang ada di ujung ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“akhirnya sampai juga… aku tidak menyangka tangganya akan setinggi itu… di balik pintu ini ada Ashley…” ucap Brendan, kemudian Brendan mendorong pintu yang ada di depannya, dan ternyata di balik pintu itu terdapat taman yang terlihat indah, dan di ujung taman itu terdapat bangunan, “begitu berarti ini adalah lantai teratas dari CnG Building, dan di balik pintu itu pasti tempat Ryou berada…” ucap Brendan dalam hati, “akhirnya kau datang juga” ucap seseorang, Brendan melihat ke arah asal suara tersebut, yang ternyata adalah Lindwurm, wajah Brendan mengeras dan menatap tajam kea rah Lindwurm, “ini adalah pertarungan terakhir antara kita aku akan membalas dendam ayah ku…” ucap Lindwurm pelan, kemudian Brendan mendekati Ashley dan berbicara pelan ke arah Ashley. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ashley aku akan menarik mu dari kegelapan yang bernama masa lalu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang akan terjadi antara Ashley dan Brendan? Better wait next episode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Episode:BOND OF BROTHER!! BRENDAN VS LINDWURM!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-2566577077560035329?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/2566577077560035329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-14the-decision-of-white-dragon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/2566577077560035329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/2566577077560035329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-14the-decision-of-white-dragon.html' title='CHAPTER 14: THE DECISION OF WHITE DRAGON!! GARDE VS NANDO!!'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-1136603351422229523</id><published>2009-10-19T21:16:00.000-07:00</published><updated>2009-10-19T21:17:02.626-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 13: POWER OF NEO-SPACIAN!! MARCEL VS GRAIL!!</title><content type='html'>CHAPTER 13: POWER OF NEO-SPACIAN!! MARCEL VS GRAIL!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ka, kau!!” ucap Marcel terkejut, “apa kau mengenalnya Marcel?” Tanya Garde ke Marcel, “ya dia adalah orang yang menyerang desa tempat ku berlatih… dia yang membunuh guru ku!! Dan dia juga adalah teman seperguruanku Grail!!” ucap Marcel menahan emosinya, Grail tersenyum, “wah ternyata kau masih mengingat ku Marcel-kun” ucap Grail, tiba-tiba di belakang Grail muncul naga hitam, “kalau begitu bagaimana jika aku musnahkan saja penerus guru ku ini… Red Eyes Black Dragon!!” teriak Grail, kemudian naga hitam di belakang Grail meraung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Brendan, Garde… jangan ikut campur… ini pertarungan ku… kalian menonton saja di belakang…” ucap Marcel ke Brendan dan Garde, Brendan berusaha membantu Marcel, tetapi di tahan oleh Garde, Garde tersenyum, “baiklah tapi kau harus menang jangan sampai kalah” ucap Garde, Marcel menganguk, “oh ya satu lagi kalo menurut ku kau sudah dalam keadaan akan kalah aku akan langsung membantu mu, dan kau tidak berhak untuk menghentikan ku” lanjut Garde, Marcel kembali menganguk, kemudian Garde dan Brendan berjalan ke arah tembok di belakang dan menonton pertarungan Marcel dan Grail, “kenapa kau menghentikan ku sensei?” Tanya Brendan ke Garde, “hmm… bagaimana ya… bisa di bilang ini adalah pertarungan dia… dan lagi aku percaya Marcel pasti menang kok…” ucap Garde percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Neos!! Maju!!” Marcel memanggil Neos, kemudian Neos langsung terbang ke arah Red Eyes, “hahahahahaha masih sama seperti dulu ya Marcel?! Kau masih gegabah dan terburu-buru!! Red Eyes serang Neos!!” teriak Grail, Red Eyes menembakan bola api ke arah Neos, tetapi Neos berhasil menghindarinya, tiba-tiba muncul bola api lainnya yang di tembakan ke arah Red Eyes, Grail terkejut dan langsung melihat ke arah bola api tersebut, Marcel tersenyum, “Flare Scarab…” ucap Marcel pelan, ternyata api tersebut berasal dari humanoid yang memiliki bentuk serangga, “apa?! Apa itu?!” teriak Grail, Grail yang masih terkejut tidak sadar bahwa Neos sudah dekat dengan Red Eyesnya, ketika jaraknya sudah dekat Neos memukul jatuh Red Eyes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I, ini!! bagaimana bisa jangan bilang kau mengendalikan 2 Aeon sekaligus Marcel?!” Tanya Grail ke Marcel, Marcel hanya tersenyum, “2? Salah!! Bukan 2 tapi 3!! Grand Mole!!” teriak Marcel, tiba-tiba dari tanah tempat Red Eyes jatuh muncul tikus tanah yang memiliki tangan seperti bor, mahluk itu memukul Red Eyes sampai terlempar kembali, “3!! Tidak mungkin!! Tapi aku juga tidak akan kalah!! Mega Flare!!” teriak Grail, Red Eyes mencharge api yang sangat besar, kemudian menembakannya ke arah Neos, tapi tiba-tiba muncul dinding air yang menahan tembakan Red Eyes, “apa lagi sekarang?” ucap Grail kesal, “Aqua Dolphin…” ucap Marcel pelan, Grail menoleh ke arah asalnya air tersebut dan disana dia melihat humanoid yang memiliki bentuk lumba-lumba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“begitu… aku tahu sekarang… kakek itu pernah bilang soal 6 Aeon miliknya yang melindungi Neo-Space… dan dia akan mewariskan Aeonnya tersebut ke muridnya yang terbaik… jadi kakek itu memilih mu Marcel?” Tanya Grail, “ya guru memberikan aku Neo-Spacian tepat setelah kau membunuh dan meninggalkannya… hanya saja selama setahun ini aku masih belum bisa menguasai Neo-Spacian… setelah aku di kalahkan Nando, aku langsung berpikir kalau aku lemah… kalau terus begini aku hanya akan menjadi beban… karena itu aku berusaha menguasai Neo-Spacian… dan sekarang aku berhasil!!” jawab Marcel, kemudian Marcel mengangkat tangannya, “lihatlah… ini lah kekuatan yang di tinggalkan oleh guru kita…” ucap Marcel, tiba-tiba Grand Mole dan Flare Scarab menjadi cahaya dan pergi kea rah Neos, “walau aku tidak bisa menggunakan embody tapi Neos bisa!!” teriak Marcel, Grail yang melihat itu berusaha menghentikan Marcel, “tidak akan kubiarkan!!” teriak Grail sambil memerintahkan Red Eyes menembakan api, tapi semua api yang di tembakan oleh Red Eyes berhasil di tahan oleh Aqua Dolphin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perfect Embody…” ucap Marcel dan Neos bersamaan, “Grand Mole!! Flare Scarab!! Bangkit dan hancurkan musuh ku!! Magma Neos!!” teriak Marcel, kemudian Neos yang di bungkus oleh cahaya berubah bentuk, sekarang Neos mengenakan armor hijau dan memiliki sayap dari Flare Scarab, Magma Neos kembali terbang ke arah Red Eyes, Red Eyes menembakan apinya, sementara Magma Neos juga menembakan api sehingga api yang di tembakan Neos dan Red Eyes bertabrakan dan terjadilah ledakan yang besar disertai asap tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sial aku tidak bisa melihat” ucap Brendan pelan, “hmmm…” ucap Garde, Brendan melihat Garde dengan tatapan aneh, “apa maksud dari ‘hmmm’ itu sensei?” Tanya Brendan ke Garde, “aku hanya merasa Marcel pasti menang… dia sudah memulai serangan balik…” ucap Garde pelan sambil melihat kepulan asap tersebut dengan seksama, setelah beberapa menit terlihat Neos yang keluar dari asap dan mengarah ke Red Eyes, “apa!!!” ucap Grail terkejut, Neos memukul Red Eyes hingga terlempar ke belakang, kemudian Neos melanjutkan serangannya dengan cara menembakan bola api tanpa henti ke arah Red Eyes, “GRAAAAAUUUUUHHH!!!” raung Red Eyes kesakitan, setelah Neos berhenti menembakan apinya Red Eyes langsung roboh ke tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dan sama seperti dulu… kau masil lemah Grail...” ucap Marcel pelan sambil tertawa kecil, “jangan meremehkan ku!!” balas Grail sambil mengeluarkan sesuatu dari balik jaketnya, dan mengangkatnya ke atas yang ternyata adalah sebuah kristal dengan ornamen naga, “itu!! Kenapa dia bisa memiliki itu!!” teriak Garde terkejut, “memangnya apa gunanya kristal itu?” Tanya Brendan ke Garde, badan Garde gemetaran, “Dragon Revival… itu adalah kristal yang ku gunakan untuk membangkitkan Blue Eyes dan mengubahnya menjadi Blu Eyes Shining Dragon… kalo dia sampai menggunakan kristal itu maka Red Eyes miliknya yang seharusnya sudah di kalahkan akan bangkit kembali dan berubah bentuk sekaligus menambah kekuatan Red Eyes hingga berlipat ganda… aku harus menghentikannya sebelum terlambat” ucap Garde, Garde meembody Blue Eyes Shining Dragonnya menjadi halbred putih, kemudian berlari ke arah Grail, “bukankah Marcel menyuruh kita agar tidak ikut campur!!” teriak Brendan ke Garde yang sudah jauh mengarah ke Grail, “ini bukan soal tidak ikut campur atau tidak!! Kalo dia sampai menggunakannya maka kemungkinan Marcel untuk menang akan menjadi tipis sekali!! Aku akan menghentikannya!!” balas Garde, kristal tersebut mulai menyala terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ahahahahaha!! Lihatlah Marcel!! Bukan kau saja yang mendapatkan kekuatan baru!! Aku juga!!” teriak Grail, kristalnya semakin terang dan Red Eyes yang sudah roboh mulai bangun perlahan-lahan dan meraung dengan kencang, begitu juga dengan aura milik Red Eyes yang semakin membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“a, aura ini!! tekanannya begitu kuat aku tidak bisa menggerakan tubuh ku!!” ucap Garde dalam hati sambil berusaha melawan tekanan aura yang di pancarkan Red Eyes, Garde melihat Marcel, tetapi Marcel tetap terlihat tenang, “apa yang kau lakukan Marcel!! Cepat pergi kemungkinan mu untuk menang sudah tipis!! Biar aku yang mengurus di sini!!” teriak Garde ke Marcel, Marcel menoleh ke arah Garde, “Garde? Bukankah sudah ku bilang jangan ikut campur… ini pertarungan ku biarkan aku bertarung sendirian… lagi pula aku masih memiliki  senjata rahasia kok” ucap Marcel, kemudian Marcel tersenyum ke arah Garde, Marcel kembali menoleh ke arah Grail, “majulah Grail!! Kalahkan aku kalau kau memang bisa!!” teriak Marcel, Grail tertawa mendengar itu, “kalahkan kamu kalau aku bisa eh? Hahahahahaha apa yang kau pikirkan Marcel?! Kau sudah pasti kalah!!” teriak Grail, kemudian aura milik Red Eyes meledak dan membuat Garde terlempar ke belakang, Brendan menahan Garde sebelum Garde membentur dinding, “apa maksud mu Marcel? Apa kau yakin bisa menang?” ucap Garde pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“bangkitlah… Red Eyes Darkness Dragon!!!” teriak Grail, setelah asap dari ledakan aura Red Eyes menipis, Marcel bisa melihat dengan jelas sosok Red Eyes yang telah berubah, tubuh Red Eyes sekarang terlihat seperti mesin dan terdapat kristal bewarna merah di sayapnya, Red Eyes terbang ke arah Magma Neos dan menembakan api ke arah Neos, Neos mencoba menahannya tapi gagal, sehingga Neos terlempar ke belakang, setelah itu Red Eyes menembakan api kembali ke arah Neos yang masih terlempar, sehingga terjadi ledakan yang sangat besar, “kekuatan dia tidak main-main…” ucap Marcel, Marcel kembali mengangkat tangannya, Grand Mole dan Flare Scarab yang menjadi armor Neos terlepas, kemudian Marcel memanggil kucing bewarna hitam, dan humanoid bewarna putih, kedua Aeon tersebut berubah menjadi cahaya dan terbang ke arah Neos, “Dark Phanter… Glow Moss… bersatulah dengan Neos!! Perfect Embody!! Chaos Neos!!” teriak Marcel, Neos yang berubah menjadi Chaos Neos terbang ke arah Red Eyes dan menembakan projectile hitam ke arahnya tapi semua projectile itu tidak ada yang berhasil mengenai Red Eyes karena sudah hancur oleh tekanan aura Red Eyes, “sudah kuduga… aura miliknya menjadi barrier yang melindunginya…” ucap Marcel dalam hati, “hahahaha kau tidak akan bisa mengalahkanku Marcel!!” teriak Grail, Marcel hanya tersenyum, “oh ya sebenarnya aku malah yakin bisa mengalahkan mu…” ucap Marcel, Grail yang mendengar itu menjadi sangat kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kau… lihatlah kenyataan Marcel!! Apa pun yang kau lakukan tidak akan bisa melukai Red Eyes ku!!” ucap Grail kesal, “tidak aku bisa mengalahkan mu… bahkan kalau aku mau aku bisa mengalahkan mu dengan satu serangan” ucap Marcel sambil tersenyum, Grail semakin emosi mendengar itu, “baiklah kalau itu yang kau mau… overdrive…” ucap Grail pelan, “dia akan menggunakan overdrivenya…” ucap Marcel dalam hati, Marcel mengigit bibirnya sendiri, “Neos lindungi aku!!” perintah Marcel ke Neos, “baik tuan Marcel!!” balas Neos, Neos terbang ke arah Marcel dan melindungi tuannya, “HELL FLARE!!” teriak Grail, Red Eyes menembakan api yang sangat besar ke arah Neos dan Marcel, Neos yang berusaha melindungi tuannya mencoba menahan api yang di tembakan oleh Red Eyes, tetapi ternyata usah Neos percuma, api yang di tembakan oleh Red Eyes terlalu kuat untuk di tahan oleh Neos, sehingga terjadi ledakan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Marcel!!!!” teriak Brendan, “hahahahaha…. AHAHAHAHAHAHA!!!!! Sampai kan salam ku ke guru kita Marcel!!” tawa Grail, Brendan melihat Grail dengan tatapan benci, “kau… berani-beraninya!!” teriak Brendan berlari ke arah Grail dan meembody Valafar, begitu juga dengan Garde yang meembody Blue Eyesnya dan berlari ke arah Grail, “kau tidak akan ku maafkan!!” teriak Brendan, “Brendan kau serang Grail!! Aku akan menyerang Red Eyesnya!!” ucap Garde sambil berlari, tiba-tiba Garde, Brendan, dan Grail merasakan aura yang sangat besar bahkan jauh melebihi Red Eyes, “hentikan… aku sudah bilang jangan ikut campur pertarungan ku…” Garde, Brendan, dan Grail melihat ke arah kepulan asap bekas ledakan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disana terlihat Marcel yang sudah berlumuran darah di mana-mana, “apa maksud mu kau sudah kalah!!” teriak Garde, Marcel kembali mengangkat tangannya, dan perlahan-lahan Neos yang sudah terluka parah bangkit kembali, “belum… masih belum!!! Bangkitlah Neos!! Neo-Spacian berikan kekuatan kalian ke Neos!! Dan bangkitlah kembali menjadi Divine Neos!!” teriak Marcel, tiba-tiba muncul 6 Aeon berbeda di sekeliling Marcel, mereka berubah menjadi cahaya dan bersatu dengan Neos, dan membentuk Aeon baru yang berarmor emas, bersayap emas, dan terlihat agung, “apa!! Kau masih memiliki kekuatan untuk menggabungkan Aeon tersebut!!” teriak Grail ketakutan, “overdrive… ETERNAL ERADICATOR!!!” teriak Marcel, Divine Neos mulai bersinar terang, kemudian sinar tersebut memasuki tubuh Divine Neos, setelah beberapa detik sinar tersebut meluap kemudian meledak, Red Eyes yang terkena sinar tersebut perlahan-lahan menjadi debu tanpa sisa, “sudah ku bilang kan kalau aku mau aku bisa mengalahkan mu dalam satu serangan saja…” ucap Marcel pelan, kemudian Divine Neos terbang ke arah Grail, Grail yang ketakutan berlari, “to, tolong aku!!” teriak Grail sambil menangis, “jangan lupa minta maaf ke guru ya Grail…” ucap Marcel tersenyum, kemudian Divine Neos memotong tubuh Grail menjadi beberapa bagian, sehingga darah Grail berceceran ke mana-mana dan masing-masing dari bagian tubuh yang terpotong mengeluarkan darah yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Brendan dan Garde yang melihat itu menjadi jijik, “padahal kau tidak perlu melakukan sejauh itu…” ucap Garde sambil menahan mual, “tidak aku perlu… itu adalah hukuman untuk dia yang membunuh guru dengan cara yang sama…” ucap Marcel, Marcel berjalan ke arah dinding terdekat kemudian duduk bersender di sana, “kalian pergilah dulu…aku mau beristirahat di sini sambil menunggu Andre…” ucap Marcel, “baiklah… tapi jangan lupa kau harus menyusul” ucap Garde, “ya aku akan menyusul bersama Andre…” balas Marcel, Garde tersenyum dan berbalik pergi bersama Brendan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ini sudah lantai ke-5 masih tidak ada siapa-siapa di sini…” ucap Brendan kelelahan karena sudah mencari sampai lantai 5, “sabar… CnG Building berlantai 8 dan yang tersisa adalah Lindwurm, Nando, dan Ryou… pasti di lantai berikutnya ada…” ucap Garde setelah pintu elevator terbuka mereka sudah berada di lantai 6, tidak ada yang special di lantai 6, lantai 6 hanya ruangan berbentuk balok, dan di ujungnya terdapat tangga untuk ke atas, dan dari tangga tersebut turun seseorang yang ternyata adalah Nando.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“wah wah kakak hebat!! Bisa mencapai lantai ini!! oh Brendan-kun kau boleh pergi ke atas!! Di sana Lindwurm sudah menunggu!” ucap Nando tersenyum, “apa yang kau rencanakan?” Tanya Brendan, “hah? Apa maksudmu Brendan-kun?” balas Nando sambil tersenyum, “Brendan pergilah ke atas duluan aku ada urusan dengan dia…” ucap Garde, Brendan menganguk kemudian lari melewati Nando menuju ke tangga, sekilas Brendan melihat senyum licik Nando, “sensei jangan kalah…” ucap Brendan dalam hati sambil menaiki tangga, “wah wah kak Garde mau bertarung?” Tanya Nando, Garde meembody Blue Eyesnya, wajahnya mengeras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kita selesaikan urusan kita Nando!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Garde akan menang melawan Nando? Better wait next episode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Episode:THE DECISION OF WHITE DRAGON!! GARDE VS NANDO&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-1136603351422229523?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/1136603351422229523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-13-power-of-neo-spacian-marcel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/1136603351422229523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/1136603351422229523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-13-power-of-neo-spacian-marcel.html' title='CHAPTER 13: POWER OF NEO-SPACIAN!! MARCEL VS GRAIL!!'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-1757292221410608296</id><published>2009-10-16T01:23:00.000-07:00</published><updated>2010-04-10T19:34:42.796-07:00</updated><title type='text'>SPECIAL CHAPTER: FATEFULL MEET IN CRHISTMAS</title><content type='html'>SPECIAL CHAPTER: FATEFULL MEET IN CRHISTMAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 tahun lalu, tanggal 23 Desember 2018 dan di hari bersalju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tanggal 23 Desember ya... 2 hari lagi natal... tapi aku masih belum bisa menemukan pasangan..." ucap Andre sambil berjalan ke arah sekolahnya, di tengah jalan dia bertemu dengan teman sekelasnya Marcel, Andre berniat menyapa Marcel tetapi dia mengurungkan niatnya ketika melihat Hitagi menghampiri Marcel dan menyapanya, "Marcel sudah memiliki pasangan... mungkin lebih baik aku membiarkan mereka berdua" ucap Andre dalam hati, dan kembali melanjutkan perjalanan ke sekolah sendirian sampai dia mendengar suara, "bersemangatlah tuan!! jangan putus asa!! pasti tuan dapat pasangan kok!!" seru suara itu yang ternyata adalah Subtitoad, Andre tersenyum dan tertawa kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hahahaha terima kasih atas dukungan mu Subtitoad" balas Andre ke Subtitoad, setelah beberapa menit akhirnya Andre telah sampai di sekolahnya, Andre mengikuti pelajaran seperti hari-hari biasanya, tanpa ada yang special dan tanpa ada yang menemani, setelah pulang sekolah Andre pergi ke taman dan membeli minuman dari vending machine di sana,sampai seorang wanita datang mendekatinya, "kau... kau bukan manusia normal kan?" tanya wanita itu sambil tersenyum, "apa maksudmu?" tanya Andre ke wanita itu, "kau manusia yang memiliki kemampuan unik kan? aku tahu kau bukan manusia biasa! perkenalkan nama ku adalah Suzumiya Haruhi! dan aku hanya tertarik dengan sesuatu yang unik! aku sama sekali tidak tertarik dengan sesuatu yang normal!" Haruhi memperkenalkan dirinya dengan semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa-apaan wanita ini? entah kenapa dia terlihat norak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-1757292221410608296?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/1757292221410608296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/special-chapter-fatefull-meet-in.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/1757292221410608296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/1757292221410608296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/special-chapter-fatefull-meet-in.html' title='SPECIAL CHAPTER: FATEFULL MEET IN CRHISTMAS'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-4930701389221114773</id><published>2009-10-15T19:46:00.000-07:00</published><updated>2010-04-10T19:35:58.228-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 12: WHO STRONGER!? ANDRE VS KENNY</title><content type='html'>CHAPTER 12: WHO STRONGER!? ANDRE VS KENNY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ya aku janji pada mu Shana aku akan menolong Ryou…” ucap Brendan dalam hati, mereka pun memasuki CnG building tetapi ternyata di lobby sudah ada seseorang yang menunggu yang tak lain dan tak bukan adalah 1 dari 5 jendral naga yaitu Kenny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“akhirnya kalian datang juga!! Tapi langkah kalian akan terhenti di sini!!” ucap Kenny, “pergilah duluan… biar aku yang mengurus di sini aku masih ada dendam dengan dia…” ucap Andre, sambil menyuruh mereka pergi, “kau yakin?” Tanya Marcel, Andre menganguk petanda dirinya yakin, “baiklah ayo kita pergi!” ucap Marcel memberi komando dan berlari melewati Kenny, tiba-tiba Kenny memanggil Light and Darkness Dragonnya, “aku tidak akan membiarkan kalian masuk lebih dalam!!” teriak Kenny, lalu Light and Darkness menembakan projectile putih ke arah Brendan dan yang lainnya, tetapi sebelum projectile tersebut mengenai Brendan tiba-tiba muncul Treeborn Frog yang melindungi Brendan dan yang lainnya dari projectile tersebut, “dan aku tidak akan membiarkanmu menghalangi mereka!!” teriak Andre, Brendan dan yang lain pun berhasil masuk lebih dalam, Kenny melihat Andre dengan muka yang kesal, “baiklah kalau itu mau mu aku akan membunuhmu…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara Brendan dan yang lain masih berlari untuk memasuki CnG building lebih dalam, “kau yakin Andre tidak akan apa-apa?” Tanya Brendan ke Marcel, Marcel tersenyum, “mungkin sekilas dia terlihat seperti yang terlemah di antara kita… tapi sebenarnya mungkin dialah yang terkuat di antara kita… selama ini dia hanya menggunakan 10% dari kekuatannya karena harus menjaga segel Rainbow Cristal jadi menurutku dia tidak akan apa-apa… tidak dia sudah pasti menang!!” jawab Marcel yakin, “aku juga merasakannya di antara kita dia adalah satu-satunya orang yang memiliki aura terbesar di sini” ucap Garde, “baiklah kalau kalian berbicara begitu kalau begitu aku juga harus percaya kepada Andre…” balas Brendan, mereka pun melanjutkan perjalanan mereka untuk memasuki CnG building lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kau keras kepala sekali ya padahal sebelumnya kau sempat kalah melawanku...” ucap Kenny, “ya waktu itu aku kurang persiapan tapi kali ini tidak akan lagi aku kalah...” balas Andre, Andre pun memangil Subtitoad yang tiba-tiba berubah menjadi kodok bertanduk, “cish apa itu? aku akan mengalahkannya dengan mudah!!” teriak Kenny, Light and Darkness menembakan projectile-projectile cahayanya ke arah kodok itu, tetapi kodok itu behasil menghindari semua serangan Light and Darkness, “jangan meremehkan Uni Frog!!” teriak Andre, tiba-tiba tanduk milik Uni Frog bercahaya, dan menembakan petir ke arah Light and Darkness, petir tersebut berhasil mengenai Light and Darkness dan membuatnya tidak bisa bergerak untuk beberapa menit, Uni Frog kembali berubah menjadi Subtitoad dan berubah lagi menjadi kodok bewarna hitam dan bercorak merah, “maju lah!! Beelze Frog!!” teriak Andre, Beelze memulai mencharge air di mulutnya dan kemudian menembakannya ke arah Light and Darkness Dragon yang sedang tidak bisa bergerak karena serangan Uni Frog tadi sehingga terjadi ledakan air yang besar dan ketika ledakan sudah mereda, terlihat Light and Darkness yang telah membeku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mustahil!!” teriak Kenny terkejut, “masih belum!!” ucap Andre, Beelze Frog kembali berubah menjadi Des Frog yang terbang ke arah Light and Darkness dan meledakan dirinya sehingga Light and Darkness yang membeku mulai retak dan akhirnya pecah menjadi berkeping-keping, “jangan senang dulu!!” teriak Kenny, yang kemudian memanggil Light and Darkness untuk kedua kalinya, dan setelah Andre melihat pecahan es, Andre kaget karena ternyata es tersebut sudah kosong, “begitu sebelum Des Frog meledakkan diri kau mengembalikan Light and Darkness ke dimensinya sehingga dia tidak terkena imbas ledakan dan kau memanggilnya lagi sekarang...” ucap Andre yang agak terkejut dengan taktik Kenny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“yaa apa kau terkejut? Kekuatan jendral naga tidaklah selemah ini!!” teriak Kenny, kemudian Light and Darkness kembali menembakan projectile-projectile cahayanya ke arah Andre, Andre berhasil menghindari beberapa tetapi ada juga beberapa yang mengenai Andre sehingga membuat luka di beberapa bagian tubuh Andre, “cish aku tak menyangka kalau dia punya taktik seperti ini... apalagi sekarang serangannya makin lama makin cepat... aku harus hati-hati...” ucap Andre dalam hati, tiba-tiba tanpa Andre sadari ada 1 projectile yang mengarah ke Andre, dan Andre terlalu lambat untuk bereaksi, “sial!!” teriak Andre, Andre pun terlempar ke belakang karena terkena projectile cahaya tersebut, “apakah hanya segitu kekuatan mu hah?” tanya Kenny, Andre kembali berdiri dan membersihkan darah yang keluar dari mulutnya, “aku salah...” ucap Andre, Kenny tidak mengerti apa yang di maksud oleh Andre.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“apa maksudmu dengan kata-kata aku salah tadi hah?” tanya Kenny ke Andre sambil menatapnya dengan tajam, “aku kira hanya dengan 15% kekuatan ku aku bisa mengalahkan mu tetapi ternyata tidak... mungkin harus 25% atau 30% untuk mengalahkan mu...” ucap Andre sambil tertawa dengan nada yang mengejek, Kenny yang mendengar itu menjadi sangat kesal, “kau!! Jangan main-main lagi!! Keluarkan semua kekuatan mu!!” teriak Kenny dengan nada yang sangat kesal, “kalau aku mengeluarkan 100% maka pertarungan ini tidak akan seru karena akan selesai dengan cepat” ucap Andre, Kenny semakin marah, “kau!! Baiklah kalau begitu kau akan ku hancurkan!! Overdrive!!! Chaos Flare!!” teriak Kenny, Light and Darkness menembakan cahaya bewarna hitam dan putih secara bersamaan yang menjadi satu cahaya dan mengarah ke arah Andre, Andre tersenyum, “sudah kuduga kau masih anak-anak kau jatuh lagi ke jebakan yang sama!! Froggy Forcefield!!” teriak Andre, Des Frog milik Andre di lindungi oleh aura yang membentuk bola dan membalikan semua serangan Light and Darkness ke tuannya dan membuat Light and Darkness roboh, “kau juga sama!! Kau masuk perangkap yang sama lagi!!” teriak Kenny, dan dari mayat Light and Darkness muncullah bayangan hitam yang membentuk Dark End Dragon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “tidak aku tidak masuk jebakan yang sama!! Beelze Frog!!” teriak Andre, dan Des Frog milik Andre kembali berubah menjadi Subtitoad yang berubah lagi menjadi Beelze Frog yang menembakan air ke arah Dark End Dragon yang masih belum sempurna sehingga bayangan tersebut membeku, “mustahil!!” teriak Kenny, Andre tersenyum, “selama Dark End belum mengambil wujudnya dia hanya lah cahaya hitam yang tidak berbentuk” ucap Andre dengan senang, Beelze Frog milik Andre kembali menjadi Subtitoad dan berubah lagi menjadi kodok yang mengenakan baju penyelam dan membawa tombak, Andre tersenyum, “hancurkan dia... Submarine Frog!!” perintah Andre, Submarine terbang ke arah Dark End yang membeku kemudian memotongnya dengan tombaknya hingga beberapa bagian, “aku yang menang...” ucap Andre sambil melihat Kenny, Kenny hanya tersenyum, “memangnya ada yang bilang kalo naga ku cuman 2?” tanya Kenny ke Andre, Andre langsung terkejut, “jangan bilang!!” belum selesai Andre berbicara, bayangan hitam yang tadi akan membentuk Dark End kembali bersatu dan berubah warna menjadi putih dan membentuk sesuatu yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hehehehehehehehehe... ahahahahahahaha!!! Ya aku memiliki 3 naga!! Muncullah Light End Dragon!!” teriak Kenny, bayangan tersebut membentuk naga putih yang terlihat agung, Andre terkejut dia kira dia sudah mengalahkan Kenny tapi ternyata belum, “apa aku bilang!! Kau jatuh ke perangkap yang sama!! Holy Breath!!” teriak Kenny, kemudian Light End menembakan cahaya putih dari mulutnya dan tepat mengenai Andre, sehingga Andre tebawa sinar tersebut ke belakang dan terjadilah ledakan yang besar, setelah asap menipis terlihat Andre yang sudah berlumuran darah, “kau yang kalah!!!” ucap Kenny berbalik, “tidak kau yang kalah...” ucap Andre pelan, Kenny langsung menoleh ke belakang dan melihat Andre yang berlumuran darah berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kau!! Masih mau bertarung?! Padahal sudah terluka parah!! Tapi masih mau bertarung?!” ucap Kenny yang sedikit ketakutan, “kalo aku kalah di sini maka mereka akan kecewa... kalau aku kalah di sini aku tidak memiliki muka lagi untuk menatap teman-teman ku!! Dan aku...” ucap Andre pelan, tiba-tiba terbayang wajah Haruhi yang selalu ceria, dan juga ingatan Andre bersama Haruhi, ingatan tersebut terus berputar di pikiran Andre, “dan aku harus menemui Haruhi lagi dalam keadaan selamat!! Kalau tidak Haruhi akan kecewa denganku!!” ucap Andre, Andre memanggil 3 Des Frog, dan tiba-tiba Des Frog tersebut menjadi cahaya yang membentuk kodok raksasa, “kalau kau punya senjata terakhir maka aku juga punya!! Muncullah D.3.S Frog!!” teriak Andre, yang memunculkan kodok raksasa, Kenny terkejut melihat itu, “begitu kalau begitu ini adalah serangan terakhir...” ucap Kenny ke Andre, “ya serangan terakhir... serangan ini akan membuktikan siapa yang lebih kuat...” ucap Andre.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“overdrive...” ucap Andre dan Kenny bersamaan, sementara Light End mencharge cahaya di mulutnya dan D.3.S mencharge air di mulutnya, “LIGHT OF SALVATION!!” teriak Kenny, Light End menembakan cahaya putih yang sangat terang dan besar ke arah D.3.S Frog dan Andre, “AQUA STREAM!!” teriak Andre, kemudian D.3.S Frog milik Andre menembakan air bertekanan tinggi ke arah Light End dan Kenny, cahaya milik Light End dan air milik D.3.S Frog saling beradu, “aku... aku sudah janji pada Haruhi akan kembali!! Aku tidak bisa kalah di sini!!” teriak Andre, dan air yang di tembakan Andre semakin kencang dan kuat, dan akhirnya air tersebut memecah cahaya yang ditembakan oleh Light End dan mengarah langsung ke Kenny, “i, ini!! Tidak mungkin!!” teriak Kenny, air tersebut mengenai Kenny dan mendorongnya sampai ke tembok di belakangnya, tembok tersebut retak karena tekanan air yang di tembakan oleh D.3.S Frog, begitu juga dengan tubuh Kenny yang agak remuk karena tekanan air yang kuat, Kenny tidak sadarkan diri dalam keadaan tubuh yang berlumuran darah, sementara Light End Dragon perlahan-lahan menghilang karena tuannya yang sudah tidak sadarkan diri lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Haruhi aku menang aku akan kembali kepada mu... tapi sekarang biarkan aku beristirahat...” ucap Andre sambil tersenyum dan menutup matanya, lalu perlahan-lahan Andre jatuh dan tidak sadarkan diri karena sudah kehabisan stamina dan aura, D.3.S Frog milik Andre juga perlahan-lahan menghilang seperti Light End karena Andre yang sudah tidak sadarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Brendan dan yang lainnya sudah mencapai lantai 2 di sana berdiri seorang lelaki berambut pirang dan rambutnya agak jabrik, orang tersebut mengenakan jaket bewarna hitam, orang tersebut tersenyum, dan kemudian dia melihat Marcel, Marcel yang melihat orang itu bergetar, “ka, kamu...” ucap Marcel pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“perkenalkan nama ku adalah Grail dan aku adalah jendral naga ke-5”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Grail sebenarnya? dan apakah hubungan Grail dengan Marcel? Better wait for next episode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Episode:POWER OF NEO-SPACIAN!! MARCEL VS GRAIL!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-4930701389221114773?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/4930701389221114773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-12who-stronger-andre-vs-kenny.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/4930701389221114773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/4930701389221114773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-12who-stronger-andre-vs-kenny.html' title='CHAPTER 12: WHO STRONGER!? ANDRE VS KENNY'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-6996975732636580356</id><published>2009-10-14T20:54:00.000-07:00</published><updated>2010-04-10T19:37:02.847-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 11: ASSAULT TO ENEMY HQ!!</title><content type='html'>CHAPTER 11: ASSAULT TO ENEMY HQ!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku kembali, semuanya” ucap Brendan pelan tersenyum, ”sudah kuduga kau akan kembali Brendan” ucap Garde, “sial, Cain!!!” Kain pun kembali berganti menjadi Cain dan mengeluarkan Black Rose Dragon yang menyerang secara membabi buta, “hmm masih belum menyerah ya? Maju Rainbow Neos!” seru Marcel, Rainbow Neos kembali terbang ke arah Black Rose, “aku tidak akan membiarkanmu!! Black Rose!!!” teriak Cain, tiba-tiba Black Rose menembakan api yang sangat besar ke arah Neos, dan tepat mengenainya sehingga terjadi ledakan besar, ketika asap mulai menipis yang terlihat dari kepulan asap itu hanyalah baju zirah milik Neos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hahahaha aku menang! Aku bisa menang Kain!” tawa Cain senang, tiba-tiba muncul bayangan hitam di belakang Black Rose, “jangan meremehkan Neos!! Inilah kekuatan dari Aeon terbaruku Neo Spacian!! Maju!! CHAOS NEOS!!” ternyata bayangan itu adalah Neos, hanya saja kali ini penampilan Neos benar-benar berubah, Neos mengenakan armor biru, memiliki sayap, bewarna hitam, dan kepalanya terlihat seperti kucing, Chaos Neos memukul Black Rose sampai jatuh ke tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sekarang!!! Subtitoad!!” muncul beratus-ratus Subtitoad di sekeliling Black Rose yang berubah menjadi Des Frog yang kemudian meledakan diri di sekeliling Black Rose,&lt;br /&gt;“aku masih belum boleh kalah!! Black Rose bangkitlah!!” perintah Cain, Black Rose kembali bangkit dan menembakan api ke arah Chaos Neos dan Subtitoad, tapi keduanya berhasil menghindar, “serahkan sisanya kepada ku!!” teriak Brendan, Brendan me embody Doom dan terbang ke arah Black Rose, kemudian tiba-tiba tangan Brendan di selimuti oleh api bewarna emas yang membentuk pedang bewarna merah, bermata pedang emas, dan memiliki lambang Core Chimail di gagangnya, “Valafar ini adalah pertarungan pertama kita…” ucap Brendan pelan, “hmm… dengan ini kita bisa tahu seberapa besar kekuatan kita…” ucap Valafar yang berada di dalam tubuh Brendan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“jangan sombong!! Overdrive!! Omega Flare!!” perintah Cain, Black Rose mencharge api yang sangat besar dan menembakannya ke arah Brendan, Brendan kemudian menebas api tersebut dan menghisapnya ke dalam pedang, “kau terlalu naïf Cain!! Pedang milikku memiliki kemampuan untuk menghisap api dan menembakan api!!! inilah kekuatan Valafar!!” Brendan mengarahkan pedangnya ke arah Black Rose, “Fire Breath!!” pedang Brendan menyala terang dan mengeluarkan api yang di tembakan ke arah Black Rose yang kemudian membakar Black Rose menjadi debu, “a, apa ini!! mustahil!!” Cain terkejut melihat Black Rose yang terbakar sampai habis, “sayang sekali Cain api milik Valafar adalah api dari neraka, dia akan membakar habis semua yang di bakarnya menjadi debu…” ucap Brendan, Cain yang merasa tidak memiliki kesempatan melarikan diri, Brendan mengejarnya tetapi di tahan oleh Andre.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“jangan dia pasti memiliki alasan di balik semua ini, lebih baik sekarang kita membicarakan taktik untuk menyerang Ryou” ucap Andre, mereka pun kembali ke dalam mansion dan merencanakan taktik untuk menyerang Ryou, “sebenarnya bukan Ryou yang salah…” ucap Brendan tiba-tiba, “apa maksud mu?” Tanya Marcel ke Brendan, “semua dalang di balik ini adalah Fernando Halim dialah yang pantas di salahkan” ucap Brendan pelan, “kenapa kau sampai pada kesimpulan itu?” Tanya Andre, “sebelum aku bertemu Valafar aku melihat masa lalu Ashley… terlihat di sana bahwa Fernando mengajak mereka bekerja sama… mereka hanya di jadikan alat” ucap Brendan lagi, “sudah kuduga itu kerjaan si Nando” balas Garde, setelah itu mereka kembali membahas serangan ke Ryou, “baiklah kalau begitu semua setuju!? Kita akan menyerang gedung CnG tempat Ryou berada!!” teriak Marcel bersemangat, “yosh!!” jawab semuanya bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hinagiku sedang sendirian di halaman belakang sampai Brendan datang menemuinya dan menyapanya, “hai Hina-Chan” sapa Brendan, “moou! Sudah kubilang berhenti menggunakan Chan di namaku!!” ucap Hinagiku, Brendan hanya tertawa saja, “maukah kau berjalan-jalan bersama ku?” Tanya Brendan wajah Hinagiku memerah, “ba, baiklah hanya jalan-jalan saja kan?” ucap Hinagiku pelan, Brendan tersenyum “ya hanya jalan-jalan” Brendan pun menarik Hinagiku keluar mansion dan menuju perkotaan, “hen,. Hentikan! Jangan menarik ku” ucap Hinagiku, “oh maaf baiklah aku tidak akan menarik mu lagi” ucap Brendan sambil melepaskan tangan Hinagiku, “mungkin kalo bergandengan tidak apa-apa” ucap Hinagiku pelan, Brendan kembali tersenyum dan memegang tangan Hinagiku, mereka pun kembali berjalan-jalan di kota dan singgah di beberapa tempat, Hinagiku terlihat senang dengan beberapa tempat yang di singgahi mereka, “Hinagiku terlihat manis jika dia senang… yosh aku akan mengatakannya malam ini…” ucap Brendan dalam hati sambil terus-menerus melihat wajah Hinagiku, Hinagiku sadar Brendan menatap wajahnya dari tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ke, kenapa kau menatap wajahku seperti itu?” ucap Hinagiku, Brendan yang sadar kalo Hinagiku menyadari wajahnya di tatap olehnya langsung menoleh ke arah lain, “ti, tidak ada apa-apa” ucap Brendan, sementara genggaman tangan Brendan semakin kencang, “loh Brendan?” Brendan menoleh dan melihat Andre yang sedang bergandengan tangan dengan Haruhi, Andre mendekati Brendan dan membisikan sesuatu ke Brendan, “kau ingin ‘menyatakan’ cintamu kan?” ucap Andre pelan dengan nada menggoda dan penekanan di kata-kata ‘menyatakan’, muka Brendan langsung memerah, “memangnya kau tidak?” ucap Brendan, “hahahahahaha kau terlalu naïf Brendan! Aku dan Haruhi sudah menjalin hubungan itu sudah sejak lama” tawa Andre, Hinagiku bingung apa yang dibicarakan Andre dengan Brendan, “bagaimana kalau kita makan sama-sama tidak masalahkan Haruhi” Tanya Andre tersenyum, “tentu saja tidak!” balas Haruhi bersemangat, mereka pun berjalan ke restoran terdekat di sana mereka bertemu dengan Garde yang ternyata juga sedang makan, Garde yang melihat tangan Brendan dan Hinagiku bergandengan langsung tersenyum licik dan entah kenapa kaca matanya terlihat menyilaukan, “oh~ ada Brendan-kun ayo sini duduk sama Sensei, Andre juga ayo” ucap Garde dengan nada yang aneh, mereka pun makan bersama di sana, tiba-tiba Garde menanyakan sesuatu ke Brendan, “jadi di mana kau akan menyatakannya?” Tanya Garde, Brendan langsung tersedak dan menyemburkan air yang di minumnya, Garde, Andre, dan Haruhi tertawa terbahak-bahak, sementara Hinagiku tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh Garde dan Andre dari tadi, Brendan pun menjadi sangat kesal “BERHENTI MENGGODA KU!!!” teriak Brendan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari sudah hampir menjelang malam, Brendan dan Hinagiku sedang dalam perjalanan pulang, “Hi, Hina sebenarnya aku ingin mengajak mu ke suatu tempat lagi…” ucap Brendan gugup, “kemana?” Tanya Hinagiku, “ikut aku!” ucap Brendan, kemudian Brendan menarik tangan Hinagiku lagi dan membawanya ke sebuah taman yang di penuhi oleh sakura, Hinagiku takjub melihat taman itu, “indahnya…” ucap Hinagiku pelan, “indah kan?” Tanya Brendan tersenyum, kemudian Brendan merogoh kantungnya dan mengeluarkan sebungkus coklat, “Hina aku sebenarnya…” muka Brendan memerah, “kenapa Brendan kau ingin mengatakan apa?” Tanya Hinagiku tersenyum, muka Brendan tambah merah dan menjadi lebih gugup, “aku, aku sebenarnya… sebenarnya aku mencintai mu!!” ucap Brendan, muka Hinagiku memerah, “a, apa?” Tanya Hinagiku memerah, “a, ah bukan apa-apa!” Brendan memberikan coklat tersebut ke Hinagiku dan berlari ke arah mansion milik Marcel, meninggalkan Hinagiku yang masih terdiam di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya semua sudah siap berangkat menuju CnG Building untuk melakukan serangan balik, “mengerti apa pun yang terjadi jangan sampai ada yang meninggal kita akan pulang bersama-sama dalam keadaan hidup!” ucap Garde ke semuanya, kemudian Garde melihat ke arah Brendan yang melamun, “Brendan-kun? Kenapa melamun?” Tanya Garde tersenyum, Brendan tersadar dari lamunannya, “ah tidak! Tidak apa-apa!” jawab Brendan, “baiklah kalau begitu kita berangkat sekarang” ucap Garde, semuanya berbalik untuk meninggalkan mansion milik Marcel, “tunggu!!” teriak seseorang, semuanya kembali menoleh ke belakang dan melihat Hinagiku berlari ke arah mereka, Hinagiku berhenti di depan Brendan dalam keadaan kehabisan napas karena berlari, tiba-tiba Hinagiku menarik kerah baju Brendan dan menciumnya, setelah beberapa menit Hinagiku melepasnya, muka Brendan memerah, “kembalilah aku akan memberikan jawabannya kalau kau kembali dengan selamat…” ucap Hinagiku memerah, Brendan tersenyum “ya… aku pasti kembali” jawab Brendan, merekapun berbalik dan pergi, sementara Hinagiku, Hitagi, dan Haruhi hanya bisa melihat kepergian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berjalan cukup jauh akhirnya mereka sampai di depan CnG Building, tiba-tiba pemandangan berubah menjadi merah, Brendan melihat sekeliling, Garde, Marcel, dan Andre sama sekali tidak bisa bergerak seperti patung, “Fuzetsu…” Brendan menoleh ke arah suara itu dan melihat Shana di sana, “kau…” Brendan melihat Shana, tiba-tiba Shana melompat ke arah Brendan dan mengeluarkan Nietono no Shana miliknya dan menebaskannya ke Brendan, Brendan berhasil menghindarinya, kemudian Brendan menembakan api ke arah Shana, tetapi Shana melompat menghindarinya dan menendang Brendan setelah itu dia mengayunkan katananya dan menebas Brendan sehingga Brendan mengeluarkan darah yang banyak, seketika Brendan melompat ke belakang untuk menghindari serangan Shana yang berikutnya, “hati-hati Brendan dia pengguna api seperti kau dan dia jauh lebih kuat dari kau… jadi kau harus extra hati-hati” ucap Valafar, “ya aku tahu itu… mau apa kau? Menghalangi ku hah!?” Tanya Brendan ke Shana, “aku tidak akan membiarkan mu mengganggu Ryou lebih jauh!” jawab Shana, kemudian Shana berlari ke arah Brendan dan menebaskan katananya lagi, tapi Brendan me embody Doom dan terbang, Shana pun mengejarnya dengan cara mengeluarkan sayap api dari punggungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku bermaksud menolongnya!! Bukan mengganggunya” ucap Brendan berusaha menghentikan Shana, “kau tidak tahu apa-apa tentang Ryou!! Selama ini dia sudah cukup kesepian!!” teriak Shana, “aku tahu itu!! Karena itu aku berusaha menolongnya dia hanya di jadikan alat oleh Fernando!!” teriak Brendan, kemudian Brendan me embody Valafar dan menyerang balik Shana, pedang mereka saling beradu satu sama lain selama beberapa menit, “pulang lah!! Aku tidak akan melukai mu jika kau pulang sekarang!!” teriak Shana, Brendan menebaskan pedangnya dan mendorongnya sehingga Shana terdorong dan terjatuh, “mana mungkin aku pulang setelah sampai sini!! Fire Breath!! Flametrhower!! Fire Ball!!” Brendan melancarkan 3 serangan sekaligus ke arah Shana tetapi Shana berhasil menghindari semuanya, kemudian Shana menusukan katananya ke Brendan dan melemparnya ke bawah, tetapi Brendan kembali terbang ke arah Shana dan menyerangnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sudah ku bilang kan aku akan menyelamatkan Ryou!!” teriak Brendan, Brendan kembali menebas Shana, tetapi lagi-lagi Shana dapat menghindarinya, tetapi itu malah memberi Brendan kesempatan untuk menendang Shana, setelah Brendan berhasil menendang Shana, Brendan langsung mengayunkan pedangnya dan memukul Shana dengan gagang pedangnya sehingga Shana terdorong ke belakang, “overdrive…” ucap Brendan, Shana kembali terbang ke arah Brendan dan mengambil kuda-kuda untuk menebas Brendan, “PHOENIX FLAME!!” pedang Brendan di selimuti oleh api yang membentuk sesosok Phoenix, kemudian Brendan mengayunkan pedangnya yang membuat Phoenix tersebut terbang ke arah Shana, Shana menahan Phoenix tersebut tetapi kekuatan Phoenix tersebut jauh dari perkiraan Shana sehingga Shana terdorong ke tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masih belum!!! Meteor Swarm!!!” teriak Brendan, tiba-tiba dari langit muncul berpuluh-puluh bola api besar yang mengarah ke arah Shana sehingga terjadi ledakan di mana-mana, setelah beberapa menit asap menipis terlihat Shana yang kembali berdiri, “kau lulus…” ucap Shana pelan, “apa?” Tanya Brendan, “mungkin hanya kau yang hanya dapat menyelamatkan Ryou…” ucap Shana, Shana mendekati Brendan dan menyembuh kan luka milik Brendan, kemudian Shana berbalik “kumohon… tolonglah Ryou dari Nando…” ucap Shana, Brendan tersenyum, “aku pasti akan menolong Ryou lelaki yang kau sukai itu” ucap Brendan tersenyum, muka Shana memerah, “URUSAI!!! URUSAI!!! URUSAI!!!” teriak Shana dengan muka yang merah, Shana berbalik kemudian pergi dan melepaskan fuzetsu miliknya, keadaan pun kembali seperti semula, “ah! Apa yang terjadi?” tanya Marcel ke Brendan yang sedang tersenyum melihat Shana pergi, “tidak, tidak ada apa-apa” ucap Brendan, Marcel bingung melihat kelakuan Brendan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ya aku pasti akan menolong Ryou… aku janji pada mu Shana…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Brendan akan menepati janjinya ke Shana? Better wait for next episode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Episode:WHO STRONGER!? ANDRE VS KENNY!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-6996975732636580356?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/6996975732636580356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-11assault-to-enemy-hq.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/6996975732636580356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/6996975732636580356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-11assault-to-enemy-hq.html' title='CHAPTER 11: ASSAULT TO ENEMY HQ!!'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-1207820381396984737</id><published>2009-10-13T19:36:00.000-07:00</published><updated>2010-04-10T19:28:33.830-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 10: TRUTH BEHIND THE PAST!!</title><content type='html'>CHAPTER 10: TRUTH BEHIND THE PAST!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ashley kak!! Nama ku Ashley Lindwurm!!” kata anak itu dengan bersemangat, sekejap wajah Brendan terkejut, “sekarang tahun berapa?” Tanya Brendan ke Ashley, “hahahaha kakak ngantuk ya? Sekarang kan tahun 2010!!” kata anak itu, “tahun 2010? Bukankah seharusnya tahun 2020? Jangan bilang!! Aku berada di dunia 10 tahun lalu… itu menjelaskan semuanya…” pikir Brendan dalam hati, tiba-tiba Ashley menarik Brendan, “kak!! Itu laboratium ayah!!” ucap Ashley sambil menarik Brendan masuk ke dalam sebuah rumah. Di dalam rumah itu banyak peralatan laboratium berserakan, dan di tengah ruangan, duduk seseorang berambut hitam dan bertubuh lumayan besar, dia menoleh ke arah Brendan dan Ashley. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ayah!!” teriak Ashley sambil memeluk ayahnya, “Ashley! tidak malu ya di liat orang lain?” kata ayah Ashley sambil tersenyum ke arah Brendan, “siapa nama kamu anak muda?” Tanya ayah Ashley, “ayah!! Dia berbeda dari yang lain!! Dia tidak menjahati Ashley!!” ucap Ashley ke ayahnya, ayahnya hanya tersenyum, “ayah tahu itu Ashley kalo dia jahat dia tidak mungkin mengantar mu pulang kan? Nah jadi siapa nama mu anak muda?” Tanya ayah Ashley lagi, “orang ini… kalo aku memang kloning Ashley berarti dia juga ayah ku… ayah yang tidak pernah ku ketahui wajah dan namanya…” ucap Brendan dalam hati, “Brendan…” jawab Brendan, “hoo kebetulan sekali! Ayo ikut aku Brendan, Ashley kamu juga!” kemudian ayah Ashley masuk ke ruangan Basement di ikuti oleh Ashley dan Brendan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“oh ya aku lupa memperkenalkan diri… nama ku Vraniel… Vraniel Lindwurm” kata ayah Ashley sambil terus berjalan ke bawah, “Vraniel… jadi itu nama ayah ku…” ucap Brendan dalam hati, sesampainya di bawah, Vraniel memperlihatkan tabung berisi sesuatu, Brendan terkejut melihat isinya yang tak lain dan tak bukan adalah seorang anak bermata biru dan berambut perak, yang berarti anak itu adalah dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ini kebetulan Brendan… nama anak ini sama seperti mu nama dia Brendan Lindwurm, sama kan? Oh dan yang paling kebetulan adalah ciri-cirinya!” ucap Vraniel menjelaskan, kemudian dia melihat jam di dindingnya, “aku tak menyangka kalo sekarang sudah jam 9 malam lebih baik kau tidur Ashley!” kata Vraniel ke Ashley, “oke ayah aku tidur!” Ashley pun pergi ke atas, “nah Brendan kita masih ada kamar kosong pakailah kalau kau mau memakainya” ucap Vraniel tersenyum, Brendan pun juga pergi ke kamar kosong tersebut meninggalkan Vraniel sendiri, setelah beberapa jam di kamar Brendan sama sekali tidak bisa tidur, akhirnya dia turun ke bawah, dan melihat Vraniel yang belum tidur, Brendan memutuskun untuk berbicara dengan Vraniel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hey Vraniel…” sapa Brendan, Vraniel langsung menoleh ke arah Brendan dan tersenyum, “belum tidur eh? Brendan?” Tanya Vraniel, Brendan duduk di sebelah Vraniel, “kenapa kau menciptakan kloning Ashley, Vraniel?” Tanya Brendan, Vraniel hanya tertawa, “Ashley sedikit berbeda dari anak-anak lain dia bisa memanggil monster bernama Aeon dari dimensi lain… membuat dia di takuti dan di benci oleh seluruh penduduk… aku bisa bercerita begini karena aku tahu kalau kau sama seperti dia…” ucap Vraniel, Brendan terkejut karena Vraniel bisa tahu kalo dia overlord seperti Ashley, “aku juga overlord…” ucap Vraniel sambil menunjukan simbol di tangannya, Brendan tambah terkejut karena yang di perlihatkan Vraniel adalah simbol Core Chimail. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dan Brendan yang tadi di bawah bukan kloning biasa… mungkin bisa di sebut ‘carrier’ karena aku tahu umur ku tidak panjang lagi… tapi jika aku meninggal maka tidak akan ada lagi yang melindungi Ashley… karena itu aku memindahkan semua Aeon milik ku ke dalam tubuhnya… jadi mungkin dia juga bisa di sebut sebagai ‘Artificial Aeon’… hahaha padahal setiap kali aku memindahkan Aeon umurku pasti berkurang… dan jika semua Aeon milik ku berpindah maka aku akan mati…” ucap Vraniel, Brendan terkejut dia langsung menarik kerah baju Vraniel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“apa maksudmu!! Kalau begitu jangan pindahkan Aeon mu!! Kalau kamu memang menyayangi Ashley seharusnya kamu memperpanjang hidupmu!! Bukan malah memperpendek!!” teriak Brendan emosi, Vraniel menangis, “aku tahu itu!! Tapi penyakit yang kumiliki akan membunuh ku sebentar lagi!! Tidak lama lagi!! Kira-kira seminggu lagi aku akan meninggal!! Karena itu sebelum aku meninggal aku harus menyelesaikannya!! Dan lagi… dan lagi aku ingin Brendan menjadi saudara sekaligus teman pertama Ashley!!” teriak Vraniel sambil menangis, “aku… apa yang aku lakukan padahal aku diciptakan untuk melindungi Ashley… untuk menjadi teman pertamanya sekaligus saudara… tapi aku selama ini bertarung dengannya… dan aku berpikiran untuk membencinya…” ucap Brendan dalam hati kemudian dia terduduk lemas di bangku di sebelah Vraniel, memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya Ashley bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah, Brendan pun menghampiri Ashley, “mau kakak temanin berangkat ke sekolah…” Tanya Brendan sambil tersenyum, Ashley juga tersenyum sambil mengangguk, mereka berdua pun keluar rumah, di tengah perjalanan mereka melihat seorang anak yang di lempari oleh batu, dan anak tersebut tidak melawan, Ashley yang melihat itu kaget dan langsung berlari ke arah anak itu dan melindunginya, “kalian!! Apa yang kalian lakukan ke Ryou hah!!” teriak Ashley, “padahal kau tidak usah melindungi ku…” ucap anak yang bernama Ryou itu, sementara anak-anak yang lain terus melempari mereka berdua dengan batu sambil memaki mereka, “monster!! monster!! lihat monster ke dua datang dan ingin melindungi monster pertama” maki anak-anak tersebut, Ashley menjadi sangat marah dan tiba-tiba dari belakang muncul sesosok naga yang sangat mirip dengan Dark Armed Dragon hanya saja yang ini bewarna orange dan berarmor perak, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Armed Dragon!!!” teriak Ashley, anak-anak tersebut langsung ketakutan dan lari, kemudian Ashley membantu Ryou berdiri “kau tidak apa-apa kan Ryou?” Tanya Ashley, “aku tidak apa-apa tapi seharusnya kau tidak usah menolong ku itu hanya akan membuat mu semakin di benci mereka” ucap Ryou, Ashley hanya tersenyum, kemudian menarik Ryou ke arah Brendan, “kakak ini teman terbaik yang ku miliki dia juga sama seperti ku namanya Ryou Kurokaze” ucap Ashley sambil tersenyum, Brendan tidak menyangka kalau Ashley dan Ryou adalah sahabat dekat, mereka pun kembali berjalan ke sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari Brendan mengantar Ashley dan Ryou ke sekolah agar tidak ada yang menggangu mereka sampai 3 hari kemudian di malam hari yang sedang di terpa badai salju, Brendan mendengar suara sesuatu yang ambruk dari basement, Brendan langsung berlari ke arah basement di sana dia melihat Vraniel yang sudah sekarat, Ashley yang menangis dan Brendan kecil yang berdiri disana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ayah!! Ayah!! Kenapa!? Kenapa!? Kau memindahkan semua Aeon mu!! Itu kan akan membuat ayah mati!!” teriak Ashley yang memegang tangan ayahnya, “Ashley kamu bukan anak kecil lagi… mulai hari ini dia akan menjadi saudara dan teman mu… semoga kau baik-baik saja…” ucap Vraniel lemas, yang kemudian meninggal, “AYAH!!!!!” teriak Ashley sambil menangis, kemudian Ashley melihat Brendan kecil dengan tatapan benci, “kau… kau… telah membunuh ayah ku… aku tidak akan pernah memaafkan mu… selamanya” ucap Ashley ke Brendan kecil, Brendan kecil yang masih belum mengerti apa-apa hanya terdiam di sana, tiba-tiba pintu rumah tersebut di dobrak sehingga terbuka dan angin kencang masuk ke dalam, di luar terlihat Ryou kecil dan seorang pemuda, pemuda tersebut tersenyum ke Ashley. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ashley Lindwurm… perkenalkan nama ku adalah Fernando Halim… hmm kau pasti membenci anak itu ya? Karena dia yang telah membunuh ayah mu…” kata Nando yang terlihat lebih muda tersebut, “Ashley ikutlah dengan ku dan kak Nando… kita bisa membalas dendam ke orang yang sudah menjahati kita…” ucap Ryou kecil, Ashley pun berbalik ke arah Nando dan Ryou, “kau adalah kloning gagal… aku akan membunuh mu suatu hari nanti untuk membalas dendam ayah…” ucap Ashley sambil menangis, Brendan berusaha menghalangi Ashley agar tidak ikut dengan Nando tapi Ashley tidak mau mendengarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kakak bukan siapa-siapa… kakak tidak tahu apa-apa… pergi!!! Aku tidak butuh kakak!!!” teriak Ashley, “aku mengetahui semuanya!! Jangan pergi Ashley!! Ryou!!” ucap Brendan tetapi tiba-tiba Nando memukul perut Brendan dengan kencang, “wah wah kakak jangan menghalangi yah ini adalah pilihan anak-anak ini dan aku tidak bermaksud jahat kok aku berniat menolong mereka” ucap Nando sambil tersenyum, perlahan-lahan Brendan kehilangan kesadarannya, “ka, kau…” ucap Brendan, Brendan pun kehilangan kesadaran tetapi sebelum dia kehilangan kesadaran dia melihat muka Ashley yang menangis, “Ashley aku akan… melindungi mu…” Brendan pun tidak sadarkan diri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brendan membuka matanya dan melihat bahwa dirinya berada di dimensi gelap seperti biasanya, disana dia melihat iblis yang di selimuti api dan bersayap api, persis sama seperti yang di lihatnya di mimpi ketika malam tahun baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kau?” Tanya Brendan, “nama ku Valafar!! Aku adalah Chimail terkuat sekaligus partner setia Vraniel… kau kesini karena mencari kekuatan kan?” Tanya Valafar ke Brendan, “ya aku ke sini untuk mendapatkan kekuatan… dan ku kira tujuan hidup ku bertambah lagi… aku akan menarik Ryou dan Ashley dari kegelapan yang tak berdasar!!” teriak Brendan tegas, “baiklah tapi untuk mencapai suatu tujuan selalu ada ujian… apakah kau bersiap mengambil ujian tersebut?” Tanya Valafar ke Brendan, “ya aku siap!!” jawab Brendan, tiba-tiba muncul api yang sangat besar dari atas dan membakar Brendan, “argh!!! Apa, apaan ini!!!” teriak Brendan kepanasan dan kesakitan, “jika kau bisa bertahan dari api milik ku ini maka aku akan mengakui mu…” ucap Valafar ke Brendan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara seminggu kemudian di dunia nyata Hinagiku yang menjaga Brendan memanggil Garde, “sensei!!” teriak Hinagiku, sementara Garde buru-buru masuk ke dalam kamarnya, “ada apa Hina-chan?” Tanya Garde, “sudah dua minggu Brendan tidak sadarkan diri… dan sudah seminggu ini suhu tubuh Brendan terus menaik tanpa henti dan tidak turun… dia pasti kembali kan?” Tanya Hinagiku dengan wajah sedihnya, “ya kita hanya bisa berharap…” ucap Garde perlahan, tiba-tiba terdengar ledakan di luar, Garde yang terkejut berlari ke depan dan di depan dia melihat Cain berdiri disana dengan Aeonnya yang berbentuk seperti naga tetapi berbentuk bunga mawar, “Black Rose hancurkan tempat ini… pasti di dalamnya terdapat artifact yang kita cari… ya kan Kain?” ucap Cain, Garde pun meembody Blue Eyes Shining Dragon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tidak akan kubiarkan kau!!” Garde melompat dan kemudian menebas Black Rose, tetapi Black Rose berhasil menghindarinya, kemudian Cain berubah menjadi Kain begitu juga dengan Black Rose Dragon milik Cain yang berubah menjadi cahaya kemudian menjadi Power Tool Dragon, “ahahahahahahaha Cain kau urus saja nanti untuk menghancurkan rumah ini!! tapi kalo untuk bertarung dengan orang ini maka biarkan aku yang mengurusnya!!” teriak Kain yang kemudian memerintahkan Power Tool untuk menyerang Garde, semua serangan Power Tool berhasil di hindari oleh Garde tapi makin lama serangan tersebut makin cepat sehingga Garde terdesak dan tidak bisa membalas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“wah wah Sensei terdesak ya?” Garde menoleh dan melihat Marcel, “Marcel kau sudah pulang!!” ucap Garde senang, “tentu saja” balas Marcel tersenyum, kemudian Marcel mengangkat tangannya yang memanggil Neos, “lihatlah kekuatan baru ku Sensei…” tiba-tiba Neos milik Marcel di bungkus oleh cahaya, dan tiba-tiba Neos mengenakan baju zirah putih dan bersayap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“serang dia… RAINBOW NEOS!!!” Neos terbang ke arah Power Tool Dragon dan memotong tangan obengnya, kemudian tangan tersebut meledak, “ahhh~~ curang Marcel mau beraksi sendiri” ucap seseorang yang ternyata adalah Andre, “Andre kau juga sudah pulang!!” ucap Garde kembali, Andre tersenyum dan memanggil 3 Subtitoad yang berubah menjadi 3 Des Frog kemudian ke-3 Des Frog tersebut mulai berbunyi, “Des Croaking!!” tiba-tiba muncul berbagai ledakan di tubuh Power Tool, Kain yang melihat itu terkejut, “mustahil!!” tiba-tiba dari belakang Garde muncul api yang di tembakan ke arah Power Tool dan membakar Power Tool, sampai Power Tool meledak, “tidak mungkin!!!” ucap Kain, semua orang melihat asal dari tembakan tersebut dan disana berdiri Hinagiku dan Brendan hanya saja ada keanehan di Brendan, sekarang rambut dan mata Brendan berubah menjadi warna emas, Brendan tersenyum &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku pulang, semuanya” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang sudah kembali dari perjalanannya mencari kekuatan baru apakah yang akan terjadi berikutnya? Better wait next episode &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Episode:ASSAULT TO ENEMY HQ!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-1207820381396984737?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/1207820381396984737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-10truth-behind-past.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/1207820381396984737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/1207820381396984737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-10truth-behind-past.html' title='CHAPTER 10: TRUTH BEHIND THE PAST!!'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-8136058530396384023</id><published>2009-10-12T04:14:00.000-07:00</published><updated>2010-04-10T19:36:06.426-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 9: ENEMY YESTERDAY, ALLY TODAY!!! RAGING BLUE EYES SHINING DRAGON!!!</title><content type='html'>CHAPTER 9: ENEMY YESTERDAY, ALLY TODAY!!! RAGING BLUE EYES SHINING DRAGON!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“perfect embody… BLUE EYES SHINING DRAGON!!!” naga tersebut berubah menjadi halbred putih dengan kristal biru di tengah mata kapaknya, laki-laki tersebut menengok ke arah Brendan dan Hinagiku, Brendan terkejut melihat siapa orang tersebut, “Garde Astale?!” ucap Brendan terkejut, Garde tersenyum ke Brendan dan Hinagiku, “bukankah sudah tugas seorang guru untuk melindungi muridnya?” kata Garde ke Brendan, kemudian Garde lari ke arah Lindwurm, Lindwurm yang telah kehabisan tenaga melepaskan Dark Armed dan memerintahkannya untuk menyerang Garde, tapi semua serangan Dark Armed berhasil di hindari semua tanpa terkena satu pun, kemudian Garde melompat ke arah langit, dan Garde mengeluarkan sayap putih bercahaya dan terbang ke arah Dark Armed, “Shining Sky Raid!!!” ketika jaraknya sudah cukup dekat Garde mengayunkan halbrednya untuk menebas Dark Armed menjadi 2 bagian, masing-masing dari bagian Dark Armed yang terbelah mengeluarkan darah yang amat sangat banyak, tiba-tiba dari belakang ada sinar hitam yang mengarah ke Garde, tetapi Garde bisa menghindari serangan yang di tembakan oleh Dark End, setelah itu Garde terbang ke arah Dark End, “overdrive… ULTIMATE SHINING SKY RAID!!!” dan kali ini Garde mengayunkan halbrednya dengan jarak yang cukup jauh, tiba-tiba dari ayunannya muncul Blue Eyes Shining Dragon dalam wujud sinar yang mengoyak tubuh Dark End hingga tidak berbentuk, ketika Dark End sudah hancur, Garde turun tepat di depan Nando. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“wah wah hebat!! Kakak masih hidup ya? Takut ah lawan Blue Eyes yang sekarang, takut di bully-bully, tapi yang lebih hebat kok kakak masih hidup” kata Nando dengan tersenyum, Garde melihat Nando dengan marah, tiba-tiba dari belakang Garde muncul naga putih lainnya hanya saja yang ini memiliki kristal biru di ke dua dadanya, setelah itu halbred milik Garde bercahaya dan merubah bentuknya menjadi pedang, &lt;br /&gt;“perfect embody… Stardust Dragon…” kemudian naga di belakang Garde berubah menjadi sinar dan menjadi pedang ke-2 Garde, &lt;br /&gt;“wah!! hebat multiple embody bahkan keduanya perfect embody!! Saya terkejut loh kakak!!” kata Nando, “jangan bercanda Nando!! Kau dan Ryou menghianati ku di Neojamarcel 7 hari yang lalu dan meninggalkanku dalam keadaan terluka parah!!” teriak Garde marah, “wah wah kami tidak menghianati mu melainkan membuang barang yang sudah tidak berguna…” ucap Nando, Garde semakin emosi mendengar itu, “aku sudah pernah mati sekali… tapi Blue Eyes menolongku, dia mengorbankan auranya untuk menyembuhkan luka ku, setelah itu aku tidak bisa memanggil Blue Eyes sama sekali… dia telah hilang… tapi… aku bertemu Stardust!!! Tidak hanya itu dengan menguasai perfect embody aku bisa membangkitkan Blue Eyes sekali lagi!!” ucap Garde, “kali ini aku akan menyelesaikan urusan kita” Garde berlari ke arah Nando dan menebaskan kedua pedangnya tetapi Nando berhasil menghindarinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hmmm repot juga… baiklah Lindwurm!! Kenny!! Kita mundur dulu” ucap Nando ke Lindwurm dan Kenny, “baik!!” balas mereka berdua, kemudian Lindwurm membuka lubang dimensi yang besar, yang dimasuki oleh Nando, Kenny, dan Lindwurm, sebelum lubang dimensi tertutup, Lindwurm melihat Brendan dengan tatapan bencinya, “sampai jumpa Garde the White Dragon” ucap Nando, setelah itu lubang dimensi tertutup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garde berjalan ke arah Brendan dan memotong rantai yang mengikat Brendan, &lt;br /&gt;“tenang saja aku sudah berhenti memusuhi kalian” kata Garde sambil tersenyum, &lt;br /&gt;“terima kasih Garde…” jawab Brendan pelan, sementara Hinagiku membantu Brendan berdiri, “Brendan-kun kau tidak akan menang melawan perfect embody dan 5 jendral naga hanya dengan embody biasa… kau harus bertemu dengan Core Chimail terkuat untuk menguasai perfect embody…” ucap Garde pelan, “tapi simbol ini belum bereaksi lagi” ucap Brendan, “aku tahu itu aku ke sini bukan hanya untuk membantu pertarungan mu… aku bisa membawamu ke dimensi tempat aeon mu berada…” balas Garde, “bagaimana caranya?” Tanya Brendan , “yang terpenting sembuhkan terlebih dahulu luka-luka mu… Hina-chan kau bisa menjaga Brendan-kun sampai lukanya sembuh total kan?” Tanya Garde ke Hinagiku, Hinagiku tersadar dari lamunannya, “bisa sensei! Serahkan saja kepadaku!” jawab Hinagiku, Garde tersenyum, kemudian Brendan di Bantu Hinagiku memasuki mansion, setelah Brendan sudah masuk ke dalam Mansion, Garde berjalan ke arah Marcel, “sampai kapan kau mau pura-pura tidak sadarkan diri Marcel-kun?” Tanya Garde, “a, aku tidak akan kalah lagi… aku akan menjadi kuat… AKU PASTI MENJADI LEBIH KUAT!!!” teriak Marcel yang kemudian menangis, sementara Garde membawa Andre yang tidak sadarkan diri bersamanya masuk ke dalam Mansion meninggalkan Marcel sendirian di depan untuk menenangkan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 hari kemudian luka Brendan, Andre, dan Marcel sudah mulai membaik, sementara di halaman depan terlihat Marcel yang membawa koper dan bersiap pergi jauh dari mansion dan di situ juga terlihat Hitagi yang mengantar Marcel sampai halaman depan &lt;br /&gt;“Marcel… apakah kau memang harus pergi?” Tanya Hitagi ke Marcel, Marcel mencium Hitagi kemudian berbalik, “maafkan aku Hitagi aku harus pergi aku tidak boleh terus-terusan menjadi lemah seperti ini… aku janji setelah menjadi kuat aku akan kembali ke sini…” ucap Marcel, “tapi-“ belum selesai Hitagi berbicara Marcel sudah memotong, “sudah ku bilang tak apa-apa kan… aku mencitai mu Hitagi” ucap Marcel yang kemudian pergi, sementara Hitagi hanya bisa melihat Marcel pergi dari Mansion. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Andre sedang sendirian di kamarnya di mansion Marcel sampai tiba-tiba seseorang mendobrak pintu kamarnya, dan ternyata orang itu adalah wanita dengan rambut bewarna coklat pendek, dan mengenakan pita bewarna orange &lt;br /&gt;“ketemu!!!” teriak wanita itu “ahhh! apa-apaan sih? Kau berisik sekali sih Haruhi!!” ucap Andre kesal, sementara Haruhi hanya tersenyum, “apa maksudmu? SOS sudah mencari mu seharian loh!!” ucap Haruhi bersemangat, “padahal tidak usah di cari kau juga pasti tahu kalo aku ada di mansionnya Marcel…” ucap Andre pelan, “kenapa kau tidak terlihat bersemangat sih!?” Tanya Haruhi sambil melihat Andre, “aku kalah… padahal aku hampir menang… aku, aku butuh kekuatan lebih!!!” jawab Andre, kemudian Haruhi memeluk Andre, “aku pasti akan membantu mu Andre! Tidak SOS akan membantumu mencari kekuatan baru!” kata Haruhi sambil memperlihatkan senyumnya, “terima kasih Haruhi…” Andre membalas pelukan Haruhi sambil tersenyum juga seperti Haruhi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“luka mu sudah sembuh semua Brendan…” ucap Hinagiku sambil membantu Brendan bangun dari tempat tidurnya, “di mana Garde?” Tanya Brendan ke Hinagiku, “dia tadi sedang mau makan mungkin sebentar lagi dia kembali” jawab Hinagiku, “bukan sebentar lagi tapi aku sudah kembali” ucap Garde dari pintu, kemudian Hinagiku dan Brendan melihat Garde, Garde tersenyum melihat mereka berdua, “kalian berdua cocok ya… serasi…” ucap Garde menggoda Hina dan Brendan, “moou Sensei!! Apa-apaan sih!!” ucap Hinagiku yang merasa kesal sudah di goda, sedangkan muka Brendan hanya memerah, “Brendan-kun aku akan menunggu di kamar ku jika kau sudah siap datanglah ke kamar ku” ucap Garde, kemudian Garde berbalik ke arah kamarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“apakah kau yakin mau melakukan ini Brendan? Kalau kau gagal kau akan menghilang dari dunia ini” ucap Hinagiku sambil meneteskan air mata, “aku tidak akan apa-apa Hina…” jawab Brendan sambil membersihkan air mata Hinagiku, “tapi, tapi aku tidak mau kau menghilang!! Aku, aku tidak akan memaafkan mu jika kau tidak kembali lagi!!” ucap Hinagiku sambil menatap Brendan dengan wajah sedihnya, “aku pasti kembali aku janji” jawab Brendan sambil mengacungkan kelingkingnya, “ya… janji” ucap Hinagiku sambil mengacungkan kelingkingnya juga dan menyatukannya ke kelingking Brendan, Brendan tersenyum ke Hinagiku, kemudian dia pergi ke kamar Garde meninggalkan Hinagiku sendirian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hmm? Begitu berarti kau sudah siap?” Tanya Garde ke Brendan yang berdiri di depan pintu kamar Garde, “ya… aku akan menguasai perfect embody!!!” jawab Brendan tegas, “baiklah tapi jiga gagal kau akan meninggal…” ucap Garde pelan, “ya aku tahu itu…untuk melindungi Hina aku harus menjadi lebih kuat… Hina hampir saja meninggal 7 hari lalu… aku tidak akan membiarkan itu terjadi lagi!!” jawab Brendan, Garde tersenyum, “pendirian anak ini sangat kuat sepertinya aku tidak usah khawatir lagi” ucap Garde dalam hati, kemudian Garde mengambil gulungan di meja belajarnya, “baiklah Brendan tidur di kasur sekarang” perintah Garde, kemudian Brendan tidur di kasur Garde, sementara Garde mulai membuka gulungan tersebut dan membaca mantra di gulungan tersebut, setiap kali Garde menyelesaikan 1 bait Brendan semakin mengantuk, dan ketika Garde sudah membaca semua baitnya Brendan sudah tertidur, “kembalilah Brendan…” ucap Garde. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brendan membuka matanya dan mendapati dirinya berada di sebuah pemukiman, dan entah kenapa saat itu sedang turun salju padahal ini bukan musimnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“cish bagaimana sih Garde!! Dia pakai sihir teleport ya!? Katanya mau mengajari ku menggunakan perfect embody? Siaaaal!! Mana dingin lagi!” tiba-tiba seorang anak kecil menabrak Brendan dari belakang, Brendan lansung berbalik dan melihat seorang anak berambut hitam dan bermata biru, Brendan membantunya berdiri, “kau tidak apa-apa?” Tanya Brendan, anak tersebut tersenyum melihat Brendan “aku tidak apa-apa kok kak! Harusnya aku minta maaf karena berlari dan tidak melihat di depan ada kakak sehingga aku menabrak kakak!” kata anak itu, anak itu sungguh ceria dan bersemangat, “kau mau ke mana?” Tanya Brendan, “aku mau ke laboratorium ayah! Kata ayah aku bisa punya saudara kembar!” jawab anak itu, Brendan tersenyum melihat kelakuan anak itu, “mau kakak temanin?” Tanya Brendan ke anak itu, anak itu tersenyum “mau!! Ayo kakak temani aku jalan sampai laboratorium ayah!!”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa menit berjalan, Brendan baru ingat kalau dia belum memperkenalkan diri dan belum mengetahui nama anak itu, “errr nama kakak Brendan… nama kamu siapa?” Tanya Brendan ke anak itu, anak itu senang karena namanya di Tanya “ceria sekali anak ini… benar-benar polos…” ucap Brendan dalam hati, kemudian dengan bersemangat anak itu menjawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ashley, kak!! Nama ku Ashley Lindwurm!!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang sebenarnya terjadi dengan Brendan? Dan apakah yang akan terjadi di tengah musim salju itu? Better wait next episode &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Episode:TRUTH BEHIND THE PAST!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-8136058530396384023?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/8136058530396384023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-9enemy-yesterday-ally-today.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/8136058530396384023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/8136058530396384023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-9enemy-yesterday-ally-today.html' title='CHAPTER 9: ENEMY YESTERDAY, ALLY TODAY!!! RAGING BLUE EYES SHINING DRAGON!!!'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-6416705839743844681</id><published>2009-10-11T20:13:00.001-07:00</published><updated>2010-04-10T19:36:12.498-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 8: MY LIFE RESOLVE!</title><content type='html'>CHAPTER 8:MY LIFE RESOLVE! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ya tujuan baruku… adalah untuk melindungimu Hinagiku… aku tidak ingin melihat wajah sedihmu…” ucap Brendan pelan Hinagiku yang mendengar itu mukanya langsung memerah menyala “a, apa-apaan sih aku tidak butuh perlindungan mu!” kata Hinagiku ke Brendan, Brendan hanya tersenyum saja melihat kelakuan Hinagiku, Marcel dan Andre datang ke tempat Brendan dan membantu Brendan berdiri &lt;br /&gt;“sudah agak tenang sekarang? Berarti aku tidak salah menelpon Hinagiku” kata Marcel, Brendan tersenyum ke Marcel “terima kasih Marcel atas dukungannya kau memang sahabat yang baik” kata Brendan, tiba-tiba terdengar ledakan dari depan, Brendan, Marcel, dan Andre yang kaget langsung berlari ke arah depan, Brendan menyuruh Hinagiku menunggu di sana sementara mereka ke arah depan, di depan mereka melihat Lindwurm, Kenny, dan seorang laki-laki yang mengendarai naga putih, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“me, mereka… 3 dari 5 jendral naga!! Lindwurm the Dark Armored Overlord, Kenny the Twillight Knight, Fernando the Lightsworn Judgement!!” teriak Marcel kaget &lt;br /&gt;“kita kesini untuk mengambil rainbow kristal!! Serahkan atau mati!!” teriak Lindwurm, kemudian Lindwurm melihat ke arah Brendan dengan tatapan benci, &lt;br /&gt;“kau… aku kira kau sudah putus asa… dasar kloning!!” ucap Lindwurm kasar ke Brendan, Brendan membalas tatapannya &lt;br /&gt;“memang aku cloning dari mu… tapi… mulai sekarang aku akan hidup sebagai manusia!! Bukan kloning!!” teriak Brendan tegas “itu… itu adalah keputusan ku untuk terus hidup dan melindungi seseorang yang penting bagiku!!” Lindwurm yang melihat itu makin kesal “kloning ini… dia… baiklah kalau itu mau mu aku akan menghancurkan mu dengan tangan ku!!” ucap Lindwurm dalam hati, dan ketiga jendral tersebut mulai menyerang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fernando berhadapan dengan Marcel, Fernando melihat Marcel &lt;br /&gt;“ampun kakak saya ini yang paling lemah dan sangat lemah loh jadi jangan di bully-bully ya…” kata Nando sambil memperlihatkan senyumannya, Marcel mulai mesummon Neos, “jangan bercanda!! Kau adalah pemimpin 5 jendral naga!!” kata Marcel sambil melihat Nando, “loh kata siapa kakak pemimpin jendral naga itu harus pakai Blue Eyes dan berkaca mata loh” kata Nando dengan nada mengejek, “Neos serang dia!!” Neos mulai menyerang Nando dan naganya tapi Nando bisa menghindari semua serangannya dengan mudah, &lt;br /&gt;“wah! wah! bahaya kalo terus seperti ini aku pasti kalah!! Neos kuat ya!! Judgement Dragon ku tidak berkutik!!” kata Nando lagi sambil terus menghindari serangan Neos tanpa ada satu pun yang mengenainya, “ahh!! Tidak!! Aku kepleset!!” kata Nando tiba-tiba Judgement Dragon milik Nando memukul Neos sampai terlempar jauh, “wah maaf-maaf tadi benar-benar kepleset” kata Nando &lt;br /&gt;“orang sampai kapan dia terus mau bermain-main?” ucap Marcel dalam hati, sementara Neos sudah bangkit dan tidak terlalu mengalami luka yang berarti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Neos!! Overdrive!! Kita selesaikan sekarang!!” teriak Marcel marah karena merasa terus di permainkan oleh Nando, Neos menuruti perintah Marcel dan mulai mengumpulkan aura di sekelilingnya “overdrive…” ucap Marcel dan Neos perlahan, dan sepertinya Nando juga mulai mengambil kuda-kuda, “wah overdrive ya kakak? aku pasti kalah dong!” ucap Nando sambil tertawa kecil, &lt;br /&gt;“JUSTICE WRATH!!” dan Neos terbang ke arah Nando dengan kecepatan rocket, sementara Nando terlihat tenang, “waw! Kayaknya aku kalah nih atau ngak ya... Judgement Roar!!” dan tiba-tiba Judgement meraung dan raungannya bersifat seperti kamaitachi tiba-tiba di tubuh Neos mulai muncul luka-luka tebasan dan kemudian terlempar sambil memuncratkan darah yang banyak sehingga tidak sadarkan diri begitu juga dengan Marcel yang terkena serangan Judgement Roarnya yang juga terlempar bersamaan dengan Neos dan tidak sadarkan diri berlumuran darah. &lt;br /&gt;“padahal saya lemah loh…” ucap Nando sambil berbalik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Andre berhadapan dengan Kenny, Kenny mulai mesummon naganya yang berbuntut 2 dan memiliki 2 warna berbeda “Light and Darkness Dragon… kalahkan musuh ku tanpa sisa…” kata Kenny sambil melihat ke arah Andre sementar Andre juga mulai mesummon aeonnya, “muncullah!! Des Frog!!” dan muncullah seekor kodok di dekat Andre, sementara Kenny terdiam “kau mengejek ya… memangnya kau Jiraiya hah!! Dan jangan bilang kau penggemar Keroro Gunsou!! Urgh sekarang aku benar-benar merasa di bohongi… Light and Darkness serang!!” teriak Kenny, dan Light and Darkness pun menembakan projectile putih ke arah Des Frog, tetapi karena tubuhnya yang kecil Des Frog pun berhasil menghindar, kemudian Andre mulai memanggil lebih banyak Des Frog dan Des Frog itu mulai menabraki Light and Darkness di mana setiap Des Frog tersebut meledak setelah menabrak Light and Darkness, Kenny yang melihat itu terkejut Karena tidak menyangka kalo Des Frog memiliki kekuatan seperti itu &lt;br /&gt;“baiklah kalau kau memaksa!! Maka aku akan menggunakan overdrive milikku!!” teriak Kenny, tapi entah kenapa Andre tidak ketakutan dan tetap terlihat santai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“baiklah kau yang meminta!! Overdrive… CHAOS FLARE!!” kemudian Light and Darkness menembakan cahaya hitam dan putih yang kemudian bersatu menjadi satu dan mengarah ke arah Andre, sementara Andre mulai memanggil kodoknya yang lain, kodok yang kali ini di panggil memiliki sayap kecil, sementara Chaos Flare semakin mendekati Andre dan kodoknya “Treeborn Frog… Froggy Forcefield!!” tiba-tiba Treeborn Frog milik Andre tertutup oleh aura yang berbentuk lingkaran dan serangan Light and Darkness kemudian di pantulkan dan mengenai tuannya sendiri, Light and Darkness pun mulai roboh, Andre berbalik untuk melihat keadaan Marcel tapi tiba-tiba terdengar suara Kenny dari belakang, Andre pun langsung berbalik dan melihat Kenny yang berlumuran darah kembali bangkit bersama naganya, dan Andre menyadari ada keganjalan di naga Kenny, entah kenapa sekarang warna hitam di naga Kenny mulai mendominasi, dan tiba-tiba naga Kenny berubah menjadi cahaya hitam dan membentuk wujud yang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“jangan main-main… aku masih belum kalah!! Jangan membelakangi ku!! Dark End Dragon!!” teriak Kenny dan Light and Darkness milik Kenny pun berubah wujud menjadi naga hitam dan memiliki wajah di badannya, Andre kaget melihat itu &lt;br /&gt;“sekarang aku akan membunuh mu!! Abyssal Breath!!” Dark End menembakan cahaya hitam dari mulutnya yang mengarah ke arah Andre, “sudah ku bilang itu percuma!! Froggy Forcefield!!” lagi-lagi Treeborn milik Andre di selimuti aura yang melindunginya, tapi sepertinya kali ini percuma serangan milik Dark End terlalu kuat untuk di tahan sehingga Froggy Forcefield pecah dan akhirnya cahaya hitam itu mengenai Andre dan membuat Andre terlempar tidak sadarkan diri, &lt;br /&gt;“aku tidak menyangka melawan Keroro Gunsou akan membuatku terluka parah seperti ini…” ucap Kenny pelan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara Brendan mendekati Lindwurm “kau adalah kloning ku” kata Lindwurm, “kau adalah tubuh asli ku” lanjut Brendan keduanya semakin dekat “kau tidak akan menang” ucap Lindwurm pelan “aku harus menang” lanjut Brendan, “karena itu… karena itu aku MEMBENCI MU!!!” teriak Brendan dan Lindwurm bersamaan dan keduanya mulai berlari “perfect embody!! Dark Armed Dragon!!” Dark Armed pun membentuk armor hitam yang melindungi Lindwurm sementara Brendan me embody Ice yang memanggil gungnir dan mulai menyerang Lindwurm, tapi Lindwurm berhasil menghidarinya, Lindwurm memanggil rantai yang ujungnya diberi mata tombak dari lubang dimensinya Brendan berhasil menghindari beberapa tapi sisanya berhasil mengenai tubuhnya, “aku yang akan menghancurkan mu kloning gagal!!” teriak Lindwurm yang membuat lubang dimensi yang besar di langit kemudian dari lubang tersebut di tembakan sinar hitam yang sangat besar ke arah Brendan, sementara Brendan me swap Icenya dengan Guardian dan kemudian melempar tamengnya yang menghisap cahaya tersebut, Brendan berlari ke arah Lindwurm “aku akan membunuh mu yang akan menghilangkan rasa kebencian ini!!” teriak Brendan, kemudian Brendan menebas badan Lindwurm, sehingga memuncratkan darah ke tubuh Brendan dan juga pedangnya, tapi Lindwurm hanya tersenyum dan tiba-tiba luka tersebut tertutup dengan cepat, Brendan yang melihat itu terkejut, “hehehehe tidak ada benda bajakan yang bisa lebih unggul dari benda aslinya!! Dark Flame Chain!!” teriak Lindwurm yang membuat lubang dimensi yang mengeluarkan rantai dan mengikat Brendan dan kemudian membakarnya dengan api hitam, Brendan berusaha menahan rasa panas dan sakit itu kemudian dengan tenaganya Brendan berhasil mematahkan rantai tersebut, Lindwurm yang melihat itu terkejut bukan main. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hanya demi dia… hanya demi Hina aku memiliki tujuan hidup ku lagi!! Aku tidak boleh mati disini!! Embody Powerhand!!” Brendan yang masih dibungkus api hitam memanggil bor Powerhand, “bagaimana… bagaimana bisa orang ini bisa bertahan!!” ucap Lindwurm dalam hati sementara Brendan berlari ke arah Lindwurm “OVERDRIVE!! MAXIMUM DRILL!!” bor milik Brendan mulai berputar dengan kecepatan yang amat sangat cepat, karena angin tersebut api hitam yang membungkus Brendan padam perlahan-lahan, angin yang terbawa oleh putaran bor membentuk glaive raksasa kemudian Brendan mengarahkannya ke Lindwurm, tapi tiba-tiba kristal merah darah di dada Lindwurm menyala dan membentuk aura merah yang melindunginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“jangan sombong kau!! Sudah kubilang bajakan tidak akan bisa lebih unggul dari yang asli!!” teriak Lindwurm, “Marcel… sudah memberikan ku dukungan untuk terus hidup aku sungguh berterima kasih mungkin kalau dia tidak ada aku sudah putus asa dengan hidup ku… begitu juga dengan Hina… dia telah menarik ku dari kegelapan yang tidak berujung… aku tidak boleh mengecewakan mereka!!” teriak Brendan, tiba-tiba aura milik Lindwurm mulai retak perlahan-lahan dan pecah menjadi berkeping-keping, Lindwurm yang melihat itu terkejut, Maximum Drill yang berhasil melewati aura tersebut menusuk Lindwurm dan darah yang di keluarkan Lindwurm terbawa putaran bor dan kemudian Brendan melempar Lindwurm ke belakang, tapi ternyata Lindwurm belum kalah dia mulai berdiri kembali walaupun di tubuhnya terdapat lubang bekas putaran bor Brendan, “sial semua kekuatan blood orb sudah kugunakan untuk Barrier tadi sekarang blood orb tidak menyimpan energi untuk regenesasi lagi… sial sakit sekali” ucap Lindwurm dalam hati, sementara Brendan mulai mendekati Lindwurm dengan bornya yang berlumuran darah, tiba-tiba muncul lubang dimensi yang mengeluarkan rantai dan mengikat Brendan kembali, Brendan terkejut melihat itu, dia tidak menyangka kalo Lindwurm masih memiliki kekuatan untuk membuka lubang dimensi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“jangan senang dulu aku masih bisa mengalahkanmu… o… ver… drive… Dark… A… poca… lypse” ucap Lindwurm sambil menahan rasa sakit di perutnya, tiba-tiba di sekeliling Brendan muncul berpuluh-puluh lubang dimensi, kemudian lubang dimensi tersebut menembakan cahaya hitam yang meledak ketika mengenai Brendan setelah lubang dimensi tertutup Brendan sudah berlumuran dengan darah. &lt;br /&gt;“ti… tidak mungkin!! Bahkan kau masih bisa mengeluarkan overdrive!!” teriak Brendan, &lt;br /&gt;“sudah kubilangkan aku tidak semudah itu untuk dikalahkan…” ucap Lindwurm ke Brendan, tiba-tiba terdengar suara dari belakang Brendan, &lt;br /&gt;“HENTIKAN!!!” ternyata suara itu berasal dari Hinagiku, Hinagiku berlari ke arah Brendan dan memeluknya, “kau kan tidak perlu sekejam itu!! Pergi!! Kau sudah menang kan!!” teriak Hinagiku ke Lindwurm, Lindwurm melihat Hinagiku dengan penasaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“HAHAHAHA jadi ini yang mau kau lindungi!? Jadi ini yang telah menolongmu dari keputus asaan!? Kalau begitu aku juga akan hancurkan cahaya mu!!” teriak Lindwurm sambil mencharge cahaya hitam di tangannya dan mengarahkannya ke arah Brendan dan Hinagiku, “jangan Lindwurm!! Hinagiku lari!! Kumohon!!” teriak Brendan tapi Hinagiku tidak bergeming “ aku akan tetap bersama mu Brendan…” ucap Hinagiku sambil tersenyum, “jangan!! Kumohon lari!! Lindwurm kalau kau membunuh Hina kau tidak akan ku maafkan!!” teriak Brendan lagi dan perlahan air mata mulai menetes dari mata Brendan, “tidak akan memaafkan ku eh? Tapi kau tidak akan bisa melakukan apa-apa karena setelah ini kau akan mati!!” sebelum Lindwurm berhasil menembakan cahaya hitam ke arah Brendan, tiba-tiba muncul cahaya putih dari langit yang menghalangi Lindwurm menembakan serangannya dan dari langit turun seorang laki-laki, laki-laki tersebut menatap Lindwurm dengan tatapan tajam dan tiba-tiba muncul naga yang terlihat seperti mesin dengan kristal biru di dadanya, kemudian naga tersebut menjadi cahaya putih dan mengarah ke arah laki-laki tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“perfect embody… BLUE EYES SHINING DRAGON!!!!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah laki-laki itu? Apakah dia seseorang yang di kenal Brendan? Dan yang terpenting apakah dia musuh atau kawan? Better wait for next episode &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Episode:ENEMY YESTERDAY, ALLY TODAY!!! RAGING BLUE EYES SHINING DRAGON!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-6416705839743844681?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/6416705839743844681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-8my-life-resolve.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/6416705839743844681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/6416705839743844681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-8my-life-resolve.html' title='CHAPTER 8: MY LIFE RESOLVE!'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-1789099660335534951</id><published>2009-10-08T03:50:00.000-07:00</published><updated>2010-04-10T19:36:17.372-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 7: TRUTH ABOUT ME</title><content type='html'>CHAPTER 7: TRUTH ABOUT ME &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marcel keluar dari ruangan tempat Brendan di rawat di depan ruangan itu berdiri seseorang berambut hitam dan bertubuh agak tinggi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bagaimana keadaan anak itu?" tanya lelaki itu ke Marcel, dengan wajah penasaran &lt;br /&gt;"tidak baik luka yang di alaminya sangat banyak... tidak seperti aku yang hanya terkena luka tebasan di perut... dia memiliki luka tebasan di mana-mana... aku, aku tak menyangka kalo ternyata Ryou sekuat itu" ucap Marcel sedikit menyesal, kemudian Marcel bertanya ke lelaki itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bagaimana keadaan artifact yang kau jaga Andre? orb of divination milik ku telah berhasil di rebut oleh Ryou..." tanya Marcel ke lelaki yang sepertinya bernama Andre, Andre tidak terkejut dengan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"yaa itu juga bukan salah mu siapa yang bakal menyangka bahwa Dark Armored Overlord dan King of Overlord bakal muncul di Neojamarcel Country" kata Andre berusaha membuat Marcel tidak merasa bersalah setelah beberapa menit Andre mengambil sesuatu dari kantongnya dan ternyata yang dia ambil adalah sebuah kristal yang memancarkan warna pelangi, "lihat aku berhasil mengamankan artifact milik ku rainbow crystal... berarti satu-satunya artifact yang tersisa adalah wisdom statue yang saat ini di pegang oleh Cain... kita harus memastikan kalo wisdom statue aman di tangan Cain..." kata Andre ke Marcel, Marcel terdiam sesaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cain ya... dia terlalu polos aku tidak yakin dia bisa menjaganya atau tidak..." ucap Marcel pelan dengan muka yang khawatir, Andre menghela napas, &lt;br /&gt;"Cain memang polos tapi tidak dengan dia..." ucap Andre perlahan &lt;br /&gt;"dia ya... ya kau benar selama ada dia kita tidak usah mengkhawatirkan Cain" jawab Marcel agak lega &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara itu di tempat yang jauh, di sebuah pusat industri mesin, Lindwurm mulai mendekati tempat tersebut &lt;br /&gt;"inikah tempat Cain berada... cish kenapa tugasku selalu kelewat mudah sih!!!" keluh Lindwurm, tiba-tiba Lindwurm melihat seseorang berjalan ke arahnya orang itu berbadan agak kurus tinggi dan memiliki rambut agak panjang, matanya bewarna ungu, &lt;br /&gt;"nah... kalo seperti ini kan tidak usah repot... datanglah Dark Armed Dragon!!" teriak Lindwurm di sertai kemunculan naga hitam itu, sementara orang itu semakin dekat, "Lindwurm aku tidak mau bertarung... harap tinggalkan tempat ini dengan tenang" kata laki-laki itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hah? kalau begitu tinggalkan wisdom statue di sini Cain!!" teriak Lindwurm, "aku tidak bisa!" jawab Cain tegas, "kalo begitu mati!!! Dark Void!!!" teriak Lindwurm kemudian Dark Armed Dragon pun menembakan cahaya hitam ke arah Cain, tetapi Cain tidak bisa menghindarinya sehingga dia terlempar, setelah beberapa menit Cain bangun dan matanya mulai bersinar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"HAHAHAHAHAHAHAHAHA!!! kau terlalu penakut Cain!!" teriak Cain, "hmm? kau sudah gila ya? berbicara ke diri sendiri?" tanya Lindwurm ke Cain, "aku bukan Cain!!" teriak Cain, kemudian Cain menghilang dan tiba-tiba muncul di belakang Lindwurm, &lt;br /&gt;"mus, mustahil!!!" teriak Lindwurm, "aku Kain!!! serang dia!! Power Tool Dragon!!!" dan tiba dari belakang Kain muncul sesosok naga hi-tech dengan tangan sebelah obeng dan yang sebelah lagi seperti sekop, Power Tool menusuk Lindwurm dengan obengnya yang membuat Lindwurm memuntahkan darah dan setelah itu Power Tool menarik obengnya sehingga darah Lindwurm berceceran ke mana-mana "aaaaarrrrrgggghhhh!!" teriak Lindwurm, seakan itu belum cukup Power Tool memukul Lindwurm dengan sekopnya sampai terlempar jauh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"AHAHAHAHAHAHA!!" Kain mendekati Lindwurm sambil tertawa, "kalau kau berani menantangku berarti kau sudah tidak menghargai hidupmu lagi!! kurasa akan terasa menyenangkan apabila aku memotong-motong tubuhmu menjadi beberapa bagian kemudian melumatkannya!! Power Tool!! Double Tool C&amp;D!!" teriak Kain dan tiba-tiba tangan Power Tool berubah menjadi gergaji mesin dan bor, dan perlahan-lahan gergaji mesin di tangan Power Tool mengarah ke arah badan Lindwurm, dan siap membelahnya menjadi 2. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"AHAHAHAHAHAHAHA!!! MATI!!!" teriak Kain, sekarang gergaji tersebut semakin mendekati tubuh Lindwurm, &lt;br /&gt;"jangan... jangan main-main denganku!! Dark Armed Dragon!! perfect embody!!" teriak Lindwurm dan tiba-tiba gergaji mesin milik Power Tool terhenti oleh aura bewarna merah darah di sekeliling Lindwurm kemudian aura tersebut meledak dan mementalkan Power Tool, kemudian Lindurm berdiri perlahan dan aura yang tadinya melindungi Lindwurm berubah bentuk menjadi armor bewarna hitam pekat dan terdapat kristal merah darah di bagian dadanya, tidak hanya itu luka tempat Lindwurm tadi tertusuk juga menutup perlahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mustahil lukanya menutup!!" teriak Kain terkejut, sementara Lindwurm berjalan ke arah Kain, "perfect embody dari Dark Armed Dragon memberiku kemampuan regenesasi dengan kecepatan yang di atas rata-rata... perfect embody berbeda dengan embody apabila embody memanggil senjata milik Aeon maka perfect embody mengubah Aeon itu sendiri menjadi senjata dan memberikan kita kemampuan tambahan..." kata Lindwurm, &lt;br /&gt;"Aeon? apa itu" tanya Kain, "sudah kuduga kau tidak tahu monster yang kita panggil untuk bertarung itu bernama Aeon!! waktu berbicara sudah habis... Dark Flame Chain!!" tiba muncul lubang dimensi di udara kosong dan dari lubang dimensi tersebut muncul rantai-rantai yang mengikat Kain dan juga Power Tool, &lt;br /&gt;"kalian berani-beraninya melukaiku separah ini kalau begitu kau akan membayarnya berkali-kali lipat" ucap Lindwurm, tiba-tiba dari lubang-lubang tersebut muncul api bewarna hitam secara bersamaan dan mulai membakar Power Tool dan Kain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aaaarrrrrrrggggghhhh!!! panas!!" teriak Kain, sementara Power Tool mulai meleleh, &lt;br /&gt;"kurasa mungkin itu cukup... berhenti Dark Armed" tiba-tiba api tersebut menghilang, Power Tool yang sudah meleleh jatuh dan meledak, sementara Kain mengalami luka bakar yang parah, &lt;br /&gt;"bagaimana kau mengerti kekuatanku kan? sekarang serahkan wisdom statue kepada ku" kata Lindwurm sambil mendekati Kain yang masih dirantai, "tidak akan... kau masih belum menang" ucap Kain, Lindwurm yang mendengar itu mulai kesal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"baiklah kalau kau memaksa jangan salahkan aku... overdrive..." ucap Lindwurm perlahan, sementara Kain tidak dapat berbuat apa-apa karena terikat rantai. &lt;br /&gt;"DARK APOCALYPSE!!" dan tiba-tiba muncul berpuluh-puluh atau bahkan beratus-ratus lubang dimensi di sekeliling Kain dan tiba-tiba dari lubang-lubang dimensi tersebut muncul cahaya-cahaya hitam yang di tembakan ke arah Kain dan setiap cahaya hitam itu mengenai Kain cahaya-cahaya hitam itu meledak, setelah beberapa menit seperti itu akhirnya lubang-lubang dimensi tersebut tertutup dan memperlihatkan Kain yang sudah bermandikan darah, Lindwurm melihat sesuatu bersinar di tanah dekat Kain, kemudian Lindwurm mendekati dan mengambil benda itu yang ternyata adalah wisdom statue yang sepertinya terlempar setelah ledakan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku sudah mendapatkan apa yang aku mau... aku pergi dari sini..." kata Lindwurm berbalik lalu masuk ke dalam lubang dimensi yang dia buat yang ternyata juga bisa di gunakan sebagai portal, sementara Kain yang di tinggalkan merasa kesal telah di kalahkan, "kalau aku tidak bisa menjaganya maka aku akan menghancurkannya..." ucap Kain perlahan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara di mansion Marcel, Brendan sudah sadar setelah berhari-hari tidak sadarkan diri, tetapi dia masih shock karena kenyataan tentang dirinya yang ternyata adalah sebuah kloning dari Lindwurm, Brendan bangun dari tempat tidurnya dan meninggalkan ruangan perawatan di luar dia melihat Marcel dan Andre yang sedang berbicara, &lt;br /&gt;"ah Brendan perkenalkan dia-" belum selesai Marcel berbicara Brendan sudah memotongnya "TINGGALKAN AKU SENDIRI!!" teriak Brendan sambil berjalan ke arah halaman belakang, muka Marcel terlihat khawatir, &lt;br /&gt;"memang mengetahui bahwa ternyata dirinya bukanlah manusia melainkan sebuah kloning pasti membuat dia despresi" kata Andre ke Marcel, &lt;br /&gt;"ya pasti... tunggu aku tahu siapa yang bisa menenangkannya!!" kata Marcel seraya mengambil handphone dari kantungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara di halaman belakang Brendan sedang duduk bersandar di pohon dan masih mengingat dengan jelas perkataan Lindwurm ke dirinya, perlahan air matanya menetes, &lt;br /&gt;"hahahaha untuk apa aku hidup sekarang... dari dulu tujuanku hidup adalah untuk mencari ingatan masa lalu ku... tapi sekarang untuk apa aku hidup!!!" teriak Brendan sambil menangis terisak, Brendan merasakan kehadiran seseorang di belakangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"SUDAH KUBILANG JANGAN GANGGU AKU!!" teriak Brendan tapi orang itu tetap berjalan ke arah Brendan dan memeluk Brendan dengan lembut pelukannya begitu hangat, Brendan pun menoleh kebelakang dan dia melihat Hinagiku di sana Brendan pun langsung terkejut, &lt;br /&gt;"Hi, Hina-chan?" tanya Brendan, "jangan mengakhiri hidup mu seperti ini Brendan..." ucap Hinagiku perlahan, "kau tidak tahu apa-apa... aku bukanlah manusia bahkan aku bukanlah Brendan aku hanya replika gagal dari seseorang" ucap Brendan perlahan "a, aku... aku tidak memiliki tujuan hidup lagi" tangis Brendan, kemudian Hinagiku menarik kepala Brendan dan menciumnya, muka Brendan dan Hinagiku memerah "kau adalah kau Brendan... walaupun kau kloning tapi kau hidup... kau ada di sini... jika kau kehilangan tujuan hidup kau hanya tinggal menemukan yang baru... manusia tidak akan bisa menjadi kuat jika hanya meratapi nasib mereka... manusia bisa menjadi kuat karena mereka berusaha melawan nasib mereka dan mencoba mengubah masa depan mereka... dan jangan pernah bilang kalau kau kloning dan bukan manusia!!! karena kau hidup... dan itulah bukti mu sebagai manusia..." kata Hinagiku ke Brendan kemudian Hinagiku memeluk Brendan, dan di saat itu Brendan menemukan tujuan hidupnya yang baru, tujuan hidup untuk melindungi seseorang yang menjadi cahaya baginya, seseorang yang menariknya dari kegelapan yang dalam, Brendan balas memeluk Hinagiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya... tujuanku yang baru adalah... melindungimu Hinagiku... aku tidak ingin melihat muka mu yang sedih" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah Brendan berhasil bangkit dari keterpurukannya? saksikan episode berikutnya &lt;br /&gt;next episode:MY LIFE RESOLVE!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-1789099660335534951?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/1789099660335534951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-7truth-about-me.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/1789099660335534951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/1789099660335534951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-7truth-about-me.html' title='CHAPTER 7: TRUTH ABOUT ME'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-1216583764847773483</id><published>2009-10-07T19:10:00.000-07:00</published><updated>2010-04-10T19:36:24.160-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 6: KING OF OVERLORD RYOU KUROKAZE!!</title><content type='html'>CHAPTER 6: KING OF OVERLORD RYOU KUROKAZE!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brendan mendengar suara tepuk tangan dari belakang, kemudian Brendan menoleh dan melihat sesosok laki-laki berambut hitam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pertarungan yang hebat oh perkenalkan nama ku Ryou Kurokaze" kata laki-laki itu, Brendan langsung terkejut mendengar nama Ryou Kurokaze &lt;br /&gt;"begitu jadi kau adalah laki-laki yang di sebutkan oleh Shana..."Brendan berlari ke arah Ryou dan mengarahkan bor yang berlumuran darah tersebut ke arah leher Ryou &lt;br /&gt;"katakan!! apa yang kau ketahui tentang masa lalu ku!!" teriak Brendan ke Ryou, dengan muka yang tenang Ryou menepis bor milik Brendan &lt;br /&gt;"kau yakin mau betarung dengan ku? asal kau tahu kau bisa mati kalau melawanku dalam keadaan kehabisan tenaga seperti ini" ucap Ryou pelan, tiba-tiba dari belakang Ryou muncul 2 orang laki-laki lainnya yang 1 anak kecil berambut hitam dan yang 1 wajahnya tidak terlihat karena tertutup jubah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ryou kurasa kita tidak perlu membuang waktu di sini lagi" kata anak kecil tersebut sambil menatap Ryou &lt;br /&gt;"ah Kenny kurasa kau benar kita sudah mendapatkan orb of divination, mari kita pergi dari sini" kata Ryou sambil membalikan badannya &lt;br /&gt;"bagaimana dengan Garde?" tanya yang mengenakan jubah, sekejap wajah Ryou mengeras &lt;br /&gt;"biarkan dia, orang lemah tidak ada gunanya dia hanya tinggal menunggu waktu sampai nyawanya benar-benar hilang" kata Ryou tenang Brendan dan Marcel yang mendengar itu terkejut, "apa kau tidak khawatir dengan teman mu hah!?" teriak Brendan tapi Ryou tidak memedulikan apa yang di katakan Brendan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Brendan jangan biarkan dia membawa orb of divination kejar dia!!" teriak Marcel, Brendan mengangguk dan kemudian mengejar Ryou &lt;br /&gt;"RYOU!!!" Brendan semakin mendekati Ryou setelah jaraknya sudah dekat Brendan menusukkan bornya, tapi bornya berhasil dihentikan oleh Ryou dengan satu tangan kemudian bor milik Brendan di patahkan, &lt;br /&gt;"kau benar-benar membuatku kesal sekarang... perfect embody Malevolent Sword Goku En!!" tiba-tiba muncul api bewarna biru dari tangan Ryou api tersebut membentuk sebuah pedang dengan kristal berwarna biru di gagangnya, setelah itu Ryou mendorong Brendan dan mengambil kuda-kuda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nocto,Sword of Ultimate Darkness" ucap Ryou pelan dan tiba-tiba di sekeliling Brendan berubah menjadi gelap, dan semua indra Brendan tidak berfungsi, &lt;br /&gt;"i, ini apa yang terjadi?" tanya Brendan dalam hati dengan ketakutan, &lt;br /&gt;"aku tidak bisa melihat... tidak bisa berbicara... tidak bisa mendengar... apa ini, apa aku bernapas? apa aku masih hidup!?" tiba-tiba kegelapan tersebut pecah bersamaan dengan munculnya puluhan tebasan di tubuh Brendan, darah Brendan muncrat ke mana-mana seakan-akan hujan darah, Brendan terkejut disertai rasa sakit di sekujur tubuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"i, ini kah kekuatan Ryou Kurokaze, overlord terkuat di dunia!! tidak... dia raja dari para overlord" ucap Brendan dalam hati, sesaat sebelum Brendan terjatuh Brendan me embody Guardian dan menahan tubuhya dengan pedang, &lt;br /&gt;"sudah ku bilang kalau gegabah kau bisa mati!!" teriak Ryou, tapi Brendan tetap berjalan ke arah Ryou. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hentikan sudah cukup aku berubah pikiran biarkan dia pergi kita bisa menyusun strategi kembali!!" teriak Marcel, tapi Brendan tetap berjalan ke arah Ryou &lt;br /&gt;"ku mohon beri tahu aku masa lalu ku" ucap Brendan pelan, tapi Ryou kembali membalikan badannya dan meninggalkan Brendan, sementara yang mengenakan jubah mendekati Brendan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kau mau tahu masa lalu mu hah?" kata orang tersebut sambil menatap Brendan, setelah itu dia membuka jubahnya perlahan-lahan dan memperlihatkan mukanya, Brendan dan Marcel terkejut bukan main orang tersebut memiliki wajah yang identik dengan Brendan yang membedakannya hanya lah rambutnya yang bewarna hitam pekat dan matanya yang bewarna merah darah, &lt;br /&gt;"si, siapa kamu?" kata Brendan terkejut, sementara orang itu semakin mendekati Brendan, &lt;br /&gt;"wah wah kejam sekali kau melupakan ku oh ya itu tidak aneh karena kau amnesia kalau begitu biar ku perkenalkan diri ku namaku adalah Lindwurm... Ashley Lindwurm salah satu dari 5 jendral naga... masa lalu mu adalah masa lalu ku karena kau adalah..." ucap Lindwurm pelan sambil mendekati Brendan "kloning gagal dari aku kau tidak amnesia tapi tidak memiliki ingatan" ucap Lindwurm pelan Brendan yang mendengar itu langsung shock. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku bukan manusia... aku kloning?" kata Brendan perlahan, sementara Lindwurm membalikan badannya, &lt;br /&gt;"ya... kau adalah kloning gagal ku... selamat tinggal kloning... Dark Armed Dragon..." setelah berkata seperti muncul sesosok naga besar bewarna hitam yang terbungkus oleh armor hitam pula, naga itu mulai mencharge cahaya hitam di tangannya dan menembakannya ke arah Brendan, Brendan yang masih shock tidak menghindar dan terkena cahaya hitam itu dan terlempar jauh ke belakang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku kloning..." ucap Brendan pelan sebelum jatuh tidak sadarkan diri, sementara Lindwurm meninggalkan Brendan dan Marcel, &lt;br /&gt;"Brendan..." ucap Marcel pelan kemudian Marcel melakukan summoning yang memanggil Neos "Neos cari bantuan cepat!" perintah Marcel &lt;br /&gt;"baik tuan Marcel" setelah itu Neos pergi mencari bantuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Brendan beban mu terlalu berat..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah yang akan terjadi dengan Brendan? bacalah Chapter berikutnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Episode:TRUTH ABOUT ME&lt;br /&gt;_________________&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-1216583764847773483?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/1216583764847773483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-6king-of-overlord-ryou-kurokaze.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/1216583764847773483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/1216583764847773483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-6king-of-overlord-ryou-kurokaze.html' title='CHAPTER 6: KING OF OVERLORD RYOU KUROKAZE!!'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-5191667362481830950</id><published>2009-10-07T18:55:00.001-07:00</published><updated>2010-04-10T19:36:29.243-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 5: ULTIMATE DRAGON!! FINAL SHOWDOWN!! BRENDAN VS GARDE ASTALE!!</title><content type='html'>CHAPTER 5: ULTIMATE DRAGON!! FINAL SHOWDOWN!! BRENDAN VS GARDE ASTALE!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“maju Blue Eyes!” perintah Garde, Blue Eyes yang di kiri mulai menyerang Brendan dengan buntutnya Brendan melompat untuk menghindarinya tapi ternyata yang di kanan juga menyerang Brendan dengan buntutnya dan serangan tersebut mengenai Brendan sehingga Brendan terlempar kebelakang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“urgh… aku tak menyangka akan di keroyok oleh 3 naga seperti ini” pikir Brendan tiba-tiba terbesit ide di pikiran Brendan “kalau begitu akan menyerang masternya” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“embody!! Doom!!” Brendan pun terbang ke arah Garde, tapi ternyata Garde menyadari taktik Brendan &lt;br /&gt;“jangan coba-coba kau!!” ketiga Blue Eyes terbang ke langit dan mulai mencharge cahaya di mulutnya dan siap melepaskannya ke Brendan &lt;br /&gt;“Burst Stream of Destruction!!” ketiga Blue Eyes melepaskan cahaya itu ke arah Brendan dan cahaya itu tepat mengenai Brendan di sertai ledakan yang besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“HAHAHAHAHAHA BRENDAN KAU TERLALU MUDAH UNTUK DI BUNUH!!!” teriak Garde senang, tetapi ternyata perkiraan Garde salah di balik asap ledakan, Brendan masih terbang ke arah Garde. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“a, apa!? Bagaimana mungkin kau masih selamat setelah terkena 3 Burst Stream of Destruction hah!?” teriak Garde terkejut &lt;br /&gt;“mudah saja dalam sekejap aku menukar Doom dengan Guardian kemudian menggunakan kekuatan tameng Guardian untuk menghisap ke tiga serangan mu itu lalu aku tukar lagi Guardian dengan Doom!!” balas Brendan, setelah Brendan mendekati Blue Eyes yang di kiri, Brendan kembali menukar Doom dengan Guardian dan kemudian memotong kepala Blue Eyes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“GRAAAAAH!!” raung Blue Eyes yang kesakitan kemudian menghilang menjadi cahaya, sementara Garde terbang menjauh ke atas bersama Blue Eyes yang di tungganginya dan ketika pertahanan Brendan terbuka Blue Eyes yang satu lagi Menembakan cahaya kembali ke arah Brendan dan Brendan tidak sempat untuk menghindar, Tameng milik Guardian juga sudah di gunakan tadi, &lt;br /&gt;“SIAL!!!” teriak Brendan, tepat sebelum sinar itu mengenai Brendan sesosok siluet muncul dan menangkis cahaya itu hingga meledak setelah ledakan menghilang dan asap menipis Brendan bisa melihat dengan jelas siapa siluet tersebut, ternyata di balik siluet tersebut adalah orang yang Brendan kenal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Neos!!! Berarti Marcel baik-baik saja?” Tanya Brendan sambil menoleh ke bawah, di bawah, Brendan melihat Marcel bersandar di pohon walaupun dalam keadaan terluka parah, Marcel mengacungkan jempolnya ke arah Brendan, Brendan merasa lega karena tahu kalo Marcel baik-baik saja. &lt;br /&gt;“Brendan tuan Marcel menyuruh anda untuk menyerang master dari naga ini… kalo master dari naga ini kehilangan kesadaran maka otomatis naga ini juga menghilang sedangkan saya akan mengurus naga yang ada di sini” kata Neos kepada Brendan &lt;br /&gt;“baiklah terima kasih Neos!!” Brendan kembali terbang ke arah Garde sementara Neos memulai pertarungannya dengan Blue Eyes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku tidak menyangka melawan anak ini akan membuang banyak waktu dan tenaga…” kata Garde dalam hati kemudian Garde melihat Brendan semakin mendekatinya. &lt;br /&gt;“cish keras kepala sekali anak ini… Blue Eyes charge Burst Stream!!” teriak Garde, sementara Blue Eyes mulai mencharge cahaya di mulutnya kembali. &lt;br /&gt;“GARDE!!! AKU AKAN MENGALAHKAN MU!!!” teriak Brendan geram &lt;br /&gt;“KAU TIDAK AKAN BISA MENGALAHKANKU!!!” balas Garde ke Brendan, Blue Eyes pun sudah selesai mencharge Burst Stream &lt;br /&gt;“TERIMALAH INI DAN MATI!!! BURST STREAM OF DESTRUCTION!!!” teriak Garde kemudian Blue Eyes menembakan sinar tersebut ke Brendan sinar yang ini lebih besar dan kuat daripada sebelumnya tapi Brendan tetap maju melawan sinar tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kau… apapun yang terjadi aku tidak boleh kalah pedang ini… pedang yang ku pegang ini membawa harapan Marcel!! Dan juga Membawa harapan Hinagiku!! Pedang ini adalah pedang ikatan… pedang ini adalah SWORD OF BOND!!!” Teriak Brendan kepada Garde. &lt;br /&gt;“kalau begitu akan kuhancurkan ikatan itu hingga berkeping-keping!!” balas Garde &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“heh dia memang selalu percaya diri” ucap Marcel pelan sambil menonton pertarungan Brendan dan Garde. “kalau begitu aku juga tidak boleh mengecewakannya… Neos! Overdrive!!” perintah Marcel ke Neos yang sibuk bertarung dengan Blue Eyes yang lain &lt;br /&gt;“baiklah tuan Marcel!!” Neos mundur ke belakang sampai jaraknya cukup jauh dari Blue Eyes dan mengambil kuda-kuda, sementara Brendan bertabrakan dengan sinar yang di tembakan oleh Blue Eyes, Brendan berusaha mendorongnya tapi sepertinya usaha itu sia-sia, malah Brendan yang terdorong ke tanah, tetapi Brendan tetap berusaha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kalau… kalau aku kalah di sini maka apa bedanya aku dengan aku yang dulu!!! Kalau aku kalah di sini maka apa gunanya kekuatan yang kudapat ini!!! hanya kali ini… hanya kali ini saja aku tidak boleh kalah!!!” teriak Brendan, pedang Brendan mulai bersinar dan kemudian sesuatu yang di luar dugaan terjadi Brendan berhasil menebas Burst Stream menjadi 2 dan masing-masing dari pecahan Burst Stream tersebut mengenai tempat lain, Brendan pun kembali mengarah ke Garde. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mustahil!! Apa-apaan kekuatan ini!! memangnya dia monster apa!!” teriak Garde terkejut, sementara Neos mulai mengumpulkan auranya, &lt;br /&gt;“overdrive…” ucap Neos dan Marcel bersamaan, Blue Eyes mulai menyerang Neos dengan projectile cahayanya tetapi projectile itu tidak ada yang berhasil sampai di tempat Neos, projectile-projectile tersebut musnah terkena tekanan aura Neos. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“JUSTICE WRATH!!” teriak Marcel dan Neos bersamaan, Neos pun terbang ke arah Blue Eyes dengan kecepatan rocket, sementara Brendan semakin mendekati Garde dan &lt;br /&gt;Blue Eyesnya. “Berhenti!!” teriak Garde, tetapi Brendan tidak pedulikan itu, Brendan pun mengambil kuda-kuda untuk menebas Blue Eyes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sampai jumpa Garde!!” teriak Brendan, begitu juga dengan Neos, dia semakin mendekati Blue Eyes dengan kecepatan rocketnya. &lt;br /&gt;“HAAAAAAAAAAH!!!” teriak Brendan,Marcel, dan Neos bersamaan, dengan kecepatan rocketnya Neos menembus dada Blue Eyes, sementara Brendan menebas Blue Eyes yang di naiki Garde menjadi 2, setelah itu ke-2 Blue Eyes menjadi cahaya dan meledak, Brendan dan Neos yang terkena imbas ledakan terlempar ke tanah begitu juga dengan Garde yang sebelumnya menaiki Blue Eyes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“apakah kita berhasil?” Tanya Brendan ke Neos. &lt;br /&gt;“sepertinya begitu kita sudah mengalahkan 1 dari 5 jendral naga” balas Neos. &lt;br /&gt;“1? Jendral naga? Maksudmu masih banyak orang yang seperti Garde?” Tanya Brendan kebingungan dan cemas &lt;br /&gt;“ya di dunia ini overlord yang memiliki monster naga terkuat ada 5 orang dan Garde hanya salah satunya” jawab Neos tenang &lt;br /&gt;“lebih baik kita tidak usah pedulikan itu dulu… aku mau mengecek keadaan Marcel dulu” kata Brendan ke Neos, Brendan pun berlari ke arah Marcel belum sampai di tempat Marcel tiba-tiba ada projectile cahaya dari belakang dan tepat mengenai Neos sehingga Neos terlempar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“argh!!! I, ini aku kira kita sudah menghabisinya!!” teriak Neos kesakitan, Brendan menoleh ke belakang dan dia melihat Garde berdiri sambil memainkan harmonicanya dan dibelakangnya ada cahaya yang membentuk sosok 3 Blue Eyes hanya saja dia tidak benar-benar menjadi Blue Eyes melainkan hanya berbentuk cahaya saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hehehehehehe HAHAHAHAHAHA!!! Jangan kira ini sudah selesai Brendan!! Aku masih belum kalah!!!” teriak Garde kemudian Garde kembali memainkan harmonicanya, tiba-tiba Blue Eyes di belakang Garde bersatu menjadi satu naga raksasa berkepala 3, Brendan dan Neos yang melihat itu terkejut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ti, tidak mungkin… setelah susah payah aku mengalahkan 2 naganya dia masih ada naga lagi!!” teriak Brendan ketakutan &lt;br /&gt;“nah Brendan-kun coba hindari yang ini…” ucap Garde tenang sambil memperbaiki letak kaca matanya, sementara ke-3 kepala Blue Eyes mencharge cahaya, dan sekarang waktu yang di gunakan Blue Eyes untuk mencharge cahaya 4 kali lebih cepat dari yang tadi, setelah selesai ke-3 kepala Blue Eyes menembakkan Burst Stream ke seluruh penjuru sehingga terjadi ledakan di mana-mana, salah satu dari cahaya itu mengarah ke arah Marcel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tidak akan ku biarkan kau!!” teriak Neos, kemudian Neos terbang mengarah ke cahaya yang di tembakan ke arah Marcel dan menangkisnya, setelah asap mulai menipis, Brendan melihat sesuatu yang mengerikan yaitu ratanya Neojamarcel Country dengan tanah dan hilangnya Neos menjadi abu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kau tega sekali berbuat ini… kau tega sekali membunuh Neos!!” teriak Brendan ke Garde, “hah membunuh apa aku tidak salah dengar? Dia tidak mati… dia hanya kembali ke dimensinya dan beregenasi sampai waktunya siap di pakai lagi” kata Garde tenang. &lt;br /&gt;“pakai? Di pakai kau bilang? Mereka bukan alat mereka adalah teman kita!!” teriak Brendan marah “bukan alat kau bilang semua monster adalah alat!!” balas Garde. &lt;br /&gt;“Brendan… kumohon kalahkan lah Garde… berani-beraninya… berani-beraninya dia menghancurkan Negara ku!!” teriak Marcel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tentu saja aku akan mengalahkannya!!” setelah Brendan berbicara begitu, simbol di tangan Brendan kembali memanas dan lagi-lagi Brendan ada di dimensi gelap itu di situ Brendan melihat 2 monster yang berbeda yang satu terbuat dari es dan membawa tombak sedangkan yang satu adalah mesin dengan kepala berbentuk bor &lt;br /&gt;“kalian… Chimail yang lainkan? Siapa kalian” Tanya Brendan &lt;br /&gt;“seperti yang saya duga dari tuan kami, perkenalkan tuan saya adalah Powerhand” ucap Chimail yang berbentuk mesin &lt;br /&gt;“kalau saya… anda cukup memanggil saya dengan Ice tuan…” kata yang terbuat dari es &lt;br /&gt;“baiklah apakah kalian ke sini untuk memberikan kekuatan kalian?” Tanya Brendan &lt;br /&gt;“ya kami akan memberikan kekuatan kami ahh tidak bahkan kami akan melepaskan “limiter” yang ada di diri tuan” kata Powerhand &lt;br /&gt;“limiter? Apa maksudmu dengan limiter?” Tanya Brendan &lt;br /&gt;“saya yakin tuan sudah melihat yang namanya Overdrive… orang yang bisa mengeluarkan Overdrive hanya orang yang limiternya sudah lepas” kata Ice &lt;br /&gt;“baiklah kalau begitu kuterima kekuatan pemberian kalian dan pelepasan limiter itu!” kata Brendan kepada Powerhand dan Ice &lt;br /&gt;“dengan senang hati tuan” kata Powerhand, setelah itu Powerhand dan Ice berubah menjadi cahaya dan masuk ke tubuh Brendan dan kemudian aura yang di miliki Brendan meledak dan membuat dimensi itu pecah, dan lagi-lagi Brendan ada di tempat yang sama dan waktu yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku tidak tahu apa yang kau rencanakan tapi kali ini aku tidak akan menahan kekuatan ku lagi!!” teriak Garde, setelah itu Garde mengambil kuda-kuda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Overdrive…” ucap Garde pelan, kemudian ke-3 kepala Blue Eyes mulai mencharge cahaya, sementara Brendan me embody Ice yang memunculkan sebuah gungnir yang terbuat dari es dari udara kosong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Overdrive…” ucap Brendan pelan dan perlahan-lahan aura di sekelilingnya menyelimuti tubuhnya dan berubah warna menjadi biru, sedangkan Blue Eyes sudah selesai mencharge cahaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ULTIMATE BURST STREAM OF DESTRUCTION!!!” teriak Garde, kemudian ke-3 kepala Blue Eyes menembakan Burst Stream ke-1 arah yang kemudian bersatu menjadi satu Burst Stream raksasa, sementara Brendan juga sudah selesai mencharge auranya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ABSOLUTE ZERO!!” teriak Brendan kemudian aura milik Brendan meledak dan semua yang terkena imbas ledakannya menjadi es termasuk Burst Stream dan Blue Eyes, kemudian Brendan melompat ke atas dan melempar gungnirnya ke arah Blue Eyes semua es yang di lewati oleh gungnir milik Brendan pecah dan menjadi debu, dan ketika Blue Eyes yang menjadi es tertusuk oleh gungnir, tubuhnya langsung pecah dan pecahannya perlahan-lahan terkikis menjadi debu, Garde yang melihat itu terkejut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mus, mustahil monster terkuatku!!” Brendan mengembalikan Ice ke dimensinya dan kemudian me embody Powerhand yang memunculkan bor berbentuk pedang, kemudian Brendan berlari ke arah Garde. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Garde hanya kau yang tidak ku maafkan!! OVERDRIVE!! MAXIMUM DRILL!!” teriak Brendan kemudian bor yang di pegang Brendan berputar dengan kencang dan angin yang terbawa oleh putaran bor membentuk sebuah glaive raksasa, kemudian Brendan menusukan bor tersebut ke Garde, Garde yang tertusuk memuncratkan darah yang amat sangat banyak, dan darah tersebut juga terbawa oleh putaran bor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aaaaaaaaaAAAAAAAAARRRRRRRGGGGGGGHHHHHHH!!!!” teriak Garde yang tidak dapat menahan rasa sakitnya, kemudian Brendan mendorong bornya yang membuat Garde terlempar dan jatuh tidak sadarkan diri dan berlumuran darah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hahahahahahaha” tertawa Brendan lemas “SCREW THE RULE eh? Pada akhirnya aku yang menang” kata Brendan tiba-tiba Brendan mendengar suara tepuk tangan dari belakang, Brendan menoleh dan melihat seorang laki-laki berdiri di sana, laki-laki tersebut kurus, berambut hitam, berpenampilan cool, dan memiliki tampang yang lumayan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“pertarungan yang hebat… oh ya perkenalkan nama saya adalah Ryou Kurokaze” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang membuat Ryou Kurokaze menampakan dirinya? saksikan chapter berikutnya &lt;br /&gt;Next Episode:KING OF OVERLORD RYOU KUROKAZE!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-5191667362481830950?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/5191667362481830950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-5ultimate-dragon-final-showdown.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/5191667362481830950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/5191667362481830950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-5ultimate-dragon-final-showdown.html' title='CHAPTER 5: ULTIMATE DRAGON!! FINAL SHOWDOWN!! BRENDAN VS GARDE ASTALE!!'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-3939834182774705711</id><published>2009-10-07T18:54:00.001-07:00</published><updated>2010-04-10T19:36:36.239-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 4: REALM OF OJAMA!! OJAMA COUNTRY!!</title><content type='html'>CHAPTER 4: REALM OF OJAMA!! OJAMA COUNTRY!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“OVERDRIVE!! OJAMA HEXA HURRICANE!!” teriak Marcel, sementara Brendan terus berlari ke arah Marcel sambil menantang angin yang di tembakan oleh Ojama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“percuma Brendan!! Overdrive adalah ledakan aura dari overlord atau kau bisa menyebutnya sebagai serangan terkuat overlord kau tidak akan bisa melawan angin itu!!” teriak Marcel ke Brendan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“selama masih ada harapan aku tidak akan menyerah!! tidak ada yang tidak mungkin selama kita mencoba!!” balas Brendan, kemudian Brendan melempar tameng batu yang ada di tangan kirinya dan tiba-tiba tameng batu tersebut pecah dan menjadi pusaran yang menelan angin yang di tembakan oleh Ojama, setelah angin tersebut menghilang bersama tameng, Brendan pun melompat ke arah Ojama kemudian menebas ke-5 Ojama tersebut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“EEEEEEEEKKKKK!!!” teriak para Ojama yang kemudian menghilang menjadi cahaya, setelah itu Brendan memukul Marcel dengan gagang pedang sampai Marcel terjatuh, lalu Brendan menebaskan pedang itu dan menghentikannya tepat di dekat leher Marcel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“skakmat!! Dan balasan untuk pukulan harisen yang kau berikan!” kata Brendan, Marcel terdiam sesaat, kemudian dia tertawa. &lt;br /&gt;“hehehehehehe….. AHAHAHAHAHAHAHA!!” aku benar-benar tidak menyangka kau bisa sekuat ini!! terlebih bukannya melakukan summoning malah melakukan embody!! Kau benar-benar membuatku terkejut Brendan!!” kata Marcel sambil tertawa, Brendan mengangkat pedangnya yang kemudian hilang menjadi cahaya, kemudian membantu Marcel bangun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“apa itu embody?” Tanya Brendan ke Marcel dengan muka yang penuh Tanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aah yaa kau masih baru tentang overlord jadi yaa tidak aneh kalo kau tidak tahu… embody itu adalah kekuatan yang hanya bisa di gunakan oleh 3 orang saat ini, yaitu kamu, Ryou, dan orang itu… singkatnya embody beda dengan summoning apabila summoning memanggil monster dari dimensi lain maka embody memanggil senjata milik monster tersebut dari dimensi lain… mengerti?” kata Marcel panjang lebar &lt;br /&gt;“ya ya aku mengerti” jawab Brendan, kemudian Marcel kembali diam sesaat dan kemudian dia melihat Brendan dan kemudian diam lagi setelah beberapa menit berlalu seperti itu akhirnya Marcel kembali berbicara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hmm baiklah besok aku akan membawa mu ke sebuah negara tersembunyi karena aku ada keperluan dan juga aku ingin menunjukan sesuatu kepada mu sekalian ingin memperkenalkan mu kepada raja negeri tersebut… oke aku mau ke tempat Hitagi dulu, kalo mau berkeliling silahkan saja dan jangan lupa bersiap-siap untuk perjalanan besok…” setelah berbicara seperti itu Marcel kembali ke dalam mansionnya meninggalkan Brendan sendiri di halaman belakang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hmmm kurasa aku harus menemui Hina terlebih dahulu tapi aku tidak tahu dimana aku sekarang… apa aku tanyakan ke Marcel saja ya” pikir Brendan, kemudian Brendan memasuki mansion milik Marcel, di sana dia bertemu dengan Hitagi, Brendan pun bermaksud bertanya ke Hitagi &lt;br /&gt;“Hitagi! apakah kau tahu di mana letak mansion ini?” Tanya Brendan tapi Hitagi diam saja tidak menjawab kemudian Brendan kembali bertanya &lt;br /&gt;“errrrr baiklah kau tahu di mana Marcel?” Tanya Brendan kembali dan sepertinya kali ini Hitagi menjawabnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dia sedang ada di ruang tengah…” jawab Hitagi setelah itu Hitagi langsung pergi entah ke mana “gezzzzz dingin sekali dia” ucap Brendan &lt;br /&gt;“padahal dia tidak di dinginkan di kulkas seperti es” ucap seseorang, Brendan pun menoleh dan dia melihat sesosok mahluk yang sudah familiar di ingatannya bermata satu, dan bertubuh hijau Mahluk tersebut sedang tiduran di atas rak sambil menjulurkan lidahnya &lt;br /&gt;“apa? Bukankah aku sudah menebasmu?” kata Brendan datar karena candaannya yang sama sekali tidak lucu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tidak masalah akan aku antarkan kau ke tempat tuan Marcel” mahluk itu turun dan kemudian berjalan ke arah sebuah ruangan bersama dengan Brendan, di ruangan tersebut Marcel sedang berbicara dengan humanoid lainnya, tapi yang ini agak berbeda, humanoid ini berukuran tubuh normal berbadan putih dan terdapat garis merah di badannya dan entah kenapa terlihat seperti seorang super hero &lt;br /&gt;“baiklah Neos siapkan perlengkapan yang diperlukan untuk besok pergi menuju Neojamarcel country” kata Marcel ke humanoid tersebut yang sepertinya bernama Neos &lt;br /&gt;“baik tuan Marcel” balas Neos yang kemudian menghilang menjadi cahaya &lt;br /&gt;“tuan! Orang ini mau bertemu tuan” kata Green ke Marcel, Marcel pun menoleh dan Green kembali menjadi cahaya &lt;br /&gt;“oh ada perlu apa Brendan? Apakah ada yang mau di tanyakan?” Tanya Marcel &lt;br /&gt;“aku ingin bertemu Hina tapi aku tidak tahu di mana Mansion ini sehingga aku tidak tahu jalan pulang” kata Brendan ke Marcel &lt;br /&gt;“ooh sebenarnya Mansion ini tidak jauh dari Hakuo Gakuen kok, kau tinggal berjalan sedikit dan kau sudah sampai di Hakuo” kata Marcel ke Brendan &lt;br /&gt;“baiklah kalo begitu aku akan Gakuen dulu sebentar” kata Brendan &lt;br /&gt;“silahkan” jawab Marcel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brendan pun berjalan keluar mansion setelah beberapa menit dia sudah sampai di pintu masuk gakuen di sana dia bertemu dengan Hinagiku &lt;br /&gt;“Hina!! Kau baik-baik saja?” Tanya Brendan dengan muka yang khawatir, Brendan pun langsung memeluk Hinagiku, muka Hinagiku memerah dan langsung mendorong Brendan sampai jatuh “kau apa-apaan sih di tengah sekolah seperti ini!” teriak Hina ke Brendan, Brendan pun minta maaf ke Hina "iya, iya aku minta maaf kan aku khawatir" kata Brendan &lt;br /&gt;“baiklah ku maafkan dan kenapa kau tidak masuk sekolah selama berhari-hari hah?” Tanya Hina, setelah Brendan menjelaskan panjang lebar, baru Hina mau mengerti, Brendan juga menceritakan bahwa dia akan pergi ke Neojamarcel Country. &lt;br /&gt;“begitu berarti kau akan pergi lagi…” kata Hina dengan muka yang terlihat sedih &lt;br /&gt;“Hina kau sedih ya” Tanya Brendan ke Hina. “ti, tidak kok siapa yang sedih aku malahan senang karena tidak ada yang menyusahkan ku lagi” kata Hina berusaha menyembunyikan rasa sedihnya &lt;br /&gt;“begitu kalau begitu apa boleh buat aku akan kembali ke mansion” kata Brendan, Brendan pun berbalik ke arah mansion &lt;br /&gt;“kembalilah dengan selamat” ucap Hinagiku pelan, Brendan kembali menoleh ke Hinagiku tapi Hinagiku sudah berlari ke dalam Gakuen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya Brendan sudah siap-siap berangkat menuju Neojamarcel Country menaiki jet pribadi milik Marcel, Brendan sudah berada di dalam jet tersebut tetapi Marcel masih berbicara dengan Hitagi setelah beberapa menit akhirnya Marcel menaiki jet dan jet pun mulai berangkat ke sebuah pulau terpencil, di sana Brendan dan Marcel terkejut karena melihat kepulan asap dari sana setelah jet mendarat Marcel langsung berlari ke arah Neojamarcel Country dan ternyata Negara tesebut sudah di selimuti oleh api, Marcel pun berlari ke arah tengah kota dan melihat Shana berdiri di sana. &lt;br /&gt;“Shana!! Kau apa kau yang membakar negaraku hah?!” teriak Marcel geram &lt;br /&gt;“yaa apa boleh buat ini perintah Ryou jadi aku harus melakukan ini” kata Shana ke Marcel “apakah kau sebegitu sukanya dengan Ryou sampai mau meneruti semua yang di katakannya?” Tanya Marcel ke Shana, muka Shana memerah mendengar itu &lt;br /&gt;“URUSAI!! URUSAI!! URUSAI!!” teriak Shana, Brendan pun berhasil mengejar Marcel, tetapi tiba-tiba seperti dulu lagi pemandangan berubah menjadi merah dan Shana berlari ke arah Marcel dan bersiap menebas Marcel, tetapi Marcel tak bergeming dan hanya diam saja. &lt;br /&gt;“Marcel!! Menghindar!!” teriak Brendan, tetapi tetap saja Marcel tidak bergerak, Shana pun menebas Marcel dan pemandangan kembali normal, Marcel yang tertebas mengeluarkan darah dan jatuh tidak sadarkan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kau!!” Brendan pun me embody Guardian dan menyerang Shana tetapi Shana berhasil menghindarinya, &lt;br /&gt;“aku tidak punya waktu bermain-main dengan mu!” teriak Shana, pemandangan kembali bewarna merah, dari punggung Shana keluar sayap api dan dia pun terbang lalu pergi &lt;br /&gt;“tunggu dulu jangan kabur kau” Brendan berusaha mengejar Shana tetapi tiba-tiba dari langit seekor naga putih menembakan cahaya ke bawah sehingga mau tidak mau Brendan harus menghindarinya, naga itu kemudian turun ke daratan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Brendan-Kun, Shana-Chan sedang sibuk karena di tugaskan mengambil artifact yang di sembunyikan oleh negeri ini jadi aku harap kau tidak menggangunya… oh bagaimana kalau kau bermain dengan ku saja” ucap seseorang yang terdengar begitu familiar di telinga Brendan &lt;br /&gt;“Garde… Astale…” ucap Brendan geram sambil melihat ke arah seorang pria yang sedang berdiri di atas punggung naga tersebut &lt;br /&gt;“sudah lama ya Brendan ahh sepertinya kau sudah berhasil menguasainya kalau begitu sekarang kita bisa bermain lebih lama” kata Garde, Garde mengeluarkan harmonicanya dan memainkannya dan muncullah 2 naga yang serupa di dekat Garde &lt;br /&gt;“kau apa-apaan itu tidak hanya 1 bahkan 3!! Kau benar-benar curang Garde!!” teriak Brendan “ahahahahaha kan sudah ku bilang yang bisa menang hanyalah orang yang bisa menggunakan “SCREW THE RULE” rule” kata Garde. Sementara naganya mulai menyerangi Brendan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Brendan bisa memenangkan pertarungan melawan 3 naga milik Garde? Tunggulah Episode Berikutnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Episode:ULTIMATE DRAGON!! FINAL SHOWDOWN!! BRENDAN VS GARDE ASTALE!!&lt;br /&gt;_________________&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-3939834182774705711?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/3939834182774705711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-4realm-of-ojama-ojama-country.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/3939834182774705711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/3939834182774705711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-4realm-of-ojama-ojama-country.html' title='CHAPTER 4: REALM OF OJAMA!! OJAMA COUNTRY!!'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-7214657306269530069</id><published>2009-10-07T18:53:00.001-07:00</published><updated>2010-04-10T19:38:11.781-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 3: IS THIS FOR REAL OR A JOKE? OJAMA DELTA HURICANE!</title><content type='html'>CHAPTER 3: IS THIS FOR REAL OR A JOKE? OJAMA DELTA HURICANE! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hrng… dimana aku?” kata Brendan setengah sadar, dia melihat sekelilingnya dan menyadari bahwa dia ada dalam sebuah ruangan, dan kemudian Brendan merasa sakit di perutnya, sambil menahan sakit dia memegang lukanya. &lt;br /&gt;“argh!! Sakit sekali!! Wanita itu benar-benar serius melukaiku!!” maki Brendan sambil kesakitan. &lt;br /&gt;“ternyata kau sudah sadar ya… bagaimana dengan luka mu?” Brendan terkejut dan melihat ke arah pintu, di pintu berdiri seseorang yang tidak dia kenal orang itu memiliki rambut hitam, badan sedang, dan agak kurus &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hrrr… siapa kamu?” Tanya Brendan sambil masih menahan sakit &lt;br /&gt;“namaku Marcel, Overlord… sama sepertimu dan aku menemukanmu tidak sadarkan diri dengan luka yang parah di menara jam Hakuo gakuen” jawab Marcel &lt;br /&gt;“Oven apa?” Tanya Brendan lagi kebingungan. &lt;br /&gt;“Over bodoh!! Overlord!!” teriak Marcel sambil mengeluarkan Harisen dan kemudian memukul kepala Brendan. &lt;br /&gt;“Ouch!! Buat apa itu memangnya kau Sakuya apa!!” kata Brendan sambil memegang kepalanya, lalu dari pintu muncul seorang perempuan berambut ungu dan di ikat, perempuan itu terlihat sangat lemah. &lt;br /&gt;“Marcel makan paginya sudah ku siapkan…” kata perempuan itu &lt;br /&gt;“aaah Hitagi harusnya kau tak perlu repot dan mengistirahatkan diri di kamar” kata Marcel sambil melihat Hitagi dengan wajah yang khawatir &lt;br /&gt;“itu tidak merepotkanku kok… baiklah aku akan segera kembali ke kamar dan beristirahat” Perempuan itu pun keluar dari ruangan dan kembali ke kamarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“baiklah… siapa namamu?” Tanya Marcel sambil melihat Brendan &lt;br /&gt;“Brendan…” jawab Brendan sambil masih memegang lukanya &lt;br /&gt;“baiklah Brendan aku akan makan pagi dulu… nanti maid ku akan mempersiapkan makanan untukmu, oh ya dan makanlah obat ini agar luka yang diberikan oleh Shana tidak terasa sakit” kata Marcel sambil memberikan obat ke Brendan. &lt;br /&gt;“Shana?” Tanya Brendan ke Marcel seraya mengambil obat tersebut dari Marcel &lt;br /&gt;“wanita yang menusukmu 3 hari lalu adalah Shana dan dia adalah pasangan dari Ryou Kurokaze” jawab Marcel, kemudian Marcel melihat wajah terkejut Brendan &lt;br /&gt;“3 hari!? Kau bilang 3 hari!! Bagaimana dengan Hina hah!?”Tanya Brendan yang tiba-tiba teringat oleh Hinagiku, dengan wajah yang masih terkejut. &lt;br /&gt;“oh wanita itu… dia sudah sembuh kok dan sudah pulang lebih dulu dari kamu, tadinya dia yang mau merawat kamu tapi setelah kujelaskan situasinya dia akhirnya mau mengerti” jawab Marcel dengan tenang. &lt;br /&gt;“situasi? Situasi apa??” Tanya Brendan kembali &lt;br /&gt;“errrr sebaiknya sekarang kau tidak usah mengkhawatirkan itu lebih baik kau makan, dan minum obat itu, dan bersiap-siap…” setelah berbicara begitu Marcel keluar dari ruangan sambil membawa Harisennya dan digantikan oleh para Maid yang membawakan makanan, masih dalam keadaan kebingungan Brendan memakan makanan yang di berikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Brendan menghabiskan makanannya Marcel kembali ke ruangannya &lt;br /&gt;“aku rasa kau sudah meminum obat tersebut dan memakan makanan yang ku berikan… apakah lukamu masih terasa sakit?” Tanya Marcel, Brendan pun memegang luka di perutnya dan tidak terasa sakit &lt;br /&gt;“tidak… bagaimana bisa?” Tanya Brendan penasaran &lt;br /&gt;“singkatnya itu obat yang menghilangkan rasa sakit untuk sementara… baiklah ikut aku ke halaman belakang” Marcel ke luar ruangan di ikuti Brendan sepanjang perjalanan Brendan terkagum-kagum melihat rumah Marcel yang begitu besar, tidak aneh kalau dia memiliki banyak Maid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesampainya di halaman belakang Brendan tambah terkejut lagi. &lt;br /&gt;“akhirnya sampai juga di Halaman rumah ku yang sangat kecil” kata Marcel sambil menghela napas. &lt;br /&gt;“Apanya yang kecil!!! HUTAN BELANTARA BEGINI KAU BILANG KECIL!? EMANGNYA INI SANZENIN ESTATE APA!!!” teriak Brendan saking terkejutnya &lt;br /&gt;“KAU!!” Marcel lari ke arah Brendan dan memukulnya kembali dengan harisen &lt;br /&gt;“Reaksi mu hanya mendapat nilai 6!! Seharusnya REAKSI MU LEBIH WAH!!” Teriak Marcel bergelora &lt;br /&gt;“bukannya reaksi tadi sudah cukup wah ya? Sepertinya dia itu memang seorang weirdo!” kata Brendan dalam hati dengan sedikit kesal karena terus di pukuli oleh harisen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“okay back to topic aku mengajakmu ke sini adalah untuk melatihmu, agar kamu dapat memanggil monster dan menggunakan kekuatannya sebagai overlord” Marcel kemudian melihat muka Brendan yang masih kesal dicampur dengan kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. &lt;br /&gt;“argh!!! Aku jadi kesal sendiri melihat muka mu yang seperti orang bego dari tadi!! Pasti ada yang ingin kamu tanyakan kan!? Tanyalah apa yang ingin kamu ketahui!?” lanjut Marcel, lalu seakan-akan Brendan tidak mau kehilangan kesempatan untuk menghilangkan kebingungan ini, dia pun langsung bertanya dengan antusias seperti murid yang menanya gurunya &lt;br /&gt;“ada!! Siapa Shana itu? Apa itu overlord ? dan siapa Ryou Kurokaze itu? Kenapa sepertinya dia terkenal? Dan kenapa ada naga di dunia ini?” Tanya Brendan tanpa henti &lt;br /&gt;“okay! okay! berhenti! lama-lama aku bisa gila!! Aku jawab satu-satu mulai dari overlord! overlord adalah orang-orang terpilih yang dapat memangil dan mengendalikan monster dari dimensi lain!! naga yang kau lihat 3 hari lalu itu adalah mahluk yang di panggil oleh gurumu dengan kekuatan overlordnya!!! kedua!! Shana!! untuk lebih jelasnya tontonlah Anime yang Berjudul Sh*****n no S**n* dan Ryou Kurokaze dia adalah overlord terkuat saat ini makanya dia sangat terkenal apa lagi dengan adanya kekasihnya Shana yang Moe itu!!” jawab Marcel dengan kelelahan, tetapi ternyata Marcel masih belum selesai &lt;br /&gt;“dan yang paling ku benci dari Ryou adalah kenapa dia yang menjadi kekasih Shana kenapa bukan aku!!” kata Marcel dengan kesal, dan sepertinya Brendan cukup puas dengan jawaban yang di dapatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“baiklah kita mulai latihan ini lihatlah!! ini yang namanya Summoning!!” Marcel pun mengayunkan Harisennya dan kemudian muncul 3 sinar yang membentuk sesuatu. &lt;br /&gt;“keluarlah… OJAMA!!” dan kemudian dari sinar tersebut muncul 3 mahluk bewarna yang berbentuk humanoid tapi aneh ada yang bewarna hijau dan memiliki satu mata, ada yang bewarna kuning dan bibirnya besar dan yang terakhir berwarna hitam dan tubuhnya macho dalam berbagai arti, entah kenapa setelah Brendan melihatnya, Brendan merasa mual bercampur jijik &lt;br /&gt;“errrr ok aku tahu kau bercita-cita menjadi pelawak tapi kayaknya lawakanmu sedikit aneh deh mana mungkin ada monster yang aneh seperti ini bukankah monster seharusnya terlihat menyeramkan atau setidaknya terlihat keren…” kata Brendan masih dengan perasaan aneh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“uoooooh jangan meremeh kan OJAMA!!! ike OJAMA DELTA HURICANE!!!” teriak Marcel dan ketiga mahluk itu membentuk formasi Segitiga dan menembakan angin yang sangat kencang sehingga merontokan sebagian hutan, Brendan melawan angin tersebut dan mencoba menjaga posisinya agar tidak terbawa oleh angin tersebut tetapi ternyata semuanya percuma dengan mudah Brendan terbawa angin dan terlempar ke atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“argh apa-apaan ini kalo jatuh dengan ketinggian seperti ini aku bisa mati kan!?” teriak Brendan, lalu kemudian simbol di tangan Brendan kembali memanas dan tiba-tiba Brendan menyadari bahwa dia sudah ada di dimensi lain, dimensi itu persis seperti di mimpinya, dimensi itu di selimuti oleh kegelapan yang kelam, kemudian Brendan menyadari ada sesuatu yang berdiri di belakangnya, dia pun langsung berbalik dan dia melihat 2 sosok mahluk berdiri di sana yang satu berwujud iblis bertanduk dan bersayap hitam, sedangkan yang satu lagi bewujud seperti ksatria besar yang badannya terbuat dari batu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“si, siapa kalian dan mahluk apa kalian!!”kata Brendan agak ketakutan, mahluk tersebut berjalan mendekati Brendan &lt;br /&gt;“he, hentikan!! Ber, berhenti di sana!!” ancam Brendan masih ketakutan tapi mahluk tersebut tidak berhenti, setelah jarak mereka sudah dekat, akhirnya mahluk tersebut baru berhenti dan yang terlihat seperti iblis pun berbicara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“jangan takut wahai chimail overlord!!” seru mahluk itu, Brendan yang memiliki sedikit keberanian pun bertanya &lt;br /&gt;“apakah kalian adalah kekuatanku? Seperti… seperti naga yang di panggil oleh guru ku ataupun mahluk aneh yang di panggil oleh Marcel?” Tanya Brendan kepada mahluk tersebut &lt;br /&gt;“ya! Kami adalah kekuatan mu!! Perkenalkan nama saya adalah Guardian!” balas ksatria batu tersebut. &lt;br /&gt;“dan saya adalah Doom!” lanjut iblis di sebelah Guardian &lt;br /&gt;“apakah kalian datang untuk meminjamkan kekuatan kalian?”Tanya Brendan entah kenapa Brendan merasa marah pada mereka &lt;br /&gt;“ya kami datang untuk membantu mu dan meminjamkan kekuatan… ah tidak kekuatan kami adalah milik mu jadi tidak bisa di sebut meminjamkan mungkin memberikan” balas Guardian, Brendan yang sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi kemudian langsung membentak mereka &lt;br /&gt;“KALO BEGITU KALIAN TERLAMBAT!! Kenapa kalian tidak muncul ketika guru bejat itu menyerang!? Padahal seharusnya aku bisa melindungi Hina kalo kalian muncul!!” bentak Brendan &lt;br /&gt;“bukan kami yang salah kami sudah memanggil mu! chimail overlord… tapi kamulah yang tidak memedulikan panggilan itu…” balas Doom tenang &lt;br /&gt;“gara-gara kalian aku tidak bisa melindungi dia!!” balas Brendan masih marah &lt;br /&gt;“tapi pada akhirnya kalian baik-baik saja kan? Sekarang kami muncul di hadapan mu… dan mulai sekarang kau memiliki kekuatan untuk melindungi gadis itu… setelah memiliki kekuatan ini kamu bisa memperbaiki kelemahan mu!” balas Guardian, kemarahan Brendan pun mulai mereda &lt;br /&gt;“baiklah kuterima kekuatan kalian!! Jadilah kekuatanku!! Doom! Guardian!” setelah berkata seperti itu perlahan-lahan dimensi tersebut mulai retak dan akhirnya pecah, kemudian keadaan sekeliling menjadi seperti semula kembali, Brendan masih di atas langit, dan Marcel masih menembakan Ojama delta hurricane, kemudian Brendan pun berusaha memanggil kekuatan yang ada di dalam dirinya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“datanglah!! Doom!!” tetapi yang muncul bukan Doom, melainkan muncul sepasang sayap hitam di pundak Brendan. &lt;br /&gt;“aku tidak tahu kenapa Doom tidak muncul tetapi sepertinya dengan sayap ini saja sudah cukup” kata Brendan dalam hati, Brendan pun terbang ke arah Marcel. &lt;br /&gt;“dia bukannya melakukan Summoning malah melakukan Embody!! Tunggu bukankah seharusnya Embody hanya bisa dilakukan oleh orang itu dan Ryou!!” kata Marcel terkejut dalam hati, kemudian Brendan yang mulai mendekati Marcel mengganti kekuatannya &lt;br /&gt;“Guardian!! Muncullah!!” dan seketika itu sayap milik Doom menghilang dan diganti dengan tameng dan pedang batu milik Guardian, Brendan berlari ke arah Marcel dan siap menyerangnya. &lt;br /&gt;“haaaah!! Bersiaplah Marcel!!” teriak Brendan, Marcel pun mengambil kuda-kuda &lt;br /&gt;“tidak salah lagi itu Embody!! Kalau begitu!!” Marcel kembali mengayunkan Harisennya dan muncul 2 cahaya lagi yang membentuk mahluk yang sama hanya saja kali ini yang muncul bewarna merah dan biru, kemudian Aura yang dimiliki Marcel semakin meluap-luap dan akhirnya meledak. &lt;br /&gt;“OVERDRIVE…” ucap Marcel pelan,Brendan semakin mendekati Marcel dan siap menyerangnya, begitu juga dengan Marcel, ke-5 Ojama membentuk Formasi dan aura yang tadinya meledak kembali mengumpul di tengah-tengah formasi itu. &lt;br /&gt;“OJAMA HEXA HURICANE!!!” teriak Marcel sama seperti tadi, dari formasi tersebut keluar angin yang sangat kuat bahkan bisa 10 kali lebih kuat dari yang tadi dan hembusannya seperti hembusan angin tornado. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah yang akan terjadi dengan Brendan?, dan apakah embody itu? tunggu Episode berikutnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Episode:REALM OF OJAMA!! OJAMA COUNTRY!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-7214657306269530069?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/7214657306269530069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-3is-this-for-real-or-joke-ojama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/7214657306269530069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/7214657306269530069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-3is-this-for-real-or-joke-ojama.html' title='CHAPTER 3: IS THIS FOR REAL OR A JOKE? OJAMA DELTA HURICANE!'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-5280008926250408820</id><published>2009-10-07T18:52:00.001-07:00</published><updated>2010-04-10T19:38:16.686-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 2: THE LEGEND OF WHITE DRAGON</title><content type='html'>CHAPTER 2: THE LEGEND OF WHITE DRAGON &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Blasphemy!! i,ini?... luka bakarnya membentuk symbol dan tidak sakit!” Brendan terkejut sambil melihat simbol berbentuk lingkaran dengan tiga pedang bengkok itu, berapa kalipun disentuh luka tersebut tidak terasa sakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Brendan!? Apa yang terjadi disana aku mendengar suara ledakan di sana! Aku kesana ya!” teriak Hinagiku &lt;br /&gt;“tidak! Tidak usah!! Aku baik-baik saja!!” balas Brendan &lt;br /&gt;“Geeez kau keras kepala sekali sih!! Aku akan kesana sekarang!!” Hinagiku pun berlari ke pos Brendan dan melihat luka bakar di tangan Brendan, dia pun terkejut melihat luka tersebut &lt;br /&gt;“I, ini apa yang terjadi sih?! Luka seperti ini dan kau bilang baik-baik saja?” kata Hinagiku sambil menatap Brendan dengan muka yang terlihat khawatir &lt;br /&gt;“tapi aku baik-baik saja luka ini tid-“ belum selesai Brendan bicara, Hinagiku sudah memotong pembicaraan &lt;br /&gt;“dasar kau ini kalo beginikan aku juga yang susah” sambil menghela napas Hinagiku melanjutkan pembicaraan &lt;br /&gt;“kau tunggu di sini aku akan ke ruang osis mengambil obat-obatan” kata Hinagiku sambil berlari ke arah menara jam yang tak lain dan tak bukan adalah ruang osis &lt;br /&gt;“padahal aku tidak mau merepotkan dia dan lagi luka ini memang tidak sakit kok” kata Brendan dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak lama kemudian Hinagiku pun sampai di lantai teratas menara jam yang merupakan ruangan ketua osis &lt;br /&gt;“hmm… dimana ya kotak obat itu..” Hinagiku berbicara sendiri sambil membuka-buka laci di ruang ketua osis, tetapi tidak lama setelah itu dia menyadari bahwa ada orang lain di teras, diapun berbalik dan melihat ke arah teras dan dia melihat seseorang yang sudah dia kenal. &lt;br /&gt;“oh~ pak Garde ada apa pak datang ke ruang osis malam-malam begini?” Tanya Hinagiku, Garde Astale adalah guru Bahasa Inggris di Hakuo Gakuen rambutnya hitam, mengenakan kaca mata, tubuhnya ramping, berpenampilan muda sehingga beberapa orang bisa salah sangka dan menganggap dia sebagai murid. &lt;br /&gt;“sudah bangkit ya…” kata Garde &lt;br /&gt;“apa yang bangkit pak?” Tanya Hinagiku kebingungan melihat Garde &lt;br /&gt;“Overlord yang lain telah bangkit… maaf Hina-chan aku memerlukan mu untuk memanggil dia kesini…” setelah Garde berbicara begitu, muncul cahaya yang sangat terang dari belakangnya dan seketika Hinagiku pun kehilangan kesadarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Brendan yang menunggu mulai khawatir dan menelpon Hinagiku tetapi sama sekali tidak ada jawaban&lt;br /&gt;“haaah~ sepertinya lebih baik aku menjemput dia sebelum dia melakukan sesuatu yang ceroboh…” Brendan pun berjalan ke arah menara jam, sesampainya disana Brendan mendengar suara harmonica &lt;br /&gt;“waw aku baru tahu kalo Hina bisa memainkan harmonica sebaiknya aku segera menjemput dia untuk persiapan acara berikutnya” Brendan pun menaiki Elevator. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesampainya di atas Brendan melihat Hinagiku yang tidak sadarkan diri,Brendan pun berlari ke arah Hinagiku &lt;br /&gt;“Hina!? Apa yang terjadi hah!?” Brendan pun bingung dengan apa yang harus di lakukannya, kemudian Brendan mendengar suara dari teras &lt;br /&gt;“wah wah tak kusangka kau benar-benar datang Brendan-kun” Brendan berbalik dan kaget melihat Garde berdiri disana &lt;br /&gt;“pak… apa bapak yang melakukannya?...” kata Brendan sambil menahan marah dan mengepalkan tangannya &lt;br /&gt;“hmm? Kalo ya kenapa?” kata Garde sambil tersenyum, Brendan pun semakin geram dan kepalan tangannya semakin kencang. &lt;br /&gt;“walaupun Bapak seorang guru saya tidak akan memaafkan Bapak!!! seharusnya Bapak tahu kalau ada peraturan di mana guru tidak boleh menyerang murid!!!” Teriak Brendan melepas emosinya &lt;br /&gt;“Hahahahahahaha SCREW THE RULE!! I’M THE TEACHER!!” balas Garde sambil tertawa ala Kaiba, Brendan yang semakin marah berlari ke arah Garde untuk menyerangnya, sementara Garde mulai memainkan harmonicanya &lt;br /&gt;“anda kira suara HARMONICA DAPAT MENYELAMATKAN ANDA HAH!?” sementara di belakang Garde bola-bola cahaya berkumpul dan membentuk sesuatu,entah bagaimana simbol di tangan Brendan mulai memanas tetapi dia tidak pedulikan hal itu, bagi dia yang terpenting saat ini adalah menghajar guru tersebut dan melindungi Hinagiku. &lt;br /&gt;“HAAAAAAH!!!” teriak Brendan, sementara Garde sudah selesai memainkan harmonicanya &lt;br /&gt;“KELUARLAH!!! BLUE EYES WHITE DRAGON!!!” Brendan pun kaget dan berhenti kakinya mulai gemetaran, wajahnya dihiasi oleh ketakutan. &lt;br /&gt;“Naga!? Memangnya di dunia ini ada naga beneran!?” kata Brendan terkejut dalam hati, sementara Brendan masih belum siap naga tersebut mulai menyerangnya, Brendan pun terlempar ke belakang. &lt;br /&gt;“HAHAHAHAHAHAHA ADA APA BRENDAN?! KELUARKAN LAH KEKUATANMU ITU!!!” sementara itu Blue Eyes mulai men”charge” cahaya di mulutnya dan mengarahkannya ke arah Brendan. &lt;br /&gt;“I,ini kalo seperti ini aku bisa mati… tapi kalo aku kabur maka Hinagiku akan!! Tidak aku tidak boleh kabur demi Hina aku akan… demi gadis ini aku rela berkorban!!” Brendan pun pasrah dan Blue Eyes mulai menembak cahaya dari mulutnya &lt;br /&gt;“BURST STREAM OF DESTRUCTION!!”teriak Garde tetapi sesaat sebelum cahaya tersebut mengenai Brendan, tiba-tiba pemandangan di sekeliling Brendan berubah menjadi merah dan waktu seakan-akan terhenti dari jauh Brendan melihat wanita berambut merah,bermata merah,dan bersayap api terbang menujunya dan menebas Blue Eyes,setelah itu pemandangan kembali normal Blue Eyes yang tertebas mengeluarkan darah yang amat sangat banyak dan cahaya itu pun berbelok karena Blue Eyes yang hampir jatuh &lt;br /&gt;“ka, kau? begitu berarti Ryou Kurokaze merencanakan sesuatu? Baiklah apa boleh buat aku akan pergi,Brendan aku harap ketika aku kembali nanti kau sudah bisa menguasai kekuatan itu…” kata Garde dengan muka yang tenang seakan-akan tidak terjadi apa-apa, kemudian Blue Eyes kembali menjadi Cahaya yang terang dan menghilang bersama Garde. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brendan melihat wanita yang tadi menolongnya,Brendan langsung kaget karena sekarang rambut dan mata wanita itu berubah menjadi hitam wanita itu mulai berjalan perlahan ke arah Brendan &lt;br /&gt;“Terima kas-“ sebelum Brendan selesai berbicara tiba-tiba wanita itu menusukan katananya ke perut Brendan &lt;br /&gt;“argh! A,apa ini?” kata Brendan kesakitan perlahan darah mengalir dari perut Brendan &lt;br /&gt;“kata Ryou kau masih belum boleh mati…” kata perempuan itu dangan wajah yang tenang dan pandangan yang dingin itu &lt;br /&gt;“a, apa maksudmu?” tanya Brendan &lt;br /&gt;“kalau kau mati karena tusukan ini, berarti kau lemah… teruslah hidup jadi kuat dan datanglah ke hadapanku… apabila kau dapat menghilangkan rasa bosan ini maka aku akan memberitahukan masa lalu mu… itu adalah pesan dari Ryou” jawab wanita itu, Brendan pun terkejut, memang benar dia mengalami amnesia tapi selama ini dia belum pernah bertemu dengan orang yang mengenalnya sampai dia di angkat oleh Hinagiku dan dijadikan Butlernya, wanita itu menarik Katananya dari perut Brendan. &lt;br /&gt;“ke, kenapa? Hina…” suara Brendan semakin lemah, mukanya semakin pucat, dan akhirnya Brendan pun kehilangan kesadarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TO BE CONTINUED &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah wanita itu? Dan siapakah Ryou Kurokaze apakah mereka musuh atau kawan? Next Episode:IS THIS FOR REAL OR A JOKE? OJAMA DELTA HURICANE!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-5280008926250408820?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/5280008926250408820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-2the-legend-of-white-dragon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/5280008926250408820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/5280008926250408820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-2the-legend-of-white-dragon.html' title='CHAPTER 2: THE LEGEND OF WHITE DRAGON'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8468369744299025466.post-5694349031267176594</id><published>2009-10-07T18:50:00.000-07:00</published><updated>2010-04-10T19:38:21.246-07:00</updated><title type='text'>CHAPTER 1: CHIMAIL OVERLORD</title><content type='html'>CHAPTER 1: CHIMAIL OVERLORD &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Overlord adalah sebutan untuk orang-orang terpilih yang dapat memanggil dan mengendalikan monster dari dunia lain,banyak orang yang mengira bahwa Overlord sudah punah karena peperangan yang bernama Battle of Overlord tapi hanya segelintir orang saja yang tahu bahwa Overlord berusaha bangkit kembali... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak sedang berlari di dalam kegelapan yang sangat kelam dia berhenti sesaat dan melihat sekelilingnya &lt;br /&gt;"ada dimana aku? kenapa gelap begini?" &lt;br /&gt;tanya pemuda itu kebingungan lalu terdengar suara dari kegelapan entah kenapa suara itu seperti suara seseorang yang sudah menunggunya selama ber tahun-tahun &lt;br /&gt;"aku sudah menunggumu!" kata suara itu &lt;br /&gt;"Si,Siapa kau!? tunjukan dirimu!" teriak anak itu ketakutan, anak itu menjadi semakin gelisah &lt;br /&gt;"aku adalah kekuatanmu!" kata suara itu, setelah itu dari kegelapan muncul sesosok iblis yang di selimuti oleh api dan bersayap api. &lt;br /&gt;"Hwaa!"teriak pemuda itu ketakutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"n... dan... Brendan!!" teriak seseorang &lt;br /&gt;"hah!!" seorang pemuda berambut perak dan bermata biru bangun dari tidurnya pemuda itu bernama Brendan,setelah sadar dia langsung melihat ke arah perempuan yang membangukannya perempuan itu berambut pink dan bermata kuning Hinagiku namanya dia adalah ketua osis Hakuo Gakuen tempatku bersekolah sedangkan aku, aku adalah anggota osis sekaligus Hinagiku Butler &lt;br /&gt;"Hi,Hina?" kata Brendan setengah sadar &lt;br /&gt;"geeez bukankah sudah kubilang apabila sedang rapat jangan tidur! sekarang kuberitahu tugasmu di Event tahun baru Hakuo Gakuen malam ini! tugasmu adalah menangani kembang api mengerti!?" &lt;br /&gt;"ya" kata Brendan tegas tapi masih setengah sadar &lt;br /&gt;"ok,kembang api beres! berikutnya!" lanjut Hina melanjutkan rapat osis &lt;br /&gt;"ternyata itu semua hanya mimpi..." dalam hati brendan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam Harinya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hina! Persiapan kembang api selesai!" teriak Brendan &lt;br /&gt;"ok! 5 Menit lagi sebelum Kembang api di mulai siap-siap di pos!" balas Hina ke Brendan &lt;br /&gt;"Ok!" kata Brendan setelah itu Brendan kembali melamun memikirkan mimpinya tadi siang,tak dirasa 5 menit sudah berlalu Brendan pun bersiap-siap di Pos untuk menyalakan kembang api. &lt;br /&gt;"5" &lt;br /&gt;"4" &lt;br /&gt;"3" &lt;br /&gt;"2" &lt;br /&gt;"1" &lt;br /&gt;kembang apipun dinyalakan dan tiba-tiba kembang api tersebut meledak di tangan Brendan, Brendan pun kaget tangannya terbungkus api tapi dia menyadari sesuatu, ya tangannya tidak terasa sakit sama sekali setelah apinya menghilang muncul simbol di tangan Brendan berbentuk lingkaran yang di kelilingi oleh pedang bengkok &lt;br /&gt;"Blasphemy!!,i,ini?... luka bakarnya membentuk simbol dan tidak sakit!" ujar Brendan yang terkejut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah lambang itu? sepertinya akan ada sesuatu yang terjadi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next Episode:THE LEGEND OF WHITE DRAGON&lt;br /&gt;_________________&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8468369744299025466-5694349031267176594?l=battleofoverlord.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/feeds/5694349031267176594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-1chimail-overlord.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/5694349031267176594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8468369744299025466/posts/default/5694349031267176594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://battleofoverlord.blogspot.com/2009/10/chapter-1chimail-overlord.html' title='CHAPTER 1: CHIMAIL OVERLORD'/><author><name>Infinitive Lindwurm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14977113508683508040</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
