Senin, 21 Desember 2009

CHAPTER 23: THE POWER OF KING WHO WIELDING THE GOD'S WEAPON

CHAPTER 23: THE POWER OF KING WHO WIELDING GOD’S WEAPON

“Synthesis Embody!!” teriak Ryou sambil mengangkat tangannya dan tiba-tiba muncul 2 cahaya berwarna kuning dan biru yang membungkus kedua tangan Ryou, “heh! Tidak mungkin kau sudah bisa menguasai Synthesis Embody!! Karena Synthesis Embody itu sangat susah untuk di kendalikan!!” ucap Cain dengan nada yang merendahkan, Ryou tertawa pelan dan tersenyum, “mau melihatnya? Apa kau lupa kalau aku adalah King of Overlord?” ucap Ryou, “begitu? Kalau begitu aku akan membunuh mu sebelum kau berhasil menyelesaikan Synthesis mu!!” teriak Cain, kemudian Cain menghilang dan muncul kembali di depan Ryou dan besiap-siap memukul Ryou dengan Gauntletnya.

“jangan menganggu kau!!” teriak Shana, kemudian Shana berlari ke arah Ryou dan menebaskan Nietono no Shana miliknya ke arah Cain untuk menghalangi pukulan Cain yang di arahkan ke Ryou, Cain menghindari tebasan Shana kemudian berusaha menendang Shana, tetapi Shana berhasil menghindarinya dan kembali menendang perut Cain sehingga Cain terlempar ke belakang, kemudian Shana mengeluarkan sayap apinya dan terbang ke arah Cain untuk menebasnya berkali-kali tapi semua serangan Shana berhasil di tangkis oleh Cain, tetapi setiap kali Cain menagkis serangan Shana, gerakan Cain terlihat melambat untuk sesaat, dan Shana menggunakan celah itu untuk kembali menendang Cain dan melemparnya ke tulang di dekat Solva.

“terima kasih Shana!!” ucap Ryou, “ku rasa aku harus tetap melindungi mu seperti ini karena kau selalu nekat baka!!” ucap Shana dengan muka memerah, Ryou hanya tersenyum melihat Shana, sementara Cain sudah kembali berdiri lagi dan bersiap-siap menyerang Ryou kembali, “sayang sekali Cain kau telat… Synthesis Embody!! Rai-Oh!! Goku En!! Tsuin Gatana!! Amaterasu!! Tsukiyomi!!!” teriak Ryou, kemudian kedua cahaya yang membungkus kedua tangan Ryou meledak dan memperlihatkan dua katana, keduanya bergagang hitam, yang membedakannya hanyalah kedua warna dari mata katana tersebut, Amaterasu bewarna merah seperti api sedangkan Tsukiyomi berwarna biru seperti es, “begitu… jadi itu Synthesis Embody? Terlihat lebih lemah dari yang ku duga…” ucap Cain dengan nada yang lagi-lagi terdengar merendahkan, Ryou berlari ke arah Cain dan menyerangnya dengan membabi buta, “oh ya lemah? Mari kita liat siapa yang lemah!!” ucap Ryou, Ryou melompat ke belakang, dan kemudian Amaterasu menyala dengan terang, “Taiyou no Bakuhatsu!!” teriak Ryou, kemudian Amaterasu mengeluarkan bola api yang besar dan berbentuk seperti matahari, bola api tersebut terbang ke arah Cain dan kemudian meledak menjadi ledakan yang sangat besar, Cain tidak bisa menghindari ledakan tersebut dan terlempar jauh, Ryou pun mengeluarkan sayap api dan es, dan kemudian terbang untuk mengejar Cain yang terlempar.

“Ryou!!” teriak Shana, Shana terbang untuk mengejar Ryou, tetapi tiba-tiba badan Shana terasa berat dan tidak dapat terbang untuk mengejar Ryou, “a-apa!! Ini!!” ucap Shana kaget, tiba-tiba Shana terlempar kembali ketanah dengan hantaman yang kuat sehingga membuat lubang di tanah tempat Shana terjatuh, “Magnetic World… khu khu khu hahahahahaha!! Kau masih ada urusanku dengan ku!! Ahahahahahahaha!!!” teriak Solva yang menghadang Shana agar Shana tidak mengejar Ryou, “sial!! bertahanlah Ryou aku akan membantu mu… tapi sementara ini aku akan mengurus yang ada di sini dulu…” ucap Shana, kemudian Shana mengeluarkan Nietono no Shana miliknya dan berlari ke arah Solva, “Solva!!!!” teriak Shana, Solva tersenyum licik dan kemudian mengambil ancang-ancang untuk bertarung.

Sementara di kejauhan King of Underworld sedang melihat pertarungan antara Cain dan Ryou sampai seseorang muncul di belakang King of Underworld, “sudah ku duga kau di sini…” ucap orang yang mengenakan kaca mata itu sambil tertawa, “Nando… tak ku sangka kau datang kesini…” ucap King of Underworld, King of Underworld berbalik dan menatap Nando dengan tajam, “ada urusan apa kau di sini?” ucap King of Underworld, “apakah itu yang kau katakan ketika kau bertemu dengan orang yang memberikan mu segalanya hah?” balas Nando, King of Underworld merasa kesal dengan perkataan Nando, setelah itu dia kembali berbalik dan kembali melihat pertarungan Ryou, “sesuai janji ku pada mu… aku akan membantu mu menjadi satu-satunya King of Overlord dengan cara membunuh King of Overlord yang lainnya… yang berarti aku akan membunuh Ryou dan Dave…” ucap King of Underworld, “hahahaha itulah yang harus kau lakukan sebagai satu dari beberapa “Kaizer Project” yang berhasil” ucap Nando senang, Nando kembali membetulkan letak kaca matanya.

“sayang kau masih belum bisa mengontrol kekuatan mu seperti salah satu Kaizer Project yang lainnya” ucap Nando sambil tersenyum, “jangan pernah bandingkan aku dengan dia!! Aku masih lebih baik dari dia!!” ucap King of Underworld sambil terus melihat pertarungan Ryou, “yah itu terserah kamu, kalau kamu bisa mengalahkan orang itu berarti kamu memang Kaizer Project yang paling sempurna… toh kemampuan kamu hanyalah pengeluaran Aura yang tak terbatas, sedangkan dia berhasil mengontrol Auranya dengan sempurna…” ucap Nando tersenyum, “manusia selalu serakah… padahal dia berbeda dari Kaizer Project yang lainnya tapi kau masih menginginkannya? Heh dasar Manusia” ucap King of Underworld sambil meledek, “kau juga manusia sebelum menjadi seperti ini jadi jangan mengejek ku dan ingat apa pun yang kau coba kau tidak bisa melawan ku…” ucap Nando, King of Underworld sedikit mendesah karena kesal tapi Nando tidak memedulikan itu, setelah itu Nando melihat ke atas langit dan sedikit teringat dengan masa lalunya.

“Vraniel!! Liat percobaan ini sudah menunjukan kemajuan!!”
“bagus akhirnya kita bisa sedikit lebih tenang… dan mungkin kita bisa pulang setelah ini…”

“tidak!! Ini salah!! Kita harus menghentikan percobaan ini Nando!!”
“apa yang membuat mu ingin berhenti Vraniel? Setelah sejauh ini kau ingin meninggalkan ku?”
“seharusnya kau juga mengerti!! Ini sama saja membawa bahaya yang lebih besar ke dunia ini!!”
“tidak seharusnya dengan ini kita bisa menghentikan bahaya itu kau harus mengerti Vraniel…”
“tidak ini akan hanya akan menghancurkan keseimbangan dunia…kita harus menghentikan “Kaizer Project” sekarang juga sebelum terlambat…”

“apa-apaan ini Vraniel!! Apa maksud mu!! Kenapa kau mengkhianati ku!!”
“belajarlah dari pengalaman mu Nando dan maafkan aku tempat itu mungkin tempat yang paling cocok untuk mu… sedangkan aku… aku akan membayar semua dosa-dosa kita…”
“a-apa? Apa yang telah terjadi pada mu!!”
“aku menjalankan “Counter Kaizer Project” dan menggunakan tubuh ku sendiri sebagai kelinci percobaan… dan akibatnya adalah sekarang aku mengidap penyakit yang tidak dapat ku sembuhkan… tapi setidaknya aku berhasil menciptakan 1 “Kaizer Project”… bukan untuk alasan yang seperti dulu kita cetuskan… tapi alasan yang baru… setidaknya ini bisa menghentikan “Kaizer Project” milik mu…”
“Vraniel… kau… aku tidak akan memaafkan mu… kau tahu itu kan…”
“terserah apa kata mu… lagi pula ini ku lakukan juga untuk anak ku… satu-satunya anak yang ku miliki...”

“Vraniel… sahabat lama ku… alasan apakah yang telah kau temukan dulu…” ucap Nando dalam hati, Nando menutup matanya dan kembali membuka matanya perlahan-lahan, “maaf kan aku teman lama… tidak lama setelah kau meninggal… aku kembali melanjutkan “Kaizer Project” tapi seharusnya kau yang paling mengerti kenapa aku melakukan ini... tapi kenapa…” Nando berbalik dan berjalan ke arah King of Underworld, “sebaiknya kau bersiap-siap untuk panggung yang sesungguhnya Kaizer of Abyss…” ucap Nando tersenyum, “ya aku mengerti aku akan mulai menjalankan rencana kita…” ucap King of Underworld, kemudian dia berbalik dan meninggal kan Nando sendirian, “hahaha ahahahahaha!! Lihatlah Vraniel!! Ini adalah tahap awal dari “Kaizer Project milik kita dulu!! Juga tahapan awal dari… langkah ku menjadi Dewa!! Dan menjadi satu-satunya King of Overlord di dunia ini!” ucap Nando, kemudian Nando memanggil Judgment Dragon dan menaikinya kemudian pergi dari tempat itu.

“Cain!!! Fubuki no Ken!! Jigoku no Ken!!” teriak Ryou, tiba-tiba Amaterasu mengeluarkan api yang sangat besar, begitu juga dengan Tsukiyomi yang di bungkus oleh es dan membentuk pedang raksasa, “Ken no Mai!! Ryu no Gekido!!” teriak Ryou, kemudian Ryou, menebas Cain dengan kecepatan penuh dan tanpa henti sehingga dalam waktu beberapa detik saja Ryou sudah menebaskan pedangnya berpuluh kali-kali, “Shiage… Ryu no Hoko!!” Ryou mengayunkan kedua pedangnya dan dari kedua pedang tersebut muncul naga es dan naga api, kedua naga tersebut terbang ke arah Cain, “shimata!! Drive Barrier!!” teriak Cain, kemudian Cain menciptakan semacam tameng sinar untuk menangkis serangan Ryou tetapi ternyata semua itu percuma dan malah menghancurkan sebagian dari armor milik Cain, “argh!!!” teriak Cain kesakitan setelah itu Cain yang terkena serangan kedua naga milik Ryou terbawa dan terlempar ke tanah sehingga menyebabkan ledakan yang sangat besar dan dalam waktu beberapa detik semua area yang terkena ledakan membeku dan membentuk kristal es raksasa dengan Cain di dalamnya.

“Koware ta…” ucap Ryou pelan, seketika kristal es tersebut pecah menjadi berkeping-keping kristal dan Cain yang terkurung di dalamnya langsung mengeluarkan banyak darah dari semua luka tebasan yang tercipta karena serangan Ryou tadi, Cain pun terjatuh ke tanah dan bertepatan dengan Caesar yang kebetulan melewati tempat itu, Caesar yang melihat kejadian itu terkejut dan berlari ke arah Cain, “hei kau tidak apa-apa?!” teriak Caesar dengan suara yang khawatir, “Caesar!! Jangan dekati orang itu!! Dia orang yang berbahaya!!” teriak Ryou berusaha memperingatkan Caesar, tapi terlambat, Cain yang sudah sadar mencekik Caesar dan menahannya, “agh… a-apa-apaan ini…” ucap Caesar yang sesak nafas, “begitu… jadi kau adalah teman mereka…” ucap Cain sambil terus mencekik Caesar, “hentikan dia tidak ada hubungannya!!” teriak Ryou, “kenapa kau takut? Kau takut kalau kau menyerang juga akan mengenai teman mu hah! Dasar lemah!!” ucap Cain, Ryou tertawa pelan, “takut? Aku tidak takut… aku hanya tidak ingin menambah dosa ku saja…” ucap Ryou, Cain tersenyum licik.

“Ry-Ryou kun?” ucap Caesar, Caesar melihat Ryou dan dia menyadari kalau Ryou tidak main-main, “kalau begitu coba lah!! Serang aku dengan Overdrive mu!!” teriak Cain yang menantang Ryou, “Overdrive?” ucap Ryou dengan nada kebingungan, “sayangnya ketika seorang Overlord menggunakan Synthesis Embody dia tidak akan bisa menggunakan Overdrive…” ucap Ryou, Cain yang mendengar itu terlihat senang.

“ahaha—“ belum selesai Cain tertawa Ryou sudah kembali memotong, “tapi!! Dalam Synthesis Embody terdapat teknik tertinggi yang bahkan kemampuannya melebihi seratus kali kekuatan Overdrive!!” teriak Ryou, Cain yang mendengar itu terkejut, “a-apa!! Jangan bercanda!!” teriak Cain yang terlihat ketakutan, “apa kau berniat membunuh teman mu!!” ucap Cain sambil mengangkat Caesar di depannya, “hah dari awal dia bukan teman ku… dia teman Brendan dan Ashley” ucap Ryou dengan tenang, “a-apa tidak mungkin!!” teriak Cain lagi, “mau kubuktikan?” Ryou mengangkat kedua pedangnya.

“hentikan!!” teriak Cain, tapi Ryou tidak memedulikan apa yang di katakan oleh Cain, “Synthesis Release…” ucap Ryou pelan kemudian katana Ryou bercahaya, “Mugen no Sora!! Hanketsu no Kami!!” teriak Ryou dan di belakang Ryou muncul sesosok ksatria dengan bersenjatakan dua pedang, “Synthesis Release adalah suatu fase di mana kita memperlihat diri kita yang sesungguhnya… atau merupakan cerminan diri kita yang sesungguhnya… kekuatan… kepandaian… kekuasaan… semua ada di situ karena itu sosok yang selalu muncul ketika seorang Overlord melepas Synthesis Embody milik mereka adalah Avatar dari cerminan diri mereka yang biasa di sebut Guardian…” ucap Nando yang melihat pertarungan Ryou dan Cain dari punggung Judgment Dragon, “sebenarnya sudah sejauh mana kah kau berkembang Ryou…kurasa sudah ketahuan siapa yang menang mari pergi Judgment Dragon…” Nando dan Judgment Dragonnya pun berbalik dan terbang pergi meninggal kan pertarungan tersebut.

“Cain terimalah hukuman mu!!! Siegfried!!” teriak Ryou, Ryou mengayunkan pedangnya dan di ikuti oleh ksatria yang ada di belakang Ryou, dan begitu pedang milik ksatria tersebut menyentuh tanah terjadi ledakan yang amat sangat besar dan aura dari pedang tersebut menebas semua yang ada di depannya dengan jangkauan yang melebihi satu kilometer, “argh!!” teriak Cain dan dalam beberapa detik semua sudah hancur berantakan.

“hmmm” Caesar melihat sekelilingnya yang di penuhi oleh asap, dan dia melihat Cain yang terluka amat sangat parah dan Ryou yang bediri agak jauh dari Cain, “bagaiman masih mau bertarung?” Tanya Ryou, “brengsek!! Aku akan membalas dendam ini aku akan membalas rasa sakit ini!” teriak Cain, “baiklah kalau begitu kau ingin mati…” ucap Ryou pelan, kemudian Ryou berlari ke arah Cain, “Magnetic World! Anti! Ryou Kurokaze!!” ucap Solva yang tiba-tiba muncul dari langit, Ryou yang terkena effect dari Magnetic World terlempar ke belakang, Ryou melihat Solva dan dia melihat beberapa luka tebasan di tubuh Solva.

“hehehehe sepertinya Shana telah mengalahkan mu…” ucap Ryou tertawa kecil, Solva tidak memedulikan kata-kata Ryou dan kemudian menopang Cain di bahunya, “kita harus pergi sekarang Cain…” ucap Solva, Cain menggeram kemudian menenangkan dirinya, “ya kau benar… kita pergi sekarang Solva…” ucap Cain, “tunggu kalia--!!” Ryou berusaha mengejarnya tetapi Cain dan Solva sudah menghilang, “cih…” ucap Ryou kesal, kemudian Ryou melihat Caesar, Caesar yang sadar bahwa dia tidak terluka mendekati Ryou, “bagaimana bi—“ ucap Caesar, “bukan urusan mu!!” balas Ryou, Caesar yang di balas seperti kaget, “jangan-jangan aku hanya menjadi beban ya…” ucap Caesar sambil menundukan kepalanya, “ya kau menjadi beban!! Kau hanya mengganggu!! Lebih baik kau jangan pernah muncul di depan ku dan yang lainnya lagi!! Dunia ini bukan dunia mu!!” teriak Ryou, Caesar yang dibentak sangat terkejut dan tidak berani melawan, “be-begitu? Baiklah…” Caesar berbalik dan pergi meninggalkan Ryou sendirian.

“sial pertarungan ini terlalu melelahkan… biarkan aku istirahata sebentar…” ucap Ryou yang kemudian jatuh tidak sadarkan diri, “Ryou!! Di mana kau!!” teriak Shana yang sedang mencari Ryou, tiba-tiba Shana tersandung sesuatu dan dia menyadari bahwa dia tersandung oleh tubuh Ryou, “argh!! Kenapa sih dia selalu mudah lelah!!” teriak Shana kesal, kemudian Shana melihat wajah Ryou yang tertidur, dan tiba-tiba muka Shana berubah merah, “urgh… sekali saja boleh kan Alastor?” ucap Shana pelan bertanya ke kalung yang di pakainya, “aku tidak pernah melarangmu…” ucap Alastor, muka Shana tambah memerah, “ba-baiklah…” ucap Shana pelan, kemudian Shana menunduk dan mendekatkan mukanya ke Ryou dan setelah itu Shana mencium Ryou, sementara itu Caesar yang berlari meninggalkan Ryou berhenti di gang yang sempit dan gelap.

“hahahahaha AHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!! Sepertinya sandiwara ku terlalu jelek ya selama ini wahahahahahaha… Alter Saber kau ada di sana kan? Mulai sekarang kita lanjutkan rencana kita ke fase ke-dua” ucap Caesar kepada seseorang yang ada di belakangnya.

“ya King of Underworld… semua persiapan sudah selesai”

TO BE CONTINUED

Semua tirai panggung sudah terbuka… beberapa hal baru telah terkuak… masa lalu Nando mulai ketahuan… dan sekarang tirai untuk panggung sebenarnya telah terbuka… apakah “Kaizer Project” itu? Dan benarkah Caesar itu King of Underworld? Better wait next Episode

Next Episode: THE TRUE STAGE HAS BEEN REVEALED

Tidak ada komentar:

Posting Komentar