CHAPTER 25: STRIKE BACK OF UNDEAD!! THE IMMORTAL UNDEAD!!!
Brendan yang terus berlari bersama yang lain terus terdiam dan merenung, “apa yang kau pikirkan Brendan?” Tanya Garde, Brendan terlepas dari termenungannya dan melihat Garde, “aku hanya berpikir di mana Caesar berada aku tidak melihatnya dari tadi” ucap Brendan, Garde yang mendengar tersebut terdiam, “sekarang kau mengingatkan ku aku juga tidak melihatnya dari tadi…” ucap Garde sambil terus berlari, “aku mengusirnya…” balas Ryou tiba-tiba, “hah mengusirnya?? Maksudnya??” Tanya Brendan, “dia hanyalah orang biasa sudah seharusnya dia tidak turut serta dalam perperangan ini karena itu aku mengusirnya tadi ketika bertemu dengan dia tadi” jawab Ryou, “tapi bukan kah malah lebih bahaya kalau dia sendirian!!” teriak Brendan, “memang berbahaya tapi aku yakin seharusnya dia bisa mencari tempat berlindung dan setidaknya tidak menjadi beban…” ucap Ryou, Brendan terdiam dan berhenti tiba-tiba, begitu juga dengan Garde dan Ryou yang melihat Brendan berhenti.
“Brendan?” Tanya Garde, “aku tidak bisa meninggalkannya…” ucap Brendan sambil menundukan kepalanya, kemudian Brendan berbalik dan berlari meninggalkan kelompoknya, “Brendan!!! Kau tahu apa yang kau lakukan!!” teriak Ryou, “kalian jalan lah duluan aku akan menyusul kalian setelah menemukan Caesar!!!” balas Brendan tanpa berbalik, “hey!! Kalian cepat!! Kalau tidak nanti ketinggalan!!” teriak Marcel ke Ryou dan yang lain, “mana Brendan?” Tanya Dave, “dia bilang dia ingin mencari temannya yang mungkin sedang sendirian… bagaimana??” ucap Garde, “biarkan saja yang penting tujuan kita sekarang adalah Tokyo Tower dan mencari sumber dari semua ini” balas Dave, “cih!! How dare he left the group… aku akan mengikutinya!!” teriak Marcel sambil berlari mengejar Brendan, “tidak apa-apa nih??” Tanya Andre, “tidak apa-apa ku rasa mereka berdua sudah lebih dari cukup kalau terjadi apa-apa nanti…” ucap Dave di sambut dengan anggukan Garde dan Ryou, kemudian mereka berlari lagi ke arah Tokyo Tower, “Brendan kembali lah…” ucap Ryou dalam hati.
“Caesar di mana kau…” ucap Brendan dalam hati sambil terus berlari mencari Caesar, “wah wah tidak kusangka ada seekor lalat yang terpisah dari rombongannya…” ucap sebuah suara, Brendan yang mendengar itu berhenti dan mencari sumber dari suara tersebut tetapi tidak menemukan apa-apa, “aku di atas!!” teriak suara tersebut dan Brendan langsung menoleh ke atas dan melihat Dark Saber yang sudah mengambil ancang-ancang untuk melempar peti besi yang di bawanya ke arah Brendan, “haaaaaa!!!” teriak Dark Saber sambil melempar peti besi tersebut, Brendan secara refleks menghindari peti tersebut dan melakukan back roll untuk menghindari imbas dari hantaman peti tersebut ke tanah, “Dark Saber…” ucap Brendan sambil menatap ke arah Dark Saber, “hmm tatapan membunuh itu… bagus tapi apakah kekuatan mu sekuat tatapan tersebut!!” teriak Saber sambil membuka peti yang tadi di lemparnya kemudian dari peti tersebut muncul bau busuk yang menyengat Brendan menutup hidungnya dan melihat ke arah dalam peti tersebut yang ternyata isinya adalah kerbau yang sebagian tubuhnya sudah menjadi terngkorak dan membusuk, dan yang paling membuat Brendan terkejut adalah lambang Koa’ki Meiru di kepalanya.
“Ko… Koa’ki Meiru?! a-apa maksud dari semua ini?!!” teriak Brendan yang terkejut, “Ghoulungulate… sekaranglah waktunya… kita hancurkan 1 dari beberapa kekuatan utama musuh!! Embody!!” teriak Dark Saber, “hroaaaarrr!!” raung Ghoulungulate kemudian Ghoulungulate berubah menjadi pedang yang berbentuk tulang, “bersiaplah nyawa mu akan berakhir di sini…” ucap Dark Saber sambil mengambil kuda-kuda untuk menyerang Brendan, “begitu sepertinya pertarungan ini tidak bisa di hindari… Embody!! Valafar!!” teriak Brendan, kemudian dari tangan Brendan muncul Api yang membentuk pedang besar bewarna merah menyala, kemudian Brendan berlari ke arah Dark Saber dengan kecepatan penuh.
Sementara di tempat Dave yang lain, tiba-tiba Dave yang berlari di paling depan berhanti tiba-tiba, Garde, Eve, Ryou, dan Andre yang terkejut juga berhenti tiba-tiba, “kenapa kau berhenti?” Tanya Eve ke Dave, “heh kita sudah terkepung ya…” ucap Dave sambil menunjukan senyum kecut, “terkepung? I-ini?!!” ucap Ryou sambil tiba-tiba terkejut melihat banyak serigala yang terlihat seperti terinfeksi sesuatu bermunculan satu per satu, “hehehehe tak kusangka kita sudah di kepung…” ucap Garde sambil tertawa lemas, “biar aku yang mengurus di sini kalian pergi lah… apa lagi Ashley perlu di istirahatkan terlebih dulu…” ucap Dave, “tapi…” balas Andre, “aku sudah bilang tidak apa-apa kan pergilah…” ucap Dave lagi, Ryou mengangguk kemudian menarik Andre, “ayo aku yakin Dave bisa mengurus segala sesuatu di sini kita harus secepat mungkin sampai di Tokyo Tower untuk menyelesaikan semua ini…” ucap Ryou, awalnya Andre mau menolak dan ingin membantu Dave tapi melihat ekspresi Dave yang mengeras Andre mengurungkan niatnya, “baiklah… Dave kau juga cepat lah menyusul…” ucap Andre, Dave mengangguk kemudian setelah itu Garde, Ryou, Andre, dan Eve pergi meninggalkan Dave sendirian.
“King of Underworld… kau bodoh kalau mengira bisa menjatuhkan ku dengan pasukan Zombie murahan ini!!! karena aku… aku lebih menguasai Zombie dari pada kamu…” ucap Dave dengan senyum percaya dirinya, “Embody!!! Zombie Master!!!” teriak Dave kemudian muncul scytch bewarna hitam pekat di dekat Dave, Dave mengambil scytch tersebut dan mulai menyerang serigala-serigala tersebut satu per satu setiap serigala yang hancur berubah menjadi tanah dan menghilang, “Zombie murahan seperti ini tidak akan mengalahkan ku!!” teriak Dave sambil terus menyerang semua serigala yang ada, sampai tanpa sadar ada seekor serigala yang berhasil menyelinap ke belakang Dave dan siap menyerang Dave, “shimata!!!” teriak Dave tapi Dave sudah terlambat untuk mengganti posisinya menjadi posisi bertahan sampai tiba-tiba muncul sinar terang dari kejauhan yang melempar serigala tersebut dan menghancurkannya, “siapa itu?” Tanya Dave sambil bersiap-siap kalau ada serangan mendadak, “ah… kecewa… ternyata cuman segini Dave kemampuan mu??” ucap seseorang yang berasal dari sinar tersebut, “k-kau!! Kenapa ada di sini?” Tanya Dave, orang tersebut tersenyum ke arah Dave, “tentu saja untuk membantu overlord yg ada dan menyelamatkan mu dari serangan tersebut sekaligus ingin melihat perkembangan Butler ku” ucap orang tersebut sambil tersenyum, “Butler tte nani?? Marcel?” Tanya Dave, “ayup” balas orang itu, tiba-tiba dari belakang Dave muncul bayangan, “wah wah ternyata lawan ku 2 orang ku kira hanya 1 orang” ucap bayangan tersebut, “kau?!!” teriak Dave, “dia adalah pemimpin pasukan ini bagaimana Dave? Sudah siap? Sudah lama sejak terakhir kali kita bertarung bersama-sama” ucap orang yang menyelamatkan Dave tadi, “ya!! Nama ku Hades!! Aku adalah pemimpin pasukan ini!! dan aku… akan menjadikan kalian sebagai pasukan ku!!! HIHIHIHIHIHIHI!!!! HAHAHAHAHA!!” teriak Hades sambil tertawa kegirangan, “Hades? Sayangnya… aku menolak bahkan sebaliknya aku akan mengirim mu kembali ke kampung halaman mu… neraka…” ucap Dave, “hihihihi” tawa Hades, sementara semua serigala yang ada kembali menyerang serentak.
“haaaaah!!!” teriak Brendan sambil menebas Dark Saber berkali-kali tapi semua tebasan Brendan berhasil di tahan oleh Dark Saber, “apa hanya segini kekuatan mu??” ucap Dark Saber dengan nada intimidasi, “lebih baik kau jangan meremehkan ku!! Berani-beraninya kau menggunakan teman ku!!!” teriak Brendan sambil terus menyerang Dark Saber tanpa henti, “serangan yang bahkan tidak teratur seperti ini tidak akan dapat melukai ku… dan tadi kau bilang teman?? Maksudmu Aeon yang ku gunakan ini?? Aeon bukanlah teman dan bukan mahluk hidup mereka hanyalah senjata… alat untuk bertarung…” ucap Dark Saber pelan, kemudian tiba-tiba pedang tulang yang di gunakan oleh Dark Saber memancang dan menjadi sesuatu yang seperti cambuk, kemudian Dark Saber mengikat Brendan di cambuk tersebut dan melemparnya ke arah pilar tengkorang di belakangnya, sehingga pilar tengkorak tersebut pecah dan runtuh, “berani-beraninya kau… bera---“ ucap Brendan yang kemudian terpotong oleh teriakan seseorang, “BERANI-BERANINYA KAU MENYEBUT AEON HANYALAH SENJATA!!! OJAMA… NEOS… NEO-SPACIAN MEREKA SEMUA ADALAH TEMAN KU!!!!!!!” teriak Marcel yang berdiri di atas pilar tengkorak lainnya, “Marcel?” ucap Brendan pelan sambil terkejut melihat keberadaan Marcel di sana, “bagaimana bisa?” Tanya Brendan, “aku mengikuti mu… sudah jelas kan??” jawab Marcel sambil melompat ke bawah dan menghampiri Brendan, “kau belum kalah kan??” Tanya Marcel, “hehehehe aku tidak mungkin di kalahkan secepat ini…” ucap Brendan sambil berdiri dan mengambil Valafarnya yang tertancap di tanah, “then shall we finish this Boss?” lanjut Brendan lagi, “nyeh so you still remember that nickname eh? Ok then we shall finish this Knight…. Embody Neos!!!” ucap Marcel kemudian muncul sayap putih di punggung Marcel.
“berapa pun lalat berkumpul, lalat tidak akan pernah meninggalkan luka di singa… jadi percuma apa pun yang kalian lakukan…” ucap Dark Saber, sambil kembali memasang kuda-kuda bertarungnya, “O RLY?? Mari kita lihat apakah itu benar atau tidak…” ucap Marcel tersenyum, kemudian Marcel terbang ke arah Dark Saber dan mengeluarkan sinar yang membentuk pedang putih, kemudian Marcel menebas Dark Saber berkali-kali tetapi Dark Saber berhasil menahan semua serangan Marcel, kemudian tiba-tiba pedang Marcel berubah menjadi kapak putih Marcel menghantamkan kapaknya ke pedang milik Dark Saber sehingga pedang tersebut patah dan kemudian kapak Marcel berubah lagi menjadi tombak, kemudian Marcel menebaskan tombaknya ke atas dengan kekuatan penuh sehingga Dark Saber juga ikut terlempar ke atas, dan setelah Dark Saber terlempar ke atas Marcel merubah tombaknya menjadi riffle dan menembakannya dua kali ke arah Dark Saber dan kedua peluru tersebut meledak ketika mengenai Dark Saber, “Multi Weapon!! Double Explosion Rampage!!” teriak Marcel, “serangan tersebut…” ucap Dark Saber sambil melihat ke Marcel dan masih melayang di udara, “ya seperti yang kau pikirkan… inilah kemampuan Embody ku yang sebenarnya… Multi Weapon!!! Membuat ku dapat menggunakan banyak senjata sekaligus!!” teriak Marcel, “begitu? Lemah…” ucap Dark Saber, “a-apa lebih baik kau menghawatirkan diri mu sendiri… Brendan!!” teriak Marcel, “roger!! Finisher!!! Meteor Impact!!” teriak Brendan sambil menghantamkan Valafar yang di selimuti oleh api ke arah Dark Saber dan membuat Dark Saber terlempar dan menghatam tanah dengan kencang sehingga tanah tempat Dark Saber terjatuh tercongkel, kemudian setelah itu Brendan mendarat di sebelah Marcel, dan Dark Saber kembali berdiri dengan keadaan Armor yang sudah hancur.
“begitu… aku tak menyangka kalian berdua menggunakan combo melawan ku” ucap Saber, “aku juga tak menyangka… aku ini pengguna serangan cepat sementara Brendan pengguna serangan lambat yang destructif dan faktanya combo itu sering kita gunakan di game yang sering kita mainkan” ucap Marcel, Dark Saber diam mendengar perkataan Marcel, kemudian Dark Saber mengangkata gagang Ghoulungulate yang sudah patah dan tiba-tiba gagang tersebut menyala bewarna ungu, “konyol mendapatkan combo dari game kata mu?? Kalian masih belum tahu arti pertarungan yang sebenarnya… kalau begitu biar kuperlihatkan kemampuan senjataku ini…” ucap Dark Saber dan tiba-tiba Valafar milik Brendan berubah menjadi cahaya bewarna merah, dan pergi menuju Ghoulungulate milik Dark Saber, “Valafar!! Apa yang telah terjadi?!!” teriak Brendan terkejut, “hehehe hahahahaha!! Sayang sekali kemampuan Ghoulungulate yang ku miliki adalah menghisap life force Aeon Koa’ki Meiru yang lain dan menjadikannya miliknya sehingga Ghoulungulate ku dapat memperbaiki diri walaupun hancur…” ucap Dark Saber dan tiba-tiba Ghoulungulate milik Dark Saber kembali membentuk pedang yang sempurna dan seperti sebelumnya.
“ti- tidak mungkin!! Valafar!!” teriak Brendan dan mencoba meembody Valafar tetapi tidak terjadi apa-apa, “kenapa?? Valafar?? Kau di situ kan??” ucap Brendan masih belum bisa meembodykan Valafar, “Brendan…” ucap Marcel pelan sambil melihat Brendan yang sama sekali tidak bisa meembodykan Valafarnya, “bukan kah sudah ku bilang… percuma Valafar mu sudah ku ambil untuk membetulkan Ghoulungulate ku…” ucap Dark Saber, “begitu? Percuma? Kalau gitu aku hanya perlu menggunakan Koa’ki Meiru yang lain!!! Embody Ice!!!” teriak Brendan sambil mengeluarkan tombak esnya, sementara Dark Saber hanya tersenyum, “Brendan tenanglah!!” teriak Marcel, tapi Brendan tidak mendengarkan kata-kata Marcel dan berlari untuk menyerang Dark Saber, “Bodoh… kau terlalu tidak sabaran… karena itulah manusia lemah… mereka selalu memikirkan hal yang tidak berguna seperti Aeon yang di anggap teman dan lainnya padahal apa bila manusia tidak seperti itu maka… manusia bisa menjadi lebih kuat dan mungkin King of Underworld tidak perlu capek-capek untuk membetulkan dunia ini…” ucap Dark Saber sambil menahan beberapa serangan Brendan, “tidak berguna?!! Karena pikikiran seperti itu lah manusia bisa punya mimpi!! Karena seperti manusia punya impian karena itu!!! Karena itu manusia bisa terus maju!!” teriak Brendan sambil terus mengayunkan pedangnya membabi buta, “apa…” ucap Dark Saber pelan, kemudian Dark Saber memutar kakinya sedikit dan kemudian memutar badannya sekaligus mengayunkan pedangnya dengan kekuatan penuh sehingga Brendan terlempar ke belakang, “apa yang bisa di harapkan dari manusia!!!” teriak Dark Saber, kemudian Ghoulungulate milik Dark Saber menyala, “yang menunggu manusia hanyalah kematian!! Karena harapan tidak pernah ada dan tidak pernah nyata!!” teriak Dark Saber, kemudian Dark Saber menebaskan Ghoulungulatenya yang kemudian mengeluarkan aura ungu yang besar dan mengarah ke arah Brendan.
“manusia yang berpikir seperti itu tidak pantas hidup dan tidak akan bisa hidup!!” teriak Dark Saber, tiba-tiba aura yang ditembakan oleh Dark Saber meledak di tengah jalan, “apa?!” ucap Dark Saber terkejut, “bisakah kau lebih tenang Knight…” ucap Marcel, setelah asap menghilang terlihat bahwa Marcel menahan serangan Dark Saber tersebut menggunakan tubuhnya, “Mar--- kenapa? Kenapa kau bertindak bodoh!!” teriak Brendan sambil menahan Marcel yang jatuh, “kenapa?? Karena kau yang bertindak bodoh duluan kan… lagi pula luka seperti ini tidak ada apa-apanya” ucap Marcel, kemudian Marcel berdiri lagi di Bantu oleh Brendan, “sekarang kau harus lebih tenang” ucap Marcel, “baiklah” balas Brendan, kemudian Marcel berlari ke arah Dark Saber di ikuti oleh Brendan, “dengar baik-baik ketika ku berikan aba-aba maka langsung lakukan Overdrive dengan Ice mu mengerti??” bisik Marcel, Brendan mengangguk petanda setuju, kemudian Marcel lompat dan mengeluarkan panah dan menembakan panah tersebut ke Dark Saber, tetapi Dark Saber melompat untuk menghindari panah tersebut, kemudian Dark Saber melompat ke arah Marceln dan menebasnya beberapa kali tapi Marcel berhasil mengeluarkan tamengnya untuk menangkis serangan Dark Saber, setelah itu Marcel mengeluarkan tombak untuk mendorong Dark Saber, dan kemudian Marcel terbang ke arah Dark Saber, dan mengeluarkan palu raksasa untuk mengahantam Dark Saber yang masih melayang di udara, Dark Saber mencoba menahan hantaman palu Marcel menggunakan Ghoulungulate tapi gagal dan lagi-lagi Ghoulungulate hancur, dan Dark Saber terlempar ke tanah.
“sekarang!!!” teriak Marcel, Brendan mengangguk setelah itu Brendan mnarik tangannya yang memegang tombak Ice ke belakang,”OVERDRIVE!!! ABSOLUTE ZERO!!” teriak Brendan, kemudian Brendan melempar tombak tersebut yang akhirnya membekukan Dark Saber dan daerah sekelilingnya yang setelah itu semua area tersebut pecah dan menjadi debu es, “apakah berhasil??” Tanya Brendan, Marcel tidak menjawab pertanyaan Brendan melainkan terus melihat serpihan-serpihan es yang masih ada untuk memastikan apakah Dark Saber sudah menghilang atau masih ada, “argh!!!” teriak Brendan, Marcel yang terkejut dengan teriakan Brendan langsung menoleh ke arah Brendan dan melihat Brendan di selimuti oleh aura bewarna hijau, “Brendan?” Tanya Marcel dengan nada cemas, “i- ini… aaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh!!!!!!!” Brendan berteriak dan cahaya hijau tersebut keluar dari Brendan dalam bentuk bola hijau raksasa, bola hijau tersebut mengarah ke arah tengah kabut, setelah itu tiba-tiba terjadi ledakan dan menghilangkan kabut yang menutupi area yang tadinya membeku karena Absolute Zero dan memperlihatkan Dark Saber di tengah-tengah area tersebut memegang Ghoulungulate yang lebih bercahaya dari sebelumnya, “sekarang pedang ku tidak akan bisa patah…” ucap Dark Saber, kemudian Dark Saber berlari dengan kecepatan penuh ke arah Brendan, “mati!!!” teriak Dark Saber, “EMBODY GUARDIAN!!” teriak Brendan dan dalam sekejap dada Brendan sudah tertusuk oleh pedang milik Dark Saber.
“a-apa… mus-mustahil… u-uhug…” ucap Brendan sambil memuntahkan darah yang banyak dari mulutnya, “masih tidak sadar? Aura yang tadi keluar dari tubuh mu barusan adalah seluruh Aeon mu… sekarang kau bukan Overlord lagi melainkan manusia biasa…” ucap Dark Saber, Brendan dan Marcel yang mendengar itu terkejut, “ya semua Koa’ki Meiru milik mu sudah ku hisap ke dalam Ghoulungulate untuk membuat pedang ini menjadi pedang yang terkuat…” ucap Dark Saber, “bo-bohong… Guardian… Doom… Valafar… Ice… Powerhand… kalian tidak akan meninggalkan ku kan… ini semua bohong!!!” teriak Brendan sambil mengeluarkan air mata dan melihat tangannya yang berlumuran darah yang keluar dari mulutnya dan dadanya, “berisik… manusia biasa sudah seharusnya keluar dari arena…” ucap Dark Saber, kemudian Dark Saber menarik pedangnya dari dada Brendan dan menebas Brendan 2 kali dan kemudian Brendan terjatuh ke tanah dengan keadaan mata yang terlihat tidak memiliki cahaya, “Brendan?? Brendan!!!” teriak Marcel sambil berlari mendekati Brendan dan memeriksanya, “jantungnya masih berdetak walaupun sangat pelan” ucap Marcel dalam hati, “tidak usah pedulikan dia sebentar lagi ajal akan menjemputnya… lebih baik kau menghawatirkan diri mu sendiri… karena setelah ini kau akan menyusulnya…” ucap Dark Saber sambil mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, “sayonara… see you in hell” ucap Dark Saber dengan tenang, kemudian Dark Saber mengayunkan pedangnya tepat ke arah leher Marcel.
“nyeh!!! tidak akan ku biarkan!!! Overdrive!! Catnarok!!!” teriak suara seseorang, dan tiba-tiba dari langit muncul beribu-ribu mahluk yang terlihat seperti Neco-Arc Chaos menghujani bumi dan semua yang terkena mahluk tersebut meledak, “sekarang Marcel!!” teriak suara itu lagi, “kau tidak akan ku maafkan!! Kau telah membunuh teman ku!! Sekarang kau!! Akan ku bunuh!! OVERDRIVE!!! FIRST CHAIN!! THOUSAND WEAPON BARRAGE!!” teriak Marcel dan tiba-tiba muncul beribu-ribu pedang, kapak, dan tombak, di sekeliling Dark Saber, “i- ini!! tidak mungkin seharusnya sesuatu seperti i—“ belum selesai Dark Saber berbicara tiba-tiba seluruh pedang tersebut langsung terbang menuju Dark Saber dan menusuk seluruh tubuh Dark Saber sehingga menyebabkan cipratan darah ke mana-mana, “urrrrrghhh!!!” teriak Dark Saber kesakitan, “SECOND CHAIN!!! THOUSAND METEOR BLAST!!” teriak Marcel lagi dan sekarang di sekeliling Dark Saber muncul berbagai macam senjata api yang di arahkan ke arah Dark Saber, dan lagi-lagi semua senjata tersebut menembak Dark Saber secara bersamaan sehingga muncul ledakan yang amat besar dan membuat Dark Saber terlempar ke atas, “i- ini!!! Sacred Rune!! Divine Weapon!! Dia memilikinya!! Mustahil!!” teriak Dark Saber, “last chain…” ucap Marcel pelan dan kemudian muncul panah berukuran besar di tangan Marcel, kemudian Marcel mebidik panah tersebut ke arah Dark Saber, “mati… rasakan lah penderitaan orang yang kau bunuh… BIG BANG!!!” teriak Marcel, kemudian Marcel melepas anak panah besar ke arah Dark Saber dan seketika ketika panah tersebut menusuk Dark Saber terjadilah ledakan yang amat sangat besar bahkan lebih besar dari sebelumnya dan gedung di sekeliling ledakan tersebut hancur tanpa bekas begitu juga dengan Dark Saber yang hilang bersamaan dengan teriakannya.
“urgh…” ucap Caesar pelan yang sedang berdiri di atas Tokyo Tower, “Arthur… aku tidak menyangka kau pergi secepat ini… tapi setidaknya… semua usaha mu tidak akan ku sia-siakan!! Dunia ini akan menjadi milik ku!! Aku akan memperbaiki dunia busuk ini!!! datanglah kapan saja!! King of Overlord!!” teriak Caesar dari atas Tokyo Tower.
“nyeh, akhirnya kau berhasil menang juga Marcel…” ucap orang yang tadi membantu Marcel, Marcel menoleh ke arah orang tersebut dan kemudian terkejut melihat orang itu.
“ka- kau!! Arlan!!!”
TO BE CONTINUED
In Battle of Overlord Next Episode
“sayang nyawanya sudah tidak dapat di tolong lagi”
“hari ini kita kehilangan sahabat kita… karena itu… karena itu… kita harus menang!!!”
“kau!! Caesar!!”
Next Episode in the Battle of Overlord
OVERTURE OF THE REQUIEM
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar