Selasa, 15 Desember 2009

CHAPTER 16: MY PROMISE TO SHANA… FATEFULL BATTLE

CHAPTER 16: MY PROMISE TO SHANA… FATEFULL BATTLE

“hrng…” ucap Lindwurm setengah sadar, dia membuka matanya dan melihat Brendan berdiri di dekatnya, “kau… kenapa menolong ku? Kenapa kau tidak membunuh ku saja…” ucap Lindwurm ke Brendan, Brendan tersenyum, “kau tahu mungkin mulai dari sekarang kita bisa hidup sebagai saudara…” ucap Brendan, Lindwurm menatap Brendan dengan tajam, “kita tidak akan penah menjadi saudara” ucap Lindwurm pelan, “kau keras kep—“ tiba-tiba Brendan jatuh tidak sadarkan diri, “o, oi kau tidak apa-apa kan?” ucap Lindwurm sambil mendekati Brendan, “I, ini!! tubuhnya panas seperti terbakar!!” ucap Lindwurm dalam hati, tiba-tiba pintu elevator terbuka dan dari sana muncul Garde dan yang lain, Marcel yang melihat Brendan tidak sadarkan diri terkejut dan langsung me summon Neos untuk menyerang Lindwurm, tetapi Lindwurm berhasil menghindarinya.

“kau!! Apa yang kau lakukan terhadap Brendan?! Aku akan membunuh mu sekarang!” ucap Marcel, tiba-tiba Garde menghentikan serangan Neos, “kenapa kau menghentikan ku Garde?!” Tanya Marcel, “tidakkah kau sadari… tubuh Lindwurm terluka dan auranya sudah habis… sedangkan tubuh Brendan baik-baik saja walaupun auranya habis…” ucap Garde tenang ke Marcel, “apa maksud mu Garde?” Tanya Marcel, “maksud Garde adalah yang memenangkan pertarungan ini adalah Brendan bukan Lindwurm…” lanjut Andre, kemudian Marcel mencoba menenangkan diri dan mengembalikan Neos, “kalau begitu apa yang terjadi dengan Brendan bisakah kau jelaskan?” Tanya Marcel ke Lindwurm, “sudah ku bilang ini bukan aku yang lakukan... aku juga tidak tahu tapi tiba-tiba dia jatuh tidak sadarkan diri dan badannya panas…” ucap Lindwurm, Garde mendekati tubuh Brendan dan membaca sesuatu, tiba-tiba tubuh Brendan terbakar dan dari api tersebut muncul sesosok iblis yang di selimuti api, “kalau begitu kita Tanya saja ke dia… berhubungan dia selalu di dalam tubuh Brendan…” ucap Garde sambil menatap iblis tersebut.

“haaah terima kasih anak muda… aku benar-benar di kunci olehnya sehingga aku tidak bisa keluar… oh ya ini adalah pertemuan pertama kita… perkenalkan nama ku Valafar…” kemudian Valafar menatap Lindwurm dan mendekatinya, “dan ini pertemuan kita yang kedua kalinya anak dari Vraniel…” ucap Valafar ke Lindwurm, Lindwurm membalas tatapan Valafar dengan tatapan yang tajam, “nah Valafar sekarang jelaskan apa yang terjadi…” Tanya Garde ke Valafar, “yaa bisa di bilang itu kesalahan dia… dia menggunakan Phoenix Aura di saat aura dia hanya 37% padahal aku sudah memberi tahu dia agar menggunakannya ketika aura dia di atas 60% ya jadinya begini…” ucap Valafar, Garde berpikir sebentar kemudian kembali bertanya, “apakah dia akan sembuh?” Tanya Garde ke Valafar, “itu semua tergantung perjuangan dia kalau dia bisa bertahan dia pasti sembuh…” ucap Valafar tenang, “bagaimana kalau tidak?” lanjut Marcel, “dia akan mati…” balas Valafar, semua yang mendengar ucapan Valafar langsung terkejut, “kalian…” ucap Lindwurm pelan, Garde menoleh ke Lindwurm, “ada apa?” Tanya Garde, “lanjutkan pertarungan kalian… aku akan menjaga Brendan…” ucap Lindwurm lagi, “apa maksud mu?” balas Marcel sambil menatap tajam Lindwurm, “aku tahu… ini bukan salah dia… tapi aku di kuasai oleh kegelapan bernama dendam sehingga aku bergabung dengan Nando… tapi aku tidak menyangka kalau Nando akan menjadikan aku dan Ryou sebagai alat… terutama Ryou… Nando selalu memberinya latihan yang berat dan menyiksanya hanya untuk menjadikannya King of Overlord… jadi ku mohon selamatkan lah Ryou!! Dia hanya satu-satunya teman yang ku punya…” ucap Lindwurm, Garde tersenyum melihat itu

“baiklah ayo kita masuk ke dalam! Lindwurm aku titipkan Brendan ke kamu…” ucap Garde sambil meninggalkan Lindwurm dan Valafar disana “mungkin mulai sekarang kita memang harus hidup sebagai saudara…” ucap Lindwurm pelan, Valafar menatap Lindwurm, “pada akhirnya kau menjilat ludah sendiri…” ucap Valafar, “bo, bodoh! Aku hanya berpikir apa yang di katakana oleh Brendan!” ucap Lindwurm sambil menolehkan mukanya ke arah lain, “hmm bagaimana ke adaan Aeon mu yang lain… yang ayah mu wariskan…” ucap Valafar ke Lindwurm, “Aeon? Maksud mu dia?” Tanya Lindwurm ke Valafar, Valafar menganguk, “ya Rooklord…” ucap Valafar sambil melihat Lindwurm dengan tatapan tajam, Lindwurm balas menatapnya dengan tajam.

Sementara di Garde dan yang lain sudah sampai di tempat Ryou, mereka langsung mendobrak pintu tempat Ryou berada, dan ternyata di dalam Ryou sudah menunggu sambil memegang Malevolent Sword Goku En, “aku sudah menunggu kalian…” ucap Ryou, “baiklah Ryou kali ini kau akan kalah!!” ucap Marcel, Garde meembody Blue Eyesnya dan mulai menyerang Ryou, tetapi Ryou berhasil menghindari serangan Garde, kemudian Ryou melompat dan menendang kepala Garde dan langsung menebaskan pedangnya ke Garde dan tebasan tersebut tepat mengenai Garde, tiba-tiba Neos menyerang Ryou dari belakang, tetapi Ryou menepis pukulan Neos, kemudian menarik dan melemparnya ke arah Garde, sementara Andre menembakan Des Frog dalam jumlah yang banyak ke arah Ryou, “bodoh!! Apa kau kira serangan seperti itu dapat melukai ku?! Aero, Sword of Storm!!” teriak Ryou, Ryou mengarahkan pedangnya ke arah Andre, tiba-tiba dari pedang Ryou muncul angin yang sangat kencang dan kemudian melempar Andre ke dinding di belakangnya.

“kau lengah!!” ucap Garde, tiba-tiba Garde dan Neos sudah mengepung Ryou dan mereka menyerang Ryou secara bersamaan, “lemah…” ucap Ryou pelan, tiba-tiba sekeliling Garde dan Neos berubah menjadi gelap, “a, apa ini Neos!!” ucap Garde ke Neos, “aku juga tidak tahu Garde-Dono…” balas Neos, tiba-tiba kegelapan tersebut pecah dan muncul berpuluh-puluh luka tebasan di tubuh Garde dan Neos, “Nocto, Sword of Darkness…” ucap Ryou pelan, sementara Garde dan Neos mulai rubuh perlahan-lahan dengan keadaan berlumuran darah.

“seharusnya kalian menyadari bahwa kalian itu lemah… sehingga kalian tidak menyerang sembarangan…” ucap Ryou pelan, kemudian Ryou melihat Marcel yang masih berdiri di dekat pintu, “oh ya masih ada kau…” ucap Ryou sambil berjalan mendekati Marcel, “jangan meremehkan ku…” ucap Marcel pelan sambil menatap Ryou dengan tajam, “memangnya kau bisa melakukan apa… dengan tubuh terluka… kehabisan aura… dan tanpa Aeon…” ucap Ryou sambil mengangkat pedangnya untuk menebas Marcel, “kata siapa?” ucap Marcel tersenyum, “kau!!” Ryou menebaskan pedangnya, tetapi tiba-tiba ada yang menahan serangan Ryou, “I, ini!!” ucap Ryou terkejut, ternyata yang menahan serangan Ryou adalah sesosok humanoid kecil bewarna kuning dan mengenakan armor perak.

“I have Ojama!!! ike Ojama Knight!!” teriak Marcel, Ojama Knight mendorong tamengnya dan membuat pedang Ryou terpental, kemudian Ojama Knight menebaskan pedangnya dan berhasil membuat luka kecil di badan Ryou, “ini terluka oleh mahluk seperti ini… apa kau menghina ku?” ucap Ryou sambil menatap Marcel dan Ojama Knight dengan tajam, “jika kau mau menyerang tuan Marcel maka kau harus mengalahkan ku dulu!!” ucap Ojama ke Ryou, “baiklah… overdrive…” ucap Ryou pelan tiba-tiba di atas Ryou muncul pedang dengan ornament emas dan terlihat sangat agung, “a, apa itu…” ucap Marcel takjub, “Ragnarok, Sword of Judgement!!”

“aku ada di mana…” ucap Brendan dia melihat sekeliling dan menyadari bahwa dia berada di tepi sungai dengan jembatan di atas sungai tersebut, “ini aku merasa aku harus melewati jembatan itu…” ucap Brendan sambil berjalan ke arah jembatan itu, “jangan ke sana!!” teriak seseorang yang terdengar begitu familiar, Brendan menoleh ke arah suara itu dan dia melihat seseorang yang dia kenal, Brendan membatu di sana, “a, ayah?” ucap Brendan pelan, “hmm hahahaha kau pasti Brendan! Kau sudah besar ya!” ucap Vraniel tertawa, Brendan menatap ayahnya dengan seksama, “ayah kenapa ada di sini?” Tanya Brendan ke Vraniel, “bagaimana hubungan mu dengan Ashley?” ucap Vraniel, “buruk… sepertinya dia membenci ku…” ucap Brendan, wajahnya terlihat sedih, Vraniel menatapnya dengan seksama, “Brendan… maafkan aku… karena aku…kau tersiksa… mungkin dari awal harusnya aku yang melindungi Ashley… harusnya aku menuruti pemuda berambut perak yang ku temui 10 tahun lalu…” ucap Vraniel sambil menatap langit.

“begitu… baiklah entah kenapa aku benar-benar merasa harus melewati jembatan itu…” ucap Brendan, kemudian Brendan kembali berbalik dan mengarah ke jembatan, “apa kau yakin…” ucap Vraniel pelan, “apa maksud ayah?” Tanya Brendan sambil berbalik kembali ke arah Vraniel, Vraniel berjalan melewati Brendan dan berdiri di tepi sungai, Brendan mengikutinya, “di seberang jembatan itu terdapat dua dunia yang berbeda yaitu Infernus dan Celestial… bagi orang yang bersih dia akan memasuki Celestial… bagi orang yang memiliki dosa yang berat dia akan memasuki Infernus…” ucap Vraniel, Brendan terkejut, “jangan bilang…” ucap Brendan dengan nada sedikit ketakutan, “ya jembatan ini adalah jembatan yang menghubungkan dunia orang mati dan dunia tempat kita hidup…” ucap Vraniel, Brendan menghela napas, “kalau begitu kurasa kita berdua akan memasuki Celestial” ucap Brendan tersenyum, “tidak bisa… aku memiliki dosa yang berat… aku sudah membuat takdir Ashley dan Ryou berubah… itu adalah dosa terberat yang ku miliki…” ucap Vraniel, “ka, kalau begitu aku masih bisa ke—“ belum selesai Brendan berbicara, Vraniel sudah memotong pembicaraan, “tidak… kau juga punya dosa yang berat… kalau kau pergi sekarang maka kau meninggalkan 3 hal… janjimu ke Shana… janjimu ke Garde… tujuan hidup yang kau buat... dan…” ucap Vraniel pelan.

Tiba-tiba Brendan teringat satu wajah yang selalu menolongnya, yang selalu dia pikirkan, yang memberinya arti hidup, “Hinagiku…” ucap Brendan pelan, Vraniel tersenyum, “ya aku masih belum bisa meninggalkan Hinagiku!! Aku akan kembali!!” ucap Brendan, tiba-tiba Vraniel mendorong Brendan ke sungai, “eh…” ucap Brendan pelan, “teruslah hidup… dan capai lah tujuan hidup mu…” ucap Vraniel, Vraniel meneteskan air matanya, tepat sebelum Brendan tercebur ke dalam sungai Brendan mendengar kata-kata terakhir yang di katakan oleh Vraniel, “Brendan sampaikan maaf ku ke Ashley” ucap Vraniel.

“haaaaahh!!!!” Brendan terbangun dan melihat Valafar dan Ashley yang sedang berbicara, “ohh!! Kau masih hidup!!” teriak Valafar, Lindwurm menoleh kea rah Brendan, “Lind—“ tiba-tiba Lindwurm menghentikan pembicaraan Brendan, “Ashley… panggil aku dengan sebutan Ashley…” ucap Ashley ke Brendan, “Ashley ayah meminta maaf ke kamu…” ucap Brendan pelan, Ashley terdiam sesaat, “haaah orang tua bodoh itu biarkan dia…” ucap Ashley, Brendan menatap Ashley, “Ashley kau…” ucap Brendan, “sudah tidak usah pedulikan itu… lebih baik kita mengejar Garde…” ucap Ashley, Brendan menganguk, mereka berlari ke arah ruangan Ryou, dan ketika Brendan membuka pintu Brendan melihat sesuatu yang mengerikan, kamar itu di penuhi oleh bercak darah di mana-mana, Garde dan Neos yang tidak sadarkan diri berlumuran darah, Andre yang tidak sadarkan diri yang tersender di dinding, dan Marcel yang masih berdiri, dan dilindungi oleh Ojama Knight, sedangkan di atas Ryou terdapat sebuah pedang raksasa, berornament emas, Brendan dan Ashley langsung menghentikan Ryou, “Ryou berhenti!! Kenapa kau menjadi seperti ini!!” ucap Ashley, Ryou menatap Ashley dengan tajam.

“apa kau juga akan menghianati ku Ashley?”

TO BE CONTINUED

Apakah yang akan terjadi setelah ini? better wait next episode

Next Episode:CLIMATIC BATTLE!! ASHLEY & BRENDAN VS RYOU

Rabu, 21 Oktober 2009

CHAPTER 15: BOND OF BROTHER!! BRENDAN VS LINDWURM!!

CHAPTER 15: BOND OF BROTHER!! BRENDAN VS LINDWURM!!

”aku akan menarikmu dari kegelapan yang bernama masa lalu Ashley…” ucap Brendan pelan ke Lindwurm, muka Lindwurm terlihat emosi, tangannya gemetaran seperti menahan amarahnya, “kau… tahu apa kau tentang masa lalu ku!!!” teriak Lindwurm ke Brendan, “aku tahu semuanya!! Ayah meninggal bukan karena dia memindahkan semua Aeon ke tubuh ku!! Itu hanya salah satu dari factor kematiannya saja!! Factor sebenarnya adalah karena penyakit yang di deritanya!!” ucap Brendan ke Lindwurm, muka Lindwurm terlihat terkejut mendengar itu, “kau… kau jangan pernah membohongi ku!! Perfect Embody!! Dark Armed Dragon!!” teriak Lindwurm, Dark Armed Dragon yang muncul langsung berubah menjadi armor hitam yang membungkus tubuh Lindwurm, tiba-tiba Lindwurm membuka berpuluh-puluh lubang dimensi di sekelilingnya dan dari lubang dimensi tersebut muncul rantai-rantai yang ujungnya di beri sesuatu seperti kunai, rantai-rantai tersebut mengarah ke Brendan, tetapi Brendan mengeluarkan sayap Valafar dan terbang ke atas untuk menghindari rantai-rantai tersebut.

“hampir saja…” ucap Brendan pelan, “jangan terlalu santai serangan dia masih belum selesai…” ucap Valafar yang ada di dalam tubuh Brendan, “kau tidak akan kubiarkan kabur!!” teriak Lindwurm, tiba-tiba rantai-rantai yang di tembakan oleh Lindwurm tadi memasuki lubang dimensi lainnya yang di buat oleh Lindwurm dan muncul kembali di sekeliling Brendan, Brendan kembali terbang menghindar, tetapi lagi-lagi rantai tersebut masuk ke dalam lubang dimensi dan muncul lagi di sekitar Brendan, dan Brendan terus menghindari rantai-rantai yang terus mengejarnya melalui lubang dimensi.

“sial!! rantai-rantai ini!! setiap kali tidak mengenai ku rantai-rantai tersebut memasuki lubang dimensi dan muncul di tempat lainnya!!” maki Brendan, “atur gerakan mu!! Agar tidak terkena rantai tersebut!!” ucap Valafar, Brendan menganguk kemudian terus terbang menghindari rantai-rantai yang menyerangnya, tiba-tiba Brendan menyadari sesuatu, Lindwurm tersenyum, “sayang sekali tanpa kau sadari rantai yang mengejarmu membentuk kandang rantai!! Kau tidak bisa kemana-mana lagi Brendan!!” teriak Lindwurm ke Brendan, Brendan melihat sekeliling, dia sudah terkurung dalam jeruji rantai tersebut, “ini… aku tidak menyangka ini…” ucap Brendan kesal, tiba-tiba di sekeling Brendan muncul banyak lubang dimensi dan dari lubang dimensi tersebut muncul rantai-rantai yang tadi mengejar Brendan, Brendan yang terkurung dalam jeruji tidak bisa menghindar sehingga Brendan tertusuk oleh berpuluh-puluh rantai tersebut, “aaaaarrrrggghhhh!!!” teriak Brendan kesakitan, darah Brendan muncrat ke berbagai arah karena berpuluh-puluh tusukan yang diterimanya.

“terlalu mudah…”ucap Lindwurm, tiba-tiba luka tempat Brendan tertusuk mulai mengeluarkan api dan membakar habis rantai yang menusuknya dan juga jeruji yang mengurungnya, setelah semua rantai tersebut terbakar Brendan jatuh ke tanah masih dalam keadaan tidak sadarkan diri, “oi!! sampai kapan kau mau terus tidur?!” teriak Valafar, perlahan-lahan Brendan mulai berdiri kembali, “sakit… tapi kalau serangan itu dapat menarik mu dari kegelapan bernama dendam maka aku akan menerimanya…” ucap Brendan, “sebenarnya apa yang kau mau?! Kenapa?! Kenapa?! Kenapa kau terus berbicara ingin menolong ku?!” teriak Lindwurm, Brendan hanya tersenyum.

“karena kita seharusnya menjadi saudara” ucap Brendan tersenyum, Lindwurm murka mendengar itu, “jangan pernah…” ucap Lindwurm pelan, tiba-tiba muncul lubang dimensi lagi hanya saja kali ini lebih banyak dari sebelumnya, Brendan meembody Valafar dan mengambil posisi bertahan, “jangan pernah… mengaku sebagai saudara ku!!” teriak Lindwurm dan lagi-lagi Lindwurm menembakan rantai dari lubang dimensi tersebut, Brendan berlari ke arah Lindwurm dan menepis semua rantai yang mengarah ke arahnya sampai Brendan berhasil mendekati Lindwurm, kemudian Brendan menebaskan pedangnya

“kau!!” Lindwurm menciptakan pelindung dari rantai-rantai yang muncul di sekelilingnya untuk menahan tebasan Brendan sehingga pedang Brendan tertahan oleh rantai, “mangertilah Ashley… pertarungan ini tidak berguna… lebih baik kita hentikan ini…” ucap Brendan, Lindwurm yang mendengar itu menjadi sangat kesal, “Dark Flame Chain” ucap Lindwurm, dan seketika Brendan sudah terikat dengan rantai yang di keluarkan oleh Lindwurm, “baiklah kalau kau memaksa… aku akan menyadarkan mu dengan cara yang kasar…” ucap Brendan, kemudian Brendan mematahkan rantai-rantai tersebut dengan tangan kosong, Lindwurm yang melihat itu terkejut dan langsung menjauh, “Fire Breath!!” Brendan menembakan api dari pedangnya, “jangan sombong!! Aku tidak akan kalah disini!! Dark Flame!!” ucap Lindwurm sambil mengeluarkan api hitam dari tangannya sehingga api milik Brendan dan Lindwurm bertabrakan, dan membakar semua yang ada di sekelilingnya, setelah api mereda Brendan langsung berlari ke arah, Lindwurm dan mengambil kuda-kuda untuk menyerangnya.

“aku tidak menyangka akan menggunakan ini!!” Lindwurm melepaskan Dark Armed Dragon, kemudian meembodynya lagi hanya saja kali ini Dark Armed Dragon tidak menjadi armor melainkan menjadi gauntlet hitam, Brendan menebaskan pedangnya, tetapi Lindwurm berhasil menahannya dengan gauntlet yang di gunakannya, kemudian Lindwurm mendorong pedang Brendan dengan gauntletnya sehingga Brendan juga terdorong, dan setelah itu Lindwurm mehantam perut Brendan dengan tangannya dan tiba-tiba hantaman Lindwurm meledak dan melempar Brendan, “argh!! Ini!! tonjokannya meledak!!” ucap Brendan kaget, “Dark Armed Gauntlet… gauntlet ini tercipta dari api hitam Dark Armed Dragon dan tidak bisa hancur sekaligus dapat meledak… Brendan kau adalah orang kedua yang melihat gauntlet ini…” ucap Lindwurm, “hehehehe akhirnya kau serius juga… kalau begitu aku juga akan serius” ucap Brendan, tiba-tiba Lindwurm menghilang, “a, apa kemana dia?!” ucap Valafar terkejut, Brendan juga terkejut melihat Lindwurm yang menghilang.

“aku di sini…” ucap Lindwurm, Brendan menoleh ke belakang dan ternyata Lindwurm ada di sana, “bagaimana mungkin!!” ucap Valafar terkejut lagi, Lindwurm kembali memukul Brendan ke atas yang membuat Brendan terlempar ke atas, “urgh!! Begitu dia berpindah melalui lubang dimensi ya…” ucap Brendan pelan, dan sekarang Lindwurm sudah berada di atas Brendan, “jadi dia tidak menghilang melainkan…” ucap Valafar, “ya dia memasuki lubang dimensi untuk berpindah tempat secara cepat…” lanjut Brendan, Lindwurm memukul Brendan, kemudian berpindah tempat dan memukul lagi dan begitu seterusnya, sehingga dalam beberapa detik saja Brendan sudah berlumuran darah, “overdrive… BIG BANG!!” teriak Lindwurm, kemudian Lindwurm memukul Brendan dan pukulannya menciptakan ledakan yang sangat besar sehingga membuat Brendan terlempar ke bawah dan tanah yang dibrak Brendan tercongkel sehingga membentuk kawah kecil, “sudah selesai kah…” ucap Lindwurm sambil menatap kawah yang terbentuk, setelah kepulan asap menipis Lindwurm melihat Brendan yang masih berdiri, “dia…” ucap Lindwurm pelan, sementara Brendan dan Valafar sedang berdebat.

“o, oi kau tidak berpikir untuk menggunakan itu kan?” Tanya Valafar ke Brendan, “kurasa aku akan menggunakannya jika keadaannya terus seperti ini…” ucap Brendan pelan, “jangan kalau kau menggunakanya maka kau bisa mati karena kehabisan aura…” ucap Valafar, Brendan tertawa kecil, “kalau begitu untuk apa kau memberikan kekuatan itu?” Tanya Brendan ke Valafar, “aku memberinya karena menurut ku kau tidak akan menggunakannya secara sembarangan! Kalau seperti ini seharusnya aku tidak memberimu kekuatan itu!! Ingat itu hanya boleh di pakai jika aura mu dalam keadaan 60% atau lebih karena kekuatan itu mekonsumsi 50% kekuatan mu… dan sekarang aura mu hanya tersisa 37% apa kau kira kau akan bertahan hidup setelah menggunakan kekuatan itu…” ucap Valafar mencoba menghentikan Brendan, “aku tidak butuh pendapat mu… selama aku bisa menolong Ashley dan Ryou mati pun tidak apa-apa…” ucap Brendan, “dasar bodoh!! Kau aka—“ belum selesai Valafar berbicara Brendan sudah menguncinya di dalam tubuhnya, “gomene Valafar… overdrive…” ucap Brendan, tiba-tiba muncul pilar api dalam jumlah yang banyak di sekitar Brendan, “dia apa yang dia lakukan?!” ucap Lindwurm dalam hati, kemudian Lindwurm langsung terbang ke arah Brendan untuk menyerangnya, “apapun itu yang jelas itu akan berbahaya… aku harus menghentikannya!!” ucap Lindwurm dalam hati.

“PHOENIX AURA!!!” tiba-tiba api dari pilar api di sekeliling Brendan langsung mengarah ke arah Brendan dan membakarnya, Lindwurm yang ingin menyerang Brendan menghentikan langkahnya, “dia!! Apa yang dia lakukan?!” ucap Lindwurm dalam hati terkejut, setelah api mereda terlihat Brendan yang di selimuti aura bewarna emas, dan semua luka Brendan tertutup dengan cepat, “Lindwurm aku serius sekarang…” ucap Brendan, Brendan terbang ke arah Lindwurm dan menebaskan pedangnya dengan kecepatan yang sangat cepat sehingga dalam waktu beberapa detik sudah ada berpuluh-puluh luka tebasan di badan Lindwurm, “AAAARRRRGGGHHH!!!” teriak Lindwurm yang kesakitan, “gerakan dia tidak dapat di prediksi!! Bahkan kecepatannya di luar akal sehat manusia!!” ucap Lindwurm dalam hati, sementara Brendan menendang Lindwurm ke bawah dan mengangkat pedangnya, setelah itu pedang Brendan di bungkus oleh api yang besar dan membentuk wujud pedang raksasa, “Crimson Blade…” Brendan mengayunkan pedang raksasa tersebut ke Lindwurm dan membuat luka yang amat lebar di badan Lindwurm, dan dalam sekejap luka tersebut terbakar dan kemudian membakar Lindwurm dengan api bewarna emas.

“aaaarrrgggghhh!!” teriak Lindwurm yang kepanasan, setelah api perlahan-lahan menghilang Lindwurm yang terbakar berusaha untuk terus berdiri, “kali ini aku akan mengerahkan semua tenaga ku di satu pukulan ini… untuk membunuh mu” ucap Lindwurm, tiba-tiba tangan Lindwurm di selimuti oleh api hitam, “overdrive…” ucap Lindwurm pelan, Brendan juga mengangkat pedangnya, “baiklah serangan ini akan menentukan segalanya… overdrive…” ucap Brendan, pedang Brendan mulai di selimuti oleh api bewarna emas.

“Abyss Dragon!!” Lindwurm menembakan api hitam dari tangannya, kemudian api hitam itu mulai membentuk naga yang besar dan mengarah ke Brendan.

“Phoenix Inferno!!” Brendan menebaskan pedangnya dan dari tebasannya muncul Phoenix yang lebih besar daripada yang di keluarkan oleh Phoenix Flame.

Phoenix dan naga milik Lindwurm dan Brendan bertabrakan dan saling mendorong satu sama lainnya, “aku… aku akan pulang dengan selamat!! Karena itu janji ku kepada Garde… aku akan pulang karena aku berjanji pada Hina akan kembali… aku akan pulang dengan membawa serta kamu dan Ryou!! Dan aku akan menepati janjiku pada Shana untuk menyelematkan Ryou!! Ini bukanlah kekuatan ku!! Ini adalah kekuatan dari harapan mereka!! Karena itu kau tidak bisa mengalahkanku!!” teriak Brendan, tiba-tiba Phoenix milik Brendan semakin membesar dan menghancurkan naga milik Lindwurm, “tidak mungkin!!” teriak Lindwurm, Phoenix milik Brendan berhasil mengenai Lindwurm, Lindwurm yang terkena Phoenix milik Brendan terlempar dari lantai 7 dan terjatuh ke bawah.

“ayah… aku akan menyusul mu…” ucap Lindwurm dalam hati sebelum Lindwurm menutup matanya dia melihat Brendan yang terbang untuk menolongnya,

“bodoh… kenapa kau menolong ku…”

TO BE CONTINUED

Apakah yang akan terjadi pada Brendan dan Lindwurm? Better wait for next episode

Next Episode:MY PROMISE TO SHANA… FATEFULL BATTLE…

Senin, 19 Oktober 2009

CHAPTER 14: THE DECISION OF WHITE DRAGON!! GARDE VS NANDO!!

CHAPTER 14: THE DECISION OF WHITE DRAGON!! GARDE VS NANDO!!

“kita selesaikan urusan kita Nando…” ucap Garde sambil meembody Blue Eyes, Nando tersenyum, “baiklah kakak… oh ya aku ada kejutan buat kakak loh…” ucap Nando, tiba-tiba dari belakang Nando muncul Judgement Dragon yang memukul Garde sehingga Garde terlempar ke dinding, “argh!!” teriak Garde kesakitan, sementara Judgement Dragon mulai menembaki Garde dengan projectile cahaya, sedangkan Garde tidak dapat menghindarinya karena masih belum berdiri setelah menerima serangan yang sebelumnya, Garde yang terkena projectile cahaya kembali terlempar ke dinding, kemudian dinding tempat Garde mendarat retak dan akhirnya hancur sehingga membuat Garde terlempar ke luar.

“sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang seru dan tidak membosankan” ucap Nando, Judgement Dragon membentangkan sayapnya dan terbang keluar gedung bersama Nando, setelah Nando keluar dari gedung dia melihat kebawah tetapi tidak ada tanda-tanda Garde telah jatuh, setelah itu Nando melihat sekeliling, “hmm kemana si Garde…” ucap Nando, “Nando!!!!” Nando melihat asal suara itu yang ternyata berasal dari atas, di atas nando melihat Garde menggunakan sayap cahayanya dan terbang ke arahnya, “hoo serang dari atas, pintar juga membuat kejutan” ucap Nando sambil menghindari tebasan halbred milik Garde, Garde langsung berputar dan mengayunkan halbrednya kembali sehingga Judgement Dragon terkena tebasan halbred milik Garde, tapi setelah itu Judgement kembali memukul Garde, sehingga Garde terlempar ke tanah, Judgement Dragon mengepakan sayapnya untuk menembakan kamaitachi ke Garde, sehingga membuat banyak luka tebasan di tubuh Garde.

“aku akan mengalahkan mu Nando!!” teriak Garde, Garde kembali terbang ke arah Nando, “silahkan kakak kalau memang bisa” ucap Nando, Judgement Dragon menembakan beberapa projectile cahaya sekaligus tetapi Garde berhasil menebas beberapa projectile tersebut, sisanya berhasil mengenai Garde dan menambah luka di tubuh Garde, tetapi Garde tetap terbang ke arah Judgement Dragon dan Nando, setelah jarak sudah cukup dekat, Garde mengayunkan halbrednya, tetapi lagi-lagi berhasil dihindari oleh Judgement Dragon.

“kenapa kakak? Katanya mau mengalahkan ku?” ucap Nando dengan nada mengejek, kemudian Garde mesummon Stardust Dragon miliknya, Stardust milik Garde mulai menyerang Judgement Dragon milik Nando, “curaaang!! 2 lawan 1!!” teriak Nando, “screw the rule” ucap Garde sambil terbang ke arah Nando, sementara Judgement Dragon tidak bisa menghalangi serangan Garde ke Nando, “gimana kalo 2 lawan 2 aja biar adil” ucap Nando sambil tersenyum ke Garde, kemudian muncul naga lainnya dari atas dan menuju ke arah Nando, “perfect embody… Gragonith!!” ucap Nando, kemudian naga tersebut berubah menjadi cahaya dan membentuk sabre yang di gunakan Nando untuk menahan serangan Garde, Garde terkejut melihat Nando menggunakan perfect embody, “ternyata selama ini kau punya dua naga dan bahkan kau bisa melakukan perfect embody… tapi kau tidak pernah menunjukan itu di depan jendral lainnya…” ucap Garde sambil terus menekan halbrednya untuk menembus pertahanan Nando, “nanti kalau aku tunjukan di kira sombong lagi” ucap Nando sambil tersenyum kecil, Nando mengayunkan sabrenya dengan kekuatan penuh, sehingga halbred milik Garde terpental, kemudian Nando kembali menebaskannya lagi ke arah Garde dan tepat mengenainya, Garde yang terkena tebasan Nando kehilangan keseimbangan dan jatuh dari badan Judgement Dragon.

“sial… terlalu kuat! Ternyata Nando memang yang terkuat di antara 5 jendral…” ucap Garde dalam hati, kemudian Garde memanggil Stardust untuk mengangkut dirinya yang jatuh, setelah Garde menaiki Stardust, Garde terbang menjauhi Judgement Dragon, “wah wah mau terbang ke mana kakak” ucap Nando pelan kemudian mengejar Garde dengan Judgement Dragonnya, “sudah ku duga dia akan mengejar… aku harus memikirkan taktik untuk menyerang balik Nando…” ucap Garde dalam hati sambil terbang memutari CnG Building, setelah beberapa menit berpikir akhirnya Garde mendapatkan ide untuk menyerang balik Nando, Garde terbang dengan kecepatan penuh kemudian menukik memutari CnG Building, Nando yang melihat itu mulai mengejar Garde dengan kecepatan penuh juga, “wah wah apa yang kau rencanakan Garde?” ucap Nando sambil berbelok untuk memutari CnG Building, setelah berbelok Nando melihat Stardust mencharge angin di mulutnya, “hoo surprise attack kah? Tapi itu tidak akan mempan” ucap Nando, kemudian Stardust menembakan angin yang sangat kencang ke arah Nando, sementara Nando langsung terbang menukik ke atas untuk menghindari serangan Stardust, “sayang sekali rencana mu gagal Garde!!” teriak Nando, “tidak!! Kau tepat terjatuh ke rencana ku!!” teriak Garde yang ternyata ada di belakang Nando, “apa? Bagaimana bisa?!” ucap Nando terkejut, “inilah surprise attack yang sebenarnya!! Overdrive!! Ultimate Shining Sky Raid!!” Garde mengayunkan halbrednya dan mengeluarkan siluet cahaya Blue Eyes ayunannya yang membuat Judgement Dragon terbelah menjadi dua dan hancur.

“begitu… dia melepaskan dirinya dari Stardust dan memerintahkannya untuk menyerang ku ketika aku muncul… padahal dia sendiri bersembunyi menunggu sampai aku lengah… taktik yang bagus Garde… kalau aku yang terkuat kau yang terpintar… aku harus akui itu” ucap Nando dalam hati, setelah itu Nando mengeluarkan sayap Gragonith dari punggungnya, kemudian terbang menjauh, sementara Garde tersenyum.

“bagus aku sudah menghabisi satu naga milik mu…” ucap Garde sambil tersenyum, “tapi kau belum mengalahkan ku kakak” balas Nando, “setidaknya dengan hilangnya Judgement Dragon, kau mengalami penurunan kekuatan yang drastis…” ucap Garde ke Nando, sementara Stardust yang ternyata dari tadi mencharge angin di mulutnya langsung melepaskannya ke arah Nando, Nando yang terkejut tidak sempat menghindar dan terkena serangan Stardust, Garde kembali terbang ke arah Nando yang terlempar, kemudian menebaskan halbrednya beberapa kali tetapi Nando langsung mengambil posisi bertahan dan menahan semua tebasan Garde menggunakan sabrenya.

“aku benar-benar tidak menyangka kau akan menggunakan taktik seperti ini…” ucap Nando tenang, kemudian Nando menendang perut Garde dan membuat Garde terlempar ke belakang, setelah itu Nando mengayunkan sabrenya dan dari sabrenya ditembakan aura putih yang membentuk tebasan dan mengarah ke Garde, Garde mengayunkan halbrednya untuk menghancurkan tebasan yang di tembakan oleh saber milik Nando.

“menyerah lah Nando kau tidak mungkin menang!!” teriak Garde, sementara Stardust menembakan projectile-projectile angin ke arah Nando, tetapi Nando bisa menghindari semua angin yang di tembakan ke arahnya, “menyerah? Tidak akan…” ucap Nando, kemudian Nando mengeluarkan Orb of Divination dari balik jubahnya, “lihatlah ini Garde…” Orb of Divination bersinar terang, kemudian dari sinar tersebut muncul Judgement Dragon yang seharunya sudah hancur, “mustahil bagaimana bisa!!” teriak Garde terkejut, “hahahahaha Orb of Divination memiliki kemampuan untuk mengubah takdir mahluk hidup, dengan menggunakannya aku mengubah takdir Judgement Dragon yang seharusnya sudah mati!! Kemudian Wisdom Statue memberikan semua ilmu di dunia ini ke orang yang menggunakannya, dan Rainbow Crystal memiliki kemampuan untuk mengembalikan semuanya ke ketiadaan dan membentuk dunia baru!!! Dengan ketiga artifact ini aku akan menjadi dewa di dunia yang baru” ucap Nando, “kau sudah gila!! Tidak ada manusia yang dapat menjadi dewa!!” teriak Garde ke Nando, Nando hanya tersenyum.

“memang sekarang tidak ada… karena itu aku akan menjadi satu-satunya manusia yang berhasil menjadi dewa…” ucap Nando sambil menatap tajam Garde, “cukup dengan pembicaraan ini… aku akan membunuh mu sekarang…” ucap Nando lagi sambil tersenyum, Judgement Dragon milik Nando terbang ke arah Stardust dan menembakan cahaya yang besar ke arah Stardust, dan cahaya tersebut tepat mengenai Stardust, sementara Nando menyerang Garde dengan membabi buta, “kenapa Nando?! Padahal dulu kau adalah orang baik!! Apa yang membuat mu berubah?!” Tanya Garde ke Nando, Nando hanya tersenyum, “pingin tahu? Yaa kalau di Tanya seperti itu mungkin penyebabnya adalah masa lalu yang menyakitkan dan dendam…” ucap Nando, wajah Nando terlihat sedih sesaat, tetapi kemudian Nando kembali menyerang Garde, karena serangan Nando yang begitu cepat, pertahanan Garde terbuka sesaat, melihat itu Nando langsung mengayunkan sabrenya dengan kekuatan penuh dan tebasan Nando tepat mengenai Garde, sehingga Garde terjatuh ke arah tanah, setelah itu Nando memanggil Judgement Dragon dan menaikinya, Judgement Dragon mulai mencharge cahaya di mulutnya, “sayonara… Shiro no Ryu Garde... overdrive… Holy Salvation!!” teriak Nando, kemudian Judgement Dragon menembakan cahaya yang sangat besar dengan kekuatan yang sangat besar pula ke arah Garde, “Brendan, Marcel, Andre… hehehehe maafkan aku, aku tidak bisa menepati janji yang aku buat sendiri… aku tidak bisa pulang dalam keadaan selamat…” ucap Garde menutup matanya dan pasrah, sementara cahaya yang di tembakan Judgement Dragon tepat mengenai Garde, “Garde… cara mu mati aku akui adalah cara yang terhormat…” ucap Nando, tiba-tiba Nando melihat sesuatu mengejutkan.

“aku… apa aku sudah mati… ya pasti sudah mati… setelah serangan dari Nando tidak mungkin aku selamat…” ucap Garde dalam hati, “Garde!! Kau tidak boleh mati untuk kedua kalinya!!” teriak seseorang, Garde membuka matanya dan dia melihat Divine Neos yang menggunakan Barrier untuk melindungi Garde dari cahaya yang di tembakan oleh Judgement Dragon, kemudian Garde menoleh ke arah asal suara yang tadi membangunkannya, di sana dia melihat, Marcel yang di bantu oleh Andre untuk berdiri, Garde tersenyum ke arah mereka.

“terima kasih Andre, Marcel…” ucap Garde, Garde kembali mengepakan sayap cahayanya agar terbang lagi, sementara Nando menatap Garde dari jauh, “hmm sepertinya teman mu telah memperpanjang hidup mu Garde…” ucap Nando, Garde menatap Nando, “Nando!! Aku tidak tahu apa dasar atas tindakan mu yang ingin menjadi dewa… tapi aku akan menggagalkan rencana mu!! Apapun alasan mu!! Itu adalah keputusan ku!!” teriak Garde ke Nando, Garde mengangkat tangannya dan tangan milik Garde mulai bersinar, “Shining Revival!!” teriak Garde, tiba-tiba dari bawah Nando muncul naga yang terbang dengan kecepatan jet ke arah Nando, “apa itu!!” ucap Nando terkejut, “majulah… Savior Star Dragon!!” teriak Garde, naga yang terbang dengan kecepatan jet tersebut menembus tubuh Judgement Dragon dan membuat Judgement Dragon meledak menjadi cahaya, “I, ini mustahil!!” ucap Nando, sementara Garde terbang ke arah Nando, “overdrive… Burst Aura!!!” teriak Garde, tiba-tiba aura milik Garde meledak dan berkumpul di halbred milik Garde, sehingga halbred milik Garde bersinar terang, “aku sudah janji pada mereka… bahwa kita akan pulang dalam keadaan selamat… karena itu aku tidak bisa mati di sini!! Nandoooo!!!!!” Garde mengayunkan halbrednya, Nando menahannya dengan saber miliknya, “HAAAAAAAH!!!!” teriak Garde, tiba-tiba saber milik Nando terpotong menjadi dua bagian, dan ayunan kapak milik Garde tepat mengenai Nando dan berhasil menebas tubuh Nando, “AAAAAARRRRRRRGGGGHHHH!!!” teriak Nando kesakitan, walaupun tidak sampai terpotong tapi Nando mengalami pendarahan yang parah, Nando yang kehilangan keseimbangan jatuh ke tanah.

Garde kembali terbang masuk ke dalam gedung dan bertemu dengan Marcel dan Andre di sana, “terima kasih… jika kalian tidak ada di sini tadi mungkin aku sudah tidak ada…” ucap Garde ke Andre dan Marcel, “tidak masalah! Yang penting kita harus kembali dengan selamat!” balas Andre, Garde melihat Marcel yang masih terluka, “apa kau tidak apa-apa dengan luka seperti itu mengerahkan Neos untuk melindungi ku tadi…” Tanya Garde ke Marcel, Marcel hanya tersenyum, “tidak aku tidak apa-apa… mungkin sekarang lebih baik kita menyusul Brendan…” ucap Marcel, Garde dan Andre menganguk, kemudian mereka menaiki tangga yang ada di ujung ruangan.

“akhirnya sampai juga… aku tidak menyangka tangganya akan setinggi itu… di balik pintu ini ada Ashley…” ucap Brendan, kemudian Brendan mendorong pintu yang ada di depannya, dan ternyata di balik pintu itu terdapat taman yang terlihat indah, dan di ujung taman itu terdapat bangunan, “begitu berarti ini adalah lantai teratas dari CnG Building, dan di balik pintu itu pasti tempat Ryou berada…” ucap Brendan dalam hati, “akhirnya kau datang juga” ucap seseorang, Brendan melihat ke arah asal suara tersebut, yang ternyata adalah Lindwurm, wajah Brendan mengeras dan menatap tajam kea rah Lindwurm, “ini adalah pertarungan terakhir antara kita aku akan membalas dendam ayah ku…” ucap Lindwurm pelan, kemudian Brendan mendekati Ashley dan berbicara pelan ke arah Ashley.

“Ashley aku akan menarik mu dari kegelapan yang bernama masa lalu”

TO BE CONTINUED

Apakah yang akan terjadi antara Ashley dan Brendan? Better wait next episode

Next Episode:BOND OF BROTHER!! BRENDAN VS LINDWURM!!

CHAPTER 13: POWER OF NEO-SPACIAN!! MARCEL VS GRAIL!!

CHAPTER 13: POWER OF NEO-SPACIAN!! MARCEL VS GRAIL!!

“ka, kau!!” ucap Marcel terkejut, “apa kau mengenalnya Marcel?” Tanya Garde ke Marcel, “ya dia adalah orang yang menyerang desa tempat ku berlatih… dia yang membunuh guru ku!! Dan dia juga adalah teman seperguruanku Grail!!” ucap Marcel menahan emosinya, Grail tersenyum, “wah ternyata kau masih mengingat ku Marcel-kun” ucap Grail, tiba-tiba di belakang Grail muncul naga hitam, “kalau begitu bagaimana jika aku musnahkan saja penerus guru ku ini… Red Eyes Black Dragon!!” teriak Grail, kemudian naga hitam di belakang Grail meraung.

“Brendan, Garde… jangan ikut campur… ini pertarungan ku… kalian menonton saja di belakang…” ucap Marcel ke Brendan dan Garde, Brendan berusaha membantu Marcel, tetapi di tahan oleh Garde, Garde tersenyum, “baiklah tapi kau harus menang jangan sampai kalah” ucap Garde, Marcel menganguk, “oh ya satu lagi kalo menurut ku kau sudah dalam keadaan akan kalah aku akan langsung membantu mu, dan kau tidak berhak untuk menghentikan ku” lanjut Garde, Marcel kembali menganguk, kemudian Garde dan Brendan berjalan ke arah tembok di belakang dan menonton pertarungan Marcel dan Grail, “kenapa kau menghentikan ku sensei?” Tanya Brendan ke Garde, “hmm… bagaimana ya… bisa di bilang ini adalah pertarungan dia… dan lagi aku percaya Marcel pasti menang kok…” ucap Garde percaya diri.

“Neos!! Maju!!” Marcel memanggil Neos, kemudian Neos langsung terbang ke arah Red Eyes, “hahahahahaha masih sama seperti dulu ya Marcel?! Kau masih gegabah dan terburu-buru!! Red Eyes serang Neos!!” teriak Grail, Red Eyes menembakan bola api ke arah Neos, tetapi Neos berhasil menghindarinya, tiba-tiba muncul bola api lainnya yang di tembakan ke arah Red Eyes, Grail terkejut dan langsung melihat ke arah bola api tersebut, Marcel tersenyum, “Flare Scarab…” ucap Marcel pelan, ternyata api tersebut berasal dari humanoid yang memiliki bentuk serangga, “apa?! Apa itu?!” teriak Grail, Grail yang masih terkejut tidak sadar bahwa Neos sudah dekat dengan Red Eyesnya, ketika jaraknya sudah dekat Neos memukul jatuh Red Eyes.

“I, ini!! bagaimana bisa jangan bilang kau mengendalikan 2 Aeon sekaligus Marcel?!” Tanya Grail ke Marcel, Marcel hanya tersenyum, “2? Salah!! Bukan 2 tapi 3!! Grand Mole!!” teriak Marcel, tiba-tiba dari tanah tempat Red Eyes jatuh muncul tikus tanah yang memiliki tangan seperti bor, mahluk itu memukul Red Eyes sampai terlempar kembali, “3!! Tidak mungkin!! Tapi aku juga tidak akan kalah!! Mega Flare!!” teriak Grail, Red Eyes mencharge api yang sangat besar, kemudian menembakannya ke arah Neos, tapi tiba-tiba muncul dinding air yang menahan tembakan Red Eyes, “apa lagi sekarang?” ucap Grail kesal, “Aqua Dolphin…” ucap Marcel pelan, Grail menoleh ke arah asalnya air tersebut dan disana dia melihat humanoid yang memiliki bentuk lumba-lumba.

“begitu… aku tahu sekarang… kakek itu pernah bilang soal 6 Aeon miliknya yang melindungi Neo-Space… dan dia akan mewariskan Aeonnya tersebut ke muridnya yang terbaik… jadi kakek itu memilih mu Marcel?” Tanya Grail, “ya guru memberikan aku Neo-Spacian tepat setelah kau membunuh dan meninggalkannya… hanya saja selama setahun ini aku masih belum bisa menguasai Neo-Spacian… setelah aku di kalahkan Nando, aku langsung berpikir kalau aku lemah… kalau terus begini aku hanya akan menjadi beban… karena itu aku berusaha menguasai Neo-Spacian… dan sekarang aku berhasil!!” jawab Marcel, kemudian Marcel mengangkat tangannya, “lihatlah… ini lah kekuatan yang di tinggalkan oleh guru kita…” ucap Marcel, tiba-tiba Grand Mole dan Flare Scarab menjadi cahaya dan pergi kea rah Neos, “walau aku tidak bisa menggunakan embody tapi Neos bisa!!” teriak Marcel, Grail yang melihat itu berusaha menghentikan Marcel, “tidak akan kubiarkan!!” teriak Grail sambil memerintahkan Red Eyes menembakan api, tapi semua api yang di tembakan oleh Red Eyes berhasil di tahan oleh Aqua Dolphin.

“Perfect Embody…” ucap Marcel dan Neos bersamaan, “Grand Mole!! Flare Scarab!! Bangkit dan hancurkan musuh ku!! Magma Neos!!” teriak Marcel, kemudian Neos yang di bungkus oleh cahaya berubah bentuk, sekarang Neos mengenakan armor hijau dan memiliki sayap dari Flare Scarab, Magma Neos kembali terbang ke arah Red Eyes, Red Eyes menembakan apinya, sementara Magma Neos juga menembakan api sehingga api yang di tembakan Neos dan Red Eyes bertabrakan dan terjadilah ledakan yang besar disertai asap tebal.

“sial aku tidak bisa melihat” ucap Brendan pelan, “hmmm…” ucap Garde, Brendan melihat Garde dengan tatapan aneh, “apa maksud dari ‘hmmm’ itu sensei?” Tanya Brendan ke Garde, “aku hanya merasa Marcel pasti menang… dia sudah memulai serangan balik…” ucap Garde pelan sambil melihat kepulan asap tersebut dengan seksama, setelah beberapa menit terlihat Neos yang keluar dari asap dan mengarah ke Red Eyes, “apa!!!” ucap Grail terkejut, Neos memukul Red Eyes hingga terlempar ke belakang, kemudian Neos melanjutkan serangannya dengan cara menembakan bola api tanpa henti ke arah Red Eyes, “GRAAAAAUUUUUHHH!!!” raung Red Eyes kesakitan, setelah Neos berhenti menembakan apinya Red Eyes langsung roboh ke tanah.

“dan sama seperti dulu… kau masil lemah Grail...” ucap Marcel pelan sambil tertawa kecil, “jangan meremehkan ku!!” balas Grail sambil mengeluarkan sesuatu dari balik jaketnya, dan mengangkatnya ke atas yang ternyata adalah sebuah kristal dengan ornamen naga, “itu!! Kenapa dia bisa memiliki itu!!” teriak Garde terkejut, “memangnya apa gunanya kristal itu?” Tanya Brendan ke Garde, badan Garde gemetaran, “Dragon Revival… itu adalah kristal yang ku gunakan untuk membangkitkan Blue Eyes dan mengubahnya menjadi Blu Eyes Shining Dragon… kalo dia sampai menggunakan kristal itu maka Red Eyes miliknya yang seharusnya sudah di kalahkan akan bangkit kembali dan berubah bentuk sekaligus menambah kekuatan Red Eyes hingga berlipat ganda… aku harus menghentikannya sebelum terlambat” ucap Garde, Garde meembody Blue Eyes Shining Dragonnya menjadi halbred putih, kemudian berlari ke arah Grail, “bukankah Marcel menyuruh kita agar tidak ikut campur!!” teriak Brendan ke Garde yang sudah jauh mengarah ke Grail, “ini bukan soal tidak ikut campur atau tidak!! Kalo dia sampai menggunakannya maka kemungkinan Marcel untuk menang akan menjadi tipis sekali!! Aku akan menghentikannya!!” balas Garde, kristal tersebut mulai menyala terang.

“ahahahahaha!! Lihatlah Marcel!! Bukan kau saja yang mendapatkan kekuatan baru!! Aku juga!!” teriak Grail, kristalnya semakin terang dan Red Eyes yang sudah roboh mulai bangun perlahan-lahan dan meraung dengan kencang, begitu juga dengan aura milik Red Eyes yang semakin membesar.

“a, aura ini!! tekanannya begitu kuat aku tidak bisa menggerakan tubuh ku!!” ucap Garde dalam hati sambil berusaha melawan tekanan aura yang di pancarkan Red Eyes, Garde melihat Marcel, tetapi Marcel tetap terlihat tenang, “apa yang kau lakukan Marcel!! Cepat pergi kemungkinan mu untuk menang sudah tipis!! Biar aku yang mengurus di sini!!” teriak Garde ke Marcel, Marcel menoleh ke arah Garde, “Garde? Bukankah sudah ku bilang jangan ikut campur… ini pertarungan ku biarkan aku bertarung sendirian… lagi pula aku masih memiliki senjata rahasia kok” ucap Marcel, kemudian Marcel tersenyum ke arah Garde, Marcel kembali menoleh ke arah Grail, “majulah Grail!! Kalahkan aku kalau kau memang bisa!!” teriak Marcel, Grail tertawa mendengar itu, “kalahkan kamu kalau aku bisa eh? Hahahahahaha apa yang kau pikirkan Marcel?! Kau sudah pasti kalah!!” teriak Grail, kemudian aura milik Red Eyes meledak dan membuat Garde terlempar ke belakang, Brendan menahan Garde sebelum Garde membentur dinding, “apa maksud mu Marcel? Apa kau yakin bisa menang?” ucap Garde pelan.

“bangkitlah… Red Eyes Darkness Dragon!!!” teriak Grail, setelah asap dari ledakan aura Red Eyes menipis, Marcel bisa melihat dengan jelas sosok Red Eyes yang telah berubah, tubuh Red Eyes sekarang terlihat seperti mesin dan terdapat kristal bewarna merah di sayapnya, Red Eyes terbang ke arah Magma Neos dan menembakan api ke arah Neos, Neos mencoba menahannya tapi gagal, sehingga Neos terlempar ke belakang, setelah itu Red Eyes menembakan api kembali ke arah Neos yang masih terlempar, sehingga terjadi ledakan yang sangat besar, “kekuatan dia tidak main-main…” ucap Marcel, Marcel kembali mengangkat tangannya, Grand Mole dan Flare Scarab yang menjadi armor Neos terlepas, kemudian Marcel memanggil kucing bewarna hitam, dan humanoid bewarna putih, kedua Aeon tersebut berubah menjadi cahaya dan terbang ke arah Neos, “Dark Phanter… Glow Moss… bersatulah dengan Neos!! Perfect Embody!! Chaos Neos!!” teriak Marcel, Neos yang berubah menjadi Chaos Neos terbang ke arah Red Eyes dan menembakan projectile hitam ke arahnya tapi semua projectile itu tidak ada yang berhasil mengenai Red Eyes karena sudah hancur oleh tekanan aura Red Eyes, “sudah kuduga… aura miliknya menjadi barrier yang melindunginya…” ucap Marcel dalam hati, “hahahaha kau tidak akan bisa mengalahkanku Marcel!!” teriak Grail, Marcel hanya tersenyum, “oh ya sebenarnya aku malah yakin bisa mengalahkan mu…” ucap Marcel, Grail yang mendengar itu menjadi sangat kesal.

“kau… lihatlah kenyataan Marcel!! Apa pun yang kau lakukan tidak akan bisa melukai Red Eyes ku!!” ucap Grail kesal, “tidak aku bisa mengalahkan mu… bahkan kalau aku mau aku bisa mengalahkan mu dengan satu serangan” ucap Marcel sambil tersenyum, Grail semakin emosi mendengar itu, “baiklah kalau itu yang kau mau… overdrive…” ucap Grail pelan, “dia akan menggunakan overdrivenya…” ucap Marcel dalam hati, Marcel mengigit bibirnya sendiri, “Neos lindungi aku!!” perintah Marcel ke Neos, “baik tuan Marcel!!” balas Neos, Neos terbang ke arah Marcel dan melindungi tuannya, “HELL FLARE!!” teriak Grail, Red Eyes menembakan api yang sangat besar ke arah Neos dan Marcel, Neos yang berusaha melindungi tuannya mencoba menahan api yang di tembakan oleh Red Eyes, tetapi ternyata usah Neos percuma, api yang di tembakan oleh Red Eyes terlalu kuat untuk di tahan oleh Neos, sehingga terjadi ledakan besar.

“Marcel!!!!” teriak Brendan, “hahahahaha…. AHAHAHAHAHAHA!!!!! Sampai kan salam ku ke guru kita Marcel!!” tawa Grail, Brendan melihat Grail dengan tatapan benci, “kau… berani-beraninya!!” teriak Brendan berlari ke arah Grail dan meembody Valafar, begitu juga dengan Garde yang meembody Blue Eyesnya dan berlari ke arah Grail, “kau tidak akan ku maafkan!!” teriak Brendan, “Brendan kau serang Grail!! Aku akan menyerang Red Eyesnya!!” ucap Garde sambil berlari, tiba-tiba Garde, Brendan, dan Grail merasakan aura yang sangat besar bahkan jauh melebihi Red Eyes, “hentikan… aku sudah bilang jangan ikut campur pertarungan ku…” Garde, Brendan, dan Grail melihat ke arah kepulan asap bekas ledakan tadi.

disana terlihat Marcel yang sudah berlumuran darah di mana-mana, “apa maksud mu kau sudah kalah!!” teriak Garde, Marcel kembali mengangkat tangannya, dan perlahan-lahan Neos yang sudah terluka parah bangkit kembali, “belum… masih belum!!! Bangkitlah Neos!! Neo-Spacian berikan kekuatan kalian ke Neos!! Dan bangkitlah kembali menjadi Divine Neos!!” teriak Marcel, tiba-tiba muncul 6 Aeon berbeda di sekeliling Marcel, mereka berubah menjadi cahaya dan bersatu dengan Neos, dan membentuk Aeon baru yang berarmor emas, bersayap emas, dan terlihat agung, “apa!! Kau masih memiliki kekuatan untuk menggabungkan Aeon tersebut!!” teriak Grail ketakutan, “overdrive… ETERNAL ERADICATOR!!!” teriak Marcel, Divine Neos mulai bersinar terang, kemudian sinar tersebut memasuki tubuh Divine Neos, setelah beberapa detik sinar tersebut meluap kemudian meledak, Red Eyes yang terkena sinar tersebut perlahan-lahan menjadi debu tanpa sisa, “sudah ku bilang kan kalau aku mau aku bisa mengalahkan mu dalam satu serangan saja…” ucap Marcel pelan, kemudian Divine Neos terbang ke arah Grail, Grail yang ketakutan berlari, “to, tolong aku!!” teriak Grail sambil menangis, “jangan lupa minta maaf ke guru ya Grail…” ucap Marcel tersenyum, kemudian Divine Neos memotong tubuh Grail menjadi beberapa bagian, sehingga darah Grail berceceran ke mana-mana dan masing-masing dari bagian tubuh yang terpotong mengeluarkan darah yang banyak.

Brendan dan Garde yang melihat itu menjadi jijik, “padahal kau tidak perlu melakukan sejauh itu…” ucap Garde sambil menahan mual, “tidak aku perlu… itu adalah hukuman untuk dia yang membunuh guru dengan cara yang sama…” ucap Marcel, Marcel berjalan ke arah dinding terdekat kemudian duduk bersender di sana, “kalian pergilah dulu…aku mau beristirahat di sini sambil menunggu Andre…” ucap Marcel, “baiklah… tapi jangan lupa kau harus menyusul” ucap Garde, “ya aku akan menyusul bersama Andre…” balas Marcel, Garde tersenyum dan berbalik pergi bersama Brendan.

“ini sudah lantai ke-5 masih tidak ada siapa-siapa di sini…” ucap Brendan kelelahan karena sudah mencari sampai lantai 5, “sabar… CnG Building berlantai 8 dan yang tersisa adalah Lindwurm, Nando, dan Ryou… pasti di lantai berikutnya ada…” ucap Garde setelah pintu elevator terbuka mereka sudah berada di lantai 6, tidak ada yang special di lantai 6, lantai 6 hanya ruangan berbentuk balok, dan di ujungnya terdapat tangga untuk ke atas, dan dari tangga tersebut turun seseorang yang ternyata adalah Nando.

“wah wah kakak hebat!! Bisa mencapai lantai ini!! oh Brendan-kun kau boleh pergi ke atas!! Di sana Lindwurm sudah menunggu!” ucap Nando tersenyum, “apa yang kau rencanakan?” Tanya Brendan, “hah? Apa maksudmu Brendan-kun?” balas Nando sambil tersenyum, “Brendan pergilah ke atas duluan aku ada urusan dengan dia…” ucap Garde, Brendan menganguk kemudian lari melewati Nando menuju ke tangga, sekilas Brendan melihat senyum licik Nando, “sensei jangan kalah…” ucap Brendan dalam hati sambil menaiki tangga, “wah wah kak Garde mau bertarung?” Tanya Nando, Garde meembody Blue Eyesnya, wajahnya mengeras.

“kita selesaikan urusan kita Nando!!”

TO BE CONTINUED

Apakah Garde akan menang melawan Nando? Better wait next episode

Next Episode:THE DECISION OF WHITE DRAGON!! GARDE VS NANDO

Jumat, 16 Oktober 2009

SPECIAL CHAPTER: FATEFULL MEET IN CRHISTMAS

SPECIAL CHAPTER: FATEFULL MEET IN CRHISTMAS

2 tahun lalu, tanggal 23 Desember 2018 dan di hari bersalju

"tanggal 23 Desember ya... 2 hari lagi natal... tapi aku masih belum bisa menemukan pasangan..." ucap Andre sambil berjalan ke arah sekolahnya, di tengah jalan dia bertemu dengan teman sekelasnya Marcel, Andre berniat menyapa Marcel tetapi dia mengurungkan niatnya ketika melihat Hitagi menghampiri Marcel dan menyapanya, "Marcel sudah memiliki pasangan... mungkin lebih baik aku membiarkan mereka berdua" ucap Andre dalam hati, dan kembali melanjutkan perjalanan ke sekolah sendirian sampai dia mendengar suara, "bersemangatlah tuan!! jangan putus asa!! pasti tuan dapat pasangan kok!!" seru suara itu yang ternyata adalah Subtitoad, Andre tersenyum dan tertawa kecil.

"hahahaha terima kasih atas dukungan mu Subtitoad" balas Andre ke Subtitoad, setelah beberapa menit akhirnya Andre telah sampai di sekolahnya, Andre mengikuti pelajaran seperti hari-hari biasanya, tanpa ada yang special dan tanpa ada yang menemani, setelah pulang sekolah Andre pergi ke taman dan membeli minuman dari vending machine di sana,sampai seorang wanita datang mendekatinya, "kau... kau bukan manusia normal kan?" tanya wanita itu sambil tersenyum, "apa maksudmu?" tanya Andre ke wanita itu, "kau manusia yang memiliki kemampuan unik kan? aku tahu kau bukan manusia biasa! perkenalkan nama ku adalah Suzumiya Haruhi! dan aku hanya tertarik dengan sesuatu yang unik! aku sama sekali tidak tertarik dengan sesuatu yang normal!" Haruhi memperkenalkan dirinya dengan semangat.

"apa-apaan wanita ini? entah kenapa dia terlihat norak

Kamis, 15 Oktober 2009

CHAPTER 12: WHO STRONGER!? ANDRE VS KENNY

CHAPTER 12: WHO STRONGER!? ANDRE VS KENNY

“ya aku janji pada mu Shana aku akan menolong Ryou…” ucap Brendan dalam hati, mereka pun memasuki CnG building tetapi ternyata di lobby sudah ada seseorang yang menunggu yang tak lain dan tak bukan adalah 1 dari 5 jendral naga yaitu Kenny.

“akhirnya kalian datang juga!! Tapi langkah kalian akan terhenti di sini!!” ucap Kenny, “pergilah duluan… biar aku yang mengurus di sini aku masih ada dendam dengan dia…” ucap Andre, sambil menyuruh mereka pergi, “kau yakin?” Tanya Marcel, Andre menganguk petanda dirinya yakin, “baiklah ayo kita pergi!” ucap Marcel memberi komando dan berlari melewati Kenny, tiba-tiba Kenny memanggil Light and Darkness Dragonnya, “aku tidak akan membiarkan kalian masuk lebih dalam!!” teriak Kenny, lalu Light and Darkness menembakan projectile putih ke arah Brendan dan yang lainnya, tetapi sebelum projectile tersebut mengenai Brendan tiba-tiba muncul Treeborn Frog yang melindungi Brendan dan yang lainnya dari projectile tersebut, “dan aku tidak akan membiarkanmu menghalangi mereka!!” teriak Andre, Brendan dan yang lain pun berhasil masuk lebih dalam, Kenny melihat Andre dengan muka yang kesal, “baiklah kalau itu mau mu aku akan membunuhmu…”

sementara Brendan dan yang lain masih berlari untuk memasuki CnG building lebih dalam, “kau yakin Andre tidak akan apa-apa?” Tanya Brendan ke Marcel, Marcel tersenyum, “mungkin sekilas dia terlihat seperti yang terlemah di antara kita… tapi sebenarnya mungkin dialah yang terkuat di antara kita… selama ini dia hanya menggunakan 10% dari kekuatannya karena harus menjaga segel Rainbow Cristal jadi menurutku dia tidak akan apa-apa… tidak dia sudah pasti menang!!” jawab Marcel yakin, “aku juga merasakannya di antara kita dia adalah satu-satunya orang yang memiliki aura terbesar di sini” ucap Garde, “baiklah kalau kalian berbicara begitu kalau begitu aku juga harus percaya kepada Andre…” balas Brendan, mereka pun melanjutkan perjalanan mereka untuk memasuki CnG building lebih dalam.

“kau keras kepala sekali ya padahal sebelumnya kau sempat kalah melawanku...” ucap Kenny, “ya waktu itu aku kurang persiapan tapi kali ini tidak akan lagi aku kalah...” balas Andre, Andre pun memangil Subtitoad yang tiba-tiba berubah menjadi kodok bertanduk, “cish apa itu? aku akan mengalahkannya dengan mudah!!” teriak Kenny, Light and Darkness menembakan projectile-projectile cahayanya ke arah kodok itu, tetapi kodok itu behasil menghindari semua serangan Light and Darkness, “jangan meremehkan Uni Frog!!” teriak Andre, tiba-tiba tanduk milik Uni Frog bercahaya, dan menembakan petir ke arah Light and Darkness, petir tersebut berhasil mengenai Light and Darkness dan membuatnya tidak bisa bergerak untuk beberapa menit, Uni Frog kembali berubah menjadi Subtitoad dan berubah lagi menjadi kodok bewarna hitam dan bercorak merah, “maju lah!! Beelze Frog!!” teriak Andre, Beelze memulai mencharge air di mulutnya dan kemudian menembakannya ke arah Light and Darkness Dragon yang sedang tidak bisa bergerak karena serangan Uni Frog tadi sehingga terjadi ledakan air yang besar dan ketika ledakan sudah mereda, terlihat Light and Darkness yang telah membeku.

“mustahil!!” teriak Kenny terkejut, “masih belum!!” ucap Andre, Beelze Frog kembali berubah menjadi Des Frog yang terbang ke arah Light and Darkness dan meledakan dirinya sehingga Light and Darkness yang membeku mulai retak dan akhirnya pecah menjadi berkeping-keping, “jangan senang dulu!!” teriak Kenny, yang kemudian memanggil Light and Darkness untuk kedua kalinya, dan setelah Andre melihat pecahan es, Andre kaget karena ternyata es tersebut sudah kosong, “begitu sebelum Des Frog meledakkan diri kau mengembalikan Light and Darkness ke dimensinya sehingga dia tidak terkena imbas ledakan dan kau memanggilnya lagi sekarang...” ucap Andre yang agak terkejut dengan taktik Kenny.

“yaa apa kau terkejut? Kekuatan jendral naga tidaklah selemah ini!!” teriak Kenny, kemudian Light and Darkness kembali menembakan projectile-projectile cahayanya ke arah Andre, Andre berhasil menghindari beberapa tetapi ada juga beberapa yang mengenai Andre sehingga membuat luka di beberapa bagian tubuh Andre, “cish aku tak menyangka kalau dia punya taktik seperti ini... apalagi sekarang serangannya makin lama makin cepat... aku harus hati-hati...” ucap Andre dalam hati, tiba-tiba tanpa Andre sadari ada 1 projectile yang mengarah ke Andre, dan Andre terlalu lambat untuk bereaksi, “sial!!” teriak Andre, Andre pun terlempar ke belakang karena terkena projectile cahaya tersebut, “apakah hanya segitu kekuatan mu hah?” tanya Kenny, Andre kembali berdiri dan membersihkan darah yang keluar dari mulutnya, “aku salah...” ucap Andre, Kenny tidak mengerti apa yang di maksud oleh Andre.

“apa maksudmu dengan kata-kata aku salah tadi hah?” tanya Kenny ke Andre sambil menatapnya dengan tajam, “aku kira hanya dengan 15% kekuatan ku aku bisa mengalahkan mu tetapi ternyata tidak... mungkin harus 25% atau 30% untuk mengalahkan mu...” ucap Andre sambil tertawa dengan nada yang mengejek, Kenny yang mendengar itu menjadi sangat kesal, “kau!! Jangan main-main lagi!! Keluarkan semua kekuatan mu!!” teriak Kenny dengan nada yang sangat kesal, “kalau aku mengeluarkan 100% maka pertarungan ini tidak akan seru karena akan selesai dengan cepat” ucap Andre, Kenny semakin marah, “kau!! Baiklah kalau begitu kau akan ku hancurkan!! Overdrive!!! Chaos Flare!!” teriak Kenny, Light and Darkness menembakan cahaya bewarna hitam dan putih secara bersamaan yang menjadi satu cahaya dan mengarah ke arah Andre, Andre tersenyum, “sudah kuduga kau masih anak-anak kau jatuh lagi ke jebakan yang sama!! Froggy Forcefield!!” teriak Andre, Des Frog milik Andre di lindungi oleh aura yang membentuk bola dan membalikan semua serangan Light and Darkness ke tuannya dan membuat Light and Darkness roboh, “kau juga sama!! Kau masuk perangkap yang sama lagi!!” teriak Kenny, dan dari mayat Light and Darkness muncullah bayangan hitam yang membentuk Dark End Dragon.

“tidak aku tidak masuk jebakan yang sama!! Beelze Frog!!” teriak Andre, dan Des Frog milik Andre kembali berubah menjadi Subtitoad yang berubah lagi menjadi Beelze Frog yang menembakan air ke arah Dark End Dragon yang masih belum sempurna sehingga bayangan tersebut membeku, “mustahil!!” teriak Kenny, Andre tersenyum, “selama Dark End belum mengambil wujudnya dia hanya lah cahaya hitam yang tidak berbentuk” ucap Andre dengan senang, Beelze Frog milik Andre kembali menjadi Subtitoad dan berubah lagi menjadi kodok yang mengenakan baju penyelam dan membawa tombak, Andre tersenyum, “hancurkan dia... Submarine Frog!!” perintah Andre, Submarine terbang ke arah Dark End yang membeku kemudian memotongnya dengan tombaknya hingga beberapa bagian, “aku yang menang...” ucap Andre sambil melihat Kenny, Kenny hanya tersenyum, “memangnya ada yang bilang kalo naga ku cuman 2?” tanya Kenny ke Andre, Andre langsung terkejut, “jangan bilang!!” belum selesai Andre berbicara, bayangan hitam yang tadi akan membentuk Dark End kembali bersatu dan berubah warna menjadi putih dan membentuk sesuatu yang baru.

“hehehehehehehehehe... ahahahahahahaha!!! Ya aku memiliki 3 naga!! Muncullah Light End Dragon!!” teriak Kenny, bayangan tersebut membentuk naga putih yang terlihat agung, Andre terkejut dia kira dia sudah mengalahkan Kenny tapi ternyata belum, “apa aku bilang!! Kau jatuh ke perangkap yang sama!! Holy Breath!!” teriak Kenny, kemudian Light End menembakan cahaya putih dari mulutnya dan tepat mengenai Andre, sehingga Andre tebawa sinar tersebut ke belakang dan terjadilah ledakan yang besar, setelah asap menipis terlihat Andre yang sudah berlumuran darah, “kau yang kalah!!!” ucap Kenny berbalik, “tidak kau yang kalah...” ucap Andre pelan, Kenny langsung menoleh ke belakang dan melihat Andre yang berlumuran darah berdiri.

“kau!! Masih mau bertarung?! Padahal sudah terluka parah!! Tapi masih mau bertarung?!” ucap Kenny yang sedikit ketakutan, “kalo aku kalah di sini maka mereka akan kecewa... kalau aku kalah di sini aku tidak memiliki muka lagi untuk menatap teman-teman ku!! Dan aku...” ucap Andre pelan, tiba-tiba terbayang wajah Haruhi yang selalu ceria, dan juga ingatan Andre bersama Haruhi, ingatan tersebut terus berputar di pikiran Andre, “dan aku harus menemui Haruhi lagi dalam keadaan selamat!! Kalau tidak Haruhi akan kecewa denganku!!” ucap Andre, Andre memanggil 3 Des Frog, dan tiba-tiba Des Frog tersebut menjadi cahaya yang membentuk kodok raksasa, “kalau kau punya senjata terakhir maka aku juga punya!! Muncullah D.3.S Frog!!” teriak Andre, yang memunculkan kodok raksasa, Kenny terkejut melihat itu, “begitu kalau begitu ini adalah serangan terakhir...” ucap Kenny ke Andre, “ya serangan terakhir... serangan ini akan membuktikan siapa yang lebih kuat...” ucap Andre.

“overdrive...” ucap Andre dan Kenny bersamaan, sementara Light End mencharge cahaya di mulutnya dan D.3.S mencharge air di mulutnya, “LIGHT OF SALVATION!!” teriak Kenny, Light End menembakan cahaya putih yang sangat terang dan besar ke arah D.3.S Frog dan Andre, “AQUA STREAM!!” teriak Andre, kemudian D.3.S Frog milik Andre menembakan air bertekanan tinggi ke arah Light End dan Kenny, cahaya milik Light End dan air milik D.3.S Frog saling beradu, “aku... aku sudah janji pada Haruhi akan kembali!! Aku tidak bisa kalah di sini!!” teriak Andre, dan air yang di tembakan Andre semakin kencang dan kuat, dan akhirnya air tersebut memecah cahaya yang ditembakan oleh Light End dan mengarah langsung ke Kenny, “i, ini!! Tidak mungkin!!” teriak Kenny, air tersebut mengenai Kenny dan mendorongnya sampai ke tembok di belakangnya, tembok tersebut retak karena tekanan air yang di tembakan oleh D.3.S Frog, begitu juga dengan tubuh Kenny yang agak remuk karena tekanan air yang kuat, Kenny tidak sadarkan diri dalam keadaan tubuh yang berlumuran darah, sementara Light End Dragon perlahan-lahan menghilang karena tuannya yang sudah tidak sadarkan diri lagi.

“Haruhi aku menang aku akan kembali kepada mu... tapi sekarang biarkan aku beristirahat...” ucap Andre sambil tersenyum dan menutup matanya, lalu perlahan-lahan Andre jatuh dan tidak sadarkan diri karena sudah kehabisan stamina dan aura, D.3.S Frog milik Andre juga perlahan-lahan menghilang seperti Light End karena Andre yang sudah tidak sadarkan diri.

Sementara Brendan dan yang lainnya sudah mencapai lantai 2 di sana berdiri seorang lelaki berambut pirang dan rambutnya agak jabrik, orang tersebut mengenakan jaket bewarna hitam, orang tersebut tersenyum, dan kemudian dia melihat Marcel, Marcel yang melihat orang itu bergetar, “ka, kamu...” ucap Marcel pelan.

“perkenalkan nama ku adalah Grail dan aku adalah jendral naga ke-5”

TO BE CONTINUED

Siapakah Grail sebenarnya? dan apakah hubungan Grail dengan Marcel? Better wait for next episode

Next Episode:POWER OF NEO-SPACIAN!! MARCEL VS GRAIL!!

Rabu, 14 Oktober 2009

CHAPTER 11: ASSAULT TO ENEMY HQ!!

CHAPTER 11: ASSAULT TO ENEMY HQ!!

“aku kembali, semuanya” ucap Brendan pelan tersenyum, ”sudah kuduga kau akan kembali Brendan” ucap Garde, “sial, Cain!!!” Kain pun kembali berganti menjadi Cain dan mengeluarkan Black Rose Dragon yang menyerang secara membabi buta, “hmm masih belum menyerah ya? Maju Rainbow Neos!” seru Marcel, Rainbow Neos kembali terbang ke arah Black Rose, “aku tidak akan membiarkanmu!! Black Rose!!!” teriak Cain, tiba-tiba Black Rose menembakan api yang sangat besar ke arah Neos, dan tepat mengenainya sehingga terjadi ledakan besar, ketika asap mulai menipis yang terlihat dari kepulan asap itu hanyalah baju zirah milik Neos.

“hahahaha aku menang! Aku bisa menang Kain!” tawa Cain senang, tiba-tiba muncul bayangan hitam di belakang Black Rose, “jangan meremehkan Neos!! Inilah kekuatan dari Aeon terbaruku Neo Spacian!! Maju!! CHAOS NEOS!!” ternyata bayangan itu adalah Neos, hanya saja kali ini penampilan Neos benar-benar berubah, Neos mengenakan armor biru, memiliki sayap, bewarna hitam, dan kepalanya terlihat seperti kucing, Chaos Neos memukul Black Rose sampai jatuh ke tanah.

“sekarang!!! Subtitoad!!” muncul beratus-ratus Subtitoad di sekeliling Black Rose yang berubah menjadi Des Frog yang kemudian meledakan diri di sekeliling Black Rose,
“aku masih belum boleh kalah!! Black Rose bangkitlah!!” perintah Cain, Black Rose kembali bangkit dan menembakan api ke arah Chaos Neos dan Subtitoad, tapi keduanya berhasil menghindar, “serahkan sisanya kepada ku!!” teriak Brendan, Brendan me embody Doom dan terbang ke arah Black Rose, kemudian tiba-tiba tangan Brendan di selimuti oleh api bewarna emas yang membentuk pedang bewarna merah, bermata pedang emas, dan memiliki lambang Core Chimail di gagangnya, “Valafar ini adalah pertarungan pertama kita…” ucap Brendan pelan, “hmm… dengan ini kita bisa tahu seberapa besar kekuatan kita…” ucap Valafar yang berada di dalam tubuh Brendan.

“jangan sombong!! Overdrive!! Omega Flare!!” perintah Cain, Black Rose mencharge api yang sangat besar dan menembakannya ke arah Brendan, Brendan kemudian menebas api tersebut dan menghisapnya ke dalam pedang, “kau terlalu naïf Cain!! Pedang milikku memiliki kemampuan untuk menghisap api dan menembakan api!!! inilah kekuatan Valafar!!” Brendan mengarahkan pedangnya ke arah Black Rose, “Fire Breath!!” pedang Brendan menyala terang dan mengeluarkan api yang di tembakan ke arah Black Rose yang kemudian membakar Black Rose menjadi debu, “a, apa ini!! mustahil!!” Cain terkejut melihat Black Rose yang terbakar sampai habis, “sayang sekali Cain api milik Valafar adalah api dari neraka, dia akan membakar habis semua yang di bakarnya menjadi debu…” ucap Brendan, Cain yang merasa tidak memiliki kesempatan melarikan diri, Brendan mengejarnya tetapi di tahan oleh Andre.

“jangan dia pasti memiliki alasan di balik semua ini, lebih baik sekarang kita membicarakan taktik untuk menyerang Ryou” ucap Andre, mereka pun kembali ke dalam mansion dan merencanakan taktik untuk menyerang Ryou, “sebenarnya bukan Ryou yang salah…” ucap Brendan tiba-tiba, “apa maksud mu?” Tanya Marcel ke Brendan, “semua dalang di balik ini adalah Fernando Halim dialah yang pantas di salahkan” ucap Brendan pelan, “kenapa kau sampai pada kesimpulan itu?” Tanya Andre, “sebelum aku bertemu Valafar aku melihat masa lalu Ashley… terlihat di sana bahwa Fernando mengajak mereka bekerja sama… mereka hanya di jadikan alat” ucap Brendan lagi, “sudah kuduga itu kerjaan si Nando” balas Garde, setelah itu mereka kembali membahas serangan ke Ryou, “baiklah kalau begitu semua setuju!? Kita akan menyerang gedung CnG tempat Ryou berada!!” teriak Marcel bersemangat, “yosh!!” jawab semuanya bersamaan.

Hinagiku sedang sendirian di halaman belakang sampai Brendan datang menemuinya dan menyapanya, “hai Hina-Chan” sapa Brendan, “moou! Sudah kubilang berhenti menggunakan Chan di namaku!!” ucap Hinagiku, Brendan hanya tertawa saja, “maukah kau berjalan-jalan bersama ku?” Tanya Brendan wajah Hinagiku memerah, “ba, baiklah hanya jalan-jalan saja kan?” ucap Hinagiku pelan, Brendan tersenyum “ya hanya jalan-jalan” Brendan pun menarik Hinagiku keluar mansion dan menuju perkotaan, “hen,. Hentikan! Jangan menarik ku” ucap Hinagiku, “oh maaf baiklah aku tidak akan menarik mu lagi” ucap Brendan sambil melepaskan tangan Hinagiku, “mungkin kalo bergandengan tidak apa-apa” ucap Hinagiku pelan, Brendan kembali tersenyum dan memegang tangan Hinagiku, mereka pun kembali berjalan-jalan di kota dan singgah di beberapa tempat, Hinagiku terlihat senang dengan beberapa tempat yang di singgahi mereka, “Hinagiku terlihat manis jika dia senang… yosh aku akan mengatakannya malam ini…” ucap Brendan dalam hati sambil terus-menerus melihat wajah Hinagiku, Hinagiku sadar Brendan menatap wajahnya dari tadi.

“ke, kenapa kau menatap wajahku seperti itu?” ucap Hinagiku, Brendan yang sadar kalo Hinagiku menyadari wajahnya di tatap olehnya langsung menoleh ke arah lain, “ti, tidak ada apa-apa” ucap Brendan, sementara genggaman tangan Brendan semakin kencang, “loh Brendan?” Brendan menoleh dan melihat Andre yang sedang bergandengan tangan dengan Haruhi, Andre mendekati Brendan dan membisikan sesuatu ke Brendan, “kau ingin ‘menyatakan’ cintamu kan?” ucap Andre pelan dengan nada menggoda dan penekanan di kata-kata ‘menyatakan’, muka Brendan langsung memerah, “memangnya kau tidak?” ucap Brendan, “hahahahahaha kau terlalu naïf Brendan! Aku dan Haruhi sudah menjalin hubungan itu sudah sejak lama” tawa Andre, Hinagiku bingung apa yang dibicarakan Andre dengan Brendan, “bagaimana kalau kita makan sama-sama tidak masalahkan Haruhi” Tanya Andre tersenyum, “tentu saja tidak!” balas Haruhi bersemangat, mereka pun berjalan ke restoran terdekat di sana mereka bertemu dengan Garde yang ternyata juga sedang makan, Garde yang melihat tangan Brendan dan Hinagiku bergandengan langsung tersenyum licik dan entah kenapa kaca matanya terlihat menyilaukan, “oh~ ada Brendan-kun ayo sini duduk sama Sensei, Andre juga ayo” ucap Garde dengan nada yang aneh, mereka pun makan bersama di sana, tiba-tiba Garde menanyakan sesuatu ke Brendan, “jadi di mana kau akan menyatakannya?” Tanya Garde, Brendan langsung tersedak dan menyemburkan air yang di minumnya, Garde, Andre, dan Haruhi tertawa terbahak-bahak, sementara Hinagiku tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh Garde dan Andre dari tadi, Brendan pun menjadi sangat kesal “BERHENTI MENGGODA KU!!!” teriak Brendan.

Hari sudah hampir menjelang malam, Brendan dan Hinagiku sedang dalam perjalanan pulang, “Hi, Hina sebenarnya aku ingin mengajak mu ke suatu tempat lagi…” ucap Brendan gugup, “kemana?” Tanya Hinagiku, “ikut aku!” ucap Brendan, kemudian Brendan menarik tangan Hinagiku lagi dan membawanya ke sebuah taman yang di penuhi oleh sakura, Hinagiku takjub melihat taman itu, “indahnya…” ucap Hinagiku pelan, “indah kan?” Tanya Brendan tersenyum, kemudian Brendan merogoh kantungnya dan mengeluarkan sebungkus coklat, “Hina aku sebenarnya…” muka Brendan memerah, “kenapa Brendan kau ingin mengatakan apa?” Tanya Hinagiku tersenyum, muka Brendan tambah merah dan menjadi lebih gugup, “aku, aku sebenarnya… sebenarnya aku mencintai mu!!” ucap Brendan, muka Hinagiku memerah, “a, apa?” Tanya Hinagiku memerah, “a, ah bukan apa-apa!” Brendan memberikan coklat tersebut ke Hinagiku dan berlari ke arah mansion milik Marcel, meninggalkan Hinagiku yang masih terdiam di sana.

Keesokan harinya semua sudah siap berangkat menuju CnG Building untuk melakukan serangan balik, “mengerti apa pun yang terjadi jangan sampai ada yang meninggal kita akan pulang bersama-sama dalam keadaan hidup!” ucap Garde ke semuanya, kemudian Garde melihat ke arah Brendan yang melamun, “Brendan-kun? Kenapa melamun?” Tanya Garde tersenyum, Brendan tersadar dari lamunannya, “ah tidak! Tidak apa-apa!” jawab Brendan, “baiklah kalau begitu kita berangkat sekarang” ucap Garde, semuanya berbalik untuk meninggalkan mansion milik Marcel, “tunggu!!” teriak seseorang, semuanya kembali menoleh ke belakang dan melihat Hinagiku berlari ke arah mereka, Hinagiku berhenti di depan Brendan dalam keadaan kehabisan napas karena berlari, tiba-tiba Hinagiku menarik kerah baju Brendan dan menciumnya, setelah beberapa menit Hinagiku melepasnya, muka Brendan memerah, “kembalilah aku akan memberikan jawabannya kalau kau kembali dengan selamat…” ucap Hinagiku memerah, Brendan tersenyum “ya… aku pasti kembali” jawab Brendan, merekapun berbalik dan pergi, sementara Hinagiku, Hitagi, dan Haruhi hanya bisa melihat kepergian mereka.

Setelah berjalan cukup jauh akhirnya mereka sampai di depan CnG Building, tiba-tiba pemandangan berubah menjadi merah, Brendan melihat sekeliling, Garde, Marcel, dan Andre sama sekali tidak bisa bergerak seperti patung, “Fuzetsu…” Brendan menoleh ke arah suara itu dan melihat Shana di sana, “kau…” Brendan melihat Shana, tiba-tiba Shana melompat ke arah Brendan dan mengeluarkan Nietono no Shana miliknya dan menebaskannya ke Brendan, Brendan berhasil menghindarinya, kemudian Brendan menembakan api ke arah Shana, tetapi Shana melompat menghindarinya dan menendang Brendan setelah itu dia mengayunkan katananya dan menebas Brendan sehingga Brendan mengeluarkan darah yang banyak, seketika Brendan melompat ke belakang untuk menghindari serangan Shana yang berikutnya, “hati-hati Brendan dia pengguna api seperti kau dan dia jauh lebih kuat dari kau… jadi kau harus extra hati-hati” ucap Valafar, “ya aku tahu itu… mau apa kau? Menghalangi ku hah!?” Tanya Brendan ke Shana, “aku tidak akan membiarkan mu mengganggu Ryou lebih jauh!” jawab Shana, kemudian Shana berlari ke arah Brendan dan menebaskan katananya lagi, tapi Brendan me embody Doom dan terbang, Shana pun mengejarnya dengan cara mengeluarkan sayap api dari punggungnya.

“aku bermaksud menolongnya!! Bukan mengganggunya” ucap Brendan berusaha menghentikan Shana, “kau tidak tahu apa-apa tentang Ryou!! Selama ini dia sudah cukup kesepian!!” teriak Shana, “aku tahu itu!! Karena itu aku berusaha menolongnya dia hanya di jadikan alat oleh Fernando!!” teriak Brendan, kemudian Brendan me embody Valafar dan menyerang balik Shana, pedang mereka saling beradu satu sama lain selama beberapa menit, “pulang lah!! Aku tidak akan melukai mu jika kau pulang sekarang!!” teriak Shana, Brendan menebaskan pedangnya dan mendorongnya sehingga Shana terdorong dan terjatuh, “mana mungkin aku pulang setelah sampai sini!! Fire Breath!! Flametrhower!! Fire Ball!!” Brendan melancarkan 3 serangan sekaligus ke arah Shana tetapi Shana berhasil menghindari semuanya, kemudian Shana menusukan katananya ke Brendan dan melemparnya ke bawah, tetapi Brendan kembali terbang ke arah Shana dan menyerangnya lagi.

“sudah ku bilang kan aku akan menyelamatkan Ryou!!” teriak Brendan, Brendan kembali menebas Shana, tetapi lagi-lagi Shana dapat menghindarinya, tetapi itu malah memberi Brendan kesempatan untuk menendang Shana, setelah Brendan berhasil menendang Shana, Brendan langsung mengayunkan pedangnya dan memukul Shana dengan gagang pedangnya sehingga Shana terdorong ke belakang, “overdrive…” ucap Brendan, Shana kembali terbang ke arah Brendan dan mengambil kuda-kuda untuk menebas Brendan, “PHOENIX FLAME!!” pedang Brendan di selimuti oleh api yang membentuk sesosok Phoenix, kemudian Brendan mengayunkan pedangnya yang membuat Phoenix tersebut terbang ke arah Shana, Shana menahan Phoenix tersebut tetapi kekuatan Phoenix tersebut jauh dari perkiraan Shana sehingga Shana terdorong ke tanah.

“Masih belum!!! Meteor Swarm!!!” teriak Brendan, tiba-tiba dari langit muncul berpuluh-puluh bola api besar yang mengarah ke arah Shana sehingga terjadi ledakan di mana-mana, setelah beberapa menit asap menipis terlihat Shana yang kembali berdiri, “kau lulus…” ucap Shana pelan, “apa?” Tanya Brendan, “mungkin hanya kau yang hanya dapat menyelamatkan Ryou…” ucap Shana, Shana mendekati Brendan dan menyembuh kan luka milik Brendan, kemudian Shana berbalik “kumohon… tolonglah Ryou dari Nando…” ucap Shana, Brendan tersenyum, “aku pasti akan menolong Ryou lelaki yang kau sukai itu” ucap Brendan tersenyum, muka Shana memerah, “URUSAI!!! URUSAI!!! URUSAI!!!” teriak Shana dengan muka yang merah, Shana berbalik kemudian pergi dan melepaskan fuzetsu miliknya, keadaan pun kembali seperti semula, “ah! Apa yang terjadi?” tanya Marcel ke Brendan yang sedang tersenyum melihat Shana pergi, “tidak, tidak ada apa-apa” ucap Brendan, Marcel bingung melihat kelakuan Brendan.

“ya aku pasti akan menolong Ryou… aku janji pada mu Shana…”

TO BE CONTINUED

Apakah Brendan akan menepati janjinya ke Shana? Better wait for next episode

Next Episode:WHO STRONGER!? ANDRE VS KENNY!!