Kamis, 29 Juli 2010

CHAPTER 29: THE REQUIEM (PART 3: THE BEGINNING OF THE LAST REQUIEM)

CHAPTER 29: THE REQUIEM (PART 3: THE BEGINNING OF THE LAST REQUIEM)

mata Garde yang bersimbah air mata terbuka dan tubuhnya mulai bersinar terang begitu juga dengan Dreadnought milik Garde yang mulai bersinar terang, “Garde berjanjilah… kau tidak akan pernah mati dan tidak akan pernah menganggap diri mu lemah…” ucap sebuah suara yang terdengar seperti suara Katrina yang berasal dari Dreadnought, “ya aku berjanji Katrina… Synchronisation!!!!!!” teriak Garde, kemudian Dreadnought milik Garde berubah menjadi cahaya terang yang bersatu dengan tubuh Garde dan perlahan-lahan tubuh Garde yang di selimuti cahaya membesar, “ya Katrina… aku akan selalu menepati janji ku…” ucap Garde dan setelah cahaya tersebut berubah menjadi sangat besar, cahaya tersebut pecah dan memperlihatkan sesosok naga hitam, bermata emas, dan memiliki corak bewarna emas di sekujur tubuhnya, naga tersebut melihat ke arah Cain, dan setelah itu meraung dengan keras, “a-apa-apaan ini!!” teriak Cain terkejut.

Garde membuka matanya dan mendapati dirinya berada di dimensi lain yang gelap, di depannya dia dapat melihat pemandangan yang di lihat oleh naga tersebut, “Garde apa kau dapat mendengar ku?” ucap sebuah suara kemudian dari belakang Garde muncul sesosok cahaya yang berubah bentuk menjadi Katrina, “Katrina?” ucap Garde takjub sambil melihat ke arah Katrina, “berhentilah mengutuk diri mu sendiri Garde… aku mati bukan karena kau… kau tidak bersalah…” ucap Katrina sambil memeluk Garde, “ada di mana kita?” Tanya Garde, Katrina melihat ke arah Cain, “kita ada di dalam jiwa mu… tapi kita juga berada di dalam jiwa ku… lebih tepatnya kita berdua memiliki satu jiwa yang sama… kita lah Dreadnought itu sendiri” ucap Katrina sambil tersenyum ke arah Garde, Garde yang melihat senyuman Katrina memerah, “begitu aku belum kehilangan mu untuk selamanya…” ucap Garde sambil menutup matanya dan tersenyum.

Dreadnought kembali meraung dan mulai menghantamkan cakarnya ke arah Cain, Cain segera melompat ke arah tangan Dreadnought dan berlari ke arah kepala Dreadnoght, setelah jaraknya sudah dekat Cain mengangkat kapaknya untuk memotong kepala Dreadnought, tetapi kemudian tangan Dreadnought yang satunya menhantam Cain dan melemparnya sehingga dia jatuh ke tanah, setelah itu Cain kembali berdiri dan melompat ke belakang untuk menghindari hantaman cakar Dreadnought yang lainnya, setelaj jarak Cain dan Dreadnought cukup jauh Cain merubah kapaknya menjadi Launcher dan mengarahkannya ke arah Dreadnought dan mulai menembaki projectile-projectile api ke arah Dreadnought, projectile-projectile tersebut berhasil mengenai Dreadnought dan membuat ledakan di sekujur tubuh Dreadnought tapi tidak ada yang berhasil meninggalkan luka di badan Dreadnought, setelah itu Dreadnought menghantamkan ekornya ke arah Cain, tetapi sesaat sebelum ekor tersebut berhasil mengenai Cain, Cain berhasil membentuk pedang dan menahan ekor Dreadnought dan kembali menghempaskannya.

“baiklah kalau itu kau yang mau!!” teriak Cain sambil merubah pedangnya kembali menjadi launcher dan mulai mencharge cahaya terang bewarna merah di ujung dari laras launcher tersebut, Dreadnought kembali menyerang Cain dengan cakar dan ekornya, tetapi Cain terus menghindar atau menangkisnya dengan launchernya sesekali, tetapi dia sama sekali tidak balas menyerang melainkan terus mencharge cahaya merah tersebut, Dreadnought mulai menciptakan api di kedua tangannya dan menembakan bola-bola api ke arah Cain, dan menciptakan ledakan di area sekitar Cain, setelah itu Cain mengangkat launchernya dan mengarahkannya ke arah Dreadnought, “Overdrive… Final Fire Blast!!” teriak Cain seraya menekan pelatuk launchernya dan menembakan bola api raksasa ke arah Dreadnought, Dreadnought yang melihat itu menahan api tersebut dengan kedua tangannya, “serangan seperti ini tidak akan melukai ku!!” teriak Garde dari dalam Dreadnought, stelah itu Dreadnought mencekram api tersebut semakin keras sehingga api akhirnya api tersebut meledak dan menghempaskan Dreadnought dan juga Cain.

“apa kau percaya dengan yang kau lihat?” Tanya Ashley yang ada di dalam lift bersama Ryou, Ryou menutup matanya dan mengangguk, “sudah ku duga… Garde adalah salah satu dari kita yang terkuat… dia bahkan sudah mencapai tahap ini… sedangkan aku…” ucap Ryou sambil mengencangkan genggamannya yang ternyata memegang handphone yang memperlihatkan SMS dari Marcel yang berisi pemberitahuan bahwa Brendan sudah meninggal, “sementara aku tidak bisa melakukan apa-apa!” teriak Ryou sambil melempar handphonenya ke lantai hingga hancur, Ashley yang melihat tindakan Ryou hanya terdiam dan melihat handphone yang telah rusak tersebut, sementara Ashley menyadari bahwa air matanya mulai menetes, “huh ketika aku sudah menganggap mu sebagai saudara kau meninggalkan ku eh?” ucap Ashley pelan, kemudian setelah lewat beberapa menit di suasana hening tersebut, lift yang mereka naiki berhenti dan pintunya terbuka memperlihatkan pemandangan malam dan bulan yang bersinar, juga memperlihatkan Dreadnought yang terjatuh ke tanah karena hempasan dari ledakan tersebut, “kita selesaikan semua ini… sekarang…” ucap Ryou sambil berjalan keluar lift di ikuti oleh Ashley.

Dreadnought yang terjatuh ke tanah kembali terbang dan mulai mencharge cahaya emas di mulutnya, “cish aku tak menyangka Overdrive milik ku akan gagal… dengan itu saja sudah cukup banyak menguras aura milik ku…” ucap Cain sambil terus menembaki Dreadnought yang terbang semakin tinggi dengan bola api, sementara Dreadnought yang terkena ledakan yang di ciptakan dari bola api yang di tembakan oleh Cain tidak berhenti sampai dia berhasil mencapai posisi yang sangat tinggi dan cahaya emas di mulutnya membesar sementara badan Dreadnought mulai bersinar terang, “apa kau tidak apa-apa setelah menerima ledakan tersebut?” Tanya Katrina sambil membantu Garde berdiri dan mengulurkan tangannya, Garde melihat tangannya dan melihat luka bakar di tangannya, “begitu semua yang terjadi pada Dreadnought juga terjadi pada ku…” ucap Garde sambil terus memandangi tangannya, kemudian Katrina menggeleng dan mengangkat tangannya juga, dan memperlihatkan telapak tangannya yang juga penuh dengan luka bakar, “itu juga terjadi kepada ku…” ucap Katrina sambil tersenyum, “kalau begitu kita benar-benar telah menjadi satu…” ucap Garde sambil melihat tangan Katrina, Katrina mengangguk, “sudah waktunya kita mengakhiri ini Garde-san” ucap Katrina tersenyum dan kemudian tubuhnya mulai bersinar begitu juga dengan tubuh Garde yang mulai bersinar, “ya saatnya kita menyelesaikannya” ucap Garde sambil melihat ke arah Cain.

Cain yang melihat bahwa Dreadnought telah selesai mencharge cahaya emas di mulutnya segera mengubah pedangnya menjadi tameng raksasa dan menancapkan ujung dari tameng tersebut ke tanah, “Synchro Release!! Divine Flare!!” teriak Garde dan Katrina bersamaan, setelah itu Dreadnought melepaskan bola api raksasa bewarna emas, bola api tersebut melesat dengan kecepatan penuh ke arah Cain, dan setelah bola api tersebut menabrak tameng milik Cain, terjadi luapan cahaya bewarna emas yang sangat besar dan membuat api tersebut semakin besar dan akhirnya meledak dan menghancurkan area di sekeliling Cain dan Dreadnought, sementara Dreadnought yang terbungkus dengan cahaya kembali berubah bentuk menjadi bentuk manusia yang melompat ke tanah dan akhirnya berubah kembali menjadi Garde, Garde berhasil mendarat di tanah begitu juga dengan tombak Dreadnought miliknya yang jatuh dan tertancap di tanah di dekatnya, Garde yang kembali berdiri sekilas kehilangan keseimbangan tubuhnya di karenakan kehabisan aura yang di milikinya, Garde melihat kepulan asap yang berasal dari ledakan yang di ciptakannya dengan seksama sampai akhirnya Garde melihat titik cahaya dari asap tersebut yang ternyata adalah Cain yang sudah mencharge cahaya putih dari launchernya.

“mati kau Garde!!!” teriak Cain yang penuh luka bakar di tubuhnya, kemudian dari belakang Cain muncul sesosok orang lain yang bersiap menusuk Cain, “kau yang mati… kau melupakan keberadaan ku!!” teriak Andre sambil mengayunkan pisau yang ada di tangannya ke arah Cain, “shimatta!!” teriak Cain yang tidak sempat bertahan, sampai tiba-tiba dari langit muncul sesosok orang berpakaian hitam yang menggunakan topeng, orang tersebut jatuh tepat di depan Andre dan langsung menebaskan pedangnya yang membuat pisau Andre terlempar, setelah itu orang tersebut menendang Andre hingga jatuh dan mengayunkan pedangnya ke arah leher Andre, “sudah cukup Leon!!” teriak seorang perempuan yang ada di belakang Andre, mendengar perempuan itu memberi perintah laki-laki yang bernama Leon tersebut menghentikan pedangnya tepat sebelum menebas leher Andre, “kau juga Cain… kembali…” ucap perempuan itu lagi, “cish… aku berhutang budi pada mu Sierra berkat kau aku selamat dari serangan tersebut, dan siapa orang ini…” balas Cain, “dia anggota baru Black Knight… namanya Leon dan dia juga Dracus sama seperti ku…” ucap Sierra, kemudian Leon melompat dan turun di sebelah Sierra, sementara Cain berjalan ke arah Sierra, “begitu sepertinya nama kamu Leon perkenalkan nama ku Cain…” ucap Cain yang kemudian berhenti di sebelah Sierra, kemudian Cain berbalik dan melihat ke arah Garde yang terlihat sangat kesal, “ingat Garde pertarungan kita belum selesai… kalau kau masih ingin membalaskan dendam Katrina dengan senang hati aku akan melayani mu dan membawa mu bertemu langsung dengannya…” ucap Cain, kemudian Sierra mengeluarkan sayap hitam dari punggungnya yang menutupi Leon, Cain, dan dirinya dan setelah itu sayap tersebut menghilang menjadi asap hitam bersamaan dengan menghilangnya Black Knight, “Katrina…” ucap Garde dan perlahan-lahan dirinya mulai tidak sadarkan diri, sebelum Garde kehilangan kesadarannya sekilas dia melihat Dave dan Marcel yang berlari ke arahnya.

“sepertinya pertarungan antara Cain dan Garde telah selesai…” ucap Caesar yang melihat pertarungan tersebut dari puncak Tokyo Tower, kemudian dari belakang Caesar muncul Ashley yang melompat dan sudah mengepalkan tangannya, “tak kusangka kau datang secepat ini…” ucap Caesar, kemudian Caesar berbalik dan mengeluarkan api hitam yang dari tangannya yang di tembakan ke arah Ashley dan membuatnya terlempar ke belakang, Ashley yang terlempar kembali berdiri, “kenapa Caesar… ku kira kau adalah teman… kenapa kau berani-beraninya mengambil nyawa orang lain dengan mudah tanpa merasa bersalah!!” teriak Ashley, kemudian Caesar menggelengkan kepalanya, “ini semua demi revolusi dan demi…” ucap Caesar seraya mengeluarkan api hitam yang membentuk pedang bewarna hitam, setelah itu Caesar berputar dan menebaskan pedangnya ke atas sehinnga pedang Caesar dan pedang Ryou yang ternyata menjatuhkan dirinya ke arah Caesar sailing beradu, “Black Knight!!” ucap Caesar sambil mengayunkan pedangnya ke bawah yang membuat Ryou terpental dan berhasil mendarat di dekat Ashley, kemudian Ryou kembali berdiri dan melakukan synthesis embody yang memunculkan pedang bewarna merah dan biru yang masing-masing bernama Amaterasu dan Tsukiyomi, “King of Underwolrd… bukan… Caesar… aku akan menghentikan niat busuk mu di sini!!” teriak Ryou, sementara Caesar hanya tertawa, “niat busuk? Sore wa dou kana? Itu semua adalah keputusan dari Black Knight yang nantinya akan mengubah dunia ini menjadi dunia yang lebih baik...” ucap Caesar sambil menyunggingkan senyumnya, “maju lah Ashley… Ryou… siapa pun yang maju tidak masalah… akan ku lumat kalian berdua!! Ahahahaha!!” teriak Caesar.

Ryou yang mendengar itu berlari ke arah Caesar, dan menebaskan kedua pedangnya berkali-kali, begitu juga dengan Caesar yang menebaskan pedangnya untuk menahan serangan Ryou, pedang mereka berdua saling beradu satu sama lain, setelah itu Ryou menebaskan kedua pedangnya bersamaan dan membuat Caesar terlempar ke udara dan keluar dari daerah Tokyo Tower, setelah itu di atas Caesar muncul Ashley, Ashley mulai menendang Caesar beberapa kali, sementara Caesar hanya bisa menahan tendangan Ashley dengan pedangnya, setelah itu Ashley mengepalkan tangannya dan melesatkan pukulannya ke arah Caesar, Caesar yang melihat itu, menebaskan pedangnya yang kemudian di tahan oleh gauntlet yang tertempel di tangan Ashley yang satunya, pukulan Ashley sukses menghantam dada Caesar dan mebuatnya terlempar kembali ke arah Tokyo Tower, Caesar yang terlempar ke Tokyo Tower menghentikan hempasan dengan cara menusukan pedangnya ke lantai, kemudian Caesar berputar masih dalam keadaan memegang pedangnya yang tertancap di lantai dan menendang Ryou yang sudah berlari ke arah Caesar, setelag Ryou terlempar Caesar kembali mencabut pedangnya dan menebas Ashley yang juga sudah dekat jaraknya dengan Caesar dan membuatnya terlempar ke arah yang berlawanan dari Ryou.

“seberapa pun kalian berusaha kalian tidak akan bisa mengalahkan ku…” ucap Caesar tenang, kemudian Ashley berdiri dan dari belakangnya muncul sesosok naga hitam besar, “oh ya… mari kita lihat apa itu benar atau salah…” ucap Ashley sambil mengangkat tangan kanannya dan kemdian muncul Rooklord, Rooklord dan Dark Armed Dragon pun berubah menjadi cahaya dan menyatu di tangan kanan Ashley, “Synthesis Embody!! Colossus!!” teriak Ashley, sementara Caesar tersenyum melihat itu.

TO BE CONTINUED

NEXT CHAPTER: FINALE OF THE REQUIEM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar