CHAPTER 26: OVERTURE OF THE REQUIEM
“Hinagiku…” ucap sebuah suara yang familiar, tiba-tiba Hinagiku membuka matanya dan melihat dirinya berada di sebuah taman yang besar dan luas, dirinya sedang tertidur di bawah bangunan kecil yang berbentuk seperti gazebo yang terbangun dari batu-batu dan pilar-pilar di sekelilingnya terdapat banyak bunga yang bermekaran dan rumput-rumput hijau dan di tempat tersebut juga terdengat kicauan-kicauan burung, muka Hinagiku terlihat kebingungan dia melihat ke kanan dan ke kiri dengan wajah yang cemas, “di mana ini?” ucap Hinagiku dalam hati masih dengan wajah yang kebingunan, “Hina-chan…” ucap suara itu lagi, kemudian Hinagiku berbalik dan melihat seorang laki-laki berambut perak dan mengenakan kaus hitam di depannya, HInagiku yang melihat orang tersebut terkejut, mukanya memerah, “Brendan? Ada di mana kita?” Tanya Hinagiku ke laki-laki tersebut yang ternyata adalah Brendan, Brendan tersenyum ke Hinagiku, kemudian mendekatinya memegang tangannya dan menempelkan tangan Hinagiku ke mukanya, “maafkan aku Hinagiku… aku tidak bisa melindungi mu lagi…” ucap Brendan dengan suara yang sangat pelan, Hinagiku kemudian menyadari bahwa ada air yang mengalir di tangannya.
“Brendan? Kau menangis?” Tanya Hinagiku dengan raut muka yang kebingungan, sementara Brendan diam saja dan air matanya masih terus mengalir, “dan apa maksud mu tidak bisa melindungiku lagi? Hey?” Tanya Hinagiku, Brendan kemudian mengangkat wajahnya dan memperlihatkan wajahnya yang menangis, “mungkin setelah ini kita tidak akan bisa bertemu lagi… tapi-tapi aku bahagia dengan semua yang telah ku alami di hidup ini bersama mu…” ucap Brendan masih dengan wajah yang basah karena air mata dan suara yang yang menahan tangis, “h-hey Brendan??” ucap Hinagiku masih kebingungan dengan tingkah laku Brendan, “sampai sekarang pun aku masih mengingat kata-kata mu yang mengatakan bahwa aku bukan cloning karena aku hidup dan aku adalah manusia… aku-aku…masih mengingatnya…” ucap Brendan kemudian Brendan melepaskan tangan Hinagiku dan berbalik dan mulai berjalan menjauhi Hinagiku, “Brendan moou~~ kau masih belum menjelaskan semuanya jangan pergi dulu!! Apa maksud mu dengan tidak bisa melindungiku lagi dan pertemuan yang terakhir!” teriak Hinagiku, tetapi Brendan tidak berbalik dan tetap berjalan setelah jaraknya cukup jauh Brendan menoleh ke arah Hinagiku dan tersenyum.
“terima kasih Hina-chan atas semuanya dan… selamat tinggal, setelah ini ku harap kau bahagia dengan Dave dan Ashley bisa menjaga mu” ucap Brendan sambil menangis, kemudian perlahan-lahan pemandangan tersebut retak, Hinagiku terkejut melihat itu dia melihat sekeliling dan melihat bahwa langit juga perlahan-lahan mulai retak, begitu juga dengan Brendan yang mulai retak, “hey… ini apa yang terjadi… Brendan…” ucap Hinagiku dengan suara yang pelan dan nada yang lemas seperti seakan-akan tidak percaya dengan kejadian tersebut, kemudian tiba-tiba semua pemandangan tersebut dan Brendan pecah menjadi serpihan-serpihan kaca dan semuanya berubah menjadi hitam.
Hinagiku terbangun tiba-tiba dari tidur di rumahnya dengan mata yang bersimbah air mata, Hinagiku memegang matanya dan dia menyadari bahwa dia sedang menangis, “kenapa aku menangis… dan apa arti mimpi tersebut… ke mana Brendan…” ucap Hinagiku dalam hati, kemudian Hinagiku mendengar ketukan pintu dari bawah, Hinagiku melihat jam dinding di kamarnya yang menunjukan jam 00.00 malam, tetapi ketukan tersebut tidak berhenti malah semakin keras, Hinagiku yang merasa terganggu menjadi kesal dan segera turun ke bawah dengan keadaan masih mengenakan piyamanya, “ada apa sih malam gini?!!” Tanya Hinagiku sambil membuka pintu rumahnya terbuka, dan ternyata di depan rumahnya terdapat Hitagi dan Haruhi, “ah ternyata kalian berdua ada apa malam-malam begini datang ke rumah?” Tanya Hinagiku dengan wajah yang memerah karena menyapa mereka masih dengan keadaan menggunaka piyama dan dengan salam yang “kurang” sopan.
“mereka belum pulang…” ucap Hitagi pelan, “mereka?” Tanya Hinagiku kebingungan, “Andre dan yang lainnnya belum pulang atau setidaknya tidak ada kabar di mereka…” balas Haruhi, “dan lagi sekarang sedang ada kejadian aneh di kota…” ucap Hitagi lagi, “maksud mu?” Tanya Hinagiku masih dengan wajah yang kebingungan, “kata orang-orang di kota muncul pilar-pilar tengkorak aneh dan katanya juga muncul mahluk-mahluk yang menyerupai Zombie karena itulah semua penduduk kota di evakuasi dan tidak ada yang di perbolehkan untuk masuk ke dalam kota tersebut… saat ini Tokyo sedang di serang oleh pasukan Zombie… mereka muncul di mana-mana… akan lebih baik kalau kita bersama-sama” ucap Hitagi, Hinagiku mengangguk, “kalau begitu aku mau ganti baju dulu setelah itu kita pergi mencari Brendan dan yang lain…” ucap Hinagiku, Haruhi dan Hitagi mengangguk petanda setuju, setelah itu Hinagiku kembali masuk ke dalam rumahnya sementara Hitagi dan Haruhi menunggu di luar, setelah beberapa menit Hinagiku keluar dengan pakaian rapih dan membawa pedang kayunya, “kita pergi sekarang…” ucap Hinagiku, setelah itu Hinagiku lari meninggalkan rumahnya di ikuti dengan Hitagi dan Haruhi, “Brendan di mana kau? Tidak terjadi apa-apa kan pada mu?” ucap Hinagiku dalam hati.
“bagaimana?” Tanya Marcel ke Arlan yang memeriksa Brendan yang tidak sadarkan diri, selama beberapa menit Arlan terdiam kemudian menutup matanya dan menggeleng, Marcel yang melihat itu menjadi kesal, dia mengepalkan kedua tangannya sampai tanpa sadar darah keluar dari kepalan tangannya, “King of Underworld… aku… akan membunuh mu!!” ucap Marcel, Arlan kemudian berdiri dan mencoba menenangkan Marcel, sementara kemarahan Marcel yang sudah mencapai puncaknya sepertinya susah untuk di rendahkan, tiba-tiba Marcel dan Arlan mendengar suara tepuk tangan dari suatu tempat, Marcel dan Arlan yang mendengar itu mencari asal suara tersebut, “siapa di situ!!” teriak Arlan, “begitu ternyata kematian Dark Saber ada gunanya juga… dengan ini setidaknya kalian kehilangan salah satu pion andalan kalian” ucap sebuah suara yang berasal dari salah satu pilar tengkorak yang ada di dekat Marcel, Marcel dan Arlan melihat ke arah sumber suara tersebut, “Caesar!! Kau di sini?!! Kau tahu Brendan mengorbankan nya—“ belum selesai Marcel berbicara tiba-tiba Caesar sudah memotong, “ya aku tahu dengan mengorbankan nyawanya Pion ku… Dark Saber berhasil merenggut nyawa Brendan kan?” ucap Caesar dengan senyuman yang terlihat bahwa seakan-akan dia senang atas kematian Brendan, “apa maksud mu Caesar?!” teriak Marcel yang mulai memiliki perasaan tidak enak.
“maksud ku adalah… akulah King of Underworld!!!” teriak Caesar, Marcel yang mendengar itu terkejut, kemudian Marcel diam saja dan tiba-tiba Marcel tertawa kecil, bagus kalau begitu aku tidak perlu susah payah mencari mu lagi… Caesar!!!!” teriak Marcel kemudian Marcel berlari ke arah Caesar, setelah jarak antara Marcel dan Caesar sudah dekat Marcel melompat ke belakang Caesar dan mengeluarkan kapaknya, Caesar yang belum siap gagal untuk mendirikan pertahanannya dan dalam sekejap Marcel berhasil membagi tubuh Caesar menjadi 2, dan tiba-tiba kedua belahan tubuh tersebut menjadi asap dan menghilang, Marcel mencari di mana Caesar berada tetapi tidak dapat menemukannya sampai suara Caesar terdengar menggema dari kejauhan, dan terdengar hampir ke seluruh penjuru kota, “hahahahahahaha ahahahahahahahaha!!!! menarik!!! Aku akan menunggu kalian di Tokyo Tower!!! Kita lihat siapa yang menang kalian atau pasukan Undead ku?!! Dan apakah kalian masih bisa bertahan setelah kehilangan 1 teman kalian untuk selamanya?!! Kita lihat nanti!! Hyahahahahahahaha!!!” teriak suara Caesar, tersebut Marcel dan Arlan yang mendengar tersebut diam saja, kemudian tiba-tiba Marcel yang sudah kehabisan tenaga terjatuh, Arlan yang melihat itu segera berlari ke arah Marcel dan menahannya sebelum terjatuh ke tanah, “kau tahu… walaupun kau Overlord tapi semua ini masih terlalu berat untuk mu yang masih terlalu muda… maafkan aku Brendan…” ucap Arlan, kemudian Arlan menggendong Marcel dan pergi meninggalkan tubuh Brendan dan tempat tersebut.
“kau dengar suara barusan??” Tanya Andre ke Ryou, “ya… seorang teman kita sudah tiada… Marcel atau Brendan… siapa pun itu…” ucap Ryou sambil menundukan kepalanya dan melihat ke tanah, setelah beberapa menit terdiam Ryou kembali mengangkat kepalanya lagi dengan wajah yang geram dan mata yang terlihat penuh amarah, tangan dikepalkan dengan kencang sampai warna tangannya berubah menjadi biru, “King of Underworld… aku tidak akan pernah memaafkan mu… tidak akan pernah… sampai kapan pun…” ucap Ryou dengan nada penuh amarah, Andre mendekati Ryou dan memegang punggung Ryou, “ya aku juga tidak akan memaafkannya… berani-beraninya dia bermain-main dengan nyawa manusia” ucap Andre sambil menunduk tanpa di sadari air mata mengalir dari mata Andre, “Andre? Kau tidak apa-apa?” Tanya Ryou, Andre mengelap air matanya, “aku tidak apa-apa hanya saja dulu aku, Marcel, dan Brenda selalu bermain bersama sekarang aku tidak tahu akan jadi apa rasanya kalau kita kehilangan satu orang…” ucap Andre sambil terus menangis.
“Ryou!! Tempatnya aman!! Ashley dan Eve juga sedang beristirahat di sana!!” teriak Shana yang sedang terbang di langit menggunakan sayap apinya, Ryou mengangguk, “kalau begitu aku dan Andre akan ke sana beristirahat sebentar… Shana tolong cek daerah sekeliling lagi kalau-kalau ada musuh di sekitar sini…” ucap Ryou ke Shana, Shana mengangguk dan kemudian pergi meninggalkan Ryou dan Andre, “baiklah kurasa kita harus beristirahat dulu untuk saat ini… Tokyo Tower sudah dekat lagi pula…” ucap Ryou, kemudian Ryou berjalan ke arah restoran Pizza yang sudah di tinggalkan orang di dekat situ dan memasukinya, di dalam situ Ashley yang dari tadi tidak sadarkan diri sudah terbangung di Bantu oleh Eve, “kau tidak apa??” Tanya Eve ke Ashley, Ashley mengangguk, kemudian Ashley melihat ke arah Ryou dan Andre, “siapa yang telah mati?” Tanya Ashley, “sayang tidak ada satu pun dari kita yang tahu tapi yang pasti antara Brendan dan Marcel…” ucap Ryou, Ashley terdiam saja, kemudian Ashley berdiri dan berjalan ke arah pintu restoran tersebut, “begitu… kalau begitu untuk apa kita beristirahat di sini… siapa pun itu aku akan membalaskan dendam mereka…” ucap Ashley dengan suara yang tegas dan terlihat seperti menahan amarah, setelah itu Ashley lari pergi meninggalkan restoran, “yare yare ku kira kita tidak bisa istirahat sampai semua ini selesai… ayo Eve ikut aku kita kejar Ashley!” ucap Andre, Eve mengangguk dan pergi keluar bersama Andre, Ryou kemudian berjalan keluar dari restoran, “King of Underworld… kau berani-beraninya merusak ikatan kami… kau akan ku hancurkan…” ucap Ryou dalam hati sambil mengepalkan tangannya, “Ryou! Tidak ada musuh di sekitar sini!!” teriak Shana yang baru saja kembali dari patrolinya… begitu sayangnya kita akan pergi ke arah Tokyo Tower lagi sekarang… gomen Shana…” ucap Ryou, Shana menggelengkan kepalanya, “hmm mm tidak apa-apa kok lebih baik sekarang kita mengejar yang lain” ucap Shana sambil terbang meninggalkan Ryou, Ryou melihat ke arah langit dengan tatapan yang kosong, “siapa di antara kalian yang meninggalkan kami… Marcel… Brendan…” ucap Ryou, kemudian Ryou berlari meninggalkan restoran tersebut.
“Flare~~~~” teriak Hades sambil memunculkan bola api raksasa di tangannya dan melemparnya ke arah Dave dan laki-laki yang menyelamatkan Dave, “Embody!! Card Ejector!!” teriak laki-laki tersebut kemudian muncul tongkat yang di ujungnya terdapat crystal, laki-laki tersebut memukul Flare yang di lemparkan oleh Hades dan menghisapnya ke dalam tongkat tersebut, “ooo!!! Ooo!! Ooooooo!!! Siapa nama mu anak muda?!! Hehehehe sepertinya ini akan menyenangkan!!!” teriak Hades menanyakan nama anak laki-laki tersebut, laki-laki tersebut tersenyum “nama ku adalah… Mike!!” ucap Mike tersenyum, “hoooo~~~ begitu kalau begitu~~, kalau begitu~~, apakah kau bisa menghindari yang ini?? hehehehehehe ahaha!!!” teriak Hades, “Mike bersiaplah dia akan kembali menyerang” ucap Dave, Mike mengangguk, setelah itu Dave berlari ke arah Hades, “oooo~~~ mau menyerangku?!! Tidak akan bisa!! Flare!!” teriak Hades, Hades menembakan api kembali dari tangannya, tetapi Dave berhasil menghindari serangan tersebut, “15 menit!!” teriak Mike, Dave yang kaget mendengar teriakan itu melihat ke arah Mike dengan wajah penuh Tanya, “apa maksud mu?” Tanya Dave, “berikan aku waktu 15 menit… maka semua ini akan selesai” ucap Mike, kemudian Mike mulai mencharge aura di sekitarnya, “baiklah…” balas Dave, sambil mengancungkan jempolnya, setelah itu Dave kembali berlari ke arah Hades, “kau kira aku akan memberikan waktu sebanyak itu?!! Plague Wolf!!!!” teriak Hades, tiba-tiba secara serempak semua serigala di sekitar situ menyerang Mike secara bersamaan.
“Cat Blast~~~~” teriak Arlan yang tiba-tiba muncul di dekat Mike dan mulai memukul semua serigala yang ada menggunakan pedang raksasanya, “kalian berdua tenang saja aku akan mengurus semua serigala menyebalkan di sini!!” teriak Arlan, Dave mengangguk dan mulai menyerang Hades kembali, Dave mencoba mendekati Hades, tetapi Hades menghindarinya dengan cara terbang ke belakang, setelah itu Hades tertawa dengan nada yang licik dan mulai menembakan Api dan Es dari kedua tangannya, Dave mencoba menghindari semua projectile-projectile tersebut dengan cara menghindarinya seperti biasa atau memotongnya dengan scytch miliknya setelah Dave berhasil memperpendek jarak antara dirinya dengan Hades dia mulai mengayunkan scytchnya tetapi Hades menahannya dengan tangannya, “apa kau kira aku bisa di kalahkan oleh mainan ini?? hah?!!” teriak Hades kemudian Hades mengangkat Scytch milik Dave dan melemparnya bersama Dave ke atas, “kuat…” ucap Dave dalam hati, kemudian Hades mengambil kuda-kuda dan mulai mencharge api raksasa di kedua tangannya, “kita lihat apakah kau bisa menghindari yang ini!!! Infernal Blast!!!” teriak Hades sambil menembakan api tersebut ke arah Dave, “serangan seperti ini tidak akan bisa mengenai ku!!” teriak Dave sambil memotong kedua api tersebut menjadi 2, kemudian Dave kembali terbang ke arah Hades dan berusaha memotongnya lagi, tetapi Hades lagi-lagi menghindar, dan kemudian tiba-tiba Dave muncul di belakang Hades tanpa di sadari oleh Hades, “kau tidak bisa menghindar lagi!!” teriak Dave menebaskan scytchnya dan berhasil memotong salah satu tangan Hades sehingga Hades kehilangan 1 tangannya, “noooooo!!! Ini mustahil!! Argh tangan ku!!” teriak Hades kemudian Hades mengangkat tangannya yang satu lagi dan mengarahkannya ke arah Dave, “kau akan membayar mahal atas apa yang kau lakukan!! Enguilf!!!” teriak Hades kemudian dari tangan Hades keluar bayangan hitam raksasa yang mengarah ke arah Dave, tetapi Dave berhasil menghindari serangan tersebut dengan cara melompat ke atas dan ke arah Hades.
“bodoh!! Teman mu yang sedang sibuk mencharge auranya tidak ada yang menjaga!! Hahahaha!! Enguilf!!” teriak Hades lagi kali ini bayangan yang di tembakan oleh Hades terbang ke arah Mike, “Shimata!! Arlan!! Lindungi Mike!!” teriak Dave, “tidak bisa!! Aku tidak bisa bergerak!! Nyeh!! Serigala ini sangat mengesalkan!!!” teriak Arlan sambil terus menghabisi serigala di sekelilingnya, sementara bayangan hitam yang ditembakan oleh Hades semakin mendekati Mike, “Mike!!!!” teriak Dave yang berusaha berlari untuk menggagalkan serangan Hades tetapi semua yang di lakukan Dave gagal karena serangan Hades lebih cepat mengenai Mike, kemudian dalam sekejap terjadi ledakan besar bewarna hitam, “hahahahahahahaha!!! Semua orang yang terkena Enguilf akan di telan jiwanya oleh kegelapan!! Teman mu sudah tamat!!!” teriak Hades sambil tertawa kegirangan, “O RLY?? Aku tidak akan membiarkan mu mengganggu Ojou-sama!!” teriak suara seseorang dari dalam ledakan tersebut, “suara ini Marcel!!” teriak Dave, kemudian ledakan hitam tersebut berubah menjadi pusaran dan masuk ke dalam tameng yang sedang di gunakan oleh Marcel, “sayangnya Divine Shield milik ku menghisap semua kegelapan dan menyucikannya… sekarang terimalah kekuatan mu sendiri!!” teriak Marcel, kemudian tameng milik Marcel terbuka tengahnya dan memperlihatkan crystal yang ada di dalam tameng tersebut, crystal tersebut mulai bersinar, “makan ini!!! Napalm Soul!!” teriak Marcel kemudian dari crystal tersebut di tembakan sinar putih raksasa ke arah Hades dan tepat mengenai Hades, “aaargggghhh!!!!!” teriak Hades kesakitan, kemudian setelah semua sinar tersebut menghilang terlihat sosok Hades yang terlihat seperti kehabisan tenaga.
“terima kasih Butler… sekarang semuanya sudah siap!!” teriak Mike, Marcel yang mendegar itu menoleh dan melihat Mike, Mike membalasnya dengan tersenyum, “Dave menghindar dari sana!!” teriak Mike, Dave mengangguk dan kemudian menjauh dari Hades, sementara Hades yang kehilangan enerynya tidak dapat melakukan apa-apa, “kurang ajar kalian!! Aku!!” teriak Hades, kemudian Mike mulai mengarahkan tongkatnya ke arah Hades, “o God the one who created the Light and the Darkness… the one who bring upon Life to us… the one who bring upon Death to us!! Show these Sinner their Sin!!! Erase them and their existence once and for all!! Ultimate Spell!! Ultima!!” teriak Mike, dan tiba-tiba muncul bola-bola cahaya di sekeliling Hades yang mulai bersatu di satu tempat tepatnya di atas Hades, bola-bola tersebut bersatu dan membentuk bola yang lebih besar dan perlahan-lahan bola tersebut mulai bersinar lebih terang dan retak, dari retakannya muncul sinar-sinar putih yang terang dan akhirnya bola tersebut meledak dan mengakibatkan ledakan putih yang sangat besar yang membentuk pilar cahaya yang sangat tinggi sehingga pilar tersebut dapat dilihat dari seluruh penjuru kota, “aku tidak akan memaafkan kalian!! Aku akan bangkit lagi dan membunuh kalian!! Mwahahahahaahahaha!!!” teriak Hades dari dalam cahaya tersebut, perlahan-lahana siluet Hades menghilang terbawa cahaya tersebut ke atas sampai akhirnya cahaya tersebut benar-benar hilang bersama Hades.
“itu… salah satu Ultimate Spellnya Mike…” ucap Ryou sambil melihat pilar cahaya yang muncul dari kejauhan, “Ryou… kita sudah sampai di sini…” ucap Garde, kemudian Ryou menoleh ke arah menara yang ada di depannya, “ya kita sudah sampai di sini… sekarang waktunya penyelesaian… inilah Tokyo Tower…” ucap Ryou.
TO BE CONTINUED
Apakah yang akan terjadi berikutnya? Sementara Hinagiku belum mengetahu kenyataan di balik Brendan, Caesar menonton semua pertarungan yang ada dari atas Tokyo Tower, sementara Ryou akan membawa semua ini ke akhirnya.
Next Episode: THE REQUIEM
Sabtu, 10 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar