Kamis, 08 Oktober 2009

CHAPTER 7: TRUTH ABOUT ME

CHAPTER 7: TRUTH ABOUT ME

Marcel keluar dari ruangan tempat Brendan di rawat di depan ruangan itu berdiri seseorang berambut hitam dan bertubuh agak tinggi

"bagaimana keadaan anak itu?" tanya lelaki itu ke Marcel, dengan wajah penasaran
"tidak baik luka yang di alaminya sangat banyak... tidak seperti aku yang hanya terkena luka tebasan di perut... dia memiliki luka tebasan di mana-mana... aku, aku tak menyangka kalo ternyata Ryou sekuat itu" ucap Marcel sedikit menyesal, kemudian Marcel bertanya ke lelaki itu.

"bagaimana keadaan artifact yang kau jaga Andre? orb of divination milik ku telah berhasil di rebut oleh Ryou..." tanya Marcel ke lelaki yang sepertinya bernama Andre, Andre tidak terkejut dengan itu.

"yaa itu juga bukan salah mu siapa yang bakal menyangka bahwa Dark Armored Overlord dan King of Overlord bakal muncul di Neojamarcel Country" kata Andre berusaha membuat Marcel tidak merasa bersalah setelah beberapa menit Andre mengambil sesuatu dari kantongnya dan ternyata yang dia ambil adalah sebuah kristal yang memancarkan warna pelangi, "lihat aku berhasil mengamankan artifact milik ku rainbow crystal... berarti satu-satunya artifact yang tersisa adalah wisdom statue yang saat ini di pegang oleh Cain... kita harus memastikan kalo wisdom statue aman di tangan Cain..." kata Andre ke Marcel, Marcel terdiam sesaat.

"Cain ya... dia terlalu polos aku tidak yakin dia bisa menjaganya atau tidak..." ucap Marcel pelan dengan muka yang khawatir, Andre menghela napas,
"Cain memang polos tapi tidak dengan dia..." ucap Andre perlahan
"dia ya... ya kau benar selama ada dia kita tidak usah mengkhawatirkan Cain" jawab Marcel agak lega

sementara itu di tempat yang jauh, di sebuah pusat industri mesin, Lindwurm mulai mendekati tempat tersebut
"inikah tempat Cain berada... cish kenapa tugasku selalu kelewat mudah sih!!!" keluh Lindwurm, tiba-tiba Lindwurm melihat seseorang berjalan ke arahnya orang itu berbadan agak kurus tinggi dan memiliki rambut agak panjang, matanya bewarna ungu,
"nah... kalo seperti ini kan tidak usah repot... datanglah Dark Armed Dragon!!" teriak Lindwurm di sertai kemunculan naga hitam itu, sementara orang itu semakin dekat, "Lindwurm aku tidak mau bertarung... harap tinggalkan tempat ini dengan tenang" kata laki-laki itu.

"hah? kalau begitu tinggalkan wisdom statue di sini Cain!!" teriak Lindwurm, "aku tidak bisa!" jawab Cain tegas, "kalo begitu mati!!! Dark Void!!!" teriak Lindwurm kemudian Dark Armed Dragon pun menembakan cahaya hitam ke arah Cain, tetapi Cain tidak bisa menghindarinya sehingga dia terlempar, setelah beberapa menit Cain bangun dan matanya mulai bersinar.

"HAHAHAHAHAHAHAHAHA!!! kau terlalu penakut Cain!!" teriak Cain, "hmm? kau sudah gila ya? berbicara ke diri sendiri?" tanya Lindwurm ke Cain, "aku bukan Cain!!" teriak Cain, kemudian Cain menghilang dan tiba-tiba muncul di belakang Lindwurm,
"mus, mustahil!!!" teriak Lindwurm, "aku Kain!!! serang dia!! Power Tool Dragon!!!" dan tiba dari belakang Kain muncul sesosok naga hi-tech dengan tangan sebelah obeng dan yang sebelah lagi seperti sekop, Power Tool menusuk Lindwurm dengan obengnya yang membuat Lindwurm memuntahkan darah dan setelah itu Power Tool menarik obengnya sehingga darah Lindwurm berceceran ke mana-mana "aaaaarrrrrgggghhhh!!" teriak Lindwurm, seakan itu belum cukup Power Tool memukul Lindwurm dengan sekopnya sampai terlempar jauh.

"AHAHAHAHAHAHA!!" Kain mendekati Lindwurm sambil tertawa, "kalau kau berani menantangku berarti kau sudah tidak menghargai hidupmu lagi!! kurasa akan terasa menyenangkan apabila aku memotong-motong tubuhmu menjadi beberapa bagian kemudian melumatkannya!! Power Tool!! Double Tool C&D!!" teriak Kain dan tiba-tiba tangan Power Tool berubah menjadi gergaji mesin dan bor, dan perlahan-lahan gergaji mesin di tangan Power Tool mengarah ke arah badan Lindwurm, dan siap membelahnya menjadi 2.

"AHAHAHAHAHAHAHA!!! MATI!!!" teriak Kain, sekarang gergaji tersebut semakin mendekati tubuh Lindwurm,
"jangan... jangan main-main denganku!! Dark Armed Dragon!! perfect embody!!" teriak Lindwurm dan tiba-tiba gergaji mesin milik Power Tool terhenti oleh aura bewarna merah darah di sekeliling Lindwurm kemudian aura tersebut meledak dan mementalkan Power Tool, kemudian Lindurm berdiri perlahan dan aura yang tadinya melindungi Lindwurm berubah bentuk menjadi armor bewarna hitam pekat dan terdapat kristal merah darah di bagian dadanya, tidak hanya itu luka tempat Lindwurm tadi tertusuk juga menutup perlahan.

"mustahil lukanya menutup!!" teriak Kain terkejut, sementara Lindwurm berjalan ke arah Kain, "perfect embody dari Dark Armed Dragon memberiku kemampuan regenesasi dengan kecepatan yang di atas rata-rata... perfect embody berbeda dengan embody apabila embody memanggil senjata milik Aeon maka perfect embody mengubah Aeon itu sendiri menjadi senjata dan memberikan kita kemampuan tambahan..." kata Lindwurm,
"Aeon? apa itu" tanya Kain, "sudah kuduga kau tidak tahu monster yang kita panggil untuk bertarung itu bernama Aeon!! waktu berbicara sudah habis... Dark Flame Chain!!" tiba muncul lubang dimensi di udara kosong dan dari lubang dimensi tersebut muncul rantai-rantai yang mengikat Kain dan juga Power Tool,
"kalian berani-beraninya melukaiku separah ini kalau begitu kau akan membayarnya berkali-kali lipat" ucap Lindwurm, tiba-tiba dari lubang-lubang tersebut muncul api bewarna hitam secara bersamaan dan mulai membakar Power Tool dan Kain.

"aaaarrrrrrrggggghhhh!!! panas!!" teriak Kain, sementara Power Tool mulai meleleh,
"kurasa mungkin itu cukup... berhenti Dark Armed" tiba-tiba api tersebut menghilang, Power Tool yang sudah meleleh jatuh dan meledak, sementara Kain mengalami luka bakar yang parah,
"bagaimana kau mengerti kekuatanku kan? sekarang serahkan wisdom statue kepada ku" kata Lindwurm sambil mendekati Kain yang masih dirantai, "tidak akan... kau masih belum menang" ucap Kain, Lindwurm yang mendengar itu mulai kesal.

"baiklah kalau kau memaksa jangan salahkan aku... overdrive..." ucap Lindwurm perlahan, sementara Kain tidak dapat berbuat apa-apa karena terikat rantai.
"DARK APOCALYPSE!!" dan tiba-tiba muncul berpuluh-puluh atau bahkan beratus-ratus lubang dimensi di sekeliling Kain dan tiba-tiba dari lubang-lubang dimensi tersebut muncul cahaya-cahaya hitam yang di tembakan ke arah Kain dan setiap cahaya hitam itu mengenai Kain cahaya-cahaya hitam itu meledak, setelah beberapa menit seperti itu akhirnya lubang-lubang dimensi tersebut tertutup dan memperlihatkan Kain yang sudah bermandikan darah, Lindwurm melihat sesuatu bersinar di tanah dekat Kain, kemudian Lindwurm mendekati dan mengambil benda itu yang ternyata adalah wisdom statue yang sepertinya terlempar setelah ledakan tersebut.

"aku sudah mendapatkan apa yang aku mau... aku pergi dari sini..." kata Lindwurm berbalik lalu masuk ke dalam lubang dimensi yang dia buat yang ternyata juga bisa di gunakan sebagai portal, sementara Kain yang di tinggalkan merasa kesal telah di kalahkan, "kalau aku tidak bisa menjaganya maka aku akan menghancurkannya..." ucap Kain perlahan

sementara di mansion Marcel, Brendan sudah sadar setelah berhari-hari tidak sadarkan diri, tetapi dia masih shock karena kenyataan tentang dirinya yang ternyata adalah sebuah kloning dari Lindwurm, Brendan bangun dari tempat tidurnya dan meninggalkan ruangan perawatan di luar dia melihat Marcel dan Andre yang sedang berbicara,
"ah Brendan perkenalkan dia-" belum selesai Marcel berbicara Brendan sudah memotongnya "TINGGALKAN AKU SENDIRI!!" teriak Brendan sambil berjalan ke arah halaman belakang, muka Marcel terlihat khawatir,
"memang mengetahui bahwa ternyata dirinya bukanlah manusia melainkan sebuah kloning pasti membuat dia despresi" kata Andre ke Marcel,
"ya pasti... tunggu aku tahu siapa yang bisa menenangkannya!!" kata Marcel seraya mengambil handphone dari kantungnya.

sementara di halaman belakang Brendan sedang duduk bersandar di pohon dan masih mengingat dengan jelas perkataan Lindwurm ke dirinya, perlahan air matanya menetes,
"hahahaha untuk apa aku hidup sekarang... dari dulu tujuanku hidup adalah untuk mencari ingatan masa lalu ku... tapi sekarang untuk apa aku hidup!!!" teriak Brendan sambil menangis terisak, Brendan merasakan kehadiran seseorang di belakangnya.

"SUDAH KUBILANG JANGAN GANGGU AKU!!" teriak Brendan tapi orang itu tetap berjalan ke arah Brendan dan memeluk Brendan dengan lembut pelukannya begitu hangat, Brendan pun menoleh kebelakang dan dia melihat Hinagiku di sana Brendan pun langsung terkejut,
"Hi, Hina-chan?" tanya Brendan, "jangan mengakhiri hidup mu seperti ini Brendan..." ucap Hinagiku perlahan, "kau tidak tahu apa-apa... aku bukanlah manusia bahkan aku bukanlah Brendan aku hanya replika gagal dari seseorang" ucap Brendan perlahan "a, aku... aku tidak memiliki tujuan hidup lagi" tangis Brendan, kemudian Hinagiku menarik kepala Brendan dan menciumnya, muka Brendan dan Hinagiku memerah "kau adalah kau Brendan... walaupun kau kloning tapi kau hidup... kau ada di sini... jika kau kehilangan tujuan hidup kau hanya tinggal menemukan yang baru... manusia tidak akan bisa menjadi kuat jika hanya meratapi nasib mereka... manusia bisa menjadi kuat karena mereka berusaha melawan nasib mereka dan mencoba mengubah masa depan mereka... dan jangan pernah bilang kalau kau kloning dan bukan manusia!!! karena kau hidup... dan itulah bukti mu sebagai manusia..." kata Hinagiku ke Brendan kemudian Hinagiku memeluk Brendan, dan di saat itu Brendan menemukan tujuan hidupnya yang baru, tujuan hidup untuk melindungi seseorang yang menjadi cahaya baginya, seseorang yang menariknya dari kegelapan yang dalam, Brendan balas memeluk Hinagiku.

"ya... tujuanku yang baru adalah... melindungimu Hinagiku... aku tidak ingin melihat muka mu yang sedih"

TO BE CONTINUED

apakah Brendan berhasil bangkit dari keterpurukannya? saksikan episode berikutnya
next episode:MY LIFE RESOLVE!!

Rabu, 07 Oktober 2009

CHAPTER 6: KING OF OVERLORD RYOU KUROKAZE!!

CHAPTER 6: KING OF OVERLORD RYOU KUROKAZE!!

Brendan mendengar suara tepuk tangan dari belakang, kemudian Brendan menoleh dan melihat sesosok laki-laki berambut hitam.

"pertarungan yang hebat oh perkenalkan nama ku Ryou Kurokaze" kata laki-laki itu, Brendan langsung terkejut mendengar nama Ryou Kurokaze
"begitu jadi kau adalah laki-laki yang di sebutkan oleh Shana..."Brendan berlari ke arah Ryou dan mengarahkan bor yang berlumuran darah tersebut ke arah leher Ryou
"katakan!! apa yang kau ketahui tentang masa lalu ku!!" teriak Brendan ke Ryou, dengan muka yang tenang Ryou menepis bor milik Brendan
"kau yakin mau betarung dengan ku? asal kau tahu kau bisa mati kalau melawanku dalam keadaan kehabisan tenaga seperti ini" ucap Ryou pelan, tiba-tiba dari belakang Ryou muncul 2 orang laki-laki lainnya yang 1 anak kecil berambut hitam dan yang 1 wajahnya tidak terlihat karena tertutup jubah.

"Ryou kurasa kita tidak perlu membuang waktu di sini lagi" kata anak kecil tersebut sambil menatap Ryou
"ah Kenny kurasa kau benar kita sudah mendapatkan orb of divination, mari kita pergi dari sini" kata Ryou sambil membalikan badannya
"bagaimana dengan Garde?" tanya yang mengenakan jubah, sekejap wajah Ryou mengeras
"biarkan dia, orang lemah tidak ada gunanya dia hanya tinggal menunggu waktu sampai nyawanya benar-benar hilang" kata Ryou tenang Brendan dan Marcel yang mendengar itu terkejut, "apa kau tidak khawatir dengan teman mu hah!?" teriak Brendan tapi Ryou tidak memedulikan apa yang di katakan Brendan.

"Brendan jangan biarkan dia membawa orb of divination kejar dia!!" teriak Marcel, Brendan mengangguk dan kemudian mengejar Ryou
"RYOU!!!" Brendan semakin mendekati Ryou setelah jaraknya sudah dekat Brendan menusukkan bornya, tapi bornya berhasil dihentikan oleh Ryou dengan satu tangan kemudian bor milik Brendan di patahkan,
"kau benar-benar membuatku kesal sekarang... perfect embody Malevolent Sword Goku En!!" tiba-tiba muncul api bewarna biru dari tangan Ryou api tersebut membentuk sebuah pedang dengan kristal berwarna biru di gagangnya, setelah itu Ryou mendorong Brendan dan mengambil kuda-kuda.

"Nocto,Sword of Ultimate Darkness" ucap Ryou pelan dan tiba-tiba di sekeliling Brendan berubah menjadi gelap, dan semua indra Brendan tidak berfungsi,
"i, ini apa yang terjadi?" tanya Brendan dalam hati dengan ketakutan,
"aku tidak bisa melihat... tidak bisa berbicara... tidak bisa mendengar... apa ini, apa aku bernapas? apa aku masih hidup!?" tiba-tiba kegelapan tersebut pecah bersamaan dengan munculnya puluhan tebasan di tubuh Brendan, darah Brendan muncrat ke mana-mana seakan-akan hujan darah, Brendan terkejut disertai rasa sakit di sekujur tubuhnya.

"i, ini kah kekuatan Ryou Kurokaze, overlord terkuat di dunia!! tidak... dia raja dari para overlord" ucap Brendan dalam hati, sesaat sebelum Brendan terjatuh Brendan me embody Guardian dan menahan tubuhya dengan pedang,
"sudah ku bilang kalau gegabah kau bisa mati!!" teriak Ryou, tapi Brendan tetap berjalan ke arah Ryou.

"hentikan sudah cukup aku berubah pikiran biarkan dia pergi kita bisa menyusun strategi kembali!!" teriak Marcel, tapi Brendan tetap berjalan ke arah Ryou
"ku mohon beri tahu aku masa lalu ku" ucap Brendan pelan, tapi Ryou kembali membalikan badannya dan meninggalkan Brendan, sementara yang mengenakan jubah mendekati Brendan.

"kau mau tahu masa lalu mu hah?" kata orang tersebut sambil menatap Brendan, setelah itu dia membuka jubahnya perlahan-lahan dan memperlihatkan mukanya, Brendan dan Marcel terkejut bukan main orang tersebut memiliki wajah yang identik dengan Brendan yang membedakannya hanya lah rambutnya yang bewarna hitam pekat dan matanya yang bewarna merah darah,
"si, siapa kamu?" kata Brendan terkejut, sementara orang itu semakin mendekati Brendan,
"wah wah kejam sekali kau melupakan ku oh ya itu tidak aneh karena kau amnesia kalau begitu biar ku perkenalkan diri ku namaku adalah Lindwurm... Ashley Lindwurm salah satu dari 5 jendral naga... masa lalu mu adalah masa lalu ku karena kau adalah..." ucap Lindwurm pelan sambil mendekati Brendan "kloning gagal dari aku kau tidak amnesia tapi tidak memiliki ingatan" ucap Lindwurm pelan Brendan yang mendengar itu langsung shock.

"aku bukan manusia... aku kloning?" kata Brendan perlahan, sementara Lindwurm membalikan badannya,
"ya... kau adalah kloning gagal ku... selamat tinggal kloning... Dark Armed Dragon..." setelah berkata seperti muncul sesosok naga besar bewarna hitam yang terbungkus oleh armor hitam pula, naga itu mulai mencharge cahaya hitam di tangannya dan menembakannya ke arah Brendan, Brendan yang masih shock tidak menghindar dan terkena cahaya hitam itu dan terlempar jauh ke belakang.

"aku kloning..." ucap Brendan pelan sebelum jatuh tidak sadarkan diri, sementara Lindwurm meninggalkan Brendan dan Marcel,
"Brendan..." ucap Marcel pelan kemudian Marcel melakukan summoning yang memanggil Neos "Neos cari bantuan cepat!" perintah Marcel
"baik tuan Marcel" setelah itu Neos pergi mencari bantuan.

"Brendan beban mu terlalu berat..."

TO BE CONTINUED

apakah yang akan terjadi dengan Brendan? bacalah Chapter berikutnya

Next Episode:TRUTH ABOUT ME
_________________

CHAPTER 5: ULTIMATE DRAGON!! FINAL SHOWDOWN!! BRENDAN VS GARDE ASTALE!!

CHAPTER 5: ULTIMATE DRAGON!! FINAL SHOWDOWN!! BRENDAN VS GARDE ASTALE!!

“maju Blue Eyes!” perintah Garde, Blue Eyes yang di kiri mulai menyerang Brendan dengan buntutnya Brendan melompat untuk menghindarinya tapi ternyata yang di kanan juga menyerang Brendan dengan buntutnya dan serangan tersebut mengenai Brendan sehingga Brendan terlempar kebelakang.

“urgh… aku tak menyangka akan di keroyok oleh 3 naga seperti ini” pikir Brendan tiba-tiba terbesit ide di pikiran Brendan “kalau begitu akan menyerang masternya”

“embody!! Doom!!” Brendan pun terbang ke arah Garde, tapi ternyata Garde menyadari taktik Brendan
“jangan coba-coba kau!!” ketiga Blue Eyes terbang ke langit dan mulai mencharge cahaya di mulutnya dan siap melepaskannya ke Brendan
“Burst Stream of Destruction!!” ketiga Blue Eyes melepaskan cahaya itu ke arah Brendan dan cahaya itu tepat mengenai Brendan di sertai ledakan yang besar.

“HAHAHAHAHAHA BRENDAN KAU TERLALU MUDAH UNTUK DI BUNUH!!!” teriak Garde senang, tetapi ternyata perkiraan Garde salah di balik asap ledakan, Brendan masih terbang ke arah Garde.

“a, apa!? Bagaimana mungkin kau masih selamat setelah terkena 3 Burst Stream of Destruction hah!?” teriak Garde terkejut
“mudah saja dalam sekejap aku menukar Doom dengan Guardian kemudian menggunakan kekuatan tameng Guardian untuk menghisap ke tiga serangan mu itu lalu aku tukar lagi Guardian dengan Doom!!” balas Brendan, setelah Brendan mendekati Blue Eyes yang di kiri, Brendan kembali menukar Doom dengan Guardian dan kemudian memotong kepala Blue Eyes.

“GRAAAAAH!!” raung Blue Eyes yang kesakitan kemudian menghilang menjadi cahaya, sementara Garde terbang menjauh ke atas bersama Blue Eyes yang di tungganginya dan ketika pertahanan Brendan terbuka Blue Eyes yang satu lagi Menembakan cahaya kembali ke arah Brendan dan Brendan tidak sempat untuk menghindar, Tameng milik Guardian juga sudah di gunakan tadi,
“SIAL!!!” teriak Brendan, tepat sebelum sinar itu mengenai Brendan sesosok siluet muncul dan menangkis cahaya itu hingga meledak setelah ledakan menghilang dan asap menipis Brendan bisa melihat dengan jelas siapa siluet tersebut, ternyata di balik siluet tersebut adalah orang yang Brendan kenal.

“Neos!!! Berarti Marcel baik-baik saja?” Tanya Brendan sambil menoleh ke bawah, di bawah, Brendan melihat Marcel bersandar di pohon walaupun dalam keadaan terluka parah, Marcel mengacungkan jempolnya ke arah Brendan, Brendan merasa lega karena tahu kalo Marcel baik-baik saja.
“Brendan tuan Marcel menyuruh anda untuk menyerang master dari naga ini… kalo master dari naga ini kehilangan kesadaran maka otomatis naga ini juga menghilang sedangkan saya akan mengurus naga yang ada di sini” kata Neos kepada Brendan
“baiklah terima kasih Neos!!” Brendan kembali terbang ke arah Garde sementara Neos memulai pertarungannya dengan Blue Eyes.

“aku tidak menyangka melawan anak ini akan membuang banyak waktu dan tenaga…” kata Garde dalam hati kemudian Garde melihat Brendan semakin mendekatinya.
“cish keras kepala sekali anak ini… Blue Eyes charge Burst Stream!!” teriak Garde, sementara Blue Eyes mulai mencharge cahaya di mulutnya kembali.
“GARDE!!! AKU AKAN MENGALAHKAN MU!!!” teriak Brendan geram
“KAU TIDAK AKAN BISA MENGALAHKANKU!!!” balas Garde ke Brendan, Blue Eyes pun sudah selesai mencharge Burst Stream
“TERIMALAH INI DAN MATI!!! BURST STREAM OF DESTRUCTION!!!” teriak Garde kemudian Blue Eyes menembakan sinar tersebut ke Brendan sinar yang ini lebih besar dan kuat daripada sebelumnya tapi Brendan tetap maju melawan sinar tersebut.

“kau… apapun yang terjadi aku tidak boleh kalah pedang ini… pedang yang ku pegang ini membawa harapan Marcel!! Dan juga Membawa harapan Hinagiku!! Pedang ini adalah pedang ikatan… pedang ini adalah SWORD OF BOND!!!” Teriak Brendan kepada Garde.
“kalau begitu akan kuhancurkan ikatan itu hingga berkeping-keping!!” balas Garde

“heh dia memang selalu percaya diri” ucap Marcel pelan sambil menonton pertarungan Brendan dan Garde. “kalau begitu aku juga tidak boleh mengecewakannya… Neos! Overdrive!!” perintah Marcel ke Neos yang sibuk bertarung dengan Blue Eyes yang lain
“baiklah tuan Marcel!!” Neos mundur ke belakang sampai jaraknya cukup jauh dari Blue Eyes dan mengambil kuda-kuda, sementara Brendan bertabrakan dengan sinar yang di tembakan oleh Blue Eyes, Brendan berusaha mendorongnya tapi sepertinya usaha itu sia-sia, malah Brendan yang terdorong ke tanah, tetapi Brendan tetap berusaha.

“kalau… kalau aku kalah di sini maka apa bedanya aku dengan aku yang dulu!!! Kalau aku kalah di sini maka apa gunanya kekuatan yang kudapat ini!!! hanya kali ini… hanya kali ini saja aku tidak boleh kalah!!!” teriak Brendan, pedang Brendan mulai bersinar dan kemudian sesuatu yang di luar dugaan terjadi Brendan berhasil menebas Burst Stream menjadi 2 dan masing-masing dari pecahan Burst Stream tersebut mengenai tempat lain, Brendan pun kembali mengarah ke Garde.

“mustahil!! Apa-apaan kekuatan ini!! memangnya dia monster apa!!” teriak Garde terkejut, sementara Neos mulai mengumpulkan auranya,
“overdrive…” ucap Neos dan Marcel bersamaan, Blue Eyes mulai menyerang Neos dengan projectile cahayanya tetapi projectile itu tidak ada yang berhasil sampai di tempat Neos, projectile-projectile tersebut musnah terkena tekanan aura Neos.

“JUSTICE WRATH!!” teriak Marcel dan Neos bersamaan, Neos pun terbang ke arah Blue Eyes dengan kecepatan rocket, sementara Brendan semakin mendekati Garde dan
Blue Eyesnya. “Berhenti!!” teriak Garde, tetapi Brendan tidak pedulikan itu, Brendan pun mengambil kuda-kuda untuk menebas Blue Eyes.

“sampai jumpa Garde!!” teriak Brendan, begitu juga dengan Neos, dia semakin mendekati Blue Eyes dengan kecepatan rocketnya.
“HAAAAAAAAAAH!!!” teriak Brendan,Marcel, dan Neos bersamaan, dengan kecepatan rocketnya Neos menembus dada Blue Eyes, sementara Brendan menebas Blue Eyes yang di naiki Garde menjadi 2, setelah itu ke-2 Blue Eyes menjadi cahaya dan meledak, Brendan dan Neos yang terkena imbas ledakan terlempar ke tanah begitu juga dengan Garde yang sebelumnya menaiki Blue Eyes.

“apakah kita berhasil?” Tanya Brendan ke Neos.
“sepertinya begitu kita sudah mengalahkan 1 dari 5 jendral naga” balas Neos.
“1? Jendral naga? Maksudmu masih banyak orang yang seperti Garde?” Tanya Brendan kebingungan dan cemas
“ya di dunia ini overlord yang memiliki monster naga terkuat ada 5 orang dan Garde hanya salah satunya” jawab Neos tenang
“lebih baik kita tidak usah pedulikan itu dulu… aku mau mengecek keadaan Marcel dulu” kata Brendan ke Neos, Brendan pun berlari ke arah Marcel belum sampai di tempat Marcel tiba-tiba ada projectile cahaya dari belakang dan tepat mengenai Neos sehingga Neos terlempar.

“argh!!! I, ini aku kira kita sudah menghabisinya!!” teriak Neos kesakitan, Brendan menoleh ke belakang dan dia melihat Garde berdiri sambil memainkan harmonicanya dan dibelakangnya ada cahaya yang membentuk sosok 3 Blue Eyes hanya saja dia tidak benar-benar menjadi Blue Eyes melainkan hanya berbentuk cahaya saja.

“hehehehehehe HAHAHAHAHAHA!!! Jangan kira ini sudah selesai Brendan!! Aku masih belum kalah!!!” teriak Garde kemudian Garde kembali memainkan harmonicanya, tiba-tiba Blue Eyes di belakang Garde bersatu menjadi satu naga raksasa berkepala 3, Brendan dan Neos yang melihat itu terkejut.

“ti, tidak mungkin… setelah susah payah aku mengalahkan 2 naganya dia masih ada naga lagi!!” teriak Brendan ketakutan
“nah Brendan-kun coba hindari yang ini…” ucap Garde tenang sambil memperbaiki letak kaca matanya, sementara ke-3 kepala Blue Eyes mencharge cahaya, dan sekarang waktu yang di gunakan Blue Eyes untuk mencharge cahaya 4 kali lebih cepat dari yang tadi, setelah selesai ke-3 kepala Blue Eyes menembakkan Burst Stream ke seluruh penjuru sehingga terjadi ledakan di mana-mana, salah satu dari cahaya itu mengarah ke arah Marcel.

“tidak akan ku biarkan kau!!” teriak Neos, kemudian Neos terbang mengarah ke cahaya yang di tembakan ke arah Marcel dan menangkisnya, setelah asap mulai menipis, Brendan melihat sesuatu yang mengerikan yaitu ratanya Neojamarcel Country dengan tanah dan hilangnya Neos menjadi abu.

“kau tega sekali berbuat ini… kau tega sekali membunuh Neos!!” teriak Brendan ke Garde, “hah membunuh apa aku tidak salah dengar? Dia tidak mati… dia hanya kembali ke dimensinya dan beregenasi sampai waktunya siap di pakai lagi” kata Garde tenang.
“pakai? Di pakai kau bilang? Mereka bukan alat mereka adalah teman kita!!” teriak Brendan marah “bukan alat kau bilang semua monster adalah alat!!” balas Garde.
“Brendan… kumohon kalahkan lah Garde… berani-beraninya… berani-beraninya dia menghancurkan Negara ku!!” teriak Marcel.

“tentu saja aku akan mengalahkannya!!” setelah Brendan berbicara begitu, simbol di tangan Brendan kembali memanas dan lagi-lagi Brendan ada di dimensi gelap itu di situ Brendan melihat 2 monster yang berbeda yang satu terbuat dari es dan membawa tombak sedangkan yang satu adalah mesin dengan kepala berbentuk bor
“kalian… Chimail yang lainkan? Siapa kalian” Tanya Brendan
“seperti yang saya duga dari tuan kami, perkenalkan tuan saya adalah Powerhand” ucap Chimail yang berbentuk mesin
“kalau saya… anda cukup memanggil saya dengan Ice tuan…” kata yang terbuat dari es
“baiklah apakah kalian ke sini untuk memberikan kekuatan kalian?” Tanya Brendan
“ya kami akan memberikan kekuatan kami ahh tidak bahkan kami akan melepaskan “limiter” yang ada di diri tuan” kata Powerhand
“limiter? Apa maksudmu dengan limiter?” Tanya Brendan
“saya yakin tuan sudah melihat yang namanya Overdrive… orang yang bisa mengeluarkan Overdrive hanya orang yang limiternya sudah lepas” kata Ice
“baiklah kalau begitu kuterima kekuatan pemberian kalian dan pelepasan limiter itu!” kata Brendan kepada Powerhand dan Ice
“dengan senang hati tuan” kata Powerhand, setelah itu Powerhand dan Ice berubah menjadi cahaya dan masuk ke tubuh Brendan dan kemudian aura yang di miliki Brendan meledak dan membuat dimensi itu pecah, dan lagi-lagi Brendan ada di tempat yang sama dan waktu yang sama.

“aku tidak tahu apa yang kau rencanakan tapi kali ini aku tidak akan menahan kekuatan ku lagi!!” teriak Garde, setelah itu Garde mengambil kuda-kuda.

“Overdrive…” ucap Garde pelan, kemudian ke-3 kepala Blue Eyes mulai mencharge cahaya, sementara Brendan me embody Ice yang memunculkan sebuah gungnir yang terbuat dari es dari udara kosong.

“Overdrive…” ucap Brendan pelan dan perlahan-lahan aura di sekelilingnya menyelimuti tubuhnya dan berubah warna menjadi biru, sedangkan Blue Eyes sudah selesai mencharge cahaya.

“ULTIMATE BURST STREAM OF DESTRUCTION!!!” teriak Garde, kemudian ke-3 kepala Blue Eyes menembakan Burst Stream ke-1 arah yang kemudian bersatu menjadi satu Burst Stream raksasa, sementara Brendan juga sudah selesai mencharge auranya.

“ABSOLUTE ZERO!!” teriak Brendan kemudian aura milik Brendan meledak dan semua yang terkena imbas ledakannya menjadi es termasuk Burst Stream dan Blue Eyes, kemudian Brendan melompat ke atas dan melempar gungnirnya ke arah Blue Eyes semua es yang di lewati oleh gungnir milik Brendan pecah dan menjadi debu, dan ketika Blue Eyes yang menjadi es tertusuk oleh gungnir, tubuhnya langsung pecah dan pecahannya perlahan-lahan terkikis menjadi debu, Garde yang melihat itu terkejut.

“mus, mustahil monster terkuatku!!” Brendan mengembalikan Ice ke dimensinya dan kemudian me embody Powerhand yang memunculkan bor berbentuk pedang, kemudian Brendan berlari ke arah Garde.

“Garde hanya kau yang tidak ku maafkan!! OVERDRIVE!! MAXIMUM DRILL!!” teriak Brendan kemudian bor yang di pegang Brendan berputar dengan kencang dan angin yang terbawa oleh putaran bor membentuk sebuah glaive raksasa, kemudian Brendan menusukan bor tersebut ke Garde, Garde yang tertusuk memuncratkan darah yang amat sangat banyak, dan darah tersebut juga terbawa oleh putaran bor.

“aaaaaaaaaAAAAAAAAARRRRRRRGGGGGGGHHHHHHH!!!!” teriak Garde yang tidak dapat menahan rasa sakitnya, kemudian Brendan mendorong bornya yang membuat Garde terlempar dan jatuh tidak sadarkan diri dan berlumuran darah

“hahahahahahaha” tertawa Brendan lemas “SCREW THE RULE eh? Pada akhirnya aku yang menang” kata Brendan tiba-tiba Brendan mendengar suara tepuk tangan dari belakang, Brendan menoleh dan melihat seorang laki-laki berdiri di sana, laki-laki tersebut kurus, berambut hitam, berpenampilan cool, dan memiliki tampang yang lumayan.

“pertarungan yang hebat… oh ya perkenalkan nama saya adalah Ryou Kurokaze”

TO BE CONTINUED

Apakah yang membuat Ryou Kurokaze menampakan dirinya? saksikan chapter berikutnya
Next Episode:KING OF OVERLORD RYOU KUROKAZE!!

CHAPTER 4: REALM OF OJAMA!! OJAMA COUNTRY!!

CHAPTER 4: REALM OF OJAMA!! OJAMA COUNTRY!!

“OVERDRIVE!! OJAMA HEXA HURRICANE!!” teriak Marcel, sementara Brendan terus berlari ke arah Marcel sambil menantang angin yang di tembakan oleh Ojama

“percuma Brendan!! Overdrive adalah ledakan aura dari overlord atau kau bisa menyebutnya sebagai serangan terkuat overlord kau tidak akan bisa melawan angin itu!!” teriak Marcel ke Brendan.

“selama masih ada harapan aku tidak akan menyerah!! tidak ada yang tidak mungkin selama kita mencoba!!” balas Brendan, kemudian Brendan melempar tameng batu yang ada di tangan kirinya dan tiba-tiba tameng batu tersebut pecah dan menjadi pusaran yang menelan angin yang di tembakan oleh Ojama, setelah angin tersebut menghilang bersama tameng, Brendan pun melompat ke arah Ojama kemudian menebas ke-5 Ojama tersebut

“EEEEEEEEKKKKK!!!” teriak para Ojama yang kemudian menghilang menjadi cahaya, setelah itu Brendan memukul Marcel dengan gagang pedang sampai Marcel terjatuh, lalu Brendan menebaskan pedang itu dan menghentikannya tepat di dekat leher Marcel.

“skakmat!! Dan balasan untuk pukulan harisen yang kau berikan!” kata Brendan, Marcel terdiam sesaat, kemudian dia tertawa.
“hehehehehehe….. AHAHAHAHAHAHAHA!!” aku benar-benar tidak menyangka kau bisa sekuat ini!! terlebih bukannya melakukan summoning malah melakukan embody!! Kau benar-benar membuatku terkejut Brendan!!” kata Marcel sambil tertawa, Brendan mengangkat pedangnya yang kemudian hilang menjadi cahaya, kemudian membantu Marcel bangun.

“apa itu embody?” Tanya Brendan ke Marcel dengan muka yang penuh Tanya

“aah yaa kau masih baru tentang overlord jadi yaa tidak aneh kalo kau tidak tahu… embody itu adalah kekuatan yang hanya bisa di gunakan oleh 3 orang saat ini, yaitu kamu, Ryou, dan orang itu… singkatnya embody beda dengan summoning apabila summoning memanggil monster dari dimensi lain maka embody memanggil senjata milik monster tersebut dari dimensi lain… mengerti?” kata Marcel panjang lebar
“ya ya aku mengerti” jawab Brendan, kemudian Marcel kembali diam sesaat dan kemudian dia melihat Brendan dan kemudian diam lagi setelah beberapa menit berlalu seperti itu akhirnya Marcel kembali berbicara.

“hmm baiklah besok aku akan membawa mu ke sebuah negara tersembunyi karena aku ada keperluan dan juga aku ingin menunjukan sesuatu kepada mu sekalian ingin memperkenalkan mu kepada raja negeri tersebut… oke aku mau ke tempat Hitagi dulu, kalo mau berkeliling silahkan saja dan jangan lupa bersiap-siap untuk perjalanan besok…” setelah berbicara seperti itu Marcel kembali ke dalam mansionnya meninggalkan Brendan sendiri di halaman belakang.

“hmmm kurasa aku harus menemui Hina terlebih dahulu tapi aku tidak tahu dimana aku sekarang… apa aku tanyakan ke Marcel saja ya” pikir Brendan, kemudian Brendan memasuki mansion milik Marcel, di sana dia bertemu dengan Hitagi, Brendan pun bermaksud bertanya ke Hitagi
“Hitagi! apakah kau tahu di mana letak mansion ini?” Tanya Brendan tapi Hitagi diam saja tidak menjawab kemudian Brendan kembali bertanya
“errrrr baiklah kau tahu di mana Marcel?” Tanya Brendan kembali dan sepertinya kali ini Hitagi menjawabnya

“dia sedang ada di ruang tengah…” jawab Hitagi setelah itu Hitagi langsung pergi entah ke mana “gezzzzz dingin sekali dia” ucap Brendan
“padahal dia tidak di dinginkan di kulkas seperti es” ucap seseorang, Brendan pun menoleh dan dia melihat sesosok mahluk yang sudah familiar di ingatannya bermata satu, dan bertubuh hijau Mahluk tersebut sedang tiduran di atas rak sambil menjulurkan lidahnya
“apa? Bukankah aku sudah menebasmu?” kata Brendan datar karena candaannya yang sama sekali tidak lucu.

“tidak masalah akan aku antarkan kau ke tempat tuan Marcel” mahluk itu turun dan kemudian berjalan ke arah sebuah ruangan bersama dengan Brendan, di ruangan tersebut Marcel sedang berbicara dengan humanoid lainnya, tapi yang ini agak berbeda, humanoid ini berukuran tubuh normal berbadan putih dan terdapat garis merah di badannya dan entah kenapa terlihat seperti seorang super hero
“baiklah Neos siapkan perlengkapan yang diperlukan untuk besok pergi menuju Neojamarcel country” kata Marcel ke humanoid tersebut yang sepertinya bernama Neos
“baik tuan Marcel” balas Neos yang kemudian menghilang menjadi cahaya
“tuan! Orang ini mau bertemu tuan” kata Green ke Marcel, Marcel pun menoleh dan Green kembali menjadi cahaya
“oh ada perlu apa Brendan? Apakah ada yang mau di tanyakan?” Tanya Marcel
“aku ingin bertemu Hina tapi aku tidak tahu di mana Mansion ini sehingga aku tidak tahu jalan pulang” kata Brendan ke Marcel
“ooh sebenarnya Mansion ini tidak jauh dari Hakuo Gakuen kok, kau tinggal berjalan sedikit dan kau sudah sampai di Hakuo” kata Marcel ke Brendan
“baiklah kalo begitu aku akan Gakuen dulu sebentar” kata Brendan
“silahkan” jawab Marcel.

Brendan pun berjalan keluar mansion setelah beberapa menit dia sudah sampai di pintu masuk gakuen di sana dia bertemu dengan Hinagiku
“Hina!! Kau baik-baik saja?” Tanya Brendan dengan muka yang khawatir, Brendan pun langsung memeluk Hinagiku, muka Hinagiku memerah dan langsung mendorong Brendan sampai jatuh “kau apa-apaan sih di tengah sekolah seperti ini!” teriak Hina ke Brendan, Brendan pun minta maaf ke Hina "iya, iya aku minta maaf kan aku khawatir" kata Brendan
“baiklah ku maafkan dan kenapa kau tidak masuk sekolah selama berhari-hari hah?” Tanya Hina, setelah Brendan menjelaskan panjang lebar, baru Hina mau mengerti, Brendan juga menceritakan bahwa dia akan pergi ke Neojamarcel Country.
“begitu berarti kau akan pergi lagi…” kata Hina dengan muka yang terlihat sedih
“Hina kau sedih ya” Tanya Brendan ke Hina. “ti, tidak kok siapa yang sedih aku malahan senang karena tidak ada yang menyusahkan ku lagi” kata Hina berusaha menyembunyikan rasa sedihnya
“begitu kalau begitu apa boleh buat aku akan kembali ke mansion” kata Brendan, Brendan pun berbalik ke arah mansion
“kembalilah dengan selamat” ucap Hinagiku pelan, Brendan kembali menoleh ke Hinagiku tapi Hinagiku sudah berlari ke dalam Gakuen.

Keesokan harinya Brendan sudah siap-siap berangkat menuju Neojamarcel Country menaiki jet pribadi milik Marcel, Brendan sudah berada di dalam jet tersebut tetapi Marcel masih berbicara dengan Hitagi setelah beberapa menit akhirnya Marcel menaiki jet dan jet pun mulai berangkat ke sebuah pulau terpencil, di sana Brendan dan Marcel terkejut karena melihat kepulan asap dari sana setelah jet mendarat Marcel langsung berlari ke arah Neojamarcel Country dan ternyata Negara tesebut sudah di selimuti oleh api, Marcel pun berlari ke arah tengah kota dan melihat Shana berdiri di sana.
“Shana!! Kau apa kau yang membakar negaraku hah?!” teriak Marcel geram
“yaa apa boleh buat ini perintah Ryou jadi aku harus melakukan ini” kata Shana ke Marcel “apakah kau sebegitu sukanya dengan Ryou sampai mau meneruti semua yang di katakannya?” Tanya Marcel ke Shana, muka Shana memerah mendengar itu
“URUSAI!! URUSAI!! URUSAI!!” teriak Shana, Brendan pun berhasil mengejar Marcel, tetapi tiba-tiba seperti dulu lagi pemandangan berubah menjadi merah dan Shana berlari ke arah Marcel dan bersiap menebas Marcel, tetapi Marcel tak bergeming dan hanya diam saja.
“Marcel!! Menghindar!!” teriak Brendan, tetapi tetap saja Marcel tidak bergerak, Shana pun menebas Marcel dan pemandangan kembali normal, Marcel yang tertebas mengeluarkan darah dan jatuh tidak sadarkan diri.

“kau!!” Brendan pun me embody Guardian dan menyerang Shana tetapi Shana berhasil menghindarinya,
“aku tidak punya waktu bermain-main dengan mu!” teriak Shana, pemandangan kembali bewarna merah, dari punggung Shana keluar sayap api dan dia pun terbang lalu pergi
“tunggu dulu jangan kabur kau” Brendan berusaha mengejar Shana tetapi tiba-tiba dari langit seekor naga putih menembakan cahaya ke bawah sehingga mau tidak mau Brendan harus menghindarinya, naga itu kemudian turun ke daratan

“Brendan-Kun, Shana-Chan sedang sibuk karena di tugaskan mengambil artifact yang di sembunyikan oleh negeri ini jadi aku harap kau tidak menggangunya… oh bagaimana kalau kau bermain dengan ku saja” ucap seseorang yang terdengar begitu familiar di telinga Brendan
“Garde… Astale…” ucap Brendan geram sambil melihat ke arah seorang pria yang sedang berdiri di atas punggung naga tersebut
“sudah lama ya Brendan ahh sepertinya kau sudah berhasil menguasainya kalau begitu sekarang kita bisa bermain lebih lama” kata Garde, Garde mengeluarkan harmonicanya dan memainkannya dan muncullah 2 naga yang serupa di dekat Garde
“kau apa-apaan itu tidak hanya 1 bahkan 3!! Kau benar-benar curang Garde!!” teriak Brendan “ahahahahaha kan sudah ku bilang yang bisa menang hanyalah orang yang bisa menggunakan “SCREW THE RULE” rule” kata Garde. Sementara naganya mulai menyerangi Brendan

TO BE CONTINUED

Apakah Brendan bisa memenangkan pertarungan melawan 3 naga milik Garde? Tunggulah Episode Berikutnya

Next Episode:ULTIMATE DRAGON!! FINAL SHOWDOWN!! BRENDAN VS GARDE ASTALE!!
_________________

CHAPTER 3: IS THIS FOR REAL OR A JOKE? OJAMA DELTA HURICANE!

CHAPTER 3: IS THIS FOR REAL OR A JOKE? OJAMA DELTA HURICANE!

“Hrng… dimana aku?” kata Brendan setengah sadar, dia melihat sekelilingnya dan menyadari bahwa dia ada dalam sebuah ruangan, dan kemudian Brendan merasa sakit di perutnya, sambil menahan sakit dia memegang lukanya.
“argh!! Sakit sekali!! Wanita itu benar-benar serius melukaiku!!” maki Brendan sambil kesakitan.
“ternyata kau sudah sadar ya… bagaimana dengan luka mu?” Brendan terkejut dan melihat ke arah pintu, di pintu berdiri seseorang yang tidak dia kenal orang itu memiliki rambut hitam, badan sedang, dan agak kurus

“hrrr… siapa kamu?” Tanya Brendan sambil masih menahan sakit
“namaku Marcel, Overlord… sama sepertimu dan aku menemukanmu tidak sadarkan diri dengan luka yang parah di menara jam Hakuo gakuen” jawab Marcel
“Oven apa?” Tanya Brendan lagi kebingungan.
“Over bodoh!! Overlord!!” teriak Marcel sambil mengeluarkan Harisen dan kemudian memukul kepala Brendan.
“Ouch!! Buat apa itu memangnya kau Sakuya apa!!” kata Brendan sambil memegang kepalanya, lalu dari pintu muncul seorang perempuan berambut ungu dan di ikat, perempuan itu terlihat sangat lemah.
“Marcel makan paginya sudah ku siapkan…” kata perempuan itu
“aaah Hitagi harusnya kau tak perlu repot dan mengistirahatkan diri di kamar” kata Marcel sambil melihat Hitagi dengan wajah yang khawatir
“itu tidak merepotkanku kok… baiklah aku akan segera kembali ke kamar dan beristirahat” Perempuan itu pun keluar dari ruangan dan kembali ke kamarnya.

“baiklah… siapa namamu?” Tanya Marcel sambil melihat Brendan
“Brendan…” jawab Brendan sambil masih memegang lukanya
“baiklah Brendan aku akan makan pagi dulu… nanti maid ku akan mempersiapkan makanan untukmu, oh ya dan makanlah obat ini agar luka yang diberikan oleh Shana tidak terasa sakit” kata Marcel sambil memberikan obat ke Brendan.
“Shana?” Tanya Brendan ke Marcel seraya mengambil obat tersebut dari Marcel
“wanita yang menusukmu 3 hari lalu adalah Shana dan dia adalah pasangan dari Ryou Kurokaze” jawab Marcel, kemudian Marcel melihat wajah terkejut Brendan
“3 hari!? Kau bilang 3 hari!! Bagaimana dengan Hina hah!?”Tanya Brendan yang tiba-tiba teringat oleh Hinagiku, dengan wajah yang masih terkejut.
“oh wanita itu… dia sudah sembuh kok dan sudah pulang lebih dulu dari kamu, tadinya dia yang mau merawat kamu tapi setelah kujelaskan situasinya dia akhirnya mau mengerti” jawab Marcel dengan tenang.
“situasi? Situasi apa??” Tanya Brendan kembali
“errrr sebaiknya sekarang kau tidak usah mengkhawatirkan itu lebih baik kau makan, dan minum obat itu, dan bersiap-siap…” setelah berbicara begitu Marcel keluar dari ruangan sambil membawa Harisennya dan digantikan oleh para Maid yang membawakan makanan, masih dalam keadaan kebingungan Brendan memakan makanan yang di berikan.

Setelah Brendan menghabiskan makanannya Marcel kembali ke ruangannya
“aku rasa kau sudah meminum obat tersebut dan memakan makanan yang ku berikan… apakah lukamu masih terasa sakit?” Tanya Marcel, Brendan pun memegang luka di perutnya dan tidak terasa sakit
“tidak… bagaimana bisa?” Tanya Brendan penasaran
“singkatnya itu obat yang menghilangkan rasa sakit untuk sementara… baiklah ikut aku ke halaman belakang” Marcel ke luar ruangan di ikuti Brendan sepanjang perjalanan Brendan terkagum-kagum melihat rumah Marcel yang begitu besar, tidak aneh kalau dia memiliki banyak Maid.

sesampainya di halaman belakang Brendan tambah terkejut lagi.
“akhirnya sampai juga di Halaman rumah ku yang sangat kecil” kata Marcel sambil menghela napas.
“Apanya yang kecil!!! HUTAN BELANTARA BEGINI KAU BILANG KECIL!? EMANGNYA INI SANZENIN ESTATE APA!!!” teriak Brendan saking terkejutnya
“KAU!!” Marcel lari ke arah Brendan dan memukulnya kembali dengan harisen
“Reaksi mu hanya mendapat nilai 6!! Seharusnya REAKSI MU LEBIH WAH!!” Teriak Marcel bergelora
“bukannya reaksi tadi sudah cukup wah ya? Sepertinya dia itu memang seorang weirdo!” kata Brendan dalam hati dengan sedikit kesal karena terus di pukuli oleh harisen.

“okay back to topic aku mengajakmu ke sini adalah untuk melatihmu, agar kamu dapat memanggil monster dan menggunakan kekuatannya sebagai overlord” Marcel kemudian melihat muka Brendan yang masih kesal dicampur dengan kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.
“argh!!! Aku jadi kesal sendiri melihat muka mu yang seperti orang bego dari tadi!! Pasti ada yang ingin kamu tanyakan kan!? Tanyalah apa yang ingin kamu ketahui!?” lanjut Marcel, lalu seakan-akan Brendan tidak mau kehilangan kesempatan untuk menghilangkan kebingungan ini, dia pun langsung bertanya dengan antusias seperti murid yang menanya gurunya
“ada!! Siapa Shana itu? Apa itu overlord ? dan siapa Ryou Kurokaze itu? Kenapa sepertinya dia terkenal? Dan kenapa ada naga di dunia ini?” Tanya Brendan tanpa henti
“okay! okay! berhenti! lama-lama aku bisa gila!! Aku jawab satu-satu mulai dari overlord! overlord adalah orang-orang terpilih yang dapat memangil dan mengendalikan monster dari dimensi lain!! naga yang kau lihat 3 hari lalu itu adalah mahluk yang di panggil oleh gurumu dengan kekuatan overlordnya!!! kedua!! Shana!! untuk lebih jelasnya tontonlah Anime yang Berjudul Sh*****n no S**n* dan Ryou Kurokaze dia adalah overlord terkuat saat ini makanya dia sangat terkenal apa lagi dengan adanya kekasihnya Shana yang Moe itu!!” jawab Marcel dengan kelelahan, tetapi ternyata Marcel masih belum selesai
“dan yang paling ku benci dari Ryou adalah kenapa dia yang menjadi kekasih Shana kenapa bukan aku!!” kata Marcel dengan kesal, dan sepertinya Brendan cukup puas dengan jawaban yang di dapatnya.

“baiklah kita mulai latihan ini lihatlah!! ini yang namanya Summoning!!” Marcel pun mengayunkan Harisennya dan kemudian muncul 3 sinar yang membentuk sesuatu.
“keluarlah… OJAMA!!” dan kemudian dari sinar tersebut muncul 3 mahluk bewarna yang berbentuk humanoid tapi aneh ada yang bewarna hijau dan memiliki satu mata, ada yang bewarna kuning dan bibirnya besar dan yang terakhir berwarna hitam dan tubuhnya macho dalam berbagai arti, entah kenapa setelah Brendan melihatnya, Brendan merasa mual bercampur jijik
“errrr ok aku tahu kau bercita-cita menjadi pelawak tapi kayaknya lawakanmu sedikit aneh deh mana mungkin ada monster yang aneh seperti ini bukankah monster seharusnya terlihat menyeramkan atau setidaknya terlihat keren…” kata Brendan masih dengan perasaan aneh.

“uoooooh jangan meremeh kan OJAMA!!! ike OJAMA DELTA HURICANE!!!” teriak Marcel dan ketiga mahluk itu membentuk formasi Segitiga dan menembakan angin yang sangat kencang sehingga merontokan sebagian hutan, Brendan melawan angin tersebut dan mencoba menjaga posisinya agar tidak terbawa oleh angin tersebut tetapi ternyata semuanya percuma dengan mudah Brendan terbawa angin dan terlempar ke atas.

“argh apa-apaan ini kalo jatuh dengan ketinggian seperti ini aku bisa mati kan!?” teriak Brendan, lalu kemudian simbol di tangan Brendan kembali memanas dan tiba-tiba Brendan menyadari bahwa dia sudah ada di dimensi lain, dimensi itu persis seperti di mimpinya, dimensi itu di selimuti oleh kegelapan yang kelam, kemudian Brendan menyadari ada sesuatu yang berdiri di belakangnya, dia pun langsung berbalik dan dia melihat 2 sosok mahluk berdiri di sana yang satu berwujud iblis bertanduk dan bersayap hitam, sedangkan yang satu lagi bewujud seperti ksatria besar yang badannya terbuat dari batu.

“si, siapa kalian dan mahluk apa kalian!!”kata Brendan agak ketakutan, mahluk tersebut berjalan mendekati Brendan
“he, hentikan!! Ber, berhenti di sana!!” ancam Brendan masih ketakutan tapi mahluk tersebut tidak berhenti, setelah jarak mereka sudah dekat, akhirnya mahluk tersebut baru berhenti dan yang terlihat seperti iblis pun berbicara.

“jangan takut wahai chimail overlord!!” seru mahluk itu, Brendan yang memiliki sedikit keberanian pun bertanya
“apakah kalian adalah kekuatanku? Seperti… seperti naga yang di panggil oleh guru ku ataupun mahluk aneh yang di panggil oleh Marcel?” Tanya Brendan kepada mahluk tersebut
“ya! Kami adalah kekuatan mu!! Perkenalkan nama saya adalah Guardian!” balas ksatria batu tersebut.
“dan saya adalah Doom!” lanjut iblis di sebelah Guardian
“apakah kalian datang untuk meminjamkan kekuatan kalian?”Tanya Brendan entah kenapa Brendan merasa marah pada mereka
“ya kami datang untuk membantu mu dan meminjamkan kekuatan… ah tidak kekuatan kami adalah milik mu jadi tidak bisa di sebut meminjamkan mungkin memberikan” balas Guardian, Brendan yang sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi kemudian langsung membentak mereka
“KALO BEGITU KALIAN TERLAMBAT!! Kenapa kalian tidak muncul ketika guru bejat itu menyerang!? Padahal seharusnya aku bisa melindungi Hina kalo kalian muncul!!” bentak Brendan
“bukan kami yang salah kami sudah memanggil mu! chimail overlord… tapi kamulah yang tidak memedulikan panggilan itu…” balas Doom tenang
“gara-gara kalian aku tidak bisa melindungi dia!!” balas Brendan masih marah
“tapi pada akhirnya kalian baik-baik saja kan? Sekarang kami muncul di hadapan mu… dan mulai sekarang kau memiliki kekuatan untuk melindungi gadis itu… setelah memiliki kekuatan ini kamu bisa memperbaiki kelemahan mu!” balas Guardian, kemarahan Brendan pun mulai mereda
“baiklah kuterima kekuatan kalian!! Jadilah kekuatanku!! Doom! Guardian!” setelah berkata seperti itu perlahan-lahan dimensi tersebut mulai retak dan akhirnya pecah, kemudian keadaan sekeliling menjadi seperti semula kembali, Brendan masih di atas langit, dan Marcel masih menembakan Ojama delta hurricane, kemudian Brendan pun berusaha memanggil kekuatan yang ada di dalam dirinya

“datanglah!! Doom!!” tetapi yang muncul bukan Doom, melainkan muncul sepasang sayap hitam di pundak Brendan.
“aku tidak tahu kenapa Doom tidak muncul tetapi sepertinya dengan sayap ini saja sudah cukup” kata Brendan dalam hati, Brendan pun terbang ke arah Marcel.
“dia bukannya melakukan Summoning malah melakukan Embody!! Tunggu bukankah seharusnya Embody hanya bisa dilakukan oleh orang itu dan Ryou!!” kata Marcel terkejut dalam hati, kemudian Brendan yang mulai mendekati Marcel mengganti kekuatannya
“Guardian!! Muncullah!!” dan seketika itu sayap milik Doom menghilang dan diganti dengan tameng dan pedang batu milik Guardian, Brendan berlari ke arah Marcel dan siap menyerangnya.
“haaaah!! Bersiaplah Marcel!!” teriak Brendan, Marcel pun mengambil kuda-kuda
“tidak salah lagi itu Embody!! Kalau begitu!!” Marcel kembali mengayunkan Harisennya dan muncul 2 cahaya lagi yang membentuk mahluk yang sama hanya saja kali ini yang muncul bewarna merah dan biru, kemudian Aura yang dimiliki Marcel semakin meluap-luap dan akhirnya meledak.
“OVERDRIVE…” ucap Marcel pelan,Brendan semakin mendekati Marcel dan siap menyerangnya, begitu juga dengan Marcel, ke-5 Ojama membentuk Formasi dan aura yang tadinya meledak kembali mengumpul di tengah-tengah formasi itu.
“OJAMA HEXA HURICANE!!!” teriak Marcel sama seperti tadi, dari formasi tersebut keluar angin yang sangat kuat bahkan bisa 10 kali lebih kuat dari yang tadi dan hembusannya seperti hembusan angin tornado.

TO BE CONTINUED

apakah yang akan terjadi dengan Brendan?, dan apakah embody itu? tunggu Episode berikutnya

Next Episode:REALM OF OJAMA!! OJAMA COUNTRY!!

CHAPTER 2: THE LEGEND OF WHITE DRAGON

CHAPTER 2: THE LEGEND OF WHITE DRAGON

“Blasphemy!! i,ini?... luka bakarnya membentuk symbol dan tidak sakit!” Brendan terkejut sambil melihat simbol berbentuk lingkaran dengan tiga pedang bengkok itu, berapa kalipun disentuh luka tersebut tidak terasa sakit.

“Brendan!? Apa yang terjadi disana aku mendengar suara ledakan di sana! Aku kesana ya!” teriak Hinagiku
“tidak! Tidak usah!! Aku baik-baik saja!!” balas Brendan
“Geeez kau keras kepala sekali sih!! Aku akan kesana sekarang!!” Hinagiku pun berlari ke pos Brendan dan melihat luka bakar di tangan Brendan, dia pun terkejut melihat luka tersebut
“I, ini apa yang terjadi sih?! Luka seperti ini dan kau bilang baik-baik saja?” kata Hinagiku sambil menatap Brendan dengan muka yang terlihat khawatir
“tapi aku baik-baik saja luka ini tid-“ belum selesai Brendan bicara, Hinagiku sudah memotong pembicaraan
“dasar kau ini kalo beginikan aku juga yang susah” sambil menghela napas Hinagiku melanjutkan pembicaraan
“kau tunggu di sini aku akan ke ruang osis mengambil obat-obatan” kata Hinagiku sambil berlari ke arah menara jam yang tak lain dan tak bukan adalah ruang osis
“padahal aku tidak mau merepotkan dia dan lagi luka ini memang tidak sakit kok” kata Brendan dalam hati.

tidak lama kemudian Hinagiku pun sampai di lantai teratas menara jam yang merupakan ruangan ketua osis
“hmm… dimana ya kotak obat itu..” Hinagiku berbicara sendiri sambil membuka-buka laci di ruang ketua osis, tetapi tidak lama setelah itu dia menyadari bahwa ada orang lain di teras, diapun berbalik dan melihat ke arah teras dan dia melihat seseorang yang sudah dia kenal.
“oh~ pak Garde ada apa pak datang ke ruang osis malam-malam begini?” Tanya Hinagiku, Garde Astale adalah guru Bahasa Inggris di Hakuo Gakuen rambutnya hitam, mengenakan kaca mata, tubuhnya ramping, berpenampilan muda sehingga beberapa orang bisa salah sangka dan menganggap dia sebagai murid.
“sudah bangkit ya…” kata Garde
“apa yang bangkit pak?” Tanya Hinagiku kebingungan melihat Garde
“Overlord yang lain telah bangkit… maaf Hina-chan aku memerlukan mu untuk memanggil dia kesini…” setelah Garde berbicara begitu, muncul cahaya yang sangat terang dari belakangnya dan seketika Hinagiku pun kehilangan kesadarannya.

Sementara itu Brendan yang menunggu mulai khawatir dan menelpon Hinagiku tetapi sama sekali tidak ada jawaban
“haaah~ sepertinya lebih baik aku menjemput dia sebelum dia melakukan sesuatu yang ceroboh…” Brendan pun berjalan ke arah menara jam, sesampainya disana Brendan mendengar suara harmonica
“waw aku baru tahu kalo Hina bisa memainkan harmonica sebaiknya aku segera menjemput dia untuk persiapan acara berikutnya” Brendan pun menaiki Elevator.

sesampainya di atas Brendan melihat Hinagiku yang tidak sadarkan diri,Brendan pun berlari ke arah Hinagiku
“Hina!? Apa yang terjadi hah!?” Brendan pun bingung dengan apa yang harus di lakukannya, kemudian Brendan mendengar suara dari teras
“wah wah tak kusangka kau benar-benar datang Brendan-kun” Brendan berbalik dan kaget melihat Garde berdiri disana
“pak… apa bapak yang melakukannya?...” kata Brendan sambil menahan marah dan mengepalkan tangannya
“hmm? Kalo ya kenapa?” kata Garde sambil tersenyum, Brendan pun semakin geram dan kepalan tangannya semakin kencang.
“walaupun Bapak seorang guru saya tidak akan memaafkan Bapak!!! seharusnya Bapak tahu kalau ada peraturan di mana guru tidak boleh menyerang murid!!!” Teriak Brendan melepas emosinya
“Hahahahahahaha SCREW THE RULE!! I’M THE TEACHER!!” balas Garde sambil tertawa ala Kaiba, Brendan yang semakin marah berlari ke arah Garde untuk menyerangnya, sementara Garde mulai memainkan harmonicanya
“anda kira suara HARMONICA DAPAT MENYELAMATKAN ANDA HAH!?” sementara di belakang Garde bola-bola cahaya berkumpul dan membentuk sesuatu,entah bagaimana simbol di tangan Brendan mulai memanas tetapi dia tidak pedulikan hal itu, bagi dia yang terpenting saat ini adalah menghajar guru tersebut dan melindungi Hinagiku.
“HAAAAAAH!!!” teriak Brendan, sementara Garde sudah selesai memainkan harmonicanya
“KELUARLAH!!! BLUE EYES WHITE DRAGON!!!” Brendan pun kaget dan berhenti kakinya mulai gemetaran, wajahnya dihiasi oleh ketakutan.
“Naga!? Memangnya di dunia ini ada naga beneran!?” kata Brendan terkejut dalam hati, sementara Brendan masih belum siap naga tersebut mulai menyerangnya, Brendan pun terlempar ke belakang.
“HAHAHAHAHAHAHA ADA APA BRENDAN?! KELUARKAN LAH KEKUATANMU ITU!!!” sementara itu Blue Eyes mulai men”charge” cahaya di mulutnya dan mengarahkannya ke arah Brendan.
“I,ini kalo seperti ini aku bisa mati… tapi kalo aku kabur maka Hinagiku akan!! Tidak aku tidak boleh kabur demi Hina aku akan… demi gadis ini aku rela berkorban!!” Brendan pun pasrah dan Blue Eyes mulai menembak cahaya dari mulutnya
“BURST STREAM OF DESTRUCTION!!”teriak Garde tetapi sesaat sebelum cahaya tersebut mengenai Brendan, tiba-tiba pemandangan di sekeliling Brendan berubah menjadi merah dan waktu seakan-akan terhenti dari jauh Brendan melihat wanita berambut merah,bermata merah,dan bersayap api terbang menujunya dan menebas Blue Eyes,setelah itu pemandangan kembali normal Blue Eyes yang tertebas mengeluarkan darah yang amat sangat banyak dan cahaya itu pun berbelok karena Blue Eyes yang hampir jatuh
“ka, kau? begitu berarti Ryou Kurokaze merencanakan sesuatu? Baiklah apa boleh buat aku akan pergi,Brendan aku harap ketika aku kembali nanti kau sudah bisa menguasai kekuatan itu…” kata Garde dengan muka yang tenang seakan-akan tidak terjadi apa-apa, kemudian Blue Eyes kembali menjadi Cahaya yang terang dan menghilang bersama Garde.

Brendan melihat wanita yang tadi menolongnya,Brendan langsung kaget karena sekarang rambut dan mata wanita itu berubah menjadi hitam wanita itu mulai berjalan perlahan ke arah Brendan
“Terima kas-“ sebelum Brendan selesai berbicara tiba-tiba wanita itu menusukan katananya ke perut Brendan
“argh! A,apa ini?” kata Brendan kesakitan perlahan darah mengalir dari perut Brendan
“kata Ryou kau masih belum boleh mati…” kata perempuan itu dangan wajah yang tenang dan pandangan yang dingin itu
“a, apa maksudmu?” tanya Brendan
“kalau kau mati karena tusukan ini, berarti kau lemah… teruslah hidup jadi kuat dan datanglah ke hadapanku… apabila kau dapat menghilangkan rasa bosan ini maka aku akan memberitahukan masa lalu mu… itu adalah pesan dari Ryou” jawab wanita itu, Brendan pun terkejut, memang benar dia mengalami amnesia tapi selama ini dia belum pernah bertemu dengan orang yang mengenalnya sampai dia di angkat oleh Hinagiku dan dijadikan Butlernya, wanita itu menarik Katananya dari perut Brendan.
“ke, kenapa? Hina…” suara Brendan semakin lemah, mukanya semakin pucat, dan akhirnya Brendan pun kehilangan kesadarannya.

TO BE CONTINUED

Siapakah wanita itu? Dan siapakah Ryou Kurokaze apakah mereka musuh atau kawan? Next Episode:IS THIS FOR REAL OR A JOKE? OJAMA DELTA HURICANE!!

CHAPTER 1: CHIMAIL OVERLORD

CHAPTER 1: CHIMAIL OVERLORD

Overlord adalah sebutan untuk orang-orang terpilih yang dapat memanggil dan mengendalikan monster dari dunia lain,banyak orang yang mengira bahwa Overlord sudah punah karena peperangan yang bernama Battle of Overlord tapi hanya segelintir orang saja yang tahu bahwa Overlord berusaha bangkit kembali...

Seorang anak sedang berlari di dalam kegelapan yang sangat kelam dia berhenti sesaat dan melihat sekelilingnya
"ada dimana aku? kenapa gelap begini?"
tanya pemuda itu kebingungan lalu terdengar suara dari kegelapan entah kenapa suara itu seperti suara seseorang yang sudah menunggunya selama ber tahun-tahun
"aku sudah menunggumu!" kata suara itu
"Si,Siapa kau!? tunjukan dirimu!" teriak anak itu ketakutan, anak itu menjadi semakin gelisah
"aku adalah kekuatanmu!" kata suara itu, setelah itu dari kegelapan muncul sesosok iblis yang di selimuti oleh api dan bersayap api.
"Hwaa!"teriak pemuda itu ketakutan.

"n... dan... Brendan!!" teriak seseorang
"hah!!" seorang pemuda berambut perak dan bermata biru bangun dari tidurnya pemuda itu bernama Brendan,setelah sadar dia langsung melihat ke arah perempuan yang membangukannya perempuan itu berambut pink dan bermata kuning Hinagiku namanya dia adalah ketua osis Hakuo Gakuen tempatku bersekolah sedangkan aku, aku adalah anggota osis sekaligus Hinagiku Butler
"Hi,Hina?" kata Brendan setengah sadar
"geeez bukankah sudah kubilang apabila sedang rapat jangan tidur! sekarang kuberitahu tugasmu di Event tahun baru Hakuo Gakuen malam ini! tugasmu adalah menangani kembang api mengerti!?"
"ya" kata Brendan tegas tapi masih setengah sadar
"ok,kembang api beres! berikutnya!" lanjut Hina melanjutkan rapat osis
"ternyata itu semua hanya mimpi..." dalam hati brendan

Malam Harinya

"Hina! Persiapan kembang api selesai!" teriak Brendan
"ok! 5 Menit lagi sebelum Kembang api di mulai siap-siap di pos!" balas Hina ke Brendan
"Ok!" kata Brendan setelah itu Brendan kembali melamun memikirkan mimpinya tadi siang,tak dirasa 5 menit sudah berlalu Brendan pun bersiap-siap di Pos untuk menyalakan kembang api.
"5"
"4"
"3"
"2"
"1"
kembang apipun dinyalakan dan tiba-tiba kembang api tersebut meledak di tangan Brendan, Brendan pun kaget tangannya terbungkus api tapi dia menyadari sesuatu, ya tangannya tidak terasa sakit sama sekali setelah apinya menghilang muncul simbol di tangan Brendan berbentuk lingkaran yang di kelilingi oleh pedang bengkok
"Blasphemy!!,i,ini?... luka bakarnya membentuk simbol dan tidak sakit!" ujar Brendan yang terkejut

apakah lambang itu? sepertinya akan ada sesuatu yang terjadi

Next Episode:THE LEGEND OF WHITE DRAGON
_________________