Sabtu, 10 April 2010

CHAPTER 25: STRIKE BACK OF UNDEAD!! THE IMMORTAL UNDEAD!!!

CHAPTER 25: STRIKE BACK OF UNDEAD!! THE IMMORTAL UNDEAD!!!

Brendan yang terus berlari bersama yang lain terus terdiam dan merenung, “apa yang kau pikirkan Brendan?” Tanya Garde, Brendan terlepas dari termenungannya dan melihat Garde, “aku hanya berpikir di mana Caesar berada aku tidak melihatnya dari tadi” ucap Brendan, Garde yang mendengar tersebut terdiam, “sekarang kau mengingatkan ku aku juga tidak melihatnya dari tadi…” ucap Garde sambil terus berlari, “aku mengusirnya…” balas Ryou tiba-tiba, “hah mengusirnya?? Maksudnya??” Tanya Brendan, “dia hanyalah orang biasa sudah seharusnya dia tidak turut serta dalam perperangan ini karena itu aku mengusirnya tadi ketika bertemu dengan dia tadi” jawab Ryou, “tapi bukan kah malah lebih bahaya kalau dia sendirian!!” teriak Brendan, “memang berbahaya tapi aku yakin seharusnya dia bisa mencari tempat berlindung dan setidaknya tidak menjadi beban…” ucap Ryou, Brendan terdiam dan berhenti tiba-tiba, begitu juga dengan Garde dan Ryou yang melihat Brendan berhenti.

“Brendan?” Tanya Garde, “aku tidak bisa meninggalkannya…” ucap Brendan sambil menundukan kepalanya, kemudian Brendan berbalik dan berlari meninggalkan kelompoknya, “Brendan!!! Kau tahu apa yang kau lakukan!!” teriak Ryou, “kalian jalan lah duluan aku akan menyusul kalian setelah menemukan Caesar!!!” balas Brendan tanpa berbalik, “hey!! Kalian cepat!! Kalau tidak nanti ketinggalan!!” teriak Marcel ke Ryou dan yang lain, “mana Brendan?” Tanya Dave, “dia bilang dia ingin mencari temannya yang mungkin sedang sendirian… bagaimana??” ucap Garde, “biarkan saja yang penting tujuan kita sekarang adalah Tokyo Tower dan mencari sumber dari semua ini” balas Dave, “cih!! How dare he left the group… aku akan mengikutinya!!” teriak Marcel sambil berlari mengejar Brendan, “tidak apa-apa nih??” Tanya Andre, “tidak apa-apa ku rasa mereka berdua sudah lebih dari cukup kalau terjadi apa-apa nanti…” ucap Dave di sambut dengan anggukan Garde dan Ryou, kemudian mereka berlari lagi ke arah Tokyo Tower, “Brendan kembali lah…” ucap Ryou dalam hati.

“Caesar di mana kau…” ucap Brendan dalam hati sambil terus berlari mencari Caesar, “wah wah tidak kusangka ada seekor lalat yang terpisah dari rombongannya…” ucap sebuah suara, Brendan yang mendengar itu berhenti dan mencari sumber dari suara tersebut tetapi tidak menemukan apa-apa, “aku di atas!!” teriak suara tersebut dan Brendan langsung menoleh ke atas dan melihat Dark Saber yang sudah mengambil ancang-ancang untuk melempar peti besi yang di bawanya ke arah Brendan, “haaaaaa!!!” teriak Dark Saber sambil melempar peti besi tersebut, Brendan secara refleks menghindari peti tersebut dan melakukan back roll untuk menghindari imbas dari hantaman peti tersebut ke tanah, “Dark Saber…” ucap Brendan sambil menatap ke arah Dark Saber, “hmm tatapan membunuh itu… bagus tapi apakah kekuatan mu sekuat tatapan tersebut!!” teriak Saber sambil membuka peti yang tadi di lemparnya kemudian dari peti tersebut muncul bau busuk yang menyengat Brendan menutup hidungnya dan melihat ke arah dalam peti tersebut yang ternyata isinya adalah kerbau yang sebagian tubuhnya sudah menjadi terngkorak dan membusuk, dan yang paling membuat Brendan terkejut adalah lambang Koa’ki Meiru di kepalanya.

“Ko… Koa’ki Meiru?! a-apa maksud dari semua ini?!!” teriak Brendan yang terkejut, “Ghoulungulate… sekaranglah waktunya… kita hancurkan 1 dari beberapa kekuatan utama musuh!! Embody!!” teriak Dark Saber, “hroaaaarrr!!” raung Ghoulungulate kemudian Ghoulungulate berubah menjadi pedang yang berbentuk tulang, “bersiaplah nyawa mu akan berakhir di sini…” ucap Dark Saber sambil mengambil kuda-kuda untuk menyerang Brendan, “begitu sepertinya pertarungan ini tidak bisa di hindari… Embody!! Valafar!!” teriak Brendan, kemudian dari tangan Brendan muncul Api yang membentuk pedang besar bewarna merah menyala, kemudian Brendan berlari ke arah Dark Saber dengan kecepatan penuh.

Sementara di tempat Dave yang lain, tiba-tiba Dave yang berlari di paling depan berhanti tiba-tiba, Garde, Eve, Ryou, dan Andre yang terkejut juga berhenti tiba-tiba, “kenapa kau berhenti?” Tanya Eve ke Dave, “heh kita sudah terkepung ya…” ucap Dave sambil menunjukan senyum kecut, “terkepung? I-ini?!!” ucap Ryou sambil tiba-tiba terkejut melihat banyak serigala yang terlihat seperti terinfeksi sesuatu bermunculan satu per satu, “hehehehe tak kusangka kita sudah di kepung…” ucap Garde sambil tertawa lemas, “biar aku yang mengurus di sini kalian pergi lah… apa lagi Ashley perlu di istirahatkan terlebih dulu…” ucap Dave, “tapi…” balas Andre, “aku sudah bilang tidak apa-apa kan pergilah…” ucap Dave lagi, Ryou mengangguk kemudian menarik Andre, “ayo aku yakin Dave bisa mengurus segala sesuatu di sini kita harus secepat mungkin sampai di Tokyo Tower untuk menyelesaikan semua ini…” ucap Ryou, awalnya Andre mau menolak dan ingin membantu Dave tapi melihat ekspresi Dave yang mengeras Andre mengurungkan niatnya, “baiklah… Dave kau juga cepat lah menyusul…” ucap Andre, Dave mengangguk kemudian setelah itu Garde, Ryou, Andre, dan Eve pergi meninggalkan Dave sendirian.

“King of Underworld… kau bodoh kalau mengira bisa menjatuhkan ku dengan pasukan Zombie murahan ini!!! karena aku… aku lebih menguasai Zombie dari pada kamu…” ucap Dave dengan senyum percaya dirinya, “Embody!!! Zombie Master!!!” teriak Dave kemudian muncul scytch bewarna hitam pekat di dekat Dave, Dave mengambil scytch tersebut dan mulai menyerang serigala-serigala tersebut satu per satu setiap serigala yang hancur berubah menjadi tanah dan menghilang, “Zombie murahan seperti ini tidak akan mengalahkan ku!!” teriak Dave sambil terus menyerang semua serigala yang ada, sampai tanpa sadar ada seekor serigala yang berhasil menyelinap ke belakang Dave dan siap menyerang Dave, “shimata!!!” teriak Dave tapi Dave sudah terlambat untuk mengganti posisinya menjadi posisi bertahan sampai tiba-tiba muncul sinar terang dari kejauhan yang melempar serigala tersebut dan menghancurkannya, “siapa itu?” Tanya Dave sambil bersiap-siap kalau ada serangan mendadak, “ah… kecewa… ternyata cuman segini Dave kemampuan mu??” ucap seseorang yang berasal dari sinar tersebut, “k-kau!! Kenapa ada di sini?” Tanya Dave, orang tersebut tersenyum ke arah Dave, “tentu saja untuk membantu overlord yg ada dan menyelamatkan mu dari serangan tersebut sekaligus ingin melihat perkembangan Butler ku” ucap orang tersebut sambil tersenyum, “Butler tte nani?? Marcel?” Tanya Dave, “ayup” balas orang itu, tiba-tiba dari belakang Dave muncul bayangan, “wah wah ternyata lawan ku 2 orang ku kira hanya 1 orang” ucap bayangan tersebut, “kau?!!” teriak Dave, “dia adalah pemimpin pasukan ini bagaimana Dave? Sudah siap? Sudah lama sejak terakhir kali kita bertarung bersama-sama” ucap orang yang menyelamatkan Dave tadi, “ya!! Nama ku Hades!! Aku adalah pemimpin pasukan ini!! dan aku… akan menjadikan kalian sebagai pasukan ku!!! HIHIHIHIHIHIHI!!!! HAHAHAHAHA!!” teriak Hades sambil tertawa kegirangan, “Hades? Sayangnya… aku menolak bahkan sebaliknya aku akan mengirim mu kembali ke kampung halaman mu… neraka…” ucap Dave, “hihihihi” tawa Hades, sementara semua serigala yang ada kembali menyerang serentak.

“haaaaah!!!” teriak Brendan sambil menebas Dark Saber berkali-kali tapi semua tebasan Brendan berhasil di tahan oleh Dark Saber, “apa hanya segini kekuatan mu??” ucap Dark Saber dengan nada intimidasi, “lebih baik kau jangan meremehkan ku!! Berani-beraninya kau menggunakan teman ku!!!” teriak Brendan sambil terus menyerang Dark Saber tanpa henti, “serangan yang bahkan tidak teratur seperti ini tidak akan dapat melukai ku… dan tadi kau bilang teman?? Maksudmu Aeon yang ku gunakan ini?? Aeon bukanlah teman dan bukan mahluk hidup mereka hanyalah senjata… alat untuk bertarung…” ucap Dark Saber pelan, kemudian tiba-tiba pedang tulang yang di gunakan oleh Dark Saber memancang dan menjadi sesuatu yang seperti cambuk, kemudian Dark Saber mengikat Brendan di cambuk tersebut dan melemparnya ke arah pilar tengkorang di belakangnya, sehingga pilar tengkorak tersebut pecah dan runtuh, “berani-beraninya kau… bera---“ ucap Brendan yang kemudian terpotong oleh teriakan seseorang, “BERANI-BERANINYA KAU MENYEBUT AEON HANYALAH SENJATA!!! OJAMA… NEOS… NEO-SPACIAN MEREKA SEMUA ADALAH TEMAN KU!!!!!!!” teriak Marcel yang berdiri di atas pilar tengkorak lainnya, “Marcel?” ucap Brendan pelan sambil terkejut melihat keberadaan Marcel di sana, “bagaimana bisa?” Tanya Brendan, “aku mengikuti mu… sudah jelas kan??” jawab Marcel sambil melompat ke bawah dan menghampiri Brendan, “kau belum kalah kan??” Tanya Marcel, “hehehehe aku tidak mungkin di kalahkan secepat ini…” ucap Brendan sambil berdiri dan mengambil Valafarnya yang tertancap di tanah, “then shall we finish this Boss?” lanjut Brendan lagi, “nyeh so you still remember that nickname eh? Ok then we shall finish this Knight…. Embody Neos!!!” ucap Marcel kemudian muncul sayap putih di punggung Marcel.

“berapa pun lalat berkumpul, lalat tidak akan pernah meninggalkan luka di singa… jadi percuma apa pun yang kalian lakukan…” ucap Dark Saber, sambil kembali memasang kuda-kuda bertarungnya, “O RLY?? Mari kita lihat apakah itu benar atau tidak…” ucap Marcel tersenyum, kemudian Marcel terbang ke arah Dark Saber dan mengeluarkan sinar yang membentuk pedang putih, kemudian Marcel menebas Dark Saber berkali-kali tetapi Dark Saber berhasil menahan semua serangan Marcel, kemudian tiba-tiba pedang Marcel berubah menjadi kapak putih Marcel menghantamkan kapaknya ke pedang milik Dark Saber sehingga pedang tersebut patah dan kemudian kapak Marcel berubah lagi menjadi tombak, kemudian Marcel menebaskan tombaknya ke atas dengan kekuatan penuh sehingga Dark Saber juga ikut terlempar ke atas, dan setelah Dark Saber terlempar ke atas Marcel merubah tombaknya menjadi riffle dan menembakannya dua kali ke arah Dark Saber dan kedua peluru tersebut meledak ketika mengenai Dark Saber, “Multi Weapon!! Double Explosion Rampage!!” teriak Marcel, “serangan tersebut…” ucap Dark Saber sambil melihat ke Marcel dan masih melayang di udara, “ya seperti yang kau pikirkan… inilah kemampuan Embody ku yang sebenarnya… Multi Weapon!!! Membuat ku dapat menggunakan banyak senjata sekaligus!!” teriak Marcel, “begitu? Lemah…” ucap Dark Saber, “a-apa lebih baik kau menghawatirkan diri mu sendiri… Brendan!!” teriak Marcel, “roger!! Finisher!!! Meteor Impact!!” teriak Brendan sambil menghantamkan Valafar yang di selimuti oleh api ke arah Dark Saber dan membuat Dark Saber terlempar dan menghatam tanah dengan kencang sehingga tanah tempat Dark Saber terjatuh tercongkel, kemudian setelah itu Brendan mendarat di sebelah Marcel, dan Dark Saber kembali berdiri dengan keadaan Armor yang sudah hancur.

“begitu… aku tak menyangka kalian berdua menggunakan combo melawan ku” ucap Saber, “aku juga tak menyangka… aku ini pengguna serangan cepat sementara Brendan pengguna serangan lambat yang destructif dan faktanya combo itu sering kita gunakan di game yang sering kita mainkan” ucap Marcel, Dark Saber diam mendengar perkataan Marcel, kemudian Dark Saber mengangkata gagang Ghoulungulate yang sudah patah dan tiba-tiba gagang tersebut menyala bewarna ungu, “konyol mendapatkan combo dari game kata mu?? Kalian masih belum tahu arti pertarungan yang sebenarnya… kalau begitu biar kuperlihatkan kemampuan senjataku ini…” ucap Dark Saber dan tiba-tiba Valafar milik Brendan berubah menjadi cahaya bewarna merah, dan pergi menuju Ghoulungulate milik Dark Saber, “Valafar!! Apa yang telah terjadi?!!” teriak Brendan terkejut, “hehehe hahahahaha!! Sayang sekali kemampuan Ghoulungulate yang ku miliki adalah menghisap life force Aeon Koa’ki Meiru yang lain dan menjadikannya miliknya sehingga Ghoulungulate ku dapat memperbaiki diri walaupun hancur…” ucap Dark Saber dan tiba-tiba Ghoulungulate milik Dark Saber kembali membentuk pedang yang sempurna dan seperti sebelumnya.

“ti- tidak mungkin!! Valafar!!” teriak Brendan dan mencoba meembody Valafar tetapi tidak terjadi apa-apa, “kenapa?? Valafar?? Kau di situ kan??” ucap Brendan masih belum bisa meembodykan Valafar, “Brendan…” ucap Marcel pelan sambil melihat Brendan yang sama sekali tidak bisa meembodykan Valafarnya, “bukan kah sudah ku bilang… percuma Valafar mu sudah ku ambil untuk membetulkan Ghoulungulate ku…” ucap Dark Saber, “begitu? Percuma? Kalau gitu aku hanya perlu menggunakan Koa’ki Meiru yang lain!!! Embody Ice!!!” teriak Brendan sambil mengeluarkan tombak esnya, sementara Dark Saber hanya tersenyum, “Brendan tenanglah!!” teriak Marcel, tapi Brendan tidak mendengarkan kata-kata Marcel dan berlari untuk menyerang Dark Saber, “Bodoh… kau terlalu tidak sabaran… karena itulah manusia lemah… mereka selalu memikirkan hal yang tidak berguna seperti Aeon yang di anggap teman dan lainnya padahal apa bila manusia tidak seperti itu maka… manusia bisa menjadi lebih kuat dan mungkin King of Underworld tidak perlu capek-capek untuk membetulkan dunia ini…” ucap Dark Saber sambil menahan beberapa serangan Brendan, “tidak berguna?!! Karena pikikiran seperti itu lah manusia bisa punya mimpi!! Karena seperti manusia punya impian karena itu!!! Karena itu manusia bisa terus maju!!” teriak Brendan sambil terus mengayunkan pedangnya membabi buta, “apa…” ucap Dark Saber pelan, kemudian Dark Saber memutar kakinya sedikit dan kemudian memutar badannya sekaligus mengayunkan pedangnya dengan kekuatan penuh sehingga Brendan terlempar ke belakang, “apa yang bisa di harapkan dari manusia!!!” teriak Dark Saber, kemudian Ghoulungulate milik Dark Saber menyala, “yang menunggu manusia hanyalah kematian!! Karena harapan tidak pernah ada dan tidak pernah nyata!!” teriak Dark Saber, kemudian Dark Saber menebaskan Ghoulungulatenya yang kemudian mengeluarkan aura ungu yang besar dan mengarah ke arah Brendan.

“manusia yang berpikir seperti itu tidak pantas hidup dan tidak akan bisa hidup!!” teriak Dark Saber, tiba-tiba aura yang ditembakan oleh Dark Saber meledak di tengah jalan, “apa?!” ucap Dark Saber terkejut, “bisakah kau lebih tenang Knight…” ucap Marcel, setelah asap menghilang terlihat bahwa Marcel menahan serangan Dark Saber tersebut menggunakan tubuhnya, “Mar--- kenapa? Kenapa kau bertindak bodoh!!” teriak Brendan sambil menahan Marcel yang jatuh, “kenapa?? Karena kau yang bertindak bodoh duluan kan… lagi pula luka seperti ini tidak ada apa-apanya” ucap Marcel, kemudian Marcel berdiri lagi di Bantu oleh Brendan, “sekarang kau harus lebih tenang” ucap Marcel, “baiklah” balas Brendan, kemudian Marcel berlari ke arah Dark Saber di ikuti oleh Brendan, “dengar baik-baik ketika ku berikan aba-aba maka langsung lakukan Overdrive dengan Ice mu mengerti??” bisik Marcel, Brendan mengangguk petanda setuju, kemudian Marcel lompat dan mengeluarkan panah dan menembakan panah tersebut ke Dark Saber, tetapi Dark Saber melompat untuk menghindari panah tersebut, kemudian Dark Saber melompat ke arah Marceln dan menebasnya beberapa kali tapi Marcel berhasil mengeluarkan tamengnya untuk menangkis serangan Dark Saber, setelah itu Marcel mengeluarkan tombak untuk mendorong Dark Saber, dan kemudian Marcel terbang ke arah Dark Saber, dan mengeluarkan palu raksasa untuk mengahantam Dark Saber yang masih melayang di udara, Dark Saber mencoba menahan hantaman palu Marcel menggunakan Ghoulungulate tapi gagal dan lagi-lagi Ghoulungulate hancur, dan Dark Saber terlempar ke tanah.

“sekarang!!!” teriak Marcel, Brendan mengangguk setelah itu Brendan mnarik tangannya yang memegang tombak Ice ke belakang,”OVERDRIVE!!! ABSOLUTE ZERO!!” teriak Brendan, kemudian Brendan melempar tombak tersebut yang akhirnya membekukan Dark Saber dan daerah sekelilingnya yang setelah itu semua area tersebut pecah dan menjadi debu es, “apakah berhasil??” Tanya Brendan, Marcel tidak menjawab pertanyaan Brendan melainkan terus melihat serpihan-serpihan es yang masih ada untuk memastikan apakah Dark Saber sudah menghilang atau masih ada, “argh!!!” teriak Brendan, Marcel yang terkejut dengan teriakan Brendan langsung menoleh ke arah Brendan dan melihat Brendan di selimuti oleh aura bewarna hijau, “Brendan?” Tanya Marcel dengan nada cemas, “i- ini… aaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh!!!!!!!” Brendan berteriak dan cahaya hijau tersebut keluar dari Brendan dalam bentuk bola hijau raksasa, bola hijau tersebut mengarah ke arah tengah kabut, setelah itu tiba-tiba terjadi ledakan dan menghilangkan kabut yang menutupi area yang tadinya membeku karena Absolute Zero dan memperlihatkan Dark Saber di tengah-tengah area tersebut memegang Ghoulungulate yang lebih bercahaya dari sebelumnya, “sekarang pedang ku tidak akan bisa patah…” ucap Dark Saber, kemudian Dark Saber berlari dengan kecepatan penuh ke arah Brendan, “mati!!!” teriak Dark Saber, “EMBODY GUARDIAN!!” teriak Brendan dan dalam sekejap dada Brendan sudah tertusuk oleh pedang milik Dark Saber.

“a-apa… mus-mustahil… u-uhug…” ucap Brendan sambil memuntahkan darah yang banyak dari mulutnya, “masih tidak sadar? Aura yang tadi keluar dari tubuh mu barusan adalah seluruh Aeon mu… sekarang kau bukan Overlord lagi melainkan manusia biasa…” ucap Dark Saber, Brendan dan Marcel yang mendengar itu terkejut, “ya semua Koa’ki Meiru milik mu sudah ku hisap ke dalam Ghoulungulate untuk membuat pedang ini menjadi pedang yang terkuat…” ucap Dark Saber, “bo-bohong… Guardian… Doom… Valafar… Ice… Powerhand… kalian tidak akan meninggalkan ku kan… ini semua bohong!!!” teriak Brendan sambil mengeluarkan air mata dan melihat tangannya yang berlumuran darah yang keluar dari mulutnya dan dadanya, “berisik… manusia biasa sudah seharusnya keluar dari arena…” ucap Dark Saber, kemudian Dark Saber menarik pedangnya dari dada Brendan dan menebas Brendan 2 kali dan kemudian Brendan terjatuh ke tanah dengan keadaan mata yang terlihat tidak memiliki cahaya, “Brendan?? Brendan!!!” teriak Marcel sambil berlari mendekati Brendan dan memeriksanya, “jantungnya masih berdetak walaupun sangat pelan” ucap Marcel dalam hati, “tidak usah pedulikan dia sebentar lagi ajal akan menjemputnya… lebih baik kau menghawatirkan diri mu sendiri… karena setelah ini kau akan menyusulnya…” ucap Dark Saber sambil mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, “sayonara… see you in hell” ucap Dark Saber dengan tenang, kemudian Dark Saber mengayunkan pedangnya tepat ke arah leher Marcel.

“nyeh!!! tidak akan ku biarkan!!! Overdrive!! Catnarok!!!” teriak suara seseorang, dan tiba-tiba dari langit muncul beribu-ribu mahluk yang terlihat seperti Neco-Arc Chaos menghujani bumi dan semua yang terkena mahluk tersebut meledak, “sekarang Marcel!!” teriak suara itu lagi, “kau tidak akan ku maafkan!! Kau telah membunuh teman ku!! Sekarang kau!! Akan ku bunuh!! OVERDRIVE!!! FIRST CHAIN!! THOUSAND WEAPON BARRAGE!!” teriak Marcel dan tiba-tiba muncul beribu-ribu pedang, kapak, dan tombak, di sekeliling Dark Saber, “i- ini!! tidak mungkin seharusnya sesuatu seperti i—“ belum selesai Dark Saber berbicara tiba-tiba seluruh pedang tersebut langsung terbang menuju Dark Saber dan menusuk seluruh tubuh Dark Saber sehingga menyebabkan cipratan darah ke mana-mana, “urrrrrghhh!!!” teriak Dark Saber kesakitan, “SECOND CHAIN!!! THOUSAND METEOR BLAST!!” teriak Marcel lagi dan sekarang di sekeliling Dark Saber muncul berbagai macam senjata api yang di arahkan ke arah Dark Saber, dan lagi-lagi semua senjata tersebut menembak Dark Saber secara bersamaan sehingga muncul ledakan yang amat besar dan membuat Dark Saber terlempar ke atas, “i- ini!!! Sacred Rune!! Divine Weapon!! Dia memilikinya!! Mustahil!!” teriak Dark Saber, “last chain…” ucap Marcel pelan dan kemudian muncul panah berukuran besar di tangan Marcel, kemudian Marcel mebidik panah tersebut ke arah Dark Saber, “mati… rasakan lah penderitaan orang yang kau bunuh… BIG BANG!!!” teriak Marcel, kemudian Marcel melepas anak panah besar ke arah Dark Saber dan seketika ketika panah tersebut menusuk Dark Saber terjadilah ledakan yang amat sangat besar bahkan lebih besar dari sebelumnya dan gedung di sekeliling ledakan tersebut hancur tanpa bekas begitu juga dengan Dark Saber yang hilang bersamaan dengan teriakannya.

“urgh…” ucap Caesar pelan yang sedang berdiri di atas Tokyo Tower, “Arthur… aku tidak menyangka kau pergi secepat ini… tapi setidaknya… semua usaha mu tidak akan ku sia-siakan!! Dunia ini akan menjadi milik ku!! Aku akan memperbaiki dunia busuk ini!!! datanglah kapan saja!! King of Overlord!!” teriak Caesar dari atas Tokyo Tower.

“nyeh, akhirnya kau berhasil menang juga Marcel…” ucap orang yang tadi membantu Marcel, Marcel menoleh ke arah orang tersebut dan kemudian terkejut melihat orang itu.

“ka- kau!! Arlan!!!”

TO BE CONTINUED

In Battle of Overlord Next Episode

“sayang nyawanya sudah tidak dapat di tolong lagi”

“hari ini kita kehilangan sahabat kita… karena itu… karena itu… kita harus menang!!!”

“kau!! Caesar!!”

Next Episode in the Battle of Overlord
OVERTURE OF THE REQUIEM

CHAPTER 28: THE REQUIEM (PART 2: FORGOTEN MEMORIES)

CHAPTER 28: THE REQUIEM (PART 2: FORGOTEN MEMORIES)

“Katrina… aku masih teringat akan senyum mu… aku tak menyangka orang yang membunuh mu ada di depan ku…” ucap Garde dalam hati sambil menutup matanya, “Garde-san” kata-kata tersebut terus terngiang dalam pikiran Garde, kata-kata dari seorang perempuan berambut blonde panjang dan bermata hijau emerald yang pernah menolongnya setengah tahun yang lalu.

===============================================================

Darkshade Forest, North of Neojamarcel Country, 8 Months ago

malam itu adalah malam yang sunyi, terlihat sesosok lelaki yang sedang berjalan sambil memegangi perutnya yang agak berlubang dan penuh darah, wajah lelaki tersebut terlihat tersiksa di karenakan menahan rasa sakit yang di rasakan dari perutnya yang terluka karena sebuah bor yang di tusukan di situ, “Brendan… aku tidak menyangka dia sekuat itu…” ucap Garde sambil mengingat kekalahannya ketika Brendan menusukan Powerhand ke perutnya, “mungkin bagi dia dan orang di sekelilingnya hanya akulah yang benar-benar tidak bisa di maafkan…” ucap Garde pelan sambil tersenyum, kemudian pandangan Garde mulai kabur dan keseimbangan tubuhnya mulai hilang, perlahan-lahan sakit di perutnya tidak terlalu terasa lagi dan sekujur badannya kedinginan, “pada akhirnya aku akan meninggalkan dunia ini menanggung beban dosa yang ku miliki…” ucap Garde, kemudian Garde pun jatuh tidak sadarkan diri, sesaat sebelum Garde tidak sadarkan diri dia melihat sesosok perempuan berambut blonde panjang dan bermata hijau emerald yang mengenakan gaun putih.

Elffin Village, North of Neojamarcel Country, 8 Months ago

Garde membuka matanya dan melihat sekelilingnya di sana dia melihat perabotan-perabotan rumah dari kayu dan rumah yang terbuat dari kayu pula, ruangan tempat dia tertidur lumayan besar, begitu juga dengan kasur yang di tidurinya, Garde mencoba bangun tetapi tiba-tiba perut Garde terasa sangat sakit, “argh!” ucap Garde kesakitan, kemudian dia memegang perutnya dan menyadari terdapat perban yang membalut perutnya, “ini… berarti aku belum meninggalkan dunia ini… seseorang telah menyelamatkan ku…” pikir Garde sambil melihat perban tersebut, kemudian Garde kembali tiduran dan berbalik dan Garde langsung terkejut dengan apa di lihatnya, ternyata di sebelahnya tertidur seorang perempuan berambut blonde panjang, Garde yang melihat itu segera melompat belakang dan terjatuh dari tempat tidur, “ouch… ada di mana aku…” ucap Garde, kemudian perempuan tersebut terbangun dari tidurnya dan melihat ke arah Garde, perempuan tersebut kemudian tersenyum kepada Garde.

“begitu jadi kau berasal dari Jepang?” ucap perempuan tersebut sambil melihat ke arah Garde yang sedang memakan makanan yang di berikan oleh perempuan tersebut, sementara Garde hanya mengangguk saja sambil makan, “sepertinya kau benar-benar kelaparan, aku jadi penasaran dari mana kau dapat luka di perut mu itu kau tahu luka tersebut cukup parah” ucap perempuan tersdebut, Garde yang mendengar itu terdiam dan menelan makanan yang masih ada di mulutnya, “luka tersebut ada karena kesalan yang aku perbuat… aku layak mendapatkannya…” ucap Garde, perempuan tersebut hanya terdiam dengan apa yang di katakan oleh Garde, “di mana kau tinggal? Aku tahu kau berasal dari Jepang tapi di mana tepatnya?” Tanya perempuan tersebut, Garde tertawa pelan mendengar pertanyaan perempuan tersebut, “aku juga tidak tahu… walaupun aku tinggal di Jepang tapi aku tidak punya tempat tinggal pasti dan lagi pula sepertinya aku tidak akan kembali ke sana…” ucap Garde dengan tatapan sedih, kemudian perempuan tersebut mendekatkan mukanya ke muka Garde kemudian tersenyum, “hei katakan bagaimana kalau mulai sekarang kau tinggal di sini bersama ku?” Tanya perempuan tersebut, muka Garde memerah melihat senyum perempuan tersebut.

“b-baiklah terserah kau saja…” ucap Garde dengan muka yang memerah, “baiklah hehehehe oh ya aku belum tahu nama mu! Siapa nama mu?” Tanya perempuan tersebut, “Garde… Garde Astale” jawab Garde, “hehehehe salam kenal Garde-san nama ku Katrina, Katrina Elvran dan kau sekarang ada di rumah ku di Elffin Vilage” ucap perempuan bernama Katrina tersebut.

===============================================================

Garde berdiri dengan sekuat tenaga sambil menahan rasa sakit di bahunya, setelah itu Garde mengangkat tangan kanannya, “hoo ternyata kau masih bisa berdiri setelah menerima luka di bahu mu itu…” ucap Cain tersenyum, kemudian Dreadnought di dekat Cain bergetar dan mulai melayang, dan setelah itu terbang manuju Garde, “asal kau tahu seberapa banyak pun kau melukai ku… luka ini tidak lebih sakit dari luka yang Brendan berikan dulu… dan juga luka…” ucap Garde sambil menggemgam Dreadnought yang sudah melayang di depannya, kemudian Garde berdiri dan mengeluarkan aura bewarna keemasan, “yang kau berikan tidak terasa lebih sakit dari ketika aku kehilangan Katrina untuk selamanya!!” teriak Garde, kemudian Garde berlari kembali ke arah Cain, “heh? Masih mau bertarung rupanya?” Tanya Cain dengan nada mengejek, Garde melemparkan Dreadnoughtnya ke arah Cain, Cain yang melihat serangan Garde melompat ke atas, setelah itu Cain merubah pedangnya menjadi senapan kembali dan mulai menembaki Garde, Garde melakukan roll dan berlari ke bawah Cain, setelah itu Dreadnought yang tadi di lempar Garde kembali terbang ke arah Garde, Garde yang mendapatkan kembali tombaknya melompat ke arah Cain dan menebaskan Dreadnought berkali-kali, Cain menahan tebasan Dreadnought menggunakan senapan miliknya, setelah itu Cain memutar tubuhnya dan mengubah senapan miliknya menjadi pedang kembali dan memukul Garde ke bawah, sebelum Garde menyentuh tanah, Garde berputar di udara dan menusukan Dreadnoughtnya ke tanah, dan setelah itu Garde melompat ke belakang dan kembali melompat ke atas, hanya saja kali ini Garde tidak menuju Cain melainkan terbang tinggi melewati Cain.

“apa yang kau rencanakan?” ucap Cain sambil mengubah Deus Ex Machinanya menjadi senapan kembali dan menembaki Garde yang melompat ke atas tapi sayangnya karena kecepatan Garde yang tinggi, peluru milik Cain tidak dapat mengejarnya, setelah jarak Garde dan Cain cukup jauh Garde menghentikan lompatannya dan melayang di udara, setelah itu Garde memutar tombaknya dengan satu tangan dengan kecepatan penuh, “semuanya selesai di sini aku akan membalaskan dendam Katrina… Meteor Swarm!!” teriak Garde sambil melempar Dreadnoughtnya yang berputar seperti boomerang, Cain kembali merubah Deus Ex Machinanya menjadi pedang dan menepis Dreadnought milik Garde, “sayangnya serangan seperti itu tidak dapat melukaiku…” ucap Cain, sementara Garde tersenyum, “oh ya?” ucap Garde penuh percaya diri, setelah itu Dreadnought yang tadi di pukul oleh Cain dan hampir menyentuh tanah kembali berbelok dan terbang ke arah Cain, Cain yang melihat itu terkejut dan menahannya lagi, tetapi lagi-lagi Dreadnought kembali terbang ke arahnya sampai akhirnya Cain tidak dapat lagi membendung serangan dari Dreadnought dan terkena tebasan Dreadnought yang terbang berkali-kali melewati Cain sehingga membuat banyak luka di tubuh Cain, ketika Dreadnought sudah memberikan luka cukup banyak terhadap Cain, Dreadnought kembali terbang ke arah Garde dan berhenti di depan Garde, Garde kembali mengambil Dreadnought dan langsung mengayunkan tangan kanannya ke arah belakang dan melempar Dreadnought kembali ke arah Cain dengan kecepatan penuh.

“Comet Blast!!” teriak Garde seraya menambah kecepatan Dreadnought yang di lemparnya, dan setelah Dreadnought tersebut menusuk Cain, Dreadnought tersebut terbang menuju tanah membawa Cain bersamanya dan akhirnya menciptakan ledakan yang besar ketika tombak tersebut menghantam tanah bersama Cain yang tertusuk, “apakah aku sudah berhasil?” Tanya Garde dalam hati sambil memerhatikan .kepulan asap di bawahnya, setelah beberapa menit muncul bayangan yang terbang menuju Garde dengan kecepatan penuh yang ternyata adalah Cain, Garde yang melihat itu terkejut dan berusaha memanggil Dreadnoughtnya untuk bertahan, tapi sayangnya reaksi Garde terlalu lambat sehingga Garde terkena tebasan Deus Ex Machina beberapa kali, setelah itu Cain merubah pedangnya menjadi palu dan memukul Garde ke bawah sehingga Garde menghantam tanah dan membuat tanah tempatnya terjatuh tercongkel, “heh ternyata aku masih lemah… apakah yang akan kau katakan Katrina? Aku belum berubah dari aku yang dulu…” ucap Garde sambil menahan beban tubuhnya dengan Dreadnought, kemudian Garde mulai menangis, “hehehehe kau tahu… mungkin saat ini yang paling aku inginkan adalah… bertemu dengan mu lagi…” ucap Garde sambil memandang ke arah langit yang gelap, sementara Cain yang melihat dari jauh mulai merubah palunya menjadi kapak raksasa, “cish ini yang aku benci… apa perlu untuk seorang lelaki menangis?” ucap Cain sambil melihat Garde dari jauh, setelah itu Cain terbang ke arah Garde dengan kecepatan penuh dan ketika jarak mereka sudah dekat Cain mengangkat kapaknya tinggi-tinggi untuk di hantamkan ke Garde, “Katrina…” ucap Garde pelan.

===============================================================

Elffin Vilage, North of Neojamarcel Country, 7 Months ago

“hey Garde-san…” ucap Katrina sambil memetik beberapa bunga yang tumbuh di depan halaman rumahnya, “ada apa?” balas Garde yang sibuk menyiram bunga-bunga lainnya, setelah itu Katrina berdiri dan berjalan ke arah Garde dengan wajah yang memerah, “ku rasa aku sudah tahu sekarang…” ucap Katrina sambil memegang bahu Garde, “tahu apa?” Tanya Garde lagi dengan ekspresi yang kalem, setelah itu Katrina menarik bahu Garde dan mencium Garde, “aku mengetahui sekarang kalau aku menyukai mu…” ucap Katrina sambil melepaskan bibirnya dari bibir Garde dengan wajah yang memerah, Garde yang mendengar itu memegang bibirnya dan wajahnya memerah, “a-aku… m-maksud mu apa?” Tanya Garde dengan wajah memerah dan dengan tingkah laku yang grogi, “baka ne! maksud ku aku mencintai mu! Maukah kau menikahiku Garde…” ucap Katrina sambil tersenyum masih dengan wajah yang memerah, Garde yang melihat itu badannya mulai panas dan tidak dapat berkata apa-apa, “b-boleh saja…” ucap Garde dengan wajah memerah.

“terima kasih Garde-san…” ucap Katrina sambil tersenyum, kemudian tiba-tiba terdengar suara ledakan dari kejauhan, Garde dan Katrina yang mendengar itu terkejut dan saling memandang, tidak beberapa lama kemudian penduduk desa berhamburan keluar dari Elffin Vilage, “ti-tidak mungkin aku tidak menyangka mereka akan menyerang tempat ini!! memangnya apa yang bisa di cari di sini!!” teriak salah satu penduduk kota yang berlari, Garde yang melihat itu berlari dan menahan salah satu penduduk kota yang berlari, “he-hei ada apa?!” Tanya Garde kebingungan, sementara Katrina hanya melihat dengan ketakutan dengan apa yang terjadi pada desanya yang perlahan-lahan mulai terbakar, “kalian berdua juga!! Cepat lah lari!! Mereka di sini!! Bla—“ belum selesai orang tersebut berbicara tiba-tiba seseorang muncul dari belakang orang tersebut dan menebas kepala orang tersebut dengan halbred yang di milikinya, Garde yang melihat itu terkejut, di depannya berdiri seorang lelaki berambut kuning yang mengenakan armor hitam dengan ornament emas yang terpasang di armor tersebut.

Sementara dari jauh Cain menonton pemandangan Elffin Village yang mulai terbakar tersebut, “yare-yare… jadi di sini Stardust berada…” ucap Cain sambil melihat desa tersebut, setelah itu Cain mulai berjalan ke arah kota, “mungkin lebih baik aku mengawasi Albert… bahaya jika orang itu mengamuk…” ucap Cain sambil melanjutkan perjalanan ke arah kota.

Orang berambut kuning tersebut terus-terusan menebaskan halbrednya ke arah Garde dengan kecepata penuh sementara Garde hanya bisa menghindarinya, “siapa kau?! Jawab aku!!” teriak Garde sambil melakukan back roll, serangan orang tersebut berhenti, dan setelah itu orang tersebut tertawa, “ahahahaha aku benci orang yang terlalu serius seperti mu, perkanalkan nama ku Albert… dan tujuan ku ke sini adalah…” ucap Albert, kemudian Albert menghilang dan kembali muncul di belakang Garde, “membunuh mantan jendral lima naga… yaitu kamu…” ucap Albert seraya menghantamkan halbrednya, Garde yang terkejut hanya dapat menhindarinya sedikit sehingga tangan Garde terkena tebasan dari Albert, setelah itu Garde melompat ke belakang untuk menghindari serangan berikutnya, “seandainya saja aku masih memiliki Blue Eyes…” ucap Garde sambil memegang tangannya yang terluka, sementara Albert mulai menyerang Garde kembali, Albert menebaskan halbrednya bertubi-tubi sementara Garde yang tidak memiliki senjata hanya dapat menghindarinya, Garde yang sudah terpojok tidak dapat berbuat apa-apa sementara Albert semakin dekat, “kau benar-benar menjadi lemah yah… setelah kehilangan senjata mu…” ucap Albert sambil mengangkat halbrednya, “Garde-san!!” teriak Katrina, Katrina yang melihat itu segera berlari ke arah Garde, “hentikan!!” teriak Garde, Katrina yang mendengar itu berhenti dan menatap Garde dengan seksama, “apa maksud mu?!! Apa kau mau mati?!!” teriak Katrina, sementara Garde hanya diam saja mendengar itu.

“mati? Biarkan lah begitu… aku sudah terlalu banyak menanggung dosa… setidaknya kalau aku akan mati biarkan aku mati tanpa membawa dosa baru… aku tidak ingin ada orang lain yang mati karena aku…” ucap Garde, semenatar Albert menahan halbrednya, “bodoh!! Kau bialang mau mati tanpa membawa dosa baru! Tapi bagaimana caranya?!! Karena kalau kau mati sekarang kau akan membawa dosa baru karena melanggar janji mu!!” teriak Katrina sambil menangis, Garde yang mendengar kata-kata Katrina terkejut dan terdiam sambil melihat ke arah telapak tangannya, “hmm perpisahan yang mengharukan… tapi tenang saja kalian berdua akan bertemu kembali di alam baka…” ucap Albert dan setelah itu Albert mengayunkan halbrednya untuk memotong Garde, “Garde!!!!” teriak Katrina, kemudian tiba-tiba telapak tangan Garde bercahaya dan cahaya tersebut membentuk sesosok halbred bewarna putih, “ini!!” ucap Garde terkejut, kemudian Garde mengayunkan tubuhnya dan menepis halbred milik Albert, Albert yang melihat itu terkejut, “dengan ini kita seimbang!!!” teriak Garde, setelah itu Garde berlari ke arah Albert dan mulai membalas semua serangan Albert sebelumnya, “orang ini!! dia kuat!!” ucap Albert dalam hati.

“wah-wah tak kusangka Albert akan kewalahan melawan dia…” ucap Cain yang sudah melihat dari balik pohon di dekat Garde dan Albert bertarung, “perlu kah aku membantunya?” ucap Cain dalam hati, “tidak usah biarkan Albert menyelesaikannya… tugas mu adalah mengambil Stardust… yang merupakan wanita itu…” ucap seorang perempuan berambut perak dan berpakaian hitam yang ada di dekat Cain sambil menunjuk ke arah Katrina, “ah… Sierra sejak kapan kau sampai di sini?” Tanya Cain sambil melihat ke arah Sierra, “sejak kau turun dari bukit di sana dan memasuki kota…” ucap Sierra dengan nada yang dingin, “seperti biasanya yah… selalu bertingkah dingin…” balas Cain, sementara Sierra berbalik dan mengeluarkan sayap hitam dari punggungnya, setelah itu Sierra menatap Cain dengan tatapan yang tajam, “terserah apa kata mu… aku akan pergi menuju tempat Lexus dulu…” ucap Sierra, setelah itu Sierra terbang meninggalkan Cain, “yah… terserah aku kan? Kalau begitu aku akan membunuh lelaki itu terlebih dahulu… meh tak ku sangka kau benar-benar berubah sedratis itu!!” teriak Cain ke arah Sierra yang sudah terbang jauh, setelah itu Cain berjalan ke arah belakang Garde tanpa di sadari oleh Garde maupun Albert dan mengeluarkan Deus Ex Machinanya yang dirubahnya menjadi pedang raksasa, “kau akan mati Garde!!” teriak Cain sambil berlari ke arah Garde yang sibuk bertarung.

Katrina yang melihat pertarungan antara Albert dan Garde hanya terdiam saja, “tidak ada yang bisa aku perbuat… aku memang lemah…” ucap Katrina sambil menggigit jarinya, setelah itu Katrina melihat Cain ayng sedang berlari ke arah Garde dan siap menebas Garde, Katrina yang melihat itu terkejut dan secara refleks Katrina pun berlari ke arah Garde, “Garde!!” teriak Katrina, kemudian Katrina mendorong Garde sehingga Garde terjatuh, Garde yang melihat itu terkejut, sementara Cain yang sudah mengayunkan pedangnya, membelah Katrina menjadi dua bagian yang berbeda, “shimatta!!” teriak Cain terkejut, “apa yang kau lakukan bodoh!!” teriak Albert yang terkejut dengan kemunculan Cain, “kalian tidak akan ku maafkan!!” teriak Garde yang menangis, setelah itu Garde berlari ke arah Cain dan menebaskan halbrednya, Cain yang sigap menahan serangan Garde dengan pedangnya, “cih!! Kita mundur Albert!! Misi sudah gagal!! Kita kehilangan target!!” teriak Cain, sementara Albert yang kesal hanya bisa mendengus dan dalam sekejap Cain dan Albert menghilang, “kemana kalian!! Jangan kabur!! Di mana kalian!!” teriak Garde sambil mengayunkan halbrednya, “apa yang telah kalian perbuat…” ucap Garde sambil menangis dan terjatuh di depan mayat Katrina yang terbelah dua, “Garde…” ucap suara yang terdengar seperti Katrina, Garde yang mendengar itu berbalik dan melihat ke arah sosok naga bewarna putih dengan kristal hijau yang terpasang di tubuhnya.

===============================================================

“yah saat itu… Katrina mengorbankan dirinya untuk melindungi diri ku yang lemah… dan saat itu juga Katrina memperlihatkan sosok aslinya yang merupakan Stardust Dragon… karena itu aku tidak akan membiarkan mu merebut Katrina kembali!!!” teriak Garde, mata Garde yang bersimbah air mata terbuka dan tubuhnya mulai bersinar terang begitu juga dengan Dreadnought milik Garde yang mulai bersinar terang, “Garde berjanjilah… kau tidak akan pernah mati dan tidak akan pernah menganggap diri mu lemah…” ucap sebuah suara yang terdengar seperti suara Katrina yang berasal dari Dreadnought, “ya aku berjanji Katrina… Synchronisation!!!!!!” teriak Garde, kemudian Dreadnought milik Garde berubah menjadi cahaya terang yang bersatu dengan tubuh Garde dan perlahan-lahan tubuh Garde yang di selimuti cahaya membesar, “ya Katrina… aku akan selalu menepati janji ku…” ucap Garde dan setelah cahaya tersebut berubah menjadi sangat besar, cahaya tersebut pecah dan memperlihatkan sesosok naga hitam, bermata emas, dan memiliki corak bewarna emas di sekujur tubuhnya, naga tersebut melihat ke arah Cain, dan setelah itu meraung dengan keras, “a-apa-apaan ini!!” teriak Cain terkejut.

TO BE CONTINUED

NEXT CHAPTER: THE REQUIEM (PART 3: BEGINNING OF THE LAST REQUIEM)

CHAPTER 27: THE REQUIEM (PART 1: RESOLVE)

CHAPTER 27: THE REQUIEM (PART 1: RESOLVE)

“kau sudah kembali rupanya…” ucap seseorang yang berada di sebuah ruangan gelap yang besar dan juga terdapat lambang lingkaran bewarna ungu yang terletak di bendera yang ada di ruangan tersebut, seorang perempuan berambut perak, dengan mata bewarna merah darah, mengenakan pakaian hitam dan bandana hitam memasuki ruangan tersebut, “ya tuan… aku sudah berhasil menyelesaikan misi ku…” ucap perempuan tersebut, lelaki di ruangan tersebut tersenyum lebar dan mulai tertawa, “hahahahaha!! Ahahahahahaha!!! Bagus Sierra!! Terutama tugas mu kau selesaikan dengan sangat sempurna akhirnya kita bisa melanjutkan rencana kita ke tahap berikutnya!! Tapi sebelum itu…” ucap lelaki tersebut sambil berbalik dan menatap layar besar yang ada di depannya, di layar tersebut terdapat tiga gambar yang berbeda, yang paling kiri menunjukan gambar Caesar, yang di tengah menunjukan Tokyo Tower, sementara yang di kanan menunjukan Ryou dan yang lainnya yang sudah sampai di depan Tokyo Tower, “mari kita lihat tontonan menarik ini… siapa yang akan menang… apakah pion hitam… atau pion putih… hehehehehe” ucap orang tersebut.

“Dave!! Mii-chan!! Kau tidak apa-apa??” Tanya Marcel sambil berlari ke arah Dave dan Mike, “heh dasar bodoh seharusnya kau menghawatirkan diri mu sendiri… kau terluka lebih banyak dari kami…” ucap Mike sambil tersenyum, “a- aku tidak apa-apa!” ucap Marcel sambil menahan rasa sakitnya, “Marcel… Brendan sudah mati kan?” ucap Dave pelan, Marcel hanya diam saja mendengar apa yang di ucapkan Dave, “aku juga mendengarnya… suara yang mengatakan bahwa satu di antara kalian berdua telah tiada… dan karena kau di sini dalam keadaan baik-baik saja… berarti yang telah mati Brendan kan?” Tanya Dave, Marcel mengigit bibirnya, dan menahan air matanya, “ya Brendan telah meninggalkan kita untuk selamanya… dia gugur ketika bertarung melawan Dark Saber… tapi setidaknya salah satu kekuatan besar musuh berkurang…” ucap Marcel sambil menundukan kepalanya, “di mana tubuhnya?” Tanya Dave lagi, “aku meninggalkannya… lagipula aku tidak dapat membawa dua orang sekaligus…” ucap Arlan menjawab pertanyaan Dave, “bagus dengan itu dia tidak menjadi beban… setidaknya dia mati terhormat…” ucap Dave sambil mengambil scytchnya yang tertancap di tanah dan meunembodykannya, “baiklah… Arlan, Mike tolong habisi zombie-zombie yang tersisa… sementara aku dan Marcel akan menyusul yang lainnya menuju Tokyo Tower…” ucap Dave, sementara Arlan dan Mike mengangguk kemudian pergi berpencar.

Setelah itu Dave dan Marcel mulai berlari kembali ke arah Tokyo Tower, selama perjalanan Marcel terus menundukan kepalanya, tanpa dia sadari perlahan air matanya menetes, “pasti berat kan…” ucap Dave tiba-tiba, Marcel yang terkejut mengangkat kepalanya dengan keadaan air mata masih mengalir, Marcel yang menyadari dirinya menangis mulai mengusap air matanya, “tidak… aku tidak apa-apa kok…” ucap Marcel masih sambil mengusap air matanya, “tidak ada salahnya…” ucap Dave, Marcel yang mendengar itu kebingungan dan melihat ke arah Dave dengan raut muka penuh Tanya, “eh?” Tanya Marcel kebingungan, kemudian Dave menoleh dan melihat ke arah Marcel.

“menurut ku tidak ada masalahnya… untuk seorang laki-laki yang kehilangan temannya menangis… apa lagi dia kehilangan temannya untuk selamanya…” Marcel terdiam mendengar ucapan Dave, dia teringat ketika dia menemukan Brendan yang tidak sadarkan diri di menara jam Hakuo Gakuen dan membanya ke rumahnya, dia juga teringat ketika Brendan membantunya mengalahkan Garde setelah Neojamarcel Country miliknya di hancurkan oleh Garde, Marcel pun kembali menangis, “tapi bukan berarti itu menahan kita untuk terus maju dan berjalan di kehidupan kan?” Tanya Dave sambil melihat Marcel yang berhenti berlari, “ya… aku tahu itu… aku berjanji akan mengakhiri ini semua… perang konyol ini… yang sudah merebut banyak nyawa…” ucap Marcel, sementara Dave hanya tersenyum saja, setelah itu Marcel kembali berjalan dan mulai berlari kembali meninggalkan Dave di belakang, “ya… seekor burung tidak akan berhenti untuk terus terbang walaupun salah satu sayapnya terluka…” ucap Dave dalam hati, kemudian Dave juga mulai berlari mengejar Marcel.

“hey Partner…” ucap Arif sambil terus berjalan bersama Garaito di tengah kota yang sudah mulai mati tersebut, sementara Garaito hanya terdiam saja mendengar namanya di panggil oleh Arif, “hooo souka!! Kau menjadi tegang dan nervouskan karena yang berjalan di sebelah mu adalah orang terganteng di dunia~~” ucap Arif sambil menyombongkan dirinya, “apa lagi orang tersebut lebih kuat dari mu dan merupakan calon King of Overlord berikutnya~~” ucap Arif lagi, sementara Garaito terus berjalan, tapi perlahan-lahan dirinya mulai agak kesal dengan tingkah laku Arif, terlihat dari urat-uratnya yang mulai timbul di kepalanya, “tapi tidak apa-apa itu wajar dan aku maklumi itu~~ tapi jangan lupa menyembah ku ya ketika aku sudah menjadi King of Overlord~~~” ucap Arif lagi, kemudian Garaito berhenti dan menoleh ke arah Arif, urat-urat di kepala Garaito mulai bermunculan lebih banyak, “heeee?” ucap Garaito, kemudian Garaito berjalan ke arah Arif dan mengeluarkan katananya, “e-eto!! Aku cuman bercanda!!” ucap Arif sementara Garaito semakin mendekati Arif, dan mulai mengangkat katananya tinggi-tinggi, sementara Arif mulai berkeringat, “o-oi… a-aku cuman bercanda bisa hentikan?” Tanya Arif dan keringat yang mengucur dari tubuh Arif pun semakin banyak, sementara Garaito mulai mengayunkan pedangnya, “gyaaaaaaaaaa!!!!!!” teriak Arif.

“bisa diam tidak… kau benar-benar mengganggu…” ucap Garaito dengan nada yang kesal dan sambil menyarungkan katananya, sementara Arif yang terluka karena di serang Garaito kembali berdiri dan tertawa kecil, “hehehehehe memang itu tujuan ku… dengar partner di saat seperti ini kita tidak bisa bersifat tegang… atau kita…” ucap Arif dengan tubuh yang bergetar dan mengepalkan tangannya, “ternyata orang seperti dia juga bisa serius…” ucap Garaito dalam hati sambil tersenyum, kemudian Arif kembali membuka matanya dan menunjuk jari telunjuknya ke atas langit, “atau kita tidak bisa menguasai seluruh Loli di dunia ini!!!!!” teriak Arif, angin berhembus sunyi sementara Garaito hanya diam saja mendengar perkataan Arif, “kau… sayang aku tadi sempat memuji mu…” ucap Garaito sambil menutup matanya dan menaruh tangannya di mukanya kemudian Garaito mengeluarkan katananya kembali, “jangan hancurkan harapan ku yang tadi!!!” teriak Garaito, “gyaaaaaaaaaa!!!!!!!!” teriak Arif yang kesakitan setelah di pukul kembali oleh Garaito, kemudian Arif kembali bangun dan tiba-tiba terkejut sehingga dia berdiam diri seperti patung di depan Garaito, “ti-tidak mungkin…” ucap Arif sambil gemetaran dan menunjuk ke arah bayangan yang muncul di belakang Garaito, “ada apa?” Tanya Garaito kebingungan, “be- belakang mu… Arlan Gunadi!!!!!” teriak Arif sambil menunjuk Arlan, Arlan yang mendengar namanya di panggil berbalik dan melihat ke arah Arif, kemudian dia pun terkejut dan hanya berdiam diri, “nyaaaaaaa!!!!!!!!!” teriak Arlan yang terkejut.

“Tokyo Tower… kita sudah sampai…” ucap Ryou sambil memasuki Tokyo Tower bersama Garde, Andre, dan Ashley, sampai tiba-tiba muncul Rocket yang terbang ke arah mereka, Garde dan yang lainnya segera berpencar untuk menghindari Rocket tersebut, “siapa itu!!!” teriak Garde sambil meembody Blue Eyesnya, kemudian dari depan muncul sesosok orang yang ternyata adalah Cain, “kau lagi…” ucap Garde sambil bersiap-siap dengan ancang-ancang bertarung begitu juga dengan Ryou yang melakukan embody, tetapi kemudian Garde menyuruh Ryou berhenti dan menggelengkan kepalanya, “kau dan Ashley pergi lebih dulu menuju lantai teratas… aku dan Andre akan mengurus yang ada di sini” ucap Garde, “kalian yakin tidak apa-apa?” Tanya Ryou, dengan suara yang khawatir dan muka yang keliatan cemas, “tenang saja! Kau ragu dengan kekuatan kami?!” Tanya Andre tersenyum lebar ke arah Ryou, kemudian Ryou menggelengkan kepalanya, “baiklah… hanya saja jangan sampai kalah…” ucap Ryou, kemudian Ryou berlari ke depan bersama Ashley, “aku duluan… aku akan menunggu kalian…” ucap Ashley sambil meninggalkan Garde dan Andre, Cain yang berdiri di depan hanya berdiam saja dan membiarkan mereka lewat ke arah Lift, “tidak apa-apa membiarkan musuh mu lewat?” Tanya Garde tersenyum, “tidak apa-apa lagipula dia juga mengatakan bahwa yang hanya boleh ke atas hanyalah Ryou dan Ashley… dan sisanya boleh kubunuh… dan sepertinya aku tidak perlu menyembunyikan kekuatan asli ku lagi… Power Tool Dragon!!!” teriak Cain sambil memanggil Power Tool yang membentuk Launcher yang terpasang di tangannya, “heh percaya diri sekali…” ucap Garde tersenyum.

Kemudian Garde langsung berlari ke arah Cain, sementara Cain mulai menembaki Garde dengan tiga rocket yang di tembakan berturut-turut, rocket pertama berhasil di hindari oleh Garde dengan cara melompat, dan ketika rocket kedua mendekat Garde mengayunkan halbrednya untuk memotong rocket tersebut, hanya saja Garde tidak sempat bertindak atau memasang pertahanan ketika rocket ketiga mendekat sehingga Garde telak terkena serangan dari rocket ketiga yang menyebabkan ledakan yang besar dan melempar Garde ke belakang, kemudian dari asap yang masih tebal muncul Andre yang terus berlari ke arah Cain, kemudian Andre meembody subtitoadnya menjadi pisau kristal bewarna biru dan mulai menyerangi Cain dengan tebasan yang sangat cepat, tetapi Cain berhasil menghindari hampir semua tebasannya, sementara beberapa tebasan Andre hanya dapat membuat lecet beberapa bagian tubuh Cain, kemudian Cain berputar dan menghantamkan launchernya ke arah Andre dan membuat Andre terlempar setelah itu Cain langsung menembakan rocketnya ke arah Andre dan membuat Andre terlempar makin jauh.

“argh!!” teriak Andre yang kemudian jatuh di dekat Garde, “kau tak apa-apa Andre?” Tanya Garde sambil membantunya berdiri sementara Cain hanya melihat dari jauh, “aku tidak apa-apa” ucap Andre, sambil berdiri, sementara Cain mulai berjalan ke arah Andre dan Garde, “lebih baik kalian menyerah… kalian berdua tidak akan bisa menang melawan ku…” ucap Cain, Garde yang mendengar itu hanya terdiam saja kemudian dia melihat Cain dengan seksama, “siapa kau sebenarnya?” Tanya Garde dengan raut muka yang mengeras, “aku… Black Knight…” ucap Cain sambil terus berjalan menjauhi Garde dan Andre ketika jarak antara mereka sudah cukup jauh tiba-tiba Cain berhenti, “B, Black Knight?” Tanya Garde kebingungan, Cain pun berbalik dan mengangkat kedua tangannya, “begitu kau tidak tahu… mau tahu kenapa Nando berubah? Bukan kah dulu dia adalah orang yang baik? Itu semua karena Black Knight!! Mau tahu kenapa King of Underworld mulai bergerak? Itu semua karena Black Knight!! Mau tahu kenapa lima jenderal naga dapat terbentuk? Itu semua karena Black Knight!! Mau tahu kenapa banyak sejarah gelap di dunia ini menghilang? Itu semua karena Black Knight!! Intinya Black Knight adalah organisasi besar yang mengatur segala sesuatu yang ada di dunia ini… dan juga merupakan penyebab terjadinya Battle of Overlord beberapa puluh tahun yang lalu… dan yang merebut semuanya dari mu…” ucap Cain sambil tersenyum, Garde yang mendengar kata-kata terakhir Cain berdiri dan menunjukan espresi murka, “begitu jadi kau anggota dari organisasi terkutuk tersebut? Yang merubah Nando dan yang menghancurkan kota ku dulu… adalah Black Knight?!!” teriak Garde.

Kemudian Garde menyilangkan kedua tangannya dan dari kedua tangannya muncul sinar yang berbeda, “Synthesis Embody!!! Dreadnought!!” teriak Garde, dan ketika kedua sinar tersebut bersatu muncul sebuah tombak bewarna hitam dengan ukiran-ukiran bewarna emas di mata tombaknya, “kalau begitu kau adalah orang pertama dari mereka yang akan ku bunuh…” ucap Garde, sekilas Garde teringat akan senyum seorang perempuan yang sudah lama di lupakannya, “Garde sensei… perlu aku Bantu?” Tanya Andre sambil menahan rasa sakitnya, kemudian Garde menggeleng, “tidak perlu kau istirahatlah… aku akan menyelesaikannya” ucap Garde sambil kemudian berlari ke arah Cain, “omoshiroi… sudah lama aku tidak serius… baiklah kalau begitu…” ucap Cain sambil melepaskan Embodynya dan kemudian memunculkan dua sinar yang berbeda pula di mana yang satu bewarna merah dan yang satu bewarna kuning, “Power Tool!! Black Rose!! Synthesis Embody!! Deus Ex Machina!!!” teriak Cain, kemudian kedua sinar tersebut bersatu dan membentuk pedang raksasa dengan desain hi-tech, “maju lah…” ucap Cain sambil mulai menerjang Garde.

Ketika jarak mereka berdua mulai dekat Garde mulai mengayunkan Dreadnought ke bawah, tetapi Cain menghindarinya dengan cara melompat ke atas, setelah itu pedang milik Cain mulai terbuka dan membentuk bentuk lain yang menyerupai bor, setelah itu Cain menusukan bor tersebut ke arah Garde, tapi ujung bor tersebut di tahan oleh ujung dari mata tombak Dreadnought, setelah itu Garde mendorong Dreadnoughtnya dan membuat Cain terlempar beberapa meter, Cain yang terlempar segera mengambil posisi bertahan di udara dan kembali membuka pedangnya menjadi bentuk senapan berlaras dua, kemudian Cain menembakan beberapa peluru dari pistol tersebut ke arah Garde yang berhasil di tahan kembali oleh Garde menggunakan tombaknya, sementara Garde sibuk menahan tembakan dari Cain, Cain mulai mencharge cahaya dari laras yang satunya lagi, kemudian Cain tersenyum, “terimalah Garde… Burst Bullet!!” teriak Cain, dan setelah itu ia menembakan peluru tersebut ke arah Garde dengan kekuatan penuh, Garde yang dari tadi sibuk menahan serangan dari laras yang satu lagi gagal untuk menahan tembakan tersebut dan akhirnya terlempar jauh ke belakang dan menabrak salah satu kaki menara dari Tokyo Tower.

Cain kembali berjalan ke arah Garde yang masih mencoba untuk berdiri, Garde yang melihat Cain mendekat mencoba untuk berdiri sekuat tenaga tetapi luka yang di terimanya dari serangan barusan membuatnya susah untuk bergerak, sementara Cain semakin mendekati Garde dengan tersenyum lebar, setelah jarak mereka berdua sudah dekat Cain mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan kemudian menusukannya ke bahu kanan Garde dan mengangkatnya dengan keadaan pedang yang masih tertancap di bahu Garde, “argh!!” teriak Garde kesakitan dan kemudian Dreadnought milik Garde terjatuh dari genggamannya, Garde memegang pedang milik Cain dengan kedua tangannya dan berusaha melepaskannya dengan sekuat tenaga tetapi percuma, Cain yang melihat Garde meronta untuk melepaskan pedang miliknya tertawa keras dan kemudian menusukan pedang tersebut bersama Garde ke kaki menara Tokyo Tower yang ada di belakang Garde, Garde yang tertusuk hanya bisa meronta dan berteriak.

“hehehehe ahahahahaha!! Sungguh memalukan!! Apa kau kira dengan kekuatan seperti ini kau dapat menyelematkan perempuan kecil tersebut?! Ahahahahaha!! Apa kau pikir bisa?!!” teriak Cain kemudian Cain mengayunkan pedangnya ke belakang dan melempar Garde yang tertusuk ke arah pedang tersebut di ayunkan, “ah aku lupa ya benar.. perempuan tersebut… aku yang membunuhnya… Katrina!! Ya aku yang membunuh perempuan tersebut ketika kau sedang sibuk dengan Black Knight yang lainnya!!” teriak Cain, sementara Garde yang mendengar itu terkejut dan perlahan-lahan ingatan yang sudah lama dia lupakan kembali, ingatan tentang seorang anak perempuan berambut blonde yang dulu pernah di kenalnya.


“Garde-kun---“ kata-kata tersebut terus terngiang di kepala Garde

TO BE CONTINUED

NEXT CHAPTER: THE REQUIEM (PART 2: THE FORGOTEN MEMORY)

CHAPTER 26: OVERTURE OF THE REQUIEM

CHAPTER 26: OVERTURE OF THE REQUIEM

“Hinagiku…” ucap sebuah suara yang familiar, tiba-tiba Hinagiku membuka matanya dan melihat dirinya berada di sebuah taman yang besar dan luas, dirinya sedang tertidur di bawah bangunan kecil yang berbentuk seperti gazebo yang terbangun dari batu-batu dan pilar-pilar di sekelilingnya terdapat banyak bunga yang bermekaran dan rumput-rumput hijau dan di tempat tersebut juga terdengat kicauan-kicauan burung, muka Hinagiku terlihat kebingungan dia melihat ke kanan dan ke kiri dengan wajah yang cemas, “di mana ini?” ucap Hinagiku dalam hati masih dengan wajah yang kebingunan, “Hina-chan…” ucap suara itu lagi, kemudian Hinagiku berbalik dan melihat seorang laki-laki berambut perak dan mengenakan kaus hitam di depannya, HInagiku yang melihat orang tersebut terkejut, mukanya memerah, “Brendan? Ada di mana kita?” Tanya Hinagiku ke laki-laki tersebut yang ternyata adalah Brendan, Brendan tersenyum ke Hinagiku, kemudian mendekatinya memegang tangannya dan menempelkan tangan Hinagiku ke mukanya, “maafkan aku Hinagiku… aku tidak bisa melindungi mu lagi…” ucap Brendan dengan suara yang sangat pelan, Hinagiku kemudian menyadari bahwa ada air yang mengalir di tangannya.

“Brendan? Kau menangis?” Tanya Hinagiku dengan raut muka yang kebingungan, sementara Brendan diam saja dan air matanya masih terus mengalir, “dan apa maksud mu tidak bisa melindungiku lagi? Hey?” Tanya Hinagiku, Brendan kemudian mengangkat wajahnya dan memperlihatkan wajahnya yang menangis, “mungkin setelah ini kita tidak akan bisa bertemu lagi… tapi-tapi aku bahagia dengan semua yang telah ku alami di hidup ini bersama mu…” ucap Brendan masih dengan wajah yang basah karena air mata dan suara yang yang menahan tangis, “h-hey Brendan??” ucap Hinagiku masih kebingungan dengan tingkah laku Brendan, “sampai sekarang pun aku masih mengingat kata-kata mu yang mengatakan bahwa aku bukan cloning karena aku hidup dan aku adalah manusia… aku-aku…masih mengingatnya…” ucap Brendan kemudian Brendan melepaskan tangan Hinagiku dan berbalik dan mulai berjalan menjauhi Hinagiku, “Brendan moou~~ kau masih belum menjelaskan semuanya jangan pergi dulu!! Apa maksud mu dengan tidak bisa melindungiku lagi dan pertemuan yang terakhir!” teriak Hinagiku, tetapi Brendan tidak berbalik dan tetap berjalan setelah jaraknya cukup jauh Brendan menoleh ke arah Hinagiku dan tersenyum.

“terima kasih Hina-chan atas semuanya dan… selamat tinggal, setelah ini ku harap kau bahagia dengan Dave dan Ashley bisa menjaga mu” ucap Brendan sambil menangis, kemudian perlahan-lahan pemandangan tersebut retak, Hinagiku terkejut melihat itu dia melihat sekeliling dan melihat bahwa langit juga perlahan-lahan mulai retak, begitu juga dengan Brendan yang mulai retak, “hey… ini apa yang terjadi… Brendan…” ucap Hinagiku dengan suara yang pelan dan nada yang lemas seperti seakan-akan tidak percaya dengan kejadian tersebut, kemudian tiba-tiba semua pemandangan tersebut dan Brendan pecah menjadi serpihan-serpihan kaca dan semuanya berubah menjadi hitam.

Hinagiku terbangun tiba-tiba dari tidur di rumahnya dengan mata yang bersimbah air mata, Hinagiku memegang matanya dan dia menyadari bahwa dia sedang menangis, “kenapa aku menangis… dan apa arti mimpi tersebut… ke mana Brendan…” ucap Hinagiku dalam hati, kemudian Hinagiku mendengar ketukan pintu dari bawah, Hinagiku melihat jam dinding di kamarnya yang menunjukan jam 00.00 malam, tetapi ketukan tersebut tidak berhenti malah semakin keras, Hinagiku yang merasa terganggu menjadi kesal dan segera turun ke bawah dengan keadaan masih mengenakan piyamanya, “ada apa sih malam gini?!!” Tanya Hinagiku sambil membuka pintu rumahnya terbuka, dan ternyata di depan rumahnya terdapat Hitagi dan Haruhi, “ah ternyata kalian berdua ada apa malam-malam begini datang ke rumah?” Tanya Hinagiku dengan wajah yang memerah karena menyapa mereka masih dengan keadaan menggunaka piyama dan dengan salam yang “kurang” sopan.

“mereka belum pulang…” ucap Hitagi pelan, “mereka?” Tanya Hinagiku kebingungan, “Andre dan yang lainnnya belum pulang atau setidaknya tidak ada kabar di mereka…” balas Haruhi, “dan lagi sekarang sedang ada kejadian aneh di kota…” ucap Hitagi lagi, “maksud mu?” Tanya Hinagiku masih dengan wajah yang kebingungan, “kata orang-orang di kota muncul pilar-pilar tengkorak aneh dan katanya juga muncul mahluk-mahluk yang menyerupai Zombie karena itulah semua penduduk kota di evakuasi dan tidak ada yang di perbolehkan untuk masuk ke dalam kota tersebut… saat ini Tokyo sedang di serang oleh pasukan Zombie… mereka muncul di mana-mana… akan lebih baik kalau kita bersama-sama” ucap Hitagi, Hinagiku mengangguk, “kalau begitu aku mau ganti baju dulu setelah itu kita pergi mencari Brendan dan yang lain…” ucap Hinagiku, Haruhi dan Hitagi mengangguk petanda setuju, setelah itu Hinagiku kembali masuk ke dalam rumahnya sementara Hitagi dan Haruhi menunggu di luar, setelah beberapa menit Hinagiku keluar dengan pakaian rapih dan membawa pedang kayunya, “kita pergi sekarang…” ucap Hinagiku, setelah itu Hinagiku lari meninggalkan rumahnya di ikuti dengan Hitagi dan Haruhi, “Brendan di mana kau? Tidak terjadi apa-apa kan pada mu?” ucap Hinagiku dalam hati.

“bagaimana?” Tanya Marcel ke Arlan yang memeriksa Brendan yang tidak sadarkan diri, selama beberapa menit Arlan terdiam kemudian menutup matanya dan menggeleng, Marcel yang melihat itu menjadi kesal, dia mengepalkan kedua tangannya sampai tanpa sadar darah keluar dari kepalan tangannya, “King of Underworld… aku… akan membunuh mu!!” ucap Marcel, Arlan kemudian berdiri dan mencoba menenangkan Marcel, sementara kemarahan Marcel yang sudah mencapai puncaknya sepertinya susah untuk di rendahkan, tiba-tiba Marcel dan Arlan mendengar suara tepuk tangan dari suatu tempat, Marcel dan Arlan yang mendengar itu mencari asal suara tersebut, “siapa di situ!!” teriak Arlan, “begitu ternyata kematian Dark Saber ada gunanya juga… dengan ini setidaknya kalian kehilangan salah satu pion andalan kalian” ucap sebuah suara yang berasal dari salah satu pilar tengkorak yang ada di dekat Marcel, Marcel dan Arlan melihat ke arah sumber suara tersebut, “Caesar!! Kau di sini?!! Kau tahu Brendan mengorbankan nya—“ belum selesai Marcel berbicara tiba-tiba Caesar sudah memotong, “ya aku tahu dengan mengorbankan nyawanya Pion ku… Dark Saber berhasil merenggut nyawa Brendan kan?” ucap Caesar dengan senyuman yang terlihat bahwa seakan-akan dia senang atas kematian Brendan, “apa maksud mu Caesar?!” teriak Marcel yang mulai memiliki perasaan tidak enak.

“maksud ku adalah… akulah King of Underworld!!!” teriak Caesar, Marcel yang mendengar itu terkejut, kemudian Marcel diam saja dan tiba-tiba Marcel tertawa kecil, bagus kalau begitu aku tidak perlu susah payah mencari mu lagi… Caesar!!!!” teriak Marcel kemudian Marcel berlari ke arah Caesar, setelah jarak antara Marcel dan Caesar sudah dekat Marcel melompat ke belakang Caesar dan mengeluarkan kapaknya, Caesar yang belum siap gagal untuk mendirikan pertahanannya dan dalam sekejap Marcel berhasil membagi tubuh Caesar menjadi 2, dan tiba-tiba kedua belahan tubuh tersebut menjadi asap dan menghilang, Marcel mencari di mana Caesar berada tetapi tidak dapat menemukannya sampai suara Caesar terdengar menggema dari kejauhan, dan terdengar hampir ke seluruh penjuru kota, “hahahahahahaha ahahahahahahahaha!!!! menarik!!! Aku akan menunggu kalian di Tokyo Tower!!! Kita lihat siapa yang menang kalian atau pasukan Undead ku?!! Dan apakah kalian masih bisa bertahan setelah kehilangan 1 teman kalian untuk selamanya?!! Kita lihat nanti!! Hyahahahahahahaha!!!” teriak suara Caesar, tersebut Marcel dan Arlan yang mendengar tersebut diam saja, kemudian tiba-tiba Marcel yang sudah kehabisan tenaga terjatuh, Arlan yang melihat itu segera berlari ke arah Marcel dan menahannya sebelum terjatuh ke tanah, “kau tahu… walaupun kau Overlord tapi semua ini masih terlalu berat untuk mu yang masih terlalu muda… maafkan aku Brendan…” ucap Arlan, kemudian Arlan menggendong Marcel dan pergi meninggalkan tubuh Brendan dan tempat tersebut.

“kau dengar suara barusan??” Tanya Andre ke Ryou, “ya… seorang teman kita sudah tiada… Marcel atau Brendan… siapa pun itu…” ucap Ryou sambil menundukan kepalanya dan melihat ke tanah, setelah beberapa menit terdiam Ryou kembali mengangkat kepalanya lagi dengan wajah yang geram dan mata yang terlihat penuh amarah, tangan dikepalkan dengan kencang sampai warna tangannya berubah menjadi biru, “King of Underworld… aku tidak akan pernah memaafkan mu… tidak akan pernah… sampai kapan pun…” ucap Ryou dengan nada penuh amarah, Andre mendekati Ryou dan memegang punggung Ryou, “ya aku juga tidak akan memaafkannya… berani-beraninya dia bermain-main dengan nyawa manusia” ucap Andre sambil menunduk tanpa di sadari air mata mengalir dari mata Andre, “Andre? Kau tidak apa-apa?” Tanya Ryou, Andre mengelap air matanya, “aku tidak apa-apa hanya saja dulu aku, Marcel, dan Brenda selalu bermain bersama sekarang aku tidak tahu akan jadi apa rasanya kalau kita kehilangan satu orang…” ucap Andre sambil terus menangis.

“Ryou!! Tempatnya aman!! Ashley dan Eve juga sedang beristirahat di sana!!” teriak Shana yang sedang terbang di langit menggunakan sayap apinya, Ryou mengangguk, “kalau begitu aku dan Andre akan ke sana beristirahat sebentar… Shana tolong cek daerah sekeliling lagi kalau-kalau ada musuh di sekitar sini…” ucap Ryou ke Shana, Shana mengangguk dan kemudian pergi meninggalkan Ryou dan Andre, “baiklah kurasa kita harus beristirahat dulu untuk saat ini… Tokyo Tower sudah dekat lagi pula…” ucap Ryou, kemudian Ryou berjalan ke arah restoran Pizza yang sudah di tinggalkan orang di dekat situ dan memasukinya, di dalam situ Ashley yang dari tadi tidak sadarkan diri sudah terbangung di Bantu oleh Eve, “kau tidak apa??” Tanya Eve ke Ashley, Ashley mengangguk, kemudian Ashley melihat ke arah Ryou dan Andre, “siapa yang telah mati?” Tanya Ashley, “sayang tidak ada satu pun dari kita yang tahu tapi yang pasti antara Brendan dan Marcel…” ucap Ryou, Ashley terdiam saja, kemudian Ashley berdiri dan berjalan ke arah pintu restoran tersebut, “begitu… kalau begitu untuk apa kita beristirahat di sini… siapa pun itu aku akan membalaskan dendam mereka…” ucap Ashley dengan suara yang tegas dan terlihat seperti menahan amarah, setelah itu Ashley lari pergi meninggalkan restoran, “yare yare ku kira kita tidak bisa istirahat sampai semua ini selesai… ayo Eve ikut aku kita kejar Ashley!” ucap Andre, Eve mengangguk dan pergi keluar bersama Andre, Ryou kemudian berjalan keluar dari restoran, “King of Underworld… kau berani-beraninya merusak ikatan kami… kau akan ku hancurkan…” ucap Ryou dalam hati sambil mengepalkan tangannya, “Ryou! Tidak ada musuh di sekitar sini!!” teriak Shana yang baru saja kembali dari patrolinya… begitu sayangnya kita akan pergi ke arah Tokyo Tower lagi sekarang… gomen Shana…” ucap Ryou, Shana menggelengkan kepalanya, “hmm mm tidak apa-apa kok lebih baik sekarang kita mengejar yang lain” ucap Shana sambil terbang meninggalkan Ryou, Ryou melihat ke arah langit dengan tatapan yang kosong, “siapa di antara kalian yang meninggalkan kami… Marcel… Brendan…” ucap Ryou, kemudian Ryou berlari meninggalkan restoran tersebut.

“Flare~~~~” teriak Hades sambil memunculkan bola api raksasa di tangannya dan melemparnya ke arah Dave dan laki-laki yang menyelamatkan Dave, “Embody!! Card Ejector!!” teriak laki-laki tersebut kemudian muncul tongkat yang di ujungnya terdapat crystal, laki-laki tersebut memukul Flare yang di lemparkan oleh Hades dan menghisapnya ke dalam tongkat tersebut, “ooo!!! Ooo!! Ooooooo!!! Siapa nama mu anak muda?!! Hehehehe sepertinya ini akan menyenangkan!!!” teriak Hades menanyakan nama anak laki-laki tersebut, laki-laki tersebut tersenyum “nama ku adalah… Mike!!” ucap Mike tersenyum, “hoooo~~~ begitu kalau begitu~~, kalau begitu~~, apakah kau bisa menghindari yang ini?? hehehehehehe ahaha!!!” teriak Hades, “Mike bersiaplah dia akan kembali menyerang” ucap Dave, Mike mengangguk, setelah itu Dave berlari ke arah Hades, “oooo~~~ mau menyerangku?!! Tidak akan bisa!! Flare!!” teriak Hades, Hades menembakan api kembali dari tangannya, tetapi Dave berhasil menghindari serangan tersebut, “15 menit!!” teriak Mike, Dave yang kaget mendengar teriakan itu melihat ke arah Mike dengan wajah penuh Tanya, “apa maksud mu?” Tanya Dave, “berikan aku waktu 15 menit… maka semua ini akan selesai” ucap Mike, kemudian Mike mulai mencharge aura di sekitarnya, “baiklah…” balas Dave, sambil mengancungkan jempolnya, setelah itu Dave kembali berlari ke arah Hades, “kau kira aku akan memberikan waktu sebanyak itu?!! Plague Wolf!!!!” teriak Hades, tiba-tiba secara serempak semua serigala di sekitar situ menyerang Mike secara bersamaan.

“Cat Blast~~~~” teriak Arlan yang tiba-tiba muncul di dekat Mike dan mulai memukul semua serigala yang ada menggunakan pedang raksasanya, “kalian berdua tenang saja aku akan mengurus semua serigala menyebalkan di sini!!” teriak Arlan, Dave mengangguk dan mulai menyerang Hades kembali, Dave mencoba mendekati Hades, tetapi Hades menghindarinya dengan cara terbang ke belakang, setelah itu Hades tertawa dengan nada yang licik dan mulai menembakan Api dan Es dari kedua tangannya, Dave mencoba menghindari semua projectile-projectile tersebut dengan cara menghindarinya seperti biasa atau memotongnya dengan scytch miliknya setelah Dave berhasil memperpendek jarak antara dirinya dengan Hades dia mulai mengayunkan scytchnya tetapi Hades menahannya dengan tangannya, “apa kau kira aku bisa di kalahkan oleh mainan ini?? hah?!!” teriak Hades kemudian Hades mengangkat Scytch milik Dave dan melemparnya bersama Dave ke atas, “kuat…” ucap Dave dalam hati, kemudian Hades mengambil kuda-kuda dan mulai mencharge api raksasa di kedua tangannya, “kita lihat apakah kau bisa menghindari yang ini!!! Infernal Blast!!!” teriak Hades sambil menembakan api tersebut ke arah Dave, “serangan seperti ini tidak akan bisa mengenai ku!!” teriak Dave sambil memotong kedua api tersebut menjadi 2, kemudian Dave kembali terbang ke arah Hades dan berusaha memotongnya lagi, tetapi Hades lagi-lagi menghindar, dan kemudian tiba-tiba Dave muncul di belakang Hades tanpa di sadari oleh Hades, “kau tidak bisa menghindar lagi!!” teriak Dave menebaskan scytchnya dan berhasil memotong salah satu tangan Hades sehingga Hades kehilangan 1 tangannya, “noooooo!!! Ini mustahil!! Argh tangan ku!!” teriak Hades kemudian Hades mengangkat tangannya yang satu lagi dan mengarahkannya ke arah Dave, “kau akan membayar mahal atas apa yang kau lakukan!! Enguilf!!!” teriak Hades kemudian dari tangan Hades keluar bayangan hitam raksasa yang mengarah ke arah Dave, tetapi Dave berhasil menghindari serangan tersebut dengan cara melompat ke atas dan ke arah Hades.

“bodoh!! Teman mu yang sedang sibuk mencharge auranya tidak ada yang menjaga!! Hahahaha!! Enguilf!!” teriak Hades lagi kali ini bayangan yang di tembakan oleh Hades terbang ke arah Mike, “Shimata!! Arlan!! Lindungi Mike!!” teriak Dave, “tidak bisa!! Aku tidak bisa bergerak!! Nyeh!! Serigala ini sangat mengesalkan!!!” teriak Arlan sambil terus menghabisi serigala di sekelilingnya, sementara bayangan hitam yang ditembakan oleh Hades semakin mendekati Mike, “Mike!!!!” teriak Dave yang berusaha berlari untuk menggagalkan serangan Hades tetapi semua yang di lakukan Dave gagal karena serangan Hades lebih cepat mengenai Mike, kemudian dalam sekejap terjadi ledakan besar bewarna hitam, “hahahahahahahaha!!! Semua orang yang terkena Enguilf akan di telan jiwanya oleh kegelapan!! Teman mu sudah tamat!!!” teriak Hades sambil tertawa kegirangan, “O RLY?? Aku tidak akan membiarkan mu mengganggu Ojou-sama!!” teriak suara seseorang dari dalam ledakan tersebut, “suara ini Marcel!!” teriak Dave, kemudian ledakan hitam tersebut berubah menjadi pusaran dan masuk ke dalam tameng yang sedang di gunakan oleh Marcel, “sayangnya Divine Shield milik ku menghisap semua kegelapan dan menyucikannya… sekarang terimalah kekuatan mu sendiri!!” teriak Marcel, kemudian tameng milik Marcel terbuka tengahnya dan memperlihatkan crystal yang ada di dalam tameng tersebut, crystal tersebut mulai bersinar, “makan ini!!! Napalm Soul!!” teriak Marcel kemudian dari crystal tersebut di tembakan sinar putih raksasa ke arah Hades dan tepat mengenai Hades, “aaargggghhh!!!!!” teriak Hades kesakitan, kemudian setelah semua sinar tersebut menghilang terlihat sosok Hades yang terlihat seperti kehabisan tenaga.

“terima kasih Butler… sekarang semuanya sudah siap!!” teriak Mike, Marcel yang mendegar itu menoleh dan melihat Mike, Mike membalasnya dengan tersenyum, “Dave menghindar dari sana!!” teriak Mike, Dave mengangguk dan kemudian menjauh dari Hades, sementara Hades yang kehilangan enerynya tidak dapat melakukan apa-apa, “kurang ajar kalian!! Aku!!” teriak Hades, kemudian Mike mulai mengarahkan tongkatnya ke arah Hades, “o God the one who created the Light and the Darkness… the one who bring upon Life to us… the one who bring upon Death to us!! Show these Sinner their Sin!!! Erase them and their existence once and for all!! Ultimate Spell!! Ultima!!” teriak Mike, dan tiba-tiba muncul bola-bola cahaya di sekeliling Hades yang mulai bersatu di satu tempat tepatnya di atas Hades, bola-bola tersebut bersatu dan membentuk bola yang lebih besar dan perlahan-lahan bola tersebut mulai bersinar lebih terang dan retak, dari retakannya muncul sinar-sinar putih yang terang dan akhirnya bola tersebut meledak dan mengakibatkan ledakan putih yang sangat besar yang membentuk pilar cahaya yang sangat tinggi sehingga pilar tersebut dapat dilihat dari seluruh penjuru kota, “aku tidak akan memaafkan kalian!! Aku akan bangkit lagi dan membunuh kalian!! Mwahahahahaahahaha!!!” teriak Hades dari dalam cahaya tersebut, perlahan-lahana siluet Hades menghilang terbawa cahaya tersebut ke atas sampai akhirnya cahaya tersebut benar-benar hilang bersama Hades.

“itu… salah satu Ultimate Spellnya Mike…” ucap Ryou sambil melihat pilar cahaya yang muncul dari kejauhan, “Ryou… kita sudah sampai di sini…” ucap Garde, kemudian Ryou menoleh ke arah menara yang ada di depannya, “ya kita sudah sampai di sini… sekarang waktunya penyelesaian… inilah Tokyo Tower…” ucap Ryou.

TO BE CONTINUED

Apakah yang akan terjadi berikutnya? Sementara Hinagiku belum mengetahu kenyataan di balik Brendan, Caesar menonton semua pertarungan yang ada dari atas Tokyo Tower, sementara Ryou akan membawa semua ini ke akhirnya.

Next Episode: THE REQUIEM