Selasa, 15 Desember 2009

CHAPTER 22: REVENGE!!!

CHAPTER 22: REVENGE!!!

“oke aku akan memanggil mu dengan panggilan Takumi!!” ucap perempuan itu, “a-apa!!! Sudah kubilang nama ku Ashley!!” teriak Ashley sambil memasang ekspresi facepalm, “hah? Kurang bagus ya? Kalau begitu Akira!!” balas perempuan itu lagi, Ashley memukul mukanya sendiri kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan taman, “oi Akira!! Mau ke mana??” panggil perempuan itu, “bukan urusan mu…” jawab Ashley pelan, tiba-tiba gerakan Ashley terhenti dan Ashley langsung memasang wajah setengah ketakutan, “I, ini tidak mungkin…” ucap Ashley dalam hati, “ada apa Akira?” Tanya perempuan tersebut, “sial!! di mana dia!! Ada di mana!!” ucap Ashley dalam hati, kemudian Ashley menoleh ke kanan dan ke kiri, “bawah!!!” teriak Ashley, Ashley berbalik dan berlari ke arah perempuan itu kemudian menarik perempuan itu lari keluar taman, “ada apa Akira?!” Tanya perempuan itu terkejut, tiba-tiba dari bawah tanah muncul beratus-ratus tulang raksasa yang berbentuk pedang, Ashley terus berlari untuk menghindari tulang-tulang yang terus bermunculan.

“sial!! aku tak menyangka akan ada serangan di sini!!” teriak Ashley, tiba-tiba Ashley tersandung batu dan terjatuh, kemudian dari belakang muncul bola api yang mengarah ke Ashley, “shimata!!” teriak Ashley dalam hati, “DOPLEGANGER!!” teriak perempuan itu bola api tersebut tepat mengenai Ashley dan perempuan itu dan kemudian menciptakan ledakan yang besar.

Setelah asap menipis Ashley kembali membuka matanya, “kau tak apa-apa Akira?” ucap perempuan itu, “bagaimana mungkin kita masih selamat… dan nama ku Ashley…” ucap Ashley sambil melihat keadaan sekeliling yang berantakan karena tulang-tulang yang bermunculan dari tanah, hanya saja sekarang tulang-tulang tersebut sudah berhenti bermunculan, perempuan itu mengangkat tangan kirinya yang menjadi besi yang kemudian perlahan-lahan kembali menjadi tangan manusia, “siapa kau?” Tanya Ashley sedikit terkejut, “nama ku agak panjang tapi kau bisa memanggil ku dengan Eve Neuchswanstein Sama” ucap Eve sambil mengibaskan rambutnya, sementara Ashley kembali melakukan facepalm.

“ternyata kalian masih hidup…” ucap seseorang, Ashley menoleh ke arah suara itu dan dia melihat Cain, “kau…” ucap Ashley sedikit kesal, “hahaha kau masih mengingat ku kan? Ya aku kembali dengan teman baruku… aku bekerja sama dengan King of Underworld untuk mengubah dunia ini menjadi dunia yang lebih baik!! Sekaligus… membalas dendam kekalahan ku ketika pertarungan di pabrik dulu” ucap Cain sambil tersenyum.

“heh mengubah dunia? Aku jadi merasa kasihan kepada kalian… tapi kau juga tidak berpihak sepenuhnya kepada King of Underworld kan?” Tanya Ashley, Cain terdiam sesaat kemudian menutup matanya, “ternyata kau juga mengetahuinya…” ucap Cain kemudian Cain kembali membuka matanya yang bersinar, “ya… aku juga akan membunuh King of Underworld… lebih tepatnya aku hanya menggunakan dia untuk menemukan keberadaan Nando dan ketiga Sacred Item yang telah di rebut olehnya…” ucap Kain, tiba-tiba Ashley menghilang kembali muncul di belakang Kain dengan keadaan sudah meembody Rooklord di tangannya.

“heh ternyata kau masih belum berubah!! Lihatlah teknik yang telah ku kembangkan… Falcon Strike!!” teriak Ashley, kemudian Ashley memukul Kain dengan kecepatan penuh dan tanpa berhenti sehingga Kain tidak bisa membendung kecepatannya dan akhirnya pertahanan Kain runtuh dan terkena berpuluh-puluh pukulan yang di lancarkan oleh Ashley, setelah itu Ashley menendang Kain dan membuatnya terlempar ke tanah, “kau!!” ucap Kain kesal dan menahan dirinya dengan cara memanggil Power Tool Dragon untuk mengangkut dirinya agar tidak terjatuh ke tanah, tetapi tiba-tiba Power Tool Dragon kembali melempar Kain ke arah Ashley, Kain dan Ashley terkejut, “apa!! Apa yang kau lakukan aku tidak pernah memerintahkan mu untuk melempar ku kembali!!” teriak Kain, dan tiba-tiba Power Tool Dragon perlahan-lahan berubah menjadi Eve, “hehehe tapi sayangnya yang tadi itu aku bukan mesin milik mu” ucap Eve sambil tersenyum dan menunjuk ke arah Power Tool Dragon asli yang rusak parah dan mengeluarkan asap.

“begitu perempuan itu dapat melakukan metamorphosis…” ucap Ashley dalam hati, Ashley kembali mengambil kuda-kuda dan bersiap-siap kembali menyerang Kain yang terlempar, “Fenrir Claw!!” teriak Ashley, kemudian dari kedua tangan Ashley muncul tiga sinar yang membentuk cakar raksasa, “haaaaaah!!!!” Ashley mengayunkan tangannya berkali-kali dan membentuk banyak luka tebasan di tubuh Kain, “argh!!!” teriak Kain kesakitan, “ini yang terakhir… Napalm Dragon!!” tangan Ashley mulai bersinar dan membentuk wujud kepala naga, kepala naga tersebut mulai mencharge sinar berwarna biru, “sayonara!!” teriak Ashley, kemudian Ashley bersiap-siap melepaskan sinar biru tersebut ke arah Kain, “Magnetic World… Anti… Ashley Lindwurm!!” ucap seseorang, dan tiba-tiba Ashley melihat bola sinar bewarna biru dan bola tersebut tepat mengenai Ashley dan membuat Ashley terlempar jauh ke arah salah satu tulang yang mencuat keluar dari tanah, sementara Eve berlari untuk menolong Ashley, “Akira!!” teriak Eve.

Kain yang terjatuh ke tanah di Bantu bangun oleh seorang perempuan berambut biru dan berpakaian biru, “Solva… terima kasih…” ucap Kain, “heh jangan salah sangka!! Aku hanya akan membantu mu sampai Predator menguasai dunia! Aku sudah tidak tertarik lagi dengan Blackspot!!” ucap Solva dengan wajah yang terlihat arogan.

Sementara itu Ashley yang terlempar tidak mengalami luka yang parah, Ashley kembali berdiri sambil berpegangan dengan tulang yang ada di dekatnya, “sial…” ucap Ashley pelan, “Akira!!” teriak Eve, Ashley melihat ke arah Eve, “kau tidak apa-apa?” Tanya Eve, “ya aku tidak apa-apa” balas Ashley, “sial serangan apa tadi… serangan itu jelas-jelas bukan serangan biasa… serangan itu seperti menolak dan mendorongku… ya seperti magnet… bagaimana cara aku menang… kalau terus begini” ucap Ashley dalam hati, kemudian Ashley melihat Eve, Eve yang menyadari kalau sedang di tatap Ashley kebingungan, “ada apa?” Tanya Eve, “tunggu!! Metamorphosis!!” teriak Ashley tiba-tiba, “apa-apaan sih!!” ucap Eve yang kesal karena kaget, “aku ada ide!!” lanjut Ashley yang kemudian membisikan sesuatu ke Eve.

“ke mana mereka…” ucap Kain dalam hati, sementara di belakang Kain terdapat Power Tool Dragon yang sudah sempurna kembali, “hati-hati Solva mereka bisa muncul dari mana saja…” ucap Kain, “ya aku tahu itu!! Kau tidak perlu memberitahu ku!!” balas Solva, tiba-tiba Ashley muncul di belakang Solva, “heh” ucap Ashley, Solva yang sadar langsung berbalik dan mengarahkan tangannya ke Ashley, “kau!! Magnetic World!! Anti!! Ashley Lindwurm!!” teriak Solva, “terima kasih” ucap sebuah suara di belakang Solva, “apa!!” Solva kembali berbalik dan melihat Ashley kedua Ashley yang ini di selimuti aura biru karena effect dari Magnetic World milik Solva, kemudian karena effect Magnetic World Ashley yang kedua terdorong dengan kecepatan penuh ke arah Kain, “mustahil bagaimana mungkin!!” teriak Solva, sedangkan Ashley yang tadi menyerang Solva sudah mulai mendekat, “dasar bodoh!! Sesuatu seperti itu…” ucap Ashley yang pertama sambil mengangkat tangannya dan kemudian perlahan-lahan tangannya menjadi besi, “jangan-jangan kau!!” ucap Solva terkejut, “tidak akan mempan!! EVE CANNON!!!” teriak Ashley yang ternyata adalah Eve yang merubah dirinya menjadi Ashley, tangan besi Eve menghantam Solva dengan kencang dan membuat tanah yang di pijak Solva retak dan tercungkil, “argh!!!” teriak Solva yang mengeluarkan darah yang banyak dari mulutnya.

“KAIN!!” teriak Ashley yang terbang menuju Kain karena kekuatan Magnectic World Solva, “kau!! Power Tool Dragon!!” teriak Kain, Power Tool Dragon terbang dan mencoba menghalangi Ashley, “FENRIR CLAW!!” Ashley membelah Power Tool menjadi beberapa bagian, “selama kau belum menguasai Embody kau tidak akan bisa mengalahkan ku!!” teriak Ashley, kemudian Ashley menendang Kain dan melompat ke atas menggunakan tubuh Kain sebagai pijakan, Kain yang di jadikan pijakan terlempar ke belakang, “karena itu lebih baik kau menyerah!! NAPALM DRAGON!!” Ashley menembakan projectile berwarna biru ke arah Kain, kemudian projectile tersebut terbelah dan menjadi sesuatu yang berbentuk seperti missile yang mengarah ke arah Kain dan kemudian meledak.

“baiklah… kau bilang aku tidak akan bisa mengalahkan mu kalau, aku tidak menggunakan Embody… kalu begitu… sekarang ku tunjukan!!” teriak Kain, tiba-tiba Power Tool Dragon yang terbelah menjadi sinar dan mengarah ke arah Kain, “Perfect Embody!! Power Tool Dragon!!” teriak Kain, kemudian cahaya yang menyelimuti tubuh Kain meledak dan memperlihatkan sosok Kain yang terbungkus oleh armor hi-tech sehingga Kain terlihat berbentuk seperti Mecha, “aku akan membunuh mu!!” teriak Kain, tiba-tiba Kain menghilang dan muncul kembali tepat di depan Ashley.

“a-apa?!” ucap Ashley yang terkejut, “Arms Blast!!” teriak Kain, kemudian Kain memukul Ashley dengan Gauntlet yang terpasang di tangannya dan kemudian Gauntlet tersebut meledak dan melempar Ashley, Kain kembali terbang ke arah Ashley, “Lesser Blade!!” Kain berputar dan mengeluarkan pedang sinar dari punggungnya dan kemudian menebas Ashley, setelah itu Kain menendang Ashley ke atas, “ini yang terakhir… Rail Gun!!” ucap Kain sambil mengeluarkan sesuatu yang berbentuk seperti pistol dari kakinya, kemudian pistol tersebut menembakan sinar biru yang di aliri listrik dan sinar tersebut tepat mengenai Ashley, “argh!!!” teriak Ashley yang kesakitan, setelah itu Kain kembali menghilang dan muncul di belakang Eve.

“sial!!” ucap Eve, Kain menendang Eve dan membuat Eve terdorong ke belakang, “Solva kau bisa membantuku sedikit lagi?” Tanya Kain, “baiklah…” Solva yang terluka karena serangan Eve kembali berdiri, “Magnetic World!! Anti!! Kain!!” teriak Solva, Kemudian Kain terdorong dan melesat dengan cepat ke arah Eve, “mati!! Magnetic World plus Rocket Punch!!” kemudian Kain memukul perut Eve dan pukulan dari Kain kembali meledak dan melempar Eve ke atas, hanya saja kali ini muncul Rocket yang di tembakan dari Gauntlet milik Kain yang mengarah ke arah Eve.

“sial!!” teriak Eve, Eve yang kehabisan kalori tidak bisa lagi melakukan transformasi, “King’s Rule!! Black Hole!!” teriak seseorang, kemudian muncul pusaran yang menelan semua rocket yang di tembakan oleh Kain, “kau… Ryou Kurokaze…” ucap Kain, kemudian Eve yang terlempar di tahan oleh Shana agar tidak membentur tanah, “maaf sepertinya aku terlambat…” ucap Ryou, “kau sangat telat bodoh!!” teriak Ashley yang terluka, “tapi tidak apa-apa kau hanya tinggal istirahat saja di sana orang lemah… karena tidak akan memakan waktu lama” ucap Ryou yang kesal karena di panggil bodoh oleh Ashley, “hah orang lemah?” balas Ashley yang juga kesal, “Shana dan aku akan membereskan kedua orang ini…” ucap Ryou pelan, “hoo mari kita liat apa yang bisa kau lakukan” balas Kain.

“Synthesis Embody…” ucap Ryou sambil mengangkat kedua tangannya.

TO BE CONTINUED

Apakah Ryou sudah benar-benar menguasai Synthesis Embody? Bagaimanakah kelanjutan pertarungan ini? better wait next Episode…

Next Episode: THE POWER OF KING WHO WIELDING GOD’S WEAPON

CHAPTER 21: DECENDANT OF WAR GOD!! NEOS EMBODY!!

CHAPTER 21: DECENDANT OF WAR GOD!! NEOS EMBODY!!

“kau bagaimana mungkin kau masih hidup?!” ucap Marcel terkejut, “ahahahahahaha Marcel apa kau tahu rasanya di kirim ke neraka? Apa kau tahu?! Kau tidak tahu kan!!! Karena itu aku akan membuatmu merasakannya!! Neraka!!! RED EYES ZOMBIE DRAGON!!!” teriak Grail tertawa, setelah itu Red Eyes menembakan api dengan membabi buta, Marcel mencoba menghindari semuanya dan dia berhasil menghindarinya walaupun ada beberapa yang mengenainya.

“Neos!!!” ucap Marcel, dan dari belakang Marcel muncul cahaya yang membentuk Neos, setelah itu Neos langsung terbang ke arah Red Eyes dan api yang di tembakan Red Eyes bertabrakan dengan Neos sehingga terjadi ledakan yang besar, “hahahaha! Aku akan membunuh mu dan membuat mu merasakan neraka!!” teriak Grail, Red Eyes mencharge api yang besar dan kemudian menembakannya ke arah Marcel tetapi muncul Neos yang berubah menjadi Divine Neos dan memasang Barrier untuk melindungi Marcel sehingga Marcel terlindungi dari serangan Red Eyes, “anda tidak apa-apa tuan Marcel?” tanya Neos, “aku tidak apa-apa tapi daripada itu...” ucap Marcel pelan, kemudian Marcel membuka kancing blazer sekolahnya dan melempar tasnya ke belakang, “kita harus mengembalikan orang ini ke neraka...” ucap Marcel.

“hah? Ahahahahaha! Kau kira kau bisa menang?! Embody Red Eyes Zombie Dragon!!” ucap Grail, tiba-tiba Red Eyes berubah menjadi cahaya dan bersatu dengan tangan Grail dan membentuk pedang yang menyatu dengan tangan Grail, “hahaha mati!” Grail berlari ke arah Divine Neos dan marcel kemudian menyerang mereka dengan membabi buta, “sial kalau begini terus...” ucap Marcel dalam hati, “Neos!! Divine Blade!!” teriak Marcel, Neos mengangguk dan mengumpulkan sinar di tangannya dan membentuk pedang, “Divine Blade!!!” teriak Neos dan Marcel bersamaan, setelah itu Neos mengayunkan pedang cahayanya dan menciptakan ledakan cahaya yang besar dan menghancurkan daerah sekelilingnya.

“apakah sudah selesai?” ucap Marcel kelelahan, sementara Neos mulai menjadi transparan karena Marcel yang Auranya tinggal sedikit, “heh~~ kalian kira aku sudah mati? Jahat sekali...” ucap Grail, tiba-tiba dari asap muncul Grail yang penuh luka dan perutnya terpotong sehingga terlihat sesuatu yang seperti usus, Marcel mual melihat itu dan menahan muntah, “kau bukan manusia...” ucap Marcel sambil terus menahan mual, “hahaha tentu saja! Aku yang sekarang Zombie!” ucap Grail, setelah itu semua organ yang terlihat kembali masuk dan semua luka kembali menutup.

“begitu bahkan kau sudah tidak layak untuk hidup lagi...” ucap Marcel, “heh pahamilah Marcel! Aku sekarang ada di atasmu!! Aku tidak bisa mati!! Sedangkan kau! Sekarang bagiku kau hanyalah mahluk rendah tidak tahu diri!!” ucap Grail, kemudian Grail mengangkat tangannya dan mengumpulkan cahaya hitam, “mati dan rasakanlah neraka... Death Blade!!” teriak Grail, kemudian Grail menebaskan pedangnya dan menebas punggung Marcel, Neos berusaha melindunginya tetapi badannya yang sudah setengah menghilang tidak bisa menahan pedang milik Grail.

“argh!!!!” teriak Marcel, luka Marcel mengeluarkan darah yang banyak, setelah itu Marcel berjalan perlahan ke belakang dan terduduk di pohon yang ada di belakangnya, tiba-tiba nafas Marcel menjadi sesak dan seluruh organ tubuhnya menjadi sakit seakan-akan mau meladak, “grgh!!! Argh!!!!!” teriak Marcel yang tidak bisa menahan rasa sakit yang di deritanya, “hahahaha ahahhahahahahaha!!! Bagaimana Marcel?! Itulah neraka perlahan-lahan kau akan mati!! Dengan keadaan tersiksa!!” teriak Grail bahagia, “—kit...” ucap Marcel pelan, “apa? Sakit sekali ya?” tanya Grail dengan nada mengejek, Marcel kembali bediri dalam keadaan terluka parah kemudian tersenyum dan menatap Grail dengan tatapan percaya diri.

“dasar bodoh aku bilang tidak sakit...” ucap Marcel, Grail yang mendengar itu menjadi sangat jengkel dan kesal, “tatapan itu... dari dulu aku benci tatapan itu!!” teriak Grail kemudian Grail mengayunkan pedangnya kembali ke arah Marcel, tiba-tiba muncul tas sekolah yang di ayunkan dan tepat mengenai muka Grail dan melempar Grail kebelakang, hantaman dari tas tersebut cukup keras untuk membuat hidung Grail patah, “heh untuk seorang perempuan kau cukup berani nona...” ucap Grail, Marcel melihat sesosok yang dia kenal di depannya, “Hitagi?” ucap Marcel pelan, Hitagi mengeluarkan penggaris besi panjang dari tasnya dan mengarahkannya ke Grail, “berhenti mengganggu Marcel” ucap Hitagi, “dasar bodoh bukankah aku sudah bilang agar menunggu di depan gerbang!” teriak Marcel, “kau yang bodoh! Kau membuatku menunggu terlalu lama!!” balas Hitagi kesal, Marcel menundukan kepalanya.

“kau cepat kembali ke gerbang di sini berbahaya!!” teriak Marcel, “tidak aku akan menemanimu di sini!!” balas Hitagi, tiba-tiba Grail muncul di belakang Hitagi, “jadi ini wanita yang paling kau sayangi?” ucap Grail, Hitagi langsung memutar dan menebaskan penggarisnya, “lari Hitagi!” teriak Marcel, Grail melompat untuk menghindari tebasan penggaris milik Hitagi, “kau duluan...” ucap Grail, kemudian Grail berputar ke belakang Hitagi dan menebasnya, “Death Blade” ucap Grail pelan, kemudian Hitagi terjatuh berlumuran darah, “Mar... ce...” ucap Hitagi sebelum tidak sadarkan diri, “Hitagi?’ucap Marcel pelan, Marcel langsung berlari ke arah Hitagi dan Marcel menyadari satu hal yaitu Hitagi sudah tidak bernapas lagi, “berikutnya kau...” ucap Grail tersenyum puas, tiba-tiba badan Marcel di selimuti cahaya putih yang terang.

“ini bercanda kan Hitagi? Hitagi bangun... bercanda mu tidak lucu... Hitagi...” ucap Marcel pelan, Marcel meneteskan air matanya kemudian memeluk Hitagi dengan kuat, “aaaaaaaaaa!!!!!! Aku akan membunuh mu!!!! Aku akan menjatuhkan mu ke neraka!!!! Aku akan!! Aku akan!! Aku akan membalas dendam Hitagi!!!” teriak Marcel marah kemudian Divine Neos menjadi cahaya dan pergi ke arah Marcel, “kau apa yang kau lakukan?!! Apapun itu aku akan membunuhmu sekarang!!” ucap Grail dengan nada ketakutan dan kemudian menebas pedangnya, tetapi pedang milik Grail tertahan sesuatu yang tidak terlihat, “a, apa ini?!” ucap Grail terkejut, “PERFECT EMBODY!!!” teriak Marcel, tiba-tiba muncul angin yang membentuk tornado dan menyelimuti Marcel, Grail lompat ke belakang untuk menghindari Tornado tersebut.

“mustahil!!” ucap Grail takjub, angin tersebut meledak dan pecah, dari dalam terlihat sesosok Marcel yang memiliki 8 sayap bewarna emas dan terlihat sangat agung, “kau? Tetap saja kau tidak akan menang apapun yang kau lakukan!!” Grail kembali menyerang Marcel dengan membabi buta, tetapi semua serangan Grail tertahan oleh sesuatu yang tidak terlihat, “tidak mungkin” ucap Grail gemetaran, Grail mundur ke belakang, Marcel mengayunkan tangannya dan tiba-tiba muncul angin yang sangat kencang dan menghantam Grail hingga terlempar, “hanya dengan lambaian tangan tidak mungkin! Aku lebih tinggi dari mu!! Aku tidak bisa mati!!” teriak Grail ketakutan sementara Marcel berjalan mendekati Grail.

“sayang sekali lawan mu adalah Dewa... Dewa perang...” ucap Marcel, Marcel kembali melambaikan tangannya dan muncul pedang bewarna emas dari udara kosong, “aku akan membunuhmu... nikmati perjalanan mu ke neraka...” ucap Marcel, kemudian Marcel menebaskan pedangnya dan membelah tangan Grail yang terdapat pedang Red Eyes, “dengan begini kau tidak memiliki senjata lagi” ucap Marcel, “argh!!” teriak Grail yang kesakitan, “oh bukankah kau tidak bisa mati bagaimana kalau kita mencoba ini?” tanya Marcel sambil mengarahkan pedangnya ke jantung Grail, “apa yang mau kau lakukan? Jangan!!” ucap Grail memohon ampun, perlahan-lahan Marcel menusukan pedangnya ke dalam jantung Grail.

“argh!!! Jangan!!!” teriak Grail kesakitan, “kenapa bukankah kau tidak bisa mati!! Bukankah kau sudah membunuh Hitagi!! Ini masih belum cukup!!” teriak Marcel, Marcel menusukan pedangnya ke jantung Grail tanpa ragu, “argh!! Memang aku tidak bisa mati tapi ini sungguh sakit!!” teriak Grail, “begitukah? Kalau begitu mati!!” teriak Marcel, Marcel mengayunkan pedangnya dan melempar Grail ke udara, “Overdrive... Blade of Judgement!!” pedang Marcel bercahaya terang dan kemudian cahaya tersebut membesar, setelah itu Marcel mengayunkan pedang tersebut dan menebaskannya berkali-kali dan setelah itu cahaya tersebut meledak dan menghancurkan tubuh Grail menjadi debu, “arrrghhhh!! Aku tidak mau ke neraka lagi!!!” ucap Grail, “tidak... neraka adalah rumahmu... jadi matilah...” ucap Marcel, cahaya tersebut meluap dan membentuk kubah yang besar, Brendan dan yang lain yang melihat cahaya tersebut langsung berlari menuju ke tempat Marcel.

“Hitagi...” ucap Marcel sambil menangis, “Marcel! Apa yang terjadi?!” tanya Brendan, Marcel hanya menggelengkan kepalanya, “Marcel ada apa dengan Hita—“ sebelum Brendan selesai berbicara Garde menghentikannya dan menggelengkan kepala, “katakan apa yang harus ku lakukan sekarang... aku sudah tidak tahu harus bagaimana lagi” ucap Marcel sambil terus memeluk Hitagi, “berhenti menangis” ucap seseorang, tiba-tiba tangan Hitagi bergerak dan menarik Marcel kemudian menciumnya, “Hitagi? Kau masih hidup” tanya Marcel, “tentu saja tadinya aku kira aku sudah mati tetapi aku mendengar suara mu yang terus memanggilku” ucap Hitagi tersenyum, “hitagi...” Marcel memeluk Hitagi, “a. Apa-apaan sih!! Ada banyak orang di sini!” ucap Hitagi, Brendan dan Garde hanya tersenyum.

Sementara itu Ashley yang sedang duduk sendiri di taman sambil meminum Coca Cola di hampiri oleh seorang perempuan, “heh kau sedang apa?” tanya perempuan itu, “bukan urusan mu...” jawab Ashley, “siapa nama mu?” tanya perempuan itu, “Ashley Lindwurm” jawab Ashley lagi.

“oke aku akan memanggil mu dengan panggilan Takumi!!”

TO BE CONTINUED

Siapakah perempuan itu? Dan bagaimanakah reaksi King of Underworld begitu tahu pasukannya hancur lagi? Better wait for next episode!!

Next Episode:REVENGE!!

CHAPTER 20: PROMISE TO PROTECT HINAGIKU

CHAPTER 20: PROMISE TO PROTECT HINAGIKU

“aku Dave… King of Overlord sekaligus tunangan Hinagiku…” Brendan yang mendengar itu terkejut dan mundur ke tembok perlahan-lahan, “tunangan Hinagiku?” ucap Brendan pelan, “ya tapi dulu… sekarang aku tidak tahu lagi dia menganggap ku sebagai apa…” balas Dave, ketika Brendan mendengar itu hatinya menjadi sedikit lebih tenang, “tapi apa maksudmu ‘ya tapi dulu…’ itu?” Tanya Brendan, Dave terdiam sesaat untuk berpikir kemudian melihat Brendan kembali, “2 tahun lalu… aku diangkat menjadi King of Overlord… aku tahu akan banyak bahaya datang nantinya…dan aku tidak mau melibatkan Hinagiku ke dunia ini lebih dalam karena sangat berbahaya…. Jadi…” ucapan Dave terpotong, “jadi apa?” Tanya Brendan ingin tahu, “jadi aku meninggalkannya… dan sekarang aku tidak bisa kembali muncul di depannya kemudian menarik dia ke dunia yang berbahaya kan? Karena itu aku mohon kepada mu… lindungilah Hinagiku… mungkin sekarang King of Underworld sudah mengetahui hubungan ku dengan Hinagiku…” ucap Dave pelan.

“kenapa harus aku? Bukankah kau lebih kuat dari aku?” Tanya Brendan, “mengertilah!! aku tidak mungkin muncul di depannya lagi!! Itu hanya… membuat hati ku makin sakit…” ucap Dave setengah membentak dan mengepalkan tangannya, “ternyata dia juga Tsundere…” ucap Brendan dalam hati, “kau akan melindungi Hinagiku kan? Kalau kau benar-benar mencintainya… kau pasti akan melindunginya…” Tanya Dave lagi, Brendan mengangguk, “ya aku berjanji akan melindunginya… kau bisa tenang…” jawab Brendan, Dave berbalik ke arah teras, “baguslah aku mau pergi dulu...” ucap Dave, tiba-tiba ada orang yang berlari ke dalam dan memeluk Dave dari belakang dan orang itu adalah Hinagiku, “Dave… apa kau akan pergi lagi…” ucap Hinagiku, Dave hanya diam saja, “aku sudah lama mencari mu… dan sekarang setelah kau kembali kau akan pergi lagi…” Hinagiku semakin erat memeluk Dave, Brendan hanya diam saja melihat itu sambil menggigit bibirnya sendiri, “ya… maafkan aku Hina… sekarang kau sudah memiliki orang yang lebih pantas dari ku…” ucap Dave, kemudian Dave menghilang menjadi bayangan hitam.

“apa kau tidak apa-apa meninggalkan orang yang kau cintai lagi untuk kedua kalinya…” ucap seseorang berbadan kurus dan memiliki rambut yang sedikit panjang, orang itu sedang berdiri di depan pohon di dekat gerbang Hakuo Gakuen, tiba-tiba muncul bayangan hitam di dekat orang itu, bayangan itu mulai membentuk sesosok orang dan akhirnya membentuk Dave, “ya… sudah ada orang yang lebih pantas untuknya…” ucap Dave, “padahal kau masih bisa mendapatkannya lagi…” balas orang itu, Dave hanya tersenyum, “sudah jangan bicarakan itu… saatnya kita pergi ke tempat Jonas… Kirisaki…” ucap Dave, Kirisaki hanya menggelengkan kepalanya, “yare… yare…” kemudian mereka berdua berjalan keluar dari Hakuo Gakuen.

Sementara itu Dark Saber yang terluka kembali ke tempat King of Underworld dan berlutut di depannya, “maafkan aku… aku gagal membunuhnya… tapi aku sudah menemukan Dave King of Overlord…” ucap Dark Saber, King of Underworld berbalik dan melihat Dark Saber, “tidak apa-apa… kalau kita sudah menemukan Dave maka otomatis kita akan menemukan Kirisaki dan Jonas… sekarang hanya tinggal masalah waktu…” ucap King of Underworld, kemudian King of Underworld berjalan ke arah Dark Saber dan menyembuhkan lukanya dengan kekuatannya, “yang terpenting kau tidak mati… karena kau sangat berarti bagi ku…” ucap King of Underworld, Dark Saber hanya diam saja dan tidak menjawab.

“Hinagiku?” ucap Brendan pelan, kemudian Brendan berjalan ke arah Hinagiku yang masih terduduk di teras, “aku tidak apa-apa… waktu Dave meninggalkan aku… aku selalu berbicara seperti itu dalam hati… walaupun aku tidak tahu kenapa dia pergi…dan sekarang setelah dia kembali dia pergi meninggalkan ku lagi…” Hinagiku berdiri dan berlari ke arah Brendan kemudian meremas baju Brendan sambil menangis, Brendan memegang kepala Hinagiku dan memegang kepalanya, “aku akan menggatikan posisinya… aku akan menjaga mu…” ucap Brendan sambil memeluk Hinagiku.

“Hina…” ucap Brendan dalam hati, Brendan sedang duduk di kursi di halaman sekolah keesokan harinya sampai ada seseorang yang memanggilnya “Brendan!!” panggil seseorang, Brendan menoleh dan melihat Caesar yang memanggilnya, “Caesar… kau sedang apa di sini?” Tanya Brendan, Caesar hanya tersenyum saja, “harusnya aku yang bertanya begitu… kau sedang apa di sini kan kelas sudah mulai…” ucap Caesar sambil tersenyum, “aku hanya malas masuk… kau sendiri kalau kau ada di sini berarti kau juga bolos kan?” Tanya Brendan, “hahaha aku juga bosan dengan pelajaran pak Garde” ucap Caesar, Brendan hanya tersenyum mendengar itu, dia tahu kalau pelajaran Garde agak membosankan sehingga banyak anak-anak yang bolos dari kelasnya, dan pasti akan menerima hukuman dari Garde keesokan harinya kecuali Brendan yang me “Bribe” Garde dengan sedikit gambar Loli.

“oh ya Caesar… maafkan aku… aku telas menyeret mu ke dunia yang tidak kau kenal…” ucap Brendan, Caesar tertawa kecil, “hahaha tidak apa-apa kok aku sudah sering di kejutkan dengan sesuatu seperti itu…” ucap Caesar, “kau tidak takut?” Tanya Brendan penasaran, Caesar menggelengkan kepalanya, “aku… aku juga Overlord… hanya saja Aeon milik ku pergi karena aku terlalu lemah…” ucap Caesar, Brendan terkejut mendengar itu, “o, oi Valafar memang Aeon bisa lepas dari pemiliknya?” ucap Brendan dalam hati, “itu semua tergantung pemiliknya dan juga perjanjian yang di buat ketika melaksanakan kontrak… jika Overlord tidak bisa mengasah auranya maka begitu juga dengan Aeon mereka tidak akan bisa mempertahankan ikatan antara mereka dengan Overlordnya… karena aura yang seharusnya menjadi konsumsi Aeon tidak ada…” balas Valafar, Brendan mengangguk.

“oh aku pergi dulu ya aku baru ingat ada urusan” ucap Caesar, Brendan mengangguk kemudian Caesar pergi meninggalkannya, tiba-tiba Brendan merasakan kehadiran seseorang di dekatnya, “siapa itu?!” teriak Brendan, orang tersebut keluar dari balik pohon di dekat Brendan, dan Brendan mengenal pasti siapa orang itu, “Nando…” ucap Brendan dengan nada kebencian, kemudian Brendan meembody Valafar dan mengambil kuda-kuda, “woah! Woah! Aku tidak ada maksud bertarung kakak!” ucap Nando, Brendan sedikit meregangkan kuda-kudanya tapi masih bersiap-siap kalau Nando mulai menyerangnya, “kalau begitu apa mau mu?” Tanya Brendan, “begini aku masih belum mau bertarung karena aku… tidak mau bertarung dengan Overlord yang masih setengah matang… bagaimana jika kau bekerja sama dengan ku? Aku akan menjadikan mu King of Overlord dan kita akan memusnahkan King of Underworld berdua” ucap Nando, Brendan terdiam sesaat, kemudian Brendan mengingat masa lalunya sesaat.

“2 tahun lalu… aku diangkat menjadi King of Overlord… aku tahu akan banyak bahaya datang nantinya…dan aku tidak mau melibatkan Hinagiku ke dunia ini lebih dalam karena sangat berbahaya…. jadi aku meninggalkannya…”

“selama ini kau terus menyiksa ku… tapi aku diam saja… selama ini kau selalu memerintah aku… dan aku selalu menuruti perintah mu tanpa memedulikan apa perintah itu… tapi… kalau kau berani melukai Shana... maka aku tidak akan ragu untuk mrmbunuhmu!!”

Brendan tersenyum, “hah? jangan bercanda… aku tidak mungkin bekerja sama dengan mu!!” teriak Brendan, “ya sudah baiklah kakak tapi mungkin kakak bisa memikirkannya baik-baik” ucap Nando sambil tersenyum, “tidak perlu memikirkannya lagi aku sudah pasti tidak akan bekerja sama dengan mu!!” balas Brendan, Nando berjalan ke arah Brendan kemudian ketika berpapasan dengan Brendan dia membisikan sesuatu, “kalau begitu kuasai lah Synthesis Embody kalau kau ingin mengalahkan King of Underworld sendirian… tapi aku yakin kau pasti akan mencari ku agar kau mendapatkan kekuatan lebih untuk melindungi wanti yang kau sayangi…” bisik Nando, Brendan berbalik ke arah Nando, tapi Nando sudah menghilang dan tidak ada di sana, “Synthesis Embody…” ucap Brendan pelan.

“baiklah kalian boleh membereskan buku kalian dan jangan lupa kerjakan tugas kalian!!” ucap Garde ketika dia mendengar bell pulang, “baik Sensei!!” ucap murid-murid Garde, mereka semua pun keluar kelas bersamaan, “Ryou!! Ayo pulang bersama!!” ucap Ashley sambil mendekati Ryou yang sedang di paksa Shana untuk memakan roti melon, “iya!! Seben—humph!!!” teriak Ryou yang tiba-tiba mulutnya di sumbat oleh roti melon, “nah!! Sekarang makan roti melonnya!! Kau harus menghabiskan semuanya!!” ucap Shana yang sedang memegang kotak berisi roti melon yang banyak, “baiklah aku pulang duluan ya…” ucap Garde sambil mengambil tasnya, tiba-tiba pintu kelas di dobrak terbuka, dan Brendan masuk ke dalam kelas, Ryou yang kaget mendengar pintu kelas di dobrak langsung tersendat roti melon di lehernya.

“Sensei!!” ucap Brendan, tiba-tiba Garde memegang punggung Brendan dan meremasnya, “ini dia!! Anak yang tadi bolos kelas ku!!” ucap Garde dengan nada penuh amarah, “argh!! Nanti aku kasih poster loli!! Ada yang lebih penting!! Apa itu Synthesis Embody?!” Tanya Brendan, tiba-tiba atsmorfer ruangan menjadi tidak enak, “dari mana kau mendengar itu?” Tanya Ryou, “tidak penting dari mana aku men—“ belum selesai Brendan berbicara Ryou sudah memotong kembali, “dimana kau bertemu Nando?!” teriak Ryou dengan mengeluarkan aura membunuh yang pekat, “Ryou tenanglah sedikit!!” teriak Ashley mencoba menenangkan Ryou, “bagaimana aku bisa tenang!! Dia hampir membunuh Sha— urgh!!” tiba-tiba Shana memukul perut Ryou, “sudah ku bilang kan aku tidak apa-apa” ucap Shana kesal.

“baiklah Brendan kalau kau tahu itu berarti kau bertemu Nando tadi…” ucap Garde, “tapi bagaimana jika aku tahu itu dari sumber lain!” ucap Brendan melawan, “itu tidak mungkin karena Synthesis Embody adalah penelitian yang di lakukan oleh Nando dan yang tahu itu hanya Shana, Ryou, dan anggota 5 jendral naga…” ucap Garde, Brendan terdiam sesaat, “baiklah… aku tadi memang bertemu dengannya dan dia menawarkan aku untuk menjadi King of Overlord… tapi aku menolaknya!!” teriak Brendan, “tenang lah Brendan aku tahu kau tidak akan menerima ajakannya…” ucap Garde pelan, “Synthesis Embody adalah—“ tiba-tiba pembicaraan Garde di potong oleh Ryou, “biar aku yang menjelaskannya… Synthesis Embody… memang aku akui penelitian yang di lakukan Nando ini sangat berbahaya sekaligus sangat bagus… karena Synthesis Embody bisa menciptakan Ultimate Weapon milik masing-masing Overlord…” ucap Ryou.

“berarti kalau orang seperti aku, sensei, dan kau bisa memiliki lebih dari satu Synthesis Embody kan?” Tanya Brendan, Ryou menggelengkan kepalanya, “tidak masing-masing Overlord hanya bisa memiliki satu Synthesis Embody… Synthesis Embody terbentuk hanya dengan cara menggabungkan 2 Embody yang berbeda menjadi 1 Embody… tetapi itu sangat susah untuk di kuasai… dan lagi selain mengkonsumsi aura, Synthesis Embody juga mengkonsumsi Life Force… karena itu aku bilang berbahaya… tapi… memang harus di akui yang bisa menggunakan sesuatu seperti itu hanyalah Overlord yang memiliki 2 Aeon atau lebih dan itu memang pantas di bilang Ultimate Weapon…” ucap Ryou, Brendan terdiam sesaat, “aku sudah berhasil menguasainya… tapi karena mengkonsumsi banyak Life Force aku tidak bisa mempertahankannya lebih dari semenit…” ucap Garde, Brendan, Ryou, dan Ashley terkejut mendengar itu, “tidak percaya baiklah akan aku tunjukan…” ucap Garde, kemudian Garde mengarahkan tangannya ke 1 arah dan dari tangan kiri Garde muncul sinar hijau yang membentuk Stardust, sedangkan tangan kanannya di bungkus oleh sinar biru yang berbentuk Blue Eyes, “Stardust… Blue Eyes… Synthesis Embody!!!” teriak Garde kedua cahaya tersebut bersatu dan saling menolak satu sama lain, tetapi Garde berusaha untuk menggabungkan cahaya tersebut, setelah cahaya tersebut berhasil menyatu keduanya membentuk wujud tombak, “Synthesis Embody!! Dreadnought!!” teriak Garde dan akhirnya sinar tersebut meledak dan memperlihatkan tombak hitam berornamen emas yang terlihat indah dan agung.

“ah~~ Hitagi pasti sudah menunggu deh!!” ucap Marcel yang sedang berjalan ke arah gerbang sekolah, “aku sudah menunggu mu Marcel…” Marcel berbalik ke arah suara itu dan melihat sesosok orang yang seharusnya sudah mati, “kau… bagaimana mungkin kau masih hidup?” ucap Marcel sambil mengepalkan tangannya, darahnya mendidih, orang tersebut tertawa.

“AHAHAHAHAHAHAHA!!!! Apa kau tahu Marcel!! Itu sakit sekali!! Dan sekarang aku telah kembali ke sini berkat bantuan King of Underworld… untuk mengembalikan rasa sakit itu berkali-kali lipat!!! Ya… aku Grail akan benar-benar membunuh mu sekarang!!!”

TO BE CONTINUED

Apakah yang akan terjadi dengan Grail dan Marcel? Bagaimanakah dengan keputusan Brendan terhadap ajakan Nando? Dan apakah Synthesis Embody akan berhasil di kuasai oleh Brendan? Tunggu episode selanjutnya…

Next Episode:DECENDANT OF WAR GOD!! NEOS EMBODY!!

CHAPTER 19: INVADE OF THE UNDEAD

CHAPTER 19: INVADE OF THE UNDEAD

“nama ku Caesar! Konichiwa” ucap anak itu sambil tersenyum, “baiklah Caesar… kursi mu ada di sebelah Brendan…” ucap Garde Astale, Caesar mengangguk kemudian berjalan ke arah kursi di sebelah Brendan dan duduk di sana, Caesar menoleh ke Brendan dan tersenyum, “nama ku Caesar nama mu siapa?” Tanya Caesar, “nama ku? Nama ku Brendan…” ucap Brendan sambil menguap, “Brendan? Baiklah! Salam kenal!” ucap Caesar sambil tersenyum.

Sementara itu di Warlord Headquarter

“Garaito… Arif…” ucap Dave yang memanggil Garaito dan Arif, “ada apa Dave-sama?” jawab Garaito, “misi baru untuk kalian… mungkin kalian perlu memperketat penjagaan di kota tersebut…” ucap Dave, “ahh merepotkan!! Malas!!” celetuk Arif, Dave langsung menatap tajam ke arah Arif, “cih! Baiklah!!” balas Arif, “bagus kalau begitu… lakukan tugas kalian…” ucap Dave, “baik!!” ucap Arif dan Garaito bersamaan, kemudian keduanya berbalik dan menghilang menjadi bayangan, “baiklah Ryou kalau kau tidak mau membantu ku dan Kirisaki, aku masih bisa bertindak” ucap Dave, Dave berjalan ke arah meja di dekatnya dan mengangkat foto yang ada di meja itu, di foto tersebut terdapat gambar dirinya dan seorang perempuan yang familiar, “Hinagiku…” ucap Dave pelan.

“ahh!! Akhirnya pulang juga!!” ucap Brendan yang mendengar suara bell dan sedang meregangkan tubuhnya, “mau pulang bersama?” Tanya Caesar, “hmm? Boleh… Hina!! Mau ikut pulang bersama tidak?!” Tanya Brendan ke Hinagiku yang terlihat buru-buru merapikan bukunya, “aku tidak bisa!!” jawab Hinagiku setengah membentak, “kenapa?” Tanya Brendan kembali, “aku ada urusan!!” ucap Hinagiku, setelah itu Hinagiku langsung berlari keluar kelas, “haah sibuk melulu…” ucap Brendan, “mungkin dia selingkuh!!” ucap Ashley yang ada di sebelah Brendan, Brendan yang mendengar itu kaget karena tidak menyadari Ashley ada di situ, “kau!!” ucap Brendan sambil menonjok Ashley, “ahahaha cuman bercanda!! Kebetulan Ryou dan Shana tidak masuk karena ada urusan jadi bagaimana kalau kita pulang bersama-sama?” Tanya Ashley, Brendan mengangguk, “oh ya Ashley perkenalkan dia adalah murid baru di kelas ku namanya Caesar, dan Caesar perkenalkan dia adalah kembaran ku namanya Ashley” ucap Brendan, Ashley tersenyum dan mengajak bersalaman, Caesar membalas senyum Ashley dan mereka berdua bersalaman, dan mereka bertiga berjalan ke arah pintu gerbang sekolah, dan pulang meninggalkan lingkungan sekolah.

Di taman Ashley melihat Garaito yang sedang duduk dan menggambar sesuatu yang terlihat seperti doujinshi, “Garaito?” ucap Ashley, “ah Ashley kau ada di sini rupanya…” ucap Garaito, kemudian Garaito melihat Brendan dan Caesar dengan seksama, “bersama teman mu eh? Dan kamu pasti Brendan…” ucap Garaito sambil menatap Brendan, “bagaimana kau bisa tahu?” Tanya Brendan, “Brendan dia adalah Garaito yang kemarin menolong ku dan Ryou ketika di serang tengkorak-tengkorak itu…” ucap Ashley, Caesar terkejut mendengar itu, “tengkorak?! Memangnya isu itu benar ya?! Isu orang meninggal itu?!” ucap Caesar sambil gemetaran, “… seharusnya kau jangan membicarakan itu di depan orang bia—“ tiba-tiba terasa aura dengan tekanan yang amat sangat kuat, “mereka di sini…” ucap Garaito, kemudian Garaito berbalik dan melihat Dark Saber yang sedang berjalan ke arah mereka.

“2 Overlord… 1 Warlord… 1 orang biasa… kurasa aku akan membunuh kalian… karena ini adalah perintah dari King of Underworld…” ucap Dark Saber, tiba-tiba tanah di sekeliling mereka mulai retak dan dari retakan tersebut muncul tengkorak-tengkorak dalam jumlah yang amat sangat banyak, Caesar yang melihat itu gemetar dan jatuh terduduk sambil memegang kepalanya, “tengkorak… ini bohong kan? Tidak ada yang seperti ini kan?” ucap Caesar gemetaran, “Caesar…” ucap Brendan pelan, Ashley meembody Rooklord menjadi gauntlet, sedangkan Garaito mengeluarkan sesuatu dari tasnya yang ternyata adalah Nodachi, “Brendan!! Siap-siap!!” teriak Ashley, Brendan mengangguk dan meembody Valafar menjadi pedang, tengkorak-tengkorak tersebut mulai menyerangi mereka bersamaan sementara Brendan dan yang lainnya mulai menjatuh tengkorak-tengkorak tersebut, Dark Saber berlari ke arah Caesar dan mengangkat pedangnya, “mulai dari yang lemah…” ucap Dark Saber, “sial!! tidak sempat!!” teriak Brendan berusaha menghalangi Dark Saber tetapi tidak bisa karena jarak yang jauh dan terhalangi oleh tengkorak-tengkorak di sekitar Brendan, “sayonara…” ucap Dark Saber, kemudian Dark Saber menebaskan pedangnya ke Caesar, “tidak akan!!” ucap Ashley yang tiba-tiba muncul di depan Dark Saber, “a, apa!! Bagaimana bisa!!” teriak Dark Saber terkejut, kemudian Ashley memukul Dark Saber, sehingga Dark Saber terlempar ke belakang, setelah itu Ashley mengangkat tangan kirinya yang di bungkus dengan Gauntlet yang berbeda dari Gauntlet di tangan kanannya, Gauntlet yang ini bewarna hitam pekat,

“itu Dark Armed Dragon!!” ucap Brendan terkejut, “hehehehe ternyata tidak percuma menyimpan ini…” ucap Ashley sambil tertawa kecil, tiba-tiba di sekeliling mereka muncul lubang dimensi dalam jumlah yang amat sangat banyak, dan dari lubang dimensi tersebut muncul rantai-rantai yang menyerang dan menghancurkan tengkorak-tengkorak di sekeliling mereka, “Brendan!! Sekarang!! Serang Dark Saber!!” teriak Ashley, Brendan mengangguk kemudian berlari ke arah Dark Saber, “merepotkan…” ucap Dark Saber pelan, Brendan mengayunkan pedangnya ke arah Dark Saber, tetapi Dark Saber berhasil menahannya, kemudian Dark Saber menendang perut Brendan dan menebaskan pedangnya yang membuat luka tebasan di tubuh Brendan, “baiklah kalau itu mau mu… padahal aku bermaksud membunuh mu nanti…” ucap Dark Saber, kemudian pedang milik Dark Saber bersinar bewarna hitam pekat, “Vortigen, Hammer of the Vile King…” ucap Dark Saber, sinar hitam di pedang Dark Saber mulai membesar dan membentuk pedang raksasa setelah itu Dark Saber menebas Brendan sebanyak tiga kali, sehingga membuat Brendan terluka parah dan mengeluarkan darah yang amat sangat banyak dan berceceran ke mana-mana, “aaarrrrrggghhh!!!” teriak Brendan yang kesakitan, cipratan darah milik Brendan ada yang terlempar ke arah Caesar, “darah… darah… tidak aku takut darah” ucap Caesar gemetaran.

“selamat tinggal… matilah…” ucap Dark Saber, kemudian pedang Dark Saber kembali bersinar hitam, “Excalibur, Sword of Promis—“ tiba-tiba muncul sinar terang dari belakang Dark Saber, “King’s Rule!! Solemn Judgement!!” sinar tersebut mulai bersinar terang dan akhirnya meledak dan tiba-tiba semua tulang di area tersebut berubah menjadi debu begitu juga dengan Dark Saber yang perlahan-lahan hancur menjadi debu, “hmm Ryou Kurokaze… tapi sayangnya kau salah… ini hanyalah copy dari diriku yang di ciptakan oleh King of Underworld aku yang sebenarnya berada di Hakuo Gakuen…” ucap Dark Saber sambil menatap Brendan dengan tajam, kemudian menghilang menjadi debu, Brendan yang mendengar itu langsung berlari ke arah Hakuo Gakuen, “oi Brendan!! Bagaimana dengan luka mu!!” teriak Garaito, tetapi Brendan tidak mendengarkannya dan terus berlari ke arah Hakuo Gakuen.

“sial!! dia untuk apa dia mengincar Hina!!” ucap Brendan dalam hati, setelah Brendan sampai di Hakuo Gakuen, Brendan langsung berlari ke arah ruangan ketua osis, di sana di melihat Hinagiku yang masih sibuk merapikan file-file yang berantakan, “Brendan? Kenapa kau ada di sini?” Tanya Hinagiku kebingungan, “Hina? Kau baik-baik saja…” ucap Brendan, “ya aku baik-baik saja… tunggu?! Ada apa dengan mu kenapa kau berlumuran darah?” Tanya Hinagiku ke Brendan, “aku… tidak perlu pedulikan aku…” ucap Brendan tersenyum, “sepertinya aku terlambat…” ucap seseorang, Brendan menoleh dan melihat Dark Saber di teras, “kau!! Tidak akan kubiarkan kau!! Apa sebenarnya tujuan mu mengincar Hina?! Dia tidak ada hubungannya dengan ini!!” teriak Brendan, “ada… kalau aku membunuh perempuan itu mungkin dia akan muncul dan itu akan membuat King of Underworld lebih mudah untuk memburunya…” ucap Dark Saber, “dia? Dia siapa jelaskan kepada ku!!” teriak Brendan, “siapa dia Brendan? Dan mau apa dia?” Tanya Hinagiku, “tetap di belakangku… Perfect Embody Valafar!!” ucap Brendan, kemudian Brendan mulai menebas Dark Saber dengan membabi buta, tetapi semua serangan Brendan berhasil di tangkis oleh Dark Saber tanpa sedikitpun berpindah tempat.

“aku tidak ada urusan dengan mu…” ucap Dark Saber, kemudian Dark Saber memukul luka Brendan, sehingga Brendan terjatuh kesakitan, kemudian Dark Saber berjalan perlahan ke arah Hinagiku, Hinagiku mengeluarkan shinai dari belakang mejanya, “mau apa kau?” Tanya Hinagiku ke Dark Saber, “apa kau kira Shinai bisa menang melawanku…” ucap Dark Saber, Dark Saber mengangkat pedangnya dan kemudian mengayunkannya ke Hinagiku, “HIIIIIINNNNNAAAA!!!” teriak Brendan, darah bercipratan ke segala penjuru ruangan tersebut.

“ka, kau tak kusangka muncul secepat ini…” ucap Dark Saber menahan sakit, Excalibur miliknya terjatuh ke lantai, dan Hinagiku hanya bisa melihat apa yang sedang terjadi, “Dave…” ucap Hinagiku pelan, Brendan kembali menoleh dan dia menyadari kalau darah yang bercipratan tadi bukanlah darah milik Hinagiku, melainkan darah Dark Saber, dan Brendan melihat seorang laki-laki kurus dan mengenakan kaca mata sedang memegang kapak yang sekarang tertancap di tubuh Dark Saber, dan hampir membelah Dark Saber menjadi dua, “bilang ke King of Underworld… kalau kau berani macam-macam ke perempuan ini… maka aku tidak akan memaafkannya… dan aku akan membunuh kalian… itu pasti…” ucap Dave, Dark Saber melepaskan tubuhnya dari kapak milik Dave kemudian melompat jauh ke belakang.

“Brendan!!” teriak Ashley yang datang bersamaan Ryou dan Garaito, “Ashley? Mana Caesar?” Tanya Brendan, “aku sudah menyuruhnya pulang duluan…” ucap Ashley, “sepertinya ini akan merepotkan… sampai jumpa lagi Dave King of Overlord…” ucap Dark Saber, kemudian Dark Saber melompat ke bawah dari teras, dan Excalibur milik Dark Saber berubah menjadi sinar hitam dan menghilang, tiba-tiba Garaito berlutut di depan Dave, “maafkan saya Dave-sama saya gagal melaksanakan tugas dari anda… sebagai samurai saya telah gagal…” ucap Garaito, “ya kau sudah gagal dari misi ini…” ucap Dave, “kalau begitu sa—“ belum selesai Garaito berbicara Dave sudah kembali memotong, “tapi bukan berarti kau gagal sebagai samurai…” ucap Dave, “terima kasih… Dave-sama” ucap Garaito, kemudian Garaito pergi dari ruangan tersebut.

“Dave… Kemana saja kau selama ini… aku sudah lama mencari mu…” ucap Hinagiku sambil mendekati Dave, Dave tersenyum kecil, “aku tidak ke mana-mana aku selalu mengawasi mu dari jauh…” ucap Dave, “siapa kau?” Tanya Brendan, Dave menoleh ke arah Brendan, “Hina bisakah kau keluar bersama Ashley dan Ryou? Aku ada urusan dengan orang ini…” ucap Dave sambil tetap melihat Brendan, “tapi aku—“ ucap Hina, “kumohon…” potong Dave, “baiklah…” Hinagiku berbalik dan keluar dari ruangan bersama dengan Ashley dan Ryou, setelah itu Dave berjalan ke arah Brendan, menarik kerah seragamnya dan mendorongnya ke tembok, “kau… bukankah kau menyukai Hina!! Kalau kau memang benar-benar menyukai Hina kenapa kau tidak bisa melindunginya!! Seharusnya kau bisa melindunginya!! Karena kamu sangat lemah Hina hampir terbunuh!!” teriak Dave kesal, Brendan hanya terdiam saja, “siapa kau… kau belum menjawab pertanyaan ku… dan lagi apa hubungan mu dengan Hina!! Kenapa kau begitu mengkhawatirkan Hina!!” balas Brendan, Dave melepaskan pegangannya dan membuat Brendan terjatuh di lantai.

“aku Dave… King of Overlord… sekaligus tunangan Hinagiku…”

TO BE CONTINUED

Apakah yang akan terjadi nanti kepada Hina, Brendan, dan Dave? Tunggu Episode berikutnya!!

Next Episode:PROMISE TO PROTECT HINAGIKU

CHAPTER 18: BEGINNING OF NEW LIFE, ALSO BEGINNING OF A NEW TRHEAD

CHAPTER 18: BEGINNING OF NEW LIFE, ALSO BEGINNING OF A NEW TRHEAD

“baiklah… pelajaran hari ini sudah selesai… kalian boleh pulang…” ucap Garde sambil membereskan file-file yang ada di mejanya, “ahh akhirnya pulang juga!! Baiklah ayo pulang Ryou…” ucap Ashley sambil menghampiri meja Ryou, “tunggu…” Garde menatap Ashley dengan tajam, “a, apa Sensei?” ucap Ashley pelan dengan wajah yang tegang, “apa maksud dari ini? hah?!” balas Garde sambil mengeluarkan kertas ujian bahasa inggris bertuliskan nama Ashley dan terdapat angka 4.5 di kotak nilai kertas tersebut, “a, aah waktu itu aku lagi kurang belajar…” ucap Ashley ke Garde masih dengan muka yang tegang, “kau tahu artinya apa kan?” Tanya Garde, “pelajaran tambahan sampai malam…” balas Ashley pelan, “ya!! Kau tinggal di kelas!!” teriak Garde, Ashley melihat Ryou dengan ekspresi seakan-akan minta tolong, Ryou balas menatapnya, “tenang saja aku akan menemani mu di sini... lagian Shana juga sedang sibuk kok… jadi aku juga akan menunggu Shana di sini…” ucap Ryou sambil mengeluarkan NDS dari tasnya dan mulai memainkannya, “iblis!! Bukan itu maksud ku!!” ucap Ashley dalam hati.

“berat…” gerutu Brendan yang sedang membawa tumpukan file yang amat sangat banyak, “haah? Kenapa?” Tanya Hinagiku yang tiba-tiba ada di belakang Brendan dan menatap tajam Brendan, Brendan yang menyadari Hinagiku ada di belakang langsung merubah ekspresinya, “ahahaha tidak apa-apa kok! Pekerjaan seperti ini sih mudah!!” ucap Brendan, “begitu? Baiklah…” tiba-tiba Hinagiku mengambil file yang tadi di bawanya dan menaruhnya di atas tumpukan file yang di bawa Brendan, Brendan hampir jatuh kalau tidak membetulkan posisinya tadi, “pekerjaan mudah kan? Jadi bawa itu semua ke ruangan ketua osis… aku ada urusan…” ucap Hinagiku sambil berbalik dan meninggalkan Brendan sendirian, “tu,tunggu Hina!!” ucap Brendan berusaha menghentikan Hinagiku, tiba-tiba Brendan mendengar suara tawa kecil yang ternyata adalah Marcel yang dari tadi mengintip Brendan sambil menahan tawa, Brendan yang melihat itu menjadi kesal, “KAU BANTU!!!” teriak Brendan.

“haaah damainya…” ucap Andre pelan sambil tiduran di halaman sekolah, “Andre!!” ucap seseorang yang memanggil Andre, Andre bangun dan melihat asal suara itu yang ternyata adalah Haruhi, “apa…” ucap Andre pelan, “aku, Hitagi, Hinagiku, dan Shana mau makan bento bersama!! Dan kau harus ikut!!” ucap Haruhi, Andre tersenyum, “baiklah…” ucap Andre sambil bangun dari tidurnya dan berjalan bersama Haruhi ke arah atap sekolah, “tapi aku yang paling banyak ya…” ucap Andre, Haruhi hanya tertawa mendengar itu.

Sore harinya, “oke selesai sudah… lagian sudah sore… kau boleh pulang” ucap Garde ke Ashley, “bagus akhirnya aku bisa keluar dari neraka ini!!” ucap Ashley sambil membereskan buku dan berjalan keluar kelas dengan terburu-buru, di luar kelas Ryou dan Shana sedang berbicara berdua, mereka berdua menyadari kehadiran Ashley dan langsung menghentikan pembicaraan mereka, “apa yang kalian berdua lakukan?” ucap Ashley, “tidak… kami hanya membicarakan soal Shin Megami Tensei…” ucap Ryou pelan, “mana yang lain?” Tanya Ashley, “Brendan dan Marcel adalah anggota osis jadi mereka berdua membantu Hinagiku merapikan berkas-berkas lama, Hitagi juga ikut membantu Marcel, Andre dan Haruhi pulang lebih dulu katanya mereka berdua mau ngedate atau begitulah kira-kira” jawab Shana, “jadi sekarang kita ke tempat Hinagiku dan yang lain?” Tanya Ashley ke Ryou, “tidak mereka menyuruh kita pulang lebih dulu, karena mereka akan merapikan berkas-berkas tersebut sampai malam…” ucap Ryou, Ashley mengangguk, mereka bertiga berjalan pulang bersama-sama.

Hari sudah malam dan mereka masih dalam perjalanan pulang, selama perjalanan Ryou dan Shana terlihat sangat waspada, “sebenarnya apa yang terjadi… kalian tidak bisa menyembunyikannya dari ku…” ucap Ashley yang tiba-tiba berhenti, Shana menatap Ryou, Ryou mengangguk, “sebenarnya aku dan Ryou merasakan aura yang sangat kuat dan terkutuk, dari berbagai penjuru di kota ini…” ucap Shana pelan, “aura itu sangat terkutuk aku juga merasakannya…” ucap sebuah suara yang berasal dari kalung yang selama ini di kenakan oleh Shana, “Alastor? Sudah lama sejak kau berbicara untuk terakhir kalinya…” ucap Ashley, “jangan menanyakan sesuatu yang tidak penting… kau merasakannya kan?” ucap Alastor ke Shana, Shana mengangguk, “FUZETSU!!!” ucap Shana, tiba-tiba pemandangan sekeliling berubah menjadi merah, “I, ini apa yang terjadi?” Tanya Ashley, “siapkan dirimu!! Mereka datang!!” ucap Alastor, Shana mengeluarkan Nietono no Shana miliknya, sedangkan Ryou meembody Goku Ennya, Ashley yang tidak tahu apa yang akan terjadi meembody Rooklord menjadi gauntlet bewarna biru dan terdapat lambang Core Chimail di gauntlet tersebut, keadaan hening sementara, “DI TANAH!!!” teriak Alastor, tiba-tiba tanah di sekeliling mereka retak, dan dari retakan tersebut keluar sesuatu dalam jumlah yang amat sangat banyak.

“I, ini tulang?” ucap Ashley sambil menahan mual, dari retakan tanah tersebut muncul beratus-ratus tulang yang mengenakan pakaian ungu dan mulai menyerangi mereka, Shana mulai menebas tulang itu satu persatu, begitu juga dengan Ryou yang mulai menjatuhkan tulang-tulang tersebut, “a, apa-apaan ini?” ucap Ashley sambil memukul tulang-tulang di sekelilingnya, “singkatnya ini adalah pekerjaan seseorang yang berusaha meneror kota ini… kau pasti mendengar kan kabar akhir-akhir ini tentang orang yang sudah mati tetapi masih memiliki dendam muncul dalam bentuk tulang untuk membalas dendamnya?” ucap Ryou, “ya katanya muncul hantu yang ingin membalas dendam…” balas Ashley sambil memukuli tulang-tulang lainnya, “tepatnya mereka di bangkitkan oleh Overlord yang memiliki kemampuan Necromancer… dan sekarang Overlord itu ada di kota ini…” ucap Ryou pelan, “mereka tidak ada habisnya!! Berapa kali pun di hancurkan mereka kembali muncul dalam jumlah dua kali lipat!!” ucap Shana, Ryou menggigit bibirnya, “tidak ada cara lain…” ucap Ryou, Ryou mengangkat tangan kanannya yang mulai bersinar terang.

“Royal Oppresion!! Berani-beraninya kalian muncul di hadapan ku!! King of Overlord!!” teriak Ryou, cahaya di tangan Ryou meledak dan menghancurkan semua tulang-tulang yang berusaha hidup kembali maupun tulang yang berusaha untuk muncul, sehinnga yang tersisa hanya beberapa tulang saja, setelah menggunakan Royal Oppresion, Ryou jatuh dan tubuhnya menjadi lemas, Shana langsung menahan tubuh Ryou yang jatuh, sementara Ashley menghabisi sisa-sisa tulang yang sedikit.

“ada apa dengan Ryou?” Tanya Ashley ke Shana, “dia menggunakan kemampuan tertingginya yang bernama King’s Rule dan itu menghabisi auranya dengan drastis…” ucap Shana, setelah beberapa menit tulang-tulang yang sudah di hancurkan oleh Ashley berusaha bangkit kembali dan mulai menyerang mereka lagi, “sial aku sudah kehabisan tenaga…” ucap Ashley, “Kiyomori!!” ucap seseorang, tiba-tiba muncul tebasan hitam besar yang memotong tulang-tulang tersebut, “Junk Barrage!!” ucap suara yang berbeda, dari langit muncul sesuatu yang terlihat seperti meteor dan menimpa tulang di sekeliling Ashley, tiba-tiba muncul dua bayangan dari belakang Ashley, yang satu menarik Ashley, dan yang satu lagi menarik Shana dan Ryou keluar dari tempat itu, setelah jaraknya sudah sangat jauh dari tempat tersebut, kedua orang tersebut melepaskan tarikannya dan menjatuhkan Ashley, Ryou, dan Shana, “ouch!! Siapa kalian!!” ucap Ashley, ke dua orang itu berbalik dan melihat Ashley, yang satu berambut hitam, agak tinggi, dan membawa katana di tangannya, yang satu berambut hitam juga hanya saja yang ini terlihat lebih berkarisma, dan di sebelahnya terdapat humanoid yang mengenakan jaket orange dan berbadan kecil.

“kami adalah Warlord… yang menggunakan katana di sana bernama Garaito, dan saya… kalian bisa memanggil saya dengan sebutan ganteng” ucap orang yang mengaku dirinya ganteng, tiba-tiba Garaito mengayunkan katananya dan memukul orang itu dengan gagangnya, “hentikan narsis mu yang menjijikan itu…” ucap Garaito kesal, “ok ok aku serius sekarang!! Nama ku Arif!! Puas!!” ucap Arif, “dan apa itu Warlord?” Tanya Alastor, “kau bisa menyebut Warlord adalah orang yang berada satu level di atas Overlord dan di bawah satu level dari King of Overlord” ucap Garaito, “jangan lupa jumlah Warlord hanya ada 12 orang!! Salah satunya adalah Garde Astale, Garaito, dan aku…” ucap Arif, Ashley menatap Arif, “kalau begitu bagaimana dengan Fernando Halim? Bukankah dia cukup kuat untuk di anggap Warlord?” Tanya Ashley, “Fernando Halim adalah King of Overlord… King of Overlord tidak hanya satu… kau harusnya menyadari itu… salah satunya adalah Ryou, Nando, Dave, dan Kirisaki... masih ada yang lain yang belum ku sebutkan…” ucap Garaito, Garaito mengeluarkan sesuatu dari kantongnya yang berupa surat, “berikan ini ke Garde Astale… oh dan bawa ini juga” Garaito mengeluarkan kalung kecil dari kantongnya, “apa itu?” Tanya Ashley, “Holy Neklace… effectnya hampir sama dengan Royal Oppresion milik Ryou… hanya saja kalung ini hanya menghalangi Aeon-Aeon Darkness…” ucap Garaito, tiba-tiba Ashley sedikit terkejut mendengar itu, “Aeon Darkness? Jangan-jangan tulang yang tadi…” ucap Ashley pelan, “ya tulang tadi semuanya Aeon… sekarang kamu bisa membayangkan seberapa kuat orang yang bisa mengendalikan seratus lebih Aeon sekaligus dari jarak yang jauh…” ucap Arif, Garaito dan Arif berbalik, “kami pergi dulu… tapi suatu saat kita akan bertemu lagi…” ucap Arif, kemudian mereka berdua menghilang menjadi bayangan.

“erhh Shana…” ucap Ryou pelan, Shana menoleh dan menatap Ryou, “handphone… suruh semuanya berkumpul di mansion milik Marcel...” ucap Ryou meminta tolong ke Shana, Shana mengangguk, “Ashley kau bisa menelpon yang lain untuk berkumpul di mansion Marcel sekarang juga?” ucap Shana, Ashley mengangguk dan mengeluarkan handphonenya, “menurutku orang itu tidak sekuat itu…” ucap Alastor, “apa maksudmu Alastor?” Tanya Shana, Alastor terdiam sesaat kemudian kembali berbicara, “semua tengkorak yang tadi menyerang kita… hanya memiliki sekitar 10% auranya Ryou… dengan kata lain dia bisa mengendalikan semua itu karena memang aura yang di konsumsi sangat kecil…” ucap Alastor, Shana terdiam kemudian mengangguk, “sudah… sekarang kau bisa lepaskan Fuzetsu ini dan kita bisa langsung ke mansion Marcel” ucap Ashley, kemudian Shana mengangkat Ryou, melepaskan Fuzetsunya, dan berlari bersama Ashley ke arah mansion milik Marcel.

“mereka berdua!! Berani-beraninya mengganggu ku!!” teriak seseorang yang memandang dari jauh, “apa perlu aku membunuh mereka berdua?” ucap perempuan berambut kuning, bermata kuning dan mengenakan armor serba hitam, “Arthur? Kau ada di sini rupanya… tidak perlu untuk saat ini Garaito dan Arif tidak perlu di bunuh… lebih penting kalau kita memburu King of Overlord itu…” ucap orang itu, Alter Saber berbalik, “baiklah kalau itu mau mu… King of Underworld…” ucap Dark Saber meninggalkan King of Underworld sendirian di atap sebuah gedung, “Dave, Ryou, Kirisaki, Nando, Jonas… aku akan mengalahkan kalian dan menjadi King of Overlord sekaligus King of Underworld…” ucap King of Underworld berbalik dan meninggalkan tempat tadi dia berdiri.

“apa!!!” teriak Brendan, “tenanglah sedikit…” ucap Alastor, “bagaimana bisa tenang!! King of Overlord ada lebih dari satu!! Nando saja belum selesai!! Masih ada sisa tiga lagi!!” teriak Brendan, “tidak semua jahat seperti Nando…” ucap Ryou, Brendan menjadi sedikit lebih tenang dan kemudian bersender di sofa, sementara Garde sepertinya sudah selesai membaca suratnya, “bagaimana?” Tanya Marcel, “mereka masih belum bisa menemukan orang yang melakukan semua ini… tapi mereka akan terus berusaha…” ucap Garde pelan, kemudian Garde melihat jam, “sudah jam segini… lebih kita beristirahat untuk hari esok… hal ini lebih baik kita menunggu perkembangan terlebih dahulu dari Warlord lainnya...” ucap Garde sambil beranjak dari kursinya, “Marcel kita bisa meminjam kamar di sini kan…” Tanya Garde ke Marcel, Marcel mengangguk, kemudian Garde dan yang lainnya pergi ke kamar masing-masing kecuali Ryou, “aku tahu kau ada di sana Dave…” ucap Ryou pelan, tiba-tiba dari belakang Ryou muncul seorang lelaki berambut hitam, mengenakan kaca mata, kurus, dan mengenakan kemeja, “sudah ku duga kau bisa menyadari ke hadiran ku…” ucap Dave, “bodoh… kalau aku tidak bisa menyadari kehadiran mu berarti aku tidak pantes di sebut King of Overlord…” ucap Ryou, Dave tersenyum, “kau tahu daripada kau berada di kelompok lemah ini akan lebih baik jika kau menggabungkan kekuatan dengan ku dan Kirisaki…” ucap Dave, Ryou terdiam sesaat, “mereka kuat… walaupun kekuatan mereka di bawah ku, kau, dan Kirisaki tapi setidaknya ketetapan hati mereka bisa membuat mereka menjadi lebih kuat…” ucap Ryou pelan, Dave menghela napas kemudian berbalik, “baiklah itu terserah kamu… tapi jika kau berubah pikiran hubungi saja aku…” ucap Dave, kemudian Dave pergi meninggalkan Ryou sendirian di ruang depan.

Keesokan paginya semuanya kembali menjalani hari-hari seperti biasa, “huaahm kelas hari ini membosankan…” ucap Brendan, “sepertinya aku mendengar suara orang menguap tadi…” ucap Garde sambil melanjutkan menulis di papan tulis, kemudian Garde berhenti menulis dan melihat Brendan, “Bren—“ belum selesai Garde berbicara tiba-tiba pintu kelas di ketuk, Garde mempersilahkan orang yang mengetuk pintu masuk, yang ternyata adalah kepala sekolah dan seorang lelaki yang berambut agak berdiri dan terlihat energic, “anak-anak hari ini kita akan memiliki teman baru!! Silahkan perkenalkan diri mu” ucap kepala sekolah ke anak itu, anak itu tersenyum.

“perkenalkan nama ku Caesar!! Konichiwa!!”

TO BE CONTINUED

Siapakah Caesar? Dan apakah yang akan di rencanakan oleh Dave dan Kirisaki setelah Ryou menolak untuk bekerja sama?

Next Episode:INVADE OF THE UNDEAD

CHAPTER 17: CLIMATIC BATTLE!! ASHLEY & BRENDAN VS RYOU!!

CHAPTER 17: CLIMATIC BATTLE!! ASHLEY & BRENDAN VS RYOU!!

“apa kau juga akan menghianati ku Ashley…” ucap Ryou pelan sambil menatap tajam ke arah Ashley, “aku tidak pernah menghia—“ ucap Ashley, tiba-tiba Ryou memotong, “BOHONG!! Kau akan menghianati ku… karena itu berarti sekarang kau sama seperti mereka… dan berarti mungkin aku juga akan membunuh mu bersama mereka…” ucap Ryou, “tidakkah kau sadari?! Nando hanya menggunakan mu!! Kau masih bisa berbalik ke sini bersama Ashley!! Dengan begitu… dengan begitu kau tidak perlu menanggung beban lagi!! Kembalilah ke sini… Ryou…” ucap Brendan ke Ryou, Ryou menatap Brendan dengan tajam, “apa yang membuatmu berpikir bahwa aku akan kembali ke kehidupan seperti itu… dikatai monster setiap saat… dilempari batu… dan countless abuse… dan kenapa aku harus kembali…” ucap Ryou sambil menatap Brendan dan Ashley, “karena di luar sana… di luar sana ada seorang perempuan yang mencintai mu dan menginginkan kamu untuk kembali ke sini…” ucap Brendan pelan, Ashley menatap Brendan, kemudian tersenyum kecil dan kembali menatap Ryou, “yaa kau dengar sendiri kan apa yang di katakan Brendan… hanya saja karena perempuan tersebut tsundere… jadi mungkin kau tidak menyadarinya…” lanjut Ashley.

“perteman hanya tahap awal dari permusuhan… percintaan hanya tahap awal dari ke putus asaan… kepercayaan hanya tahap awal dari penghianatan… emosi seperti itu…” Ryou mengenggam pedangnya semakin kencang dan menggigit bibirnya sendiri, sehingga bibirnya mengeluarkan darah sedikit, “EMOSI SEPERTI ITU TIDAK ADA GUNANYA!!” teriak Ryou, Ryou mengangkat tangannya dan mengarahkan pedang raksasa berornament emas di atasnya ke arah Brendan, Ashley, dan Marcel, “Sword of Judgement, Ragnarok…” ucap Ryou pelan, kemudian pedang raksasa tersebut langsung mengarah ke arah Brendan dan yang lainnya, “sial!! aura ku dan Ashley sudah habis…” ucap Brendan pelan, tiba-tiba Ojama Knight berlari ke arah Ragnarok yang ditembakan oleh Ryou, “lebih baik aku yang mati daripada tuan Marcel dan teman-temannya yang mati!! Overdrive!! Neojamarcel Burst!!” teriak Ojama, kemudian tubuh Ojama bersinar dan melompat ke arah Ragnarok, ketika Ojama Knight menabrak Ragnarok sinar di tubuh Ojama semakin terang dan akhirnya meledak dan sinar dari ledakan tersebut memakan Ragnarok dan dirinya, setelah sinar menghilang, Ragnarok dan Ojama Knight yang di telan oleh sinar juga menghilang, “Ojama terima kasih… aku tidak akan mennyia-nyiakan pengorbanan mu…” ucap Marcel, yang kemudian menundukan kepalanya dan meneteskan air mata, Marcel merogoh kantong bajunya dan mengeluarkan dua botol kecil berisi air, kemudian Marcel melempar kedua botol tersebut ke Ashley dan Brendan.

“apa ini?” Tanya Ashley ke Marcel dengan tatapan yang bingung, “Elixir… minumlah itu akan mengembalikan semua aura mu…” ucap Marcel, Ashley dan Brendan mengangguk kemudian membuka tutup botol dan meminumnya, setelah beberapa saat Ashley dan Brendan merasa auranya telah kembali 100%, “bagus kalau begitu… berarti kalian sudah siap untuk bertarung…” ucap Ryou, Ryou langsung berlari ke arah Brendan dan Ashley dan menebaskan pedangnya, Brendan dan Ashley melompat untuk menghindarinya, kemudian Brendan meembody Valafar menjadi pedang bewarna emas, sedangkan Ashley meembody Dark Armed Dragon menjadi Gauntlet bewarna hitam pekat, Ashley membuka lubang dimensi dan menembakan rantai-rantai ke arah Ryou, Ryou yang melihat itu menebaskan pedangnya ke udara kosong, dan tiba-tiba angin yang di buat oleh ayunan pedang Ryou mementalkan semua rantai yang di tembakan oleh Ashley, Brendan yang berada di belakang Ryou menebaskan pedangnya ke arah punggung Ryou, tetapi Ryou berhasil menghindarinya, kemudian Ryou menusukan pedangnya ke belakang tanpa membalikan tubuhnya dan pedang tersebut berhasil menusuk perut Brendan, Ryou menebaskan pedangnya ke depan, Brendan yang masih tertusuk di pedangnya ikut terbawa tebasanya kemudian terlempar ke depan, kemudian Ryou langsung membalikan tubuhnya dan menendang Ashley yang juga ingin menyerangnya dan membuat Ashley terlempar ke belakang.

“percuma… berapa kali pun kalian menyerang kalau kalian tidak melakukanya dengan niat membunuh, serangan kalian akan menjadi serangan yang sangat lemah…” ucap Ryou, Ryou menatap tajam Ashley dan Brendan yang masih terbaring di tanah bergantian, “kenapa… kenapa kalian tidak melakukannya dengan niat membunuh?” ucap Ryou, Ashley tertawa kecil, “tentu saja karena kau teman ku… dan aku datang ke sini bukan untuk membunuh mu… tapi menyadarkan mu…” balas Ashley sambil tersenyum, “sedangkan aku… karena aku berjanji kepada perempuan yang mencintai mu untuk membawa mu kembali… dan mungkin kita bisa menjadi teman setelah ini…” lanjut Brendan, “kalian… tidak mengerti apa-apa!!” ucap Ryou dengan nada yang membentak, “tentu saja kami mengerti… karena itu kami datang untuk menolong mu Ryou” ucap Ashley sambil tersenyum, “berhenti mempedulikan ku… overdrive… Armagedon, Sword That End the World…” ucap Ryou pelan, tiba-tiba di atas ruangan itu muncul beribu-ribu pedang berornament perak, pedang tersebut kemudian jatuh bersamaan menusuk tubuh Garde, Neos, Andre, Marcel, Brendan, dan Ashley, “aaaaaarrrrrrrrggghhh!!!” teriak Brendan, Ashley dan Marcel bersamaan, dan dalam sekejap lantai di ruangan itu berubah menjadi kolam darah, Marcel yang tidak punya kekuatan untuk berdiri lagi karena sudah di tusuk oleh berpuluh-puluh pedang jatuh tidak sadarkan diri, sementar Brendan dan Ashley walaupun mereka mengalami luka yang banyak karena tusukan pedang tersebut, mereka masih mencoba untuk berdiri.

“si, sial gauntlet ku pecah deh…” ucap Ashley terengah-engah karena menahan rasa sakit yang ada di sekujur tubuhnya sambil mengankat tangan kanannya dan memperlihatkan Gauntlet yang retak yang kemudian pecah dan jatuh ke kolam darah di bawahnya, “hehehe berarti kau harus mengganti gauntlet mu…” lanjut Brendan yang juga menahan rasa sakit, “ka, kalian… kenapa kalian masih bisa berdiri?! Kenapa kalian masih hidup?!” teriak Ryou, “Ryou tembok besi di hatinya perlahan-lahan mulai runtuh… mungkin kita memang bisa menyelamatkan Ryou…” ucap Ashley dalam hati, “tentu saja karena kita percaya… kita percaya kau pasti akan kembali…” ucap Brendan, Ryou menundukannya kepalanya, “kepercayaan… teman… apakah itu yang bisa membuat orang lain menjadi kuat? Kalau begitu apa yang telah ku lakukan selama ini…” ucap Ryou pelan, Ashley tersenyum karena perlahan-lahan Ryou sudah mulai sadar, tiba-tiba pintu di belakang Brendan dan Ashley terbuka.

“whoa!! Kolam darah!!” ucap seseorang, Brendan, Ashley, dan Ryou melihat ke arah suara itu yang ternyata suara itu berasal dari Nando yang datang dan menyeret sesuatu di tangan kanannya, “ka, kau!! Bagaimana mungkin?!” teriak Brendan terkejut, “hah? Kenapa kakak? Maksudmu bagaimana mungkin aku masih hidup? Kakak salah Tanya harusnya kakak bertanya ‘kau bagaimana mungkin bisa memainkan sandiwara kalah tersebut dengan sempurna?!’ begitu kak” ucap Nando tersenyum, Brendan yang mendengar itu terkejut, “berarti Garde belum mengalahkannya… orang ini… dia hanya pura-pura kalah!!” ucap Brendan dalam hati, “kau sudah berhasil sejauh ini Ryou… bahkan kau membuat kolam darah… oh ya tidak apa-apa kan Ryou kalau darah di sini aku tambah?” ucap Nando sambil mengangkat sesuatu yang di seretnya dari luar, Ryou membatu di situ, “Shana…” ucap Ryou pelan sambil melihat Shana yang di angkat oleh Nando dan berlumuran dengan darah seakan-akan dia mandi darah, “anggap saja ini hukuman mu… karena memperlihatkan kegundahan di hati mu…” ucap Nando, tubuh Ryou gemetaran, genggaman pedangnya semakin kencang, gigi Ryou saling beradu menahan marah.

“selama ini kau terus menyiksa ku… tapi aku diam saja… selama ini kau selalu memerintah aku… dan aku selalu menuruti perintah mu tanpa memedulikan apa perintah itu… tapi… kalau kau berani melukai Shana... maka aku tidak akan ragu untuk mrmbunuhmu!!” teriak Ryou, Ryou berlari ke arah Nando dan bersiap untuk menebasnya, “wah wah tahu tidak kalau binatang peliharaan itu tidak boleh menyerang tuannya…” ucap Nando sambil menepis pedang Ryou dengan sabernya kemudian menarik tangan Ryou dan memelintirnya, “a, argh…” ucap Ryou pelan kesakitan, Nando mengankat Ryou dan melemparnya ke dinding, Nando kembali berjalan ke arah Ryou dan menempelkan ujung sabernya di leher Ryou, “kau tahu… kalau menrutku kau sudah tidak berguna lagi aku akan menusukan saber ini ke leher mu… tapi biarkan aku berpikir sebentar” ucap Nando sambil tersenyum dan mengangkat sabrenya, “kau!! Apa yang akan kau lakukan ke Ryou!! Aku tidak akan pernah memaafkan mu jika kau menambah penderitaan Ryou!!” teriak Ashley, Nando menoleh ke arah Ashley dan menatapnya dengan tajam, “wah wah kenapa ya akhir-akhir ini banyak peliharaan yang membangkang ke tuannya… tenanglah Lindwurm… aku sudah mempersiapkan hukuman untuk mu…” ucap Nando kemudian Nando berbalik dan kembali berjalan ke arah Ryou dan menatapnya beberapa detik, sementara Ryou menatap Nando dengan tatapan kebencian, “sudah kuputuskan kau sudah tidak berguna… lagi…” ucap Nando, Nando mengankat sabernya dan menebaskannya ke arah leher Ryou, “Shana aku mencintai mu… maafkan aku… aku tidak bisa melindungi mu…” ucap Ryou dalam hati, kemudian Ryou menutup matanya.

“PERFECT EMBODY!!! CORE CHIMAIL ROOKLORD!!” teriak Ashley, Ryou membuka matanya dan melihat Ashley menahan saber Nando dengan buster blade bergagang hijau dan bermata pedang emas, “akhirnya!! Aku dapat merasakan udara segar lagi!!” ucap Rooklord yang ada di tubuh Ashley, “Ashley…” ucap Ryou pelan, “dasar bodoh… kau tidak boleh mati di sini!!” teriak Ashley, Ashley mengayunkan pedangnya dan mementalkan saber Nando, “ka, kau!! Sejak kapan kau memiliki Core Chimail?!” teriak Nando terkejut, “sayang sekali captain Nando… tapi ini adalah Aeon ku yang sebenarnya!! Dark Armed Dragon adalah Aeon ku yang kedua!!” teriak Ashley, tiba-tiba simbol Core Chimail yang ada di tangan kiri Ashley bersinar terang, Ashley menyerang Nando dengan membabi buta dan serangan Ashley sangat cepat, “I, ini tidak mungkin!!” ucap Nando terkejut, “semuanya mungkin!! Tidak ada yang tidak mungkin bagi orang yang tidak pernah menyerah!!” teriak Ashley, Ashley mengangkat pedangnya dan menebas Nando dengan kekuatan penuh, Nando berusaha menahannya dengan saber miliknya, tetapi saber tersebut terlempar dan gagal menahan tebasan Ashley, tapi Nando berhasil melompat ke belakang untuk menghindari tebasan tersebut, sehingga tebasan tersebut hanya mengenai udara kosong.

“Nando!! Aku tidak akan memaafkan mu atas apa yang kau lakukan ke aku dan Ryou!! Overdrive!!!” teriak Ashley, Nando mundur sedikit dan dia menyadari kalau di belakangnya ada orang lain, Nando langsung menoleh ke belakang yang ternyata adalah Brendan, “Nando aku juga tidak akan memaafkan mu karena kamu lah ayah merasa bersalah… overdrive…” ucap Brendan, pedang Brendan dan Ashley menyala terang, “kalian main-main kan?” ucap Nando berjalan mundur ke belakang.

“ULTIMATE BOND!!!” teriak Brendan dan Ashley bersamaan, mereka mengayunkan pedangnya bersamaan, dan dari pedang mereka keluar aura yang meladak dan membentuk naga raksasa, naga tersebut mengarah ke arah Nando dan menabraknya sehingga terbentuk ledakan yang sangat besar, “uaaarrghhh!!” teriak Nando yang terbungkus oleh sinar tersebut.

Satu bulan sudah berlalu sejak pertarungan di CnG Building, Nando berhasil kabur, ternyata gabungan Overdrive milik ku dan Ashley tidak bisa mengalahkannya dan sekarang aku kembali menjalani hidup ku seperti biasa.

“moou!! Brendan!! Sudah hampir telat nih!!” teriak Hinagiku dari bawah, “iya!! Aku turun!!” teriak Brendan, Brendan berlari ke lantai 1 dan di pintu sudah Hinagiku sudah menunggu, “lama sekali sih!! Yang lain sudah menunggu tuh!!” ucap Hinagiku ke Brendan, “iya aku tahu” ucap Brendan, mereka berjalan keluar rumah, “berhenti mengelus kepala ku!!” teriak Ryou ke Ashley yang dari tadi mengelus kepala Ryou, “hahahaha entah kenapa kepala mu enak untuk di elus” ucap Ashley, Ryou yang mendengar itu menjadi kesal dan memukul perut Ashley, “urgh!” ucap Ashley sambil memegang perutnya, Brendan dan Hina yang baru keluar rumah tersenyum melihat itu, kemudian Brendan melihat sekelilingnya, dia melihat Ashley, Ryou, dan Shana, “loh mana yang lainnya?” Tanya Brendan, “katanya mereka akan menyusul…” ucap Ashley sambil masih memegang perutnya, “itu hukuman karena ka uterus membuat ku kesal” ucap Ryou, Ashley hanya tertawa kecil, “ternyata Ryou itu adalah orang yang baik… begitu juga dengan Ashley dan Shana… walaupun Ashley memiliki hobi yang aneh yaitu membuat Ryou marah…” ucap Brendan dalam hati sambil tersenyum melihat mereka.

“hoooi Brendan!! Ashley!!” teriak seseorang, Brendan menoleh dan melihat Marcel, Hitagi, Andre, dan Haruhi, “lama sekali sih!!” Ucap Ashley, “gomene tadi aku ada urusan” ucap Marcel, “baiklah ayo kita jalan ke sekolah bersama-sama!” ucap Haruhi dengan bersemangat, di tengah perjalanan Shana mendekati Brendan dan membisikan sesuatu, “terima kasih Brendan…” ucap Shana pelan, “hah?” Tanya Brendan yang kurang mendengarnya, “nande mo nai!” balas Shana, Shana kembali berlari ke arah Ryou, Brendan tersenyum melihat Shana, di depan pintu Hakuo Gakuen mereka melihat murid lainnya yang sedang di marahi oleh seorang guru, mereka yang melihat itu diam-diam menyelinap untuk masuk, karena mereka tahu mereka sudah telat.

“tunggu!!” ucap guru itu, Brendan dan yang lainnya langsung membatu dan berbalik, “hahahaha Garde sensei berikan kami keringannan ya!!” ucap Brendan sambil tersenyum, “tidak akan kalian sudah terlambat jadi—“ ucap Garde panjang lebar, “here we go ceramah super panjang Garde Astale…” ucap Andre, kemudian Marcel membisikan sesuatu ke Brendan, “kabur!!” bisik Marcel, Brendan dan yang lainnya berbalik dan langsung berbalik ke arah sekolah, “hei tunggu!! Kalian…” ucap Garde menghela napas sambil tersenyum melihat mereka.

ya kami menginginkan hidup yang damai seperti ini tanpa gangguan dan tanpa seorang pun yang tahu ada sesuatu yang mendekat…

TO BE CONTINUED

Next Episode:BEGINNING OF A NEW LIFE, ALSO BEGINNING OF A NEW TRHEAD

FIRST ARC FINISHED, SECOND ARC IS IN PROCESS SO WAIT FOR IT OK ^^

CHAPTER 16: MY PROMISE TO SHANA… FATEFULL BATTLE

CHAPTER 16: MY PROMISE TO SHANA… FATEFULL BATTLE

“hrng…” ucap Lindwurm setengah sadar, dia membuka matanya dan melihat Brendan berdiri di dekatnya, “kau… kenapa menolong ku? Kenapa kau tidak membunuh ku saja…” ucap Lindwurm ke Brendan, Brendan tersenyum, “kau tahu mungkin mulai dari sekarang kita bisa hidup sebagai saudara…” ucap Brendan, Lindwurm menatap Brendan dengan tajam, “kita tidak akan penah menjadi saudara” ucap Lindwurm pelan, “kau keras kep—“ tiba-tiba Brendan jatuh tidak sadarkan diri, “o, oi kau tidak apa-apa kan?” ucap Lindwurm sambil mendekati Brendan, “I, ini!! tubuhnya panas seperti terbakar!!” ucap Lindwurm dalam hati, tiba-tiba pintu elevator terbuka dan dari sana muncul Garde dan yang lain, Marcel yang melihat Brendan tidak sadarkan diri terkejut dan langsung me summon Neos untuk menyerang Lindwurm, tetapi Lindwurm berhasil menghindarinya.

“kau!! Apa yang kau lakukan terhadap Brendan?! Aku akan membunuh mu sekarang!” ucap Marcel, tiba-tiba Garde menghentikan serangan Neos, “kenapa kau menghentikan ku Garde?!” Tanya Marcel, “tidakkah kau sadari… tubuh Lindwurm terluka dan auranya sudah habis… sedangkan tubuh Brendan baik-baik saja walaupun auranya habis…” ucap Garde tenang ke Marcel, “apa maksud mu Garde?” Tanya Marcel, “maksud Garde adalah yang memenangkan pertarungan ini adalah Brendan bukan Lindwurm…” lanjut Andre, kemudian Marcel mencoba menenangkan diri dan mengembalikan Neos, “kalau begitu apa yang terjadi dengan Brendan bisakah kau jelaskan?” Tanya Marcel ke Lindwurm, “sudah ku bilang ini bukan aku yang lakukan... aku juga tidak tahu tapi tiba-tiba dia jatuh tidak sadarkan diri dan badannya panas…” ucap Lindwurm, Garde mendekati tubuh Brendan dan membaca sesuatu, tiba-tiba tubuh Brendan terbakar dan dari api tersebut muncul sesosok iblis yang di selimuti api, “kalau begitu kita Tanya saja ke dia… berhubungan dia selalu di dalam tubuh Brendan…” ucap Garde sambil menatap iblis tersebut.

“haaah terima kasih anak muda… aku benar-benar di kunci olehnya sehingga aku tidak bisa keluar… oh ya ini adalah pertemuan pertama kita… perkenalkan nama ku Valafar…” kemudian Valafar menatap Lindwurm dan mendekatinya, “dan ini pertemuan kita yang kedua kalinya anak dari Vraniel…” ucap Valafar ke Lindwurm, Lindwurm membalas tatapan Valafar dengan tatapan yang tajam, “nah Valafar sekarang jelaskan apa yang terjadi…” Tanya Garde ke Valafar, “yaa bisa di bilang itu kesalahan dia… dia menggunakan Phoenix Aura di saat aura dia hanya 37% padahal aku sudah memberi tahu dia agar menggunakannya ketika aura dia di atas 60% ya jadinya begini…” ucap Valafar, Garde berpikir sebentar kemudian kembali bertanya, “apakah dia akan sembuh?” Tanya Garde ke Valafar, “itu semua tergantung perjuangan dia kalau dia bisa bertahan dia pasti sembuh…” ucap Valafar tenang, “bagaimana kalau tidak?” lanjut Marcel, “dia akan mati…” balas Valafar, semua yang mendengar ucapan Valafar langsung terkejut, “kalian…” ucap Lindwurm pelan, Garde menoleh ke Lindwurm, “ada apa?” Tanya Garde, “lanjutkan pertarungan kalian… aku akan menjaga Brendan…” ucap Lindwurm lagi, “apa maksud mu?” balas Marcel sambil menatap tajam Lindwurm, “aku tahu… ini bukan salah dia… tapi aku di kuasai oleh kegelapan bernama dendam sehingga aku bergabung dengan Nando… tapi aku tidak menyangka kalau Nando akan menjadikan aku dan Ryou sebagai alat… terutama Ryou… Nando selalu memberinya latihan yang berat dan menyiksanya hanya untuk menjadikannya King of Overlord… jadi ku mohon selamatkan lah Ryou!! Dia hanya satu-satunya teman yang ku punya…” ucap Lindwurm, Garde tersenyum melihat itu

“baiklah ayo kita masuk ke dalam! Lindwurm aku titipkan Brendan ke kamu…” ucap Garde sambil meninggalkan Lindwurm dan Valafar disana “mungkin mulai sekarang kita memang harus hidup sebagai saudara…” ucap Lindwurm pelan, Valafar menatap Lindwurm, “pada akhirnya kau menjilat ludah sendiri…” ucap Valafar, “bo, bodoh! Aku hanya berpikir apa yang di katakana oleh Brendan!” ucap Lindwurm sambil menolehkan mukanya ke arah lain, “hmm bagaimana ke adaan Aeon mu yang lain… yang ayah mu wariskan…” ucap Valafar ke Lindwurm, “Aeon? Maksud mu dia?” Tanya Lindwurm ke Valafar, Valafar menganguk, “ya Rooklord…” ucap Valafar sambil melihat Lindwurm dengan tatapan tajam, Lindwurm balas menatapnya dengan tajam.

Sementara di Garde dan yang lain sudah sampai di tempat Ryou, mereka langsung mendobrak pintu tempat Ryou berada, dan ternyata di dalam Ryou sudah menunggu sambil memegang Malevolent Sword Goku En, “aku sudah menunggu kalian…” ucap Ryou, “baiklah Ryou kali ini kau akan kalah!!” ucap Marcel, Garde meembody Blue Eyesnya dan mulai menyerang Ryou, tetapi Ryou berhasil menghindari serangan Garde, kemudian Ryou melompat dan menendang kepala Garde dan langsung menebaskan pedangnya ke Garde dan tebasan tersebut tepat mengenai Garde, tiba-tiba Neos menyerang Ryou dari belakang, tetapi Ryou menepis pukulan Neos, kemudian menarik dan melemparnya ke arah Garde, sementara Andre menembakan Des Frog dalam jumlah yang banyak ke arah Ryou, “bodoh!! Apa kau kira serangan seperti itu dapat melukai ku?! Aero, Sword of Storm!!” teriak Ryou, Ryou mengarahkan pedangnya ke arah Andre, tiba-tiba dari pedang Ryou muncul angin yang sangat kencang dan kemudian melempar Andre ke dinding di belakangnya.

“kau lengah!!” ucap Garde, tiba-tiba Garde dan Neos sudah mengepung Ryou dan mereka menyerang Ryou secara bersamaan, “lemah…” ucap Ryou pelan, tiba-tiba sekeliling Garde dan Neos berubah menjadi gelap, “a, apa ini Neos!!” ucap Garde ke Neos, “aku juga tidak tahu Garde-Dono…” balas Neos, tiba-tiba kegelapan tersebut pecah dan muncul berpuluh-puluh luka tebasan di tubuh Garde dan Neos, “Nocto, Sword of Darkness…” ucap Ryou pelan, sementara Garde dan Neos mulai rubuh perlahan-lahan dengan keadaan berlumuran darah.

“seharusnya kalian menyadari bahwa kalian itu lemah… sehingga kalian tidak menyerang sembarangan…” ucap Ryou pelan, kemudian Ryou melihat Marcel yang masih berdiri di dekat pintu, “oh ya masih ada kau…” ucap Ryou sambil berjalan mendekati Marcel, “jangan meremehkan ku…” ucap Marcel pelan sambil menatap Ryou dengan tajam, “memangnya kau bisa melakukan apa… dengan tubuh terluka… kehabisan aura… dan tanpa Aeon…” ucap Ryou sambil mengangkat pedangnya untuk menebas Marcel, “kata siapa?” ucap Marcel tersenyum, “kau!!” Ryou menebaskan pedangnya, tetapi tiba-tiba ada yang menahan serangan Ryou, “I, ini!!” ucap Ryou terkejut, ternyata yang menahan serangan Ryou adalah sesosok humanoid kecil bewarna kuning dan mengenakan armor perak.

“I have Ojama!!! ike Ojama Knight!!” teriak Marcel, Ojama Knight mendorong tamengnya dan membuat pedang Ryou terpental, kemudian Ojama Knight menebaskan pedangnya dan berhasil membuat luka kecil di badan Ryou, “ini terluka oleh mahluk seperti ini… apa kau menghina ku?” ucap Ryou sambil menatap Marcel dan Ojama Knight dengan tajam, “jika kau mau menyerang tuan Marcel maka kau harus mengalahkan ku dulu!!” ucap Ojama ke Ryou, “baiklah… overdrive…” ucap Ryou pelan tiba-tiba di atas Ryou muncul pedang dengan ornament emas dan terlihat sangat agung, “a, apa itu…” ucap Marcel takjub, “Ragnarok, Sword of Judgement!!”

“aku ada di mana…” ucap Brendan dia melihat sekeliling dan menyadari bahwa dia berada di tepi sungai dengan jembatan di atas sungai tersebut, “ini aku merasa aku harus melewati jembatan itu…” ucap Brendan sambil berjalan ke arah jembatan itu, “jangan ke sana!!” teriak seseorang yang terdengar begitu familiar, Brendan menoleh ke arah suara itu dan dia melihat seseorang yang dia kenal, Brendan membatu di sana, “a, ayah?” ucap Brendan pelan, “hmm hahahaha kau pasti Brendan! Kau sudah besar ya!” ucap Vraniel tertawa, Brendan menatap ayahnya dengan seksama, “ayah kenapa ada di sini?” Tanya Brendan ke Vraniel, “bagaimana hubungan mu dengan Ashley?” ucap Vraniel, “buruk… sepertinya dia membenci ku…” ucap Brendan, wajahnya terlihat sedih, Vraniel menatapnya dengan seksama, “Brendan… maafkan aku… karena aku…kau tersiksa… mungkin dari awal harusnya aku yang melindungi Ashley… harusnya aku menuruti pemuda berambut perak yang ku temui 10 tahun lalu…” ucap Vraniel sambil menatap langit.

“begitu… baiklah entah kenapa aku benar-benar merasa harus melewati jembatan itu…” ucap Brendan, kemudian Brendan kembali berbalik dan mengarah ke jembatan, “apa kau yakin…” ucap Vraniel pelan, “apa maksud ayah?” Tanya Brendan sambil berbalik kembali ke arah Vraniel, Vraniel berjalan melewati Brendan dan berdiri di tepi sungai, Brendan mengikutinya, “di seberang jembatan itu terdapat dua dunia yang berbeda yaitu Infernus dan Celestial… bagi orang yang bersih dia akan memasuki Celestial… bagi orang yang memiliki dosa yang berat dia akan memasuki Infernus…” ucap Vraniel, Brendan terkejut, “jangan bilang…” ucap Brendan dengan nada sedikit ketakutan, “ya jembatan ini adalah jembatan yang menghubungkan dunia orang mati dan dunia tempat kita hidup…” ucap Vraniel, Brendan menghela napas, “kalau begitu kurasa kita berdua akan memasuki Celestial” ucap Brendan tersenyum, “tidak bisa… aku memiliki dosa yang berat… aku sudah membuat takdir Ashley dan Ryou berubah… itu adalah dosa terberat yang ku miliki…” ucap Vraniel, “ka, kalau begitu aku masih bisa ke—“ belum selesai Brendan berbicara, Vraniel sudah memotong pembicaraan, “tidak… kau juga punya dosa yang berat… kalau kau pergi sekarang maka kau meninggalkan 3 hal… janjimu ke Shana… janjimu ke Garde… tujuan hidup yang kau buat... dan…” ucap Vraniel pelan.

Tiba-tiba Brendan teringat satu wajah yang selalu menolongnya, yang selalu dia pikirkan, yang memberinya arti hidup, “Hinagiku…” ucap Brendan pelan, Vraniel tersenyum, “ya aku masih belum bisa meninggalkan Hinagiku!! Aku akan kembali!!” ucap Brendan, tiba-tiba Vraniel mendorong Brendan ke sungai, “eh…” ucap Brendan pelan, “teruslah hidup… dan capai lah tujuan hidup mu…” ucap Vraniel, Vraniel meneteskan air matanya, tepat sebelum Brendan tercebur ke dalam sungai Brendan mendengar kata-kata terakhir yang di katakan oleh Vraniel, “Brendan sampaikan maaf ku ke Ashley” ucap Vraniel.

“haaaaahh!!!!” Brendan terbangun dan melihat Valafar dan Ashley yang sedang berbicara, “ohh!! Kau masih hidup!!” teriak Valafar, Lindwurm menoleh kea rah Brendan, “Lind—“ tiba-tiba Lindwurm menghentikan pembicaraan Brendan, “Ashley… panggil aku dengan sebutan Ashley…” ucap Ashley ke Brendan, “Ashley ayah meminta maaf ke kamu…” ucap Brendan pelan, Ashley terdiam sesaat, “haaah orang tua bodoh itu biarkan dia…” ucap Ashley, Brendan menatap Ashley, “Ashley kau…” ucap Brendan, “sudah tidak usah pedulikan itu… lebih baik kita mengejar Garde…” ucap Ashley, Brendan menganguk, mereka berlari ke arah ruangan Ryou, dan ketika Brendan membuka pintu Brendan melihat sesuatu yang mengerikan, kamar itu di penuhi oleh bercak darah di mana-mana, Garde dan Neos yang tidak sadarkan diri berlumuran darah, Andre yang tidak sadarkan diri yang tersender di dinding, dan Marcel yang masih berdiri, dan dilindungi oleh Ojama Knight, sedangkan di atas Ryou terdapat sebuah pedang raksasa, berornament emas, Brendan dan Ashley langsung menghentikan Ryou, “Ryou berhenti!! Kenapa kau menjadi seperti ini!!” ucap Ashley, Ryou menatap Ashley dengan tajam.

“apa kau juga akan menghianati ku Ashley?”

TO BE CONTINUED

Apakah yang akan terjadi setelah ini? better wait next episode

Next Episode:CLIMATIC BATTLE!! ASHLEY & BRENDAN VS RYOU