Selasa, 22 Desember 2009

CHAPTER 24: THE TRUE STAGE HAS BEEN REVEALED

CHAPTER 24: THE TRUE STAGE HAS BEEN REVEALED

“hrmm… apa ini? wangi… dan empuk… ah… tapi rasanya seperti sesuatu” ucap Ryou dalam hati sambil meraba-raba sesuatu dan akhirnya Ryou memegang sesuatu yang empuk, “ah… kok aku merasa ada yang aneh… tunggu dulu ini!! aura membunuh!!” ucap Ryou terkejut dalam hati dan akhirnya Ryou membuka matanya dan melihat sekelilingnya, setelah itu dia melihat ke atas dan melihat muka Shana yang memerah dan terlihat amat marah, setelah itu Ryou sadar kalau dia tidur di paha Shana dan sedang memegang sesuatu yang empuk, “BAKA!!! RYOU!!!” teriak Shana, sambil menendang Ryou sampai terlempar ke tulang yang berada tidak jauh di sana, “ah! Shana!! Maafkan aku!! Jangan bunuh aku!!” teriak Ryou sambil berlutut di depan Shana, “urusai! Urusai! Urusai! Aku tidak akan memaafkan mu!!” teriak Shana sambil bersiap-siap mengayunkan Nietono no Shana miliknya.

“Ryou!! Shana!!” teriak seseorang, Shana menghentikan ayunan katananya, kemudian Shana dan Ryou menoleh ke arah orang yang memanggil mereka yang ternyata adalah Brendan, Garde, Marcel, dan Andre yang sedang berlari ke arah Ryou dan Shana, “apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba muncul banyak pilar tulang di kota ini?” Tanya Brendan, “apa maksudmu kukira hanya di tempat ini saja…” ucap Ryou sambil melihat keadaan sekeliling yang di penuhi oleh pilar-pilar tulang, “tidak seluruh kota ini bukan maksud ku seluruh Jepang di penuhi oleh pilar tulang yang muncul 1 jam yang lalu…” balas Marcel, Ryou kembali melihat Shana, “berapa lama aku tidak sadarkan diri?” Tanya Ryou, “satu setengah jam” ucap Shana masih dengan muka yang merah dan suara yang kesal, Ryou terdiam sesaat dan memikirkan sesuatu.

“ternyata kau di sini Ryou…” ucap seseorang, Ryou berbalik dan melihat Dave, Garaito, Arif dan Eve yang menopang Ashley yang tidak sadarkan diri, “Dave… sebenarnya apa yang terjadi? Apa mengetahui sesuatu?” Tanya Ryou, Dave terdiam sesaat dan melihat sekeliling, “King of Underworld ah tidak maksud ku Nando dan Kaizer of Abyss atau yang lebih kita kenal dengan King of Underworld telah melanjutkan rencana mereka…” ucap Dave, Ryou dan yang lain terkejut mendengar nama Nando di sebut, “tunggu!! Nando kau bilang!! Bukankah tujuan King of Underworld adalah membunuh semua King of Overlord!!” ucap Ryou yang terkejut, Dave menggelengkan kepalanya, “ya itu benar tapi itu hanyalah satu dari beberapa rencana mereka… rencana mereka yang sebenarnya adalah mengangkat Nando menjadi King of Overlord satu-satunya di dunia” ucap Dave, setelah itu Garaito maju menghampiri Ryou dan memberikan suatu kertas ke Ryou.

“dan tampaknya King of Underworld akan memulai perang antara manusia dan undead sebentar lagi… dan ini adalah hasil dari laporan yang ku teliti tentang King of Underworld…” ucap Garaito, Ryou mengambil kertas yang di berikan oleh Garaito dan membacanya dengan seksama, “shimata!!” ucap Ryou terkejut, “sayang sekali!! Kalian telah terlambat tapi pasukan ku sudah menyerang seluruh Jepang!!” ucap seseorang berjubah hitam yang berdiri di atas pilar tulang, Brendan, Ryou, dan yang lainnya menoleh ke arah orang itu, “siapa kau?” ucap Brendan, orang tersebut tersenyum dan membuka jubahnya, Brendan dan yang lain terkejut melihat sosok yang ada di balik jubah itu, “ka-kau… Caesar!!” ucap Brendan yang terkejut, “hehehehe hahahahahahaha!! Terkejut? Ya… selama ini aku membohongi kalian… aku tak menyangka kalian begitu mudah untuk di bohongi… sekarang adalah waktu yang tepat… bangkitlah!! Paladin of Cursed Dragon!!” teriak Caesar, setelah itu tiba-tiba di depan Brendan dan yang lainnya muncul sesosok ksatria yang menaiki naga yang terlihat sudah membusuk, “tidak hanya itu!! Mezuki!!” lanjut Caesar dan lagi-lagi muncul sesosok kuda yang berdiri dengan dua kaki dan membawa kapak raksasa di tangannya, dan setelah itu muncul beratus-ratus Skull Servant dari bawah tanah.

“khu khu khu khu lawan lah pasukan ku yang setia ini kalau kau berniat menghentikan ku… sementara aku akan menunggu di atas Tokyo Tower menunggu kedatangan kalian hahahahaha!!” ucap Caesar, setelah itu Caesar berubah menjadi asap hitam dan menghilang, “apa yang tertulis di sana?! Ryou?!” Tanya Dave, Ryou menggigit bibirnya, “dia berniat membunuh sebagian besar penduduk Tokyo dan membangkitkannya lagi sebagai pasukan Undead sementara dia sendiri mendirikan singasananya di atas Tokyo Tower… kita harus cepat!! Menghentikan dia sebelum semuanya terlambat!!” teriak Ryou, “tapi bagaimana kita bisa mengejar dia kalau kita di kepung oleh pasukan Undead seperti ini!!” balas Shana, “kalau begitu kita akan mengejarnya dengan paksa kita akan membuka jalan dengan tangan kita sendiri menuju Tokyo Tower!” ucap Brendan, semuanya mengangguk setuju, “baiklah kalau begitu kita harus cepat menyelesaikan ini…” lanjut Brendan lagi, “tidak usah… kan ada aku dan Ganteng!” ucap Garaito, Brendan menoleh ke Garaito, “apa maksudmu?” Tanya Brendan, “biar aku dan Garaito yang mengurus Paladin of the Cursed Dragon dan Mezuki di sini… kalian pergi saja” lanjut Arif, Brendan mengangguk dan kemudian berlari menerobos pasukan Undead.

“hah? Kalian kira aku akan memberi jalan? Enak saja kalahkan aku dulu!!” teriak Paladin sambil terbang ke arah Brendan dan yang lainnya yang berusaha menerobos pasukan Undead, “Dark Slash!!” teriak Garaito sambil mengayunkan Katananya, kemudian Katana milik Garaito menembakan aura hitam yang mengahalangi Paladin sehingga Brendan dan yang lainnya berhasil pergi, “cih! Baiklah aku akan menemanimu bermain!! Mezuki Bantu aku!!” teriak Paladin, “argh!! Sial tidak ada Loli pertarungan ini tidak akan menyenangkan!!” balas Mezuki, Paladin yang mendengar itu hanya bisa diam sesaat, “hentikan sifat Loliphedo mu itu! Kalau kita bisa menghentikan mereka dari mengganggu rencana tuan Caesar kau bisa sepuasnya mencari Loli di negeri ini!!” balas Paladin, “benarkah! Baiklah! For the sake of Loli! Aku akan mengalahkan kalian!” teriak Mezuki, “ah ini akan membosankan…” ucap Arif, “apa maksud mu?” Tanya Garaito, “dia terlalu sombong…” jawab Arif, “ya mereka terlalu sombong berani-beraninya mereka meremeh—“ belum selesai Garaito berbicara Arif sudah memotong, “berani-beraninya dia berkata ingin mengambil semua Loli di sini!! Semua Loli di dunia ini adalah milik ku!!! Aku lah LOLIPHEDO SEJATI!!!” teriak Arif dengan semangatnya, “ya berani-beraninya dia— say wutttt?!!!” ucap Garaito yang terkejut, Garaito langsung mengambil batu di kakinya dan melemparnya ke Arif, “ouch!!! Buat apa itu!!” teriak Arif kesakitan, “serius dikit woi!!! Kita sudah berada di medan perang!! Lupakan semua Loli milik mu itu!!” teriak Garaito, “hiks aku kan cuman bercanda… tenang saja gadis-gadis kecil, kakak akan melindungi kalian dari kuda Hentai ini!!” teriak Arif yang kemudian melakukan Perfect Embody ke Junk Syncrhon dan menjadikannya Knuckle besi, dan setelah itu Arif langsung berlari untuk menyerang Mezuki, “woi kau sendiri Hentai kan?” ucap Garaito pelan sambil berlari ke arah Paladin of the Cursed Dragon.

“haaaah!!” Garaito mengayunkan Katananya berkali-kali tetapi Paladin selalu berhasil menghindarinya, “dasar lemah!! Sampai kapanpun tidak akan ada manusia yang bisa mengalahkan pasukan Undead milik tuan Caesar!!” ucap Paladin, “oh ya? Katakan itu setelah kau mengalahkan ku!! Dark Slash!!” Garaito kembali menembakan aura hitam ke arah Paladin, tetapi Paladin berhasil menghancurkan aura hitam itu, “itu kah yang kau beri nama tebasan? Tebasan itu adalah sesuatu yang seperti ini!! Decayed Slash!!” Paladin menebas lengan kiri Garaito dan seketika tangan kiri Garaito tidak dapat di kendalikan, “shimata!! Apa yang terjadi pada lengan kiri ku!!” teriak Garaito sambil menahan sakit, “Decayed Slash adalah kutukan yang membuatmu tidak bisa menggunakan bagian dari tubuh yang terkena tebasan dari serangan tersebut dan kalau kau tidak cepat-cepat mengalahkan ku maka bagian tubuh itu akan membusuk dan akhirnya akan menyebar perlahan-lahan ke seluruh tubuh mu… jadi apa yang akan kau lakukan dengan keadaan seperti itu? Hahahahahaha?” ucap Paladin sambil tertawa riang, “kau kira ini akan menghentikan ku?” balas Garaito, Paladin of the Cursed Dragon tersenyum melihat usaha Garaito kembali melawan.

“hehehehe kurasa kau adalah yang paling lemah di antara yang lainnya karena dari tadi kau sama sekali tidak menggunaka Embody… oh!! Jangan-jangan bukan tidak menggunakan tapi tidak bisa hahahahahaha kalau begitu buat apa orang seperti mu diangkat menjadi Warlord?! Bukannya hanya merepotkan?!” ucap Paladin berusaha menarik amarah Garaito, “bukankah sudah ku katakana kau boleh berbicara seperti itu kalau kau bisa mengalahkan ku…” ucap Garaito pelan, Paladin yang mendengar itu menjadi semakin kesal, “sombong sekali kau!! Tidak bisa apa-apa tapi berani menantang ku!! Cish!! Bahkan aku tidak perlu turun tangan untuk mengalahkan mu!! Skull Servant!!! Bunuh anak ini!!” teriak Paladin, dan secara serentak semua Skull Servant menyerang Garaito bersamaan, “kau kira ini bisa membunuh ku?!! Jangan bercanda!! Boseki Kura Ken!!” teriak Garaito dan tiba-tiba di sekeliling Garaito muncul berpuluh-puluh pedang bewarna hitam dan membentuk formasi lingkaran setelah itu semua pedang tersebut berputar dan melebar sehingga memotong semua Skull Servant yang menyerang Garaito.

“hmm yang barusan di luar perkiraan tapi aku masih punya banyak Skull Servant lainnya!! Hahahaha!!” teriak Paladin, dan ternyata semua Skull Servant yang tertebas oleh pedang Garaito kembali bangkit dan kembali menyerang Garaito, “dasar keras kepala!! Honoo no Katana!! Kasai Bakuhatsu!!” Garaito melompat tinggi ke atas dan setelah itu Katana Garaito di selimuti oleh api yang besar, kemudian Garaito menebaskan katananya ke bawah dan membakar semua yang di lewati oleh tebasan katana milik Garaito begitu juga dengan para Skull Servant yang terbakar menjadi debu.

“kalau prajurit mu kubakar menjadi debu kau tidak akan bisa membangkitkannya lagi kan?” ucap Garaito, “hmm ku rasa aku sedikit meremeh kan mu… baiklah kalau begitu aku yang maju!!” teriak Paladin sambil menunggangi naganya dan terbang ke arah Garaito, “cih!! Kaze Gatana!! Tsuyoi Kaze!!” ucap Garaito, Garito mengayunkan Katananya dan dari Katana yang di ayunkan oleh Garaito muncul angina yang sangat besar dan bahkan bisa melempar Paladin ke belakang, “sial!! apa-apaan ini!! tidak hanya kegelapan dan api tapi kau juga menguasai angina!!” teriak Paladin, Garaito tersenyum puas.

“yakin aku hanya menguasai itu?” ucap Garaito sambil tersenyum, Paladin terkejut mendengar itu, “jangan-jangan!!” teriak Paladin, “Mizu Katana… Kyuryu no Ha!!” teriak Garaito, dan setelah itu Garaito mengayunkan katananya lagi dan dari ayunan tersebut muncul air yang sangat banyak seperti ombak dan kemudian air tersbut menabrak dan membawa Paladin, “sial!!!!” teriak paladin yang terbawa oleh arus air.

“sudah selesai kah?” ucap Garaito yang kelelahan, “belum” ucap Paladin yang tiba-tiba muncul di belakang Garaito tanpa naganya, “mus-mustahil!!” teriak Garaito, Garaito berbalik dan berusaha menjauhi Paladin, tapi terlambat, Paladin of the Cursed Dragon sudah menebas Garaito berkali-kali dengan Decayed Slash miliknya sehingga Garaito mengeluarkan darah yang sangat banyak, “argh!!!” teriak Garaito yang kesakitan, tiba-tiba Garaito tidak dapat merasakan seluruh tubuhnya dan terjatuh tidak berdaya di depan Paladin of the Cursed Dragon, “sial tubuh ku mati rasa tidak ada satu pun yang bisa ku kendalikan…” ucap Garaito dalam hati, “hahahahaha!!! Aku akan menghilangkan penderitaan mu sekarang!!” teriak Paladin of the Cursed Dragon sambil mengarahkan ujung pedangnya ke Garaito, “Decayed Slash…” ucap Paladin sambil mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, “sial aku tidak akan kalah di sini!! Maafkan aku teman-teman aku terpaksa menggunakan ini!! Perfect Embody!! Great Shogun Shien!!” teriak Garaito dalam hati, setelah itu Garaito kembali mengambil Katananya dan menahan pedang Paladin.

“a-apa!! Pedangku di tahan!! Bagaimana bisa!!! Bukankah seharusnya kau tidak bisa menggerakan tubuh mu!!” teriak Paladin yang terkejut, Garaito kembali berdiri perlahan-lahan ekspresi mukanya berubah dan tubuhnya di selubungi oleh aura hitam pekat, Garaito menebas pedangnya dan melempar Paladin ke belakang, “hehehehehehehehe ahahahahahaha!! Intinya Decayed Slash adalah serangan di mana kau memasukan kekuatan kegelapan ke dalam tubuh lawan mu dan mematkan sel-sel lawan mu dengan kekuatan itu… tapi bagaimana kalau lawan mu menggunakan kekuatan kegelapan untuk menyerang?” ucap Garaito tersenyum licik, “ada apa dengan anak ini sifatnya berubah drastis!!” ucap Paladin pelan, Garaito berlari ke arah Paladin dan menyerang dengan membabi buta, “ura! Ura! Ura!!!” teriak Garaito, Paladin yang tidak dapat membendung serangan Garaito akhirnya pedangnya terlempar karena ayunan pedang Garaito yang terlalu kuat.

“sial!! tapi aku masih ada tameng milik ku!!” ucap Paladin sambil mengangkat tamengnya, tetapi Garaito dengan mudahnya membelah tameng tersebut menjadi dua, “mus-mustahil!!” teriak Paladin of the Cursed Dragon, “kau tidak menyadari kalau aku sudah melakukan Perfect Embody dan senjata yang kudapat adalah Masamune, katana terkutuk yang dapat membuat pemakainya mengeluarkan sisi terjahatnya” ucap Garaito pelan, “begitu!! Jadi anak ini berubah menjadi seperti ini karena itu!!” ucap Paladin dalam hati, “Mokushiroku no Katana... Kuro no Kaori Bara no Bakuhatsu!!!” teriak Garaito dan tiba-tiba di sekeliling Garaito muncul bunga-bunga dari mawar hitam, “apa ini?!!” teriak Paladin yang terkejut, setelah itu semua bunga dari mawar hitam itu meledak secara bersamaan dan menimbulkan dampak ledakan yang besar.

“argh!!! Sial untung aku bisa menghindari ledakan tersebut!!” ucap Paladin yang berhasil lolos dari ledakan tersebut dan berlari menjauhi Garaito, “kau bisa menghindari ledakan tersebut… tapi kau tidak bisa lari dari ku!! Overdrive!! Mokushiroku no Katana!! Owara nai Yami!!” tiba-tiba di sekeliling Paladin of the Cursed Dragon mucul aura hitam pekat yang sangat besar, “a-apa ini!!” teriak Paladin yang terkejut, “kau tidak akan bisa kabur dari kegelapan!! Kembalilah ke kegelapan!!” teriak Garaito, kemudian aura tersebut membentuk bola dan mengurung Paladin di dalamnya dan perlahan-lahan bola tersebut mengecil hingga benar-benar menghilang, “tidaaaaakk!!!!!!” teriak Paladin of the Cursed Dragon yang terkurung dalam kegalapan yang tidak pernah berakhir, “bagus sekarang hanya tinggal menunggu Arif…” ucap Garaito yang perlahan-lahan aura hitamnya menghilang dan ekspresinya kembali ke ekspresi Garaito yang lama.

Sementara itu beberapa puluh menit yang lalu ketika Garaito masih sibuk bertarung dengan Paladin of the Cursed Dragon, “woi!!! Kuda hentai!!!” teriak Arif sambil terus berlari ke arah Mezuki, Mezuki yang terkejut karena di panggi hentai langsung menoleh ke arah Arif, “Rocket Punch!!!” teriak Arif sambil terus berlari dengan kecepatan penuh ke arah Mezuki, “aku bukan kuda Hentai!!!! Aku KUDA PHEDO!!!!!!” teriak Mezuki sambil mengayunkan kapaknya ke arah Arif, Arif menghindar ke belakang Mezuki untuk menghindari hantaman kapaknya, “heh!! Jangan menyebut diri mu Phedo kalau kau belum bisa mendapatkan Shana chan!!” teriak Arif sambi siap-siap untuk memukul Mezuki, “tunggu!!!” teriak Mezuki, “NO MERCY!!” teriak Arif, “kau juga belum mendapatkan Shana chan!! Karena Shana chan adalah milik Ryou Kurokaze!!!” teriak Mezuki, Arif yang mendengar itu langsung menghentikan pukulannya dan langsung berjongkok untuk meratapi nasibnya, “gampang~~” ucap Mezuki dalam hati, Mezuki kembali mengayunkan kapaknya ke arah Arif.

“argh!! Aku tidak akan Down hanya karena tidak bisa mendapatkan Shana!!” teriak Arif sambil menghindari hantaman kapak Mezuki, “nani? Tapi barusan kau langsung down kan?” ucap Mezuki dalam hati, Arif melompat ke atas Mezuki dan menonjok kepala Mezuki dengan kekuatan penuh, “Meteo Punch!!” teriak Arif sambil mementalkan Mezuki ke arah pilar tulang yang ada di belakangnya dan membuat pilar tersebut roboh, “heh kekuatan Phedo sejati tidak selemah itu!! Kalau serangan mu seperti itu berarti kau bukan Phedo sejati!!” teriak Mezuki sambil kembali berdiri, “khu khu khu sudah ku bilang Phedo sejati adalah orang yang bisa mendapatkan Sanzenin Nagi…” ucap Arif sambil tersenyum licik, “kau merubah syarat Phedo sejati mu tuh… dan lagi Author dari cerita ini tidak ada niat memasukan Sanzenin Nagi tadinya Author dari cerita ini berniat menjadikan Nagi sebagai Partner Ashley tapi tidak jadi… jadi sampai kapan pun kamu bukan Phedo sejati…” balas Mezuki, dan lagi-lagi Arif kembali meratapi nasibnya.

“aha! Sudah ku duga mudah sekali membuat orang ini menjadi lemah!!” ucap Mezuki kembali berlari ke arah Arif dan menghantamkan kapaknya ke arah Arif, karena Arif yang masih down, dia menjadi tidak bisa menghindari hantaman kapak dari Mezuki, sehingga Arif terlempar ke pilar tulang terdekat, “tunggu kau curang!! Kau menyerang ketika aku sedang tidak siap!!” teriak Arif, “kan kau yang bilang No Mercy” balas Mezuki, Arif terlihat kesal dan kembali berlari ke arah Mezuki.

“Tsundere Punch!!” teriak Arif sambil melancarkan tinjunya ke arah Mezuki, Mezuki berhasil menahan tinju dari Arif, kemudian Arif berputar dan menendang Mezuki, “Moe Kick! Yandere Uppercut!! Dandere!!! Headbangin!!!!” teriak Arif sambil terus menerus melancarkan serangannya dan diakhiri dengan menjedodkan kepalanya sendiri ke Mezuki dan membuat Mezuki kembali terlempar ke pilar tulang yang lainnya, “sial!! kau mengaku Phedo tapi mengeluarkan serangan tanpa satupun yang bernama “Loli”!!” teriak Mezuki, kemudian Mezuki melompat ke atas Arif, “lihatlah!! Kekuatan Phedo sejati!! Loli Big Axe!!!” teriak Mezuki, kemudian kapak Mezuki membesar dan kemudian Mezuki mengayunkannya ke arah Arif.

“heh Loli? Loli itu bertubuh kecil kalau kapak mu membesar berarti kau bukan Loliphedo!!” teriak Arif, kemudian Arif menahan Kapak milik Mezuki dengan kedua tangannya, “mus-mustahil!!” teriak Mezuki yang terkejut, “kurasa kau memang benar-benar lemah… dengan ini kau…” ucap Arif sambil memegang Kapak milik Mezuki dan perlahan-lahan kapak milik Mezuki mulai retak, “a-apa, apa yang kau lakukan!!” teriak Mezuki, “bukan Loliphedo sejati!!! Karena Loliphedo sejati!!!” teriak Arif, dan perlahan-lahan kapak Mezuki semakin retak, dan baju Arif mulai robek, “selalu punya tubuh GAR seperti Adam Blade!!!” teriak Arif, dan seketika baju Arif robek dan memperlihatkan otot-otot yang ada di tubuh Arif, genggaman Arif ke kapak Mezuki semakin kencang dan akhirnya membuat kapak Mezuki pecah, “mustahil!!! Tidak mungkin kau punya tubuh GAR!!! Bahkan kamu tubuhmu melebihi tubuh ku yang GAR!!” teriak Mezuki yang terkejut, Arif melompat dan terbang mengarah ke Mezuki.

“berhenti ku suruh kau berhenti!!!!” teriak Mezuki yang ketakutan, “Overdrive!!! Loliphedo Rage!!!” teriak Arif, pukulan Arif berhasil menghatam dada Mezuki dan membuat tubuh Mezuki retak, “tidak!!! Aku tidak mau kembali ke neraka!!!” teriak Mezuki, “mati!!! Haaaaahh!!!!” teriak Arif, tubuh Mezuki yang retak perlahan-lahan pecah menjadi beberapa bagian dan akhirnya pecah dan menjadi debu, “kalau bisa aku mau ke surga karena mungkin saja disana ada Loli… sial…” ucap Mezuki sebelum menghilang dengan sempurna, “dasar bodoh!! Tidak ada Loli buat Loliphedo gagal seperti mu!!!” teriak Arif, setelah itu Arif kembali turun ke tanah dan berjalan ke tempat Garaito, “mudah-mudahan dia sudah selesai dengan pertarungannya” ucap Arif sambil terus berjalan.

“sial!! Mezuki dan Paladin of the Cursed Dragon telah di kalahkan!!” ucap Caesar yang berada di puncak Tokyo Tower, “anda tidak apa-apa King of Underworld?” Tanya Alter Saber, yang berjalan ke arah Caesar, “ya aku tidak apa-apa… lihat saja Ryou, Dave, dan Brendan… ini baru permulaan!!! Setelah ini akan lebih banyak pasukan Undead milik ku yang akan menghalangi kalian!!” teriak Caesar, Caesar berbalik dan berjalan menuju peti raksasa yang memiliki lambang Koa’ki Meiru di gemboknya.

“bahkan pasukan Undead yang tidak pernah kalian bayangkan sebelumnya… hehehehehehe ahahahahahahahahahahahahaha!!!”

TO BE CONTINUED

Apakah yang terkunci di balik peti yang terdapat simbol Koa’ki Meiru tersebut? dan apakah rencana Caesar berikutnya untuk menghalangi Brendan dan yang lainnya? Better wait for next Episode…

Next Episode: STRIKE BACK OF UNDEAD!! THE IMMORTAL UNDEAD!!!

Senin, 21 Desember 2009

CHAPTER 23: THE POWER OF KING WHO WIELDING THE GOD'S WEAPON

CHAPTER 23: THE POWER OF KING WHO WIELDING GOD’S WEAPON

“Synthesis Embody!!” teriak Ryou sambil mengangkat tangannya dan tiba-tiba muncul 2 cahaya berwarna kuning dan biru yang membungkus kedua tangan Ryou, “heh! Tidak mungkin kau sudah bisa menguasai Synthesis Embody!! Karena Synthesis Embody itu sangat susah untuk di kendalikan!!” ucap Cain dengan nada yang merendahkan, Ryou tertawa pelan dan tersenyum, “mau melihatnya? Apa kau lupa kalau aku adalah King of Overlord?” ucap Ryou, “begitu? Kalau begitu aku akan membunuh mu sebelum kau berhasil menyelesaikan Synthesis mu!!” teriak Cain, kemudian Cain menghilang dan muncul kembali di depan Ryou dan besiap-siap memukul Ryou dengan Gauntletnya.

“jangan menganggu kau!!” teriak Shana, kemudian Shana berlari ke arah Ryou dan menebaskan Nietono no Shana miliknya ke arah Cain untuk menghalangi pukulan Cain yang di arahkan ke Ryou, Cain menghindari tebasan Shana kemudian berusaha menendang Shana, tetapi Shana berhasil menghindarinya dan kembali menendang perut Cain sehingga Cain terlempar ke belakang, kemudian Shana mengeluarkan sayap apinya dan terbang ke arah Cain untuk menebasnya berkali-kali tapi semua serangan Shana berhasil di tangkis oleh Cain, tetapi setiap kali Cain menagkis serangan Shana, gerakan Cain terlihat melambat untuk sesaat, dan Shana menggunakan celah itu untuk kembali menendang Cain dan melemparnya ke tulang di dekat Solva.

“terima kasih Shana!!” ucap Ryou, “ku rasa aku harus tetap melindungi mu seperti ini karena kau selalu nekat baka!!” ucap Shana dengan muka memerah, Ryou hanya tersenyum melihat Shana, sementara Cain sudah kembali berdiri lagi dan bersiap-siap menyerang Ryou kembali, “sayang sekali Cain kau telat… Synthesis Embody!! Rai-Oh!! Goku En!! Tsuin Gatana!! Amaterasu!! Tsukiyomi!!!” teriak Ryou, kemudian kedua cahaya yang membungkus kedua tangan Ryou meledak dan memperlihatkan dua katana, keduanya bergagang hitam, yang membedakannya hanyalah kedua warna dari mata katana tersebut, Amaterasu bewarna merah seperti api sedangkan Tsukiyomi berwarna biru seperti es, “begitu… jadi itu Synthesis Embody? Terlihat lebih lemah dari yang ku duga…” ucap Cain dengan nada yang lagi-lagi terdengar merendahkan, Ryou berlari ke arah Cain dan menyerangnya dengan membabi buta, “oh ya lemah? Mari kita liat siapa yang lemah!!” ucap Ryou, Ryou melompat ke belakang, dan kemudian Amaterasu menyala dengan terang, “Taiyou no Bakuhatsu!!” teriak Ryou, kemudian Amaterasu mengeluarkan bola api yang besar dan berbentuk seperti matahari, bola api tersebut terbang ke arah Cain dan kemudian meledak menjadi ledakan yang sangat besar, Cain tidak bisa menghindari ledakan tersebut dan terlempar jauh, Ryou pun mengeluarkan sayap api dan es, dan kemudian terbang untuk mengejar Cain yang terlempar.

“Ryou!!” teriak Shana, Shana terbang untuk mengejar Ryou, tetapi tiba-tiba badan Shana terasa berat dan tidak dapat terbang untuk mengejar Ryou, “a-apa!! Ini!!” ucap Shana kaget, tiba-tiba Shana terlempar kembali ketanah dengan hantaman yang kuat sehingga membuat lubang di tanah tempat Shana terjatuh, “Magnetic World… khu khu khu hahahahahaha!! Kau masih ada urusanku dengan ku!! Ahahahahahahaha!!!” teriak Solva yang menghadang Shana agar Shana tidak mengejar Ryou, “sial!! bertahanlah Ryou aku akan membantu mu… tapi sementara ini aku akan mengurus yang ada di sini dulu…” ucap Shana, kemudian Shana mengeluarkan Nietono no Shana miliknya dan berlari ke arah Solva, “Solva!!!!” teriak Shana, Solva tersenyum licik dan kemudian mengambil ancang-ancang untuk bertarung.

Sementara di kejauhan King of Underworld sedang melihat pertarungan antara Cain dan Ryou sampai seseorang muncul di belakang King of Underworld, “sudah ku duga kau di sini…” ucap orang yang mengenakan kaca mata itu sambil tertawa, “Nando… tak ku sangka kau datang kesini…” ucap King of Underworld, King of Underworld berbalik dan menatap Nando dengan tajam, “ada urusan apa kau di sini?” ucap King of Underworld, “apakah itu yang kau katakan ketika kau bertemu dengan orang yang memberikan mu segalanya hah?” balas Nando, King of Underworld merasa kesal dengan perkataan Nando, setelah itu dia kembali berbalik dan kembali melihat pertarungan Ryou, “sesuai janji ku pada mu… aku akan membantu mu menjadi satu-satunya King of Overlord dengan cara membunuh King of Overlord yang lainnya… yang berarti aku akan membunuh Ryou dan Dave…” ucap King of Underworld, “hahahaha itulah yang harus kau lakukan sebagai satu dari beberapa “Kaizer Project” yang berhasil” ucap Nando senang, Nando kembali membetulkan letak kaca matanya.

“sayang kau masih belum bisa mengontrol kekuatan mu seperti salah satu Kaizer Project yang lainnya” ucap Nando sambil tersenyum, “jangan pernah bandingkan aku dengan dia!! Aku masih lebih baik dari dia!!” ucap King of Underworld sambil terus melihat pertarungan Ryou, “yah itu terserah kamu, kalau kamu bisa mengalahkan orang itu berarti kamu memang Kaizer Project yang paling sempurna… toh kemampuan kamu hanyalah pengeluaran Aura yang tak terbatas, sedangkan dia berhasil mengontrol Auranya dengan sempurna…” ucap Nando tersenyum, “manusia selalu serakah… padahal dia berbeda dari Kaizer Project yang lainnya tapi kau masih menginginkannya? Heh dasar Manusia” ucap King of Underworld sambil meledek, “kau juga manusia sebelum menjadi seperti ini jadi jangan mengejek ku dan ingat apa pun yang kau coba kau tidak bisa melawan ku…” ucap Nando, King of Underworld sedikit mendesah karena kesal tapi Nando tidak memedulikan itu, setelah itu Nando melihat ke atas langit dan sedikit teringat dengan masa lalunya.

“Vraniel!! Liat percobaan ini sudah menunjukan kemajuan!!”
“bagus akhirnya kita bisa sedikit lebih tenang… dan mungkin kita bisa pulang setelah ini…”

“tidak!! Ini salah!! Kita harus menghentikan percobaan ini Nando!!”
“apa yang membuat mu ingin berhenti Vraniel? Setelah sejauh ini kau ingin meninggalkan ku?”
“seharusnya kau juga mengerti!! Ini sama saja membawa bahaya yang lebih besar ke dunia ini!!”
“tidak seharusnya dengan ini kita bisa menghentikan bahaya itu kau harus mengerti Vraniel…”
“tidak ini akan hanya akan menghancurkan keseimbangan dunia…kita harus menghentikan “Kaizer Project” sekarang juga sebelum terlambat…”

“apa-apaan ini Vraniel!! Apa maksud mu!! Kenapa kau mengkhianati ku!!”
“belajarlah dari pengalaman mu Nando dan maafkan aku tempat itu mungkin tempat yang paling cocok untuk mu… sedangkan aku… aku akan membayar semua dosa-dosa kita…”
“a-apa? Apa yang telah terjadi pada mu!!”
“aku menjalankan “Counter Kaizer Project” dan menggunakan tubuh ku sendiri sebagai kelinci percobaan… dan akibatnya adalah sekarang aku mengidap penyakit yang tidak dapat ku sembuhkan… tapi setidaknya aku berhasil menciptakan 1 “Kaizer Project”… bukan untuk alasan yang seperti dulu kita cetuskan… tapi alasan yang baru… setidaknya ini bisa menghentikan “Kaizer Project” milik mu…”
“Vraniel… kau… aku tidak akan memaafkan mu… kau tahu itu kan…”
“terserah apa kata mu… lagi pula ini ku lakukan juga untuk anak ku… satu-satunya anak yang ku miliki...”

“Vraniel… sahabat lama ku… alasan apakah yang telah kau temukan dulu…” ucap Nando dalam hati, Nando menutup matanya dan kembali membuka matanya perlahan-lahan, “maaf kan aku teman lama… tidak lama setelah kau meninggal… aku kembali melanjutkan “Kaizer Project” tapi seharusnya kau yang paling mengerti kenapa aku melakukan ini... tapi kenapa…” Nando berbalik dan berjalan ke arah King of Underworld, “sebaiknya kau bersiap-siap untuk panggung yang sesungguhnya Kaizer of Abyss…” ucap Nando tersenyum, “ya aku mengerti aku akan mulai menjalankan rencana kita…” ucap King of Underworld, kemudian dia berbalik dan meninggal kan Nando sendirian, “hahaha ahahahahaha!! Lihatlah Vraniel!! Ini adalah tahap awal dari “Kaizer Project milik kita dulu!! Juga tahapan awal dari… langkah ku menjadi Dewa!! Dan menjadi satu-satunya King of Overlord di dunia ini!” ucap Nando, kemudian Nando memanggil Judgment Dragon dan menaikinya kemudian pergi dari tempat itu.

“Cain!!! Fubuki no Ken!! Jigoku no Ken!!” teriak Ryou, tiba-tiba Amaterasu mengeluarkan api yang sangat besar, begitu juga dengan Tsukiyomi yang di bungkus oleh es dan membentuk pedang raksasa, “Ken no Mai!! Ryu no Gekido!!” teriak Ryou, kemudian Ryou, menebas Cain dengan kecepatan penuh dan tanpa henti sehingga dalam waktu beberapa detik saja Ryou sudah menebaskan pedangnya berpuluh kali-kali, “Shiage… Ryu no Hoko!!” Ryou mengayunkan kedua pedangnya dan dari kedua pedang tersebut muncul naga es dan naga api, kedua naga tersebut terbang ke arah Cain, “shimata!! Drive Barrier!!” teriak Cain, kemudian Cain menciptakan semacam tameng sinar untuk menangkis serangan Ryou tetapi ternyata semua itu percuma dan malah menghancurkan sebagian dari armor milik Cain, “argh!!!” teriak Cain kesakitan setelah itu Cain yang terkena serangan kedua naga milik Ryou terbawa dan terlempar ke tanah sehingga menyebabkan ledakan yang sangat besar dan dalam waktu beberapa detik semua area yang terkena ledakan membeku dan membentuk kristal es raksasa dengan Cain di dalamnya.

“Koware ta…” ucap Ryou pelan, seketika kristal es tersebut pecah menjadi berkeping-keping kristal dan Cain yang terkurung di dalamnya langsung mengeluarkan banyak darah dari semua luka tebasan yang tercipta karena serangan Ryou tadi, Cain pun terjatuh ke tanah dan bertepatan dengan Caesar yang kebetulan melewati tempat itu, Caesar yang melihat kejadian itu terkejut dan berlari ke arah Cain, “hei kau tidak apa-apa?!” teriak Caesar dengan suara yang khawatir, “Caesar!! Jangan dekati orang itu!! Dia orang yang berbahaya!!” teriak Ryou berusaha memperingatkan Caesar, tapi terlambat, Cain yang sudah sadar mencekik Caesar dan menahannya, “agh… a-apa-apaan ini…” ucap Caesar yang sesak nafas, “begitu… jadi kau adalah teman mereka…” ucap Cain sambil terus mencekik Caesar, “hentikan dia tidak ada hubungannya!!” teriak Ryou, “kenapa kau takut? Kau takut kalau kau menyerang juga akan mengenai teman mu hah! Dasar lemah!!” ucap Cain, Ryou tertawa pelan, “takut? Aku tidak takut… aku hanya tidak ingin menambah dosa ku saja…” ucap Ryou, Cain tersenyum licik.

“Ry-Ryou kun?” ucap Caesar, Caesar melihat Ryou dan dia menyadari kalau Ryou tidak main-main, “kalau begitu coba lah!! Serang aku dengan Overdrive mu!!” teriak Cain yang menantang Ryou, “Overdrive?” ucap Ryou dengan nada kebingungan, “sayangnya ketika seorang Overlord menggunakan Synthesis Embody dia tidak akan bisa menggunakan Overdrive…” ucap Ryou, Cain yang mendengar itu terlihat senang.

“ahaha—“ belum selesai Cain tertawa Ryou sudah kembali memotong, “tapi!! Dalam Synthesis Embody terdapat teknik tertinggi yang bahkan kemampuannya melebihi seratus kali kekuatan Overdrive!!” teriak Ryou, Cain yang mendengar itu terkejut, “a-apa!! Jangan bercanda!!” teriak Cain yang terlihat ketakutan, “apa kau berniat membunuh teman mu!!” ucap Cain sambil mengangkat Caesar di depannya, “hah dari awal dia bukan teman ku… dia teman Brendan dan Ashley” ucap Ryou dengan tenang, “a-apa tidak mungkin!!” teriak Cain lagi, “mau kubuktikan?” Ryou mengangkat kedua pedangnya.

“hentikan!!” teriak Cain, tapi Ryou tidak memedulikan apa yang di katakan oleh Cain, “Synthesis Release…” ucap Ryou pelan kemudian katana Ryou bercahaya, “Mugen no Sora!! Hanketsu no Kami!!” teriak Ryou dan di belakang Ryou muncul sesosok ksatria dengan bersenjatakan dua pedang, “Synthesis Release adalah suatu fase di mana kita memperlihat diri kita yang sesungguhnya… atau merupakan cerminan diri kita yang sesungguhnya… kekuatan… kepandaian… kekuasaan… semua ada di situ karena itu sosok yang selalu muncul ketika seorang Overlord melepas Synthesis Embody milik mereka adalah Avatar dari cerminan diri mereka yang biasa di sebut Guardian…” ucap Nando yang melihat pertarungan Ryou dan Cain dari punggung Judgment Dragon, “sebenarnya sudah sejauh mana kah kau berkembang Ryou…kurasa sudah ketahuan siapa yang menang mari pergi Judgment Dragon…” Nando dan Judgment Dragonnya pun berbalik dan terbang pergi meninggal kan pertarungan tersebut.

“Cain terimalah hukuman mu!!! Siegfried!!” teriak Ryou, Ryou mengayunkan pedangnya dan di ikuti oleh ksatria yang ada di belakang Ryou, dan begitu pedang milik ksatria tersebut menyentuh tanah terjadi ledakan yang amat sangat besar dan aura dari pedang tersebut menebas semua yang ada di depannya dengan jangkauan yang melebihi satu kilometer, “argh!!” teriak Cain dan dalam beberapa detik semua sudah hancur berantakan.

“hmmm” Caesar melihat sekelilingnya yang di penuhi oleh asap, dan dia melihat Cain yang terluka amat sangat parah dan Ryou yang bediri agak jauh dari Cain, “bagaiman masih mau bertarung?” Tanya Ryou, “brengsek!! Aku akan membalas dendam ini aku akan membalas rasa sakit ini!” teriak Cain, “baiklah kalau begitu kau ingin mati…” ucap Ryou pelan, kemudian Ryou berlari ke arah Cain, “Magnetic World! Anti! Ryou Kurokaze!!” ucap Solva yang tiba-tiba muncul dari langit, Ryou yang terkena effect dari Magnetic World terlempar ke belakang, Ryou melihat Solva dan dia melihat beberapa luka tebasan di tubuh Solva.

“hehehehe sepertinya Shana telah mengalahkan mu…” ucap Ryou tertawa kecil, Solva tidak memedulikan kata-kata Ryou dan kemudian menopang Cain di bahunya, “kita harus pergi sekarang Cain…” ucap Solva, Cain menggeram kemudian menenangkan dirinya, “ya kau benar… kita pergi sekarang Solva…” ucap Cain, “tunggu kalia--!!” Ryou berusaha mengejarnya tetapi Cain dan Solva sudah menghilang, “cih…” ucap Ryou kesal, kemudian Ryou melihat Caesar, Caesar yang sadar bahwa dia tidak terluka mendekati Ryou, “bagaimana bi—“ ucap Caesar, “bukan urusan mu!!” balas Ryou, Caesar yang di balas seperti kaget, “jangan-jangan aku hanya menjadi beban ya…” ucap Caesar sambil menundukan kepalanya, “ya kau menjadi beban!! Kau hanya mengganggu!! Lebih baik kau jangan pernah muncul di depan ku dan yang lainnya lagi!! Dunia ini bukan dunia mu!!” teriak Ryou, Caesar yang dibentak sangat terkejut dan tidak berani melawan, “be-begitu? Baiklah…” Caesar berbalik dan pergi meninggalkan Ryou sendirian.

“sial pertarungan ini terlalu melelahkan… biarkan aku istirahata sebentar…” ucap Ryou yang kemudian jatuh tidak sadarkan diri, “Ryou!! Di mana kau!!” teriak Shana yang sedang mencari Ryou, tiba-tiba Shana tersandung sesuatu dan dia menyadari bahwa dia tersandung oleh tubuh Ryou, “argh!! Kenapa sih dia selalu mudah lelah!!” teriak Shana kesal, kemudian Shana melihat wajah Ryou yang tertidur, dan tiba-tiba muka Shana berubah merah, “urgh… sekali saja boleh kan Alastor?” ucap Shana pelan bertanya ke kalung yang di pakainya, “aku tidak pernah melarangmu…” ucap Alastor, muka Shana tambah memerah, “ba-baiklah…” ucap Shana pelan, kemudian Shana menunduk dan mendekatkan mukanya ke Ryou dan setelah itu Shana mencium Ryou, sementara itu Caesar yang berlari meninggalkan Ryou berhenti di gang yang sempit dan gelap.

“hahahahaha AHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!! Sepertinya sandiwara ku terlalu jelek ya selama ini wahahahahahaha… Alter Saber kau ada di sana kan? Mulai sekarang kita lanjutkan rencana kita ke fase ke-dua” ucap Caesar kepada seseorang yang ada di belakangnya.

“ya King of Underworld… semua persiapan sudah selesai”

TO BE CONTINUED

Semua tirai panggung sudah terbuka… beberapa hal baru telah terkuak… masa lalu Nando mulai ketahuan… dan sekarang tirai untuk panggung sebenarnya telah terbuka… apakah “Kaizer Project” itu? Dan benarkah Caesar itu King of Underworld? Better wait next Episode

Next Episode: THE TRUE STAGE HAS BEEN REVEALED

Selasa, 15 Desember 2009

CHAPTER 22: REVENGE!!!

CHAPTER 22: REVENGE!!!

“oke aku akan memanggil mu dengan panggilan Takumi!!” ucap perempuan itu, “a-apa!!! Sudah kubilang nama ku Ashley!!” teriak Ashley sambil memasang ekspresi facepalm, “hah? Kurang bagus ya? Kalau begitu Akira!!” balas perempuan itu lagi, Ashley memukul mukanya sendiri kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan taman, “oi Akira!! Mau ke mana??” panggil perempuan itu, “bukan urusan mu…” jawab Ashley pelan, tiba-tiba gerakan Ashley terhenti dan Ashley langsung memasang wajah setengah ketakutan, “I, ini tidak mungkin…” ucap Ashley dalam hati, “ada apa Akira?” Tanya perempuan tersebut, “sial!! di mana dia!! Ada di mana!!” ucap Ashley dalam hati, kemudian Ashley menoleh ke kanan dan ke kiri, “bawah!!!” teriak Ashley, Ashley berbalik dan berlari ke arah perempuan itu kemudian menarik perempuan itu lari keluar taman, “ada apa Akira?!” Tanya perempuan itu terkejut, tiba-tiba dari bawah tanah muncul beratus-ratus tulang raksasa yang berbentuk pedang, Ashley terus berlari untuk menghindari tulang-tulang yang terus bermunculan.

“sial!! aku tak menyangka akan ada serangan di sini!!” teriak Ashley, tiba-tiba Ashley tersandung batu dan terjatuh, kemudian dari belakang muncul bola api yang mengarah ke Ashley, “shimata!!” teriak Ashley dalam hati, “DOPLEGANGER!!” teriak perempuan itu bola api tersebut tepat mengenai Ashley dan perempuan itu dan kemudian menciptakan ledakan yang besar.

Setelah asap menipis Ashley kembali membuka matanya, “kau tak apa-apa Akira?” ucap perempuan itu, “bagaimana mungkin kita masih selamat… dan nama ku Ashley…” ucap Ashley sambil melihat keadaan sekeliling yang berantakan karena tulang-tulang yang bermunculan dari tanah, hanya saja sekarang tulang-tulang tersebut sudah berhenti bermunculan, perempuan itu mengangkat tangan kirinya yang menjadi besi yang kemudian perlahan-lahan kembali menjadi tangan manusia, “siapa kau?” Tanya Ashley sedikit terkejut, “nama ku agak panjang tapi kau bisa memanggil ku dengan Eve Neuchswanstein Sama” ucap Eve sambil mengibaskan rambutnya, sementara Ashley kembali melakukan facepalm.

“ternyata kalian masih hidup…” ucap seseorang, Ashley menoleh ke arah suara itu dan dia melihat Cain, “kau…” ucap Ashley sedikit kesal, “hahaha kau masih mengingat ku kan? Ya aku kembali dengan teman baruku… aku bekerja sama dengan King of Underworld untuk mengubah dunia ini menjadi dunia yang lebih baik!! Sekaligus… membalas dendam kekalahan ku ketika pertarungan di pabrik dulu” ucap Cain sambil tersenyum.

“heh mengubah dunia? Aku jadi merasa kasihan kepada kalian… tapi kau juga tidak berpihak sepenuhnya kepada King of Underworld kan?” Tanya Ashley, Cain terdiam sesaat kemudian menutup matanya, “ternyata kau juga mengetahuinya…” ucap Cain kemudian Cain kembali membuka matanya yang bersinar, “ya… aku juga akan membunuh King of Underworld… lebih tepatnya aku hanya menggunakan dia untuk menemukan keberadaan Nando dan ketiga Sacred Item yang telah di rebut olehnya…” ucap Kain, tiba-tiba Ashley menghilang kembali muncul di belakang Kain dengan keadaan sudah meembody Rooklord di tangannya.

“heh ternyata kau masih belum berubah!! Lihatlah teknik yang telah ku kembangkan… Falcon Strike!!” teriak Ashley, kemudian Ashley memukul Kain dengan kecepatan penuh dan tanpa berhenti sehingga Kain tidak bisa membendung kecepatannya dan akhirnya pertahanan Kain runtuh dan terkena berpuluh-puluh pukulan yang di lancarkan oleh Ashley, setelah itu Ashley menendang Kain dan membuatnya terlempar ke tanah, “kau!!” ucap Kain kesal dan menahan dirinya dengan cara memanggil Power Tool Dragon untuk mengangkut dirinya agar tidak terjatuh ke tanah, tetapi tiba-tiba Power Tool Dragon kembali melempar Kain ke arah Ashley, Kain dan Ashley terkejut, “apa!! Apa yang kau lakukan aku tidak pernah memerintahkan mu untuk melempar ku kembali!!” teriak Kain, dan tiba-tiba Power Tool Dragon perlahan-lahan berubah menjadi Eve, “hehehe tapi sayangnya yang tadi itu aku bukan mesin milik mu” ucap Eve sambil tersenyum dan menunjuk ke arah Power Tool Dragon asli yang rusak parah dan mengeluarkan asap.

“begitu perempuan itu dapat melakukan metamorphosis…” ucap Ashley dalam hati, Ashley kembali mengambil kuda-kuda dan bersiap-siap kembali menyerang Kain yang terlempar, “Fenrir Claw!!” teriak Ashley, kemudian dari kedua tangan Ashley muncul tiga sinar yang membentuk cakar raksasa, “haaaaaah!!!!” Ashley mengayunkan tangannya berkali-kali dan membentuk banyak luka tebasan di tubuh Kain, “argh!!!” teriak Kain kesakitan, “ini yang terakhir… Napalm Dragon!!” tangan Ashley mulai bersinar dan membentuk wujud kepala naga, kepala naga tersebut mulai mencharge sinar berwarna biru, “sayonara!!” teriak Ashley, kemudian Ashley bersiap-siap melepaskan sinar biru tersebut ke arah Kain, “Magnetic World… Anti… Ashley Lindwurm!!” ucap seseorang, dan tiba-tiba Ashley melihat bola sinar bewarna biru dan bola tersebut tepat mengenai Ashley dan membuat Ashley terlempar jauh ke arah salah satu tulang yang mencuat keluar dari tanah, sementara Eve berlari untuk menolong Ashley, “Akira!!” teriak Eve.

Kain yang terjatuh ke tanah di Bantu bangun oleh seorang perempuan berambut biru dan berpakaian biru, “Solva… terima kasih…” ucap Kain, “heh jangan salah sangka!! Aku hanya akan membantu mu sampai Predator menguasai dunia! Aku sudah tidak tertarik lagi dengan Blackspot!!” ucap Solva dengan wajah yang terlihat arogan.

Sementara itu Ashley yang terlempar tidak mengalami luka yang parah, Ashley kembali berdiri sambil berpegangan dengan tulang yang ada di dekatnya, “sial…” ucap Ashley pelan, “Akira!!” teriak Eve, Ashley melihat ke arah Eve, “kau tidak apa-apa?” Tanya Eve, “ya aku tidak apa-apa” balas Ashley, “sial serangan apa tadi… serangan itu jelas-jelas bukan serangan biasa… serangan itu seperti menolak dan mendorongku… ya seperti magnet… bagaimana cara aku menang… kalau terus begini” ucap Ashley dalam hati, kemudian Ashley melihat Eve, Eve yang menyadari kalau sedang di tatap Ashley kebingungan, “ada apa?” Tanya Eve, “tunggu!! Metamorphosis!!” teriak Ashley tiba-tiba, “apa-apaan sih!!” ucap Eve yang kesal karena kaget, “aku ada ide!!” lanjut Ashley yang kemudian membisikan sesuatu ke Eve.

“ke mana mereka…” ucap Kain dalam hati, sementara di belakang Kain terdapat Power Tool Dragon yang sudah sempurna kembali, “hati-hati Solva mereka bisa muncul dari mana saja…” ucap Kain, “ya aku tahu itu!! Kau tidak perlu memberitahu ku!!” balas Solva, tiba-tiba Ashley muncul di belakang Solva, “heh” ucap Ashley, Solva yang sadar langsung berbalik dan mengarahkan tangannya ke Ashley, “kau!! Magnetic World!! Anti!! Ashley Lindwurm!!” teriak Solva, “terima kasih” ucap sebuah suara di belakang Solva, “apa!!” Solva kembali berbalik dan melihat Ashley kedua Ashley yang ini di selimuti aura biru karena effect dari Magnetic World milik Solva, kemudian karena effect Magnetic World Ashley yang kedua terdorong dengan kecepatan penuh ke arah Kain, “mustahil bagaimana mungkin!!” teriak Solva, sedangkan Ashley yang tadi menyerang Solva sudah mulai mendekat, “dasar bodoh!! Sesuatu seperti itu…” ucap Ashley yang pertama sambil mengangkat tangannya dan kemudian perlahan-lahan tangannya menjadi besi, “jangan-jangan kau!!” ucap Solva terkejut, “tidak akan mempan!! EVE CANNON!!!” teriak Ashley yang ternyata adalah Eve yang merubah dirinya menjadi Ashley, tangan besi Eve menghantam Solva dengan kencang dan membuat tanah yang di pijak Solva retak dan tercungkil, “argh!!!” teriak Solva yang mengeluarkan darah yang banyak dari mulutnya.

“KAIN!!” teriak Ashley yang terbang menuju Kain karena kekuatan Magnectic World Solva, “kau!! Power Tool Dragon!!” teriak Kain, Power Tool Dragon terbang dan mencoba menghalangi Ashley, “FENRIR CLAW!!” Ashley membelah Power Tool menjadi beberapa bagian, “selama kau belum menguasai Embody kau tidak akan bisa mengalahkan ku!!” teriak Ashley, kemudian Ashley menendang Kain dan melompat ke atas menggunakan tubuh Kain sebagai pijakan, Kain yang di jadikan pijakan terlempar ke belakang, “karena itu lebih baik kau menyerah!! NAPALM DRAGON!!” Ashley menembakan projectile berwarna biru ke arah Kain, kemudian projectile tersebut terbelah dan menjadi sesuatu yang berbentuk seperti missile yang mengarah ke arah Kain dan kemudian meledak.

“baiklah… kau bilang aku tidak akan bisa mengalahkan mu kalau, aku tidak menggunakan Embody… kalu begitu… sekarang ku tunjukan!!” teriak Kain, tiba-tiba Power Tool Dragon yang terbelah menjadi sinar dan mengarah ke arah Kain, “Perfect Embody!! Power Tool Dragon!!” teriak Kain, kemudian cahaya yang menyelimuti tubuh Kain meledak dan memperlihatkan sosok Kain yang terbungkus oleh armor hi-tech sehingga Kain terlihat berbentuk seperti Mecha, “aku akan membunuh mu!!” teriak Kain, tiba-tiba Kain menghilang dan muncul kembali tepat di depan Ashley.

“a-apa?!” ucap Ashley yang terkejut, “Arms Blast!!” teriak Kain, kemudian Kain memukul Ashley dengan Gauntlet yang terpasang di tangannya dan kemudian Gauntlet tersebut meledak dan melempar Ashley, Kain kembali terbang ke arah Ashley, “Lesser Blade!!” Kain berputar dan mengeluarkan pedang sinar dari punggungnya dan kemudian menebas Ashley, setelah itu Kain menendang Ashley ke atas, “ini yang terakhir… Rail Gun!!” ucap Kain sambil mengeluarkan sesuatu yang berbentuk seperti pistol dari kakinya, kemudian pistol tersebut menembakan sinar biru yang di aliri listrik dan sinar tersebut tepat mengenai Ashley, “argh!!!” teriak Ashley yang kesakitan, setelah itu Kain kembali menghilang dan muncul di belakang Eve.

“sial!!” ucap Eve, Kain menendang Eve dan membuat Eve terdorong ke belakang, “Solva kau bisa membantuku sedikit lagi?” Tanya Kain, “baiklah…” Solva yang terluka karena serangan Eve kembali berdiri, “Magnetic World!! Anti!! Kain!!” teriak Solva, Kemudian Kain terdorong dan melesat dengan cepat ke arah Eve, “mati!! Magnetic World plus Rocket Punch!!” kemudian Kain memukul perut Eve dan pukulan dari Kain kembali meledak dan melempar Eve ke atas, hanya saja kali ini muncul Rocket yang di tembakan dari Gauntlet milik Kain yang mengarah ke arah Eve.

“sial!!” teriak Eve, Eve yang kehabisan kalori tidak bisa lagi melakukan transformasi, “King’s Rule!! Black Hole!!” teriak seseorang, kemudian muncul pusaran yang menelan semua rocket yang di tembakan oleh Kain, “kau… Ryou Kurokaze…” ucap Kain, kemudian Eve yang terlempar di tahan oleh Shana agar tidak membentur tanah, “maaf sepertinya aku terlambat…” ucap Ryou, “kau sangat telat bodoh!!” teriak Ashley yang terluka, “tapi tidak apa-apa kau hanya tinggal istirahat saja di sana orang lemah… karena tidak akan memakan waktu lama” ucap Ryou yang kesal karena di panggil bodoh oleh Ashley, “hah orang lemah?” balas Ashley yang juga kesal, “Shana dan aku akan membereskan kedua orang ini…” ucap Ryou pelan, “hoo mari kita liat apa yang bisa kau lakukan” balas Kain.

“Synthesis Embody…” ucap Ryou sambil mengangkat kedua tangannya.

TO BE CONTINUED

Apakah Ryou sudah benar-benar menguasai Synthesis Embody? Bagaimanakah kelanjutan pertarungan ini? better wait next Episode…

Next Episode: THE POWER OF KING WHO WIELDING GOD’S WEAPON

CHAPTER 21: DECENDANT OF WAR GOD!! NEOS EMBODY!!

CHAPTER 21: DECENDANT OF WAR GOD!! NEOS EMBODY!!

“kau bagaimana mungkin kau masih hidup?!” ucap Marcel terkejut, “ahahahahahaha Marcel apa kau tahu rasanya di kirim ke neraka? Apa kau tahu?! Kau tidak tahu kan!!! Karena itu aku akan membuatmu merasakannya!! Neraka!!! RED EYES ZOMBIE DRAGON!!!” teriak Grail tertawa, setelah itu Red Eyes menembakan api dengan membabi buta, Marcel mencoba menghindari semuanya dan dia berhasil menghindarinya walaupun ada beberapa yang mengenainya.

“Neos!!!” ucap Marcel, dan dari belakang Marcel muncul cahaya yang membentuk Neos, setelah itu Neos langsung terbang ke arah Red Eyes dan api yang di tembakan Red Eyes bertabrakan dengan Neos sehingga terjadi ledakan yang besar, “hahahaha! Aku akan membunuh mu dan membuat mu merasakan neraka!!” teriak Grail, Red Eyes mencharge api yang besar dan kemudian menembakannya ke arah Marcel tetapi muncul Neos yang berubah menjadi Divine Neos dan memasang Barrier untuk melindungi Marcel sehingga Marcel terlindungi dari serangan Red Eyes, “anda tidak apa-apa tuan Marcel?” tanya Neos, “aku tidak apa-apa tapi daripada itu...” ucap Marcel pelan, kemudian Marcel membuka kancing blazer sekolahnya dan melempar tasnya ke belakang, “kita harus mengembalikan orang ini ke neraka...” ucap Marcel.

“hah? Ahahahahaha! Kau kira kau bisa menang?! Embody Red Eyes Zombie Dragon!!” ucap Grail, tiba-tiba Red Eyes berubah menjadi cahaya dan bersatu dengan tangan Grail dan membentuk pedang yang menyatu dengan tangan Grail, “hahaha mati!” Grail berlari ke arah Divine Neos dan marcel kemudian menyerang mereka dengan membabi buta, “sial kalau begini terus...” ucap Marcel dalam hati, “Neos!! Divine Blade!!” teriak Marcel, Neos mengangguk dan mengumpulkan sinar di tangannya dan membentuk pedang, “Divine Blade!!!” teriak Neos dan Marcel bersamaan, setelah itu Neos mengayunkan pedang cahayanya dan menciptakan ledakan cahaya yang besar dan menghancurkan daerah sekelilingnya.

“apakah sudah selesai?” ucap Marcel kelelahan, sementara Neos mulai menjadi transparan karena Marcel yang Auranya tinggal sedikit, “heh~~ kalian kira aku sudah mati? Jahat sekali...” ucap Grail, tiba-tiba dari asap muncul Grail yang penuh luka dan perutnya terpotong sehingga terlihat sesuatu yang seperti usus, Marcel mual melihat itu dan menahan muntah, “kau bukan manusia...” ucap Marcel sambil terus menahan mual, “hahaha tentu saja! Aku yang sekarang Zombie!” ucap Grail, setelah itu semua organ yang terlihat kembali masuk dan semua luka kembali menutup.

“begitu bahkan kau sudah tidak layak untuk hidup lagi...” ucap Marcel, “heh pahamilah Marcel! Aku sekarang ada di atasmu!! Aku tidak bisa mati!! Sedangkan kau! Sekarang bagiku kau hanyalah mahluk rendah tidak tahu diri!!” ucap Grail, kemudian Grail mengangkat tangannya dan mengumpulkan cahaya hitam, “mati dan rasakanlah neraka... Death Blade!!” teriak Grail, kemudian Grail menebaskan pedangnya dan menebas punggung Marcel, Neos berusaha melindunginya tetapi badannya yang sudah setengah menghilang tidak bisa menahan pedang milik Grail.

“argh!!!!” teriak Marcel, luka Marcel mengeluarkan darah yang banyak, setelah itu Marcel berjalan perlahan ke belakang dan terduduk di pohon yang ada di belakangnya, tiba-tiba nafas Marcel menjadi sesak dan seluruh organ tubuhnya menjadi sakit seakan-akan mau meladak, “grgh!!! Argh!!!!!” teriak Marcel yang tidak bisa menahan rasa sakit yang di deritanya, “hahahaha ahahhahahahahaha!!! Bagaimana Marcel?! Itulah neraka perlahan-lahan kau akan mati!! Dengan keadaan tersiksa!!” teriak Grail bahagia, “—kit...” ucap Marcel pelan, “apa? Sakit sekali ya?” tanya Grail dengan nada mengejek, Marcel kembali bediri dalam keadaan terluka parah kemudian tersenyum dan menatap Grail dengan tatapan percaya diri.

“dasar bodoh aku bilang tidak sakit...” ucap Marcel, Grail yang mendengar itu menjadi sangat jengkel dan kesal, “tatapan itu... dari dulu aku benci tatapan itu!!” teriak Grail kemudian Grail mengayunkan pedangnya kembali ke arah Marcel, tiba-tiba muncul tas sekolah yang di ayunkan dan tepat mengenai muka Grail dan melempar Grail kebelakang, hantaman dari tas tersebut cukup keras untuk membuat hidung Grail patah, “heh untuk seorang perempuan kau cukup berani nona...” ucap Grail, Marcel melihat sesosok yang dia kenal di depannya, “Hitagi?” ucap Marcel pelan, Hitagi mengeluarkan penggaris besi panjang dari tasnya dan mengarahkannya ke Grail, “berhenti mengganggu Marcel” ucap Hitagi, “dasar bodoh bukankah aku sudah bilang agar menunggu di depan gerbang!” teriak Marcel, “kau yang bodoh! Kau membuatku menunggu terlalu lama!!” balas Hitagi kesal, Marcel menundukan kepalanya.

“kau cepat kembali ke gerbang di sini berbahaya!!” teriak Marcel, “tidak aku akan menemanimu di sini!!” balas Hitagi, tiba-tiba Grail muncul di belakang Hitagi, “jadi ini wanita yang paling kau sayangi?” ucap Grail, Hitagi langsung memutar dan menebaskan penggarisnya, “lari Hitagi!” teriak Marcel, Grail melompat untuk menghindari tebasan penggaris milik Hitagi, “kau duluan...” ucap Grail, kemudian Grail berputar ke belakang Hitagi dan menebasnya, “Death Blade” ucap Grail pelan, kemudian Hitagi terjatuh berlumuran darah, “Mar... ce...” ucap Hitagi sebelum tidak sadarkan diri, “Hitagi?’ucap Marcel pelan, Marcel langsung berlari ke arah Hitagi dan Marcel menyadari satu hal yaitu Hitagi sudah tidak bernapas lagi, “berikutnya kau...” ucap Grail tersenyum puas, tiba-tiba badan Marcel di selimuti cahaya putih yang terang.

“ini bercanda kan Hitagi? Hitagi bangun... bercanda mu tidak lucu... Hitagi...” ucap Marcel pelan, Marcel meneteskan air matanya kemudian memeluk Hitagi dengan kuat, “aaaaaaaaaa!!!!!! Aku akan membunuh mu!!!! Aku akan menjatuhkan mu ke neraka!!!! Aku akan!! Aku akan!! Aku akan membalas dendam Hitagi!!!” teriak Marcel marah kemudian Divine Neos menjadi cahaya dan pergi ke arah Marcel, “kau apa yang kau lakukan?!! Apapun itu aku akan membunuhmu sekarang!!” ucap Grail dengan nada ketakutan dan kemudian menebas pedangnya, tetapi pedang milik Grail tertahan sesuatu yang tidak terlihat, “a, apa ini?!” ucap Grail terkejut, “PERFECT EMBODY!!!” teriak Marcel, tiba-tiba muncul angin yang membentuk tornado dan menyelimuti Marcel, Grail lompat ke belakang untuk menghindari Tornado tersebut.

“mustahil!!” ucap Grail takjub, angin tersebut meledak dan pecah, dari dalam terlihat sesosok Marcel yang memiliki 8 sayap bewarna emas dan terlihat sangat agung, “kau? Tetap saja kau tidak akan menang apapun yang kau lakukan!!” Grail kembali menyerang Marcel dengan membabi buta, tetapi semua serangan Grail tertahan oleh sesuatu yang tidak terlihat, “tidak mungkin” ucap Grail gemetaran, Grail mundur ke belakang, Marcel mengayunkan tangannya dan tiba-tiba muncul angin yang sangat kencang dan menghantam Grail hingga terlempar, “hanya dengan lambaian tangan tidak mungkin! Aku lebih tinggi dari mu!! Aku tidak bisa mati!!” teriak Grail ketakutan sementara Marcel berjalan mendekati Grail.

“sayang sekali lawan mu adalah Dewa... Dewa perang...” ucap Marcel, Marcel kembali melambaikan tangannya dan muncul pedang bewarna emas dari udara kosong, “aku akan membunuhmu... nikmati perjalanan mu ke neraka...” ucap Marcel, kemudian Marcel menebaskan pedangnya dan membelah tangan Grail yang terdapat pedang Red Eyes, “dengan begini kau tidak memiliki senjata lagi” ucap Marcel, “argh!!” teriak Grail yang kesakitan, “oh bukankah kau tidak bisa mati bagaimana kalau kita mencoba ini?” tanya Marcel sambil mengarahkan pedangnya ke jantung Grail, “apa yang mau kau lakukan? Jangan!!” ucap Grail memohon ampun, perlahan-lahan Marcel menusukan pedangnya ke dalam jantung Grail.

“argh!!! Jangan!!!” teriak Grail kesakitan, “kenapa bukankah kau tidak bisa mati!! Bukankah kau sudah membunuh Hitagi!! Ini masih belum cukup!!” teriak Marcel, Marcel menusukan pedangnya ke jantung Grail tanpa ragu, “argh!! Memang aku tidak bisa mati tapi ini sungguh sakit!!” teriak Grail, “begitukah? Kalau begitu mati!!” teriak Marcel, Marcel mengayunkan pedangnya dan melempar Grail ke udara, “Overdrive... Blade of Judgement!!” pedang Marcel bercahaya terang dan kemudian cahaya tersebut membesar, setelah itu Marcel mengayunkan pedang tersebut dan menebaskannya berkali-kali dan setelah itu cahaya tersebut meledak dan menghancurkan tubuh Grail menjadi debu, “arrrghhhh!! Aku tidak mau ke neraka lagi!!!” ucap Grail, “tidak... neraka adalah rumahmu... jadi matilah...” ucap Marcel, cahaya tersebut meluap dan membentuk kubah yang besar, Brendan dan yang lain yang melihat cahaya tersebut langsung berlari menuju ke tempat Marcel.

“Hitagi...” ucap Marcel sambil menangis, “Marcel! Apa yang terjadi?!” tanya Brendan, Marcel hanya menggelengkan kepalanya, “Marcel ada apa dengan Hita—“ sebelum Brendan selesai berbicara Garde menghentikannya dan menggelengkan kepala, “katakan apa yang harus ku lakukan sekarang... aku sudah tidak tahu harus bagaimana lagi” ucap Marcel sambil terus memeluk Hitagi, “berhenti menangis” ucap seseorang, tiba-tiba tangan Hitagi bergerak dan menarik Marcel kemudian menciumnya, “Hitagi? Kau masih hidup” tanya Marcel, “tentu saja tadinya aku kira aku sudah mati tetapi aku mendengar suara mu yang terus memanggilku” ucap Hitagi tersenyum, “hitagi...” Marcel memeluk Hitagi, “a. Apa-apaan sih!! Ada banyak orang di sini!” ucap Hitagi, Brendan dan Garde hanya tersenyum.

Sementara itu Ashley yang sedang duduk sendiri di taman sambil meminum Coca Cola di hampiri oleh seorang perempuan, “heh kau sedang apa?” tanya perempuan itu, “bukan urusan mu...” jawab Ashley, “siapa nama mu?” tanya perempuan itu, “Ashley Lindwurm” jawab Ashley lagi.

“oke aku akan memanggil mu dengan panggilan Takumi!!”

TO BE CONTINUED

Siapakah perempuan itu? Dan bagaimanakah reaksi King of Underworld begitu tahu pasukannya hancur lagi? Better wait for next episode!!

Next Episode:REVENGE!!

CHAPTER 20: PROMISE TO PROTECT HINAGIKU

CHAPTER 20: PROMISE TO PROTECT HINAGIKU

“aku Dave… King of Overlord sekaligus tunangan Hinagiku…” Brendan yang mendengar itu terkejut dan mundur ke tembok perlahan-lahan, “tunangan Hinagiku?” ucap Brendan pelan, “ya tapi dulu… sekarang aku tidak tahu lagi dia menganggap ku sebagai apa…” balas Dave, ketika Brendan mendengar itu hatinya menjadi sedikit lebih tenang, “tapi apa maksudmu ‘ya tapi dulu…’ itu?” Tanya Brendan, Dave terdiam sesaat untuk berpikir kemudian melihat Brendan kembali, “2 tahun lalu… aku diangkat menjadi King of Overlord… aku tahu akan banyak bahaya datang nantinya…dan aku tidak mau melibatkan Hinagiku ke dunia ini lebih dalam karena sangat berbahaya…. Jadi…” ucapan Dave terpotong, “jadi apa?” Tanya Brendan ingin tahu, “jadi aku meninggalkannya… dan sekarang aku tidak bisa kembali muncul di depannya kemudian menarik dia ke dunia yang berbahaya kan? Karena itu aku mohon kepada mu… lindungilah Hinagiku… mungkin sekarang King of Underworld sudah mengetahui hubungan ku dengan Hinagiku…” ucap Dave pelan.

“kenapa harus aku? Bukankah kau lebih kuat dari aku?” Tanya Brendan, “mengertilah!! aku tidak mungkin muncul di depannya lagi!! Itu hanya… membuat hati ku makin sakit…” ucap Dave setengah membentak dan mengepalkan tangannya, “ternyata dia juga Tsundere…” ucap Brendan dalam hati, “kau akan melindungi Hinagiku kan? Kalau kau benar-benar mencintainya… kau pasti akan melindunginya…” Tanya Dave lagi, Brendan mengangguk, “ya aku berjanji akan melindunginya… kau bisa tenang…” jawab Brendan, Dave berbalik ke arah teras, “baguslah aku mau pergi dulu...” ucap Dave, tiba-tiba ada orang yang berlari ke dalam dan memeluk Dave dari belakang dan orang itu adalah Hinagiku, “Dave… apa kau akan pergi lagi…” ucap Hinagiku, Dave hanya diam saja, “aku sudah lama mencari mu… dan sekarang setelah kau kembali kau akan pergi lagi…” Hinagiku semakin erat memeluk Dave, Brendan hanya diam saja melihat itu sambil menggigit bibirnya sendiri, “ya… maafkan aku Hina… sekarang kau sudah memiliki orang yang lebih pantas dari ku…” ucap Dave, kemudian Dave menghilang menjadi bayangan hitam.

“apa kau tidak apa-apa meninggalkan orang yang kau cintai lagi untuk kedua kalinya…” ucap seseorang berbadan kurus dan memiliki rambut yang sedikit panjang, orang itu sedang berdiri di depan pohon di dekat gerbang Hakuo Gakuen, tiba-tiba muncul bayangan hitam di dekat orang itu, bayangan itu mulai membentuk sesosok orang dan akhirnya membentuk Dave, “ya… sudah ada orang yang lebih pantas untuknya…” ucap Dave, “padahal kau masih bisa mendapatkannya lagi…” balas orang itu, Dave hanya tersenyum, “sudah jangan bicarakan itu… saatnya kita pergi ke tempat Jonas… Kirisaki…” ucap Dave, Kirisaki hanya menggelengkan kepalanya, “yare… yare…” kemudian mereka berdua berjalan keluar dari Hakuo Gakuen.

Sementara itu Dark Saber yang terluka kembali ke tempat King of Underworld dan berlutut di depannya, “maafkan aku… aku gagal membunuhnya… tapi aku sudah menemukan Dave King of Overlord…” ucap Dark Saber, King of Underworld berbalik dan melihat Dark Saber, “tidak apa-apa… kalau kita sudah menemukan Dave maka otomatis kita akan menemukan Kirisaki dan Jonas… sekarang hanya tinggal masalah waktu…” ucap King of Underworld, kemudian King of Underworld berjalan ke arah Dark Saber dan menyembuhkan lukanya dengan kekuatannya, “yang terpenting kau tidak mati… karena kau sangat berarti bagi ku…” ucap King of Underworld, Dark Saber hanya diam saja dan tidak menjawab.

“Hinagiku?” ucap Brendan pelan, kemudian Brendan berjalan ke arah Hinagiku yang masih terduduk di teras, “aku tidak apa-apa… waktu Dave meninggalkan aku… aku selalu berbicara seperti itu dalam hati… walaupun aku tidak tahu kenapa dia pergi…dan sekarang setelah dia kembali dia pergi meninggalkan ku lagi…” Hinagiku berdiri dan berlari ke arah Brendan kemudian meremas baju Brendan sambil menangis, Brendan memegang kepala Hinagiku dan memegang kepalanya, “aku akan menggatikan posisinya… aku akan menjaga mu…” ucap Brendan sambil memeluk Hinagiku.

“Hina…” ucap Brendan dalam hati, Brendan sedang duduk di kursi di halaman sekolah keesokan harinya sampai ada seseorang yang memanggilnya “Brendan!!” panggil seseorang, Brendan menoleh dan melihat Caesar yang memanggilnya, “Caesar… kau sedang apa di sini?” Tanya Brendan, Caesar hanya tersenyum saja, “harusnya aku yang bertanya begitu… kau sedang apa di sini kan kelas sudah mulai…” ucap Caesar sambil tersenyum, “aku hanya malas masuk… kau sendiri kalau kau ada di sini berarti kau juga bolos kan?” Tanya Brendan, “hahaha aku juga bosan dengan pelajaran pak Garde” ucap Caesar, Brendan hanya tersenyum mendengar itu, dia tahu kalau pelajaran Garde agak membosankan sehingga banyak anak-anak yang bolos dari kelasnya, dan pasti akan menerima hukuman dari Garde keesokan harinya kecuali Brendan yang me “Bribe” Garde dengan sedikit gambar Loli.

“oh ya Caesar… maafkan aku… aku telas menyeret mu ke dunia yang tidak kau kenal…” ucap Brendan, Caesar tertawa kecil, “hahaha tidak apa-apa kok aku sudah sering di kejutkan dengan sesuatu seperti itu…” ucap Caesar, “kau tidak takut?” Tanya Brendan penasaran, Caesar menggelengkan kepalanya, “aku… aku juga Overlord… hanya saja Aeon milik ku pergi karena aku terlalu lemah…” ucap Caesar, Brendan terkejut mendengar itu, “o, oi Valafar memang Aeon bisa lepas dari pemiliknya?” ucap Brendan dalam hati, “itu semua tergantung pemiliknya dan juga perjanjian yang di buat ketika melaksanakan kontrak… jika Overlord tidak bisa mengasah auranya maka begitu juga dengan Aeon mereka tidak akan bisa mempertahankan ikatan antara mereka dengan Overlordnya… karena aura yang seharusnya menjadi konsumsi Aeon tidak ada…” balas Valafar, Brendan mengangguk.

“oh aku pergi dulu ya aku baru ingat ada urusan” ucap Caesar, Brendan mengangguk kemudian Caesar pergi meninggalkannya, tiba-tiba Brendan merasakan kehadiran seseorang di dekatnya, “siapa itu?!” teriak Brendan, orang tersebut keluar dari balik pohon di dekat Brendan, dan Brendan mengenal pasti siapa orang itu, “Nando…” ucap Brendan dengan nada kebencian, kemudian Brendan meembody Valafar dan mengambil kuda-kuda, “woah! Woah! Aku tidak ada maksud bertarung kakak!” ucap Nando, Brendan sedikit meregangkan kuda-kudanya tapi masih bersiap-siap kalau Nando mulai menyerangnya, “kalau begitu apa mau mu?” Tanya Brendan, “begini aku masih belum mau bertarung karena aku… tidak mau bertarung dengan Overlord yang masih setengah matang… bagaimana jika kau bekerja sama dengan ku? Aku akan menjadikan mu King of Overlord dan kita akan memusnahkan King of Underworld berdua” ucap Nando, Brendan terdiam sesaat, kemudian Brendan mengingat masa lalunya sesaat.

“2 tahun lalu… aku diangkat menjadi King of Overlord… aku tahu akan banyak bahaya datang nantinya…dan aku tidak mau melibatkan Hinagiku ke dunia ini lebih dalam karena sangat berbahaya…. jadi aku meninggalkannya…”

“selama ini kau terus menyiksa ku… tapi aku diam saja… selama ini kau selalu memerintah aku… dan aku selalu menuruti perintah mu tanpa memedulikan apa perintah itu… tapi… kalau kau berani melukai Shana... maka aku tidak akan ragu untuk mrmbunuhmu!!”

Brendan tersenyum, “hah? jangan bercanda… aku tidak mungkin bekerja sama dengan mu!!” teriak Brendan, “ya sudah baiklah kakak tapi mungkin kakak bisa memikirkannya baik-baik” ucap Nando sambil tersenyum, “tidak perlu memikirkannya lagi aku sudah pasti tidak akan bekerja sama dengan mu!!” balas Brendan, Nando berjalan ke arah Brendan kemudian ketika berpapasan dengan Brendan dia membisikan sesuatu, “kalau begitu kuasai lah Synthesis Embody kalau kau ingin mengalahkan King of Underworld sendirian… tapi aku yakin kau pasti akan mencari ku agar kau mendapatkan kekuatan lebih untuk melindungi wanti yang kau sayangi…” bisik Nando, Brendan berbalik ke arah Nando, tapi Nando sudah menghilang dan tidak ada di sana, “Synthesis Embody…” ucap Brendan pelan.

“baiklah kalian boleh membereskan buku kalian dan jangan lupa kerjakan tugas kalian!!” ucap Garde ketika dia mendengar bell pulang, “baik Sensei!!” ucap murid-murid Garde, mereka semua pun keluar kelas bersamaan, “Ryou!! Ayo pulang bersama!!” ucap Ashley sambil mendekati Ryou yang sedang di paksa Shana untuk memakan roti melon, “iya!! Seben—humph!!!” teriak Ryou yang tiba-tiba mulutnya di sumbat oleh roti melon, “nah!! Sekarang makan roti melonnya!! Kau harus menghabiskan semuanya!!” ucap Shana yang sedang memegang kotak berisi roti melon yang banyak, “baiklah aku pulang duluan ya…” ucap Garde sambil mengambil tasnya, tiba-tiba pintu kelas di dobrak terbuka, dan Brendan masuk ke dalam kelas, Ryou yang kaget mendengar pintu kelas di dobrak langsung tersendat roti melon di lehernya.

“Sensei!!” ucap Brendan, tiba-tiba Garde memegang punggung Brendan dan meremasnya, “ini dia!! Anak yang tadi bolos kelas ku!!” ucap Garde dengan nada penuh amarah, “argh!! Nanti aku kasih poster loli!! Ada yang lebih penting!! Apa itu Synthesis Embody?!” Tanya Brendan, tiba-tiba atsmorfer ruangan menjadi tidak enak, “dari mana kau mendengar itu?” Tanya Ryou, “tidak penting dari mana aku men—“ belum selesai Brendan berbicara Ryou sudah memotong kembali, “dimana kau bertemu Nando?!” teriak Ryou dengan mengeluarkan aura membunuh yang pekat, “Ryou tenanglah sedikit!!” teriak Ashley mencoba menenangkan Ryou, “bagaimana aku bisa tenang!! Dia hampir membunuh Sha— urgh!!” tiba-tiba Shana memukul perut Ryou, “sudah ku bilang kan aku tidak apa-apa” ucap Shana kesal.

“baiklah Brendan kalau kau tahu itu berarti kau bertemu Nando tadi…” ucap Garde, “tapi bagaimana jika aku tahu itu dari sumber lain!” ucap Brendan melawan, “itu tidak mungkin karena Synthesis Embody adalah penelitian yang di lakukan oleh Nando dan yang tahu itu hanya Shana, Ryou, dan anggota 5 jendral naga…” ucap Garde, Brendan terdiam sesaat, “baiklah… aku tadi memang bertemu dengannya dan dia menawarkan aku untuk menjadi King of Overlord… tapi aku menolaknya!!” teriak Brendan, “tenang lah Brendan aku tahu kau tidak akan menerima ajakannya…” ucap Garde pelan, “Synthesis Embody adalah—“ tiba-tiba pembicaraan Garde di potong oleh Ryou, “biar aku yang menjelaskannya… Synthesis Embody… memang aku akui penelitian yang di lakukan Nando ini sangat berbahaya sekaligus sangat bagus… karena Synthesis Embody bisa menciptakan Ultimate Weapon milik masing-masing Overlord…” ucap Ryou.

“berarti kalau orang seperti aku, sensei, dan kau bisa memiliki lebih dari satu Synthesis Embody kan?” Tanya Brendan, Ryou menggelengkan kepalanya, “tidak masing-masing Overlord hanya bisa memiliki satu Synthesis Embody… Synthesis Embody terbentuk hanya dengan cara menggabungkan 2 Embody yang berbeda menjadi 1 Embody… tetapi itu sangat susah untuk di kuasai… dan lagi selain mengkonsumsi aura, Synthesis Embody juga mengkonsumsi Life Force… karena itu aku bilang berbahaya… tapi… memang harus di akui yang bisa menggunakan sesuatu seperti itu hanyalah Overlord yang memiliki 2 Aeon atau lebih dan itu memang pantas di bilang Ultimate Weapon…” ucap Ryou, Brendan terdiam sesaat, “aku sudah berhasil menguasainya… tapi karena mengkonsumsi banyak Life Force aku tidak bisa mempertahankannya lebih dari semenit…” ucap Garde, Brendan, Ryou, dan Ashley terkejut mendengar itu, “tidak percaya baiklah akan aku tunjukan…” ucap Garde, kemudian Garde mengarahkan tangannya ke 1 arah dan dari tangan kiri Garde muncul sinar hijau yang membentuk Stardust, sedangkan tangan kanannya di bungkus oleh sinar biru yang berbentuk Blue Eyes, “Stardust… Blue Eyes… Synthesis Embody!!!” teriak Garde kedua cahaya tersebut bersatu dan saling menolak satu sama lain, tetapi Garde berusaha untuk menggabungkan cahaya tersebut, setelah cahaya tersebut berhasil menyatu keduanya membentuk wujud tombak, “Synthesis Embody!! Dreadnought!!” teriak Garde dan akhirnya sinar tersebut meledak dan memperlihatkan tombak hitam berornamen emas yang terlihat indah dan agung.

“ah~~ Hitagi pasti sudah menunggu deh!!” ucap Marcel yang sedang berjalan ke arah gerbang sekolah, “aku sudah menunggu mu Marcel…” Marcel berbalik ke arah suara itu dan melihat sesosok orang yang seharusnya sudah mati, “kau… bagaimana mungkin kau masih hidup?” ucap Marcel sambil mengepalkan tangannya, darahnya mendidih, orang tersebut tertawa.

“AHAHAHAHAHAHAHA!!!! Apa kau tahu Marcel!! Itu sakit sekali!! Dan sekarang aku telah kembali ke sini berkat bantuan King of Underworld… untuk mengembalikan rasa sakit itu berkali-kali lipat!!! Ya… aku Grail akan benar-benar membunuh mu sekarang!!!”

TO BE CONTINUED

Apakah yang akan terjadi dengan Grail dan Marcel? Bagaimanakah dengan keputusan Brendan terhadap ajakan Nando? Dan apakah Synthesis Embody akan berhasil di kuasai oleh Brendan? Tunggu episode selanjutnya…

Next Episode:DECENDANT OF WAR GOD!! NEOS EMBODY!!

CHAPTER 19: INVADE OF THE UNDEAD

CHAPTER 19: INVADE OF THE UNDEAD

“nama ku Caesar! Konichiwa” ucap anak itu sambil tersenyum, “baiklah Caesar… kursi mu ada di sebelah Brendan…” ucap Garde Astale, Caesar mengangguk kemudian berjalan ke arah kursi di sebelah Brendan dan duduk di sana, Caesar menoleh ke Brendan dan tersenyum, “nama ku Caesar nama mu siapa?” Tanya Caesar, “nama ku? Nama ku Brendan…” ucap Brendan sambil menguap, “Brendan? Baiklah! Salam kenal!” ucap Caesar sambil tersenyum.

Sementara itu di Warlord Headquarter

“Garaito… Arif…” ucap Dave yang memanggil Garaito dan Arif, “ada apa Dave-sama?” jawab Garaito, “misi baru untuk kalian… mungkin kalian perlu memperketat penjagaan di kota tersebut…” ucap Dave, “ahh merepotkan!! Malas!!” celetuk Arif, Dave langsung menatap tajam ke arah Arif, “cih! Baiklah!!” balas Arif, “bagus kalau begitu… lakukan tugas kalian…” ucap Dave, “baik!!” ucap Arif dan Garaito bersamaan, kemudian keduanya berbalik dan menghilang menjadi bayangan, “baiklah Ryou kalau kau tidak mau membantu ku dan Kirisaki, aku masih bisa bertindak” ucap Dave, Dave berjalan ke arah meja di dekatnya dan mengangkat foto yang ada di meja itu, di foto tersebut terdapat gambar dirinya dan seorang perempuan yang familiar, “Hinagiku…” ucap Dave pelan.

“ahh!! Akhirnya pulang juga!!” ucap Brendan yang mendengar suara bell dan sedang meregangkan tubuhnya, “mau pulang bersama?” Tanya Caesar, “hmm? Boleh… Hina!! Mau ikut pulang bersama tidak?!” Tanya Brendan ke Hinagiku yang terlihat buru-buru merapikan bukunya, “aku tidak bisa!!” jawab Hinagiku setengah membentak, “kenapa?” Tanya Brendan kembali, “aku ada urusan!!” ucap Hinagiku, setelah itu Hinagiku langsung berlari keluar kelas, “haah sibuk melulu…” ucap Brendan, “mungkin dia selingkuh!!” ucap Ashley yang ada di sebelah Brendan, Brendan yang mendengar itu kaget karena tidak menyadari Ashley ada di situ, “kau!!” ucap Brendan sambil menonjok Ashley, “ahahaha cuman bercanda!! Kebetulan Ryou dan Shana tidak masuk karena ada urusan jadi bagaimana kalau kita pulang bersama-sama?” Tanya Ashley, Brendan mengangguk, “oh ya Ashley perkenalkan dia adalah murid baru di kelas ku namanya Caesar, dan Caesar perkenalkan dia adalah kembaran ku namanya Ashley” ucap Brendan, Ashley tersenyum dan mengajak bersalaman, Caesar membalas senyum Ashley dan mereka berdua bersalaman, dan mereka bertiga berjalan ke arah pintu gerbang sekolah, dan pulang meninggalkan lingkungan sekolah.

Di taman Ashley melihat Garaito yang sedang duduk dan menggambar sesuatu yang terlihat seperti doujinshi, “Garaito?” ucap Ashley, “ah Ashley kau ada di sini rupanya…” ucap Garaito, kemudian Garaito melihat Brendan dan Caesar dengan seksama, “bersama teman mu eh? Dan kamu pasti Brendan…” ucap Garaito sambil menatap Brendan, “bagaimana kau bisa tahu?” Tanya Brendan, “Brendan dia adalah Garaito yang kemarin menolong ku dan Ryou ketika di serang tengkorak-tengkorak itu…” ucap Ashley, Caesar terkejut mendengar itu, “tengkorak?! Memangnya isu itu benar ya?! Isu orang meninggal itu?!” ucap Caesar sambil gemetaran, “… seharusnya kau jangan membicarakan itu di depan orang bia—“ tiba-tiba terasa aura dengan tekanan yang amat sangat kuat, “mereka di sini…” ucap Garaito, kemudian Garaito berbalik dan melihat Dark Saber yang sedang berjalan ke arah mereka.

“2 Overlord… 1 Warlord… 1 orang biasa… kurasa aku akan membunuh kalian… karena ini adalah perintah dari King of Underworld…” ucap Dark Saber, tiba-tiba tanah di sekeliling mereka mulai retak dan dari retakan tersebut muncul tengkorak-tengkorak dalam jumlah yang amat sangat banyak, Caesar yang melihat itu gemetar dan jatuh terduduk sambil memegang kepalanya, “tengkorak… ini bohong kan? Tidak ada yang seperti ini kan?” ucap Caesar gemetaran, “Caesar…” ucap Brendan pelan, Ashley meembody Rooklord menjadi gauntlet, sedangkan Garaito mengeluarkan sesuatu dari tasnya yang ternyata adalah Nodachi, “Brendan!! Siap-siap!!” teriak Ashley, Brendan mengangguk dan meembody Valafar menjadi pedang, tengkorak-tengkorak tersebut mulai menyerangi mereka bersamaan sementara Brendan dan yang lainnya mulai menjatuh tengkorak-tengkorak tersebut, Dark Saber berlari ke arah Caesar dan mengangkat pedangnya, “mulai dari yang lemah…” ucap Dark Saber, “sial!! tidak sempat!!” teriak Brendan berusaha menghalangi Dark Saber tetapi tidak bisa karena jarak yang jauh dan terhalangi oleh tengkorak-tengkorak di sekitar Brendan, “sayonara…” ucap Dark Saber, kemudian Dark Saber menebaskan pedangnya ke Caesar, “tidak akan!!” ucap Ashley yang tiba-tiba muncul di depan Dark Saber, “a, apa!! Bagaimana bisa!!” teriak Dark Saber terkejut, kemudian Ashley memukul Dark Saber, sehingga Dark Saber terlempar ke belakang, setelah itu Ashley mengangkat tangan kirinya yang di bungkus dengan Gauntlet yang berbeda dari Gauntlet di tangan kanannya, Gauntlet yang ini bewarna hitam pekat,

“itu Dark Armed Dragon!!” ucap Brendan terkejut, “hehehehe ternyata tidak percuma menyimpan ini…” ucap Ashley sambil tertawa kecil, tiba-tiba di sekeliling mereka muncul lubang dimensi dalam jumlah yang amat sangat banyak, dan dari lubang dimensi tersebut muncul rantai-rantai yang menyerang dan menghancurkan tengkorak-tengkorak di sekeliling mereka, “Brendan!! Sekarang!! Serang Dark Saber!!” teriak Ashley, Brendan mengangguk kemudian berlari ke arah Dark Saber, “merepotkan…” ucap Dark Saber pelan, Brendan mengayunkan pedangnya ke arah Dark Saber, tetapi Dark Saber berhasil menahannya, kemudian Dark Saber menendang perut Brendan dan menebaskan pedangnya yang membuat luka tebasan di tubuh Brendan, “baiklah kalau itu mau mu… padahal aku bermaksud membunuh mu nanti…” ucap Dark Saber, kemudian pedang milik Dark Saber bersinar bewarna hitam pekat, “Vortigen, Hammer of the Vile King…” ucap Dark Saber, sinar hitam di pedang Dark Saber mulai membesar dan membentuk pedang raksasa setelah itu Dark Saber menebas Brendan sebanyak tiga kali, sehingga membuat Brendan terluka parah dan mengeluarkan darah yang amat sangat banyak dan berceceran ke mana-mana, “aaarrrrrggghhh!!!” teriak Brendan yang kesakitan, cipratan darah milik Brendan ada yang terlempar ke arah Caesar, “darah… darah… tidak aku takut darah” ucap Caesar gemetaran.

“selamat tinggal… matilah…” ucap Dark Saber, kemudian pedang Dark Saber kembali bersinar hitam, “Excalibur, Sword of Promis—“ tiba-tiba muncul sinar terang dari belakang Dark Saber, “King’s Rule!! Solemn Judgement!!” sinar tersebut mulai bersinar terang dan akhirnya meledak dan tiba-tiba semua tulang di area tersebut berubah menjadi debu begitu juga dengan Dark Saber yang perlahan-lahan hancur menjadi debu, “hmm Ryou Kurokaze… tapi sayangnya kau salah… ini hanyalah copy dari diriku yang di ciptakan oleh King of Underworld aku yang sebenarnya berada di Hakuo Gakuen…” ucap Dark Saber sambil menatap Brendan dengan tajam, kemudian menghilang menjadi debu, Brendan yang mendengar itu langsung berlari ke arah Hakuo Gakuen, “oi Brendan!! Bagaimana dengan luka mu!!” teriak Garaito, tetapi Brendan tidak mendengarkannya dan terus berlari ke arah Hakuo Gakuen.

“sial!! dia untuk apa dia mengincar Hina!!” ucap Brendan dalam hati, setelah Brendan sampai di Hakuo Gakuen, Brendan langsung berlari ke arah ruangan ketua osis, di sana di melihat Hinagiku yang masih sibuk merapikan file-file yang berantakan, “Brendan? Kenapa kau ada di sini?” Tanya Hinagiku kebingungan, “Hina? Kau baik-baik saja…” ucap Brendan, “ya aku baik-baik saja… tunggu?! Ada apa dengan mu kenapa kau berlumuran darah?” Tanya Hinagiku ke Brendan, “aku… tidak perlu pedulikan aku…” ucap Brendan tersenyum, “sepertinya aku terlambat…” ucap seseorang, Brendan menoleh dan melihat Dark Saber di teras, “kau!! Tidak akan kubiarkan kau!! Apa sebenarnya tujuan mu mengincar Hina?! Dia tidak ada hubungannya dengan ini!!” teriak Brendan, “ada… kalau aku membunuh perempuan itu mungkin dia akan muncul dan itu akan membuat King of Underworld lebih mudah untuk memburunya…” ucap Dark Saber, “dia? Dia siapa jelaskan kepada ku!!” teriak Brendan, “siapa dia Brendan? Dan mau apa dia?” Tanya Hinagiku, “tetap di belakangku… Perfect Embody Valafar!!” ucap Brendan, kemudian Brendan mulai menebas Dark Saber dengan membabi buta, tetapi semua serangan Brendan berhasil di tangkis oleh Dark Saber tanpa sedikitpun berpindah tempat.

“aku tidak ada urusan dengan mu…” ucap Dark Saber, kemudian Dark Saber memukul luka Brendan, sehingga Brendan terjatuh kesakitan, kemudian Dark Saber berjalan perlahan ke arah Hinagiku, Hinagiku mengeluarkan shinai dari belakang mejanya, “mau apa kau?” Tanya Hinagiku ke Dark Saber, “apa kau kira Shinai bisa menang melawanku…” ucap Dark Saber, Dark Saber mengangkat pedangnya dan kemudian mengayunkannya ke Hinagiku, “HIIIIIINNNNNAAAA!!!” teriak Brendan, darah bercipratan ke segala penjuru ruangan tersebut.

“ka, kau tak kusangka muncul secepat ini…” ucap Dark Saber menahan sakit, Excalibur miliknya terjatuh ke lantai, dan Hinagiku hanya bisa melihat apa yang sedang terjadi, “Dave…” ucap Hinagiku pelan, Brendan kembali menoleh dan dia menyadari kalau darah yang bercipratan tadi bukanlah darah milik Hinagiku, melainkan darah Dark Saber, dan Brendan melihat seorang laki-laki kurus dan mengenakan kaca mata sedang memegang kapak yang sekarang tertancap di tubuh Dark Saber, dan hampir membelah Dark Saber menjadi dua, “bilang ke King of Underworld… kalau kau berani macam-macam ke perempuan ini… maka aku tidak akan memaafkannya… dan aku akan membunuh kalian… itu pasti…” ucap Dave, Dark Saber melepaskan tubuhnya dari kapak milik Dave kemudian melompat jauh ke belakang.

“Brendan!!” teriak Ashley yang datang bersamaan Ryou dan Garaito, “Ashley? Mana Caesar?” Tanya Brendan, “aku sudah menyuruhnya pulang duluan…” ucap Ashley, “sepertinya ini akan merepotkan… sampai jumpa lagi Dave King of Overlord…” ucap Dark Saber, kemudian Dark Saber melompat ke bawah dari teras, dan Excalibur milik Dark Saber berubah menjadi sinar hitam dan menghilang, tiba-tiba Garaito berlutut di depan Dave, “maafkan saya Dave-sama saya gagal melaksanakan tugas dari anda… sebagai samurai saya telah gagal…” ucap Garaito, “ya kau sudah gagal dari misi ini…” ucap Dave, “kalau begitu sa—“ belum selesai Garaito berbicara Dave sudah kembali memotong, “tapi bukan berarti kau gagal sebagai samurai…” ucap Dave, “terima kasih… Dave-sama” ucap Garaito, kemudian Garaito pergi dari ruangan tersebut.

“Dave… Kemana saja kau selama ini… aku sudah lama mencari mu…” ucap Hinagiku sambil mendekati Dave, Dave tersenyum kecil, “aku tidak ke mana-mana aku selalu mengawasi mu dari jauh…” ucap Dave, “siapa kau?” Tanya Brendan, Dave menoleh ke arah Brendan, “Hina bisakah kau keluar bersama Ashley dan Ryou? Aku ada urusan dengan orang ini…” ucap Dave sambil tetap melihat Brendan, “tapi aku—“ ucap Hina, “kumohon…” potong Dave, “baiklah…” Hinagiku berbalik dan keluar dari ruangan bersama dengan Ashley dan Ryou, setelah itu Dave berjalan ke arah Brendan, menarik kerah seragamnya dan mendorongnya ke tembok, “kau… bukankah kau menyukai Hina!! Kalau kau memang benar-benar menyukai Hina kenapa kau tidak bisa melindunginya!! Seharusnya kau bisa melindunginya!! Karena kamu sangat lemah Hina hampir terbunuh!!” teriak Dave kesal, Brendan hanya terdiam saja, “siapa kau… kau belum menjawab pertanyaan ku… dan lagi apa hubungan mu dengan Hina!! Kenapa kau begitu mengkhawatirkan Hina!!” balas Brendan, Dave melepaskan pegangannya dan membuat Brendan terjatuh di lantai.

“aku Dave… King of Overlord… sekaligus tunangan Hinagiku…”

TO BE CONTINUED

Apakah yang akan terjadi nanti kepada Hina, Brendan, dan Dave? Tunggu Episode berikutnya!!

Next Episode:PROMISE TO PROTECT HINAGIKU

CHAPTER 18: BEGINNING OF NEW LIFE, ALSO BEGINNING OF A NEW TRHEAD

CHAPTER 18: BEGINNING OF NEW LIFE, ALSO BEGINNING OF A NEW TRHEAD

“baiklah… pelajaran hari ini sudah selesai… kalian boleh pulang…” ucap Garde sambil membereskan file-file yang ada di mejanya, “ahh akhirnya pulang juga!! Baiklah ayo pulang Ryou…” ucap Ashley sambil menghampiri meja Ryou, “tunggu…” Garde menatap Ashley dengan tajam, “a, apa Sensei?” ucap Ashley pelan dengan wajah yang tegang, “apa maksud dari ini? hah?!” balas Garde sambil mengeluarkan kertas ujian bahasa inggris bertuliskan nama Ashley dan terdapat angka 4.5 di kotak nilai kertas tersebut, “a, aah waktu itu aku lagi kurang belajar…” ucap Ashley ke Garde masih dengan muka yang tegang, “kau tahu artinya apa kan?” Tanya Garde, “pelajaran tambahan sampai malam…” balas Ashley pelan, “ya!! Kau tinggal di kelas!!” teriak Garde, Ashley melihat Ryou dengan ekspresi seakan-akan minta tolong, Ryou balas menatapnya, “tenang saja aku akan menemani mu di sini... lagian Shana juga sedang sibuk kok… jadi aku juga akan menunggu Shana di sini…” ucap Ryou sambil mengeluarkan NDS dari tasnya dan mulai memainkannya, “iblis!! Bukan itu maksud ku!!” ucap Ashley dalam hati.

“berat…” gerutu Brendan yang sedang membawa tumpukan file yang amat sangat banyak, “haah? Kenapa?” Tanya Hinagiku yang tiba-tiba ada di belakang Brendan dan menatap tajam Brendan, Brendan yang menyadari Hinagiku ada di belakang langsung merubah ekspresinya, “ahahaha tidak apa-apa kok! Pekerjaan seperti ini sih mudah!!” ucap Brendan, “begitu? Baiklah…” tiba-tiba Hinagiku mengambil file yang tadi di bawanya dan menaruhnya di atas tumpukan file yang di bawa Brendan, Brendan hampir jatuh kalau tidak membetulkan posisinya tadi, “pekerjaan mudah kan? Jadi bawa itu semua ke ruangan ketua osis… aku ada urusan…” ucap Hinagiku sambil berbalik dan meninggalkan Brendan sendirian, “tu,tunggu Hina!!” ucap Brendan berusaha menghentikan Hinagiku, tiba-tiba Brendan mendengar suara tawa kecil yang ternyata adalah Marcel yang dari tadi mengintip Brendan sambil menahan tawa, Brendan yang melihat itu menjadi kesal, “KAU BANTU!!!” teriak Brendan.

“haaah damainya…” ucap Andre pelan sambil tiduran di halaman sekolah, “Andre!!” ucap seseorang yang memanggil Andre, Andre bangun dan melihat asal suara itu yang ternyata adalah Haruhi, “apa…” ucap Andre pelan, “aku, Hitagi, Hinagiku, dan Shana mau makan bento bersama!! Dan kau harus ikut!!” ucap Haruhi, Andre tersenyum, “baiklah…” ucap Andre sambil bangun dari tidurnya dan berjalan bersama Haruhi ke arah atap sekolah, “tapi aku yang paling banyak ya…” ucap Andre, Haruhi hanya tertawa mendengar itu.

Sore harinya, “oke selesai sudah… lagian sudah sore… kau boleh pulang” ucap Garde ke Ashley, “bagus akhirnya aku bisa keluar dari neraka ini!!” ucap Ashley sambil membereskan buku dan berjalan keluar kelas dengan terburu-buru, di luar kelas Ryou dan Shana sedang berbicara berdua, mereka berdua menyadari kehadiran Ashley dan langsung menghentikan pembicaraan mereka, “apa yang kalian berdua lakukan?” ucap Ashley, “tidak… kami hanya membicarakan soal Shin Megami Tensei…” ucap Ryou pelan, “mana yang lain?” Tanya Ashley, “Brendan dan Marcel adalah anggota osis jadi mereka berdua membantu Hinagiku merapikan berkas-berkas lama, Hitagi juga ikut membantu Marcel, Andre dan Haruhi pulang lebih dulu katanya mereka berdua mau ngedate atau begitulah kira-kira” jawab Shana, “jadi sekarang kita ke tempat Hinagiku dan yang lain?” Tanya Ashley ke Ryou, “tidak mereka menyuruh kita pulang lebih dulu, karena mereka akan merapikan berkas-berkas tersebut sampai malam…” ucap Ryou, Ashley mengangguk, mereka bertiga berjalan pulang bersama-sama.

Hari sudah malam dan mereka masih dalam perjalanan pulang, selama perjalanan Ryou dan Shana terlihat sangat waspada, “sebenarnya apa yang terjadi… kalian tidak bisa menyembunyikannya dari ku…” ucap Ashley yang tiba-tiba berhenti, Shana menatap Ryou, Ryou mengangguk, “sebenarnya aku dan Ryou merasakan aura yang sangat kuat dan terkutuk, dari berbagai penjuru di kota ini…” ucap Shana pelan, “aura itu sangat terkutuk aku juga merasakannya…” ucap sebuah suara yang berasal dari kalung yang selama ini di kenakan oleh Shana, “Alastor? Sudah lama sejak kau berbicara untuk terakhir kalinya…” ucap Ashley, “jangan menanyakan sesuatu yang tidak penting… kau merasakannya kan?” ucap Alastor ke Shana, Shana mengangguk, “FUZETSU!!!” ucap Shana, tiba-tiba pemandangan sekeliling berubah menjadi merah, “I, ini apa yang terjadi?” Tanya Ashley, “siapkan dirimu!! Mereka datang!!” ucap Alastor, Shana mengeluarkan Nietono no Shana miliknya, sedangkan Ryou meembody Goku Ennya, Ashley yang tidak tahu apa yang akan terjadi meembody Rooklord menjadi gauntlet bewarna biru dan terdapat lambang Core Chimail di gauntlet tersebut, keadaan hening sementara, “DI TANAH!!!” teriak Alastor, tiba-tiba tanah di sekeliling mereka retak, dan dari retakan tersebut keluar sesuatu dalam jumlah yang amat sangat banyak.

“I, ini tulang?” ucap Ashley sambil menahan mual, dari retakan tanah tersebut muncul beratus-ratus tulang yang mengenakan pakaian ungu dan mulai menyerangi mereka, Shana mulai menebas tulang itu satu persatu, begitu juga dengan Ryou yang mulai menjatuhkan tulang-tulang tersebut, “a, apa-apaan ini?” ucap Ashley sambil memukul tulang-tulang di sekelilingnya, “singkatnya ini adalah pekerjaan seseorang yang berusaha meneror kota ini… kau pasti mendengar kan kabar akhir-akhir ini tentang orang yang sudah mati tetapi masih memiliki dendam muncul dalam bentuk tulang untuk membalas dendamnya?” ucap Ryou, “ya katanya muncul hantu yang ingin membalas dendam…” balas Ashley sambil memukuli tulang-tulang lainnya, “tepatnya mereka di bangkitkan oleh Overlord yang memiliki kemampuan Necromancer… dan sekarang Overlord itu ada di kota ini…” ucap Ryou pelan, “mereka tidak ada habisnya!! Berapa kali pun di hancurkan mereka kembali muncul dalam jumlah dua kali lipat!!” ucap Shana, Ryou menggigit bibirnya, “tidak ada cara lain…” ucap Ryou, Ryou mengangkat tangan kanannya yang mulai bersinar terang.

“Royal Oppresion!! Berani-beraninya kalian muncul di hadapan ku!! King of Overlord!!” teriak Ryou, cahaya di tangan Ryou meledak dan menghancurkan semua tulang-tulang yang berusaha hidup kembali maupun tulang yang berusaha untuk muncul, sehinnga yang tersisa hanya beberapa tulang saja, setelah menggunakan Royal Oppresion, Ryou jatuh dan tubuhnya menjadi lemas, Shana langsung menahan tubuh Ryou yang jatuh, sementara Ashley menghabisi sisa-sisa tulang yang sedikit.

“ada apa dengan Ryou?” Tanya Ashley ke Shana, “dia menggunakan kemampuan tertingginya yang bernama King’s Rule dan itu menghabisi auranya dengan drastis…” ucap Shana, setelah beberapa menit tulang-tulang yang sudah di hancurkan oleh Ashley berusaha bangkit kembali dan mulai menyerang mereka lagi, “sial aku sudah kehabisan tenaga…” ucap Ashley, “Kiyomori!!” ucap seseorang, tiba-tiba muncul tebasan hitam besar yang memotong tulang-tulang tersebut, “Junk Barrage!!” ucap suara yang berbeda, dari langit muncul sesuatu yang terlihat seperti meteor dan menimpa tulang di sekeliling Ashley, tiba-tiba muncul dua bayangan dari belakang Ashley, yang satu menarik Ashley, dan yang satu lagi menarik Shana dan Ryou keluar dari tempat itu, setelah jaraknya sudah sangat jauh dari tempat tersebut, kedua orang tersebut melepaskan tarikannya dan menjatuhkan Ashley, Ryou, dan Shana, “ouch!! Siapa kalian!!” ucap Ashley, ke dua orang itu berbalik dan melihat Ashley, yang satu berambut hitam, agak tinggi, dan membawa katana di tangannya, yang satu berambut hitam juga hanya saja yang ini terlihat lebih berkarisma, dan di sebelahnya terdapat humanoid yang mengenakan jaket orange dan berbadan kecil.

“kami adalah Warlord… yang menggunakan katana di sana bernama Garaito, dan saya… kalian bisa memanggil saya dengan sebutan ganteng” ucap orang yang mengaku dirinya ganteng, tiba-tiba Garaito mengayunkan katananya dan memukul orang itu dengan gagangnya, “hentikan narsis mu yang menjijikan itu…” ucap Garaito kesal, “ok ok aku serius sekarang!! Nama ku Arif!! Puas!!” ucap Arif, “dan apa itu Warlord?” Tanya Alastor, “kau bisa menyebut Warlord adalah orang yang berada satu level di atas Overlord dan di bawah satu level dari King of Overlord” ucap Garaito, “jangan lupa jumlah Warlord hanya ada 12 orang!! Salah satunya adalah Garde Astale, Garaito, dan aku…” ucap Arif, Ashley menatap Arif, “kalau begitu bagaimana dengan Fernando Halim? Bukankah dia cukup kuat untuk di anggap Warlord?” Tanya Ashley, “Fernando Halim adalah King of Overlord… King of Overlord tidak hanya satu… kau harusnya menyadari itu… salah satunya adalah Ryou, Nando, Dave, dan Kirisaki... masih ada yang lain yang belum ku sebutkan…” ucap Garaito, Garaito mengeluarkan sesuatu dari kantongnya yang berupa surat, “berikan ini ke Garde Astale… oh dan bawa ini juga” Garaito mengeluarkan kalung kecil dari kantongnya, “apa itu?” Tanya Ashley, “Holy Neklace… effectnya hampir sama dengan Royal Oppresion milik Ryou… hanya saja kalung ini hanya menghalangi Aeon-Aeon Darkness…” ucap Garaito, tiba-tiba Ashley sedikit terkejut mendengar itu, “Aeon Darkness? Jangan-jangan tulang yang tadi…” ucap Ashley pelan, “ya tulang tadi semuanya Aeon… sekarang kamu bisa membayangkan seberapa kuat orang yang bisa mengendalikan seratus lebih Aeon sekaligus dari jarak yang jauh…” ucap Arif, Garaito dan Arif berbalik, “kami pergi dulu… tapi suatu saat kita akan bertemu lagi…” ucap Arif, kemudian mereka berdua menghilang menjadi bayangan.

“erhh Shana…” ucap Ryou pelan, Shana menoleh dan menatap Ryou, “handphone… suruh semuanya berkumpul di mansion milik Marcel...” ucap Ryou meminta tolong ke Shana, Shana mengangguk, “Ashley kau bisa menelpon yang lain untuk berkumpul di mansion Marcel sekarang juga?” ucap Shana, Ashley mengangguk dan mengeluarkan handphonenya, “menurutku orang itu tidak sekuat itu…” ucap Alastor, “apa maksudmu Alastor?” Tanya Shana, Alastor terdiam sesaat kemudian kembali berbicara, “semua tengkorak yang tadi menyerang kita… hanya memiliki sekitar 10% auranya Ryou… dengan kata lain dia bisa mengendalikan semua itu karena memang aura yang di konsumsi sangat kecil…” ucap Alastor, Shana terdiam kemudian mengangguk, “sudah… sekarang kau bisa lepaskan Fuzetsu ini dan kita bisa langsung ke mansion Marcel” ucap Ashley, kemudian Shana mengangkat Ryou, melepaskan Fuzetsunya, dan berlari bersama Ashley ke arah mansion milik Marcel.

“mereka berdua!! Berani-beraninya mengganggu ku!!” teriak seseorang yang memandang dari jauh, “apa perlu aku membunuh mereka berdua?” ucap perempuan berambut kuning, bermata kuning dan mengenakan armor serba hitam, “Arthur? Kau ada di sini rupanya… tidak perlu untuk saat ini Garaito dan Arif tidak perlu di bunuh… lebih penting kalau kita memburu King of Overlord itu…” ucap orang itu, Alter Saber berbalik, “baiklah kalau itu mau mu… King of Underworld…” ucap Dark Saber meninggalkan King of Underworld sendirian di atap sebuah gedung, “Dave, Ryou, Kirisaki, Nando, Jonas… aku akan mengalahkan kalian dan menjadi King of Overlord sekaligus King of Underworld…” ucap King of Underworld berbalik dan meninggalkan tempat tadi dia berdiri.

“apa!!!” teriak Brendan, “tenanglah sedikit…” ucap Alastor, “bagaimana bisa tenang!! King of Overlord ada lebih dari satu!! Nando saja belum selesai!! Masih ada sisa tiga lagi!!” teriak Brendan, “tidak semua jahat seperti Nando…” ucap Ryou, Brendan menjadi sedikit lebih tenang dan kemudian bersender di sofa, sementara Garde sepertinya sudah selesai membaca suratnya, “bagaimana?” Tanya Marcel, “mereka masih belum bisa menemukan orang yang melakukan semua ini… tapi mereka akan terus berusaha…” ucap Garde pelan, kemudian Garde melihat jam, “sudah jam segini… lebih kita beristirahat untuk hari esok… hal ini lebih baik kita menunggu perkembangan terlebih dahulu dari Warlord lainnya...” ucap Garde sambil beranjak dari kursinya, “Marcel kita bisa meminjam kamar di sini kan…” Tanya Garde ke Marcel, Marcel mengangguk, kemudian Garde dan yang lainnya pergi ke kamar masing-masing kecuali Ryou, “aku tahu kau ada di sana Dave…” ucap Ryou pelan, tiba-tiba dari belakang Ryou muncul seorang lelaki berambut hitam, mengenakan kaca mata, kurus, dan mengenakan kemeja, “sudah ku duga kau bisa menyadari ke hadiran ku…” ucap Dave, “bodoh… kalau aku tidak bisa menyadari kehadiran mu berarti aku tidak pantes di sebut King of Overlord…” ucap Ryou, Dave tersenyum, “kau tahu daripada kau berada di kelompok lemah ini akan lebih baik jika kau menggabungkan kekuatan dengan ku dan Kirisaki…” ucap Dave, Ryou terdiam sesaat, “mereka kuat… walaupun kekuatan mereka di bawah ku, kau, dan Kirisaki tapi setidaknya ketetapan hati mereka bisa membuat mereka menjadi lebih kuat…” ucap Ryou pelan, Dave menghela napas kemudian berbalik, “baiklah itu terserah kamu… tapi jika kau berubah pikiran hubungi saja aku…” ucap Dave, kemudian Dave pergi meninggalkan Ryou sendirian di ruang depan.

Keesokan paginya semuanya kembali menjalani hari-hari seperti biasa, “huaahm kelas hari ini membosankan…” ucap Brendan, “sepertinya aku mendengar suara orang menguap tadi…” ucap Garde sambil melanjutkan menulis di papan tulis, kemudian Garde berhenti menulis dan melihat Brendan, “Bren—“ belum selesai Garde berbicara tiba-tiba pintu kelas di ketuk, Garde mempersilahkan orang yang mengetuk pintu masuk, yang ternyata adalah kepala sekolah dan seorang lelaki yang berambut agak berdiri dan terlihat energic, “anak-anak hari ini kita akan memiliki teman baru!! Silahkan perkenalkan diri mu” ucap kepala sekolah ke anak itu, anak itu tersenyum.

“perkenalkan nama ku Caesar!! Konichiwa!!”

TO BE CONTINUED

Siapakah Caesar? Dan apakah yang akan di rencanakan oleh Dave dan Kirisaki setelah Ryou menolak untuk bekerja sama?

Next Episode:INVADE OF THE UNDEAD

CHAPTER 17: CLIMATIC BATTLE!! ASHLEY & BRENDAN VS RYOU!!

CHAPTER 17: CLIMATIC BATTLE!! ASHLEY & BRENDAN VS RYOU!!

“apa kau juga akan menghianati ku Ashley…” ucap Ryou pelan sambil menatap tajam ke arah Ashley, “aku tidak pernah menghia—“ ucap Ashley, tiba-tiba Ryou memotong, “BOHONG!! Kau akan menghianati ku… karena itu berarti sekarang kau sama seperti mereka… dan berarti mungkin aku juga akan membunuh mu bersama mereka…” ucap Ryou, “tidakkah kau sadari?! Nando hanya menggunakan mu!! Kau masih bisa berbalik ke sini bersama Ashley!! Dengan begitu… dengan begitu kau tidak perlu menanggung beban lagi!! Kembalilah ke sini… Ryou…” ucap Brendan ke Ryou, Ryou menatap Brendan dengan tajam, “apa yang membuatmu berpikir bahwa aku akan kembali ke kehidupan seperti itu… dikatai monster setiap saat… dilempari batu… dan countless abuse… dan kenapa aku harus kembali…” ucap Ryou sambil menatap Brendan dan Ashley, “karena di luar sana… di luar sana ada seorang perempuan yang mencintai mu dan menginginkan kamu untuk kembali ke sini…” ucap Brendan pelan, Ashley menatap Brendan, kemudian tersenyum kecil dan kembali menatap Ryou, “yaa kau dengar sendiri kan apa yang di katakan Brendan… hanya saja karena perempuan tersebut tsundere… jadi mungkin kau tidak menyadarinya…” lanjut Ashley.

“perteman hanya tahap awal dari permusuhan… percintaan hanya tahap awal dari ke putus asaan… kepercayaan hanya tahap awal dari penghianatan… emosi seperti itu…” Ryou mengenggam pedangnya semakin kencang dan menggigit bibirnya sendiri, sehingga bibirnya mengeluarkan darah sedikit, “EMOSI SEPERTI ITU TIDAK ADA GUNANYA!!” teriak Ryou, Ryou mengangkat tangannya dan mengarahkan pedang raksasa berornament emas di atasnya ke arah Brendan, Ashley, dan Marcel, “Sword of Judgement, Ragnarok…” ucap Ryou pelan, kemudian pedang raksasa tersebut langsung mengarah ke arah Brendan dan yang lainnya, “sial!! aura ku dan Ashley sudah habis…” ucap Brendan pelan, tiba-tiba Ojama Knight berlari ke arah Ragnarok yang ditembakan oleh Ryou, “lebih baik aku yang mati daripada tuan Marcel dan teman-temannya yang mati!! Overdrive!! Neojamarcel Burst!!” teriak Ojama, kemudian tubuh Ojama bersinar dan melompat ke arah Ragnarok, ketika Ojama Knight menabrak Ragnarok sinar di tubuh Ojama semakin terang dan akhirnya meledak dan sinar dari ledakan tersebut memakan Ragnarok dan dirinya, setelah sinar menghilang, Ragnarok dan Ojama Knight yang di telan oleh sinar juga menghilang, “Ojama terima kasih… aku tidak akan mennyia-nyiakan pengorbanan mu…” ucap Marcel, yang kemudian menundukan kepalanya dan meneteskan air mata, Marcel merogoh kantong bajunya dan mengeluarkan dua botol kecil berisi air, kemudian Marcel melempar kedua botol tersebut ke Ashley dan Brendan.

“apa ini?” Tanya Ashley ke Marcel dengan tatapan yang bingung, “Elixir… minumlah itu akan mengembalikan semua aura mu…” ucap Marcel, Ashley dan Brendan mengangguk kemudian membuka tutup botol dan meminumnya, setelah beberapa saat Ashley dan Brendan merasa auranya telah kembali 100%, “bagus kalau begitu… berarti kalian sudah siap untuk bertarung…” ucap Ryou, Ryou langsung berlari ke arah Brendan dan Ashley dan menebaskan pedangnya, Brendan dan Ashley melompat untuk menghindarinya, kemudian Brendan meembody Valafar menjadi pedang bewarna emas, sedangkan Ashley meembody Dark Armed Dragon menjadi Gauntlet bewarna hitam pekat, Ashley membuka lubang dimensi dan menembakan rantai-rantai ke arah Ryou, Ryou yang melihat itu menebaskan pedangnya ke udara kosong, dan tiba-tiba angin yang di buat oleh ayunan pedang Ryou mementalkan semua rantai yang di tembakan oleh Ashley, Brendan yang berada di belakang Ryou menebaskan pedangnya ke arah punggung Ryou, tetapi Ryou berhasil menghindarinya, kemudian Ryou menusukan pedangnya ke belakang tanpa membalikan tubuhnya dan pedang tersebut berhasil menusuk perut Brendan, Ryou menebaskan pedangnya ke depan, Brendan yang masih tertusuk di pedangnya ikut terbawa tebasanya kemudian terlempar ke depan, kemudian Ryou langsung membalikan tubuhnya dan menendang Ashley yang juga ingin menyerangnya dan membuat Ashley terlempar ke belakang.

“percuma… berapa kali pun kalian menyerang kalau kalian tidak melakukanya dengan niat membunuh, serangan kalian akan menjadi serangan yang sangat lemah…” ucap Ryou, Ryou menatap tajam Ashley dan Brendan yang masih terbaring di tanah bergantian, “kenapa… kenapa kalian tidak melakukannya dengan niat membunuh?” ucap Ryou, Ashley tertawa kecil, “tentu saja karena kau teman ku… dan aku datang ke sini bukan untuk membunuh mu… tapi menyadarkan mu…” balas Ashley sambil tersenyum, “sedangkan aku… karena aku berjanji kepada perempuan yang mencintai mu untuk membawa mu kembali… dan mungkin kita bisa menjadi teman setelah ini…” lanjut Brendan, “kalian… tidak mengerti apa-apa!!” ucap Ryou dengan nada yang membentak, “tentu saja kami mengerti… karena itu kami datang untuk menolong mu Ryou” ucap Ashley sambil tersenyum, “berhenti mempedulikan ku… overdrive… Armagedon, Sword That End the World…” ucap Ryou pelan, tiba-tiba di atas ruangan itu muncul beribu-ribu pedang berornament perak, pedang tersebut kemudian jatuh bersamaan menusuk tubuh Garde, Neos, Andre, Marcel, Brendan, dan Ashley, “aaaaaarrrrrrrrggghhh!!!” teriak Brendan, Ashley dan Marcel bersamaan, dan dalam sekejap lantai di ruangan itu berubah menjadi kolam darah, Marcel yang tidak punya kekuatan untuk berdiri lagi karena sudah di tusuk oleh berpuluh-puluh pedang jatuh tidak sadarkan diri, sementar Brendan dan Ashley walaupun mereka mengalami luka yang banyak karena tusukan pedang tersebut, mereka masih mencoba untuk berdiri.

“si, sial gauntlet ku pecah deh…” ucap Ashley terengah-engah karena menahan rasa sakit yang ada di sekujur tubuhnya sambil mengankat tangan kanannya dan memperlihatkan Gauntlet yang retak yang kemudian pecah dan jatuh ke kolam darah di bawahnya, “hehehe berarti kau harus mengganti gauntlet mu…” lanjut Brendan yang juga menahan rasa sakit, “ka, kalian… kenapa kalian masih bisa berdiri?! Kenapa kalian masih hidup?!” teriak Ryou, “Ryou tembok besi di hatinya perlahan-lahan mulai runtuh… mungkin kita memang bisa menyelamatkan Ryou…” ucap Ashley dalam hati, “tentu saja karena kita percaya… kita percaya kau pasti akan kembali…” ucap Brendan, Ryou menundukannya kepalanya, “kepercayaan… teman… apakah itu yang bisa membuat orang lain menjadi kuat? Kalau begitu apa yang telah ku lakukan selama ini…” ucap Ryou pelan, Ashley tersenyum karena perlahan-lahan Ryou sudah mulai sadar, tiba-tiba pintu di belakang Brendan dan Ashley terbuka.

“whoa!! Kolam darah!!” ucap seseorang, Brendan, Ashley, dan Ryou melihat ke arah suara itu yang ternyata suara itu berasal dari Nando yang datang dan menyeret sesuatu di tangan kanannya, “ka, kau!! Bagaimana mungkin?!” teriak Brendan terkejut, “hah? Kenapa kakak? Maksudmu bagaimana mungkin aku masih hidup? Kakak salah Tanya harusnya kakak bertanya ‘kau bagaimana mungkin bisa memainkan sandiwara kalah tersebut dengan sempurna?!’ begitu kak” ucap Nando tersenyum, Brendan yang mendengar itu terkejut, “berarti Garde belum mengalahkannya… orang ini… dia hanya pura-pura kalah!!” ucap Brendan dalam hati, “kau sudah berhasil sejauh ini Ryou… bahkan kau membuat kolam darah… oh ya tidak apa-apa kan Ryou kalau darah di sini aku tambah?” ucap Nando sambil mengangkat sesuatu yang di seretnya dari luar, Ryou membatu di situ, “Shana…” ucap Ryou pelan sambil melihat Shana yang di angkat oleh Nando dan berlumuran dengan darah seakan-akan dia mandi darah, “anggap saja ini hukuman mu… karena memperlihatkan kegundahan di hati mu…” ucap Nando, tubuh Ryou gemetaran, genggaman pedangnya semakin kencang, gigi Ryou saling beradu menahan marah.

“selama ini kau terus menyiksa ku… tapi aku diam saja… selama ini kau selalu memerintah aku… dan aku selalu menuruti perintah mu tanpa memedulikan apa perintah itu… tapi… kalau kau berani melukai Shana... maka aku tidak akan ragu untuk mrmbunuhmu!!” teriak Ryou, Ryou berlari ke arah Nando dan bersiap untuk menebasnya, “wah wah tahu tidak kalau binatang peliharaan itu tidak boleh menyerang tuannya…” ucap Nando sambil menepis pedang Ryou dengan sabernya kemudian menarik tangan Ryou dan memelintirnya, “a, argh…” ucap Ryou pelan kesakitan, Nando mengankat Ryou dan melemparnya ke dinding, Nando kembali berjalan ke arah Ryou dan menempelkan ujung sabernya di leher Ryou, “kau tahu… kalau menrutku kau sudah tidak berguna lagi aku akan menusukan saber ini ke leher mu… tapi biarkan aku berpikir sebentar” ucap Nando sambil tersenyum dan mengangkat sabrenya, “kau!! Apa yang akan kau lakukan ke Ryou!! Aku tidak akan pernah memaafkan mu jika kau menambah penderitaan Ryou!!” teriak Ashley, Nando menoleh ke arah Ashley dan menatapnya dengan tajam, “wah wah kenapa ya akhir-akhir ini banyak peliharaan yang membangkang ke tuannya… tenanglah Lindwurm… aku sudah mempersiapkan hukuman untuk mu…” ucap Nando kemudian Nando berbalik dan kembali berjalan ke arah Ryou dan menatapnya beberapa detik, sementara Ryou menatap Nando dengan tatapan kebencian, “sudah kuputuskan kau sudah tidak berguna… lagi…” ucap Nando, Nando mengankat sabernya dan menebaskannya ke arah leher Ryou, “Shana aku mencintai mu… maafkan aku… aku tidak bisa melindungi mu…” ucap Ryou dalam hati, kemudian Ryou menutup matanya.

“PERFECT EMBODY!!! CORE CHIMAIL ROOKLORD!!” teriak Ashley, Ryou membuka matanya dan melihat Ashley menahan saber Nando dengan buster blade bergagang hijau dan bermata pedang emas, “akhirnya!! Aku dapat merasakan udara segar lagi!!” ucap Rooklord yang ada di tubuh Ashley, “Ashley…” ucap Ryou pelan, “dasar bodoh… kau tidak boleh mati di sini!!” teriak Ashley, Ashley mengayunkan pedangnya dan mementalkan saber Nando, “ka, kau!! Sejak kapan kau memiliki Core Chimail?!” teriak Nando terkejut, “sayang sekali captain Nando… tapi ini adalah Aeon ku yang sebenarnya!! Dark Armed Dragon adalah Aeon ku yang kedua!!” teriak Ashley, tiba-tiba simbol Core Chimail yang ada di tangan kiri Ashley bersinar terang, Ashley menyerang Nando dengan membabi buta dan serangan Ashley sangat cepat, “I, ini tidak mungkin!!” ucap Nando terkejut, “semuanya mungkin!! Tidak ada yang tidak mungkin bagi orang yang tidak pernah menyerah!!” teriak Ashley, Ashley mengangkat pedangnya dan menebas Nando dengan kekuatan penuh, Nando berusaha menahannya dengan saber miliknya, tetapi saber tersebut terlempar dan gagal menahan tebasan Ashley, tapi Nando berhasil melompat ke belakang untuk menghindari tebasan tersebut, sehingga tebasan tersebut hanya mengenai udara kosong.

“Nando!! Aku tidak akan memaafkan mu atas apa yang kau lakukan ke aku dan Ryou!! Overdrive!!!” teriak Ashley, Nando mundur sedikit dan dia menyadari kalau di belakangnya ada orang lain, Nando langsung menoleh ke belakang yang ternyata adalah Brendan, “Nando aku juga tidak akan memaafkan mu karena kamu lah ayah merasa bersalah… overdrive…” ucap Brendan, pedang Brendan dan Ashley menyala terang, “kalian main-main kan?” ucap Nando berjalan mundur ke belakang.

“ULTIMATE BOND!!!” teriak Brendan dan Ashley bersamaan, mereka mengayunkan pedangnya bersamaan, dan dari pedang mereka keluar aura yang meladak dan membentuk naga raksasa, naga tersebut mengarah ke arah Nando dan menabraknya sehingga terbentuk ledakan yang sangat besar, “uaaarrghhh!!” teriak Nando yang terbungkus oleh sinar tersebut.

Satu bulan sudah berlalu sejak pertarungan di CnG Building, Nando berhasil kabur, ternyata gabungan Overdrive milik ku dan Ashley tidak bisa mengalahkannya dan sekarang aku kembali menjalani hidup ku seperti biasa.

“moou!! Brendan!! Sudah hampir telat nih!!” teriak Hinagiku dari bawah, “iya!! Aku turun!!” teriak Brendan, Brendan berlari ke lantai 1 dan di pintu sudah Hinagiku sudah menunggu, “lama sekali sih!! Yang lain sudah menunggu tuh!!” ucap Hinagiku ke Brendan, “iya aku tahu” ucap Brendan, mereka berjalan keluar rumah, “berhenti mengelus kepala ku!!” teriak Ryou ke Ashley yang dari tadi mengelus kepala Ryou, “hahahaha entah kenapa kepala mu enak untuk di elus” ucap Ashley, Ryou yang mendengar itu menjadi kesal dan memukul perut Ashley, “urgh!” ucap Ashley sambil memegang perutnya, Brendan dan Hina yang baru keluar rumah tersenyum melihat itu, kemudian Brendan melihat sekelilingnya, dia melihat Ashley, Ryou, dan Shana, “loh mana yang lainnya?” Tanya Brendan, “katanya mereka akan menyusul…” ucap Ashley sambil masih memegang perutnya, “itu hukuman karena ka uterus membuat ku kesal” ucap Ryou, Ashley hanya tertawa kecil, “ternyata Ryou itu adalah orang yang baik… begitu juga dengan Ashley dan Shana… walaupun Ashley memiliki hobi yang aneh yaitu membuat Ryou marah…” ucap Brendan dalam hati sambil tersenyum melihat mereka.

“hoooi Brendan!! Ashley!!” teriak seseorang, Brendan menoleh dan melihat Marcel, Hitagi, Andre, dan Haruhi, “lama sekali sih!!” Ucap Ashley, “gomene tadi aku ada urusan” ucap Marcel, “baiklah ayo kita jalan ke sekolah bersama-sama!” ucap Haruhi dengan bersemangat, di tengah perjalanan Shana mendekati Brendan dan membisikan sesuatu, “terima kasih Brendan…” ucap Shana pelan, “hah?” Tanya Brendan yang kurang mendengarnya, “nande mo nai!” balas Shana, Shana kembali berlari ke arah Ryou, Brendan tersenyum melihat Shana, di depan pintu Hakuo Gakuen mereka melihat murid lainnya yang sedang di marahi oleh seorang guru, mereka yang melihat itu diam-diam menyelinap untuk masuk, karena mereka tahu mereka sudah telat.

“tunggu!!” ucap guru itu, Brendan dan yang lainnya langsung membatu dan berbalik, “hahahaha Garde sensei berikan kami keringannan ya!!” ucap Brendan sambil tersenyum, “tidak akan kalian sudah terlambat jadi—“ ucap Garde panjang lebar, “here we go ceramah super panjang Garde Astale…” ucap Andre, kemudian Marcel membisikan sesuatu ke Brendan, “kabur!!” bisik Marcel, Brendan dan yang lainnya berbalik dan langsung berbalik ke arah sekolah, “hei tunggu!! Kalian…” ucap Garde menghela napas sambil tersenyum melihat mereka.

ya kami menginginkan hidup yang damai seperti ini tanpa gangguan dan tanpa seorang pun yang tahu ada sesuatu yang mendekat…

TO BE CONTINUED

Next Episode:BEGINNING OF A NEW LIFE, ALSO BEGINNING OF A NEW TRHEAD

FIRST ARC FINISHED, SECOND ARC IS IN PROCESS SO WAIT FOR IT OK ^^