CHAPTER 15: BOND OF BROTHER!! BRENDAN VS LINDWURM!!
”aku akan menarikmu dari kegelapan yang bernama masa lalu Ashley…” ucap Brendan pelan ke Lindwurm, muka Lindwurm terlihat emosi, tangannya gemetaran seperti menahan amarahnya, “kau… tahu apa kau tentang masa lalu ku!!!” teriak Lindwurm ke Brendan, “aku tahu semuanya!! Ayah meninggal bukan karena dia memindahkan semua Aeon ke tubuh ku!! Itu hanya salah satu dari factor kematiannya saja!! Factor sebenarnya adalah karena penyakit yang di deritanya!!” ucap Brendan ke Lindwurm, muka Lindwurm terlihat terkejut mendengar itu, “kau… kau jangan pernah membohongi ku!! Perfect Embody!! Dark Armed Dragon!!” teriak Lindwurm, Dark Armed Dragon yang muncul langsung berubah menjadi armor hitam yang membungkus tubuh Lindwurm, tiba-tiba Lindwurm membuka berpuluh-puluh lubang dimensi di sekelilingnya dan dari lubang dimensi tersebut muncul rantai-rantai yang ujungnya di beri sesuatu seperti kunai, rantai-rantai tersebut mengarah ke Brendan, tetapi Brendan mengeluarkan sayap Valafar dan terbang ke atas untuk menghindari rantai-rantai tersebut.
“hampir saja…” ucap Brendan pelan, “jangan terlalu santai serangan dia masih belum selesai…” ucap Valafar yang ada di dalam tubuh Brendan, “kau tidak akan kubiarkan kabur!!” teriak Lindwurm, tiba-tiba rantai-rantai yang di tembakan oleh Lindwurm tadi memasuki lubang dimensi lainnya yang di buat oleh Lindwurm dan muncul kembali di sekeliling Brendan, Brendan kembali terbang menghindar, tetapi lagi-lagi rantai tersebut masuk ke dalam lubang dimensi dan muncul lagi di sekitar Brendan, dan Brendan terus menghindari rantai-rantai yang terus mengejarnya melalui lubang dimensi.
“sial!! rantai-rantai ini!! setiap kali tidak mengenai ku rantai-rantai tersebut memasuki lubang dimensi dan muncul di tempat lainnya!!” maki Brendan, “atur gerakan mu!! Agar tidak terkena rantai tersebut!!” ucap Valafar, Brendan menganguk kemudian terus terbang menghindari rantai-rantai yang menyerangnya, tiba-tiba Brendan menyadari sesuatu, Lindwurm tersenyum, “sayang sekali tanpa kau sadari rantai yang mengejarmu membentuk kandang rantai!! Kau tidak bisa kemana-mana lagi Brendan!!” teriak Lindwurm ke Brendan, Brendan melihat sekeliling, dia sudah terkurung dalam jeruji rantai tersebut, “ini… aku tidak menyangka ini…” ucap Brendan kesal, tiba-tiba di sekeling Brendan muncul banyak lubang dimensi dan dari lubang dimensi tersebut muncul rantai-rantai yang tadi mengejar Brendan, Brendan yang terkurung dalam jeruji tidak bisa menghindar sehingga Brendan tertusuk oleh berpuluh-puluh rantai tersebut, “aaaaarrrrggghhhh!!!” teriak Brendan kesakitan, darah Brendan muncrat ke berbagai arah karena berpuluh-puluh tusukan yang diterimanya.
“terlalu mudah…”ucap Lindwurm, tiba-tiba luka tempat Brendan tertusuk mulai mengeluarkan api dan membakar habis rantai yang menusuknya dan juga jeruji yang mengurungnya, setelah semua rantai tersebut terbakar Brendan jatuh ke tanah masih dalam keadaan tidak sadarkan diri, “oi!! sampai kapan kau mau terus tidur?!” teriak Valafar, perlahan-lahan Brendan mulai berdiri kembali, “sakit… tapi kalau serangan itu dapat menarik mu dari kegelapan bernama dendam maka aku akan menerimanya…” ucap Brendan, “sebenarnya apa yang kau mau?! Kenapa?! Kenapa?! Kenapa kau terus berbicara ingin menolong ku?!” teriak Lindwurm, Brendan hanya tersenyum.
“karena kita seharusnya menjadi saudara” ucap Brendan tersenyum, Lindwurm murka mendengar itu, “jangan pernah…” ucap Lindwurm pelan, tiba-tiba muncul lubang dimensi lagi hanya saja kali ini lebih banyak dari sebelumnya, Brendan meembody Valafar dan mengambil posisi bertahan, “jangan pernah… mengaku sebagai saudara ku!!” teriak Lindwurm dan lagi-lagi Lindwurm menembakan rantai dari lubang dimensi tersebut, Brendan berlari ke arah Lindwurm dan menepis semua rantai yang mengarah ke arahnya sampai Brendan berhasil mendekati Lindwurm, kemudian Brendan menebaskan pedangnya
“kau!!” Lindwurm menciptakan pelindung dari rantai-rantai yang muncul di sekelilingnya untuk menahan tebasan Brendan sehingga pedang Brendan tertahan oleh rantai, “mangertilah Ashley… pertarungan ini tidak berguna… lebih baik kita hentikan ini…” ucap Brendan, Lindwurm yang mendengar itu menjadi sangat kesal, “Dark Flame Chain” ucap Lindwurm, dan seketika Brendan sudah terikat dengan rantai yang di keluarkan oleh Lindwurm, “baiklah kalau kau memaksa… aku akan menyadarkan mu dengan cara yang kasar…” ucap Brendan, kemudian Brendan mematahkan rantai-rantai tersebut dengan tangan kosong, Lindwurm yang melihat itu terkejut dan langsung menjauh, “Fire Breath!!” Brendan menembakan api dari pedangnya, “jangan sombong!! Aku tidak akan kalah disini!! Dark Flame!!” ucap Lindwurm sambil mengeluarkan api hitam dari tangannya sehingga api milik Brendan dan Lindwurm bertabrakan, dan membakar semua yang ada di sekelilingnya, setelah api mereda Brendan langsung berlari ke arah, Lindwurm dan mengambil kuda-kuda untuk menyerangnya.
“aku tidak menyangka akan menggunakan ini!!” Lindwurm melepaskan Dark Armed Dragon, kemudian meembodynya lagi hanya saja kali ini Dark Armed Dragon tidak menjadi armor melainkan menjadi gauntlet hitam, Brendan menebaskan pedangnya, tetapi Lindwurm berhasil menahannya dengan gauntlet yang di gunakannya, kemudian Lindwurm mendorong pedang Brendan dengan gauntletnya sehingga Brendan juga terdorong, dan setelah itu Lindwurm mehantam perut Brendan dengan tangannya dan tiba-tiba hantaman Lindwurm meledak dan melempar Brendan, “argh!! Ini!! tonjokannya meledak!!” ucap Brendan kaget, “Dark Armed Gauntlet… gauntlet ini tercipta dari api hitam Dark Armed Dragon dan tidak bisa hancur sekaligus dapat meledak… Brendan kau adalah orang kedua yang melihat gauntlet ini…” ucap Lindwurm, “hehehehe akhirnya kau serius juga… kalau begitu aku juga akan serius” ucap Brendan, tiba-tiba Lindwurm menghilang, “a, apa kemana dia?!” ucap Valafar terkejut, Brendan juga terkejut melihat Lindwurm yang menghilang.
“aku di sini…” ucap Lindwurm, Brendan menoleh ke belakang dan ternyata Lindwurm ada di sana, “bagaimana mungkin!!” ucap Valafar terkejut lagi, Lindwurm kembali memukul Brendan ke atas yang membuat Brendan terlempar ke atas, “urgh!! Begitu dia berpindah melalui lubang dimensi ya…” ucap Brendan pelan, dan sekarang Lindwurm sudah berada di atas Brendan, “jadi dia tidak menghilang melainkan…” ucap Valafar, “ya dia memasuki lubang dimensi untuk berpindah tempat secara cepat…” lanjut Brendan, Lindwurm memukul Brendan, kemudian berpindah tempat dan memukul lagi dan begitu seterusnya, sehingga dalam beberapa detik saja Brendan sudah berlumuran darah, “overdrive… BIG BANG!!” teriak Lindwurm, kemudian Lindwurm memukul Brendan dan pukulannya menciptakan ledakan yang sangat besar sehingga membuat Brendan terlempar ke bawah dan tanah yang dibrak Brendan tercongkel sehingga membentuk kawah kecil, “sudah selesai kah…” ucap Lindwurm sambil menatap kawah yang terbentuk, setelah kepulan asap menipis Lindwurm melihat Brendan yang masih berdiri, “dia…” ucap Lindwurm pelan, sementara Brendan dan Valafar sedang berdebat.
“o, oi kau tidak berpikir untuk menggunakan itu kan?” Tanya Valafar ke Brendan, “kurasa aku akan menggunakannya jika keadaannya terus seperti ini…” ucap Brendan pelan, “jangan kalau kau menggunakanya maka kau bisa mati karena kehabisan aura…” ucap Valafar, Brendan tertawa kecil, “kalau begitu untuk apa kau memberikan kekuatan itu?” Tanya Brendan ke Valafar, “aku memberinya karena menurut ku kau tidak akan menggunakannya secara sembarangan! Kalau seperti ini seharusnya aku tidak memberimu kekuatan itu!! Ingat itu hanya boleh di pakai jika aura mu dalam keadaan 60% atau lebih karena kekuatan itu mekonsumsi 50% kekuatan mu… dan sekarang aura mu hanya tersisa 37% apa kau kira kau akan bertahan hidup setelah menggunakan kekuatan itu…” ucap Valafar mencoba menghentikan Brendan, “aku tidak butuh pendapat mu… selama aku bisa menolong Ashley dan Ryou mati pun tidak apa-apa…” ucap Brendan, “dasar bodoh!! Kau aka—“ belum selesai Valafar berbicara Brendan sudah menguncinya di dalam tubuhnya, “gomene Valafar… overdrive…” ucap Brendan, tiba-tiba muncul pilar api dalam jumlah yang banyak di sekitar Brendan, “dia apa yang dia lakukan?!” ucap Lindwurm dalam hati, kemudian Lindwurm langsung terbang ke arah Brendan untuk menyerangnya, “apapun itu yang jelas itu akan berbahaya… aku harus menghentikannya!!” ucap Lindwurm dalam hati.
“PHOENIX AURA!!!” tiba-tiba api dari pilar api di sekeliling Brendan langsung mengarah ke arah Brendan dan membakarnya, Lindwurm yang ingin menyerang Brendan menghentikan langkahnya, “dia!! Apa yang dia lakukan?!” ucap Lindwurm dalam hati terkejut, setelah api mereda terlihat Brendan yang di selimuti aura bewarna emas, dan semua luka Brendan tertutup dengan cepat, “Lindwurm aku serius sekarang…” ucap Brendan, Brendan terbang ke arah Lindwurm dan menebaskan pedangnya dengan kecepatan yang sangat cepat sehingga dalam waktu beberapa detik sudah ada berpuluh-puluh luka tebasan di badan Lindwurm, “AAAARRRRGGGHHH!!!” teriak Lindwurm yang kesakitan, “gerakan dia tidak dapat di prediksi!! Bahkan kecepatannya di luar akal sehat manusia!!” ucap Lindwurm dalam hati, sementara Brendan menendang Lindwurm ke bawah dan mengangkat pedangnya, setelah itu pedang Brendan di bungkus oleh api yang besar dan membentuk wujud pedang raksasa, “Crimson Blade…” Brendan mengayunkan pedang raksasa tersebut ke Lindwurm dan membuat luka yang amat lebar di badan Lindwurm, dan dalam sekejap luka tersebut terbakar dan kemudian membakar Lindwurm dengan api bewarna emas.
“aaaarrrgggghhh!!” teriak Lindwurm yang kepanasan, setelah api perlahan-lahan menghilang Lindwurm yang terbakar berusaha untuk terus berdiri, “kali ini aku akan mengerahkan semua tenaga ku di satu pukulan ini… untuk membunuh mu” ucap Lindwurm, tiba-tiba tangan Lindwurm di selimuti oleh api hitam, “overdrive…” ucap Lindwurm pelan, Brendan juga mengangkat pedangnya, “baiklah serangan ini akan menentukan segalanya… overdrive…” ucap Brendan, pedang Brendan mulai di selimuti oleh api bewarna emas.
“Abyss Dragon!!” Lindwurm menembakan api hitam dari tangannya, kemudian api hitam itu mulai membentuk naga yang besar dan mengarah ke Brendan.
“Phoenix Inferno!!” Brendan menebaskan pedangnya dan dari tebasannya muncul Phoenix yang lebih besar daripada yang di keluarkan oleh Phoenix Flame.
Phoenix dan naga milik Lindwurm dan Brendan bertabrakan dan saling mendorong satu sama lainnya, “aku… aku akan pulang dengan selamat!! Karena itu janji ku kepada Garde… aku akan pulang karena aku berjanji pada Hina akan kembali… aku akan pulang dengan membawa serta kamu dan Ryou!! Dan aku akan menepati janjiku pada Shana untuk menyelematkan Ryou!! Ini bukanlah kekuatan ku!! Ini adalah kekuatan dari harapan mereka!! Karena itu kau tidak bisa mengalahkanku!!” teriak Brendan, tiba-tiba Phoenix milik Brendan semakin membesar dan menghancurkan naga milik Lindwurm, “tidak mungkin!!” teriak Lindwurm, Phoenix milik Brendan berhasil mengenai Lindwurm, Lindwurm yang terkena Phoenix milik Brendan terlempar dari lantai 7 dan terjatuh ke bawah.
“ayah… aku akan menyusul mu…” ucap Lindwurm dalam hati sebelum Lindwurm menutup matanya dia melihat Brendan yang terbang untuk menolongnya,
“bodoh… kenapa kau menolong ku…”
TO BE CONTINUED
Apakah yang akan terjadi pada Brendan dan Lindwurm? Better wait for next episode
Next Episode:MY PROMISE TO SHANA… FATEFULL BATTLE…
Rabu, 21 Oktober 2009
Senin, 19 Oktober 2009
CHAPTER 14: THE DECISION OF WHITE DRAGON!! GARDE VS NANDO!!
CHAPTER 14: THE DECISION OF WHITE DRAGON!! GARDE VS NANDO!!
“kita selesaikan urusan kita Nando…” ucap Garde sambil meembody Blue Eyes, Nando tersenyum, “baiklah kakak… oh ya aku ada kejutan buat kakak loh…” ucap Nando, tiba-tiba dari belakang Nando muncul Judgement Dragon yang memukul Garde sehingga Garde terlempar ke dinding, “argh!!” teriak Garde kesakitan, sementara Judgement Dragon mulai menembaki Garde dengan projectile cahaya, sedangkan Garde tidak dapat menghindarinya karena masih belum berdiri setelah menerima serangan yang sebelumnya, Garde yang terkena projectile cahaya kembali terlempar ke dinding, kemudian dinding tempat Garde mendarat retak dan akhirnya hancur sehingga membuat Garde terlempar ke luar.
“sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang seru dan tidak membosankan” ucap Nando, Judgement Dragon membentangkan sayapnya dan terbang keluar gedung bersama Nando, setelah Nando keluar dari gedung dia melihat kebawah tetapi tidak ada tanda-tanda Garde telah jatuh, setelah itu Nando melihat sekeliling, “hmm kemana si Garde…” ucap Nando, “Nando!!!!” Nando melihat asal suara itu yang ternyata berasal dari atas, di atas nando melihat Garde menggunakan sayap cahayanya dan terbang ke arahnya, “hoo serang dari atas, pintar juga membuat kejutan” ucap Nando sambil menghindari tebasan halbred milik Garde, Garde langsung berputar dan mengayunkan halbrednya kembali sehingga Judgement Dragon terkena tebasan halbred milik Garde, tapi setelah itu Judgement kembali memukul Garde, sehingga Garde terlempar ke tanah, Judgement Dragon mengepakan sayapnya untuk menembakan kamaitachi ke Garde, sehingga membuat banyak luka tebasan di tubuh Garde.
“aku akan mengalahkan mu Nando!!” teriak Garde, Garde kembali terbang ke arah Nando, “silahkan kakak kalau memang bisa” ucap Nando, Judgement Dragon menembakan beberapa projectile cahaya sekaligus tetapi Garde berhasil menebas beberapa projectile tersebut, sisanya berhasil mengenai Garde dan menambah luka di tubuh Garde, tetapi Garde tetap terbang ke arah Judgement Dragon dan Nando, setelah jarak sudah cukup dekat, Garde mengayunkan halbrednya, tetapi lagi-lagi berhasil dihindari oleh Judgement Dragon.
“kenapa kakak? Katanya mau mengalahkan ku?” ucap Nando dengan nada mengejek, kemudian Garde mesummon Stardust Dragon miliknya, Stardust milik Garde mulai menyerang Judgement Dragon milik Nando, “curaaang!! 2 lawan 1!!” teriak Nando, “screw the rule” ucap Garde sambil terbang ke arah Nando, sementara Judgement Dragon tidak bisa menghalangi serangan Garde ke Nando, “gimana kalo 2 lawan 2 aja biar adil” ucap Nando sambil tersenyum ke Garde, kemudian muncul naga lainnya dari atas dan menuju ke arah Nando, “perfect embody… Gragonith!!” ucap Nando, kemudian naga tersebut berubah menjadi cahaya dan membentuk sabre yang di gunakan Nando untuk menahan serangan Garde, Garde terkejut melihat Nando menggunakan perfect embody, “ternyata selama ini kau punya dua naga dan bahkan kau bisa melakukan perfect embody… tapi kau tidak pernah menunjukan itu di depan jendral lainnya…” ucap Garde sambil terus menekan halbrednya untuk menembus pertahanan Nando, “nanti kalau aku tunjukan di kira sombong lagi” ucap Nando sambil tersenyum kecil, Nando mengayunkan sabrenya dengan kekuatan penuh, sehingga halbred milik Garde terpental, kemudian Nando kembali menebaskannya lagi ke arah Garde dan tepat mengenainya, Garde yang terkena tebasan Nando kehilangan keseimbangan dan jatuh dari badan Judgement Dragon.
“sial… terlalu kuat! Ternyata Nando memang yang terkuat di antara 5 jendral…” ucap Garde dalam hati, kemudian Garde memanggil Stardust untuk mengangkut dirinya yang jatuh, setelah Garde menaiki Stardust, Garde terbang menjauhi Judgement Dragon, “wah wah mau terbang ke mana kakak” ucap Nando pelan kemudian mengejar Garde dengan Judgement Dragonnya, “sudah ku duga dia akan mengejar… aku harus memikirkan taktik untuk menyerang balik Nando…” ucap Garde dalam hati sambil terbang memutari CnG Building, setelah beberapa menit berpikir akhirnya Garde mendapatkan ide untuk menyerang balik Nando, Garde terbang dengan kecepatan penuh kemudian menukik memutari CnG Building, Nando yang melihat itu mulai mengejar Garde dengan kecepatan penuh juga, “wah wah apa yang kau rencanakan Garde?” ucap Nando sambil berbelok untuk memutari CnG Building, setelah berbelok Nando melihat Stardust mencharge angin di mulutnya, “hoo surprise attack kah? Tapi itu tidak akan mempan” ucap Nando, kemudian Stardust menembakan angin yang sangat kencang ke arah Nando, sementara Nando langsung terbang menukik ke atas untuk menghindari serangan Stardust, “sayang sekali rencana mu gagal Garde!!” teriak Nando, “tidak!! Kau tepat terjatuh ke rencana ku!!” teriak Garde yang ternyata ada di belakang Nando, “apa? Bagaimana bisa?!” ucap Nando terkejut, “inilah surprise attack yang sebenarnya!! Overdrive!! Ultimate Shining Sky Raid!!” Garde mengayunkan halbrednya dan mengeluarkan siluet cahaya Blue Eyes ayunannya yang membuat Judgement Dragon terbelah menjadi dua dan hancur.
“begitu… dia melepaskan dirinya dari Stardust dan memerintahkannya untuk menyerang ku ketika aku muncul… padahal dia sendiri bersembunyi menunggu sampai aku lengah… taktik yang bagus Garde… kalau aku yang terkuat kau yang terpintar… aku harus akui itu” ucap Nando dalam hati, setelah itu Nando mengeluarkan sayap Gragonith dari punggungnya, kemudian terbang menjauh, sementara Garde tersenyum.
“bagus aku sudah menghabisi satu naga milik mu…” ucap Garde sambil tersenyum, “tapi kau belum mengalahkan ku kakak” balas Nando, “setidaknya dengan hilangnya Judgement Dragon, kau mengalami penurunan kekuatan yang drastis…” ucap Garde ke Nando, sementara Stardust yang ternyata dari tadi mencharge angin di mulutnya langsung melepaskannya ke arah Nando, Nando yang terkejut tidak sempat menghindar dan terkena serangan Stardust, Garde kembali terbang ke arah Nando yang terlempar, kemudian menebaskan halbrednya beberapa kali tetapi Nando langsung mengambil posisi bertahan dan menahan semua tebasan Garde menggunakan sabrenya.
“aku benar-benar tidak menyangka kau akan menggunakan taktik seperti ini…” ucap Nando tenang, kemudian Nando menendang perut Garde dan membuat Garde terlempar ke belakang, setelah itu Nando mengayunkan sabrenya dan dari sabrenya ditembakan aura putih yang membentuk tebasan dan mengarah ke Garde, Garde mengayunkan halbrednya untuk menghancurkan tebasan yang di tembakan oleh saber milik Nando.
“menyerah lah Nando kau tidak mungkin menang!!” teriak Garde, sementara Stardust menembakan projectile-projectile angin ke arah Nando, tetapi Nando bisa menghindari semua angin yang di tembakan ke arahnya, “menyerah? Tidak akan…” ucap Nando, kemudian Nando mengeluarkan Orb of Divination dari balik jubahnya, “lihatlah ini Garde…” Orb of Divination bersinar terang, kemudian dari sinar tersebut muncul Judgement Dragon yang seharunya sudah hancur, “mustahil bagaimana bisa!!” teriak Garde terkejut, “hahahahaha Orb of Divination memiliki kemampuan untuk mengubah takdir mahluk hidup, dengan menggunakannya aku mengubah takdir Judgement Dragon yang seharusnya sudah mati!! Kemudian Wisdom Statue memberikan semua ilmu di dunia ini ke orang yang menggunakannya, dan Rainbow Crystal memiliki kemampuan untuk mengembalikan semuanya ke ketiadaan dan membentuk dunia baru!!! Dengan ketiga artifact ini aku akan menjadi dewa di dunia yang baru” ucap Nando, “kau sudah gila!! Tidak ada manusia yang dapat menjadi dewa!!” teriak Garde ke Nando, Nando hanya tersenyum.
“memang sekarang tidak ada… karena itu aku akan menjadi satu-satunya manusia yang berhasil menjadi dewa…” ucap Nando sambil menatap tajam Garde, “cukup dengan pembicaraan ini… aku akan membunuh mu sekarang…” ucap Nando lagi sambil tersenyum, Judgement Dragon milik Nando terbang ke arah Stardust dan menembakan cahaya yang besar ke arah Stardust, dan cahaya tersebut tepat mengenai Stardust, sementara Nando menyerang Garde dengan membabi buta, “kenapa Nando?! Padahal dulu kau adalah orang baik!! Apa yang membuat mu berubah?!” Tanya Garde ke Nando, Nando hanya tersenyum, “pingin tahu? Yaa kalau di Tanya seperti itu mungkin penyebabnya adalah masa lalu yang menyakitkan dan dendam…” ucap Nando, wajah Nando terlihat sedih sesaat, tetapi kemudian Nando kembali menyerang Garde, karena serangan Nando yang begitu cepat, pertahanan Garde terbuka sesaat, melihat itu Nando langsung mengayunkan sabrenya dengan kekuatan penuh dan tebasan Nando tepat mengenai Garde, sehingga Garde terjatuh ke arah tanah, setelah itu Nando memanggil Judgement Dragon dan menaikinya, Judgement Dragon mulai mencharge cahaya di mulutnya, “sayonara… Shiro no Ryu Garde... overdrive… Holy Salvation!!” teriak Nando, kemudian Judgement Dragon menembakan cahaya yang sangat besar dengan kekuatan yang sangat besar pula ke arah Garde, “Brendan, Marcel, Andre… hehehehe maafkan aku, aku tidak bisa menepati janji yang aku buat sendiri… aku tidak bisa pulang dalam keadaan selamat…” ucap Garde menutup matanya dan pasrah, sementara cahaya yang di tembakan Judgement Dragon tepat mengenai Garde, “Garde… cara mu mati aku akui adalah cara yang terhormat…” ucap Nando, tiba-tiba Nando melihat sesuatu mengejutkan.
“aku… apa aku sudah mati… ya pasti sudah mati… setelah serangan dari Nando tidak mungkin aku selamat…” ucap Garde dalam hati, “Garde!! Kau tidak boleh mati untuk kedua kalinya!!” teriak seseorang, Garde membuka matanya dan dia melihat Divine Neos yang menggunakan Barrier untuk melindungi Garde dari cahaya yang di tembakan oleh Judgement Dragon, kemudian Garde menoleh ke arah asal suara yang tadi membangunkannya, di sana dia melihat, Marcel yang di bantu oleh Andre untuk berdiri, Garde tersenyum ke arah mereka.
“terima kasih Andre, Marcel…” ucap Garde, Garde kembali mengepakan sayap cahayanya agar terbang lagi, sementara Nando menatap Garde dari jauh, “hmm sepertinya teman mu telah memperpanjang hidup mu Garde…” ucap Nando, Garde menatap Nando, “Nando!! Aku tidak tahu apa dasar atas tindakan mu yang ingin menjadi dewa… tapi aku akan menggagalkan rencana mu!! Apapun alasan mu!! Itu adalah keputusan ku!!” teriak Garde ke Nando, Garde mengangkat tangannya dan tangan milik Garde mulai bersinar, “Shining Revival!!” teriak Garde, tiba-tiba dari bawah Nando muncul naga yang terbang dengan kecepatan jet ke arah Nando, “apa itu!!” ucap Nando terkejut, “majulah… Savior Star Dragon!!” teriak Garde, naga yang terbang dengan kecepatan jet tersebut menembus tubuh Judgement Dragon dan membuat Judgement Dragon meledak menjadi cahaya, “I, ini mustahil!!” ucap Nando, sementara Garde terbang ke arah Nando, “overdrive… Burst Aura!!!” teriak Garde, tiba-tiba aura milik Garde meledak dan berkumpul di halbred milik Garde, sehingga halbred milik Garde bersinar terang, “aku sudah janji pada mereka… bahwa kita akan pulang dalam keadaan selamat… karena itu aku tidak bisa mati di sini!! Nandoooo!!!!!” Garde mengayunkan halbrednya, Nando menahannya dengan saber miliknya, “HAAAAAAAH!!!!” teriak Garde, tiba-tiba saber milik Nando terpotong menjadi dua bagian, dan ayunan kapak milik Garde tepat mengenai Nando dan berhasil menebas tubuh Nando, “AAAAAARRRRRRRGGGGHHHH!!!” teriak Nando kesakitan, walaupun tidak sampai terpotong tapi Nando mengalami pendarahan yang parah, Nando yang kehilangan keseimbangan jatuh ke tanah.
Garde kembali terbang masuk ke dalam gedung dan bertemu dengan Marcel dan Andre di sana, “terima kasih… jika kalian tidak ada di sini tadi mungkin aku sudah tidak ada…” ucap Garde ke Andre dan Marcel, “tidak masalah! Yang penting kita harus kembali dengan selamat!” balas Andre, Garde melihat Marcel yang masih terluka, “apa kau tidak apa-apa dengan luka seperti itu mengerahkan Neos untuk melindungi ku tadi…” Tanya Garde ke Marcel, Marcel hanya tersenyum, “tidak aku tidak apa-apa… mungkin sekarang lebih baik kita menyusul Brendan…” ucap Marcel, Garde dan Andre menganguk, kemudian mereka menaiki tangga yang ada di ujung ruangan.
“akhirnya sampai juga… aku tidak menyangka tangganya akan setinggi itu… di balik pintu ini ada Ashley…” ucap Brendan, kemudian Brendan mendorong pintu yang ada di depannya, dan ternyata di balik pintu itu terdapat taman yang terlihat indah, dan di ujung taman itu terdapat bangunan, “begitu berarti ini adalah lantai teratas dari CnG Building, dan di balik pintu itu pasti tempat Ryou berada…” ucap Brendan dalam hati, “akhirnya kau datang juga” ucap seseorang, Brendan melihat ke arah asal suara tersebut, yang ternyata adalah Lindwurm, wajah Brendan mengeras dan menatap tajam kea rah Lindwurm, “ini adalah pertarungan terakhir antara kita aku akan membalas dendam ayah ku…” ucap Lindwurm pelan, kemudian Brendan mendekati Ashley dan berbicara pelan ke arah Ashley.
“Ashley aku akan menarik mu dari kegelapan yang bernama masa lalu”
TO BE CONTINUED
Apakah yang akan terjadi antara Ashley dan Brendan? Better wait next episode
Next Episode:BOND OF BROTHER!! BRENDAN VS LINDWURM!!
“kita selesaikan urusan kita Nando…” ucap Garde sambil meembody Blue Eyes, Nando tersenyum, “baiklah kakak… oh ya aku ada kejutan buat kakak loh…” ucap Nando, tiba-tiba dari belakang Nando muncul Judgement Dragon yang memukul Garde sehingga Garde terlempar ke dinding, “argh!!” teriak Garde kesakitan, sementara Judgement Dragon mulai menembaki Garde dengan projectile cahaya, sedangkan Garde tidak dapat menghindarinya karena masih belum berdiri setelah menerima serangan yang sebelumnya, Garde yang terkena projectile cahaya kembali terlempar ke dinding, kemudian dinding tempat Garde mendarat retak dan akhirnya hancur sehingga membuat Garde terlempar ke luar.
“sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang seru dan tidak membosankan” ucap Nando, Judgement Dragon membentangkan sayapnya dan terbang keluar gedung bersama Nando, setelah Nando keluar dari gedung dia melihat kebawah tetapi tidak ada tanda-tanda Garde telah jatuh, setelah itu Nando melihat sekeliling, “hmm kemana si Garde…” ucap Nando, “Nando!!!!” Nando melihat asal suara itu yang ternyata berasal dari atas, di atas nando melihat Garde menggunakan sayap cahayanya dan terbang ke arahnya, “hoo serang dari atas, pintar juga membuat kejutan” ucap Nando sambil menghindari tebasan halbred milik Garde, Garde langsung berputar dan mengayunkan halbrednya kembali sehingga Judgement Dragon terkena tebasan halbred milik Garde, tapi setelah itu Judgement kembali memukul Garde, sehingga Garde terlempar ke tanah, Judgement Dragon mengepakan sayapnya untuk menembakan kamaitachi ke Garde, sehingga membuat banyak luka tebasan di tubuh Garde.
“aku akan mengalahkan mu Nando!!” teriak Garde, Garde kembali terbang ke arah Nando, “silahkan kakak kalau memang bisa” ucap Nando, Judgement Dragon menembakan beberapa projectile cahaya sekaligus tetapi Garde berhasil menebas beberapa projectile tersebut, sisanya berhasil mengenai Garde dan menambah luka di tubuh Garde, tetapi Garde tetap terbang ke arah Judgement Dragon dan Nando, setelah jarak sudah cukup dekat, Garde mengayunkan halbrednya, tetapi lagi-lagi berhasil dihindari oleh Judgement Dragon.
“kenapa kakak? Katanya mau mengalahkan ku?” ucap Nando dengan nada mengejek, kemudian Garde mesummon Stardust Dragon miliknya, Stardust milik Garde mulai menyerang Judgement Dragon milik Nando, “curaaang!! 2 lawan 1!!” teriak Nando, “screw the rule” ucap Garde sambil terbang ke arah Nando, sementara Judgement Dragon tidak bisa menghalangi serangan Garde ke Nando, “gimana kalo 2 lawan 2 aja biar adil” ucap Nando sambil tersenyum ke Garde, kemudian muncul naga lainnya dari atas dan menuju ke arah Nando, “perfect embody… Gragonith!!” ucap Nando, kemudian naga tersebut berubah menjadi cahaya dan membentuk sabre yang di gunakan Nando untuk menahan serangan Garde, Garde terkejut melihat Nando menggunakan perfect embody, “ternyata selama ini kau punya dua naga dan bahkan kau bisa melakukan perfect embody… tapi kau tidak pernah menunjukan itu di depan jendral lainnya…” ucap Garde sambil terus menekan halbrednya untuk menembus pertahanan Nando, “nanti kalau aku tunjukan di kira sombong lagi” ucap Nando sambil tersenyum kecil, Nando mengayunkan sabrenya dengan kekuatan penuh, sehingga halbred milik Garde terpental, kemudian Nando kembali menebaskannya lagi ke arah Garde dan tepat mengenainya, Garde yang terkena tebasan Nando kehilangan keseimbangan dan jatuh dari badan Judgement Dragon.
“sial… terlalu kuat! Ternyata Nando memang yang terkuat di antara 5 jendral…” ucap Garde dalam hati, kemudian Garde memanggil Stardust untuk mengangkut dirinya yang jatuh, setelah Garde menaiki Stardust, Garde terbang menjauhi Judgement Dragon, “wah wah mau terbang ke mana kakak” ucap Nando pelan kemudian mengejar Garde dengan Judgement Dragonnya, “sudah ku duga dia akan mengejar… aku harus memikirkan taktik untuk menyerang balik Nando…” ucap Garde dalam hati sambil terbang memutari CnG Building, setelah beberapa menit berpikir akhirnya Garde mendapatkan ide untuk menyerang balik Nando, Garde terbang dengan kecepatan penuh kemudian menukik memutari CnG Building, Nando yang melihat itu mulai mengejar Garde dengan kecepatan penuh juga, “wah wah apa yang kau rencanakan Garde?” ucap Nando sambil berbelok untuk memutari CnG Building, setelah berbelok Nando melihat Stardust mencharge angin di mulutnya, “hoo surprise attack kah? Tapi itu tidak akan mempan” ucap Nando, kemudian Stardust menembakan angin yang sangat kencang ke arah Nando, sementara Nando langsung terbang menukik ke atas untuk menghindari serangan Stardust, “sayang sekali rencana mu gagal Garde!!” teriak Nando, “tidak!! Kau tepat terjatuh ke rencana ku!!” teriak Garde yang ternyata ada di belakang Nando, “apa? Bagaimana bisa?!” ucap Nando terkejut, “inilah surprise attack yang sebenarnya!! Overdrive!! Ultimate Shining Sky Raid!!” Garde mengayunkan halbrednya dan mengeluarkan siluet cahaya Blue Eyes ayunannya yang membuat Judgement Dragon terbelah menjadi dua dan hancur.
“begitu… dia melepaskan dirinya dari Stardust dan memerintahkannya untuk menyerang ku ketika aku muncul… padahal dia sendiri bersembunyi menunggu sampai aku lengah… taktik yang bagus Garde… kalau aku yang terkuat kau yang terpintar… aku harus akui itu” ucap Nando dalam hati, setelah itu Nando mengeluarkan sayap Gragonith dari punggungnya, kemudian terbang menjauh, sementara Garde tersenyum.
“bagus aku sudah menghabisi satu naga milik mu…” ucap Garde sambil tersenyum, “tapi kau belum mengalahkan ku kakak” balas Nando, “setidaknya dengan hilangnya Judgement Dragon, kau mengalami penurunan kekuatan yang drastis…” ucap Garde ke Nando, sementara Stardust yang ternyata dari tadi mencharge angin di mulutnya langsung melepaskannya ke arah Nando, Nando yang terkejut tidak sempat menghindar dan terkena serangan Stardust, Garde kembali terbang ke arah Nando yang terlempar, kemudian menebaskan halbrednya beberapa kali tetapi Nando langsung mengambil posisi bertahan dan menahan semua tebasan Garde menggunakan sabrenya.
“aku benar-benar tidak menyangka kau akan menggunakan taktik seperti ini…” ucap Nando tenang, kemudian Nando menendang perut Garde dan membuat Garde terlempar ke belakang, setelah itu Nando mengayunkan sabrenya dan dari sabrenya ditembakan aura putih yang membentuk tebasan dan mengarah ke Garde, Garde mengayunkan halbrednya untuk menghancurkan tebasan yang di tembakan oleh saber milik Nando.
“menyerah lah Nando kau tidak mungkin menang!!” teriak Garde, sementara Stardust menembakan projectile-projectile angin ke arah Nando, tetapi Nando bisa menghindari semua angin yang di tembakan ke arahnya, “menyerah? Tidak akan…” ucap Nando, kemudian Nando mengeluarkan Orb of Divination dari balik jubahnya, “lihatlah ini Garde…” Orb of Divination bersinar terang, kemudian dari sinar tersebut muncul Judgement Dragon yang seharunya sudah hancur, “mustahil bagaimana bisa!!” teriak Garde terkejut, “hahahahaha Orb of Divination memiliki kemampuan untuk mengubah takdir mahluk hidup, dengan menggunakannya aku mengubah takdir Judgement Dragon yang seharusnya sudah mati!! Kemudian Wisdom Statue memberikan semua ilmu di dunia ini ke orang yang menggunakannya, dan Rainbow Crystal memiliki kemampuan untuk mengembalikan semuanya ke ketiadaan dan membentuk dunia baru!!! Dengan ketiga artifact ini aku akan menjadi dewa di dunia yang baru” ucap Nando, “kau sudah gila!! Tidak ada manusia yang dapat menjadi dewa!!” teriak Garde ke Nando, Nando hanya tersenyum.
“memang sekarang tidak ada… karena itu aku akan menjadi satu-satunya manusia yang berhasil menjadi dewa…” ucap Nando sambil menatap tajam Garde, “cukup dengan pembicaraan ini… aku akan membunuh mu sekarang…” ucap Nando lagi sambil tersenyum, Judgement Dragon milik Nando terbang ke arah Stardust dan menembakan cahaya yang besar ke arah Stardust, dan cahaya tersebut tepat mengenai Stardust, sementara Nando menyerang Garde dengan membabi buta, “kenapa Nando?! Padahal dulu kau adalah orang baik!! Apa yang membuat mu berubah?!” Tanya Garde ke Nando, Nando hanya tersenyum, “pingin tahu? Yaa kalau di Tanya seperti itu mungkin penyebabnya adalah masa lalu yang menyakitkan dan dendam…” ucap Nando, wajah Nando terlihat sedih sesaat, tetapi kemudian Nando kembali menyerang Garde, karena serangan Nando yang begitu cepat, pertahanan Garde terbuka sesaat, melihat itu Nando langsung mengayunkan sabrenya dengan kekuatan penuh dan tebasan Nando tepat mengenai Garde, sehingga Garde terjatuh ke arah tanah, setelah itu Nando memanggil Judgement Dragon dan menaikinya, Judgement Dragon mulai mencharge cahaya di mulutnya, “sayonara… Shiro no Ryu Garde... overdrive… Holy Salvation!!” teriak Nando, kemudian Judgement Dragon menembakan cahaya yang sangat besar dengan kekuatan yang sangat besar pula ke arah Garde, “Brendan, Marcel, Andre… hehehehe maafkan aku, aku tidak bisa menepati janji yang aku buat sendiri… aku tidak bisa pulang dalam keadaan selamat…” ucap Garde menutup matanya dan pasrah, sementara cahaya yang di tembakan Judgement Dragon tepat mengenai Garde, “Garde… cara mu mati aku akui adalah cara yang terhormat…” ucap Nando, tiba-tiba Nando melihat sesuatu mengejutkan.
“aku… apa aku sudah mati… ya pasti sudah mati… setelah serangan dari Nando tidak mungkin aku selamat…” ucap Garde dalam hati, “Garde!! Kau tidak boleh mati untuk kedua kalinya!!” teriak seseorang, Garde membuka matanya dan dia melihat Divine Neos yang menggunakan Barrier untuk melindungi Garde dari cahaya yang di tembakan oleh Judgement Dragon, kemudian Garde menoleh ke arah asal suara yang tadi membangunkannya, di sana dia melihat, Marcel yang di bantu oleh Andre untuk berdiri, Garde tersenyum ke arah mereka.
“terima kasih Andre, Marcel…” ucap Garde, Garde kembali mengepakan sayap cahayanya agar terbang lagi, sementara Nando menatap Garde dari jauh, “hmm sepertinya teman mu telah memperpanjang hidup mu Garde…” ucap Nando, Garde menatap Nando, “Nando!! Aku tidak tahu apa dasar atas tindakan mu yang ingin menjadi dewa… tapi aku akan menggagalkan rencana mu!! Apapun alasan mu!! Itu adalah keputusan ku!!” teriak Garde ke Nando, Garde mengangkat tangannya dan tangan milik Garde mulai bersinar, “Shining Revival!!” teriak Garde, tiba-tiba dari bawah Nando muncul naga yang terbang dengan kecepatan jet ke arah Nando, “apa itu!!” ucap Nando terkejut, “majulah… Savior Star Dragon!!” teriak Garde, naga yang terbang dengan kecepatan jet tersebut menembus tubuh Judgement Dragon dan membuat Judgement Dragon meledak menjadi cahaya, “I, ini mustahil!!” ucap Nando, sementara Garde terbang ke arah Nando, “overdrive… Burst Aura!!!” teriak Garde, tiba-tiba aura milik Garde meledak dan berkumpul di halbred milik Garde, sehingga halbred milik Garde bersinar terang, “aku sudah janji pada mereka… bahwa kita akan pulang dalam keadaan selamat… karena itu aku tidak bisa mati di sini!! Nandoooo!!!!!” Garde mengayunkan halbrednya, Nando menahannya dengan saber miliknya, “HAAAAAAAH!!!!” teriak Garde, tiba-tiba saber milik Nando terpotong menjadi dua bagian, dan ayunan kapak milik Garde tepat mengenai Nando dan berhasil menebas tubuh Nando, “AAAAAARRRRRRRGGGGHHHH!!!” teriak Nando kesakitan, walaupun tidak sampai terpotong tapi Nando mengalami pendarahan yang parah, Nando yang kehilangan keseimbangan jatuh ke tanah.
Garde kembali terbang masuk ke dalam gedung dan bertemu dengan Marcel dan Andre di sana, “terima kasih… jika kalian tidak ada di sini tadi mungkin aku sudah tidak ada…” ucap Garde ke Andre dan Marcel, “tidak masalah! Yang penting kita harus kembali dengan selamat!” balas Andre, Garde melihat Marcel yang masih terluka, “apa kau tidak apa-apa dengan luka seperti itu mengerahkan Neos untuk melindungi ku tadi…” Tanya Garde ke Marcel, Marcel hanya tersenyum, “tidak aku tidak apa-apa… mungkin sekarang lebih baik kita menyusul Brendan…” ucap Marcel, Garde dan Andre menganguk, kemudian mereka menaiki tangga yang ada di ujung ruangan.
“akhirnya sampai juga… aku tidak menyangka tangganya akan setinggi itu… di balik pintu ini ada Ashley…” ucap Brendan, kemudian Brendan mendorong pintu yang ada di depannya, dan ternyata di balik pintu itu terdapat taman yang terlihat indah, dan di ujung taman itu terdapat bangunan, “begitu berarti ini adalah lantai teratas dari CnG Building, dan di balik pintu itu pasti tempat Ryou berada…” ucap Brendan dalam hati, “akhirnya kau datang juga” ucap seseorang, Brendan melihat ke arah asal suara tersebut, yang ternyata adalah Lindwurm, wajah Brendan mengeras dan menatap tajam kea rah Lindwurm, “ini adalah pertarungan terakhir antara kita aku akan membalas dendam ayah ku…” ucap Lindwurm pelan, kemudian Brendan mendekati Ashley dan berbicara pelan ke arah Ashley.
“Ashley aku akan menarik mu dari kegelapan yang bernama masa lalu”
TO BE CONTINUED
Apakah yang akan terjadi antara Ashley dan Brendan? Better wait next episode
Next Episode:BOND OF BROTHER!! BRENDAN VS LINDWURM!!
CHAPTER 13: POWER OF NEO-SPACIAN!! MARCEL VS GRAIL!!
CHAPTER 13: POWER OF NEO-SPACIAN!! MARCEL VS GRAIL!!
“ka, kau!!” ucap Marcel terkejut, “apa kau mengenalnya Marcel?” Tanya Garde ke Marcel, “ya dia adalah orang yang menyerang desa tempat ku berlatih… dia yang membunuh guru ku!! Dan dia juga adalah teman seperguruanku Grail!!” ucap Marcel menahan emosinya, Grail tersenyum, “wah ternyata kau masih mengingat ku Marcel-kun” ucap Grail, tiba-tiba di belakang Grail muncul naga hitam, “kalau begitu bagaimana jika aku musnahkan saja penerus guru ku ini… Red Eyes Black Dragon!!” teriak Grail, kemudian naga hitam di belakang Grail meraung.
“Brendan, Garde… jangan ikut campur… ini pertarungan ku… kalian menonton saja di belakang…” ucap Marcel ke Brendan dan Garde, Brendan berusaha membantu Marcel, tetapi di tahan oleh Garde, Garde tersenyum, “baiklah tapi kau harus menang jangan sampai kalah” ucap Garde, Marcel menganguk, “oh ya satu lagi kalo menurut ku kau sudah dalam keadaan akan kalah aku akan langsung membantu mu, dan kau tidak berhak untuk menghentikan ku” lanjut Garde, Marcel kembali menganguk, kemudian Garde dan Brendan berjalan ke arah tembok di belakang dan menonton pertarungan Marcel dan Grail, “kenapa kau menghentikan ku sensei?” Tanya Brendan ke Garde, “hmm… bagaimana ya… bisa di bilang ini adalah pertarungan dia… dan lagi aku percaya Marcel pasti menang kok…” ucap Garde percaya diri.
“Neos!! Maju!!” Marcel memanggil Neos, kemudian Neos langsung terbang ke arah Red Eyes, “hahahahahaha masih sama seperti dulu ya Marcel?! Kau masih gegabah dan terburu-buru!! Red Eyes serang Neos!!” teriak Grail, Red Eyes menembakan bola api ke arah Neos, tetapi Neos berhasil menghindarinya, tiba-tiba muncul bola api lainnya yang di tembakan ke arah Red Eyes, Grail terkejut dan langsung melihat ke arah bola api tersebut, Marcel tersenyum, “Flare Scarab…” ucap Marcel pelan, ternyata api tersebut berasal dari humanoid yang memiliki bentuk serangga, “apa?! Apa itu?!” teriak Grail, Grail yang masih terkejut tidak sadar bahwa Neos sudah dekat dengan Red Eyesnya, ketika jaraknya sudah dekat Neos memukul jatuh Red Eyes.
“I, ini!! bagaimana bisa jangan bilang kau mengendalikan 2 Aeon sekaligus Marcel?!” Tanya Grail ke Marcel, Marcel hanya tersenyum, “2? Salah!! Bukan 2 tapi 3!! Grand Mole!!” teriak Marcel, tiba-tiba dari tanah tempat Red Eyes jatuh muncul tikus tanah yang memiliki tangan seperti bor, mahluk itu memukul Red Eyes sampai terlempar kembali, “3!! Tidak mungkin!! Tapi aku juga tidak akan kalah!! Mega Flare!!” teriak Grail, Red Eyes mencharge api yang sangat besar, kemudian menembakannya ke arah Neos, tapi tiba-tiba muncul dinding air yang menahan tembakan Red Eyes, “apa lagi sekarang?” ucap Grail kesal, “Aqua Dolphin…” ucap Marcel pelan, Grail menoleh ke arah asalnya air tersebut dan disana dia melihat humanoid yang memiliki bentuk lumba-lumba.
“begitu… aku tahu sekarang… kakek itu pernah bilang soal 6 Aeon miliknya yang melindungi Neo-Space… dan dia akan mewariskan Aeonnya tersebut ke muridnya yang terbaik… jadi kakek itu memilih mu Marcel?” Tanya Grail, “ya guru memberikan aku Neo-Spacian tepat setelah kau membunuh dan meninggalkannya… hanya saja selama setahun ini aku masih belum bisa menguasai Neo-Spacian… setelah aku di kalahkan Nando, aku langsung berpikir kalau aku lemah… kalau terus begini aku hanya akan menjadi beban… karena itu aku berusaha menguasai Neo-Spacian… dan sekarang aku berhasil!!” jawab Marcel, kemudian Marcel mengangkat tangannya, “lihatlah… ini lah kekuatan yang di tinggalkan oleh guru kita…” ucap Marcel, tiba-tiba Grand Mole dan Flare Scarab menjadi cahaya dan pergi kea rah Neos, “walau aku tidak bisa menggunakan embody tapi Neos bisa!!” teriak Marcel, Grail yang melihat itu berusaha menghentikan Marcel, “tidak akan kubiarkan!!” teriak Grail sambil memerintahkan Red Eyes menembakan api, tapi semua api yang di tembakan oleh Red Eyes berhasil di tahan oleh Aqua Dolphin.
“Perfect Embody…” ucap Marcel dan Neos bersamaan, “Grand Mole!! Flare Scarab!! Bangkit dan hancurkan musuh ku!! Magma Neos!!” teriak Marcel, kemudian Neos yang di bungkus oleh cahaya berubah bentuk, sekarang Neos mengenakan armor hijau dan memiliki sayap dari Flare Scarab, Magma Neos kembali terbang ke arah Red Eyes, Red Eyes menembakan apinya, sementara Magma Neos juga menembakan api sehingga api yang di tembakan Neos dan Red Eyes bertabrakan dan terjadilah ledakan yang besar disertai asap tebal.
“sial aku tidak bisa melihat” ucap Brendan pelan, “hmmm…” ucap Garde, Brendan melihat Garde dengan tatapan aneh, “apa maksud dari ‘hmmm’ itu sensei?” Tanya Brendan ke Garde, “aku hanya merasa Marcel pasti menang… dia sudah memulai serangan balik…” ucap Garde pelan sambil melihat kepulan asap tersebut dengan seksama, setelah beberapa menit terlihat Neos yang keluar dari asap dan mengarah ke Red Eyes, “apa!!!” ucap Grail terkejut, Neos memukul Red Eyes hingga terlempar ke belakang, kemudian Neos melanjutkan serangannya dengan cara menembakan bola api tanpa henti ke arah Red Eyes, “GRAAAAAUUUUUHHH!!!” raung Red Eyes kesakitan, setelah Neos berhenti menembakan apinya Red Eyes langsung roboh ke tanah.
“dan sama seperti dulu… kau masil lemah Grail...” ucap Marcel pelan sambil tertawa kecil, “jangan meremehkan ku!!” balas Grail sambil mengeluarkan sesuatu dari balik jaketnya, dan mengangkatnya ke atas yang ternyata adalah sebuah kristal dengan ornamen naga, “itu!! Kenapa dia bisa memiliki itu!!” teriak Garde terkejut, “memangnya apa gunanya kristal itu?” Tanya Brendan ke Garde, badan Garde gemetaran, “Dragon Revival… itu adalah kristal yang ku gunakan untuk membangkitkan Blue Eyes dan mengubahnya menjadi Blu Eyes Shining Dragon… kalo dia sampai menggunakan kristal itu maka Red Eyes miliknya yang seharusnya sudah di kalahkan akan bangkit kembali dan berubah bentuk sekaligus menambah kekuatan Red Eyes hingga berlipat ganda… aku harus menghentikannya sebelum terlambat” ucap Garde, Garde meembody Blue Eyes Shining Dragonnya menjadi halbred putih, kemudian berlari ke arah Grail, “bukankah Marcel menyuruh kita agar tidak ikut campur!!” teriak Brendan ke Garde yang sudah jauh mengarah ke Grail, “ini bukan soal tidak ikut campur atau tidak!! Kalo dia sampai menggunakannya maka kemungkinan Marcel untuk menang akan menjadi tipis sekali!! Aku akan menghentikannya!!” balas Garde, kristal tersebut mulai menyala terang.
“ahahahahaha!! Lihatlah Marcel!! Bukan kau saja yang mendapatkan kekuatan baru!! Aku juga!!” teriak Grail, kristalnya semakin terang dan Red Eyes yang sudah roboh mulai bangun perlahan-lahan dan meraung dengan kencang, begitu juga dengan aura milik Red Eyes yang semakin membesar.
“a, aura ini!! tekanannya begitu kuat aku tidak bisa menggerakan tubuh ku!!” ucap Garde dalam hati sambil berusaha melawan tekanan aura yang di pancarkan Red Eyes, Garde melihat Marcel, tetapi Marcel tetap terlihat tenang, “apa yang kau lakukan Marcel!! Cepat pergi kemungkinan mu untuk menang sudah tipis!! Biar aku yang mengurus di sini!!” teriak Garde ke Marcel, Marcel menoleh ke arah Garde, “Garde? Bukankah sudah ku bilang jangan ikut campur… ini pertarungan ku biarkan aku bertarung sendirian… lagi pula aku masih memiliki senjata rahasia kok” ucap Marcel, kemudian Marcel tersenyum ke arah Garde, Marcel kembali menoleh ke arah Grail, “majulah Grail!! Kalahkan aku kalau kau memang bisa!!” teriak Marcel, Grail tertawa mendengar itu, “kalahkan kamu kalau aku bisa eh? Hahahahahaha apa yang kau pikirkan Marcel?! Kau sudah pasti kalah!!” teriak Grail, kemudian aura milik Red Eyes meledak dan membuat Garde terlempar ke belakang, Brendan menahan Garde sebelum Garde membentur dinding, “apa maksud mu Marcel? Apa kau yakin bisa menang?” ucap Garde pelan.
“bangkitlah… Red Eyes Darkness Dragon!!!” teriak Grail, setelah asap dari ledakan aura Red Eyes menipis, Marcel bisa melihat dengan jelas sosok Red Eyes yang telah berubah, tubuh Red Eyes sekarang terlihat seperti mesin dan terdapat kristal bewarna merah di sayapnya, Red Eyes terbang ke arah Magma Neos dan menembakan api ke arah Neos, Neos mencoba menahannya tapi gagal, sehingga Neos terlempar ke belakang, setelah itu Red Eyes menembakan api kembali ke arah Neos yang masih terlempar, sehingga terjadi ledakan yang sangat besar, “kekuatan dia tidak main-main…” ucap Marcel, Marcel kembali mengangkat tangannya, Grand Mole dan Flare Scarab yang menjadi armor Neos terlepas, kemudian Marcel memanggil kucing bewarna hitam, dan humanoid bewarna putih, kedua Aeon tersebut berubah menjadi cahaya dan terbang ke arah Neos, “Dark Phanter… Glow Moss… bersatulah dengan Neos!! Perfect Embody!! Chaos Neos!!” teriak Marcel, Neos yang berubah menjadi Chaos Neos terbang ke arah Red Eyes dan menembakan projectile hitam ke arahnya tapi semua projectile itu tidak ada yang berhasil mengenai Red Eyes karena sudah hancur oleh tekanan aura Red Eyes, “sudah kuduga… aura miliknya menjadi barrier yang melindunginya…” ucap Marcel dalam hati, “hahahaha kau tidak akan bisa mengalahkanku Marcel!!” teriak Grail, Marcel hanya tersenyum, “oh ya sebenarnya aku malah yakin bisa mengalahkan mu…” ucap Marcel, Grail yang mendengar itu menjadi sangat kesal.
“kau… lihatlah kenyataan Marcel!! Apa pun yang kau lakukan tidak akan bisa melukai Red Eyes ku!!” ucap Grail kesal, “tidak aku bisa mengalahkan mu… bahkan kalau aku mau aku bisa mengalahkan mu dengan satu serangan” ucap Marcel sambil tersenyum, Grail semakin emosi mendengar itu, “baiklah kalau itu yang kau mau… overdrive…” ucap Grail pelan, “dia akan menggunakan overdrivenya…” ucap Marcel dalam hati, Marcel mengigit bibirnya sendiri, “Neos lindungi aku!!” perintah Marcel ke Neos, “baik tuan Marcel!!” balas Neos, Neos terbang ke arah Marcel dan melindungi tuannya, “HELL FLARE!!” teriak Grail, Red Eyes menembakan api yang sangat besar ke arah Neos dan Marcel, Neos yang berusaha melindungi tuannya mencoba menahan api yang di tembakan oleh Red Eyes, tetapi ternyata usah Neos percuma, api yang di tembakan oleh Red Eyes terlalu kuat untuk di tahan oleh Neos, sehingga terjadi ledakan besar.
“Marcel!!!!” teriak Brendan, “hahahahaha…. AHAHAHAHAHAHA!!!!! Sampai kan salam ku ke guru kita Marcel!!” tawa Grail, Brendan melihat Grail dengan tatapan benci, “kau… berani-beraninya!!” teriak Brendan berlari ke arah Grail dan meembody Valafar, begitu juga dengan Garde yang meembody Blue Eyesnya dan berlari ke arah Grail, “kau tidak akan ku maafkan!!” teriak Brendan, “Brendan kau serang Grail!! Aku akan menyerang Red Eyesnya!!” ucap Garde sambil berlari, tiba-tiba Garde, Brendan, dan Grail merasakan aura yang sangat besar bahkan jauh melebihi Red Eyes, “hentikan… aku sudah bilang jangan ikut campur pertarungan ku…” Garde, Brendan, dan Grail melihat ke arah kepulan asap bekas ledakan tadi.
disana terlihat Marcel yang sudah berlumuran darah di mana-mana, “apa maksud mu kau sudah kalah!!” teriak Garde, Marcel kembali mengangkat tangannya, dan perlahan-lahan Neos yang sudah terluka parah bangkit kembali, “belum… masih belum!!! Bangkitlah Neos!! Neo-Spacian berikan kekuatan kalian ke Neos!! Dan bangkitlah kembali menjadi Divine Neos!!” teriak Marcel, tiba-tiba muncul 6 Aeon berbeda di sekeliling Marcel, mereka berubah menjadi cahaya dan bersatu dengan Neos, dan membentuk Aeon baru yang berarmor emas, bersayap emas, dan terlihat agung, “apa!! Kau masih memiliki kekuatan untuk menggabungkan Aeon tersebut!!” teriak Grail ketakutan, “overdrive… ETERNAL ERADICATOR!!!” teriak Marcel, Divine Neos mulai bersinar terang, kemudian sinar tersebut memasuki tubuh Divine Neos, setelah beberapa detik sinar tersebut meluap kemudian meledak, Red Eyes yang terkena sinar tersebut perlahan-lahan menjadi debu tanpa sisa, “sudah ku bilang kan kalau aku mau aku bisa mengalahkan mu dalam satu serangan saja…” ucap Marcel pelan, kemudian Divine Neos terbang ke arah Grail, Grail yang ketakutan berlari, “to, tolong aku!!” teriak Grail sambil menangis, “jangan lupa minta maaf ke guru ya Grail…” ucap Marcel tersenyum, kemudian Divine Neos memotong tubuh Grail menjadi beberapa bagian, sehingga darah Grail berceceran ke mana-mana dan masing-masing dari bagian tubuh yang terpotong mengeluarkan darah yang banyak.
Brendan dan Garde yang melihat itu menjadi jijik, “padahal kau tidak perlu melakukan sejauh itu…” ucap Garde sambil menahan mual, “tidak aku perlu… itu adalah hukuman untuk dia yang membunuh guru dengan cara yang sama…” ucap Marcel, Marcel berjalan ke arah dinding terdekat kemudian duduk bersender di sana, “kalian pergilah dulu…aku mau beristirahat di sini sambil menunggu Andre…” ucap Marcel, “baiklah… tapi jangan lupa kau harus menyusul” ucap Garde, “ya aku akan menyusul bersama Andre…” balas Marcel, Garde tersenyum dan berbalik pergi bersama Brendan.
“ini sudah lantai ke-5 masih tidak ada siapa-siapa di sini…” ucap Brendan kelelahan karena sudah mencari sampai lantai 5, “sabar… CnG Building berlantai 8 dan yang tersisa adalah Lindwurm, Nando, dan Ryou… pasti di lantai berikutnya ada…” ucap Garde setelah pintu elevator terbuka mereka sudah berada di lantai 6, tidak ada yang special di lantai 6, lantai 6 hanya ruangan berbentuk balok, dan di ujungnya terdapat tangga untuk ke atas, dan dari tangga tersebut turun seseorang yang ternyata adalah Nando.
“wah wah kakak hebat!! Bisa mencapai lantai ini!! oh Brendan-kun kau boleh pergi ke atas!! Di sana Lindwurm sudah menunggu!” ucap Nando tersenyum, “apa yang kau rencanakan?” Tanya Brendan, “hah? Apa maksudmu Brendan-kun?” balas Nando sambil tersenyum, “Brendan pergilah ke atas duluan aku ada urusan dengan dia…” ucap Garde, Brendan menganguk kemudian lari melewati Nando menuju ke tangga, sekilas Brendan melihat senyum licik Nando, “sensei jangan kalah…” ucap Brendan dalam hati sambil menaiki tangga, “wah wah kak Garde mau bertarung?” Tanya Nando, Garde meembody Blue Eyesnya, wajahnya mengeras.
“kita selesaikan urusan kita Nando!!”
TO BE CONTINUED
Apakah Garde akan menang melawan Nando? Better wait next episode
Next Episode:THE DECISION OF WHITE DRAGON!! GARDE VS NANDO
“ka, kau!!” ucap Marcel terkejut, “apa kau mengenalnya Marcel?” Tanya Garde ke Marcel, “ya dia adalah orang yang menyerang desa tempat ku berlatih… dia yang membunuh guru ku!! Dan dia juga adalah teman seperguruanku Grail!!” ucap Marcel menahan emosinya, Grail tersenyum, “wah ternyata kau masih mengingat ku Marcel-kun” ucap Grail, tiba-tiba di belakang Grail muncul naga hitam, “kalau begitu bagaimana jika aku musnahkan saja penerus guru ku ini… Red Eyes Black Dragon!!” teriak Grail, kemudian naga hitam di belakang Grail meraung.
“Brendan, Garde… jangan ikut campur… ini pertarungan ku… kalian menonton saja di belakang…” ucap Marcel ke Brendan dan Garde, Brendan berusaha membantu Marcel, tetapi di tahan oleh Garde, Garde tersenyum, “baiklah tapi kau harus menang jangan sampai kalah” ucap Garde, Marcel menganguk, “oh ya satu lagi kalo menurut ku kau sudah dalam keadaan akan kalah aku akan langsung membantu mu, dan kau tidak berhak untuk menghentikan ku” lanjut Garde, Marcel kembali menganguk, kemudian Garde dan Brendan berjalan ke arah tembok di belakang dan menonton pertarungan Marcel dan Grail, “kenapa kau menghentikan ku sensei?” Tanya Brendan ke Garde, “hmm… bagaimana ya… bisa di bilang ini adalah pertarungan dia… dan lagi aku percaya Marcel pasti menang kok…” ucap Garde percaya diri.
“Neos!! Maju!!” Marcel memanggil Neos, kemudian Neos langsung terbang ke arah Red Eyes, “hahahahahaha masih sama seperti dulu ya Marcel?! Kau masih gegabah dan terburu-buru!! Red Eyes serang Neos!!” teriak Grail, Red Eyes menembakan bola api ke arah Neos, tetapi Neos berhasil menghindarinya, tiba-tiba muncul bola api lainnya yang di tembakan ke arah Red Eyes, Grail terkejut dan langsung melihat ke arah bola api tersebut, Marcel tersenyum, “Flare Scarab…” ucap Marcel pelan, ternyata api tersebut berasal dari humanoid yang memiliki bentuk serangga, “apa?! Apa itu?!” teriak Grail, Grail yang masih terkejut tidak sadar bahwa Neos sudah dekat dengan Red Eyesnya, ketika jaraknya sudah dekat Neos memukul jatuh Red Eyes.
“I, ini!! bagaimana bisa jangan bilang kau mengendalikan 2 Aeon sekaligus Marcel?!” Tanya Grail ke Marcel, Marcel hanya tersenyum, “2? Salah!! Bukan 2 tapi 3!! Grand Mole!!” teriak Marcel, tiba-tiba dari tanah tempat Red Eyes jatuh muncul tikus tanah yang memiliki tangan seperti bor, mahluk itu memukul Red Eyes sampai terlempar kembali, “3!! Tidak mungkin!! Tapi aku juga tidak akan kalah!! Mega Flare!!” teriak Grail, Red Eyes mencharge api yang sangat besar, kemudian menembakannya ke arah Neos, tapi tiba-tiba muncul dinding air yang menahan tembakan Red Eyes, “apa lagi sekarang?” ucap Grail kesal, “Aqua Dolphin…” ucap Marcel pelan, Grail menoleh ke arah asalnya air tersebut dan disana dia melihat humanoid yang memiliki bentuk lumba-lumba.
“begitu… aku tahu sekarang… kakek itu pernah bilang soal 6 Aeon miliknya yang melindungi Neo-Space… dan dia akan mewariskan Aeonnya tersebut ke muridnya yang terbaik… jadi kakek itu memilih mu Marcel?” Tanya Grail, “ya guru memberikan aku Neo-Spacian tepat setelah kau membunuh dan meninggalkannya… hanya saja selama setahun ini aku masih belum bisa menguasai Neo-Spacian… setelah aku di kalahkan Nando, aku langsung berpikir kalau aku lemah… kalau terus begini aku hanya akan menjadi beban… karena itu aku berusaha menguasai Neo-Spacian… dan sekarang aku berhasil!!” jawab Marcel, kemudian Marcel mengangkat tangannya, “lihatlah… ini lah kekuatan yang di tinggalkan oleh guru kita…” ucap Marcel, tiba-tiba Grand Mole dan Flare Scarab menjadi cahaya dan pergi kea rah Neos, “walau aku tidak bisa menggunakan embody tapi Neos bisa!!” teriak Marcel, Grail yang melihat itu berusaha menghentikan Marcel, “tidak akan kubiarkan!!” teriak Grail sambil memerintahkan Red Eyes menembakan api, tapi semua api yang di tembakan oleh Red Eyes berhasil di tahan oleh Aqua Dolphin.
“Perfect Embody…” ucap Marcel dan Neos bersamaan, “Grand Mole!! Flare Scarab!! Bangkit dan hancurkan musuh ku!! Magma Neos!!” teriak Marcel, kemudian Neos yang di bungkus oleh cahaya berubah bentuk, sekarang Neos mengenakan armor hijau dan memiliki sayap dari Flare Scarab, Magma Neos kembali terbang ke arah Red Eyes, Red Eyes menembakan apinya, sementara Magma Neos juga menembakan api sehingga api yang di tembakan Neos dan Red Eyes bertabrakan dan terjadilah ledakan yang besar disertai asap tebal.
“sial aku tidak bisa melihat” ucap Brendan pelan, “hmmm…” ucap Garde, Brendan melihat Garde dengan tatapan aneh, “apa maksud dari ‘hmmm’ itu sensei?” Tanya Brendan ke Garde, “aku hanya merasa Marcel pasti menang… dia sudah memulai serangan balik…” ucap Garde pelan sambil melihat kepulan asap tersebut dengan seksama, setelah beberapa menit terlihat Neos yang keluar dari asap dan mengarah ke Red Eyes, “apa!!!” ucap Grail terkejut, Neos memukul Red Eyes hingga terlempar ke belakang, kemudian Neos melanjutkan serangannya dengan cara menembakan bola api tanpa henti ke arah Red Eyes, “GRAAAAAUUUUUHHH!!!” raung Red Eyes kesakitan, setelah Neos berhenti menembakan apinya Red Eyes langsung roboh ke tanah.
“dan sama seperti dulu… kau masil lemah Grail...” ucap Marcel pelan sambil tertawa kecil, “jangan meremehkan ku!!” balas Grail sambil mengeluarkan sesuatu dari balik jaketnya, dan mengangkatnya ke atas yang ternyata adalah sebuah kristal dengan ornamen naga, “itu!! Kenapa dia bisa memiliki itu!!” teriak Garde terkejut, “memangnya apa gunanya kristal itu?” Tanya Brendan ke Garde, badan Garde gemetaran, “Dragon Revival… itu adalah kristal yang ku gunakan untuk membangkitkan Blue Eyes dan mengubahnya menjadi Blu Eyes Shining Dragon… kalo dia sampai menggunakan kristal itu maka Red Eyes miliknya yang seharusnya sudah di kalahkan akan bangkit kembali dan berubah bentuk sekaligus menambah kekuatan Red Eyes hingga berlipat ganda… aku harus menghentikannya sebelum terlambat” ucap Garde, Garde meembody Blue Eyes Shining Dragonnya menjadi halbred putih, kemudian berlari ke arah Grail, “bukankah Marcel menyuruh kita agar tidak ikut campur!!” teriak Brendan ke Garde yang sudah jauh mengarah ke Grail, “ini bukan soal tidak ikut campur atau tidak!! Kalo dia sampai menggunakannya maka kemungkinan Marcel untuk menang akan menjadi tipis sekali!! Aku akan menghentikannya!!” balas Garde, kristal tersebut mulai menyala terang.
“ahahahahaha!! Lihatlah Marcel!! Bukan kau saja yang mendapatkan kekuatan baru!! Aku juga!!” teriak Grail, kristalnya semakin terang dan Red Eyes yang sudah roboh mulai bangun perlahan-lahan dan meraung dengan kencang, begitu juga dengan aura milik Red Eyes yang semakin membesar.
“a, aura ini!! tekanannya begitu kuat aku tidak bisa menggerakan tubuh ku!!” ucap Garde dalam hati sambil berusaha melawan tekanan aura yang di pancarkan Red Eyes, Garde melihat Marcel, tetapi Marcel tetap terlihat tenang, “apa yang kau lakukan Marcel!! Cepat pergi kemungkinan mu untuk menang sudah tipis!! Biar aku yang mengurus di sini!!” teriak Garde ke Marcel, Marcel menoleh ke arah Garde, “Garde? Bukankah sudah ku bilang jangan ikut campur… ini pertarungan ku biarkan aku bertarung sendirian… lagi pula aku masih memiliki senjata rahasia kok” ucap Marcel, kemudian Marcel tersenyum ke arah Garde, Marcel kembali menoleh ke arah Grail, “majulah Grail!! Kalahkan aku kalau kau memang bisa!!” teriak Marcel, Grail tertawa mendengar itu, “kalahkan kamu kalau aku bisa eh? Hahahahahaha apa yang kau pikirkan Marcel?! Kau sudah pasti kalah!!” teriak Grail, kemudian aura milik Red Eyes meledak dan membuat Garde terlempar ke belakang, Brendan menahan Garde sebelum Garde membentur dinding, “apa maksud mu Marcel? Apa kau yakin bisa menang?” ucap Garde pelan.
“bangkitlah… Red Eyes Darkness Dragon!!!” teriak Grail, setelah asap dari ledakan aura Red Eyes menipis, Marcel bisa melihat dengan jelas sosok Red Eyes yang telah berubah, tubuh Red Eyes sekarang terlihat seperti mesin dan terdapat kristal bewarna merah di sayapnya, Red Eyes terbang ke arah Magma Neos dan menembakan api ke arah Neos, Neos mencoba menahannya tapi gagal, sehingga Neos terlempar ke belakang, setelah itu Red Eyes menembakan api kembali ke arah Neos yang masih terlempar, sehingga terjadi ledakan yang sangat besar, “kekuatan dia tidak main-main…” ucap Marcel, Marcel kembali mengangkat tangannya, Grand Mole dan Flare Scarab yang menjadi armor Neos terlepas, kemudian Marcel memanggil kucing bewarna hitam, dan humanoid bewarna putih, kedua Aeon tersebut berubah menjadi cahaya dan terbang ke arah Neos, “Dark Phanter… Glow Moss… bersatulah dengan Neos!! Perfect Embody!! Chaos Neos!!” teriak Marcel, Neos yang berubah menjadi Chaos Neos terbang ke arah Red Eyes dan menembakan projectile hitam ke arahnya tapi semua projectile itu tidak ada yang berhasil mengenai Red Eyes karena sudah hancur oleh tekanan aura Red Eyes, “sudah kuduga… aura miliknya menjadi barrier yang melindunginya…” ucap Marcel dalam hati, “hahahaha kau tidak akan bisa mengalahkanku Marcel!!” teriak Grail, Marcel hanya tersenyum, “oh ya sebenarnya aku malah yakin bisa mengalahkan mu…” ucap Marcel, Grail yang mendengar itu menjadi sangat kesal.
“kau… lihatlah kenyataan Marcel!! Apa pun yang kau lakukan tidak akan bisa melukai Red Eyes ku!!” ucap Grail kesal, “tidak aku bisa mengalahkan mu… bahkan kalau aku mau aku bisa mengalahkan mu dengan satu serangan” ucap Marcel sambil tersenyum, Grail semakin emosi mendengar itu, “baiklah kalau itu yang kau mau… overdrive…” ucap Grail pelan, “dia akan menggunakan overdrivenya…” ucap Marcel dalam hati, Marcel mengigit bibirnya sendiri, “Neos lindungi aku!!” perintah Marcel ke Neos, “baik tuan Marcel!!” balas Neos, Neos terbang ke arah Marcel dan melindungi tuannya, “HELL FLARE!!” teriak Grail, Red Eyes menembakan api yang sangat besar ke arah Neos dan Marcel, Neos yang berusaha melindungi tuannya mencoba menahan api yang di tembakan oleh Red Eyes, tetapi ternyata usah Neos percuma, api yang di tembakan oleh Red Eyes terlalu kuat untuk di tahan oleh Neos, sehingga terjadi ledakan besar.
“Marcel!!!!” teriak Brendan, “hahahahaha…. AHAHAHAHAHAHA!!!!! Sampai kan salam ku ke guru kita Marcel!!” tawa Grail, Brendan melihat Grail dengan tatapan benci, “kau… berani-beraninya!!” teriak Brendan berlari ke arah Grail dan meembody Valafar, begitu juga dengan Garde yang meembody Blue Eyesnya dan berlari ke arah Grail, “kau tidak akan ku maafkan!!” teriak Brendan, “Brendan kau serang Grail!! Aku akan menyerang Red Eyesnya!!” ucap Garde sambil berlari, tiba-tiba Garde, Brendan, dan Grail merasakan aura yang sangat besar bahkan jauh melebihi Red Eyes, “hentikan… aku sudah bilang jangan ikut campur pertarungan ku…” Garde, Brendan, dan Grail melihat ke arah kepulan asap bekas ledakan tadi.
disana terlihat Marcel yang sudah berlumuran darah di mana-mana, “apa maksud mu kau sudah kalah!!” teriak Garde, Marcel kembali mengangkat tangannya, dan perlahan-lahan Neos yang sudah terluka parah bangkit kembali, “belum… masih belum!!! Bangkitlah Neos!! Neo-Spacian berikan kekuatan kalian ke Neos!! Dan bangkitlah kembali menjadi Divine Neos!!” teriak Marcel, tiba-tiba muncul 6 Aeon berbeda di sekeliling Marcel, mereka berubah menjadi cahaya dan bersatu dengan Neos, dan membentuk Aeon baru yang berarmor emas, bersayap emas, dan terlihat agung, “apa!! Kau masih memiliki kekuatan untuk menggabungkan Aeon tersebut!!” teriak Grail ketakutan, “overdrive… ETERNAL ERADICATOR!!!” teriak Marcel, Divine Neos mulai bersinar terang, kemudian sinar tersebut memasuki tubuh Divine Neos, setelah beberapa detik sinar tersebut meluap kemudian meledak, Red Eyes yang terkena sinar tersebut perlahan-lahan menjadi debu tanpa sisa, “sudah ku bilang kan kalau aku mau aku bisa mengalahkan mu dalam satu serangan saja…” ucap Marcel pelan, kemudian Divine Neos terbang ke arah Grail, Grail yang ketakutan berlari, “to, tolong aku!!” teriak Grail sambil menangis, “jangan lupa minta maaf ke guru ya Grail…” ucap Marcel tersenyum, kemudian Divine Neos memotong tubuh Grail menjadi beberapa bagian, sehingga darah Grail berceceran ke mana-mana dan masing-masing dari bagian tubuh yang terpotong mengeluarkan darah yang banyak.
Brendan dan Garde yang melihat itu menjadi jijik, “padahal kau tidak perlu melakukan sejauh itu…” ucap Garde sambil menahan mual, “tidak aku perlu… itu adalah hukuman untuk dia yang membunuh guru dengan cara yang sama…” ucap Marcel, Marcel berjalan ke arah dinding terdekat kemudian duduk bersender di sana, “kalian pergilah dulu…aku mau beristirahat di sini sambil menunggu Andre…” ucap Marcel, “baiklah… tapi jangan lupa kau harus menyusul” ucap Garde, “ya aku akan menyusul bersama Andre…” balas Marcel, Garde tersenyum dan berbalik pergi bersama Brendan.
“ini sudah lantai ke-5 masih tidak ada siapa-siapa di sini…” ucap Brendan kelelahan karena sudah mencari sampai lantai 5, “sabar… CnG Building berlantai 8 dan yang tersisa adalah Lindwurm, Nando, dan Ryou… pasti di lantai berikutnya ada…” ucap Garde setelah pintu elevator terbuka mereka sudah berada di lantai 6, tidak ada yang special di lantai 6, lantai 6 hanya ruangan berbentuk balok, dan di ujungnya terdapat tangga untuk ke atas, dan dari tangga tersebut turun seseorang yang ternyata adalah Nando.
“wah wah kakak hebat!! Bisa mencapai lantai ini!! oh Brendan-kun kau boleh pergi ke atas!! Di sana Lindwurm sudah menunggu!” ucap Nando tersenyum, “apa yang kau rencanakan?” Tanya Brendan, “hah? Apa maksudmu Brendan-kun?” balas Nando sambil tersenyum, “Brendan pergilah ke atas duluan aku ada urusan dengan dia…” ucap Garde, Brendan menganguk kemudian lari melewati Nando menuju ke tangga, sekilas Brendan melihat senyum licik Nando, “sensei jangan kalah…” ucap Brendan dalam hati sambil menaiki tangga, “wah wah kak Garde mau bertarung?” Tanya Nando, Garde meembody Blue Eyesnya, wajahnya mengeras.
“kita selesaikan urusan kita Nando!!”
TO BE CONTINUED
Apakah Garde akan menang melawan Nando? Better wait next episode
Next Episode:THE DECISION OF WHITE DRAGON!! GARDE VS NANDO
Jumat, 16 Oktober 2009
SPECIAL CHAPTER: FATEFULL MEET IN CRHISTMAS
SPECIAL CHAPTER: FATEFULL MEET IN CRHISTMAS
2 tahun lalu, tanggal 23 Desember 2018 dan di hari bersalju
"tanggal 23 Desember ya... 2 hari lagi natal... tapi aku masih belum bisa menemukan pasangan..." ucap Andre sambil berjalan ke arah sekolahnya, di tengah jalan dia bertemu dengan teman sekelasnya Marcel, Andre berniat menyapa Marcel tetapi dia mengurungkan niatnya ketika melihat Hitagi menghampiri Marcel dan menyapanya, "Marcel sudah memiliki pasangan... mungkin lebih baik aku membiarkan mereka berdua" ucap Andre dalam hati, dan kembali melanjutkan perjalanan ke sekolah sendirian sampai dia mendengar suara, "bersemangatlah tuan!! jangan putus asa!! pasti tuan dapat pasangan kok!!" seru suara itu yang ternyata adalah Subtitoad, Andre tersenyum dan tertawa kecil.
"hahahaha terima kasih atas dukungan mu Subtitoad" balas Andre ke Subtitoad, setelah beberapa menit akhirnya Andre telah sampai di sekolahnya, Andre mengikuti pelajaran seperti hari-hari biasanya, tanpa ada yang special dan tanpa ada yang menemani, setelah pulang sekolah Andre pergi ke taman dan membeli minuman dari vending machine di sana,sampai seorang wanita datang mendekatinya, "kau... kau bukan manusia normal kan?" tanya wanita itu sambil tersenyum, "apa maksudmu?" tanya Andre ke wanita itu, "kau manusia yang memiliki kemampuan unik kan? aku tahu kau bukan manusia biasa! perkenalkan nama ku adalah Suzumiya Haruhi! dan aku hanya tertarik dengan sesuatu yang unik! aku sama sekali tidak tertarik dengan sesuatu yang normal!" Haruhi memperkenalkan dirinya dengan semangat.
"apa-apaan wanita ini? entah kenapa dia terlihat norak
2 tahun lalu, tanggal 23 Desember 2018 dan di hari bersalju
"tanggal 23 Desember ya... 2 hari lagi natal... tapi aku masih belum bisa menemukan pasangan..." ucap Andre sambil berjalan ke arah sekolahnya, di tengah jalan dia bertemu dengan teman sekelasnya Marcel, Andre berniat menyapa Marcel tetapi dia mengurungkan niatnya ketika melihat Hitagi menghampiri Marcel dan menyapanya, "Marcel sudah memiliki pasangan... mungkin lebih baik aku membiarkan mereka berdua" ucap Andre dalam hati, dan kembali melanjutkan perjalanan ke sekolah sendirian sampai dia mendengar suara, "bersemangatlah tuan!! jangan putus asa!! pasti tuan dapat pasangan kok!!" seru suara itu yang ternyata adalah Subtitoad, Andre tersenyum dan tertawa kecil.
"hahahaha terima kasih atas dukungan mu Subtitoad" balas Andre ke Subtitoad, setelah beberapa menit akhirnya Andre telah sampai di sekolahnya, Andre mengikuti pelajaran seperti hari-hari biasanya, tanpa ada yang special dan tanpa ada yang menemani, setelah pulang sekolah Andre pergi ke taman dan membeli minuman dari vending machine di sana,sampai seorang wanita datang mendekatinya, "kau... kau bukan manusia normal kan?" tanya wanita itu sambil tersenyum, "apa maksudmu?" tanya Andre ke wanita itu, "kau manusia yang memiliki kemampuan unik kan? aku tahu kau bukan manusia biasa! perkenalkan nama ku adalah Suzumiya Haruhi! dan aku hanya tertarik dengan sesuatu yang unik! aku sama sekali tidak tertarik dengan sesuatu yang normal!" Haruhi memperkenalkan dirinya dengan semangat.
"apa-apaan wanita ini? entah kenapa dia terlihat norak
Kamis, 15 Oktober 2009
CHAPTER 12: WHO STRONGER!? ANDRE VS KENNY
CHAPTER 12: WHO STRONGER!? ANDRE VS KENNY
“ya aku janji pada mu Shana aku akan menolong Ryou…” ucap Brendan dalam hati, mereka pun memasuki CnG building tetapi ternyata di lobby sudah ada seseorang yang menunggu yang tak lain dan tak bukan adalah 1 dari 5 jendral naga yaitu Kenny.
“akhirnya kalian datang juga!! Tapi langkah kalian akan terhenti di sini!!” ucap Kenny, “pergilah duluan… biar aku yang mengurus di sini aku masih ada dendam dengan dia…” ucap Andre, sambil menyuruh mereka pergi, “kau yakin?” Tanya Marcel, Andre menganguk petanda dirinya yakin, “baiklah ayo kita pergi!” ucap Marcel memberi komando dan berlari melewati Kenny, tiba-tiba Kenny memanggil Light and Darkness Dragonnya, “aku tidak akan membiarkan kalian masuk lebih dalam!!” teriak Kenny, lalu Light and Darkness menembakan projectile putih ke arah Brendan dan yang lainnya, tetapi sebelum projectile tersebut mengenai Brendan tiba-tiba muncul Treeborn Frog yang melindungi Brendan dan yang lainnya dari projectile tersebut, “dan aku tidak akan membiarkanmu menghalangi mereka!!” teriak Andre, Brendan dan yang lain pun berhasil masuk lebih dalam, Kenny melihat Andre dengan muka yang kesal, “baiklah kalau itu mau mu aku akan membunuhmu…”
sementara Brendan dan yang lain masih berlari untuk memasuki CnG building lebih dalam, “kau yakin Andre tidak akan apa-apa?” Tanya Brendan ke Marcel, Marcel tersenyum, “mungkin sekilas dia terlihat seperti yang terlemah di antara kita… tapi sebenarnya mungkin dialah yang terkuat di antara kita… selama ini dia hanya menggunakan 10% dari kekuatannya karena harus menjaga segel Rainbow Cristal jadi menurutku dia tidak akan apa-apa… tidak dia sudah pasti menang!!” jawab Marcel yakin, “aku juga merasakannya di antara kita dia adalah satu-satunya orang yang memiliki aura terbesar di sini” ucap Garde, “baiklah kalau kalian berbicara begitu kalau begitu aku juga harus percaya kepada Andre…” balas Brendan, mereka pun melanjutkan perjalanan mereka untuk memasuki CnG building lebih dalam.
“kau keras kepala sekali ya padahal sebelumnya kau sempat kalah melawanku...” ucap Kenny, “ya waktu itu aku kurang persiapan tapi kali ini tidak akan lagi aku kalah...” balas Andre, Andre pun memangil Subtitoad yang tiba-tiba berubah menjadi kodok bertanduk, “cish apa itu? aku akan mengalahkannya dengan mudah!!” teriak Kenny, Light and Darkness menembakan projectile-projectile cahayanya ke arah kodok itu, tetapi kodok itu behasil menghindari semua serangan Light and Darkness, “jangan meremehkan Uni Frog!!” teriak Andre, tiba-tiba tanduk milik Uni Frog bercahaya, dan menembakan petir ke arah Light and Darkness, petir tersebut berhasil mengenai Light and Darkness dan membuatnya tidak bisa bergerak untuk beberapa menit, Uni Frog kembali berubah menjadi Subtitoad dan berubah lagi menjadi kodok bewarna hitam dan bercorak merah, “maju lah!! Beelze Frog!!” teriak Andre, Beelze memulai mencharge air di mulutnya dan kemudian menembakannya ke arah Light and Darkness Dragon yang sedang tidak bisa bergerak karena serangan Uni Frog tadi sehingga terjadi ledakan air yang besar dan ketika ledakan sudah mereda, terlihat Light and Darkness yang telah membeku.
“mustahil!!” teriak Kenny terkejut, “masih belum!!” ucap Andre, Beelze Frog kembali berubah menjadi Des Frog yang terbang ke arah Light and Darkness dan meledakan dirinya sehingga Light and Darkness yang membeku mulai retak dan akhirnya pecah menjadi berkeping-keping, “jangan senang dulu!!” teriak Kenny, yang kemudian memanggil Light and Darkness untuk kedua kalinya, dan setelah Andre melihat pecahan es, Andre kaget karena ternyata es tersebut sudah kosong, “begitu sebelum Des Frog meledakkan diri kau mengembalikan Light and Darkness ke dimensinya sehingga dia tidak terkena imbas ledakan dan kau memanggilnya lagi sekarang...” ucap Andre yang agak terkejut dengan taktik Kenny.
“yaa apa kau terkejut? Kekuatan jendral naga tidaklah selemah ini!!” teriak Kenny, kemudian Light and Darkness kembali menembakan projectile-projectile cahayanya ke arah Andre, Andre berhasil menghindari beberapa tetapi ada juga beberapa yang mengenai Andre sehingga membuat luka di beberapa bagian tubuh Andre, “cish aku tak menyangka kalau dia punya taktik seperti ini... apalagi sekarang serangannya makin lama makin cepat... aku harus hati-hati...” ucap Andre dalam hati, tiba-tiba tanpa Andre sadari ada 1 projectile yang mengarah ke Andre, dan Andre terlalu lambat untuk bereaksi, “sial!!” teriak Andre, Andre pun terlempar ke belakang karena terkena projectile cahaya tersebut, “apakah hanya segitu kekuatan mu hah?” tanya Kenny, Andre kembali berdiri dan membersihkan darah yang keluar dari mulutnya, “aku salah...” ucap Andre, Kenny tidak mengerti apa yang di maksud oleh Andre.
“apa maksudmu dengan kata-kata aku salah tadi hah?” tanya Kenny ke Andre sambil menatapnya dengan tajam, “aku kira hanya dengan 15% kekuatan ku aku bisa mengalahkan mu tetapi ternyata tidak... mungkin harus 25% atau 30% untuk mengalahkan mu...” ucap Andre sambil tertawa dengan nada yang mengejek, Kenny yang mendengar itu menjadi sangat kesal, “kau!! Jangan main-main lagi!! Keluarkan semua kekuatan mu!!” teriak Kenny dengan nada yang sangat kesal, “kalau aku mengeluarkan 100% maka pertarungan ini tidak akan seru karena akan selesai dengan cepat” ucap Andre, Kenny semakin marah, “kau!! Baiklah kalau begitu kau akan ku hancurkan!! Overdrive!!! Chaos Flare!!” teriak Kenny, Light and Darkness menembakan cahaya bewarna hitam dan putih secara bersamaan yang menjadi satu cahaya dan mengarah ke arah Andre, Andre tersenyum, “sudah kuduga kau masih anak-anak kau jatuh lagi ke jebakan yang sama!! Froggy Forcefield!!” teriak Andre, Des Frog milik Andre di lindungi oleh aura yang membentuk bola dan membalikan semua serangan Light and Darkness ke tuannya dan membuat Light and Darkness roboh, “kau juga sama!! Kau masuk perangkap yang sama lagi!!” teriak Kenny, dan dari mayat Light and Darkness muncullah bayangan hitam yang membentuk Dark End Dragon.
“tidak aku tidak masuk jebakan yang sama!! Beelze Frog!!” teriak Andre, dan Des Frog milik Andre kembali berubah menjadi Subtitoad yang berubah lagi menjadi Beelze Frog yang menembakan air ke arah Dark End Dragon yang masih belum sempurna sehingga bayangan tersebut membeku, “mustahil!!” teriak Kenny, Andre tersenyum, “selama Dark End belum mengambil wujudnya dia hanya lah cahaya hitam yang tidak berbentuk” ucap Andre dengan senang, Beelze Frog milik Andre kembali menjadi Subtitoad dan berubah lagi menjadi kodok yang mengenakan baju penyelam dan membawa tombak, Andre tersenyum, “hancurkan dia... Submarine Frog!!” perintah Andre, Submarine terbang ke arah Dark End yang membeku kemudian memotongnya dengan tombaknya hingga beberapa bagian, “aku yang menang...” ucap Andre sambil melihat Kenny, Kenny hanya tersenyum, “memangnya ada yang bilang kalo naga ku cuman 2?” tanya Kenny ke Andre, Andre langsung terkejut, “jangan bilang!!” belum selesai Andre berbicara, bayangan hitam yang tadi akan membentuk Dark End kembali bersatu dan berubah warna menjadi putih dan membentuk sesuatu yang baru.
“hehehehehehehehehe... ahahahahahahaha!!! Ya aku memiliki 3 naga!! Muncullah Light End Dragon!!” teriak Kenny, bayangan tersebut membentuk naga putih yang terlihat agung, Andre terkejut dia kira dia sudah mengalahkan Kenny tapi ternyata belum, “apa aku bilang!! Kau jatuh ke perangkap yang sama!! Holy Breath!!” teriak Kenny, kemudian Light End menembakan cahaya putih dari mulutnya dan tepat mengenai Andre, sehingga Andre tebawa sinar tersebut ke belakang dan terjadilah ledakan yang besar, setelah asap menipis terlihat Andre yang sudah berlumuran darah, “kau yang kalah!!!” ucap Kenny berbalik, “tidak kau yang kalah...” ucap Andre pelan, Kenny langsung menoleh ke belakang dan melihat Andre yang berlumuran darah berdiri.
“kau!! Masih mau bertarung?! Padahal sudah terluka parah!! Tapi masih mau bertarung?!” ucap Kenny yang sedikit ketakutan, “kalo aku kalah di sini maka mereka akan kecewa... kalau aku kalah di sini aku tidak memiliki muka lagi untuk menatap teman-teman ku!! Dan aku...” ucap Andre pelan, tiba-tiba terbayang wajah Haruhi yang selalu ceria, dan juga ingatan Andre bersama Haruhi, ingatan tersebut terus berputar di pikiran Andre, “dan aku harus menemui Haruhi lagi dalam keadaan selamat!! Kalau tidak Haruhi akan kecewa denganku!!” ucap Andre, Andre memanggil 3 Des Frog, dan tiba-tiba Des Frog tersebut menjadi cahaya yang membentuk kodok raksasa, “kalau kau punya senjata terakhir maka aku juga punya!! Muncullah D.3.S Frog!!” teriak Andre, yang memunculkan kodok raksasa, Kenny terkejut melihat itu, “begitu kalau begitu ini adalah serangan terakhir...” ucap Kenny ke Andre, “ya serangan terakhir... serangan ini akan membuktikan siapa yang lebih kuat...” ucap Andre.
“overdrive...” ucap Andre dan Kenny bersamaan, sementara Light End mencharge cahaya di mulutnya dan D.3.S mencharge air di mulutnya, “LIGHT OF SALVATION!!” teriak Kenny, Light End menembakan cahaya putih yang sangat terang dan besar ke arah D.3.S Frog dan Andre, “AQUA STREAM!!” teriak Andre, kemudian D.3.S Frog milik Andre menembakan air bertekanan tinggi ke arah Light End dan Kenny, cahaya milik Light End dan air milik D.3.S Frog saling beradu, “aku... aku sudah janji pada Haruhi akan kembali!! Aku tidak bisa kalah di sini!!” teriak Andre, dan air yang di tembakan Andre semakin kencang dan kuat, dan akhirnya air tersebut memecah cahaya yang ditembakan oleh Light End dan mengarah langsung ke Kenny, “i, ini!! Tidak mungkin!!” teriak Kenny, air tersebut mengenai Kenny dan mendorongnya sampai ke tembok di belakangnya, tembok tersebut retak karena tekanan air yang di tembakan oleh D.3.S Frog, begitu juga dengan tubuh Kenny yang agak remuk karena tekanan air yang kuat, Kenny tidak sadarkan diri dalam keadaan tubuh yang berlumuran darah, sementara Light End Dragon perlahan-lahan menghilang karena tuannya yang sudah tidak sadarkan diri lagi.
“Haruhi aku menang aku akan kembali kepada mu... tapi sekarang biarkan aku beristirahat...” ucap Andre sambil tersenyum dan menutup matanya, lalu perlahan-lahan Andre jatuh dan tidak sadarkan diri karena sudah kehabisan stamina dan aura, D.3.S Frog milik Andre juga perlahan-lahan menghilang seperti Light End karena Andre yang sudah tidak sadarkan diri.
Sementara Brendan dan yang lainnya sudah mencapai lantai 2 di sana berdiri seorang lelaki berambut pirang dan rambutnya agak jabrik, orang tersebut mengenakan jaket bewarna hitam, orang tersebut tersenyum, dan kemudian dia melihat Marcel, Marcel yang melihat orang itu bergetar, “ka, kamu...” ucap Marcel pelan.
“perkenalkan nama ku adalah Grail dan aku adalah jendral naga ke-5”
TO BE CONTINUED
Siapakah Grail sebenarnya? dan apakah hubungan Grail dengan Marcel? Better wait for next episode
Next Episode:POWER OF NEO-SPACIAN!! MARCEL VS GRAIL!!
“ya aku janji pada mu Shana aku akan menolong Ryou…” ucap Brendan dalam hati, mereka pun memasuki CnG building tetapi ternyata di lobby sudah ada seseorang yang menunggu yang tak lain dan tak bukan adalah 1 dari 5 jendral naga yaitu Kenny.
“akhirnya kalian datang juga!! Tapi langkah kalian akan terhenti di sini!!” ucap Kenny, “pergilah duluan… biar aku yang mengurus di sini aku masih ada dendam dengan dia…” ucap Andre, sambil menyuruh mereka pergi, “kau yakin?” Tanya Marcel, Andre menganguk petanda dirinya yakin, “baiklah ayo kita pergi!” ucap Marcel memberi komando dan berlari melewati Kenny, tiba-tiba Kenny memanggil Light and Darkness Dragonnya, “aku tidak akan membiarkan kalian masuk lebih dalam!!” teriak Kenny, lalu Light and Darkness menembakan projectile putih ke arah Brendan dan yang lainnya, tetapi sebelum projectile tersebut mengenai Brendan tiba-tiba muncul Treeborn Frog yang melindungi Brendan dan yang lainnya dari projectile tersebut, “dan aku tidak akan membiarkanmu menghalangi mereka!!” teriak Andre, Brendan dan yang lain pun berhasil masuk lebih dalam, Kenny melihat Andre dengan muka yang kesal, “baiklah kalau itu mau mu aku akan membunuhmu…”
sementara Brendan dan yang lain masih berlari untuk memasuki CnG building lebih dalam, “kau yakin Andre tidak akan apa-apa?” Tanya Brendan ke Marcel, Marcel tersenyum, “mungkin sekilas dia terlihat seperti yang terlemah di antara kita… tapi sebenarnya mungkin dialah yang terkuat di antara kita… selama ini dia hanya menggunakan 10% dari kekuatannya karena harus menjaga segel Rainbow Cristal jadi menurutku dia tidak akan apa-apa… tidak dia sudah pasti menang!!” jawab Marcel yakin, “aku juga merasakannya di antara kita dia adalah satu-satunya orang yang memiliki aura terbesar di sini” ucap Garde, “baiklah kalau kalian berbicara begitu kalau begitu aku juga harus percaya kepada Andre…” balas Brendan, mereka pun melanjutkan perjalanan mereka untuk memasuki CnG building lebih dalam.
“kau keras kepala sekali ya padahal sebelumnya kau sempat kalah melawanku...” ucap Kenny, “ya waktu itu aku kurang persiapan tapi kali ini tidak akan lagi aku kalah...” balas Andre, Andre pun memangil Subtitoad yang tiba-tiba berubah menjadi kodok bertanduk, “cish apa itu? aku akan mengalahkannya dengan mudah!!” teriak Kenny, Light and Darkness menembakan projectile-projectile cahayanya ke arah kodok itu, tetapi kodok itu behasil menghindari semua serangan Light and Darkness, “jangan meremehkan Uni Frog!!” teriak Andre, tiba-tiba tanduk milik Uni Frog bercahaya, dan menembakan petir ke arah Light and Darkness, petir tersebut berhasil mengenai Light and Darkness dan membuatnya tidak bisa bergerak untuk beberapa menit, Uni Frog kembali berubah menjadi Subtitoad dan berubah lagi menjadi kodok bewarna hitam dan bercorak merah, “maju lah!! Beelze Frog!!” teriak Andre, Beelze memulai mencharge air di mulutnya dan kemudian menembakannya ke arah Light and Darkness Dragon yang sedang tidak bisa bergerak karena serangan Uni Frog tadi sehingga terjadi ledakan air yang besar dan ketika ledakan sudah mereda, terlihat Light and Darkness yang telah membeku.
“mustahil!!” teriak Kenny terkejut, “masih belum!!” ucap Andre, Beelze Frog kembali berubah menjadi Des Frog yang terbang ke arah Light and Darkness dan meledakan dirinya sehingga Light and Darkness yang membeku mulai retak dan akhirnya pecah menjadi berkeping-keping, “jangan senang dulu!!” teriak Kenny, yang kemudian memanggil Light and Darkness untuk kedua kalinya, dan setelah Andre melihat pecahan es, Andre kaget karena ternyata es tersebut sudah kosong, “begitu sebelum Des Frog meledakkan diri kau mengembalikan Light and Darkness ke dimensinya sehingga dia tidak terkena imbas ledakan dan kau memanggilnya lagi sekarang...” ucap Andre yang agak terkejut dengan taktik Kenny.
“yaa apa kau terkejut? Kekuatan jendral naga tidaklah selemah ini!!” teriak Kenny, kemudian Light and Darkness kembali menembakan projectile-projectile cahayanya ke arah Andre, Andre berhasil menghindari beberapa tetapi ada juga beberapa yang mengenai Andre sehingga membuat luka di beberapa bagian tubuh Andre, “cish aku tak menyangka kalau dia punya taktik seperti ini... apalagi sekarang serangannya makin lama makin cepat... aku harus hati-hati...” ucap Andre dalam hati, tiba-tiba tanpa Andre sadari ada 1 projectile yang mengarah ke Andre, dan Andre terlalu lambat untuk bereaksi, “sial!!” teriak Andre, Andre pun terlempar ke belakang karena terkena projectile cahaya tersebut, “apakah hanya segitu kekuatan mu hah?” tanya Kenny, Andre kembali berdiri dan membersihkan darah yang keluar dari mulutnya, “aku salah...” ucap Andre, Kenny tidak mengerti apa yang di maksud oleh Andre.
“apa maksudmu dengan kata-kata aku salah tadi hah?” tanya Kenny ke Andre sambil menatapnya dengan tajam, “aku kira hanya dengan 15% kekuatan ku aku bisa mengalahkan mu tetapi ternyata tidak... mungkin harus 25% atau 30% untuk mengalahkan mu...” ucap Andre sambil tertawa dengan nada yang mengejek, Kenny yang mendengar itu menjadi sangat kesal, “kau!! Jangan main-main lagi!! Keluarkan semua kekuatan mu!!” teriak Kenny dengan nada yang sangat kesal, “kalau aku mengeluarkan 100% maka pertarungan ini tidak akan seru karena akan selesai dengan cepat” ucap Andre, Kenny semakin marah, “kau!! Baiklah kalau begitu kau akan ku hancurkan!! Overdrive!!! Chaos Flare!!” teriak Kenny, Light and Darkness menembakan cahaya bewarna hitam dan putih secara bersamaan yang menjadi satu cahaya dan mengarah ke arah Andre, Andre tersenyum, “sudah kuduga kau masih anak-anak kau jatuh lagi ke jebakan yang sama!! Froggy Forcefield!!” teriak Andre, Des Frog milik Andre di lindungi oleh aura yang membentuk bola dan membalikan semua serangan Light and Darkness ke tuannya dan membuat Light and Darkness roboh, “kau juga sama!! Kau masuk perangkap yang sama lagi!!” teriak Kenny, dan dari mayat Light and Darkness muncullah bayangan hitam yang membentuk Dark End Dragon.
“tidak aku tidak masuk jebakan yang sama!! Beelze Frog!!” teriak Andre, dan Des Frog milik Andre kembali berubah menjadi Subtitoad yang berubah lagi menjadi Beelze Frog yang menembakan air ke arah Dark End Dragon yang masih belum sempurna sehingga bayangan tersebut membeku, “mustahil!!” teriak Kenny, Andre tersenyum, “selama Dark End belum mengambil wujudnya dia hanya lah cahaya hitam yang tidak berbentuk” ucap Andre dengan senang, Beelze Frog milik Andre kembali menjadi Subtitoad dan berubah lagi menjadi kodok yang mengenakan baju penyelam dan membawa tombak, Andre tersenyum, “hancurkan dia... Submarine Frog!!” perintah Andre, Submarine terbang ke arah Dark End yang membeku kemudian memotongnya dengan tombaknya hingga beberapa bagian, “aku yang menang...” ucap Andre sambil melihat Kenny, Kenny hanya tersenyum, “memangnya ada yang bilang kalo naga ku cuman 2?” tanya Kenny ke Andre, Andre langsung terkejut, “jangan bilang!!” belum selesai Andre berbicara, bayangan hitam yang tadi akan membentuk Dark End kembali bersatu dan berubah warna menjadi putih dan membentuk sesuatu yang baru.
“hehehehehehehehehe... ahahahahahahaha!!! Ya aku memiliki 3 naga!! Muncullah Light End Dragon!!” teriak Kenny, bayangan tersebut membentuk naga putih yang terlihat agung, Andre terkejut dia kira dia sudah mengalahkan Kenny tapi ternyata belum, “apa aku bilang!! Kau jatuh ke perangkap yang sama!! Holy Breath!!” teriak Kenny, kemudian Light End menembakan cahaya putih dari mulutnya dan tepat mengenai Andre, sehingga Andre tebawa sinar tersebut ke belakang dan terjadilah ledakan yang besar, setelah asap menipis terlihat Andre yang sudah berlumuran darah, “kau yang kalah!!!” ucap Kenny berbalik, “tidak kau yang kalah...” ucap Andre pelan, Kenny langsung menoleh ke belakang dan melihat Andre yang berlumuran darah berdiri.
“kau!! Masih mau bertarung?! Padahal sudah terluka parah!! Tapi masih mau bertarung?!” ucap Kenny yang sedikit ketakutan, “kalo aku kalah di sini maka mereka akan kecewa... kalau aku kalah di sini aku tidak memiliki muka lagi untuk menatap teman-teman ku!! Dan aku...” ucap Andre pelan, tiba-tiba terbayang wajah Haruhi yang selalu ceria, dan juga ingatan Andre bersama Haruhi, ingatan tersebut terus berputar di pikiran Andre, “dan aku harus menemui Haruhi lagi dalam keadaan selamat!! Kalau tidak Haruhi akan kecewa denganku!!” ucap Andre, Andre memanggil 3 Des Frog, dan tiba-tiba Des Frog tersebut menjadi cahaya yang membentuk kodok raksasa, “kalau kau punya senjata terakhir maka aku juga punya!! Muncullah D.3.S Frog!!” teriak Andre, yang memunculkan kodok raksasa, Kenny terkejut melihat itu, “begitu kalau begitu ini adalah serangan terakhir...” ucap Kenny ke Andre, “ya serangan terakhir... serangan ini akan membuktikan siapa yang lebih kuat...” ucap Andre.
“overdrive...” ucap Andre dan Kenny bersamaan, sementara Light End mencharge cahaya di mulutnya dan D.3.S mencharge air di mulutnya, “LIGHT OF SALVATION!!” teriak Kenny, Light End menembakan cahaya putih yang sangat terang dan besar ke arah D.3.S Frog dan Andre, “AQUA STREAM!!” teriak Andre, kemudian D.3.S Frog milik Andre menembakan air bertekanan tinggi ke arah Light End dan Kenny, cahaya milik Light End dan air milik D.3.S Frog saling beradu, “aku... aku sudah janji pada Haruhi akan kembali!! Aku tidak bisa kalah di sini!!” teriak Andre, dan air yang di tembakan Andre semakin kencang dan kuat, dan akhirnya air tersebut memecah cahaya yang ditembakan oleh Light End dan mengarah langsung ke Kenny, “i, ini!! Tidak mungkin!!” teriak Kenny, air tersebut mengenai Kenny dan mendorongnya sampai ke tembok di belakangnya, tembok tersebut retak karena tekanan air yang di tembakan oleh D.3.S Frog, begitu juga dengan tubuh Kenny yang agak remuk karena tekanan air yang kuat, Kenny tidak sadarkan diri dalam keadaan tubuh yang berlumuran darah, sementara Light End Dragon perlahan-lahan menghilang karena tuannya yang sudah tidak sadarkan diri lagi.
“Haruhi aku menang aku akan kembali kepada mu... tapi sekarang biarkan aku beristirahat...” ucap Andre sambil tersenyum dan menutup matanya, lalu perlahan-lahan Andre jatuh dan tidak sadarkan diri karena sudah kehabisan stamina dan aura, D.3.S Frog milik Andre juga perlahan-lahan menghilang seperti Light End karena Andre yang sudah tidak sadarkan diri.
Sementara Brendan dan yang lainnya sudah mencapai lantai 2 di sana berdiri seorang lelaki berambut pirang dan rambutnya agak jabrik, orang tersebut mengenakan jaket bewarna hitam, orang tersebut tersenyum, dan kemudian dia melihat Marcel, Marcel yang melihat orang itu bergetar, “ka, kamu...” ucap Marcel pelan.
“perkenalkan nama ku adalah Grail dan aku adalah jendral naga ke-5”
TO BE CONTINUED
Siapakah Grail sebenarnya? dan apakah hubungan Grail dengan Marcel? Better wait for next episode
Next Episode:POWER OF NEO-SPACIAN!! MARCEL VS GRAIL!!
Rabu, 14 Oktober 2009
CHAPTER 11: ASSAULT TO ENEMY HQ!!
CHAPTER 11: ASSAULT TO ENEMY HQ!!
“aku kembali, semuanya” ucap Brendan pelan tersenyum, ”sudah kuduga kau akan kembali Brendan” ucap Garde, “sial, Cain!!!” Kain pun kembali berganti menjadi Cain dan mengeluarkan Black Rose Dragon yang menyerang secara membabi buta, “hmm masih belum menyerah ya? Maju Rainbow Neos!” seru Marcel, Rainbow Neos kembali terbang ke arah Black Rose, “aku tidak akan membiarkanmu!! Black Rose!!!” teriak Cain, tiba-tiba Black Rose menembakan api yang sangat besar ke arah Neos, dan tepat mengenainya sehingga terjadi ledakan besar, ketika asap mulai menipis yang terlihat dari kepulan asap itu hanyalah baju zirah milik Neos.
“hahahaha aku menang! Aku bisa menang Kain!” tawa Cain senang, tiba-tiba muncul bayangan hitam di belakang Black Rose, “jangan meremehkan Neos!! Inilah kekuatan dari Aeon terbaruku Neo Spacian!! Maju!! CHAOS NEOS!!” ternyata bayangan itu adalah Neos, hanya saja kali ini penampilan Neos benar-benar berubah, Neos mengenakan armor biru, memiliki sayap, bewarna hitam, dan kepalanya terlihat seperti kucing, Chaos Neos memukul Black Rose sampai jatuh ke tanah.
“sekarang!!! Subtitoad!!” muncul beratus-ratus Subtitoad di sekeliling Black Rose yang berubah menjadi Des Frog yang kemudian meledakan diri di sekeliling Black Rose,
“aku masih belum boleh kalah!! Black Rose bangkitlah!!” perintah Cain, Black Rose kembali bangkit dan menembakan api ke arah Chaos Neos dan Subtitoad, tapi keduanya berhasil menghindar, “serahkan sisanya kepada ku!!” teriak Brendan, Brendan me embody Doom dan terbang ke arah Black Rose, kemudian tiba-tiba tangan Brendan di selimuti oleh api bewarna emas yang membentuk pedang bewarna merah, bermata pedang emas, dan memiliki lambang Core Chimail di gagangnya, “Valafar ini adalah pertarungan pertama kita…” ucap Brendan pelan, “hmm… dengan ini kita bisa tahu seberapa besar kekuatan kita…” ucap Valafar yang berada di dalam tubuh Brendan.
“jangan sombong!! Overdrive!! Omega Flare!!” perintah Cain, Black Rose mencharge api yang sangat besar dan menembakannya ke arah Brendan, Brendan kemudian menebas api tersebut dan menghisapnya ke dalam pedang, “kau terlalu naïf Cain!! Pedang milikku memiliki kemampuan untuk menghisap api dan menembakan api!!! inilah kekuatan Valafar!!” Brendan mengarahkan pedangnya ke arah Black Rose, “Fire Breath!!” pedang Brendan menyala terang dan mengeluarkan api yang di tembakan ke arah Black Rose yang kemudian membakar Black Rose menjadi debu, “a, apa ini!! mustahil!!” Cain terkejut melihat Black Rose yang terbakar sampai habis, “sayang sekali Cain api milik Valafar adalah api dari neraka, dia akan membakar habis semua yang di bakarnya menjadi debu…” ucap Brendan, Cain yang merasa tidak memiliki kesempatan melarikan diri, Brendan mengejarnya tetapi di tahan oleh Andre.
“jangan dia pasti memiliki alasan di balik semua ini, lebih baik sekarang kita membicarakan taktik untuk menyerang Ryou” ucap Andre, mereka pun kembali ke dalam mansion dan merencanakan taktik untuk menyerang Ryou, “sebenarnya bukan Ryou yang salah…” ucap Brendan tiba-tiba, “apa maksud mu?” Tanya Marcel ke Brendan, “semua dalang di balik ini adalah Fernando Halim dialah yang pantas di salahkan” ucap Brendan pelan, “kenapa kau sampai pada kesimpulan itu?” Tanya Andre, “sebelum aku bertemu Valafar aku melihat masa lalu Ashley… terlihat di sana bahwa Fernando mengajak mereka bekerja sama… mereka hanya di jadikan alat” ucap Brendan lagi, “sudah kuduga itu kerjaan si Nando” balas Garde, setelah itu mereka kembali membahas serangan ke Ryou, “baiklah kalau begitu semua setuju!? Kita akan menyerang gedung CnG tempat Ryou berada!!” teriak Marcel bersemangat, “yosh!!” jawab semuanya bersamaan.
Hinagiku sedang sendirian di halaman belakang sampai Brendan datang menemuinya dan menyapanya, “hai Hina-Chan” sapa Brendan, “moou! Sudah kubilang berhenti menggunakan Chan di namaku!!” ucap Hinagiku, Brendan hanya tertawa saja, “maukah kau berjalan-jalan bersama ku?” Tanya Brendan wajah Hinagiku memerah, “ba, baiklah hanya jalan-jalan saja kan?” ucap Hinagiku pelan, Brendan tersenyum “ya hanya jalan-jalan” Brendan pun menarik Hinagiku keluar mansion dan menuju perkotaan, “hen,. Hentikan! Jangan menarik ku” ucap Hinagiku, “oh maaf baiklah aku tidak akan menarik mu lagi” ucap Brendan sambil melepaskan tangan Hinagiku, “mungkin kalo bergandengan tidak apa-apa” ucap Hinagiku pelan, Brendan kembali tersenyum dan memegang tangan Hinagiku, mereka pun kembali berjalan-jalan di kota dan singgah di beberapa tempat, Hinagiku terlihat senang dengan beberapa tempat yang di singgahi mereka, “Hinagiku terlihat manis jika dia senang… yosh aku akan mengatakannya malam ini…” ucap Brendan dalam hati sambil terus-menerus melihat wajah Hinagiku, Hinagiku sadar Brendan menatap wajahnya dari tadi.
“ke, kenapa kau menatap wajahku seperti itu?” ucap Hinagiku, Brendan yang sadar kalo Hinagiku menyadari wajahnya di tatap olehnya langsung menoleh ke arah lain, “ti, tidak ada apa-apa” ucap Brendan, sementara genggaman tangan Brendan semakin kencang, “loh Brendan?” Brendan menoleh dan melihat Andre yang sedang bergandengan tangan dengan Haruhi, Andre mendekati Brendan dan membisikan sesuatu ke Brendan, “kau ingin ‘menyatakan’ cintamu kan?” ucap Andre pelan dengan nada menggoda dan penekanan di kata-kata ‘menyatakan’, muka Brendan langsung memerah, “memangnya kau tidak?” ucap Brendan, “hahahahahaha kau terlalu naïf Brendan! Aku dan Haruhi sudah menjalin hubungan itu sudah sejak lama” tawa Andre, Hinagiku bingung apa yang dibicarakan Andre dengan Brendan, “bagaimana kalau kita makan sama-sama tidak masalahkan Haruhi” Tanya Andre tersenyum, “tentu saja tidak!” balas Haruhi bersemangat, mereka pun berjalan ke restoran terdekat di sana mereka bertemu dengan Garde yang ternyata juga sedang makan, Garde yang melihat tangan Brendan dan Hinagiku bergandengan langsung tersenyum licik dan entah kenapa kaca matanya terlihat menyilaukan, “oh~ ada Brendan-kun ayo sini duduk sama Sensei, Andre juga ayo” ucap Garde dengan nada yang aneh, mereka pun makan bersama di sana, tiba-tiba Garde menanyakan sesuatu ke Brendan, “jadi di mana kau akan menyatakannya?” Tanya Garde, Brendan langsung tersedak dan menyemburkan air yang di minumnya, Garde, Andre, dan Haruhi tertawa terbahak-bahak, sementara Hinagiku tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh Garde dan Andre dari tadi, Brendan pun menjadi sangat kesal “BERHENTI MENGGODA KU!!!” teriak Brendan.
Hari sudah hampir menjelang malam, Brendan dan Hinagiku sedang dalam perjalanan pulang, “Hi, Hina sebenarnya aku ingin mengajak mu ke suatu tempat lagi…” ucap Brendan gugup, “kemana?” Tanya Hinagiku, “ikut aku!” ucap Brendan, kemudian Brendan menarik tangan Hinagiku lagi dan membawanya ke sebuah taman yang di penuhi oleh sakura, Hinagiku takjub melihat taman itu, “indahnya…” ucap Hinagiku pelan, “indah kan?” Tanya Brendan tersenyum, kemudian Brendan merogoh kantungnya dan mengeluarkan sebungkus coklat, “Hina aku sebenarnya…” muka Brendan memerah, “kenapa Brendan kau ingin mengatakan apa?” Tanya Hinagiku tersenyum, muka Brendan tambah merah dan menjadi lebih gugup, “aku, aku sebenarnya… sebenarnya aku mencintai mu!!” ucap Brendan, muka Hinagiku memerah, “a, apa?” Tanya Hinagiku memerah, “a, ah bukan apa-apa!” Brendan memberikan coklat tersebut ke Hinagiku dan berlari ke arah mansion milik Marcel, meninggalkan Hinagiku yang masih terdiam di sana.
Keesokan harinya semua sudah siap berangkat menuju CnG Building untuk melakukan serangan balik, “mengerti apa pun yang terjadi jangan sampai ada yang meninggal kita akan pulang bersama-sama dalam keadaan hidup!” ucap Garde ke semuanya, kemudian Garde melihat ke arah Brendan yang melamun, “Brendan-kun? Kenapa melamun?” Tanya Garde tersenyum, Brendan tersadar dari lamunannya, “ah tidak! Tidak apa-apa!” jawab Brendan, “baiklah kalau begitu kita berangkat sekarang” ucap Garde, semuanya berbalik untuk meninggalkan mansion milik Marcel, “tunggu!!” teriak seseorang, semuanya kembali menoleh ke belakang dan melihat Hinagiku berlari ke arah mereka, Hinagiku berhenti di depan Brendan dalam keadaan kehabisan napas karena berlari, tiba-tiba Hinagiku menarik kerah baju Brendan dan menciumnya, setelah beberapa menit Hinagiku melepasnya, muka Brendan memerah, “kembalilah aku akan memberikan jawabannya kalau kau kembali dengan selamat…” ucap Hinagiku memerah, Brendan tersenyum “ya… aku pasti kembali” jawab Brendan, merekapun berbalik dan pergi, sementara Hinagiku, Hitagi, dan Haruhi hanya bisa melihat kepergian mereka.
Setelah berjalan cukup jauh akhirnya mereka sampai di depan CnG Building, tiba-tiba pemandangan berubah menjadi merah, Brendan melihat sekeliling, Garde, Marcel, dan Andre sama sekali tidak bisa bergerak seperti patung, “Fuzetsu…” Brendan menoleh ke arah suara itu dan melihat Shana di sana, “kau…” Brendan melihat Shana, tiba-tiba Shana melompat ke arah Brendan dan mengeluarkan Nietono no Shana miliknya dan menebaskannya ke Brendan, Brendan berhasil menghindarinya, kemudian Brendan menembakan api ke arah Shana, tetapi Shana melompat menghindarinya dan menendang Brendan setelah itu dia mengayunkan katananya dan menebas Brendan sehingga Brendan mengeluarkan darah yang banyak, seketika Brendan melompat ke belakang untuk menghindari serangan Shana yang berikutnya, “hati-hati Brendan dia pengguna api seperti kau dan dia jauh lebih kuat dari kau… jadi kau harus extra hati-hati” ucap Valafar, “ya aku tahu itu… mau apa kau? Menghalangi ku hah!?” Tanya Brendan ke Shana, “aku tidak akan membiarkan mu mengganggu Ryou lebih jauh!” jawab Shana, kemudian Shana berlari ke arah Brendan dan menebaskan katananya lagi, tapi Brendan me embody Doom dan terbang, Shana pun mengejarnya dengan cara mengeluarkan sayap api dari punggungnya.
“aku bermaksud menolongnya!! Bukan mengganggunya” ucap Brendan berusaha menghentikan Shana, “kau tidak tahu apa-apa tentang Ryou!! Selama ini dia sudah cukup kesepian!!” teriak Shana, “aku tahu itu!! Karena itu aku berusaha menolongnya dia hanya di jadikan alat oleh Fernando!!” teriak Brendan, kemudian Brendan me embody Valafar dan menyerang balik Shana, pedang mereka saling beradu satu sama lain selama beberapa menit, “pulang lah!! Aku tidak akan melukai mu jika kau pulang sekarang!!” teriak Shana, Brendan menebaskan pedangnya dan mendorongnya sehingga Shana terdorong dan terjatuh, “mana mungkin aku pulang setelah sampai sini!! Fire Breath!! Flametrhower!! Fire Ball!!” Brendan melancarkan 3 serangan sekaligus ke arah Shana tetapi Shana berhasil menghindari semuanya, kemudian Shana menusukan katananya ke Brendan dan melemparnya ke bawah, tetapi Brendan kembali terbang ke arah Shana dan menyerangnya lagi.
“sudah ku bilang kan aku akan menyelamatkan Ryou!!” teriak Brendan, Brendan kembali menebas Shana, tetapi lagi-lagi Shana dapat menghindarinya, tetapi itu malah memberi Brendan kesempatan untuk menendang Shana, setelah Brendan berhasil menendang Shana, Brendan langsung mengayunkan pedangnya dan memukul Shana dengan gagang pedangnya sehingga Shana terdorong ke belakang, “overdrive…” ucap Brendan, Shana kembali terbang ke arah Brendan dan mengambil kuda-kuda untuk menebas Brendan, “PHOENIX FLAME!!” pedang Brendan di selimuti oleh api yang membentuk sesosok Phoenix, kemudian Brendan mengayunkan pedangnya yang membuat Phoenix tersebut terbang ke arah Shana, Shana menahan Phoenix tersebut tetapi kekuatan Phoenix tersebut jauh dari perkiraan Shana sehingga Shana terdorong ke tanah.
“Masih belum!!! Meteor Swarm!!!” teriak Brendan, tiba-tiba dari langit muncul berpuluh-puluh bola api besar yang mengarah ke arah Shana sehingga terjadi ledakan di mana-mana, setelah beberapa menit asap menipis terlihat Shana yang kembali berdiri, “kau lulus…” ucap Shana pelan, “apa?” Tanya Brendan, “mungkin hanya kau yang hanya dapat menyelamatkan Ryou…” ucap Shana, Shana mendekati Brendan dan menyembuh kan luka milik Brendan, kemudian Shana berbalik “kumohon… tolonglah Ryou dari Nando…” ucap Shana, Brendan tersenyum, “aku pasti akan menolong Ryou lelaki yang kau sukai itu” ucap Brendan tersenyum, muka Shana memerah, “URUSAI!!! URUSAI!!! URUSAI!!!” teriak Shana dengan muka yang merah, Shana berbalik kemudian pergi dan melepaskan fuzetsu miliknya, keadaan pun kembali seperti semula, “ah! Apa yang terjadi?” tanya Marcel ke Brendan yang sedang tersenyum melihat Shana pergi, “tidak, tidak ada apa-apa” ucap Brendan, Marcel bingung melihat kelakuan Brendan.
“ya aku pasti akan menolong Ryou… aku janji pada mu Shana…”
TO BE CONTINUED
Apakah Brendan akan menepati janjinya ke Shana? Better wait for next episode
Next Episode:WHO STRONGER!? ANDRE VS KENNY!!
“aku kembali, semuanya” ucap Brendan pelan tersenyum, ”sudah kuduga kau akan kembali Brendan” ucap Garde, “sial, Cain!!!” Kain pun kembali berganti menjadi Cain dan mengeluarkan Black Rose Dragon yang menyerang secara membabi buta, “hmm masih belum menyerah ya? Maju Rainbow Neos!” seru Marcel, Rainbow Neos kembali terbang ke arah Black Rose, “aku tidak akan membiarkanmu!! Black Rose!!!” teriak Cain, tiba-tiba Black Rose menembakan api yang sangat besar ke arah Neos, dan tepat mengenainya sehingga terjadi ledakan besar, ketika asap mulai menipis yang terlihat dari kepulan asap itu hanyalah baju zirah milik Neos.
“hahahaha aku menang! Aku bisa menang Kain!” tawa Cain senang, tiba-tiba muncul bayangan hitam di belakang Black Rose, “jangan meremehkan Neos!! Inilah kekuatan dari Aeon terbaruku Neo Spacian!! Maju!! CHAOS NEOS!!” ternyata bayangan itu adalah Neos, hanya saja kali ini penampilan Neos benar-benar berubah, Neos mengenakan armor biru, memiliki sayap, bewarna hitam, dan kepalanya terlihat seperti kucing, Chaos Neos memukul Black Rose sampai jatuh ke tanah.
“sekarang!!! Subtitoad!!” muncul beratus-ratus Subtitoad di sekeliling Black Rose yang berubah menjadi Des Frog yang kemudian meledakan diri di sekeliling Black Rose,
“aku masih belum boleh kalah!! Black Rose bangkitlah!!” perintah Cain, Black Rose kembali bangkit dan menembakan api ke arah Chaos Neos dan Subtitoad, tapi keduanya berhasil menghindar, “serahkan sisanya kepada ku!!” teriak Brendan, Brendan me embody Doom dan terbang ke arah Black Rose, kemudian tiba-tiba tangan Brendan di selimuti oleh api bewarna emas yang membentuk pedang bewarna merah, bermata pedang emas, dan memiliki lambang Core Chimail di gagangnya, “Valafar ini adalah pertarungan pertama kita…” ucap Brendan pelan, “hmm… dengan ini kita bisa tahu seberapa besar kekuatan kita…” ucap Valafar yang berada di dalam tubuh Brendan.
“jangan sombong!! Overdrive!! Omega Flare!!” perintah Cain, Black Rose mencharge api yang sangat besar dan menembakannya ke arah Brendan, Brendan kemudian menebas api tersebut dan menghisapnya ke dalam pedang, “kau terlalu naïf Cain!! Pedang milikku memiliki kemampuan untuk menghisap api dan menembakan api!!! inilah kekuatan Valafar!!” Brendan mengarahkan pedangnya ke arah Black Rose, “Fire Breath!!” pedang Brendan menyala terang dan mengeluarkan api yang di tembakan ke arah Black Rose yang kemudian membakar Black Rose menjadi debu, “a, apa ini!! mustahil!!” Cain terkejut melihat Black Rose yang terbakar sampai habis, “sayang sekali Cain api milik Valafar adalah api dari neraka, dia akan membakar habis semua yang di bakarnya menjadi debu…” ucap Brendan, Cain yang merasa tidak memiliki kesempatan melarikan diri, Brendan mengejarnya tetapi di tahan oleh Andre.
“jangan dia pasti memiliki alasan di balik semua ini, lebih baik sekarang kita membicarakan taktik untuk menyerang Ryou” ucap Andre, mereka pun kembali ke dalam mansion dan merencanakan taktik untuk menyerang Ryou, “sebenarnya bukan Ryou yang salah…” ucap Brendan tiba-tiba, “apa maksud mu?” Tanya Marcel ke Brendan, “semua dalang di balik ini adalah Fernando Halim dialah yang pantas di salahkan” ucap Brendan pelan, “kenapa kau sampai pada kesimpulan itu?” Tanya Andre, “sebelum aku bertemu Valafar aku melihat masa lalu Ashley… terlihat di sana bahwa Fernando mengajak mereka bekerja sama… mereka hanya di jadikan alat” ucap Brendan lagi, “sudah kuduga itu kerjaan si Nando” balas Garde, setelah itu mereka kembali membahas serangan ke Ryou, “baiklah kalau begitu semua setuju!? Kita akan menyerang gedung CnG tempat Ryou berada!!” teriak Marcel bersemangat, “yosh!!” jawab semuanya bersamaan.
Hinagiku sedang sendirian di halaman belakang sampai Brendan datang menemuinya dan menyapanya, “hai Hina-Chan” sapa Brendan, “moou! Sudah kubilang berhenti menggunakan Chan di namaku!!” ucap Hinagiku, Brendan hanya tertawa saja, “maukah kau berjalan-jalan bersama ku?” Tanya Brendan wajah Hinagiku memerah, “ba, baiklah hanya jalan-jalan saja kan?” ucap Hinagiku pelan, Brendan tersenyum “ya hanya jalan-jalan” Brendan pun menarik Hinagiku keluar mansion dan menuju perkotaan, “hen,. Hentikan! Jangan menarik ku” ucap Hinagiku, “oh maaf baiklah aku tidak akan menarik mu lagi” ucap Brendan sambil melepaskan tangan Hinagiku, “mungkin kalo bergandengan tidak apa-apa” ucap Hinagiku pelan, Brendan kembali tersenyum dan memegang tangan Hinagiku, mereka pun kembali berjalan-jalan di kota dan singgah di beberapa tempat, Hinagiku terlihat senang dengan beberapa tempat yang di singgahi mereka, “Hinagiku terlihat manis jika dia senang… yosh aku akan mengatakannya malam ini…” ucap Brendan dalam hati sambil terus-menerus melihat wajah Hinagiku, Hinagiku sadar Brendan menatap wajahnya dari tadi.
“ke, kenapa kau menatap wajahku seperti itu?” ucap Hinagiku, Brendan yang sadar kalo Hinagiku menyadari wajahnya di tatap olehnya langsung menoleh ke arah lain, “ti, tidak ada apa-apa” ucap Brendan, sementara genggaman tangan Brendan semakin kencang, “loh Brendan?” Brendan menoleh dan melihat Andre yang sedang bergandengan tangan dengan Haruhi, Andre mendekati Brendan dan membisikan sesuatu ke Brendan, “kau ingin ‘menyatakan’ cintamu kan?” ucap Andre pelan dengan nada menggoda dan penekanan di kata-kata ‘menyatakan’, muka Brendan langsung memerah, “memangnya kau tidak?” ucap Brendan, “hahahahahaha kau terlalu naïf Brendan! Aku dan Haruhi sudah menjalin hubungan itu sudah sejak lama” tawa Andre, Hinagiku bingung apa yang dibicarakan Andre dengan Brendan, “bagaimana kalau kita makan sama-sama tidak masalahkan Haruhi” Tanya Andre tersenyum, “tentu saja tidak!” balas Haruhi bersemangat, mereka pun berjalan ke restoran terdekat di sana mereka bertemu dengan Garde yang ternyata juga sedang makan, Garde yang melihat tangan Brendan dan Hinagiku bergandengan langsung tersenyum licik dan entah kenapa kaca matanya terlihat menyilaukan, “oh~ ada Brendan-kun ayo sini duduk sama Sensei, Andre juga ayo” ucap Garde dengan nada yang aneh, mereka pun makan bersama di sana, tiba-tiba Garde menanyakan sesuatu ke Brendan, “jadi di mana kau akan menyatakannya?” Tanya Garde, Brendan langsung tersedak dan menyemburkan air yang di minumnya, Garde, Andre, dan Haruhi tertawa terbahak-bahak, sementara Hinagiku tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh Garde dan Andre dari tadi, Brendan pun menjadi sangat kesal “BERHENTI MENGGODA KU!!!” teriak Brendan.
Hari sudah hampir menjelang malam, Brendan dan Hinagiku sedang dalam perjalanan pulang, “Hi, Hina sebenarnya aku ingin mengajak mu ke suatu tempat lagi…” ucap Brendan gugup, “kemana?” Tanya Hinagiku, “ikut aku!” ucap Brendan, kemudian Brendan menarik tangan Hinagiku lagi dan membawanya ke sebuah taman yang di penuhi oleh sakura, Hinagiku takjub melihat taman itu, “indahnya…” ucap Hinagiku pelan, “indah kan?” Tanya Brendan tersenyum, kemudian Brendan merogoh kantungnya dan mengeluarkan sebungkus coklat, “Hina aku sebenarnya…” muka Brendan memerah, “kenapa Brendan kau ingin mengatakan apa?” Tanya Hinagiku tersenyum, muka Brendan tambah merah dan menjadi lebih gugup, “aku, aku sebenarnya… sebenarnya aku mencintai mu!!” ucap Brendan, muka Hinagiku memerah, “a, apa?” Tanya Hinagiku memerah, “a, ah bukan apa-apa!” Brendan memberikan coklat tersebut ke Hinagiku dan berlari ke arah mansion milik Marcel, meninggalkan Hinagiku yang masih terdiam di sana.
Keesokan harinya semua sudah siap berangkat menuju CnG Building untuk melakukan serangan balik, “mengerti apa pun yang terjadi jangan sampai ada yang meninggal kita akan pulang bersama-sama dalam keadaan hidup!” ucap Garde ke semuanya, kemudian Garde melihat ke arah Brendan yang melamun, “Brendan-kun? Kenapa melamun?” Tanya Garde tersenyum, Brendan tersadar dari lamunannya, “ah tidak! Tidak apa-apa!” jawab Brendan, “baiklah kalau begitu kita berangkat sekarang” ucap Garde, semuanya berbalik untuk meninggalkan mansion milik Marcel, “tunggu!!” teriak seseorang, semuanya kembali menoleh ke belakang dan melihat Hinagiku berlari ke arah mereka, Hinagiku berhenti di depan Brendan dalam keadaan kehabisan napas karena berlari, tiba-tiba Hinagiku menarik kerah baju Brendan dan menciumnya, setelah beberapa menit Hinagiku melepasnya, muka Brendan memerah, “kembalilah aku akan memberikan jawabannya kalau kau kembali dengan selamat…” ucap Hinagiku memerah, Brendan tersenyum “ya… aku pasti kembali” jawab Brendan, merekapun berbalik dan pergi, sementara Hinagiku, Hitagi, dan Haruhi hanya bisa melihat kepergian mereka.
Setelah berjalan cukup jauh akhirnya mereka sampai di depan CnG Building, tiba-tiba pemandangan berubah menjadi merah, Brendan melihat sekeliling, Garde, Marcel, dan Andre sama sekali tidak bisa bergerak seperti patung, “Fuzetsu…” Brendan menoleh ke arah suara itu dan melihat Shana di sana, “kau…” Brendan melihat Shana, tiba-tiba Shana melompat ke arah Brendan dan mengeluarkan Nietono no Shana miliknya dan menebaskannya ke Brendan, Brendan berhasil menghindarinya, kemudian Brendan menembakan api ke arah Shana, tetapi Shana melompat menghindarinya dan menendang Brendan setelah itu dia mengayunkan katananya dan menebas Brendan sehingga Brendan mengeluarkan darah yang banyak, seketika Brendan melompat ke belakang untuk menghindari serangan Shana yang berikutnya, “hati-hati Brendan dia pengguna api seperti kau dan dia jauh lebih kuat dari kau… jadi kau harus extra hati-hati” ucap Valafar, “ya aku tahu itu… mau apa kau? Menghalangi ku hah!?” Tanya Brendan ke Shana, “aku tidak akan membiarkan mu mengganggu Ryou lebih jauh!” jawab Shana, kemudian Shana berlari ke arah Brendan dan menebaskan katananya lagi, tapi Brendan me embody Doom dan terbang, Shana pun mengejarnya dengan cara mengeluarkan sayap api dari punggungnya.
“aku bermaksud menolongnya!! Bukan mengganggunya” ucap Brendan berusaha menghentikan Shana, “kau tidak tahu apa-apa tentang Ryou!! Selama ini dia sudah cukup kesepian!!” teriak Shana, “aku tahu itu!! Karena itu aku berusaha menolongnya dia hanya di jadikan alat oleh Fernando!!” teriak Brendan, kemudian Brendan me embody Valafar dan menyerang balik Shana, pedang mereka saling beradu satu sama lain selama beberapa menit, “pulang lah!! Aku tidak akan melukai mu jika kau pulang sekarang!!” teriak Shana, Brendan menebaskan pedangnya dan mendorongnya sehingga Shana terdorong dan terjatuh, “mana mungkin aku pulang setelah sampai sini!! Fire Breath!! Flametrhower!! Fire Ball!!” Brendan melancarkan 3 serangan sekaligus ke arah Shana tetapi Shana berhasil menghindari semuanya, kemudian Shana menusukan katananya ke Brendan dan melemparnya ke bawah, tetapi Brendan kembali terbang ke arah Shana dan menyerangnya lagi.
“sudah ku bilang kan aku akan menyelamatkan Ryou!!” teriak Brendan, Brendan kembali menebas Shana, tetapi lagi-lagi Shana dapat menghindarinya, tetapi itu malah memberi Brendan kesempatan untuk menendang Shana, setelah Brendan berhasil menendang Shana, Brendan langsung mengayunkan pedangnya dan memukul Shana dengan gagang pedangnya sehingga Shana terdorong ke belakang, “overdrive…” ucap Brendan, Shana kembali terbang ke arah Brendan dan mengambil kuda-kuda untuk menebas Brendan, “PHOENIX FLAME!!” pedang Brendan di selimuti oleh api yang membentuk sesosok Phoenix, kemudian Brendan mengayunkan pedangnya yang membuat Phoenix tersebut terbang ke arah Shana, Shana menahan Phoenix tersebut tetapi kekuatan Phoenix tersebut jauh dari perkiraan Shana sehingga Shana terdorong ke tanah.
“Masih belum!!! Meteor Swarm!!!” teriak Brendan, tiba-tiba dari langit muncul berpuluh-puluh bola api besar yang mengarah ke arah Shana sehingga terjadi ledakan di mana-mana, setelah beberapa menit asap menipis terlihat Shana yang kembali berdiri, “kau lulus…” ucap Shana pelan, “apa?” Tanya Brendan, “mungkin hanya kau yang hanya dapat menyelamatkan Ryou…” ucap Shana, Shana mendekati Brendan dan menyembuh kan luka milik Brendan, kemudian Shana berbalik “kumohon… tolonglah Ryou dari Nando…” ucap Shana, Brendan tersenyum, “aku pasti akan menolong Ryou lelaki yang kau sukai itu” ucap Brendan tersenyum, muka Shana memerah, “URUSAI!!! URUSAI!!! URUSAI!!!” teriak Shana dengan muka yang merah, Shana berbalik kemudian pergi dan melepaskan fuzetsu miliknya, keadaan pun kembali seperti semula, “ah! Apa yang terjadi?” tanya Marcel ke Brendan yang sedang tersenyum melihat Shana pergi, “tidak, tidak ada apa-apa” ucap Brendan, Marcel bingung melihat kelakuan Brendan.
“ya aku pasti akan menolong Ryou… aku janji pada mu Shana…”
TO BE CONTINUED
Apakah Brendan akan menepati janjinya ke Shana? Better wait for next episode
Next Episode:WHO STRONGER!? ANDRE VS KENNY!!
Selasa, 13 Oktober 2009
CHAPTER 10: TRUTH BEHIND THE PAST!!
CHAPTER 10: TRUTH BEHIND THE PAST!!
“Ashley kak!! Nama ku Ashley Lindwurm!!” kata anak itu dengan bersemangat, sekejap wajah Brendan terkejut, “sekarang tahun berapa?” Tanya Brendan ke Ashley, “hahahaha kakak ngantuk ya? Sekarang kan tahun 2010!!” kata anak itu, “tahun 2010? Bukankah seharusnya tahun 2020? Jangan bilang!! Aku berada di dunia 10 tahun lalu… itu menjelaskan semuanya…” pikir Brendan dalam hati, tiba-tiba Ashley menarik Brendan, “kak!! Itu laboratium ayah!!” ucap Ashley sambil menarik Brendan masuk ke dalam sebuah rumah. Di dalam rumah itu banyak peralatan laboratium berserakan, dan di tengah ruangan, duduk seseorang berambut hitam dan bertubuh lumayan besar, dia menoleh ke arah Brendan dan Ashley.
“ayah!!” teriak Ashley sambil memeluk ayahnya, “Ashley! tidak malu ya di liat orang lain?” kata ayah Ashley sambil tersenyum ke arah Brendan, “siapa nama kamu anak muda?” Tanya ayah Ashley, “ayah!! Dia berbeda dari yang lain!! Dia tidak menjahati Ashley!!” ucap Ashley ke ayahnya, ayahnya hanya tersenyum, “ayah tahu itu Ashley kalo dia jahat dia tidak mungkin mengantar mu pulang kan? Nah jadi siapa nama mu anak muda?” Tanya ayah Ashley lagi, “orang ini… kalo aku memang kloning Ashley berarti dia juga ayah ku… ayah yang tidak pernah ku ketahui wajah dan namanya…” ucap Brendan dalam hati, “Brendan…” jawab Brendan, “hoo kebetulan sekali! Ayo ikut aku Brendan, Ashley kamu juga!” kemudian ayah Ashley masuk ke ruangan Basement di ikuti oleh Ashley dan Brendan
“oh ya aku lupa memperkenalkan diri… nama ku Vraniel… Vraniel Lindwurm” kata ayah Ashley sambil terus berjalan ke bawah, “Vraniel… jadi itu nama ayah ku…” ucap Brendan dalam hati, sesampainya di bawah, Vraniel memperlihatkan tabung berisi sesuatu, Brendan terkejut melihat isinya yang tak lain dan tak bukan adalah seorang anak bermata biru dan berambut perak, yang berarti anak itu adalah dirinya.
“ini kebetulan Brendan… nama anak ini sama seperti mu nama dia Brendan Lindwurm, sama kan? Oh dan yang paling kebetulan adalah ciri-cirinya!” ucap Vraniel menjelaskan, kemudian dia melihat jam di dindingnya, “aku tak menyangka kalo sekarang sudah jam 9 malam lebih baik kau tidur Ashley!” kata Vraniel ke Ashley, “oke ayah aku tidur!” Ashley pun pergi ke atas, “nah Brendan kita masih ada kamar kosong pakailah kalau kau mau memakainya” ucap Vraniel tersenyum, Brendan pun juga pergi ke kamar kosong tersebut meninggalkan Vraniel sendiri, setelah beberapa jam di kamar Brendan sama sekali tidak bisa tidur, akhirnya dia turun ke bawah, dan melihat Vraniel yang belum tidur, Brendan memutuskun untuk berbicara dengan Vraniel.
“hey Vraniel…” sapa Brendan, Vraniel langsung menoleh ke arah Brendan dan tersenyum, “belum tidur eh? Brendan?” Tanya Vraniel, Brendan duduk di sebelah Vraniel, “kenapa kau menciptakan kloning Ashley, Vraniel?” Tanya Brendan, Vraniel hanya tertawa, “Ashley sedikit berbeda dari anak-anak lain dia bisa memanggil monster bernama Aeon dari dimensi lain… membuat dia di takuti dan di benci oleh seluruh penduduk… aku bisa bercerita begini karena aku tahu kalau kau sama seperti dia…” ucap Vraniel, Brendan terkejut karena Vraniel bisa tahu kalo dia overlord seperti Ashley, “aku juga overlord…” ucap Vraniel sambil menunjukan simbol di tangannya, Brendan tambah terkejut karena yang di perlihatkan Vraniel adalah simbol Core Chimail.
“dan Brendan yang tadi di bawah bukan kloning biasa… mungkin bisa di sebut ‘carrier’ karena aku tahu umur ku tidak panjang lagi… tapi jika aku meninggal maka tidak akan ada lagi yang melindungi Ashley… karena itu aku memindahkan semua Aeon milik ku ke dalam tubuhnya… jadi mungkin dia juga bisa di sebut sebagai ‘Artificial Aeon’… hahaha padahal setiap kali aku memindahkan Aeon umurku pasti berkurang… dan jika semua Aeon milik ku berpindah maka aku akan mati…” ucap Vraniel, Brendan terkejut dia langsung menarik kerah baju Vraniel.
“apa maksudmu!! Kalau begitu jangan pindahkan Aeon mu!! Kalau kamu memang menyayangi Ashley seharusnya kamu memperpanjang hidupmu!! Bukan malah memperpendek!!” teriak Brendan emosi, Vraniel menangis, “aku tahu itu!! Tapi penyakit yang kumiliki akan membunuh ku sebentar lagi!! Tidak lama lagi!! Kira-kira seminggu lagi aku akan meninggal!! Karena itu sebelum aku meninggal aku harus menyelesaikannya!! Dan lagi… dan lagi aku ingin Brendan menjadi saudara sekaligus teman pertama Ashley!!” teriak Vraniel sambil menangis, “aku… apa yang aku lakukan padahal aku diciptakan untuk melindungi Ashley… untuk menjadi teman pertamanya sekaligus saudara… tapi aku selama ini bertarung dengannya… dan aku berpikiran untuk membencinya…” ucap Brendan dalam hati kemudian dia terduduk lemas di bangku di sebelah Vraniel, memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.
Keesokan harinya Ashley bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah, Brendan pun menghampiri Ashley, “mau kakak temanin berangkat ke sekolah…” Tanya Brendan sambil tersenyum, Ashley juga tersenyum sambil mengangguk, mereka berdua pun keluar rumah, di tengah perjalanan mereka melihat seorang anak yang di lempari oleh batu, dan anak tersebut tidak melawan, Ashley yang melihat itu kaget dan langsung berlari ke arah anak itu dan melindunginya, “kalian!! Apa yang kalian lakukan ke Ryou hah!!” teriak Ashley, “padahal kau tidak usah melindungi ku…” ucap anak yang bernama Ryou itu, sementara anak-anak yang lain terus melempari mereka berdua dengan batu sambil memaki mereka, “monster!! monster!! lihat monster ke dua datang dan ingin melindungi monster pertama” maki anak-anak tersebut, Ashley menjadi sangat marah dan tiba-tiba dari belakang muncul sesosok naga yang sangat mirip dengan Dark Armed Dragon hanya saja yang ini bewarna orange dan berarmor perak,
“Armed Dragon!!!” teriak Ashley, anak-anak tersebut langsung ketakutan dan lari, kemudian Ashley membantu Ryou berdiri “kau tidak apa-apa kan Ryou?” Tanya Ashley, “aku tidak apa-apa tapi seharusnya kau tidak usah menolong ku itu hanya akan membuat mu semakin di benci mereka” ucap Ryou, Ashley hanya tersenyum, kemudian menarik Ryou ke arah Brendan, “kakak ini teman terbaik yang ku miliki dia juga sama seperti ku namanya Ryou Kurokaze” ucap Ashley sambil tersenyum, Brendan tidak menyangka kalau Ashley dan Ryou adalah sahabat dekat, mereka pun kembali berjalan ke sekolah.
Setiap hari Brendan mengantar Ashley dan Ryou ke sekolah agar tidak ada yang menggangu mereka sampai 3 hari kemudian di malam hari yang sedang di terpa badai salju, Brendan mendengar suara sesuatu yang ambruk dari basement, Brendan langsung berlari ke arah basement di sana dia melihat Vraniel yang sudah sekarat, Ashley yang menangis dan Brendan kecil yang berdiri disana.
“ayah!! Ayah!! Kenapa!? Kenapa!? Kau memindahkan semua Aeon mu!! Itu kan akan membuat ayah mati!!” teriak Ashley yang memegang tangan ayahnya, “Ashley kamu bukan anak kecil lagi… mulai hari ini dia akan menjadi saudara dan teman mu… semoga kau baik-baik saja…” ucap Vraniel lemas, yang kemudian meninggal, “AYAH!!!!!” teriak Ashley sambil menangis, kemudian Ashley melihat Brendan kecil dengan tatapan benci, “kau… kau… telah membunuh ayah ku… aku tidak akan pernah memaafkan mu… selamanya” ucap Ashley ke Brendan kecil, Brendan kecil yang masih belum mengerti apa-apa hanya terdiam di sana, tiba-tiba pintu rumah tersebut di dobrak sehingga terbuka dan angin kencang masuk ke dalam, di luar terlihat Ryou kecil dan seorang pemuda, pemuda tersebut tersenyum ke Ashley.
“Ashley Lindwurm… perkenalkan nama ku adalah Fernando Halim… hmm kau pasti membenci anak itu ya? Karena dia yang telah membunuh ayah mu…” kata Nando yang terlihat lebih muda tersebut, “Ashley ikutlah dengan ku dan kak Nando… kita bisa membalas dendam ke orang yang sudah menjahati kita…” ucap Ryou kecil, Ashley pun berbalik ke arah Nando dan Ryou, “kau adalah kloning gagal… aku akan membunuh mu suatu hari nanti untuk membalas dendam ayah…” ucap Ashley sambil menangis, Brendan berusaha menghalangi Ashley agar tidak ikut dengan Nando tapi Ashley tidak mau mendengarkan.
“kakak bukan siapa-siapa… kakak tidak tahu apa-apa… pergi!!! Aku tidak butuh kakak!!!” teriak Ashley, “aku mengetahui semuanya!! Jangan pergi Ashley!! Ryou!!” ucap Brendan tetapi tiba-tiba Nando memukul perut Brendan dengan kencang, “wah wah kakak jangan menghalangi yah ini adalah pilihan anak-anak ini dan aku tidak bermaksud jahat kok aku berniat menolong mereka” ucap Nando sambil tersenyum, perlahan-lahan Brendan kehilangan kesadarannya, “ka, kau…” ucap Brendan, Brendan pun kehilangan kesadaran tetapi sebelum dia kehilangan kesadaran dia melihat muka Ashley yang menangis, “Ashley aku akan… melindungi mu…” Brendan pun tidak sadarkan diri
Brendan membuka matanya dan melihat bahwa dirinya berada di dimensi gelap seperti biasanya, disana dia melihat iblis yang di selimuti api dan bersayap api, persis sama seperti yang di lihatnya di mimpi ketika malam tahun baru.
“kau?” Tanya Brendan, “nama ku Valafar!! Aku adalah Chimail terkuat sekaligus partner setia Vraniel… kau kesini karena mencari kekuatan kan?” Tanya Valafar ke Brendan, “ya aku ke sini untuk mendapatkan kekuatan… dan ku kira tujuan hidup ku bertambah lagi… aku akan menarik Ryou dan Ashley dari kegelapan yang tak berdasar!!” teriak Brendan tegas, “baiklah tapi untuk mencapai suatu tujuan selalu ada ujian… apakah kau bersiap mengambil ujian tersebut?” Tanya Valafar ke Brendan, “ya aku siap!!” jawab Brendan, tiba-tiba muncul api yang sangat besar dari atas dan membakar Brendan, “argh!!! Apa, apaan ini!!!” teriak Brendan kepanasan dan kesakitan, “jika kau bisa bertahan dari api milik ku ini maka aku akan mengakui mu…” ucap Valafar ke Brendan.
Sementara seminggu kemudian di dunia nyata Hinagiku yang menjaga Brendan memanggil Garde, “sensei!!” teriak Hinagiku, sementara Garde buru-buru masuk ke dalam kamarnya, “ada apa Hina-chan?” Tanya Garde, “sudah dua minggu Brendan tidak sadarkan diri… dan sudah seminggu ini suhu tubuh Brendan terus menaik tanpa henti dan tidak turun… dia pasti kembali kan?” Tanya Hinagiku dengan wajah sedihnya, “ya kita hanya bisa berharap…” ucap Garde perlahan, tiba-tiba terdengar ledakan di luar, Garde yang terkejut berlari ke depan dan di depan dia melihat Cain berdiri disana dengan Aeonnya yang berbentuk seperti naga tetapi berbentuk bunga mawar, “Black Rose hancurkan tempat ini… pasti di dalamnya terdapat artifact yang kita cari… ya kan Kain?” ucap Cain, Garde pun meembody Blue Eyes Shining Dragon.
“tidak akan kubiarkan kau!!” Garde melompat dan kemudian menebas Black Rose, tetapi Black Rose berhasil menghindarinya, kemudian Cain berubah menjadi Kain begitu juga dengan Black Rose Dragon milik Cain yang berubah menjadi cahaya kemudian menjadi Power Tool Dragon, “ahahahahahahaha Cain kau urus saja nanti untuk menghancurkan rumah ini!! tapi kalo untuk bertarung dengan orang ini maka biarkan aku yang mengurusnya!!” teriak Kain yang kemudian memerintahkan Power Tool untuk menyerang Garde, semua serangan Power Tool berhasil di hindari oleh Garde tapi makin lama serangan tersebut makin cepat sehingga Garde terdesak dan tidak bisa membalas.
“wah wah Sensei terdesak ya?” Garde menoleh dan melihat Marcel, “Marcel kau sudah pulang!!” ucap Garde senang, “tentu saja” balas Marcel tersenyum, kemudian Marcel mengangkat tangannya yang memanggil Neos, “lihatlah kekuatan baru ku Sensei…” tiba-tiba Neos milik Marcel di bungkus oleh cahaya, dan tiba-tiba Neos mengenakan baju zirah putih dan bersayap.
“serang dia… RAINBOW NEOS!!!” Neos terbang ke arah Power Tool Dragon dan memotong tangan obengnya, kemudian tangan tersebut meledak, “ahhh~~ curang Marcel mau beraksi sendiri” ucap seseorang yang ternyata adalah Andre, “Andre kau juga sudah pulang!!” ucap Garde kembali, Andre tersenyum dan memanggil 3 Subtitoad yang berubah menjadi 3 Des Frog kemudian ke-3 Des Frog tersebut mulai berbunyi, “Des Croaking!!” tiba-tiba muncul berbagai ledakan di tubuh Power Tool, Kain yang melihat itu terkejut, “mustahil!!” tiba-tiba dari belakang Garde muncul api yang di tembakan ke arah Power Tool dan membakar Power Tool, sampai Power Tool meledak, “tidak mungkin!!!” ucap Kain, semua orang melihat asal dari tembakan tersebut dan disana berdiri Hinagiku dan Brendan hanya saja ada keanehan di Brendan, sekarang rambut dan mata Brendan berubah menjadi warna emas, Brendan tersenyum
“aku pulang, semuanya”
TO BE CONTINUED
Semua orang sudah kembali dari perjalanannya mencari kekuatan baru apakah yang akan terjadi berikutnya? Better wait next episode
Next Episode:ASSAULT TO ENEMY HQ!!
“Ashley kak!! Nama ku Ashley Lindwurm!!” kata anak itu dengan bersemangat, sekejap wajah Brendan terkejut, “sekarang tahun berapa?” Tanya Brendan ke Ashley, “hahahaha kakak ngantuk ya? Sekarang kan tahun 2010!!” kata anak itu, “tahun 2010? Bukankah seharusnya tahun 2020? Jangan bilang!! Aku berada di dunia 10 tahun lalu… itu menjelaskan semuanya…” pikir Brendan dalam hati, tiba-tiba Ashley menarik Brendan, “kak!! Itu laboratium ayah!!” ucap Ashley sambil menarik Brendan masuk ke dalam sebuah rumah. Di dalam rumah itu banyak peralatan laboratium berserakan, dan di tengah ruangan, duduk seseorang berambut hitam dan bertubuh lumayan besar, dia menoleh ke arah Brendan dan Ashley.
“ayah!!” teriak Ashley sambil memeluk ayahnya, “Ashley! tidak malu ya di liat orang lain?” kata ayah Ashley sambil tersenyum ke arah Brendan, “siapa nama kamu anak muda?” Tanya ayah Ashley, “ayah!! Dia berbeda dari yang lain!! Dia tidak menjahati Ashley!!” ucap Ashley ke ayahnya, ayahnya hanya tersenyum, “ayah tahu itu Ashley kalo dia jahat dia tidak mungkin mengantar mu pulang kan? Nah jadi siapa nama mu anak muda?” Tanya ayah Ashley lagi, “orang ini… kalo aku memang kloning Ashley berarti dia juga ayah ku… ayah yang tidak pernah ku ketahui wajah dan namanya…” ucap Brendan dalam hati, “Brendan…” jawab Brendan, “hoo kebetulan sekali! Ayo ikut aku Brendan, Ashley kamu juga!” kemudian ayah Ashley masuk ke ruangan Basement di ikuti oleh Ashley dan Brendan
“oh ya aku lupa memperkenalkan diri… nama ku Vraniel… Vraniel Lindwurm” kata ayah Ashley sambil terus berjalan ke bawah, “Vraniel… jadi itu nama ayah ku…” ucap Brendan dalam hati, sesampainya di bawah, Vraniel memperlihatkan tabung berisi sesuatu, Brendan terkejut melihat isinya yang tak lain dan tak bukan adalah seorang anak bermata biru dan berambut perak, yang berarti anak itu adalah dirinya.
“ini kebetulan Brendan… nama anak ini sama seperti mu nama dia Brendan Lindwurm, sama kan? Oh dan yang paling kebetulan adalah ciri-cirinya!” ucap Vraniel menjelaskan, kemudian dia melihat jam di dindingnya, “aku tak menyangka kalo sekarang sudah jam 9 malam lebih baik kau tidur Ashley!” kata Vraniel ke Ashley, “oke ayah aku tidur!” Ashley pun pergi ke atas, “nah Brendan kita masih ada kamar kosong pakailah kalau kau mau memakainya” ucap Vraniel tersenyum, Brendan pun juga pergi ke kamar kosong tersebut meninggalkan Vraniel sendiri, setelah beberapa jam di kamar Brendan sama sekali tidak bisa tidur, akhirnya dia turun ke bawah, dan melihat Vraniel yang belum tidur, Brendan memutuskun untuk berbicara dengan Vraniel.
“hey Vraniel…” sapa Brendan, Vraniel langsung menoleh ke arah Brendan dan tersenyum, “belum tidur eh? Brendan?” Tanya Vraniel, Brendan duduk di sebelah Vraniel, “kenapa kau menciptakan kloning Ashley, Vraniel?” Tanya Brendan, Vraniel hanya tertawa, “Ashley sedikit berbeda dari anak-anak lain dia bisa memanggil monster bernama Aeon dari dimensi lain… membuat dia di takuti dan di benci oleh seluruh penduduk… aku bisa bercerita begini karena aku tahu kalau kau sama seperti dia…” ucap Vraniel, Brendan terkejut karena Vraniel bisa tahu kalo dia overlord seperti Ashley, “aku juga overlord…” ucap Vraniel sambil menunjukan simbol di tangannya, Brendan tambah terkejut karena yang di perlihatkan Vraniel adalah simbol Core Chimail.
“dan Brendan yang tadi di bawah bukan kloning biasa… mungkin bisa di sebut ‘carrier’ karena aku tahu umur ku tidak panjang lagi… tapi jika aku meninggal maka tidak akan ada lagi yang melindungi Ashley… karena itu aku memindahkan semua Aeon milik ku ke dalam tubuhnya… jadi mungkin dia juga bisa di sebut sebagai ‘Artificial Aeon’… hahaha padahal setiap kali aku memindahkan Aeon umurku pasti berkurang… dan jika semua Aeon milik ku berpindah maka aku akan mati…” ucap Vraniel, Brendan terkejut dia langsung menarik kerah baju Vraniel.
“apa maksudmu!! Kalau begitu jangan pindahkan Aeon mu!! Kalau kamu memang menyayangi Ashley seharusnya kamu memperpanjang hidupmu!! Bukan malah memperpendek!!” teriak Brendan emosi, Vraniel menangis, “aku tahu itu!! Tapi penyakit yang kumiliki akan membunuh ku sebentar lagi!! Tidak lama lagi!! Kira-kira seminggu lagi aku akan meninggal!! Karena itu sebelum aku meninggal aku harus menyelesaikannya!! Dan lagi… dan lagi aku ingin Brendan menjadi saudara sekaligus teman pertama Ashley!!” teriak Vraniel sambil menangis, “aku… apa yang aku lakukan padahal aku diciptakan untuk melindungi Ashley… untuk menjadi teman pertamanya sekaligus saudara… tapi aku selama ini bertarung dengannya… dan aku berpikiran untuk membencinya…” ucap Brendan dalam hati kemudian dia terduduk lemas di bangku di sebelah Vraniel, memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.
Keesokan harinya Ashley bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah, Brendan pun menghampiri Ashley, “mau kakak temanin berangkat ke sekolah…” Tanya Brendan sambil tersenyum, Ashley juga tersenyum sambil mengangguk, mereka berdua pun keluar rumah, di tengah perjalanan mereka melihat seorang anak yang di lempari oleh batu, dan anak tersebut tidak melawan, Ashley yang melihat itu kaget dan langsung berlari ke arah anak itu dan melindunginya, “kalian!! Apa yang kalian lakukan ke Ryou hah!!” teriak Ashley, “padahal kau tidak usah melindungi ku…” ucap anak yang bernama Ryou itu, sementara anak-anak yang lain terus melempari mereka berdua dengan batu sambil memaki mereka, “monster!! monster!! lihat monster ke dua datang dan ingin melindungi monster pertama” maki anak-anak tersebut, Ashley menjadi sangat marah dan tiba-tiba dari belakang muncul sesosok naga yang sangat mirip dengan Dark Armed Dragon hanya saja yang ini bewarna orange dan berarmor perak,
“Armed Dragon!!!” teriak Ashley, anak-anak tersebut langsung ketakutan dan lari, kemudian Ashley membantu Ryou berdiri “kau tidak apa-apa kan Ryou?” Tanya Ashley, “aku tidak apa-apa tapi seharusnya kau tidak usah menolong ku itu hanya akan membuat mu semakin di benci mereka” ucap Ryou, Ashley hanya tersenyum, kemudian menarik Ryou ke arah Brendan, “kakak ini teman terbaik yang ku miliki dia juga sama seperti ku namanya Ryou Kurokaze” ucap Ashley sambil tersenyum, Brendan tidak menyangka kalau Ashley dan Ryou adalah sahabat dekat, mereka pun kembali berjalan ke sekolah.
Setiap hari Brendan mengantar Ashley dan Ryou ke sekolah agar tidak ada yang menggangu mereka sampai 3 hari kemudian di malam hari yang sedang di terpa badai salju, Brendan mendengar suara sesuatu yang ambruk dari basement, Brendan langsung berlari ke arah basement di sana dia melihat Vraniel yang sudah sekarat, Ashley yang menangis dan Brendan kecil yang berdiri disana.
“ayah!! Ayah!! Kenapa!? Kenapa!? Kau memindahkan semua Aeon mu!! Itu kan akan membuat ayah mati!!” teriak Ashley yang memegang tangan ayahnya, “Ashley kamu bukan anak kecil lagi… mulai hari ini dia akan menjadi saudara dan teman mu… semoga kau baik-baik saja…” ucap Vraniel lemas, yang kemudian meninggal, “AYAH!!!!!” teriak Ashley sambil menangis, kemudian Ashley melihat Brendan kecil dengan tatapan benci, “kau… kau… telah membunuh ayah ku… aku tidak akan pernah memaafkan mu… selamanya” ucap Ashley ke Brendan kecil, Brendan kecil yang masih belum mengerti apa-apa hanya terdiam di sana, tiba-tiba pintu rumah tersebut di dobrak sehingga terbuka dan angin kencang masuk ke dalam, di luar terlihat Ryou kecil dan seorang pemuda, pemuda tersebut tersenyum ke Ashley.
“Ashley Lindwurm… perkenalkan nama ku adalah Fernando Halim… hmm kau pasti membenci anak itu ya? Karena dia yang telah membunuh ayah mu…” kata Nando yang terlihat lebih muda tersebut, “Ashley ikutlah dengan ku dan kak Nando… kita bisa membalas dendam ke orang yang sudah menjahati kita…” ucap Ryou kecil, Ashley pun berbalik ke arah Nando dan Ryou, “kau adalah kloning gagal… aku akan membunuh mu suatu hari nanti untuk membalas dendam ayah…” ucap Ashley sambil menangis, Brendan berusaha menghalangi Ashley agar tidak ikut dengan Nando tapi Ashley tidak mau mendengarkan.
“kakak bukan siapa-siapa… kakak tidak tahu apa-apa… pergi!!! Aku tidak butuh kakak!!!” teriak Ashley, “aku mengetahui semuanya!! Jangan pergi Ashley!! Ryou!!” ucap Brendan tetapi tiba-tiba Nando memukul perut Brendan dengan kencang, “wah wah kakak jangan menghalangi yah ini adalah pilihan anak-anak ini dan aku tidak bermaksud jahat kok aku berniat menolong mereka” ucap Nando sambil tersenyum, perlahan-lahan Brendan kehilangan kesadarannya, “ka, kau…” ucap Brendan, Brendan pun kehilangan kesadaran tetapi sebelum dia kehilangan kesadaran dia melihat muka Ashley yang menangis, “Ashley aku akan… melindungi mu…” Brendan pun tidak sadarkan diri
Brendan membuka matanya dan melihat bahwa dirinya berada di dimensi gelap seperti biasanya, disana dia melihat iblis yang di selimuti api dan bersayap api, persis sama seperti yang di lihatnya di mimpi ketika malam tahun baru.
“kau?” Tanya Brendan, “nama ku Valafar!! Aku adalah Chimail terkuat sekaligus partner setia Vraniel… kau kesini karena mencari kekuatan kan?” Tanya Valafar ke Brendan, “ya aku ke sini untuk mendapatkan kekuatan… dan ku kira tujuan hidup ku bertambah lagi… aku akan menarik Ryou dan Ashley dari kegelapan yang tak berdasar!!” teriak Brendan tegas, “baiklah tapi untuk mencapai suatu tujuan selalu ada ujian… apakah kau bersiap mengambil ujian tersebut?” Tanya Valafar ke Brendan, “ya aku siap!!” jawab Brendan, tiba-tiba muncul api yang sangat besar dari atas dan membakar Brendan, “argh!!! Apa, apaan ini!!!” teriak Brendan kepanasan dan kesakitan, “jika kau bisa bertahan dari api milik ku ini maka aku akan mengakui mu…” ucap Valafar ke Brendan.
Sementara seminggu kemudian di dunia nyata Hinagiku yang menjaga Brendan memanggil Garde, “sensei!!” teriak Hinagiku, sementara Garde buru-buru masuk ke dalam kamarnya, “ada apa Hina-chan?” Tanya Garde, “sudah dua minggu Brendan tidak sadarkan diri… dan sudah seminggu ini suhu tubuh Brendan terus menaik tanpa henti dan tidak turun… dia pasti kembali kan?” Tanya Hinagiku dengan wajah sedihnya, “ya kita hanya bisa berharap…” ucap Garde perlahan, tiba-tiba terdengar ledakan di luar, Garde yang terkejut berlari ke depan dan di depan dia melihat Cain berdiri disana dengan Aeonnya yang berbentuk seperti naga tetapi berbentuk bunga mawar, “Black Rose hancurkan tempat ini… pasti di dalamnya terdapat artifact yang kita cari… ya kan Kain?” ucap Cain, Garde pun meembody Blue Eyes Shining Dragon.
“tidak akan kubiarkan kau!!” Garde melompat dan kemudian menebas Black Rose, tetapi Black Rose berhasil menghindarinya, kemudian Cain berubah menjadi Kain begitu juga dengan Black Rose Dragon milik Cain yang berubah menjadi cahaya kemudian menjadi Power Tool Dragon, “ahahahahahahaha Cain kau urus saja nanti untuk menghancurkan rumah ini!! tapi kalo untuk bertarung dengan orang ini maka biarkan aku yang mengurusnya!!” teriak Kain yang kemudian memerintahkan Power Tool untuk menyerang Garde, semua serangan Power Tool berhasil di hindari oleh Garde tapi makin lama serangan tersebut makin cepat sehingga Garde terdesak dan tidak bisa membalas.
“wah wah Sensei terdesak ya?” Garde menoleh dan melihat Marcel, “Marcel kau sudah pulang!!” ucap Garde senang, “tentu saja” balas Marcel tersenyum, kemudian Marcel mengangkat tangannya yang memanggil Neos, “lihatlah kekuatan baru ku Sensei…” tiba-tiba Neos milik Marcel di bungkus oleh cahaya, dan tiba-tiba Neos mengenakan baju zirah putih dan bersayap.
“serang dia… RAINBOW NEOS!!!” Neos terbang ke arah Power Tool Dragon dan memotong tangan obengnya, kemudian tangan tersebut meledak, “ahhh~~ curang Marcel mau beraksi sendiri” ucap seseorang yang ternyata adalah Andre, “Andre kau juga sudah pulang!!” ucap Garde kembali, Andre tersenyum dan memanggil 3 Subtitoad yang berubah menjadi 3 Des Frog kemudian ke-3 Des Frog tersebut mulai berbunyi, “Des Croaking!!” tiba-tiba muncul berbagai ledakan di tubuh Power Tool, Kain yang melihat itu terkejut, “mustahil!!” tiba-tiba dari belakang Garde muncul api yang di tembakan ke arah Power Tool dan membakar Power Tool, sampai Power Tool meledak, “tidak mungkin!!!” ucap Kain, semua orang melihat asal dari tembakan tersebut dan disana berdiri Hinagiku dan Brendan hanya saja ada keanehan di Brendan, sekarang rambut dan mata Brendan berubah menjadi warna emas, Brendan tersenyum
“aku pulang, semuanya”
TO BE CONTINUED
Semua orang sudah kembali dari perjalanannya mencari kekuatan baru apakah yang akan terjadi berikutnya? Better wait next episode
Next Episode:ASSAULT TO ENEMY HQ!!
Senin, 12 Oktober 2009
CHAPTER 9: ENEMY YESTERDAY, ALLY TODAY!!! RAGING BLUE EYES SHINING DRAGON!!!
CHAPTER 9: ENEMY YESTERDAY, ALLY TODAY!!! RAGING BLUE EYES SHINING DRAGON!!!
“perfect embody… BLUE EYES SHINING DRAGON!!!” naga tersebut berubah menjadi halbred putih dengan kristal biru di tengah mata kapaknya, laki-laki tersebut menengok ke arah Brendan dan Hinagiku, Brendan terkejut melihat siapa orang tersebut, “Garde Astale?!” ucap Brendan terkejut, Garde tersenyum ke Brendan dan Hinagiku, “bukankah sudah tugas seorang guru untuk melindungi muridnya?” kata Garde ke Brendan, kemudian Garde lari ke arah Lindwurm, Lindwurm yang telah kehabisan tenaga melepaskan Dark Armed dan memerintahkannya untuk menyerang Garde, tapi semua serangan Dark Armed berhasil di hindari semua tanpa terkena satu pun, kemudian Garde melompat ke arah langit, dan Garde mengeluarkan sayap putih bercahaya dan terbang ke arah Dark Armed, “Shining Sky Raid!!!” ketika jaraknya sudah cukup dekat Garde mengayunkan halbrednya untuk menebas Dark Armed menjadi 2 bagian, masing-masing dari bagian Dark Armed yang terbelah mengeluarkan darah yang amat sangat banyak, tiba-tiba dari belakang ada sinar hitam yang mengarah ke Garde, tetapi Garde bisa menghindari serangan yang di tembakan oleh Dark End, setelah itu Garde terbang ke arah Dark End, “overdrive… ULTIMATE SHINING SKY RAID!!!” dan kali ini Garde mengayunkan halbrednya dengan jarak yang cukup jauh, tiba-tiba dari ayunannya muncul Blue Eyes Shining Dragon dalam wujud sinar yang mengoyak tubuh Dark End hingga tidak berbentuk, ketika Dark End sudah hancur, Garde turun tepat di depan Nando.
“wah wah hebat!! Kakak masih hidup ya? Takut ah lawan Blue Eyes yang sekarang, takut di bully-bully, tapi yang lebih hebat kok kakak masih hidup” kata Nando dengan tersenyum, Garde melihat Nando dengan marah, tiba-tiba dari belakang Garde muncul naga putih lainnya hanya saja yang ini memiliki kristal biru di ke dua dadanya, setelah itu halbred milik Garde bercahaya dan merubah bentuknya menjadi pedang,
“perfect embody… Stardust Dragon…” kemudian naga di belakang Garde berubah menjadi sinar dan menjadi pedang ke-2 Garde,
“wah!! hebat multiple embody bahkan keduanya perfect embody!! Saya terkejut loh kakak!!” kata Nando, “jangan bercanda Nando!! Kau dan Ryou menghianati ku di Neojamarcel 7 hari yang lalu dan meninggalkanku dalam keadaan terluka parah!!” teriak Garde marah, “wah wah kami tidak menghianati mu melainkan membuang barang yang sudah tidak berguna…” ucap Nando, Garde semakin emosi mendengar itu, “aku sudah pernah mati sekali… tapi Blue Eyes menolongku, dia mengorbankan auranya untuk menyembuhkan luka ku, setelah itu aku tidak bisa memanggil Blue Eyes sama sekali… dia telah hilang… tapi… aku bertemu Stardust!!! Tidak hanya itu dengan menguasai perfect embody aku bisa membangkitkan Blue Eyes sekali lagi!!” ucap Garde, “kali ini aku akan menyelesaikan urusan kita” Garde berlari ke arah Nando dan menebaskan kedua pedangnya tetapi Nando berhasil menghindarinya.
“hmmm repot juga… baiklah Lindwurm!! Kenny!! Kita mundur dulu” ucap Nando ke Lindwurm dan Kenny, “baik!!” balas mereka berdua, kemudian Lindwurm membuka lubang dimensi yang besar, yang dimasuki oleh Nando, Kenny, dan Lindwurm, sebelum lubang dimensi tertutup, Lindwurm melihat Brendan dengan tatapan bencinya, “sampai jumpa Garde the White Dragon” ucap Nando, setelah itu lubang dimensi tertutup.
Garde berjalan ke arah Brendan dan memotong rantai yang mengikat Brendan,
“tenang saja aku sudah berhenti memusuhi kalian” kata Garde sambil tersenyum,
“terima kasih Garde…” jawab Brendan pelan, sementara Hinagiku membantu Brendan berdiri, “Brendan-kun kau tidak akan menang melawan perfect embody dan 5 jendral naga hanya dengan embody biasa… kau harus bertemu dengan Core Chimail terkuat untuk menguasai perfect embody…” ucap Garde pelan, “tapi simbol ini belum bereaksi lagi” ucap Brendan, “aku tahu itu aku ke sini bukan hanya untuk membantu pertarungan mu… aku bisa membawamu ke dimensi tempat aeon mu berada…” balas Garde, “bagaimana caranya?” Tanya Brendan , “yang terpenting sembuhkan terlebih dahulu luka-luka mu… Hina-chan kau bisa menjaga Brendan-kun sampai lukanya sembuh total kan?” Tanya Garde ke Hinagiku, Hinagiku tersadar dari lamunannya, “bisa sensei! Serahkan saja kepadaku!” jawab Hinagiku, Garde tersenyum, kemudian Brendan di Bantu Hinagiku memasuki mansion, setelah Brendan sudah masuk ke dalam Mansion, Garde berjalan ke arah Marcel, “sampai kapan kau mau pura-pura tidak sadarkan diri Marcel-kun?” Tanya Garde, “a, aku tidak akan kalah lagi… aku akan menjadi kuat… AKU PASTI MENJADI LEBIH KUAT!!!” teriak Marcel yang kemudian menangis, sementara Garde membawa Andre yang tidak sadarkan diri bersamanya masuk ke dalam Mansion meninggalkan Marcel sendirian di depan untuk menenangkan diri.
7 hari kemudian luka Brendan, Andre, dan Marcel sudah mulai membaik, sementara di halaman depan terlihat Marcel yang membawa koper dan bersiap pergi jauh dari mansion dan di situ juga terlihat Hitagi yang mengantar Marcel sampai halaman depan
“Marcel… apakah kau memang harus pergi?” Tanya Hitagi ke Marcel, Marcel mencium Hitagi kemudian berbalik, “maafkan aku Hitagi aku harus pergi aku tidak boleh terus-terusan menjadi lemah seperti ini… aku janji setelah menjadi kuat aku akan kembali ke sini…” ucap Marcel, “tapi-“ belum selesai Hitagi berbicara Marcel sudah memotong, “sudah ku bilang tak apa-apa kan… aku mencitai mu Hitagi” ucap Marcel yang kemudian pergi, sementara Hitagi hanya bisa melihat Marcel pergi dari Mansion.
Sementara itu Andre sedang sendirian di kamarnya di mansion Marcel sampai tiba-tiba seseorang mendobrak pintu kamarnya, dan ternyata orang itu adalah wanita dengan rambut bewarna coklat pendek, dan mengenakan pita bewarna orange
“ketemu!!!” teriak wanita itu “ahhh! apa-apaan sih? Kau berisik sekali sih Haruhi!!” ucap Andre kesal, sementara Haruhi hanya tersenyum, “apa maksudmu? SOS sudah mencari mu seharian loh!!” ucap Haruhi bersemangat, “padahal tidak usah di cari kau juga pasti tahu kalo aku ada di mansionnya Marcel…” ucap Andre pelan, “kenapa kau tidak terlihat bersemangat sih!?” Tanya Haruhi sambil melihat Andre, “aku kalah… padahal aku hampir menang… aku, aku butuh kekuatan lebih!!!” jawab Andre, kemudian Haruhi memeluk Andre, “aku pasti akan membantu mu Andre! Tidak SOS akan membantumu mencari kekuatan baru!” kata Haruhi sambil memperlihatkan senyumnya, “terima kasih Haruhi…” Andre membalas pelukan Haruhi sambil tersenyum juga seperti Haruhi.
“luka mu sudah sembuh semua Brendan…” ucap Hinagiku sambil membantu Brendan bangun dari tempat tidurnya, “di mana Garde?” Tanya Brendan ke Hinagiku, “dia tadi sedang mau makan mungkin sebentar lagi dia kembali” jawab Hinagiku, “bukan sebentar lagi tapi aku sudah kembali” ucap Garde dari pintu, kemudian Hinagiku dan Brendan melihat Garde, Garde tersenyum melihat mereka berdua, “kalian berdua cocok ya… serasi…” ucap Garde menggoda Hina dan Brendan, “moou Sensei!! Apa-apaan sih!!” ucap Hinagiku yang merasa kesal sudah di goda, sedangkan muka Brendan hanya memerah, “Brendan-kun aku akan menunggu di kamar ku jika kau sudah siap datanglah ke kamar ku” ucap Garde, kemudian Garde berbalik ke arah kamarnya.
“apakah kau yakin mau melakukan ini Brendan? Kalau kau gagal kau akan menghilang dari dunia ini” ucap Hinagiku sambil meneteskan air mata, “aku tidak akan apa-apa Hina…” jawab Brendan sambil membersihkan air mata Hinagiku, “tapi, tapi aku tidak mau kau menghilang!! Aku, aku tidak akan memaafkan mu jika kau tidak kembali lagi!!” ucap Hinagiku sambil menatap Brendan dengan wajah sedihnya, “aku pasti kembali aku janji” jawab Brendan sambil mengacungkan kelingkingnya, “ya… janji” ucap Hinagiku sambil mengacungkan kelingkingnya juga dan menyatukannya ke kelingking Brendan, Brendan tersenyum ke Hinagiku, kemudian dia pergi ke kamar Garde meninggalkan Hinagiku sendirian
“hmm? Begitu berarti kau sudah siap?” Tanya Garde ke Brendan yang berdiri di depan pintu kamar Garde, “ya… aku akan menguasai perfect embody!!!” jawab Brendan tegas, “baiklah tapi jiga gagal kau akan meninggal…” ucap Garde pelan, “ya aku tahu itu…untuk melindungi Hina aku harus menjadi lebih kuat… Hina hampir saja meninggal 7 hari lalu… aku tidak akan membiarkan itu terjadi lagi!!” jawab Brendan, Garde tersenyum, “pendirian anak ini sangat kuat sepertinya aku tidak usah khawatir lagi” ucap Garde dalam hati, kemudian Garde mengambil gulungan di meja belajarnya, “baiklah Brendan tidur di kasur sekarang” perintah Garde, kemudian Brendan tidur di kasur Garde, sementara Garde mulai membuka gulungan tersebut dan membaca mantra di gulungan tersebut, setiap kali Garde menyelesaikan 1 bait Brendan semakin mengantuk, dan ketika Garde sudah membaca semua baitnya Brendan sudah tertidur, “kembalilah Brendan…” ucap Garde.
Brendan membuka matanya dan mendapati dirinya berada di sebuah pemukiman, dan entah kenapa saat itu sedang turun salju padahal ini bukan musimnya.
“cish bagaimana sih Garde!! Dia pakai sihir teleport ya!? Katanya mau mengajari ku menggunakan perfect embody? Siaaaal!! Mana dingin lagi!” tiba-tiba seorang anak kecil menabrak Brendan dari belakang, Brendan lansung berbalik dan melihat seorang anak berambut hitam dan bermata biru, Brendan membantunya berdiri, “kau tidak apa-apa?” Tanya Brendan, anak tersebut tersenyum melihat Brendan “aku tidak apa-apa kok kak! Harusnya aku minta maaf karena berlari dan tidak melihat di depan ada kakak sehingga aku menabrak kakak!” kata anak itu, anak itu sungguh ceria dan bersemangat, “kau mau ke mana?” Tanya Brendan, “aku mau ke laboratorium ayah! Kata ayah aku bisa punya saudara kembar!” jawab anak itu, Brendan tersenyum melihat kelakuan anak itu, “mau kakak temanin?” Tanya Brendan ke anak itu, anak itu tersenyum “mau!! Ayo kakak temani aku jalan sampai laboratorium ayah!!”.
Setelah beberapa menit berjalan, Brendan baru ingat kalau dia belum memperkenalkan diri dan belum mengetahui nama anak itu, “errr nama kakak Brendan… nama kamu siapa?” Tanya Brendan ke anak itu, anak itu senang karena namanya di Tanya “ceria sekali anak ini… benar-benar polos…” ucap Brendan dalam hati, kemudian dengan bersemangat anak itu menjawab.
“Ashley, kak!! Nama ku Ashley Lindwurm!!”
TO BE CONTINUED
Apakah yang sebenarnya terjadi dengan Brendan? Dan apakah yang akan terjadi di tengah musim salju itu? Better wait next episode
Next Episode:TRUTH BEHIND THE PAST!!
“perfect embody… BLUE EYES SHINING DRAGON!!!” naga tersebut berubah menjadi halbred putih dengan kristal biru di tengah mata kapaknya, laki-laki tersebut menengok ke arah Brendan dan Hinagiku, Brendan terkejut melihat siapa orang tersebut, “Garde Astale?!” ucap Brendan terkejut, Garde tersenyum ke Brendan dan Hinagiku, “bukankah sudah tugas seorang guru untuk melindungi muridnya?” kata Garde ke Brendan, kemudian Garde lari ke arah Lindwurm, Lindwurm yang telah kehabisan tenaga melepaskan Dark Armed dan memerintahkannya untuk menyerang Garde, tapi semua serangan Dark Armed berhasil di hindari semua tanpa terkena satu pun, kemudian Garde melompat ke arah langit, dan Garde mengeluarkan sayap putih bercahaya dan terbang ke arah Dark Armed, “Shining Sky Raid!!!” ketika jaraknya sudah cukup dekat Garde mengayunkan halbrednya untuk menebas Dark Armed menjadi 2 bagian, masing-masing dari bagian Dark Armed yang terbelah mengeluarkan darah yang amat sangat banyak, tiba-tiba dari belakang ada sinar hitam yang mengarah ke Garde, tetapi Garde bisa menghindari serangan yang di tembakan oleh Dark End, setelah itu Garde terbang ke arah Dark End, “overdrive… ULTIMATE SHINING SKY RAID!!!” dan kali ini Garde mengayunkan halbrednya dengan jarak yang cukup jauh, tiba-tiba dari ayunannya muncul Blue Eyes Shining Dragon dalam wujud sinar yang mengoyak tubuh Dark End hingga tidak berbentuk, ketika Dark End sudah hancur, Garde turun tepat di depan Nando.
“wah wah hebat!! Kakak masih hidup ya? Takut ah lawan Blue Eyes yang sekarang, takut di bully-bully, tapi yang lebih hebat kok kakak masih hidup” kata Nando dengan tersenyum, Garde melihat Nando dengan marah, tiba-tiba dari belakang Garde muncul naga putih lainnya hanya saja yang ini memiliki kristal biru di ke dua dadanya, setelah itu halbred milik Garde bercahaya dan merubah bentuknya menjadi pedang,
“perfect embody… Stardust Dragon…” kemudian naga di belakang Garde berubah menjadi sinar dan menjadi pedang ke-2 Garde,
“wah!! hebat multiple embody bahkan keduanya perfect embody!! Saya terkejut loh kakak!!” kata Nando, “jangan bercanda Nando!! Kau dan Ryou menghianati ku di Neojamarcel 7 hari yang lalu dan meninggalkanku dalam keadaan terluka parah!!” teriak Garde marah, “wah wah kami tidak menghianati mu melainkan membuang barang yang sudah tidak berguna…” ucap Nando, Garde semakin emosi mendengar itu, “aku sudah pernah mati sekali… tapi Blue Eyes menolongku, dia mengorbankan auranya untuk menyembuhkan luka ku, setelah itu aku tidak bisa memanggil Blue Eyes sama sekali… dia telah hilang… tapi… aku bertemu Stardust!!! Tidak hanya itu dengan menguasai perfect embody aku bisa membangkitkan Blue Eyes sekali lagi!!” ucap Garde, “kali ini aku akan menyelesaikan urusan kita” Garde berlari ke arah Nando dan menebaskan kedua pedangnya tetapi Nando berhasil menghindarinya.
“hmmm repot juga… baiklah Lindwurm!! Kenny!! Kita mundur dulu” ucap Nando ke Lindwurm dan Kenny, “baik!!” balas mereka berdua, kemudian Lindwurm membuka lubang dimensi yang besar, yang dimasuki oleh Nando, Kenny, dan Lindwurm, sebelum lubang dimensi tertutup, Lindwurm melihat Brendan dengan tatapan bencinya, “sampai jumpa Garde the White Dragon” ucap Nando, setelah itu lubang dimensi tertutup.
Garde berjalan ke arah Brendan dan memotong rantai yang mengikat Brendan,
“tenang saja aku sudah berhenti memusuhi kalian” kata Garde sambil tersenyum,
“terima kasih Garde…” jawab Brendan pelan, sementara Hinagiku membantu Brendan berdiri, “Brendan-kun kau tidak akan menang melawan perfect embody dan 5 jendral naga hanya dengan embody biasa… kau harus bertemu dengan Core Chimail terkuat untuk menguasai perfect embody…” ucap Garde pelan, “tapi simbol ini belum bereaksi lagi” ucap Brendan, “aku tahu itu aku ke sini bukan hanya untuk membantu pertarungan mu… aku bisa membawamu ke dimensi tempat aeon mu berada…” balas Garde, “bagaimana caranya?” Tanya Brendan , “yang terpenting sembuhkan terlebih dahulu luka-luka mu… Hina-chan kau bisa menjaga Brendan-kun sampai lukanya sembuh total kan?” Tanya Garde ke Hinagiku, Hinagiku tersadar dari lamunannya, “bisa sensei! Serahkan saja kepadaku!” jawab Hinagiku, Garde tersenyum, kemudian Brendan di Bantu Hinagiku memasuki mansion, setelah Brendan sudah masuk ke dalam Mansion, Garde berjalan ke arah Marcel, “sampai kapan kau mau pura-pura tidak sadarkan diri Marcel-kun?” Tanya Garde, “a, aku tidak akan kalah lagi… aku akan menjadi kuat… AKU PASTI MENJADI LEBIH KUAT!!!” teriak Marcel yang kemudian menangis, sementara Garde membawa Andre yang tidak sadarkan diri bersamanya masuk ke dalam Mansion meninggalkan Marcel sendirian di depan untuk menenangkan diri.
7 hari kemudian luka Brendan, Andre, dan Marcel sudah mulai membaik, sementara di halaman depan terlihat Marcel yang membawa koper dan bersiap pergi jauh dari mansion dan di situ juga terlihat Hitagi yang mengantar Marcel sampai halaman depan
“Marcel… apakah kau memang harus pergi?” Tanya Hitagi ke Marcel, Marcel mencium Hitagi kemudian berbalik, “maafkan aku Hitagi aku harus pergi aku tidak boleh terus-terusan menjadi lemah seperti ini… aku janji setelah menjadi kuat aku akan kembali ke sini…” ucap Marcel, “tapi-“ belum selesai Hitagi berbicara Marcel sudah memotong, “sudah ku bilang tak apa-apa kan… aku mencitai mu Hitagi” ucap Marcel yang kemudian pergi, sementara Hitagi hanya bisa melihat Marcel pergi dari Mansion.
Sementara itu Andre sedang sendirian di kamarnya di mansion Marcel sampai tiba-tiba seseorang mendobrak pintu kamarnya, dan ternyata orang itu adalah wanita dengan rambut bewarna coklat pendek, dan mengenakan pita bewarna orange
“ketemu!!!” teriak wanita itu “ahhh! apa-apaan sih? Kau berisik sekali sih Haruhi!!” ucap Andre kesal, sementara Haruhi hanya tersenyum, “apa maksudmu? SOS sudah mencari mu seharian loh!!” ucap Haruhi bersemangat, “padahal tidak usah di cari kau juga pasti tahu kalo aku ada di mansionnya Marcel…” ucap Andre pelan, “kenapa kau tidak terlihat bersemangat sih!?” Tanya Haruhi sambil melihat Andre, “aku kalah… padahal aku hampir menang… aku, aku butuh kekuatan lebih!!!” jawab Andre, kemudian Haruhi memeluk Andre, “aku pasti akan membantu mu Andre! Tidak SOS akan membantumu mencari kekuatan baru!” kata Haruhi sambil memperlihatkan senyumnya, “terima kasih Haruhi…” Andre membalas pelukan Haruhi sambil tersenyum juga seperti Haruhi.
“luka mu sudah sembuh semua Brendan…” ucap Hinagiku sambil membantu Brendan bangun dari tempat tidurnya, “di mana Garde?” Tanya Brendan ke Hinagiku, “dia tadi sedang mau makan mungkin sebentar lagi dia kembali” jawab Hinagiku, “bukan sebentar lagi tapi aku sudah kembali” ucap Garde dari pintu, kemudian Hinagiku dan Brendan melihat Garde, Garde tersenyum melihat mereka berdua, “kalian berdua cocok ya… serasi…” ucap Garde menggoda Hina dan Brendan, “moou Sensei!! Apa-apaan sih!!” ucap Hinagiku yang merasa kesal sudah di goda, sedangkan muka Brendan hanya memerah, “Brendan-kun aku akan menunggu di kamar ku jika kau sudah siap datanglah ke kamar ku” ucap Garde, kemudian Garde berbalik ke arah kamarnya.
“apakah kau yakin mau melakukan ini Brendan? Kalau kau gagal kau akan menghilang dari dunia ini” ucap Hinagiku sambil meneteskan air mata, “aku tidak akan apa-apa Hina…” jawab Brendan sambil membersihkan air mata Hinagiku, “tapi, tapi aku tidak mau kau menghilang!! Aku, aku tidak akan memaafkan mu jika kau tidak kembali lagi!!” ucap Hinagiku sambil menatap Brendan dengan wajah sedihnya, “aku pasti kembali aku janji” jawab Brendan sambil mengacungkan kelingkingnya, “ya… janji” ucap Hinagiku sambil mengacungkan kelingkingnya juga dan menyatukannya ke kelingking Brendan, Brendan tersenyum ke Hinagiku, kemudian dia pergi ke kamar Garde meninggalkan Hinagiku sendirian
“hmm? Begitu berarti kau sudah siap?” Tanya Garde ke Brendan yang berdiri di depan pintu kamar Garde, “ya… aku akan menguasai perfect embody!!!” jawab Brendan tegas, “baiklah tapi jiga gagal kau akan meninggal…” ucap Garde pelan, “ya aku tahu itu…untuk melindungi Hina aku harus menjadi lebih kuat… Hina hampir saja meninggal 7 hari lalu… aku tidak akan membiarkan itu terjadi lagi!!” jawab Brendan, Garde tersenyum, “pendirian anak ini sangat kuat sepertinya aku tidak usah khawatir lagi” ucap Garde dalam hati, kemudian Garde mengambil gulungan di meja belajarnya, “baiklah Brendan tidur di kasur sekarang” perintah Garde, kemudian Brendan tidur di kasur Garde, sementara Garde mulai membuka gulungan tersebut dan membaca mantra di gulungan tersebut, setiap kali Garde menyelesaikan 1 bait Brendan semakin mengantuk, dan ketika Garde sudah membaca semua baitnya Brendan sudah tertidur, “kembalilah Brendan…” ucap Garde.
Brendan membuka matanya dan mendapati dirinya berada di sebuah pemukiman, dan entah kenapa saat itu sedang turun salju padahal ini bukan musimnya.
“cish bagaimana sih Garde!! Dia pakai sihir teleport ya!? Katanya mau mengajari ku menggunakan perfect embody? Siaaaal!! Mana dingin lagi!” tiba-tiba seorang anak kecil menabrak Brendan dari belakang, Brendan lansung berbalik dan melihat seorang anak berambut hitam dan bermata biru, Brendan membantunya berdiri, “kau tidak apa-apa?” Tanya Brendan, anak tersebut tersenyum melihat Brendan “aku tidak apa-apa kok kak! Harusnya aku minta maaf karena berlari dan tidak melihat di depan ada kakak sehingga aku menabrak kakak!” kata anak itu, anak itu sungguh ceria dan bersemangat, “kau mau ke mana?” Tanya Brendan, “aku mau ke laboratorium ayah! Kata ayah aku bisa punya saudara kembar!” jawab anak itu, Brendan tersenyum melihat kelakuan anak itu, “mau kakak temanin?” Tanya Brendan ke anak itu, anak itu tersenyum “mau!! Ayo kakak temani aku jalan sampai laboratorium ayah!!”.
Setelah beberapa menit berjalan, Brendan baru ingat kalau dia belum memperkenalkan diri dan belum mengetahui nama anak itu, “errr nama kakak Brendan… nama kamu siapa?” Tanya Brendan ke anak itu, anak itu senang karena namanya di Tanya “ceria sekali anak ini… benar-benar polos…” ucap Brendan dalam hati, kemudian dengan bersemangat anak itu menjawab.
“Ashley, kak!! Nama ku Ashley Lindwurm!!”
TO BE CONTINUED
Apakah yang sebenarnya terjadi dengan Brendan? Dan apakah yang akan terjadi di tengah musim salju itu? Better wait next episode
Next Episode:TRUTH BEHIND THE PAST!!
Minggu, 11 Oktober 2009
CHAPTER 8: MY LIFE RESOLVE!
CHAPTER 8:MY LIFE RESOLVE!
“ya tujuan baruku… adalah untuk melindungimu Hinagiku… aku tidak ingin melihat wajah sedihmu…” ucap Brendan pelan Hinagiku yang mendengar itu mukanya langsung memerah menyala “a, apa-apaan sih aku tidak butuh perlindungan mu!” kata Hinagiku ke Brendan, Brendan hanya tersenyum saja melihat kelakuan Hinagiku, Marcel dan Andre datang ke tempat Brendan dan membantu Brendan berdiri
“sudah agak tenang sekarang? Berarti aku tidak salah menelpon Hinagiku” kata Marcel, Brendan tersenyum ke Marcel “terima kasih Marcel atas dukungannya kau memang sahabat yang baik” kata Brendan, tiba-tiba terdengar ledakan dari depan, Brendan, Marcel, dan Andre yang kaget langsung berlari ke arah depan, Brendan menyuruh Hinagiku menunggu di sana sementara mereka ke arah depan, di depan mereka melihat Lindwurm, Kenny, dan seorang laki-laki yang mengendarai naga putih,
“me, mereka… 3 dari 5 jendral naga!! Lindwurm the Dark Armored Overlord, Kenny the Twillight Knight, Fernando the Lightsworn Judgement!!” teriak Marcel kaget
“kita kesini untuk mengambil rainbow kristal!! Serahkan atau mati!!” teriak Lindwurm, kemudian Lindwurm melihat ke arah Brendan dengan tatapan benci,
“kau… aku kira kau sudah putus asa… dasar kloning!!” ucap Lindwurm kasar ke Brendan, Brendan membalas tatapannya
“memang aku cloning dari mu… tapi… mulai sekarang aku akan hidup sebagai manusia!! Bukan kloning!!” teriak Brendan tegas “itu… itu adalah keputusan ku untuk terus hidup dan melindungi seseorang yang penting bagiku!!” Lindwurm yang melihat itu makin kesal “kloning ini… dia… baiklah kalau itu mau mu aku akan menghancurkan mu dengan tangan ku!!” ucap Lindwurm dalam hati, dan ketiga jendral tersebut mulai menyerang.
Fernando berhadapan dengan Marcel, Fernando melihat Marcel
“ampun kakak saya ini yang paling lemah dan sangat lemah loh jadi jangan di bully-bully ya…” kata Nando sambil memperlihatkan senyumannya, Marcel mulai mesummon Neos, “jangan bercanda!! Kau adalah pemimpin 5 jendral naga!!” kata Marcel sambil melihat Nando, “loh kata siapa kakak pemimpin jendral naga itu harus pakai Blue Eyes dan berkaca mata loh” kata Nando dengan nada mengejek, “Neos serang dia!!” Neos mulai menyerang Nando dan naganya tapi Nando bisa menghindari semua serangannya dengan mudah,
“wah! wah! bahaya kalo terus seperti ini aku pasti kalah!! Neos kuat ya!! Judgement Dragon ku tidak berkutik!!” kata Nando lagi sambil terus menghindari serangan Neos tanpa ada satu pun yang mengenainya, “ahh!! Tidak!! Aku kepleset!!” kata Nando tiba-tiba Judgement Dragon milik Nando memukul Neos sampai terlempar jauh, “wah maaf-maaf tadi benar-benar kepleset” kata Nando
“orang sampai kapan dia terus mau bermain-main?” ucap Marcel dalam hati, sementara Neos sudah bangkit dan tidak terlalu mengalami luka yang berarti.
“Neos!! Overdrive!! Kita selesaikan sekarang!!” teriak Marcel marah karena merasa terus di permainkan oleh Nando, Neos menuruti perintah Marcel dan mulai mengumpulkan aura di sekelilingnya “overdrive…” ucap Marcel dan Neos perlahan, dan sepertinya Nando juga mulai mengambil kuda-kuda, “wah overdrive ya kakak? aku pasti kalah dong!” ucap Nando sambil tertawa kecil,
“JUSTICE WRATH!!” dan Neos terbang ke arah Nando dengan kecepatan rocket, sementara Nando terlihat tenang, “waw! Kayaknya aku kalah nih atau ngak ya... Judgement Roar!!” dan tiba-tiba Judgement meraung dan raungannya bersifat seperti kamaitachi tiba-tiba di tubuh Neos mulai muncul luka-luka tebasan dan kemudian terlempar sambil memuncratkan darah yang banyak sehingga tidak sadarkan diri begitu juga dengan Marcel yang terkena serangan Judgement Roarnya yang juga terlempar bersamaan dengan Neos dan tidak sadarkan diri berlumuran darah.
“padahal saya lemah loh…” ucap Nando sambil berbalik.
Sementara Andre berhadapan dengan Kenny, Kenny mulai mesummon naganya yang berbuntut 2 dan memiliki 2 warna berbeda “Light and Darkness Dragon… kalahkan musuh ku tanpa sisa…” kata Kenny sambil melihat ke arah Andre sementar Andre juga mulai mesummon aeonnya, “muncullah!! Des Frog!!” dan muncullah seekor kodok di dekat Andre, sementara Kenny terdiam “kau mengejek ya… memangnya kau Jiraiya hah!! Dan jangan bilang kau penggemar Keroro Gunsou!! Urgh sekarang aku benar-benar merasa di bohongi… Light and Darkness serang!!” teriak Kenny, dan Light and Darkness pun menembakan projectile putih ke arah Des Frog, tetapi karena tubuhnya yang kecil Des Frog pun berhasil menghindar, kemudian Andre mulai memanggil lebih banyak Des Frog dan Des Frog itu mulai menabraki Light and Darkness di mana setiap Des Frog tersebut meledak setelah menabrak Light and Darkness, Kenny yang melihat itu terkejut Karena tidak menyangka kalo Des Frog memiliki kekuatan seperti itu
“baiklah kalau kau memaksa!! Maka aku akan menggunakan overdrive milikku!!” teriak Kenny, tapi entah kenapa Andre tidak ketakutan dan tetap terlihat santai.
“baiklah kau yang meminta!! Overdrive… CHAOS FLARE!!” kemudian Light and Darkness menembakan cahaya hitam dan putih yang kemudian bersatu menjadi satu dan mengarah ke arah Andre, sementara Andre mulai memanggil kodoknya yang lain, kodok yang kali ini di panggil memiliki sayap kecil, sementara Chaos Flare semakin mendekati Andre dan kodoknya “Treeborn Frog… Froggy Forcefield!!” tiba-tiba Treeborn Frog milik Andre tertutup oleh aura yang berbentuk lingkaran dan serangan Light and Darkness kemudian di pantulkan dan mengenai tuannya sendiri, Light and Darkness pun mulai roboh, Andre berbalik untuk melihat keadaan Marcel tapi tiba-tiba terdengar suara Kenny dari belakang, Andre pun langsung berbalik dan melihat Kenny yang berlumuran darah kembali bangkit bersama naganya, dan Andre menyadari ada keganjalan di naga Kenny, entah kenapa sekarang warna hitam di naga Kenny mulai mendominasi, dan tiba-tiba naga Kenny berubah menjadi cahaya hitam dan membentuk wujud yang berbeda.
“jangan main-main… aku masih belum kalah!! Jangan membelakangi ku!! Dark End Dragon!!” teriak Kenny dan Light and Darkness milik Kenny pun berubah wujud menjadi naga hitam dan memiliki wajah di badannya, Andre kaget melihat itu
“sekarang aku akan membunuh mu!! Abyssal Breath!!” Dark End menembakan cahaya hitam dari mulutnya yang mengarah ke arah Andre, “sudah ku bilang itu percuma!! Froggy Forcefield!!” lagi-lagi Treeborn milik Andre di selimuti aura yang melindunginya, tapi sepertinya kali ini percuma serangan milik Dark End terlalu kuat untuk di tahan sehingga Froggy Forcefield pecah dan akhirnya cahaya hitam itu mengenai Andre dan membuat Andre terlempar tidak sadarkan diri,
“aku tidak menyangka melawan Keroro Gunsou akan membuatku terluka parah seperti ini…” ucap Kenny pelan
sementara Brendan mendekati Lindwurm “kau adalah kloning ku” kata Lindwurm, “kau adalah tubuh asli ku” lanjut Brendan keduanya semakin dekat “kau tidak akan menang” ucap Lindwurm pelan “aku harus menang” lanjut Brendan, “karena itu… karena itu aku MEMBENCI MU!!!” teriak Brendan dan Lindwurm bersamaan dan keduanya mulai berlari “perfect embody!! Dark Armed Dragon!!” Dark Armed pun membentuk armor hitam yang melindungi Lindwurm sementara Brendan me embody Ice yang memanggil gungnir dan mulai menyerang Lindwurm, tapi Lindwurm berhasil menghidarinya, Lindwurm memanggil rantai yang ujungnya diberi mata tombak dari lubang dimensinya Brendan berhasil menghindari beberapa tapi sisanya berhasil mengenai tubuhnya, “aku yang akan menghancurkan mu kloning gagal!!” teriak Lindwurm yang membuat lubang dimensi yang besar di langit kemudian dari lubang tersebut di tembakan sinar hitam yang sangat besar ke arah Brendan, sementara Brendan me swap Icenya dengan Guardian dan kemudian melempar tamengnya yang menghisap cahaya tersebut, Brendan berlari ke arah Lindwurm “aku akan membunuh mu yang akan menghilangkan rasa kebencian ini!!” teriak Brendan, kemudian Brendan menebas badan Lindwurm, sehingga memuncratkan darah ke tubuh Brendan dan juga pedangnya, tapi Lindwurm hanya tersenyum dan tiba-tiba luka tersebut tertutup dengan cepat, Brendan yang melihat itu terkejut, “hehehehe tidak ada benda bajakan yang bisa lebih unggul dari benda aslinya!! Dark Flame Chain!!” teriak Lindwurm yang membuat lubang dimensi yang mengeluarkan rantai dan mengikat Brendan dan kemudian membakarnya dengan api hitam, Brendan berusaha menahan rasa panas dan sakit itu kemudian dengan tenaganya Brendan berhasil mematahkan rantai tersebut, Lindwurm yang melihat itu terkejut bukan main.
“hanya demi dia… hanya demi Hina aku memiliki tujuan hidup ku lagi!! Aku tidak boleh mati disini!! Embody Powerhand!!” Brendan yang masih dibungkus api hitam memanggil bor Powerhand, “bagaimana… bagaimana bisa orang ini bisa bertahan!!” ucap Lindwurm dalam hati sementara Brendan berlari ke arah Lindwurm “OVERDRIVE!! MAXIMUM DRILL!!” bor milik Brendan mulai berputar dengan kecepatan yang amat sangat cepat, karena angin tersebut api hitam yang membungkus Brendan padam perlahan-lahan, angin yang terbawa oleh putaran bor membentuk glaive raksasa kemudian Brendan mengarahkannya ke Lindwurm, tapi tiba-tiba kristal merah darah di dada Lindwurm menyala dan membentuk aura merah yang melindunginya.
“jangan sombong kau!! Sudah kubilang bajakan tidak akan bisa lebih unggul dari yang asli!!” teriak Lindwurm, “Marcel… sudah memberikan ku dukungan untuk terus hidup aku sungguh berterima kasih mungkin kalau dia tidak ada aku sudah putus asa dengan hidup ku… begitu juga dengan Hina… dia telah menarik ku dari kegelapan yang tidak berujung… aku tidak boleh mengecewakan mereka!!” teriak Brendan, tiba-tiba aura milik Lindwurm mulai retak perlahan-lahan dan pecah menjadi berkeping-keping, Lindwurm yang melihat itu terkejut, Maximum Drill yang berhasil melewati aura tersebut menusuk Lindwurm dan darah yang di keluarkan Lindwurm terbawa putaran bor dan kemudian Brendan melempar Lindwurm ke belakang, tapi ternyata Lindwurm belum kalah dia mulai berdiri kembali walaupun di tubuhnya terdapat lubang bekas putaran bor Brendan, “sial semua kekuatan blood orb sudah kugunakan untuk Barrier tadi sekarang blood orb tidak menyimpan energi untuk regenesasi lagi… sial sakit sekali” ucap Lindwurm dalam hati, sementara Brendan mulai mendekati Lindwurm dengan bornya yang berlumuran darah, tiba-tiba muncul lubang dimensi yang mengeluarkan rantai dan mengikat Brendan kembali, Brendan terkejut melihat itu, dia tidak menyangka kalo Lindwurm masih memiliki kekuatan untuk membuka lubang dimensi.
“jangan senang dulu aku masih bisa mengalahkanmu… o… ver… drive… Dark… A… poca… lypse” ucap Lindwurm sambil menahan rasa sakit di perutnya, tiba-tiba di sekeliling Brendan muncul berpuluh-puluh lubang dimensi, kemudian lubang dimensi tersebut menembakan cahaya hitam yang meledak ketika mengenai Brendan setelah lubang dimensi tertutup Brendan sudah berlumuran dengan darah.
“ti… tidak mungkin!! Bahkan kau masih bisa mengeluarkan overdrive!!” teriak Brendan,
“sudah kubilangkan aku tidak semudah itu untuk dikalahkan…” ucap Lindwurm ke Brendan, tiba-tiba terdengar suara dari belakang Brendan,
“HENTIKAN!!!” ternyata suara itu berasal dari Hinagiku, Hinagiku berlari ke arah Brendan dan memeluknya, “kau kan tidak perlu sekejam itu!! Pergi!! Kau sudah menang kan!!” teriak Hinagiku ke Lindwurm, Lindwurm melihat Hinagiku dengan penasaran.
“HAHAHAHA jadi ini yang mau kau lindungi!? Jadi ini yang telah menolongmu dari keputus asaan!? Kalau begitu aku juga akan hancurkan cahaya mu!!” teriak Lindwurm sambil mencharge cahaya hitam di tangannya dan mengarahkannya ke arah Brendan dan Hinagiku, “jangan Lindwurm!! Hinagiku lari!! Kumohon!!” teriak Brendan tapi Hinagiku tidak bergeming “ aku akan tetap bersama mu Brendan…” ucap Hinagiku sambil tersenyum, “jangan!! Kumohon lari!! Lindwurm kalau kau membunuh Hina kau tidak akan ku maafkan!!” teriak Brendan lagi dan perlahan air mata mulai menetes dari mata Brendan, “tidak akan memaafkan ku eh? Tapi kau tidak akan bisa melakukan apa-apa karena setelah ini kau akan mati!!” sebelum Lindwurm berhasil menembakan cahaya hitam ke arah Brendan, tiba-tiba muncul cahaya putih dari langit yang menghalangi Lindwurm menembakan serangannya dan dari langit turun seorang laki-laki, laki-laki tersebut menatap Lindwurm dengan tatapan tajam dan tiba-tiba muncul naga yang terlihat seperti mesin dengan kristal biru di dadanya, kemudian naga tersebut menjadi cahaya putih dan mengarah ke arah laki-laki tersebut.
“perfect embody… BLUE EYES SHINING DRAGON!!!!”
TO BE CONTINUED
Siapakah laki-laki itu? Apakah dia seseorang yang di kenal Brendan? Dan yang terpenting apakah dia musuh atau kawan? Better wait for next episode
Next Episode:ENEMY YESTERDAY, ALLY TODAY!!! RAGING BLUE EYES SHINING DRAGON!!!
“ya tujuan baruku… adalah untuk melindungimu Hinagiku… aku tidak ingin melihat wajah sedihmu…” ucap Brendan pelan Hinagiku yang mendengar itu mukanya langsung memerah menyala “a, apa-apaan sih aku tidak butuh perlindungan mu!” kata Hinagiku ke Brendan, Brendan hanya tersenyum saja melihat kelakuan Hinagiku, Marcel dan Andre datang ke tempat Brendan dan membantu Brendan berdiri
“sudah agak tenang sekarang? Berarti aku tidak salah menelpon Hinagiku” kata Marcel, Brendan tersenyum ke Marcel “terima kasih Marcel atas dukungannya kau memang sahabat yang baik” kata Brendan, tiba-tiba terdengar ledakan dari depan, Brendan, Marcel, dan Andre yang kaget langsung berlari ke arah depan, Brendan menyuruh Hinagiku menunggu di sana sementara mereka ke arah depan, di depan mereka melihat Lindwurm, Kenny, dan seorang laki-laki yang mengendarai naga putih,
“me, mereka… 3 dari 5 jendral naga!! Lindwurm the Dark Armored Overlord, Kenny the Twillight Knight, Fernando the Lightsworn Judgement!!” teriak Marcel kaget
“kita kesini untuk mengambil rainbow kristal!! Serahkan atau mati!!” teriak Lindwurm, kemudian Lindwurm melihat ke arah Brendan dengan tatapan benci,
“kau… aku kira kau sudah putus asa… dasar kloning!!” ucap Lindwurm kasar ke Brendan, Brendan membalas tatapannya
“memang aku cloning dari mu… tapi… mulai sekarang aku akan hidup sebagai manusia!! Bukan kloning!!” teriak Brendan tegas “itu… itu adalah keputusan ku untuk terus hidup dan melindungi seseorang yang penting bagiku!!” Lindwurm yang melihat itu makin kesal “kloning ini… dia… baiklah kalau itu mau mu aku akan menghancurkan mu dengan tangan ku!!” ucap Lindwurm dalam hati, dan ketiga jendral tersebut mulai menyerang.
Fernando berhadapan dengan Marcel, Fernando melihat Marcel
“ampun kakak saya ini yang paling lemah dan sangat lemah loh jadi jangan di bully-bully ya…” kata Nando sambil memperlihatkan senyumannya, Marcel mulai mesummon Neos, “jangan bercanda!! Kau adalah pemimpin 5 jendral naga!!” kata Marcel sambil melihat Nando, “loh kata siapa kakak pemimpin jendral naga itu harus pakai Blue Eyes dan berkaca mata loh” kata Nando dengan nada mengejek, “Neos serang dia!!” Neos mulai menyerang Nando dan naganya tapi Nando bisa menghindari semua serangannya dengan mudah,
“wah! wah! bahaya kalo terus seperti ini aku pasti kalah!! Neos kuat ya!! Judgement Dragon ku tidak berkutik!!” kata Nando lagi sambil terus menghindari serangan Neos tanpa ada satu pun yang mengenainya, “ahh!! Tidak!! Aku kepleset!!” kata Nando tiba-tiba Judgement Dragon milik Nando memukul Neos sampai terlempar jauh, “wah maaf-maaf tadi benar-benar kepleset” kata Nando
“orang sampai kapan dia terus mau bermain-main?” ucap Marcel dalam hati, sementara Neos sudah bangkit dan tidak terlalu mengalami luka yang berarti.
“Neos!! Overdrive!! Kita selesaikan sekarang!!” teriak Marcel marah karena merasa terus di permainkan oleh Nando, Neos menuruti perintah Marcel dan mulai mengumpulkan aura di sekelilingnya “overdrive…” ucap Marcel dan Neos perlahan, dan sepertinya Nando juga mulai mengambil kuda-kuda, “wah overdrive ya kakak? aku pasti kalah dong!” ucap Nando sambil tertawa kecil,
“JUSTICE WRATH!!” dan Neos terbang ke arah Nando dengan kecepatan rocket, sementara Nando terlihat tenang, “waw! Kayaknya aku kalah nih atau ngak ya... Judgement Roar!!” dan tiba-tiba Judgement meraung dan raungannya bersifat seperti kamaitachi tiba-tiba di tubuh Neos mulai muncul luka-luka tebasan dan kemudian terlempar sambil memuncratkan darah yang banyak sehingga tidak sadarkan diri begitu juga dengan Marcel yang terkena serangan Judgement Roarnya yang juga terlempar bersamaan dengan Neos dan tidak sadarkan diri berlumuran darah.
“padahal saya lemah loh…” ucap Nando sambil berbalik.
Sementara Andre berhadapan dengan Kenny, Kenny mulai mesummon naganya yang berbuntut 2 dan memiliki 2 warna berbeda “Light and Darkness Dragon… kalahkan musuh ku tanpa sisa…” kata Kenny sambil melihat ke arah Andre sementar Andre juga mulai mesummon aeonnya, “muncullah!! Des Frog!!” dan muncullah seekor kodok di dekat Andre, sementara Kenny terdiam “kau mengejek ya… memangnya kau Jiraiya hah!! Dan jangan bilang kau penggemar Keroro Gunsou!! Urgh sekarang aku benar-benar merasa di bohongi… Light and Darkness serang!!” teriak Kenny, dan Light and Darkness pun menembakan projectile putih ke arah Des Frog, tetapi karena tubuhnya yang kecil Des Frog pun berhasil menghindar, kemudian Andre mulai memanggil lebih banyak Des Frog dan Des Frog itu mulai menabraki Light and Darkness di mana setiap Des Frog tersebut meledak setelah menabrak Light and Darkness, Kenny yang melihat itu terkejut Karena tidak menyangka kalo Des Frog memiliki kekuatan seperti itu
“baiklah kalau kau memaksa!! Maka aku akan menggunakan overdrive milikku!!” teriak Kenny, tapi entah kenapa Andre tidak ketakutan dan tetap terlihat santai.
“baiklah kau yang meminta!! Overdrive… CHAOS FLARE!!” kemudian Light and Darkness menembakan cahaya hitam dan putih yang kemudian bersatu menjadi satu dan mengarah ke arah Andre, sementara Andre mulai memanggil kodoknya yang lain, kodok yang kali ini di panggil memiliki sayap kecil, sementara Chaos Flare semakin mendekati Andre dan kodoknya “Treeborn Frog… Froggy Forcefield!!” tiba-tiba Treeborn Frog milik Andre tertutup oleh aura yang berbentuk lingkaran dan serangan Light and Darkness kemudian di pantulkan dan mengenai tuannya sendiri, Light and Darkness pun mulai roboh, Andre berbalik untuk melihat keadaan Marcel tapi tiba-tiba terdengar suara Kenny dari belakang, Andre pun langsung berbalik dan melihat Kenny yang berlumuran darah kembali bangkit bersama naganya, dan Andre menyadari ada keganjalan di naga Kenny, entah kenapa sekarang warna hitam di naga Kenny mulai mendominasi, dan tiba-tiba naga Kenny berubah menjadi cahaya hitam dan membentuk wujud yang berbeda.
“jangan main-main… aku masih belum kalah!! Jangan membelakangi ku!! Dark End Dragon!!” teriak Kenny dan Light and Darkness milik Kenny pun berubah wujud menjadi naga hitam dan memiliki wajah di badannya, Andre kaget melihat itu
“sekarang aku akan membunuh mu!! Abyssal Breath!!” Dark End menembakan cahaya hitam dari mulutnya yang mengarah ke arah Andre, “sudah ku bilang itu percuma!! Froggy Forcefield!!” lagi-lagi Treeborn milik Andre di selimuti aura yang melindunginya, tapi sepertinya kali ini percuma serangan milik Dark End terlalu kuat untuk di tahan sehingga Froggy Forcefield pecah dan akhirnya cahaya hitam itu mengenai Andre dan membuat Andre terlempar tidak sadarkan diri,
“aku tidak menyangka melawan Keroro Gunsou akan membuatku terluka parah seperti ini…” ucap Kenny pelan
sementara Brendan mendekati Lindwurm “kau adalah kloning ku” kata Lindwurm, “kau adalah tubuh asli ku” lanjut Brendan keduanya semakin dekat “kau tidak akan menang” ucap Lindwurm pelan “aku harus menang” lanjut Brendan, “karena itu… karena itu aku MEMBENCI MU!!!” teriak Brendan dan Lindwurm bersamaan dan keduanya mulai berlari “perfect embody!! Dark Armed Dragon!!” Dark Armed pun membentuk armor hitam yang melindungi Lindwurm sementara Brendan me embody Ice yang memanggil gungnir dan mulai menyerang Lindwurm, tapi Lindwurm berhasil menghidarinya, Lindwurm memanggil rantai yang ujungnya diberi mata tombak dari lubang dimensinya Brendan berhasil menghindari beberapa tapi sisanya berhasil mengenai tubuhnya, “aku yang akan menghancurkan mu kloning gagal!!” teriak Lindwurm yang membuat lubang dimensi yang besar di langit kemudian dari lubang tersebut di tembakan sinar hitam yang sangat besar ke arah Brendan, sementara Brendan me swap Icenya dengan Guardian dan kemudian melempar tamengnya yang menghisap cahaya tersebut, Brendan berlari ke arah Lindwurm “aku akan membunuh mu yang akan menghilangkan rasa kebencian ini!!” teriak Brendan, kemudian Brendan menebas badan Lindwurm, sehingga memuncratkan darah ke tubuh Brendan dan juga pedangnya, tapi Lindwurm hanya tersenyum dan tiba-tiba luka tersebut tertutup dengan cepat, Brendan yang melihat itu terkejut, “hehehehe tidak ada benda bajakan yang bisa lebih unggul dari benda aslinya!! Dark Flame Chain!!” teriak Lindwurm yang membuat lubang dimensi yang mengeluarkan rantai dan mengikat Brendan dan kemudian membakarnya dengan api hitam, Brendan berusaha menahan rasa panas dan sakit itu kemudian dengan tenaganya Brendan berhasil mematahkan rantai tersebut, Lindwurm yang melihat itu terkejut bukan main.
“hanya demi dia… hanya demi Hina aku memiliki tujuan hidup ku lagi!! Aku tidak boleh mati disini!! Embody Powerhand!!” Brendan yang masih dibungkus api hitam memanggil bor Powerhand, “bagaimana… bagaimana bisa orang ini bisa bertahan!!” ucap Lindwurm dalam hati sementara Brendan berlari ke arah Lindwurm “OVERDRIVE!! MAXIMUM DRILL!!” bor milik Brendan mulai berputar dengan kecepatan yang amat sangat cepat, karena angin tersebut api hitam yang membungkus Brendan padam perlahan-lahan, angin yang terbawa oleh putaran bor membentuk glaive raksasa kemudian Brendan mengarahkannya ke Lindwurm, tapi tiba-tiba kristal merah darah di dada Lindwurm menyala dan membentuk aura merah yang melindunginya.
“jangan sombong kau!! Sudah kubilang bajakan tidak akan bisa lebih unggul dari yang asli!!” teriak Lindwurm, “Marcel… sudah memberikan ku dukungan untuk terus hidup aku sungguh berterima kasih mungkin kalau dia tidak ada aku sudah putus asa dengan hidup ku… begitu juga dengan Hina… dia telah menarik ku dari kegelapan yang tidak berujung… aku tidak boleh mengecewakan mereka!!” teriak Brendan, tiba-tiba aura milik Lindwurm mulai retak perlahan-lahan dan pecah menjadi berkeping-keping, Lindwurm yang melihat itu terkejut, Maximum Drill yang berhasil melewati aura tersebut menusuk Lindwurm dan darah yang di keluarkan Lindwurm terbawa putaran bor dan kemudian Brendan melempar Lindwurm ke belakang, tapi ternyata Lindwurm belum kalah dia mulai berdiri kembali walaupun di tubuhnya terdapat lubang bekas putaran bor Brendan, “sial semua kekuatan blood orb sudah kugunakan untuk Barrier tadi sekarang blood orb tidak menyimpan energi untuk regenesasi lagi… sial sakit sekali” ucap Lindwurm dalam hati, sementara Brendan mulai mendekati Lindwurm dengan bornya yang berlumuran darah, tiba-tiba muncul lubang dimensi yang mengeluarkan rantai dan mengikat Brendan kembali, Brendan terkejut melihat itu, dia tidak menyangka kalo Lindwurm masih memiliki kekuatan untuk membuka lubang dimensi.
“jangan senang dulu aku masih bisa mengalahkanmu… o… ver… drive… Dark… A… poca… lypse” ucap Lindwurm sambil menahan rasa sakit di perutnya, tiba-tiba di sekeliling Brendan muncul berpuluh-puluh lubang dimensi, kemudian lubang dimensi tersebut menembakan cahaya hitam yang meledak ketika mengenai Brendan setelah lubang dimensi tertutup Brendan sudah berlumuran dengan darah.
“ti… tidak mungkin!! Bahkan kau masih bisa mengeluarkan overdrive!!” teriak Brendan,
“sudah kubilangkan aku tidak semudah itu untuk dikalahkan…” ucap Lindwurm ke Brendan, tiba-tiba terdengar suara dari belakang Brendan,
“HENTIKAN!!!” ternyata suara itu berasal dari Hinagiku, Hinagiku berlari ke arah Brendan dan memeluknya, “kau kan tidak perlu sekejam itu!! Pergi!! Kau sudah menang kan!!” teriak Hinagiku ke Lindwurm, Lindwurm melihat Hinagiku dengan penasaran.
“HAHAHAHA jadi ini yang mau kau lindungi!? Jadi ini yang telah menolongmu dari keputus asaan!? Kalau begitu aku juga akan hancurkan cahaya mu!!” teriak Lindwurm sambil mencharge cahaya hitam di tangannya dan mengarahkannya ke arah Brendan dan Hinagiku, “jangan Lindwurm!! Hinagiku lari!! Kumohon!!” teriak Brendan tapi Hinagiku tidak bergeming “ aku akan tetap bersama mu Brendan…” ucap Hinagiku sambil tersenyum, “jangan!! Kumohon lari!! Lindwurm kalau kau membunuh Hina kau tidak akan ku maafkan!!” teriak Brendan lagi dan perlahan air mata mulai menetes dari mata Brendan, “tidak akan memaafkan ku eh? Tapi kau tidak akan bisa melakukan apa-apa karena setelah ini kau akan mati!!” sebelum Lindwurm berhasil menembakan cahaya hitam ke arah Brendan, tiba-tiba muncul cahaya putih dari langit yang menghalangi Lindwurm menembakan serangannya dan dari langit turun seorang laki-laki, laki-laki tersebut menatap Lindwurm dengan tatapan tajam dan tiba-tiba muncul naga yang terlihat seperti mesin dengan kristal biru di dadanya, kemudian naga tersebut menjadi cahaya putih dan mengarah ke arah laki-laki tersebut.
“perfect embody… BLUE EYES SHINING DRAGON!!!!”
TO BE CONTINUED
Siapakah laki-laki itu? Apakah dia seseorang yang di kenal Brendan? Dan yang terpenting apakah dia musuh atau kawan? Better wait for next episode
Next Episode:ENEMY YESTERDAY, ALLY TODAY!!! RAGING BLUE EYES SHINING DRAGON!!!
Langganan:
Komentar (Atom)