CHAPTER 28: THE REQUIEM (PART 2: FORGOTEN MEMORIES)
“Katrina… aku masih teringat akan senyum mu… aku tak menyangka orang yang membunuh mu ada di depan ku…” ucap Garde dalam hati sambil menutup matanya, “Garde-san” kata-kata tersebut terus terngiang dalam pikiran Garde, kata-kata dari seorang perempuan berambut blonde panjang dan bermata hijau emerald yang pernah menolongnya setengah tahun yang lalu.
===============================================================
Darkshade Forest, North of Neojamarcel Country, 8 Months ago
malam itu adalah malam yang sunyi, terlihat sesosok lelaki yang sedang berjalan sambil memegangi perutnya yang agak berlubang dan penuh darah, wajah lelaki tersebut terlihat tersiksa di karenakan menahan rasa sakit yang di rasakan dari perutnya yang terluka karena sebuah bor yang di tusukan di situ, “Brendan… aku tidak menyangka dia sekuat itu…” ucap Garde sambil mengingat kekalahannya ketika Brendan menusukan Powerhand ke perutnya, “mungkin bagi dia dan orang di sekelilingnya hanya akulah yang benar-benar tidak bisa di maafkan…” ucap Garde pelan sambil tersenyum, kemudian pandangan Garde mulai kabur dan keseimbangan tubuhnya mulai hilang, perlahan-lahan sakit di perutnya tidak terlalu terasa lagi dan sekujur badannya kedinginan, “pada akhirnya aku akan meninggalkan dunia ini menanggung beban dosa yang ku miliki…” ucap Garde, kemudian Garde pun jatuh tidak sadarkan diri, sesaat sebelum Garde tidak sadarkan diri dia melihat sesosok perempuan berambut blonde panjang dan bermata hijau emerald yang mengenakan gaun putih.
Elffin Village, North of Neojamarcel Country, 8 Months ago
Garde membuka matanya dan melihat sekelilingnya di sana dia melihat perabotan-perabotan rumah dari kayu dan rumah yang terbuat dari kayu pula, ruangan tempat dia tertidur lumayan besar, begitu juga dengan kasur yang di tidurinya, Garde mencoba bangun tetapi tiba-tiba perut Garde terasa sangat sakit, “argh!” ucap Garde kesakitan, kemudian dia memegang perutnya dan menyadari terdapat perban yang membalut perutnya, “ini… berarti aku belum meninggalkan dunia ini… seseorang telah menyelamatkan ku…” pikir Garde sambil melihat perban tersebut, kemudian Garde kembali tiduran dan berbalik dan Garde langsung terkejut dengan apa di lihatnya, ternyata di sebelahnya tertidur seorang perempuan berambut blonde panjang, Garde yang melihat itu segera melompat belakang dan terjatuh dari tempat tidur, “ouch… ada di mana aku…” ucap Garde, kemudian perempuan tersebut terbangun dari tidurnya dan melihat ke arah Garde, perempuan tersebut kemudian tersenyum kepada Garde.
“begitu jadi kau berasal dari Jepang?” ucap perempuan tersebut sambil melihat ke arah Garde yang sedang memakan makanan yang di berikan oleh perempuan tersebut, sementara Garde hanya mengangguk saja sambil makan, “sepertinya kau benar-benar kelaparan, aku jadi penasaran dari mana kau dapat luka di perut mu itu kau tahu luka tersebut cukup parah” ucap perempuan tersdebut, Garde yang mendengar itu terdiam dan menelan makanan yang masih ada di mulutnya, “luka tersebut ada karena kesalan yang aku perbuat… aku layak mendapatkannya…” ucap Garde, perempuan tersebut hanya terdiam dengan apa yang di katakan oleh Garde, “di mana kau tinggal? Aku tahu kau berasal dari Jepang tapi di mana tepatnya?” Tanya perempuan tersebut, Garde tertawa pelan mendengar pertanyaan perempuan tersebut, “aku juga tidak tahu… walaupun aku tinggal di Jepang tapi aku tidak punya tempat tinggal pasti dan lagi pula sepertinya aku tidak akan kembali ke sana…” ucap Garde dengan tatapan sedih, kemudian perempuan tersebut mendekatkan mukanya ke muka Garde kemudian tersenyum, “hei katakan bagaimana kalau mulai sekarang kau tinggal di sini bersama ku?” Tanya perempuan tersebut, muka Garde memerah melihat senyum perempuan tersebut.
“b-baiklah terserah kau saja…” ucap Garde dengan muka yang memerah, “baiklah hehehehe oh ya aku belum tahu nama mu! Siapa nama mu?” Tanya perempuan tersebut, “Garde… Garde Astale” jawab Garde, “hehehehe salam kenal Garde-san nama ku Katrina, Katrina Elvran dan kau sekarang ada di rumah ku di Elffin Vilage” ucap perempuan bernama Katrina tersebut.
===============================================================
Garde berdiri dengan sekuat tenaga sambil menahan rasa sakit di bahunya, setelah itu Garde mengangkat tangan kanannya, “hoo ternyata kau masih bisa berdiri setelah menerima luka di bahu mu itu…” ucap Cain tersenyum, kemudian Dreadnought di dekat Cain bergetar dan mulai melayang, dan setelah itu terbang manuju Garde, “asal kau tahu seberapa banyak pun kau melukai ku… luka ini tidak lebih sakit dari luka yang Brendan berikan dulu… dan juga luka…” ucap Garde sambil menggemgam Dreadnought yang sudah melayang di depannya, kemudian Garde berdiri dan mengeluarkan aura bewarna keemasan, “yang kau berikan tidak terasa lebih sakit dari ketika aku kehilangan Katrina untuk selamanya!!” teriak Garde, kemudian Garde berlari kembali ke arah Cain, “heh? Masih mau bertarung rupanya?” Tanya Cain dengan nada mengejek, Garde melemparkan Dreadnoughtnya ke arah Cain, Cain yang melihat serangan Garde melompat ke atas, setelah itu Cain merubah pedangnya menjadi senapan kembali dan mulai menembaki Garde, Garde melakukan roll dan berlari ke bawah Cain, setelah itu Dreadnought yang tadi di lempar Garde kembali terbang ke arah Garde, Garde yang mendapatkan kembali tombaknya melompat ke arah Cain dan menebaskan Dreadnought berkali-kali, Cain menahan tebasan Dreadnought menggunakan senapan miliknya, setelah itu Cain memutar tubuhnya dan mengubah senapan miliknya menjadi pedang kembali dan memukul Garde ke bawah, sebelum Garde menyentuh tanah, Garde berputar di udara dan menusukan Dreadnoughtnya ke tanah, dan setelah itu Garde melompat ke belakang dan kembali melompat ke atas, hanya saja kali ini Garde tidak menuju Cain melainkan terbang tinggi melewati Cain.
“apa yang kau rencanakan?” ucap Cain sambil mengubah Deus Ex Machinanya menjadi senapan kembali dan menembaki Garde yang melompat ke atas tapi sayangnya karena kecepatan Garde yang tinggi, peluru milik Cain tidak dapat mengejarnya, setelah jarak Garde dan Cain cukup jauh Garde menghentikan lompatannya dan melayang di udara, setelah itu Garde memutar tombaknya dengan satu tangan dengan kecepatan penuh, “semuanya selesai di sini aku akan membalaskan dendam Katrina… Meteor Swarm!!” teriak Garde sambil melempar Dreadnoughtnya yang berputar seperti boomerang, Cain kembali merubah Deus Ex Machinanya menjadi pedang dan menepis Dreadnought milik Garde, “sayangnya serangan seperti itu tidak dapat melukaiku…” ucap Cain, sementara Garde tersenyum, “oh ya?” ucap Garde penuh percaya diri, setelah itu Dreadnought yang tadi di pukul oleh Cain dan hampir menyentuh tanah kembali berbelok dan terbang ke arah Cain, Cain yang melihat itu terkejut dan menahannya lagi, tetapi lagi-lagi Dreadnought kembali terbang ke arahnya sampai akhirnya Cain tidak dapat lagi membendung serangan dari Dreadnought dan terkena tebasan Dreadnought yang terbang berkali-kali melewati Cain sehingga membuat banyak luka di tubuh Cain, ketika Dreadnought sudah memberikan luka cukup banyak terhadap Cain, Dreadnought kembali terbang ke arah Garde dan berhenti di depan Garde, Garde kembali mengambil Dreadnought dan langsung mengayunkan tangan kanannya ke arah belakang dan melempar Dreadnought kembali ke arah Cain dengan kecepatan penuh.
“Comet Blast!!” teriak Garde seraya menambah kecepatan Dreadnought yang di lemparnya, dan setelah Dreadnought tersebut menusuk Cain, Dreadnought tersebut terbang menuju tanah membawa Cain bersamanya dan akhirnya menciptakan ledakan yang besar ketika tombak tersebut menghantam tanah bersama Cain yang tertusuk, “apakah aku sudah berhasil?” Tanya Garde dalam hati sambil memerhatikan .kepulan asap di bawahnya, setelah beberapa menit muncul bayangan yang terbang menuju Garde dengan kecepatan penuh yang ternyata adalah Cain, Garde yang melihat itu terkejut dan berusaha memanggil Dreadnoughtnya untuk bertahan, tapi sayangnya reaksi Garde terlalu lambat sehingga Garde terkena tebasan Deus Ex Machina beberapa kali, setelah itu Cain merubah pedangnya menjadi palu dan memukul Garde ke bawah sehingga Garde menghantam tanah dan membuat tanah tempatnya terjatuh tercongkel, “heh ternyata aku masih lemah… apakah yang akan kau katakan Katrina? Aku belum berubah dari aku yang dulu…” ucap Garde sambil menahan beban tubuhnya dengan Dreadnought, kemudian Garde mulai menangis, “hehehehe kau tahu… mungkin saat ini yang paling aku inginkan adalah… bertemu dengan mu lagi…” ucap Garde sambil memandang ke arah langit yang gelap, sementara Cain yang melihat dari jauh mulai merubah palunya menjadi kapak raksasa, “cish ini yang aku benci… apa perlu untuk seorang lelaki menangis?” ucap Cain sambil melihat Garde dari jauh, setelah itu Cain terbang ke arah Garde dengan kecepatan penuh dan ketika jarak mereka sudah dekat Cain mengangkat kapaknya tinggi-tinggi untuk di hantamkan ke Garde, “Katrina…” ucap Garde pelan.
===============================================================
Elffin Vilage, North of Neojamarcel Country, 7 Months ago
“hey Garde-san…” ucap Katrina sambil memetik beberapa bunga yang tumbuh di depan halaman rumahnya, “ada apa?” balas Garde yang sibuk menyiram bunga-bunga lainnya, setelah itu Katrina berdiri dan berjalan ke arah Garde dengan wajah yang memerah, “ku rasa aku sudah tahu sekarang…” ucap Katrina sambil memegang bahu Garde, “tahu apa?” Tanya Garde lagi dengan ekspresi yang kalem, setelah itu Katrina menarik bahu Garde dan mencium Garde, “aku mengetahui sekarang kalau aku menyukai mu…” ucap Katrina sambil melepaskan bibirnya dari bibir Garde dengan wajah yang memerah, Garde yang mendengar itu memegang bibirnya dan wajahnya memerah, “a-aku… m-maksud mu apa?” Tanya Garde dengan wajah memerah dan dengan tingkah laku yang grogi, “baka ne! maksud ku aku mencintai mu! Maukah kau menikahiku Garde…” ucap Katrina sambil tersenyum masih dengan wajah yang memerah, Garde yang melihat itu badannya mulai panas dan tidak dapat berkata apa-apa, “b-boleh saja…” ucap Garde dengan wajah memerah.
“terima kasih Garde-san…” ucap Katrina sambil tersenyum, kemudian tiba-tiba terdengar suara ledakan dari kejauhan, Garde dan Katrina yang mendengar itu terkejut dan saling memandang, tidak beberapa lama kemudian penduduk desa berhamburan keluar dari Elffin Vilage, “ti-tidak mungkin aku tidak menyangka mereka akan menyerang tempat ini!! memangnya apa yang bisa di cari di sini!!” teriak salah satu penduduk kota yang berlari, Garde yang melihat itu berlari dan menahan salah satu penduduk kota yang berlari, “he-hei ada apa?!” Tanya Garde kebingungan, sementara Katrina hanya melihat dengan ketakutan dengan apa yang terjadi pada desanya yang perlahan-lahan mulai terbakar, “kalian berdua juga!! Cepat lah lari!! Mereka di sini!! Bla—“ belum selesai orang tersebut berbicara tiba-tiba seseorang muncul dari belakang orang tersebut dan menebas kepala orang tersebut dengan halbred yang di milikinya, Garde yang melihat itu terkejut, di depannya berdiri seorang lelaki berambut kuning yang mengenakan armor hitam dengan ornament emas yang terpasang di armor tersebut.
Sementara dari jauh Cain menonton pemandangan Elffin Village yang mulai terbakar tersebut, “yare-yare… jadi di sini Stardust berada…” ucap Cain sambil melihat desa tersebut, setelah itu Cain mulai berjalan ke arah kota, “mungkin lebih baik aku mengawasi Albert… bahaya jika orang itu mengamuk…” ucap Cain sambil melanjutkan perjalanan ke arah kota.
Orang berambut kuning tersebut terus-terusan menebaskan halbrednya ke arah Garde dengan kecepata penuh sementara Garde hanya bisa menghindarinya, “siapa kau?! Jawab aku!!” teriak Garde sambil melakukan back roll, serangan orang tersebut berhenti, dan setelah itu orang tersebut tertawa, “ahahahaha aku benci orang yang terlalu serius seperti mu, perkanalkan nama ku Albert… dan tujuan ku ke sini adalah…” ucap Albert, kemudian Albert menghilang dan kembali muncul di belakang Garde, “membunuh mantan jendral lima naga… yaitu kamu…” ucap Albert seraya menghantamkan halbrednya, Garde yang terkejut hanya dapat menhindarinya sedikit sehingga tangan Garde terkena tebasan dari Albert, setelah itu Garde melompat ke belakang untuk menghindari serangan berikutnya, “seandainya saja aku masih memiliki Blue Eyes…” ucap Garde sambil memegang tangannya yang terluka, sementara Albert mulai menyerang Garde kembali, Albert menebaskan halbrednya bertubi-tubi sementara Garde yang tidak memiliki senjata hanya dapat menghindarinya, Garde yang sudah terpojok tidak dapat berbuat apa-apa sementara Albert semakin dekat, “kau benar-benar menjadi lemah yah… setelah kehilangan senjata mu…” ucap Albert sambil mengangkat halbrednya, “Garde-san!!” teriak Katrina, Katrina yang melihat itu segera berlari ke arah Garde, “hentikan!!” teriak Garde, Katrina yang mendengar itu berhenti dan menatap Garde dengan seksama, “apa maksud mu?!! Apa kau mau mati?!!” teriak Katrina, sementara Garde hanya diam saja mendengar itu.
“mati? Biarkan lah begitu… aku sudah terlalu banyak menanggung dosa… setidaknya kalau aku akan mati biarkan aku mati tanpa membawa dosa baru… aku tidak ingin ada orang lain yang mati karena aku…” ucap Garde, semenatar Albert menahan halbrednya, “bodoh!! Kau bialang mau mati tanpa membawa dosa baru! Tapi bagaimana caranya?!! Karena kalau kau mati sekarang kau akan membawa dosa baru karena melanggar janji mu!!” teriak Katrina sambil menangis, Garde yang mendengar kata-kata Katrina terkejut dan terdiam sambil melihat ke arah telapak tangannya, “hmm perpisahan yang mengharukan… tapi tenang saja kalian berdua akan bertemu kembali di alam baka…” ucap Albert dan setelah itu Albert mengayunkan halbrednya untuk memotong Garde, “Garde!!!!” teriak Katrina, kemudian tiba-tiba telapak tangan Garde bercahaya dan cahaya tersebut membentuk sesosok halbred bewarna putih, “ini!!” ucap Garde terkejut, kemudian Garde mengayunkan tubuhnya dan menepis halbred milik Albert, Albert yang melihat itu terkejut, “dengan ini kita seimbang!!!” teriak Garde, setelah itu Garde berlari ke arah Albert dan mulai membalas semua serangan Albert sebelumnya, “orang ini!! dia kuat!!” ucap Albert dalam hati.
“wah-wah tak kusangka Albert akan kewalahan melawan dia…” ucap Cain yang sudah melihat dari balik pohon di dekat Garde dan Albert bertarung, “perlu kah aku membantunya?” ucap Cain dalam hati, “tidak usah biarkan Albert menyelesaikannya… tugas mu adalah mengambil Stardust… yang merupakan wanita itu…” ucap seorang perempuan berambut perak dan berpakaian hitam yang ada di dekat Cain sambil menunjuk ke arah Katrina, “ah… Sierra sejak kapan kau sampai di sini?” Tanya Cain sambil melihat ke arah Sierra, “sejak kau turun dari bukit di sana dan memasuki kota…” ucap Sierra dengan nada yang dingin, “seperti biasanya yah… selalu bertingkah dingin…” balas Cain, sementara Sierra berbalik dan mengeluarkan sayap hitam dari punggungnya, setelah itu Sierra menatap Cain dengan tatapan yang tajam, “terserah apa kata mu… aku akan pergi menuju tempat Lexus dulu…” ucap Sierra, setelah itu Sierra terbang meninggalkan Cain, “yah… terserah aku kan? Kalau begitu aku akan membunuh lelaki itu terlebih dahulu… meh tak ku sangka kau benar-benar berubah sedratis itu!!” teriak Cain ke arah Sierra yang sudah terbang jauh, setelah itu Cain berjalan ke arah belakang Garde tanpa di sadari oleh Garde maupun Albert dan mengeluarkan Deus Ex Machinanya yang dirubahnya menjadi pedang raksasa, “kau akan mati Garde!!” teriak Cain sambil berlari ke arah Garde yang sibuk bertarung.
Katrina yang melihat pertarungan antara Albert dan Garde hanya terdiam saja, “tidak ada yang bisa aku perbuat… aku memang lemah…” ucap Katrina sambil menggigit jarinya, setelah itu Katrina melihat Cain ayng sedang berlari ke arah Garde dan siap menebas Garde, Katrina yang melihat itu terkejut dan secara refleks Katrina pun berlari ke arah Garde, “Garde!!” teriak Katrina, kemudian Katrina mendorong Garde sehingga Garde terjatuh, Garde yang melihat itu terkejut, sementara Cain yang sudah mengayunkan pedangnya, membelah Katrina menjadi dua bagian yang berbeda, “shimatta!!” teriak Cain terkejut, “apa yang kau lakukan bodoh!!” teriak Albert yang terkejut dengan kemunculan Cain, “kalian tidak akan ku maafkan!!” teriak Garde yang menangis, setelah itu Garde berlari ke arah Cain dan menebaskan halbrednya, Cain yang sigap menahan serangan Garde dengan pedangnya, “cih!! Kita mundur Albert!! Misi sudah gagal!! Kita kehilangan target!!” teriak Cain, sementara Albert yang kesal hanya bisa mendengus dan dalam sekejap Cain dan Albert menghilang, “kemana kalian!! Jangan kabur!! Di mana kalian!!” teriak Garde sambil mengayunkan halbrednya, “apa yang telah kalian perbuat…” ucap Garde sambil menangis dan terjatuh di depan mayat Katrina yang terbelah dua, “Garde…” ucap suara yang terdengar seperti Katrina, Garde yang mendengar itu berbalik dan melihat ke arah sosok naga bewarna putih dengan kristal hijau yang terpasang di tubuhnya.
===============================================================
“yah saat itu… Katrina mengorbankan dirinya untuk melindungi diri ku yang lemah… dan saat itu juga Katrina memperlihatkan sosok aslinya yang merupakan Stardust Dragon… karena itu aku tidak akan membiarkan mu merebut Katrina kembali!!!” teriak Garde, mata Garde yang bersimbah air mata terbuka dan tubuhnya mulai bersinar terang begitu juga dengan Dreadnought milik Garde yang mulai bersinar terang, “Garde berjanjilah… kau tidak akan pernah mati dan tidak akan pernah menganggap diri mu lemah…” ucap sebuah suara yang terdengar seperti suara Katrina yang berasal dari Dreadnought, “ya aku berjanji Katrina… Synchronisation!!!!!!” teriak Garde, kemudian Dreadnought milik Garde berubah menjadi cahaya terang yang bersatu dengan tubuh Garde dan perlahan-lahan tubuh Garde yang di selimuti cahaya membesar, “ya Katrina… aku akan selalu menepati janji ku…” ucap Garde dan setelah cahaya tersebut berubah menjadi sangat besar, cahaya tersebut pecah dan memperlihatkan sesosok naga hitam, bermata emas, dan memiliki corak bewarna emas di sekujur tubuhnya, naga tersebut melihat ke arah Cain, dan setelah itu meraung dengan keras, “a-apa-apaan ini!!” teriak Cain terkejut.
TO BE CONTINUED
NEXT CHAPTER: THE REQUIEM (PART 3: BEGINNING OF THE LAST REQUIEM)
Sabtu, 10 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar