Selasa, 15 Desember 2009

CHAPTER 18: BEGINNING OF NEW LIFE, ALSO BEGINNING OF A NEW TRHEAD

CHAPTER 18: BEGINNING OF NEW LIFE, ALSO BEGINNING OF A NEW TRHEAD

“baiklah… pelajaran hari ini sudah selesai… kalian boleh pulang…” ucap Garde sambil membereskan file-file yang ada di mejanya, “ahh akhirnya pulang juga!! Baiklah ayo pulang Ryou…” ucap Ashley sambil menghampiri meja Ryou, “tunggu…” Garde menatap Ashley dengan tajam, “a, apa Sensei?” ucap Ashley pelan dengan wajah yang tegang, “apa maksud dari ini? hah?!” balas Garde sambil mengeluarkan kertas ujian bahasa inggris bertuliskan nama Ashley dan terdapat angka 4.5 di kotak nilai kertas tersebut, “a, aah waktu itu aku lagi kurang belajar…” ucap Ashley ke Garde masih dengan muka yang tegang, “kau tahu artinya apa kan?” Tanya Garde, “pelajaran tambahan sampai malam…” balas Ashley pelan, “ya!! Kau tinggal di kelas!!” teriak Garde, Ashley melihat Ryou dengan ekspresi seakan-akan minta tolong, Ryou balas menatapnya, “tenang saja aku akan menemani mu di sini... lagian Shana juga sedang sibuk kok… jadi aku juga akan menunggu Shana di sini…” ucap Ryou sambil mengeluarkan NDS dari tasnya dan mulai memainkannya, “iblis!! Bukan itu maksud ku!!” ucap Ashley dalam hati.

“berat…” gerutu Brendan yang sedang membawa tumpukan file yang amat sangat banyak, “haah? Kenapa?” Tanya Hinagiku yang tiba-tiba ada di belakang Brendan dan menatap tajam Brendan, Brendan yang menyadari Hinagiku ada di belakang langsung merubah ekspresinya, “ahahaha tidak apa-apa kok! Pekerjaan seperti ini sih mudah!!” ucap Brendan, “begitu? Baiklah…” tiba-tiba Hinagiku mengambil file yang tadi di bawanya dan menaruhnya di atas tumpukan file yang di bawa Brendan, Brendan hampir jatuh kalau tidak membetulkan posisinya tadi, “pekerjaan mudah kan? Jadi bawa itu semua ke ruangan ketua osis… aku ada urusan…” ucap Hinagiku sambil berbalik dan meninggalkan Brendan sendirian, “tu,tunggu Hina!!” ucap Brendan berusaha menghentikan Hinagiku, tiba-tiba Brendan mendengar suara tawa kecil yang ternyata adalah Marcel yang dari tadi mengintip Brendan sambil menahan tawa, Brendan yang melihat itu menjadi kesal, “KAU BANTU!!!” teriak Brendan.

“haaah damainya…” ucap Andre pelan sambil tiduran di halaman sekolah, “Andre!!” ucap seseorang yang memanggil Andre, Andre bangun dan melihat asal suara itu yang ternyata adalah Haruhi, “apa…” ucap Andre pelan, “aku, Hitagi, Hinagiku, dan Shana mau makan bento bersama!! Dan kau harus ikut!!” ucap Haruhi, Andre tersenyum, “baiklah…” ucap Andre sambil bangun dari tidurnya dan berjalan bersama Haruhi ke arah atap sekolah, “tapi aku yang paling banyak ya…” ucap Andre, Haruhi hanya tertawa mendengar itu.

Sore harinya, “oke selesai sudah… lagian sudah sore… kau boleh pulang” ucap Garde ke Ashley, “bagus akhirnya aku bisa keluar dari neraka ini!!” ucap Ashley sambil membereskan buku dan berjalan keluar kelas dengan terburu-buru, di luar kelas Ryou dan Shana sedang berbicara berdua, mereka berdua menyadari kehadiran Ashley dan langsung menghentikan pembicaraan mereka, “apa yang kalian berdua lakukan?” ucap Ashley, “tidak… kami hanya membicarakan soal Shin Megami Tensei…” ucap Ryou pelan, “mana yang lain?” Tanya Ashley, “Brendan dan Marcel adalah anggota osis jadi mereka berdua membantu Hinagiku merapikan berkas-berkas lama, Hitagi juga ikut membantu Marcel, Andre dan Haruhi pulang lebih dulu katanya mereka berdua mau ngedate atau begitulah kira-kira” jawab Shana, “jadi sekarang kita ke tempat Hinagiku dan yang lain?” Tanya Ashley ke Ryou, “tidak mereka menyuruh kita pulang lebih dulu, karena mereka akan merapikan berkas-berkas tersebut sampai malam…” ucap Ryou, Ashley mengangguk, mereka bertiga berjalan pulang bersama-sama.

Hari sudah malam dan mereka masih dalam perjalanan pulang, selama perjalanan Ryou dan Shana terlihat sangat waspada, “sebenarnya apa yang terjadi… kalian tidak bisa menyembunyikannya dari ku…” ucap Ashley yang tiba-tiba berhenti, Shana menatap Ryou, Ryou mengangguk, “sebenarnya aku dan Ryou merasakan aura yang sangat kuat dan terkutuk, dari berbagai penjuru di kota ini…” ucap Shana pelan, “aura itu sangat terkutuk aku juga merasakannya…” ucap sebuah suara yang berasal dari kalung yang selama ini di kenakan oleh Shana, “Alastor? Sudah lama sejak kau berbicara untuk terakhir kalinya…” ucap Ashley, “jangan menanyakan sesuatu yang tidak penting… kau merasakannya kan?” ucap Alastor ke Shana, Shana mengangguk, “FUZETSU!!!” ucap Shana, tiba-tiba pemandangan sekeliling berubah menjadi merah, “I, ini apa yang terjadi?” Tanya Ashley, “siapkan dirimu!! Mereka datang!!” ucap Alastor, Shana mengeluarkan Nietono no Shana miliknya, sedangkan Ryou meembody Goku Ennya, Ashley yang tidak tahu apa yang akan terjadi meembody Rooklord menjadi gauntlet bewarna biru dan terdapat lambang Core Chimail di gauntlet tersebut, keadaan hening sementara, “DI TANAH!!!” teriak Alastor, tiba-tiba tanah di sekeliling mereka retak, dan dari retakan tersebut keluar sesuatu dalam jumlah yang amat sangat banyak.

“I, ini tulang?” ucap Ashley sambil menahan mual, dari retakan tanah tersebut muncul beratus-ratus tulang yang mengenakan pakaian ungu dan mulai menyerangi mereka, Shana mulai menebas tulang itu satu persatu, begitu juga dengan Ryou yang mulai menjatuhkan tulang-tulang tersebut, “a, apa-apaan ini?” ucap Ashley sambil memukul tulang-tulang di sekelilingnya, “singkatnya ini adalah pekerjaan seseorang yang berusaha meneror kota ini… kau pasti mendengar kan kabar akhir-akhir ini tentang orang yang sudah mati tetapi masih memiliki dendam muncul dalam bentuk tulang untuk membalas dendamnya?” ucap Ryou, “ya katanya muncul hantu yang ingin membalas dendam…” balas Ashley sambil memukuli tulang-tulang lainnya, “tepatnya mereka di bangkitkan oleh Overlord yang memiliki kemampuan Necromancer… dan sekarang Overlord itu ada di kota ini…” ucap Ryou pelan, “mereka tidak ada habisnya!! Berapa kali pun di hancurkan mereka kembali muncul dalam jumlah dua kali lipat!!” ucap Shana, Ryou menggigit bibirnya, “tidak ada cara lain…” ucap Ryou, Ryou mengangkat tangan kanannya yang mulai bersinar terang.

“Royal Oppresion!! Berani-beraninya kalian muncul di hadapan ku!! King of Overlord!!” teriak Ryou, cahaya di tangan Ryou meledak dan menghancurkan semua tulang-tulang yang berusaha hidup kembali maupun tulang yang berusaha untuk muncul, sehinnga yang tersisa hanya beberapa tulang saja, setelah menggunakan Royal Oppresion, Ryou jatuh dan tubuhnya menjadi lemas, Shana langsung menahan tubuh Ryou yang jatuh, sementara Ashley menghabisi sisa-sisa tulang yang sedikit.

“ada apa dengan Ryou?” Tanya Ashley ke Shana, “dia menggunakan kemampuan tertingginya yang bernama King’s Rule dan itu menghabisi auranya dengan drastis…” ucap Shana, setelah beberapa menit tulang-tulang yang sudah di hancurkan oleh Ashley berusaha bangkit kembali dan mulai menyerang mereka lagi, “sial aku sudah kehabisan tenaga…” ucap Ashley, “Kiyomori!!” ucap seseorang, tiba-tiba muncul tebasan hitam besar yang memotong tulang-tulang tersebut, “Junk Barrage!!” ucap suara yang berbeda, dari langit muncul sesuatu yang terlihat seperti meteor dan menimpa tulang di sekeliling Ashley, tiba-tiba muncul dua bayangan dari belakang Ashley, yang satu menarik Ashley, dan yang satu lagi menarik Shana dan Ryou keluar dari tempat itu, setelah jaraknya sudah sangat jauh dari tempat tersebut, kedua orang tersebut melepaskan tarikannya dan menjatuhkan Ashley, Ryou, dan Shana, “ouch!! Siapa kalian!!” ucap Ashley, ke dua orang itu berbalik dan melihat Ashley, yang satu berambut hitam, agak tinggi, dan membawa katana di tangannya, yang satu berambut hitam juga hanya saja yang ini terlihat lebih berkarisma, dan di sebelahnya terdapat humanoid yang mengenakan jaket orange dan berbadan kecil.

“kami adalah Warlord… yang menggunakan katana di sana bernama Garaito, dan saya… kalian bisa memanggil saya dengan sebutan ganteng” ucap orang yang mengaku dirinya ganteng, tiba-tiba Garaito mengayunkan katananya dan memukul orang itu dengan gagangnya, “hentikan narsis mu yang menjijikan itu…” ucap Garaito kesal, “ok ok aku serius sekarang!! Nama ku Arif!! Puas!!” ucap Arif, “dan apa itu Warlord?” Tanya Alastor, “kau bisa menyebut Warlord adalah orang yang berada satu level di atas Overlord dan di bawah satu level dari King of Overlord” ucap Garaito, “jangan lupa jumlah Warlord hanya ada 12 orang!! Salah satunya adalah Garde Astale, Garaito, dan aku…” ucap Arif, Ashley menatap Arif, “kalau begitu bagaimana dengan Fernando Halim? Bukankah dia cukup kuat untuk di anggap Warlord?” Tanya Ashley, “Fernando Halim adalah King of Overlord… King of Overlord tidak hanya satu… kau harusnya menyadari itu… salah satunya adalah Ryou, Nando, Dave, dan Kirisaki... masih ada yang lain yang belum ku sebutkan…” ucap Garaito, Garaito mengeluarkan sesuatu dari kantongnya yang berupa surat, “berikan ini ke Garde Astale… oh dan bawa ini juga” Garaito mengeluarkan kalung kecil dari kantongnya, “apa itu?” Tanya Ashley, “Holy Neklace… effectnya hampir sama dengan Royal Oppresion milik Ryou… hanya saja kalung ini hanya menghalangi Aeon-Aeon Darkness…” ucap Garaito, tiba-tiba Ashley sedikit terkejut mendengar itu, “Aeon Darkness? Jangan-jangan tulang yang tadi…” ucap Ashley pelan, “ya tulang tadi semuanya Aeon… sekarang kamu bisa membayangkan seberapa kuat orang yang bisa mengendalikan seratus lebih Aeon sekaligus dari jarak yang jauh…” ucap Arif, Garaito dan Arif berbalik, “kami pergi dulu… tapi suatu saat kita akan bertemu lagi…” ucap Arif, kemudian mereka berdua menghilang menjadi bayangan.

“erhh Shana…” ucap Ryou pelan, Shana menoleh dan menatap Ryou, “handphone… suruh semuanya berkumpul di mansion milik Marcel...” ucap Ryou meminta tolong ke Shana, Shana mengangguk, “Ashley kau bisa menelpon yang lain untuk berkumpul di mansion Marcel sekarang juga?” ucap Shana, Ashley mengangguk dan mengeluarkan handphonenya, “menurutku orang itu tidak sekuat itu…” ucap Alastor, “apa maksudmu Alastor?” Tanya Shana, Alastor terdiam sesaat kemudian kembali berbicara, “semua tengkorak yang tadi menyerang kita… hanya memiliki sekitar 10% auranya Ryou… dengan kata lain dia bisa mengendalikan semua itu karena memang aura yang di konsumsi sangat kecil…” ucap Alastor, Shana terdiam kemudian mengangguk, “sudah… sekarang kau bisa lepaskan Fuzetsu ini dan kita bisa langsung ke mansion Marcel” ucap Ashley, kemudian Shana mengangkat Ryou, melepaskan Fuzetsunya, dan berlari bersama Ashley ke arah mansion milik Marcel.

“mereka berdua!! Berani-beraninya mengganggu ku!!” teriak seseorang yang memandang dari jauh, “apa perlu aku membunuh mereka berdua?” ucap perempuan berambut kuning, bermata kuning dan mengenakan armor serba hitam, “Arthur? Kau ada di sini rupanya… tidak perlu untuk saat ini Garaito dan Arif tidak perlu di bunuh… lebih penting kalau kita memburu King of Overlord itu…” ucap orang itu, Alter Saber berbalik, “baiklah kalau itu mau mu… King of Underworld…” ucap Dark Saber meninggalkan King of Underworld sendirian di atap sebuah gedung, “Dave, Ryou, Kirisaki, Nando, Jonas… aku akan mengalahkan kalian dan menjadi King of Overlord sekaligus King of Underworld…” ucap King of Underworld berbalik dan meninggalkan tempat tadi dia berdiri.

“apa!!!” teriak Brendan, “tenanglah sedikit…” ucap Alastor, “bagaimana bisa tenang!! King of Overlord ada lebih dari satu!! Nando saja belum selesai!! Masih ada sisa tiga lagi!!” teriak Brendan, “tidak semua jahat seperti Nando…” ucap Ryou, Brendan menjadi sedikit lebih tenang dan kemudian bersender di sofa, sementara Garde sepertinya sudah selesai membaca suratnya, “bagaimana?” Tanya Marcel, “mereka masih belum bisa menemukan orang yang melakukan semua ini… tapi mereka akan terus berusaha…” ucap Garde pelan, kemudian Garde melihat jam, “sudah jam segini… lebih kita beristirahat untuk hari esok… hal ini lebih baik kita menunggu perkembangan terlebih dahulu dari Warlord lainnya...” ucap Garde sambil beranjak dari kursinya, “Marcel kita bisa meminjam kamar di sini kan…” Tanya Garde ke Marcel, Marcel mengangguk, kemudian Garde dan yang lainnya pergi ke kamar masing-masing kecuali Ryou, “aku tahu kau ada di sana Dave…” ucap Ryou pelan, tiba-tiba dari belakang Ryou muncul seorang lelaki berambut hitam, mengenakan kaca mata, kurus, dan mengenakan kemeja, “sudah ku duga kau bisa menyadari ke hadiran ku…” ucap Dave, “bodoh… kalau aku tidak bisa menyadari kehadiran mu berarti aku tidak pantes di sebut King of Overlord…” ucap Ryou, Dave tersenyum, “kau tahu daripada kau berada di kelompok lemah ini akan lebih baik jika kau menggabungkan kekuatan dengan ku dan Kirisaki…” ucap Dave, Ryou terdiam sesaat, “mereka kuat… walaupun kekuatan mereka di bawah ku, kau, dan Kirisaki tapi setidaknya ketetapan hati mereka bisa membuat mereka menjadi lebih kuat…” ucap Ryou pelan, Dave menghela napas kemudian berbalik, “baiklah itu terserah kamu… tapi jika kau berubah pikiran hubungi saja aku…” ucap Dave, kemudian Dave pergi meninggalkan Ryou sendirian di ruang depan.

Keesokan paginya semuanya kembali menjalani hari-hari seperti biasa, “huaahm kelas hari ini membosankan…” ucap Brendan, “sepertinya aku mendengar suara orang menguap tadi…” ucap Garde sambil melanjutkan menulis di papan tulis, kemudian Garde berhenti menulis dan melihat Brendan, “Bren—“ belum selesai Garde berbicara tiba-tiba pintu kelas di ketuk, Garde mempersilahkan orang yang mengetuk pintu masuk, yang ternyata adalah kepala sekolah dan seorang lelaki yang berambut agak berdiri dan terlihat energic, “anak-anak hari ini kita akan memiliki teman baru!! Silahkan perkenalkan diri mu” ucap kepala sekolah ke anak itu, anak itu tersenyum.

“perkenalkan nama ku Caesar!! Konichiwa!!”

TO BE CONTINUED

Siapakah Caesar? Dan apakah yang akan di rencanakan oleh Dave dan Kirisaki setelah Ryou menolak untuk bekerja sama?

Next Episode:INVADE OF THE UNDEAD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar