Kamis, 29 Juli 2010

CHAPTER 30: THE FINALE OF THE REQUIEM

CHAPTER 30: THE FINALE OF THE REQUIEM

“Synthesis Embody Atlas!!” teriak Ashley kemudian kedua cahaya tersebut bersatu dan membentuk Gauntlet kembar bewarna emas dengan permata bewarna emerald di tengahnya, “Caesar… apa kau sadar? Kau telah merebut nyawa adik ku!!” teriak Ashley kemudian Ashley berlari ke arah Caesar, sementara Caesar hanya tersenyum, Ryou yang melihat itu juga ikut berlari di belakang Ashley hanya saja dia berlari ke arah kanan sementara Ashley terus berlari ke arah Caesar, “Ashley!! Jangan terburu-buru!! Aku juga akan membantu mu!!” teriak Ryou sementara Ashley tidak mendengar perkataan Ryou dan terus berlari, “majulah Ashley! Kau dendam pada ku kan karena aku yang membunuh Brendan!!” teriak Caesar, sementara Ashley mulai mengambil kuda-kuda untuk menyerang Caesar.

Ashley yang mendekati Caesar mengangkat tangan kanannya dan mulai melesatkan beberapa pukulan sementara Caesar hanya menghindari pukulan-pukulan tersebut dengan santai, setelah itu Caesar menendang perut Ashley dan membuatnya terlempar ke belakang, kemudian Caesar mengeluarkan pedangnya dan mulai menebaskannya ke Ashley, Ashley yang melihat serangan Caesar menahan jatuhnya dengan cara melakukan roll di udara dan menahannya dengan kaki setelah itu Ashley menahan tebasan-tebasan Caesar dengan gauntletnya, kemudian Ryou melompat ke arah udara dan jatuh tepat di atas Caesar seraya mengeluarkan Amaterasu dan Tsukiyominya, kemudian Caesar tersenyum melihat Ryou dan Ashley yang menyerang dirinya bersamaan, kemudian Caesar menyilangkan kedua tangannya dan kedua tangannya mulai bercahaya.

“Synthesis Embody… Soul Devourer…” ucap Caesar seraya menarik pedang yang terbuat dari tulang dan berukuran besar dari cahaya yang ada di tangannya, kemudian Caesar memutar pedang tersebut dan dari putaran tersebut muncul angin bewarna hitam yang menghempaskan Ashley dan Ryou ke belakang, “urgh dia terlalu kuat… aku salah menyangka dia sebagai orang yang mudah di kalahkan…” ucap Ryou di dalam hati sambil melihat ke arah Caesar yang tersenyum, “tapi aku tidak akan kalah!!” teriak Ryou seraya memutar badannya dan menendang udara sehingga membuat dia terbang ke arah Caesar, Caesar yang menyadari bahwa Ryou terbang ke arahnya segera menarik kembali Soul Devourer dan mengayunkannya ke arah Ryou, kemudian Ryou menangkis serangan tersebut dengan kedua katananya, tetapi ternyata tenaga Caesar begitu kuat sehingga membuat Ryou terdorong perlahan-lahan, sementara Caesar tertawa kecil melihat Ryou yang kesusahan menahan serangannya, setelah itu Ryou menoleh ke arah Caesar mata mereka berdua bertemu, terlihat kebencian dan dendam di mata Ryou begitu juga dengan Caesar yang matanya di penuhi oleh kebencian.

“apa tujuan mu Caesar? Kau bukan orang biasa kan? Dari mana kau berasal?” Tanya Ryou masih dengan keadaan menahan Soul Devourer milik Caesar, “aku hanyalah orang buangan… beberapa belas tahun lalu… di karenakan perang yang bernama Battle of Overlord aku di buang dan tidak ada yang memedulikan ku… kau tahu gara-gara siapa perang itu terjadi? Itu di karenakan orang-orang brengsek yang menamai diri mereka King of Overlord!!” teriak Caesar sambil menebaskan pedangnya dan mementalkan Ryou, “karena itu aku akan mengakhiri ini semua dengan cara membunuh semua King of Overlord dan menjadi satu-satunya King of Overlord yang bijaksana!!” teriak Caesar, kemudian Caesar melompat ke arah Ryou dan menebaskan pedangnya yang kemudian di tahan oleh Amaterasu milik Ryou, kemudian Caesar kembali menebaskan pedangnya beberapa kali ke arah Ryou sementara Ryou hanya bisa bertahan menggunakan Amaterasu dan Tsukiyomi miliknya secara bergantia, kemudian Ashley yang sudah bengkit kembali muncul di sebelah Caesar dan memukul muka Caesar sehingga membuat Caesar terlempar jauh dan hampir terlempar ke bawah dari puncak Tokyo Tower, muka Ashley terlihat sangat marah, dia menatap Caesar dengan tatapan penuh kebencian.

“memalukan… kau membenci King of Overlord tapi kau sendiri ingin menjadi King of Overlord… dan apa kau sadar kalau kau tidak ada bedanya dengan orang-orang brengsek yang kau sebut King of Overlord itu!!” teriak Ashley, kemudian Ashley berlari ke arah Caesar dan mulai memukuli Caesar, sementara Caesar kembali berdiri dan menahan beberapa pukalan Ashley, kemudian Caesar kembali memutar pedangnya dan langsung menebaskan pedangnya ke arah bahu Ashley, Ashley yang melihat itu tidak menghindarinya dan membiarkan tebasan tersebut mengenai bahunya, kemudian tangan milik Ashley mengeluarkan sinar merah dan Ashley segera memukulkan tangannya ke perut Caesar dan pukulan tersebut menyebabkan ledakan api yang besar, Caesar yang terkena pukulan tersebut tersebut terkejut dan menjatuhkan Soul Devourer miliknya yang masih tertancap di bahu Ashley, setelah itu Caesar terjatuh dan memuntahkan darah dari mulutnya, kemudian selagi Caesar memuntahkan darah, Ashley mengangkat kakinya dan menendang Caesar sehingga Caesar terlempar dan terjatuh di pinggiran Tokyo Tower.

“uhug… aku tidak bisa kalah di sini… cita-cita ku…” ucap Caesar pelan, Ashley kembali berlari ke arah Caesar dan bersiap memukulnya kembali, “Ashley!!” teriak Ryou tiba-tiba, tapi terlambat Soul Devourer milik Caesar yang tadi terjatuh di dekat Ashley terbang dan sukses menusuk dada Ashley, Ashley yang menyadari dadanya tertusuk terkejut dan memuntahkan darah dari mulutnya, kemudian Ashley memegang dadanya yang tertusuk oleh Soul Devourer milik Caesar, “ergh… ghraa.. kau… Caes--” ucap Ashley kesakitan sambil memegang dadanya yang tertusuk oleh Soul Devourer, penglihatannya mulai kabur, hal terakhir yang dia lihat adalah Caesar yang tertawa dan menembakan api hitam ke arahnya, api yang di tembakan Caesar melesat dengan cepat ke arah Ashley dan berhasil mengenai Ashley dan membuatnya terlempar dari Tokyo Tower ke bawah, “tidak!!!” teriak Ryou, kemudian Ryou segera berlari ke arah Ashley dan mencoba menahannya tetapi tangan Ryou tidak berhasil menggapai tangan Ashley, sehingga Ashley terjatuh ke bawah, dan setelah itu dari tempat Ashley terjatuh Soul Devourer milik Caesar yang berlumuran darah kembali terbang ke atas dan menerjang Ryou, Ryou yang melihat Soul Devourer milik Caesar dengan sigap melompat ke belakang dan memukulnya dengan Amaterasu, setelah itu Soul Devourer tersebut kembali ke Caesar.

“mari kita mulai pertarungan yang sebenarnya Ryou… aku hanya ada keperluan dengan King of Overlord…” ucap Caesar sambil mengambil Soul Devourer miliknya, “kau…” ucap Ryou dengan muka yang terlihat murka, setelah itu Ryou menghilang, Caesar yang melihat itu terkejut dan mencari keberadaan Ryou, kemudian tiba-tiba ada yang menendang Caesar dari belakang dan membuatnya terlempar yang ternyata adalah Ryou, Caesar yang menyadari akan keberada Ryou di belakangnya segera berbalik dan menebaskan pedangnya yang melemparkan angin bewarna hitam yang berbentuk seperti tebasan pedang, tetapi ternyata Ryou sudah menghilang dari posisinya yang tadi, kemudian Ryou kembali muncul di belakang Caesar dan menendang Caesar ke atas, Caesar kembali menebaskan pedangnya ke bawah tapi lagi-lagi Ryou telah menghilang dan muncul di atas Caesar kemudian Ryou menebaskan kedua pedangnya ke arah Caesar yang kedua tebasannya sukses mengenai Caesar, setelah itu Ryou kembali menghilang dan muncul di bawah Caesar dan kembali menebas lagi dan terus begitu hingga muncul berbelas-belas luka tebasan di badan Caesar dan setelah itu Ryou kembali menghilang dan kembali muncul jauh di atas Caesar setelah itu Ryou melesat ke bawah dan menyilangkan kedua pedangnya, tidak lama kemudian muncul pusaran angin di sekeliling Ryou, kemudian Ryou menabrak Caesar dan membawanya ke arah Tokyo Tower dan kemudian menebaskan kedua pedangnya sehingga muncul hempasan angin yang sangat besar yang membuat Caesar terlempar ke arah dalam Tokyo Tower dan menghancurkan sebagian Tokyo Tower yang terkena hantaman dari Caesar yang terlempar, sementara Ryou hanya melihat ke arah tempat di mana Caesar terjatuh.

Kemudian tempat Caesar terjatuh tadi meledak dan mengeluarkan gelombang aura bewarna biru, setelah itu sesosok orang yang adalah Caesar terbang dari tempat tersebut dan mengearah ke Ryou seraya mengeluarkan Soul Devourer miliknya, kemudian Caesar menebaskan Soul Devourer miliknya yang di tahan oleh Amaterasu Ryou, setelah itu Ryou menebaskan Tsukiyomi miliknya selagi Amaterasu miliknya menahan pedang Caesar dan mengarahkannya ke arah perut Caesar, kemudian Caesar menarik pedangnya dan menebaskannya ke arah Tsukiyomi yang membuat tebasan dari Tsukiyomi terpental, setelah itu Caesar kembali menbaskan Soul Devourernya sebanyak tiga kali ke arah Ryou yang semuanya berhasil di tahan oleh Ryou, kemudian Ryou kembali menghilang, Caesar yang menyadari Ryou menghilang langsung berbalik dan menebaskan Soul Devourernya yang membuat ledakan angin yang besar dan mendorong Ryou yang sudah bersiap-siap menebas Caesar, setelah itu Caesar kembali terbang ke arah Ryou dan menebaskan Soul Devourer miliknya yang kembali di tahan oleh Ryou, hanya saja tebasan kali ini memiliki tenaga yang jauh lebih kuat dari sebelumnya sehingga Ryou terdorong ke belakang dan terpental.

“kau akan mati Ryou!! Aku jamin itu!! Synchronisation!!” teriak Caesar sambil menusuk dirinya dengan Soul Devourer miliknya dan kemudian Soul Devourer bercahaya dan memasuki tubuh Caesar dan juga membuat tubuh Caesar bercahaya, “sial aku tak menyangka dia bisa melakukan Synchro!! Aku harus menghentikannya!!” teriak Ryou, kemudian Ryou kembali terbang ke arah Caesar yang bercahaya, ketika jarak mereka berdua sudah dekat Ryou mengangkat kedua pedangnya dan berniat menebas kepala Caesar, tetapi kemudian muncul sayap tulang dari punggung Caesar yang menghantam dan memukul Ryou kebelakang sehingga Ryou hanya bisa melihat Caesar berubah dari jauh, dan kemudian cahaya tersebut mengubah tubuh Caesar menjadi sesosok humanoid yang mengenakan armor tengkorak, berkepala berbentuk tengkorak, dan memiliki ekor dan sayap tengkorak, mahluk tersebut meraung, sementara Ryou hanya bisa bersiap-siap untuk menyambut serangan dari mahluk tersebut.

“Synchronisation Adriel!!” teriak mahluk tersebut, kemudian Adriel melihat ke arah Ryou, dan kemudian mengeluarkan bola listrik dari kedua tangannya, “Ryou Kurokaze… mati!!” teriak Adriel, kemudian Adriel terbang ke arah Ryou dengan kecepatan penuh, Ryou yang melihat itu juga terbang ke arah Adriel untuk menyerangnya, kemudian Ryou menyadari sesuatu yaitu langit yang mulai tambah gelap dan kemudian dari beberapa bagian langit muncul cahaya-cahaya bewarna putih yang muncul sekejap, “ini!!” ucap Ryou dalam hati kemudian dari langit muncul guntur yang menyambar Ryou dengan kecepatan yang sekejap mata dan berhasil menyambar Ryou, Ryou yang tersambar petir berteriak kesakitan, kemudian setelah guntur tersebut menghilang, muncul Adriel di depan Ryou, Adriel mulai melancarkan bola-bola petir ke arah Ryou yang semuanya berhasil menyambar Ryou dengan sukses, Ryou yang kehilangan tenaganya karena guntur yang tadi menyambarnya tidak dapat bergerak untuk menghindari serangan tersebut, kemudian Adriel kembali muncul di bawah Ryou.

“memalukan… aku tidak mengira mencabut nyawa mu semudah ini…” ucap Adriel kemudian Adriel melakukan uppercut ke arah Ryou dan membuatnya terlempar ke atas, setelah itu Adriel kembali muncul di atas Ryou dengan tangan yang di penuhi oleh aliran listrik, “Voltech Blast!!” teriak Adriel seraya melancarkan petir raksasa dari tangannya yang menyambar Ryou dan membuat Ryou terjatuh ke bawah dengan kecepatan penuh, “dia terlalu kuat aku tidak mungkin mengalahkannya…” ucap Ryou yang terjatuh, kemudian dari bawah muncul sesosok perempuan bersayap api yang menangkap Ryou dan menurunkannya di dekat puing-puing tempat Caesar terjatuh tadi, “memalukan apa hanya segini kemampuan mu Ryou?” ucap Shana yang menurunkan Ryou, Ryou yang melihat Shana hanya terdiam saja, kemudian dari belakang Adriel kembali mulai mencharge listrik di tangannya, Ryou yang melihat itu terkejut dan berusaha memberitahu Shana, tetapi mulutnya tidak bisa bergerak begitu juga dengan tangannya, kemudian Adriel melepaskan Votech Blast yang kedua ke arah Shana, “Shana!!!!” teriak Ryou yang tiba-tiba kekuatannya muncul kembali kemudian Ryou melompat dan memeluk Shana hingga jatuh, sementara guntur tersebut terus mengarah ke arah Ryou dan Shana, “Ryou! Kau!” teriak Shana yang berusaha melepaskan dirinya dari Ryou kemudian guntur tersebut tepat mengenai Ryou dan Shana dan menciptakan ledakan yang besar dan juga menghancurkan semua daerah di sekelilingnya.

“selamat tinggal Ryou Kurokaze… semoga kau dapat beristirahat dengan tenang…” ucap Adriel sambil melihat ke arah puing-puing tersebut, kemudian setelah asap dari ledakan menipis terlihat sesosok orang yang mengenakan tameng yang berdiri di depan Ryou dan Shana, tameng yang di gunakan untuk menahan serangan tersebut juga di aliri oleh listrik yang di akibatkan oleh serangan tersebut, Ryou yang menyadari dirinya tidak apa-apa membuka matanya dan melihat Shana yang di peluknya, “baka Ryou!!” teriak Shana kemudian Shana memukul Ryou, “Shana? Kita tidak apa-apa?” Tanya Ryou kebingungan, kemudian Ryou melihat ke sosok lelaki yang melindunginya tadi, sesosok lelaki yang memiliki tubuh shota dan berambut pendek tersebut menoleh ke arah Ryou dengan muka yang jengkel, “kenapa kau selalu merepotkan sih Ryou?” ucap Marcel, “Marcel?” Tanya Ryou, kemudian Marcel menghilangkan tameng yang menutupi pandangan Ryou ke depan dan setelah tameng tersebut menghilang, Ryou dapat melihat teman-temannya berdiri di depannya, dari Garde, Dave, Mike, Arlan, Garaito, Arif, dan Andre.

“kalian semua…” ucap Ryou terharu, “kalau kau hanya sendirian kau takkan bisa mengalahkannya, yang bisa mengalahkan monster seperti dia hanyalah satu yaitu ikatan yang kuat yang tidak bisa di patahkannya” ucap seseorang yang berjalan di belakang Ryou, Ryou berbalik dan melihat wajah orang tersebut, kemudian tanpa sadar Ryou meneteskan air matanya dan kemudian Ryou mengangguk, “kami akan mengalahkan mu!! Dan kau tidak akan bisa kami karena kami memiliki ikatan yang tidak kau miliki!!” teriak orang tersebut, sementara Adriel hanya bisa melihat segerombolan orang itu, “Ashley Lindwurm… ternyata kau belum mati…” ucap Adriel, kemudian orang di belakang Ryou yang ternyata adalah Ashley tersenyum, “belum saatnya aku mati… kau memerlukan banya tenaga untuk mengalahkan ku!!!” teriak Ashley, kemudian Ashley melompat dan melesat ke arah Adriel begitu juga dengan yang lainnya, kemudian Ryou juga berdiri dan bersiap melesat ke arah Adriel, tapi di tahan oleh Shana, “Shana? Ada apa?” Tanya Ryou kebingungan, kemudian Shana menarik Ryou dan mendekatkan wajahnya ke Ryou, “akan ku kembalikan sebagian dari Power of Existence milik mu yang pernah ku segel dulu…” ucap Shana, kemudian Shana menarik wajah Ryou dan menciumnya.

“Caesar!!!” teriak Ashley, sambil melancarkan pukulannya beberapa kali ke arah Adriel yang di hindari oleh Adriel dengan mudahnya, “Caesar sudah tidak ada… dia sudah tenggelam di dalam kegelapan hatinya yang ada sekarang hanyalah Adriel!! Mwahahahaha!!” teriak Adriel kemudian Adrile mencharge bola petir dari tangannya dan siap melepaskannya ke arah Ashley, tetapi kemudian dari atas muncul Garde yang menggunakan Dreadnoughtnya dan menebas Adriel beberapa kali, “kalau begitu yang perlu kita lakukan hanyalah membebaskan Caesar dari sana kan!!” teriak Garde seraya menebaskan Dreadnoughtnya dengan kekuatan penuh tetapi kemudian di tahan oleh tangan Adriel, kemudian Ashley kembali melancarkan pukulannya dengan kekuatan penuh ke arah Adriel dan menciptakan ledakan yang besar, Adriel yang mulai kesal memutar tubuhnya dan menyebabkan pusaran listrik yang besar dan menciptakan sambaran petir di sekelilingnya sehingga membuat Ashley dan Garde melompat menjauh.

“seberapa banyak pun kalian berkumpul segerombolan semut tidak akan bisa meninggalkan luka di harimau!!” teriak Adriel sambil melancarkan listrik ke arah Garde dan Ashley, kemudian dari belakang muncul Marcel yang mengeluarkan senapan, “tapi ketika segerombolan semut tersebut semakin banyak maka harimau mulai kesal dan mulai melukai tubuhnya sendiri untuk mengusir semut tersebut!!” teriak Marcel seraya menembakan senapannya, Adriel yang melihat serangan Marcel berlindung dengan kedua tangannya, kemudian dari sebelah Adriel muncul Dave dengan Deathscytchnya, “kau hanya bertingkah sok kuat padahal sebenarnya kau lemah…” ucap Dave seraya menebaskan Deathscythnya ke arah Adriel dan berhasil meninggalkan beberapa luka tebasan di lengan Adriel, “kalian!!” teriak Adriel seraya memukul Dave dan melemparnya ke belakang, kemudian dari belakang Adriel muncul Mike yang di kelilingi oleh spell insignia, “dan juga kau berusaha menyembunyikan diri mu di kesendirian di karenakan takut dan trauma akan masa lalu mu ya kan Caesar?” ucap Mike, kemudian Mike melancarkan bola-bola cahaya raksasa ke arah Adriel dan menciptakan ledakan di sekeliling Adriel, Adriel kemudian mencharge listrik dan menembakannya ke arah Mike yang berhasil di hindari oleh Mike.

“karena itu sampai kapan pun kau tidak akan pernah mendapatkan loli di sisi mu!!” teriak Arif yang melompat ke arah Adriel dan melancarkan pukulan yang keras ke arah Adriel dan berhasil mendorongnya kebelakang bersamanya, kemudian di belakang Adriel muncul Andre yang mencharge air disekelilingnya, “kau hanya dapat menyombongkan diri tanpa membuktikannya!!” teriak Andre seraya menembakan semua air di sekelilingnya dengan tekanan yang sangat tinggi dan berhasil membuat banyak luka di sekeliling tubuh Adriel, lalu dari atas muncul Garaito dengan katananya yang sudah di bungkus oleh aura kegelapan, “kau mengganggu pemandangan… enyahlah!!” teriak Garaito seraya mengayunkan pedangnya dan mengeluarkan naga hitam yang mendorong Adriel sampai Tokyo Tower dan menghantam Tokyo Tower, kemudian dari belakang muncul Arlan yang berlari, “nyeh aku hanya ingin kedamaian saja… or a cat is a fine too!!” ucap Arlan seraya mengeluarkan pedang dan menebaskannya dengan kekuatan penuh ke arah Adriel dan menciptakan luka yang lumayan besar di badan Adriel, “kalian benar-benar mengganggu!!” teriak Adriel seraya menonjok perut Arlan dan membuatnya terlempar.

Sementara Garde dan yang lain sibuk bertarung dengan Adriel, Shana melepaskan bibirnya dari bibir Ryou, kemudian Ryou terjatuh dan menarik nafas yang dalam karena kehabisan nafas, “Shana kau…” ucap Ryou terengah-engah karena kehabisan nafas, muka Shana kemudian memerah, “urusai! Urusai! Urusai! Pokoknya kau harus mengalahkan mahluk itu!!” teriak Shana sambil menunjuk ke arah Adriel, sementara Ryou hanya tersenyum ke arah Shana, kemudian tubuh Ryou mulai memanas dan kemudian Amaterasu dan Tsukiyomi mulai mengelilingi Ryou dan bercahaya kemudian kedua katana tersebut memasuki badan Ryou dan tubuh Ryou pun mulai bercahaya, “ini? Synchronisation?” ucap Ryou terkejut kemudian, cahaya tersebut memunculkan enam sayap hitam di punggung Ryou, dan mengubah pakaian Ryou menjadi hitam dan bercorak emas, kemudian muncul katana yang sangat panjang di dekat Ryou, kemudian Ryou yang sudah berubah mengambil katana tersebut dan membuka matanya yang berbeda warna di mana yang kanan bewarna merah dan yang kiri bewarna biru, “Synchronisation… Archdemon?” ucap Ryou terkejut, kemudian Ryou berjalan ke ujung Tokyo Tower, “semuanya!! Sudah cukup!! Mulai sekaran aku yang ambil alih…” ucap Ryou seraya mengeluarkan katananya, sementara yang lain melihat Ryou dengan seksama, kemudian mereka semua mengangguk dan menghindar dari jalur Ryou.

Adriel yang melihat itu menoleh ke arah Ryou, “Ryou Kurokaze… bentuk itu… begitu kau juga berhasil menggapai Synchro… datang lah kita lihat siapa yang lebih kuat!! Mwahahaha!!” teriak Adriel, kemudian Ryou melompat dan melebarkan keenam sayapnya dan terbang ke arah Adriel, Adriel yang melihat kedatangan Ryou mengeluar kan listrik di kedua tangannganya dan menyatukannya yang membentuk pedang listrik yang besar, setelah itu Ryou menebaskan katananya ke arah Adriel, sementara Adriel juga menebaskan pedangnya untuk menangkis tebasan Ryou, kedua pedang mereka saling beradu beberapa kali, kemudian katana Ryou mengeluarkan api, dan setelah itu Ryou menebaskan pedangnya di sertai api yang keluar dari katana Ryou dan membentuk flamethrower yang di tembakan ke arah Adriel, Adriel menangkis serangan itu dengan kedua tangannya yang membuat kedua tengannya terbakar, setelah itu Adriel kembali menebaskan pedangnya yang di tahan oleh katana Ryou, dan setelah itu Ryou menebaskan katananya ke atas dan membuat pedang Adriel terpental, setelah itu Ryou menebas dada Adriel dua kali, Adriel yang mendapat control pedangnya lagi segera menebaskannya ke bawah, Ryou yang melihat itu segera terbang memutar ke belakang Adriel dan kemudian pedang Ryou di bungkus oleh es yang membentuk pedang raksasa, dan setelah itu Ryou menghantamkan es tersebut ke arah Adriel dan membuat luka tebasan yang besar punggun Adriel, Adriel yang tertebas terlihat murka dan menembakan Voltech Blast ke arah Ryou dan mendorongnya jauh ke belakang, kemudian Ryou kembali membetulkan posisinya setelah terlempar dan kembali melihat ke arah Adriel.

“kurasa ini saatnya kita menyelesaikannya Adriel…” ucap Ryou kemudian badan Ryou bercahaya begitu juga dengan pedangnya, sementara Adriel terbang dengan kecepatan penuh ke arah Ryou dengan bola listrik raksasa di kedua tangannya, “ya inilah saatnya Ryou Kurokaze!!” teriak Adriel seraya menyatukan kedua bola listrik tersebut dan membentuk pedang raksasa yang bahkan ukurannya hampir melebihi dari setengah tinggi Tokyo Tower, “mati lah Adriel… Synchro Release!! Tsuin Ryu no Hoko!!” teriak Ryou kemudian muncul dua naga yang berbeda yang melilit Ryou, yang satu merupakan naga yang terbuat dari es, sementara yang satu adalah naga yang terbuat dari kobaran api, kemudian Ryou mengancungkan katananya ke arah Adriel, dan kedua naga tersebut mulai melilit pedang Ryou, sementara Adriel mulai menebaskan pedang listrik raksasa miliknya.

“matilah!!” teriak Ryou, kemudian kedua naga tersebut bersatu membentuk pusaran api dan es yang melesat ke arah Adriel, sementara Adriel menebaskan pedangnya, pusaran yang di tembakan oleh Ryou dan pedang yang di tebaskan oleh Adriel saling bertabrakan dan akhirnya terjadi ledakan cahaya yang besar, Garde dan yang lainnya menutup matanya dan menghalangi tatapannya dengan kedua tangannya sampai cahaya dari ledakan tersebut menghilang perlahan-lahan, setelah selang beberapa menit cahaya tersebut menghilang memperlihatkan Ryou yang sudah kembali seperti semula dan kehabisan tenaga, juga memperlihatkan Adriel yang perlahan-lahan tubuhnya mulai terkikis dan menjadi pasir, Adriel yang melihatnya dirinya terkalahkan mulai tertawa terbahak-bahak, “hehehehe ahahahahahahaha apabila aku akan mati dan akan ke neraka maka aku akan membawa kalian semua turut serta!!” teriak Adriel kemudian, tubuh Adriel di tutupi oleh semacam barrier transparan yang mengeluarkan listrik di sekelilingnya, “Synchro Release…” ucap Adriel, kemudian di sekeliling Adriel muncul guntur-guntur yang saling menyambar.

“sial aku tak menyangka dia masih punya kekuatan!!” teriak Ryou terkejut, kemudian Ryou mengeluarkan Amaterasu dan Tsukiyominya, dan setelah itu Ryou melihat ke arah Tokyo Tower tempat yang lain berada, “kalian!! Pergilah aku pasti akan menyelesaikan ini dan kembali!! Jadi pergilah jangan khawatirkan aku!!” teriak Ryou, kemudian Shana menggeleng, “tapi Ryou!!” teriak Shana, sementara Ryou hanya diam saja, “pergilah Shana… ajak yang lain… aku pasti kembali… aku berjanji…” ucap Ryou, kemudian Shana menggigit bibirnya dan kemudian berbalik, “baiklah… kita pergi semuanya!! Tinggalkan tempat ini!!” teriak Shana, kemudian Shana pergi meninggalkan Tokyo Tower bersama yang lainnya, setelah Ryou mengecek bahwa semuanya telah pergi Ryou kembali menoleh ke arah Adriel, “kau tahu Caesar di hati kecil ku aku masih ingin menyelematkan mu dari kegelapan… tapi apa boleh buat… kalau kau memulai memainkan overture dan lagunya maka aku…” ucap Ryou sambil mengambil kuda-kuda, kemudian Ryou melesat ke arah Adriel, “maka aku akan memainkan Finalenya!!” teriak Ryou, kemudian barrier milik Adriel bercahaya dan mengeluarkan sinar yang sangat terang, kemudian tiba-tiba Ryou melihat sesosok orang di depannya yang menghalangi Ryou, “kau…” ucap Ryou terkejut.

Ryou terkejut melihat sesosok orang berambut perak dengan mata biru di depannya itu, “Brendan?” ucap Ryou terkejut, kemudian Brendan berbalik dan tersenyum ke arah Ryou, “Ryou kau harus hidup… hidup lah bersama yang lain…” ucap Brendan seraya mendorong Ryou dari cahaya tersebut, “bagaimana dengan mu?!” teriak Ryou, Brendan mengeluarkan Valafarnya, “aku? Aku sudah mati… aku tidak bisa bersama kalian lagi… ucapkan salam ku untuk yang lain… dan juga Hinagiku… bilang ke Dave aku meninggalkan Hinagiku bersamanya… aku meninggalkan semuanya untuk kalian… dan masa depan kalian…” ucap Brendan seraya berbalik dan meninggalkan Ryou yang terjatuh, Ryou mengangkat tangannya dan mencoba menggapai Brendan tetapi tidak bisa, kemudian Ryou keluar dari cahaya tersebut dan terjatuh, Shana yang melihat itu mengeluarkan sayap apinya dan terbang ke arah Ryou, “Ryou!!!” teriak Shana, kemudian Shana menangkap Ryou dan membawanya ke bawah, setelah sampai di bawah Shana menaruh Ryou yang tidak sadarkan diri di tanah, “dia tidak apa-apa kan?” Tanya Ashley, sementara Shana hanya mengangguk.

“ternyata kau menyembunyikan diri mu di sini…” ucap Brendan yang berjalan di ruangan putih tersebut, di depannya berdiri seseorang berambut hitam yang sedang bersender ke tembok, “Caesar… bukan tidak menyenangkan untuk hidup sendiri…” ucap Brendan sambil melihat Caesar, kemudian Caesar berdiri dan mengeluarkan pedangnya, “apa yang kau mau?” ucap Caesar, “membawa mu bersama ku ke dimensi lain… dan menghentikan semua ini!!” teriak Brendan, kemudian Brendan berlari ke arah Caesar, dan dalam sekejap menusuk dada Caesar, kemudian Caesar memuntahkan darah, “gomenasai Caesar…” ucap Brendan, “heh aku sudah tahu akhirnya akan begini…” ucap Caesar, sementara di luar Adriel yang sudah terbungkus listrik mulai bercahaya lebih terang dan akhirnya meledak membawa sebagian Tokyo Tower bersmanya dan menciptakan cahaya yang terlihat dari seluruh penjuru kota.

ketika aku meninggal… apakah akan ada yang meneteskan air matanya untuk ku? Ketika aku meninggal apakah aku akan menghilang dengan meninggalkan kenangan di ingatan orang-orang? Atau aku hanya akan menghilang tanpa ada satupun yang menyadari dan mengingat ku? Siapa yang tahu… setidaknya aku sudah membuka pintu menuju masa depan… dan meninggalkan bukti bahwa aku hidup di hati mereka…

pagi harinya kota tersebut sudah aman, zombie-zombie yang menyerang yang sudah menghilang, daerah sekitar Tokyo Tower di amankan, Hinagiku yang berhasil memasuki kota berlari dan melihat ke arah Ryou dan Shana yang sedang berdua melihat ke arah puing-puing Tokyo Tower, “Shana!! Ryou!!” teriak Hinagiku seraya berlari ke arah mereka, Shana yang mendengar namanya di panggil menoleh dan melihat ke arah Hinagiku sementara Ryou hanya diam saja, “untunglah kalian baik-baik saja! Bagaimana dengan Brendan?” Tanya Hinagiku dengan muka yang terlihat khawatir, sementara Shana hanya diam saja, “Brendan dia…” ucap Shana, sementara Hinagiku semakin terlihat kebingungan, “meninggal” ucap Ryou, Hinagiku yang mendengar itu terkejut, “tidak mungkin… Brendan…” ucap Hinagiku kemudian Hinagiku hampir jatuh, Shana yang melihat itu menahan tubuh Hinagiku, “kau tidak apa-apa Hinagiku Katsura?” Tanya Shana, sementara Hinagiku hanya diam saja, “Brendan bilang Dave akan melindungi mu…” ucap Ryou tanpa menoleh sama sekali pun, sementara Hinagiku mulai menangis.

Marcel yang sedang sendiri melihat Tokyo Tower dari rumahnya, sampai Andre datang masuk ke dalam kamarnya, “kau tahu bukan hanya kau yang merasa kehilangan… kita semua juga…” ucap Andre sambil memegang bahu Marcel, “ya aku tahu itu…” ucap Marcel sambil terus melihat ke arah Tokyo Tower, “hei sampai kapan kau mau merenung! Aku sudah menyiapkan sarapan!!” teriak Mike yang tiba-tiba masuk bersama Hitagi dan Haruhi, Marcel yang mendengar itu terkejut, “wut!! Ojou-sama bisa masak!! Mustahil!!” teriak Marcel, dan Marcel pun mulai adu mulut dengan Mike sementara Andre hanya tersenyum.

Sementara Garde mengambil tas ranselnya dan memakainya, “mau kemana kau?” Tanya Dave yang tiba-tiba muncul dari belakang bersama Ashley, “mencari Nando…” ucap Garde sambil berjalan keluar rumahnya, “apa kau yakin? Maksud ku kau tahu kan Nando orang yang seperti apa?” Tanya Ashley, “ya aku tahu… tapi aku perlu informasi lebih mengenai Black Knight ini…” ucap Garde, kemudian Ashley hanya menghela napas, “kalau begitu aku ikut…” ucap Dave, Garde melihat ke arah Dave dan kemudian mengangguk, “bagaimana dengan mu Ashley?” Tanya Garde, sementara Ashley menggelengkan kepalanya, “aku akan ada di sini… aku perlu menjaga semua yang di tinggal kan dia…” ucap Ashley, kemudian Garde mengangguk, “baiklah jaga diri mu…” ucap Garde seraya meninggalkan rumahnya bersama Dave.

“hey Partner… untuk sementara perang ini sudah berakhir apa yang akan kau lakukan?” Tanya Arif ke Garaito yang sedang duduk, “tidak tahu…” ucap Garaito, “begitu? Kalau begitu mau kah kau menemaniku mencari lo—“ belum selesain Arif berbicara, Garaito sudah memotong, “tidak mau…” ucap Garaito, kemudian Arlan memasuki ruangan tersebut, “kalau begitu bagaimana kalau kalian ikut dengan ku berkelana?” Tanya Arlan, “untuk apa?” balas Garaito, “menjadi tukang lawak mungkin?” ucap Arlan tersenyum, “tidak ter—“ belum selesai Garaito berbicara tiba-tiba Arlan sudah menarik kerah baju Garaito, “ok semua setuju!! Kalau begitu kita pergi sekarang kau ikut Arif!!” teriak Arlan, “aye aye boss!!” teriak Arif sambil mengikuti Arlan keluar menarik Garaito, he-hei!! Apa-apaan ini!!” teriak Garaito berusaha melepaskan dirinya tapi tidak berhasil.

Sementara itu dari kejauhan terlihat sosok dua orang berpakaian serba hitam, dan yang satu mengenakan topeng melihat ke arah Tokyo Tower dengan tatapan yang sedih, “apa yang kau lihat Leon?” Tanya Sierra yang berjalan ke arah Leon, “tidak apa-apa hanya mengenang masa lalu… lagi pula bisa-bisanya Caesar kalah melawan segerombolan orang seperti itu… dia telah mencoreng nama Black Knight…” ucap Leon, sementara Sierra hanya melihat Leon dengan seksama, “jangan lupa dengan tujuan asli kita… dan tujuan kau bergabung dengan Black Knight…” ucap Sierra, “tentu saja aku tidak akan lupa…” ucap Leon, kemudian dari kejauhan muncul seorang anak lelaki berkaca mata dan mengayunkan tangannya ke Leon dan Sierra, “itu dia… si Rad…” ucap Leon, seraya berjalan ke arah anak laki-laki tersebut, “masa lalu hah?” ucap Sierra pelan sambil melihat ke arah Leon, sekilas dia teringat akan masa lalunya, “hal seperti itu bukan kah hanya akan membuat kita menjadi lemah…” ucap Sierra seraya berjalan menyusul Leon.

Battle of Overlord Season II ~THE END~

CHAPTER 29: THE REQUIEM (PART 3: THE BEGINNING OF THE LAST REQUIEM)

CHAPTER 29: THE REQUIEM (PART 3: THE BEGINNING OF THE LAST REQUIEM)

mata Garde yang bersimbah air mata terbuka dan tubuhnya mulai bersinar terang begitu juga dengan Dreadnought milik Garde yang mulai bersinar terang, “Garde berjanjilah… kau tidak akan pernah mati dan tidak akan pernah menganggap diri mu lemah…” ucap sebuah suara yang terdengar seperti suara Katrina yang berasal dari Dreadnought, “ya aku berjanji Katrina… Synchronisation!!!!!!” teriak Garde, kemudian Dreadnought milik Garde berubah menjadi cahaya terang yang bersatu dengan tubuh Garde dan perlahan-lahan tubuh Garde yang di selimuti cahaya membesar, “ya Katrina… aku akan selalu menepati janji ku…” ucap Garde dan setelah cahaya tersebut berubah menjadi sangat besar, cahaya tersebut pecah dan memperlihatkan sesosok naga hitam, bermata emas, dan memiliki corak bewarna emas di sekujur tubuhnya, naga tersebut melihat ke arah Cain, dan setelah itu meraung dengan keras, “a-apa-apaan ini!!” teriak Cain terkejut.

Garde membuka matanya dan mendapati dirinya berada di dimensi lain yang gelap, di depannya dia dapat melihat pemandangan yang di lihat oleh naga tersebut, “Garde apa kau dapat mendengar ku?” ucap sebuah suara kemudian dari belakang Garde muncul sesosok cahaya yang berubah bentuk menjadi Katrina, “Katrina?” ucap Garde takjub sambil melihat ke arah Katrina, “berhentilah mengutuk diri mu sendiri Garde… aku mati bukan karena kau… kau tidak bersalah…” ucap Katrina sambil memeluk Garde, “ada di mana kita?” Tanya Garde, Katrina melihat ke arah Cain, “kita ada di dalam jiwa mu… tapi kita juga berada di dalam jiwa ku… lebih tepatnya kita berdua memiliki satu jiwa yang sama… kita lah Dreadnought itu sendiri” ucap Katrina sambil tersenyum ke arah Garde, Garde yang melihat senyuman Katrina memerah, “begitu aku belum kehilangan mu untuk selamanya…” ucap Garde sambil menutup matanya dan tersenyum.

Dreadnought kembali meraung dan mulai menghantamkan cakarnya ke arah Cain, Cain segera melompat ke arah tangan Dreadnought dan berlari ke arah kepala Dreadnoght, setelah jaraknya sudah dekat Cain mengangkat kapaknya untuk memotong kepala Dreadnought, tetapi kemudian tangan Dreadnought yang satunya menhantam Cain dan melemparnya sehingga dia jatuh ke tanah, setelah itu Cain kembali berdiri dan melompat ke belakang untuk menghindari hantaman cakar Dreadnought yang lainnya, setelaj jarak Cain dan Dreadnought cukup jauh Cain merubah kapaknya menjadi Launcher dan mengarahkannya ke arah Dreadnought dan mulai menembaki projectile-projectile api ke arah Dreadnought, projectile-projectile tersebut berhasil mengenai Dreadnought dan membuat ledakan di sekujur tubuh Dreadnought tapi tidak ada yang berhasil meninggalkan luka di badan Dreadnought, setelah itu Dreadnought menghantamkan ekornya ke arah Cain, tetapi sesaat sebelum ekor tersebut berhasil mengenai Cain, Cain berhasil membentuk pedang dan menahan ekor Dreadnought dan kembali menghempaskannya.

“baiklah kalau itu kau yang mau!!” teriak Cain sambil merubah pedangnya kembali menjadi launcher dan mulai mencharge cahaya terang bewarna merah di ujung dari laras launcher tersebut, Dreadnought kembali menyerang Cain dengan cakar dan ekornya, tetapi Cain terus menghindar atau menangkisnya dengan launchernya sesekali, tetapi dia sama sekali tidak balas menyerang melainkan terus mencharge cahaya merah tersebut, Dreadnought mulai menciptakan api di kedua tangannya dan menembakan bola-bola api ke arah Cain, dan menciptakan ledakan di area sekitar Cain, setelah itu Cain mengangkat launchernya dan mengarahkannya ke arah Dreadnought, “Overdrive… Final Fire Blast!!” teriak Cain seraya menekan pelatuk launchernya dan menembakan bola api raksasa ke arah Dreadnought, Dreadnought yang melihat itu menahan api tersebut dengan kedua tangannya, “serangan seperti ini tidak akan melukai ku!!” teriak Garde dari dalam Dreadnought, stelah itu Dreadnought mencekram api tersebut semakin keras sehingga api akhirnya api tersebut meledak dan menghempaskan Dreadnought dan juga Cain.

“apa kau percaya dengan yang kau lihat?” Tanya Ashley yang ada di dalam lift bersama Ryou, Ryou menutup matanya dan mengangguk, “sudah ku duga… Garde adalah salah satu dari kita yang terkuat… dia bahkan sudah mencapai tahap ini… sedangkan aku…” ucap Ryou sambil mengencangkan genggamannya yang ternyata memegang handphone yang memperlihatkan SMS dari Marcel yang berisi pemberitahuan bahwa Brendan sudah meninggal, “sementara aku tidak bisa melakukan apa-apa!” teriak Ryou sambil melempar handphonenya ke lantai hingga hancur, Ashley yang melihat tindakan Ryou hanya terdiam dan melihat handphone yang telah rusak tersebut, sementara Ashley menyadari bahwa air matanya mulai menetes, “huh ketika aku sudah menganggap mu sebagai saudara kau meninggalkan ku eh?” ucap Ashley pelan, kemudian setelah lewat beberapa menit di suasana hening tersebut, lift yang mereka naiki berhenti dan pintunya terbuka memperlihatkan pemandangan malam dan bulan yang bersinar, juga memperlihatkan Dreadnought yang terjatuh ke tanah karena hempasan dari ledakan tersebut, “kita selesaikan semua ini… sekarang…” ucap Ryou sambil berjalan keluar lift di ikuti oleh Ashley.

Dreadnought yang terjatuh ke tanah kembali terbang dan mulai mencharge cahaya emas di mulutnya, “cish aku tak menyangka Overdrive milik ku akan gagal… dengan itu saja sudah cukup banyak menguras aura milik ku…” ucap Cain sambil terus menembaki Dreadnought yang terbang semakin tinggi dengan bola api, sementara Dreadnought yang terkena ledakan yang di ciptakan dari bola api yang di tembakan oleh Cain tidak berhenti sampai dia berhasil mencapai posisi yang sangat tinggi dan cahaya emas di mulutnya membesar sementara badan Dreadnought mulai bersinar terang, “apa kau tidak apa-apa setelah menerima ledakan tersebut?” Tanya Katrina sambil membantu Garde berdiri dan mengulurkan tangannya, Garde melihat tangannya dan melihat luka bakar di tangannya, “begitu semua yang terjadi pada Dreadnought juga terjadi pada ku…” ucap Garde sambil terus memandangi tangannya, kemudian Katrina menggeleng dan mengangkat tangannya juga, dan memperlihatkan telapak tangannya yang juga penuh dengan luka bakar, “itu juga terjadi kepada ku…” ucap Katrina sambil tersenyum, “kalau begitu kita benar-benar telah menjadi satu…” ucap Garde sambil melihat tangan Katrina, Katrina mengangguk, “sudah waktunya kita mengakhiri ini Garde-san” ucap Katrina tersenyum dan kemudian tubuhnya mulai bersinar begitu juga dengan tubuh Garde yang mulai bersinar, “ya saatnya kita menyelesaikannya” ucap Garde sambil melihat ke arah Cain.

Cain yang melihat bahwa Dreadnought telah selesai mencharge cahaya emas di mulutnya segera mengubah pedangnya menjadi tameng raksasa dan menancapkan ujung dari tameng tersebut ke tanah, “Synchro Release!! Divine Flare!!” teriak Garde dan Katrina bersamaan, setelah itu Dreadnought melepaskan bola api raksasa bewarna emas, bola api tersebut melesat dengan kecepatan penuh ke arah Cain, dan setelah bola api tersebut menabrak tameng milik Cain, terjadi luapan cahaya bewarna emas yang sangat besar dan membuat api tersebut semakin besar dan akhirnya meledak dan menghancurkan area di sekeliling Cain dan Dreadnought, sementara Dreadnought yang terbungkus dengan cahaya kembali berubah bentuk menjadi bentuk manusia yang melompat ke tanah dan akhirnya berubah kembali menjadi Garde, Garde berhasil mendarat di tanah begitu juga dengan tombak Dreadnought miliknya yang jatuh dan tertancap di tanah di dekatnya, Garde yang kembali berdiri sekilas kehilangan keseimbangan tubuhnya di karenakan kehabisan aura yang di milikinya, Garde melihat kepulan asap yang berasal dari ledakan yang di ciptakannya dengan seksama sampai akhirnya Garde melihat titik cahaya dari asap tersebut yang ternyata adalah Cain yang sudah mencharge cahaya putih dari launchernya.

“mati kau Garde!!!” teriak Cain yang penuh luka bakar di tubuhnya, kemudian dari belakang Cain muncul sesosok orang lain yang bersiap menusuk Cain, “kau yang mati… kau melupakan keberadaan ku!!” teriak Andre sambil mengayunkan pisau yang ada di tangannya ke arah Cain, “shimatta!!” teriak Cain yang tidak sempat bertahan, sampai tiba-tiba dari langit muncul sesosok orang berpakaian hitam yang menggunakan topeng, orang tersebut jatuh tepat di depan Andre dan langsung menebaskan pedangnya yang membuat pisau Andre terlempar, setelah itu orang tersebut menendang Andre hingga jatuh dan mengayunkan pedangnya ke arah leher Andre, “sudah cukup Leon!!” teriak seorang perempuan yang ada di belakang Andre, mendengar perempuan itu memberi perintah laki-laki yang bernama Leon tersebut menghentikan pedangnya tepat sebelum menebas leher Andre, “kau juga Cain… kembali…” ucap perempuan itu lagi, “cish… aku berhutang budi pada mu Sierra berkat kau aku selamat dari serangan tersebut, dan siapa orang ini…” balas Cain, “dia anggota baru Black Knight… namanya Leon dan dia juga Dracus sama seperti ku…” ucap Sierra, kemudian Leon melompat dan turun di sebelah Sierra, sementara Cain berjalan ke arah Sierra, “begitu sepertinya nama kamu Leon perkenalkan nama ku Cain…” ucap Cain yang kemudian berhenti di sebelah Sierra, kemudian Cain berbalik dan melihat ke arah Garde yang terlihat sangat kesal, “ingat Garde pertarungan kita belum selesai… kalau kau masih ingin membalaskan dendam Katrina dengan senang hati aku akan melayani mu dan membawa mu bertemu langsung dengannya…” ucap Cain, kemudian Sierra mengeluarkan sayap hitam dari punggungnya yang menutupi Leon, Cain, dan dirinya dan setelah itu sayap tersebut menghilang menjadi asap hitam bersamaan dengan menghilangnya Black Knight, “Katrina…” ucap Garde dan perlahan-lahan dirinya mulai tidak sadarkan diri, sebelum Garde kehilangan kesadarannya sekilas dia melihat Dave dan Marcel yang berlari ke arahnya.

“sepertinya pertarungan antara Cain dan Garde telah selesai…” ucap Caesar yang melihat pertarungan tersebut dari puncak Tokyo Tower, kemudian dari belakang Caesar muncul Ashley yang melompat dan sudah mengepalkan tangannya, “tak kusangka kau datang secepat ini…” ucap Caesar, kemudian Caesar berbalik dan mengeluarkan api hitam yang dari tangannya yang di tembakan ke arah Ashley dan membuatnya terlempar ke belakang, Ashley yang terlempar kembali berdiri, “kenapa Caesar… ku kira kau adalah teman… kenapa kau berani-beraninya mengambil nyawa orang lain dengan mudah tanpa merasa bersalah!!” teriak Ashley, kemudian Caesar menggelengkan kepalanya, “ini semua demi revolusi dan demi…” ucap Caesar seraya mengeluarkan api hitam yang membentuk pedang bewarna hitam, setelah itu Caesar berputar dan menebaskan pedangnya ke atas sehinnga pedang Caesar dan pedang Ryou yang ternyata menjatuhkan dirinya ke arah Caesar sailing beradu, “Black Knight!!” ucap Caesar sambil mengayunkan pedangnya ke bawah yang membuat Ryou terpental dan berhasil mendarat di dekat Ashley, kemudian Ryou kembali berdiri dan melakukan synthesis embody yang memunculkan pedang bewarna merah dan biru yang masing-masing bernama Amaterasu dan Tsukiyomi, “King of Underwolrd… bukan… Caesar… aku akan menghentikan niat busuk mu di sini!!” teriak Ryou, sementara Caesar hanya tertawa, “niat busuk? Sore wa dou kana? Itu semua adalah keputusan dari Black Knight yang nantinya akan mengubah dunia ini menjadi dunia yang lebih baik...” ucap Caesar sambil menyunggingkan senyumnya, “maju lah Ashley… Ryou… siapa pun yang maju tidak masalah… akan ku lumat kalian berdua!! Ahahahaha!!” teriak Caesar.

Ryou yang mendengar itu berlari ke arah Caesar, dan menebaskan kedua pedangnya berkali-kali, begitu juga dengan Caesar yang menebaskan pedangnya untuk menahan serangan Ryou, pedang mereka berdua saling beradu satu sama lain, setelah itu Ryou menebaskan kedua pedangnya bersamaan dan membuat Caesar terlempar ke udara dan keluar dari daerah Tokyo Tower, setelah itu di atas Caesar muncul Ashley, Ashley mulai menendang Caesar beberapa kali, sementara Caesar hanya bisa menahan tendangan Ashley dengan pedangnya, setelah itu Ashley mengepalkan tangannya dan melesatkan pukulannya ke arah Caesar, Caesar yang melihat itu, menebaskan pedangnya yang kemudian di tahan oleh gauntlet yang tertempel di tangan Ashley yang satunya, pukulan Ashley sukses menghantam dada Caesar dan mebuatnya terlempar kembali ke arah Tokyo Tower, Caesar yang terlempar ke Tokyo Tower menghentikan hempasan dengan cara menusukan pedangnya ke lantai, kemudian Caesar berputar masih dalam keadaan memegang pedangnya yang tertancap di lantai dan menendang Ryou yang sudah berlari ke arah Caesar, setelag Ryou terlempar Caesar kembali mencabut pedangnya dan menebas Ashley yang juga sudah dekat jaraknya dengan Caesar dan membuatnya terlempar ke arah yang berlawanan dari Ryou.

“seberapa pun kalian berusaha kalian tidak akan bisa mengalahkan ku…” ucap Caesar tenang, kemudian Ashley berdiri dan dari belakangnya muncul sesosok naga hitam besar, “oh ya… mari kita lihat apa itu benar atau salah…” ucap Ashley sambil mengangkat tangan kanannya dan kemdian muncul Rooklord, Rooklord dan Dark Armed Dragon pun berubah menjadi cahaya dan menyatu di tangan kanan Ashley, “Synthesis Embody!! Colossus!!” teriak Ashley, sementara Caesar tersenyum melihat itu.

TO BE CONTINUED

NEXT CHAPTER: FINALE OF THE REQUIEM