CHAPTER 19: INVADE OF THE UNDEAD
“nama ku Caesar! Konichiwa” ucap anak itu sambil tersenyum, “baiklah Caesar… kursi mu ada di sebelah Brendan…” ucap Garde Astale, Caesar mengangguk kemudian berjalan ke arah kursi di sebelah Brendan dan duduk di sana, Caesar menoleh ke Brendan dan tersenyum, “nama ku Caesar nama mu siapa?” Tanya Caesar, “nama ku? Nama ku Brendan…” ucap Brendan sambil menguap, “Brendan? Baiklah! Salam kenal!” ucap Caesar sambil tersenyum.
Sementara itu di Warlord Headquarter
“Garaito… Arif…” ucap Dave yang memanggil Garaito dan Arif, “ada apa Dave-sama?” jawab Garaito, “misi baru untuk kalian… mungkin kalian perlu memperketat penjagaan di kota tersebut…” ucap Dave, “ahh merepotkan!! Malas!!” celetuk Arif, Dave langsung menatap tajam ke arah Arif, “cih! Baiklah!!” balas Arif, “bagus kalau begitu… lakukan tugas kalian…” ucap Dave, “baik!!” ucap Arif dan Garaito bersamaan, kemudian keduanya berbalik dan menghilang menjadi bayangan, “baiklah Ryou kalau kau tidak mau membantu ku dan Kirisaki, aku masih bisa bertindak” ucap Dave, Dave berjalan ke arah meja di dekatnya dan mengangkat foto yang ada di meja itu, di foto tersebut terdapat gambar dirinya dan seorang perempuan yang familiar, “Hinagiku…” ucap Dave pelan.
“ahh!! Akhirnya pulang juga!!” ucap Brendan yang mendengar suara bell dan sedang meregangkan tubuhnya, “mau pulang bersama?” Tanya Caesar, “hmm? Boleh… Hina!! Mau ikut pulang bersama tidak?!” Tanya Brendan ke Hinagiku yang terlihat buru-buru merapikan bukunya, “aku tidak bisa!!” jawab Hinagiku setengah membentak, “kenapa?” Tanya Brendan kembali, “aku ada urusan!!” ucap Hinagiku, setelah itu Hinagiku langsung berlari keluar kelas, “haah sibuk melulu…” ucap Brendan, “mungkin dia selingkuh!!” ucap Ashley yang ada di sebelah Brendan, Brendan yang mendengar itu kaget karena tidak menyadari Ashley ada di situ, “kau!!” ucap Brendan sambil menonjok Ashley, “ahahaha cuman bercanda!! Kebetulan Ryou dan Shana tidak masuk karena ada urusan jadi bagaimana kalau kita pulang bersama-sama?” Tanya Ashley, Brendan mengangguk, “oh ya Ashley perkenalkan dia adalah murid baru di kelas ku namanya Caesar, dan Caesar perkenalkan dia adalah kembaran ku namanya Ashley” ucap Brendan, Ashley tersenyum dan mengajak bersalaman, Caesar membalas senyum Ashley dan mereka berdua bersalaman, dan mereka bertiga berjalan ke arah pintu gerbang sekolah, dan pulang meninggalkan lingkungan sekolah.
Di taman Ashley melihat Garaito yang sedang duduk dan menggambar sesuatu yang terlihat seperti doujinshi, “Garaito?” ucap Ashley, “ah Ashley kau ada di sini rupanya…” ucap Garaito, kemudian Garaito melihat Brendan dan Caesar dengan seksama, “bersama teman mu eh? Dan kamu pasti Brendan…” ucap Garaito sambil menatap Brendan, “bagaimana kau bisa tahu?” Tanya Brendan, “Brendan dia adalah Garaito yang kemarin menolong ku dan Ryou ketika di serang tengkorak-tengkorak itu…” ucap Ashley, Caesar terkejut mendengar itu, “tengkorak?! Memangnya isu itu benar ya?! Isu orang meninggal itu?!” ucap Caesar sambil gemetaran, “… seharusnya kau jangan membicarakan itu di depan orang bia—“ tiba-tiba terasa aura dengan tekanan yang amat sangat kuat, “mereka di sini…” ucap Garaito, kemudian Garaito berbalik dan melihat Dark Saber yang sedang berjalan ke arah mereka.
“2 Overlord… 1 Warlord… 1 orang biasa… kurasa aku akan membunuh kalian… karena ini adalah perintah dari King of Underworld…” ucap Dark Saber, tiba-tiba tanah di sekeliling mereka mulai retak dan dari retakan tersebut muncul tengkorak-tengkorak dalam jumlah yang amat sangat banyak, Caesar yang melihat itu gemetar dan jatuh terduduk sambil memegang kepalanya, “tengkorak… ini bohong kan? Tidak ada yang seperti ini kan?” ucap Caesar gemetaran, “Caesar…” ucap Brendan pelan, Ashley meembody Rooklord menjadi gauntlet, sedangkan Garaito mengeluarkan sesuatu dari tasnya yang ternyata adalah Nodachi, “Brendan!! Siap-siap!!” teriak Ashley, Brendan mengangguk dan meembody Valafar menjadi pedang, tengkorak-tengkorak tersebut mulai menyerangi mereka bersamaan sementara Brendan dan yang lainnya mulai menjatuh tengkorak-tengkorak tersebut, Dark Saber berlari ke arah Caesar dan mengangkat pedangnya, “mulai dari yang lemah…” ucap Dark Saber, “sial!! tidak sempat!!” teriak Brendan berusaha menghalangi Dark Saber tetapi tidak bisa karena jarak yang jauh dan terhalangi oleh tengkorak-tengkorak di sekitar Brendan, “sayonara…” ucap Dark Saber, kemudian Dark Saber menebaskan pedangnya ke Caesar, “tidak akan!!” ucap Ashley yang tiba-tiba muncul di depan Dark Saber, “a, apa!! Bagaimana bisa!!” teriak Dark Saber terkejut, kemudian Ashley memukul Dark Saber, sehingga Dark Saber terlempar ke belakang, setelah itu Ashley mengangkat tangan kirinya yang di bungkus dengan Gauntlet yang berbeda dari Gauntlet di tangan kanannya, Gauntlet yang ini bewarna hitam pekat,
“itu Dark Armed Dragon!!” ucap Brendan terkejut, “hehehehe ternyata tidak percuma menyimpan ini…” ucap Ashley sambil tertawa kecil, tiba-tiba di sekeliling mereka muncul lubang dimensi dalam jumlah yang amat sangat banyak, dan dari lubang dimensi tersebut muncul rantai-rantai yang menyerang dan menghancurkan tengkorak-tengkorak di sekeliling mereka, “Brendan!! Sekarang!! Serang Dark Saber!!” teriak Ashley, Brendan mengangguk kemudian berlari ke arah Dark Saber, “merepotkan…” ucap Dark Saber pelan, Brendan mengayunkan pedangnya ke arah Dark Saber, tetapi Dark Saber berhasil menahannya, kemudian Dark Saber menendang perut Brendan dan menebaskan pedangnya yang membuat luka tebasan di tubuh Brendan, “baiklah kalau itu mau mu… padahal aku bermaksud membunuh mu nanti…” ucap Dark Saber, kemudian pedang milik Dark Saber bersinar bewarna hitam pekat, “Vortigen, Hammer of the Vile King…” ucap Dark Saber, sinar hitam di pedang Dark Saber mulai membesar dan membentuk pedang raksasa setelah itu Dark Saber menebas Brendan sebanyak tiga kali, sehingga membuat Brendan terluka parah dan mengeluarkan darah yang amat sangat banyak dan berceceran ke mana-mana, “aaarrrrrggghhh!!!” teriak Brendan yang kesakitan, cipratan darah milik Brendan ada yang terlempar ke arah Caesar, “darah… darah… tidak aku takut darah” ucap Caesar gemetaran.
“selamat tinggal… matilah…” ucap Dark Saber, kemudian pedang Dark Saber kembali bersinar hitam, “Excalibur, Sword of Promis—“ tiba-tiba muncul sinar terang dari belakang Dark Saber, “King’s Rule!! Solemn Judgement!!” sinar tersebut mulai bersinar terang dan akhirnya meledak dan tiba-tiba semua tulang di area tersebut berubah menjadi debu begitu juga dengan Dark Saber yang perlahan-lahan hancur menjadi debu, “hmm Ryou Kurokaze… tapi sayangnya kau salah… ini hanyalah copy dari diriku yang di ciptakan oleh King of Underworld aku yang sebenarnya berada di Hakuo Gakuen…” ucap Dark Saber sambil menatap Brendan dengan tajam, kemudian menghilang menjadi debu, Brendan yang mendengar itu langsung berlari ke arah Hakuo Gakuen, “oi Brendan!! Bagaimana dengan luka mu!!” teriak Garaito, tetapi Brendan tidak mendengarkannya dan terus berlari ke arah Hakuo Gakuen.
“sial!! dia untuk apa dia mengincar Hina!!” ucap Brendan dalam hati, setelah Brendan sampai di Hakuo Gakuen, Brendan langsung berlari ke arah ruangan ketua osis, di sana di melihat Hinagiku yang masih sibuk merapikan file-file yang berantakan, “Brendan? Kenapa kau ada di sini?” Tanya Hinagiku kebingungan, “Hina? Kau baik-baik saja…” ucap Brendan, “ya aku baik-baik saja… tunggu?! Ada apa dengan mu kenapa kau berlumuran darah?” Tanya Hinagiku ke Brendan, “aku… tidak perlu pedulikan aku…” ucap Brendan tersenyum, “sepertinya aku terlambat…” ucap seseorang, Brendan menoleh dan melihat Dark Saber di teras, “kau!! Tidak akan kubiarkan kau!! Apa sebenarnya tujuan mu mengincar Hina?! Dia tidak ada hubungannya dengan ini!!” teriak Brendan, “ada… kalau aku membunuh perempuan itu mungkin dia akan muncul dan itu akan membuat King of Underworld lebih mudah untuk memburunya…” ucap Dark Saber, “dia? Dia siapa jelaskan kepada ku!!” teriak Brendan, “siapa dia Brendan? Dan mau apa dia?” Tanya Hinagiku, “tetap di belakangku… Perfect Embody Valafar!!” ucap Brendan, kemudian Brendan mulai menebas Dark Saber dengan membabi buta, tetapi semua serangan Brendan berhasil di tangkis oleh Dark Saber tanpa sedikitpun berpindah tempat.
“aku tidak ada urusan dengan mu…” ucap Dark Saber, kemudian Dark Saber memukul luka Brendan, sehingga Brendan terjatuh kesakitan, kemudian Dark Saber berjalan perlahan ke arah Hinagiku, Hinagiku mengeluarkan shinai dari belakang mejanya, “mau apa kau?” Tanya Hinagiku ke Dark Saber, “apa kau kira Shinai bisa menang melawanku…” ucap Dark Saber, Dark Saber mengangkat pedangnya dan kemudian mengayunkannya ke Hinagiku, “HIIIIIINNNNNAAAA!!!” teriak Brendan, darah bercipratan ke segala penjuru ruangan tersebut.
“ka, kau tak kusangka muncul secepat ini…” ucap Dark Saber menahan sakit, Excalibur miliknya terjatuh ke lantai, dan Hinagiku hanya bisa melihat apa yang sedang terjadi, “Dave…” ucap Hinagiku pelan, Brendan kembali menoleh dan dia menyadari kalau darah yang bercipratan tadi bukanlah darah milik Hinagiku, melainkan darah Dark Saber, dan Brendan melihat seorang laki-laki kurus dan mengenakan kaca mata sedang memegang kapak yang sekarang tertancap di tubuh Dark Saber, dan hampir membelah Dark Saber menjadi dua, “bilang ke King of Underworld… kalau kau berani macam-macam ke perempuan ini… maka aku tidak akan memaafkannya… dan aku akan membunuh kalian… itu pasti…” ucap Dave, Dark Saber melepaskan tubuhnya dari kapak milik Dave kemudian melompat jauh ke belakang.
“Brendan!!” teriak Ashley yang datang bersamaan Ryou dan Garaito, “Ashley? Mana Caesar?” Tanya Brendan, “aku sudah menyuruhnya pulang duluan…” ucap Ashley, “sepertinya ini akan merepotkan… sampai jumpa lagi Dave King of Overlord…” ucap Dark Saber, kemudian Dark Saber melompat ke bawah dari teras, dan Excalibur milik Dark Saber berubah menjadi sinar hitam dan menghilang, tiba-tiba Garaito berlutut di depan Dave, “maafkan saya Dave-sama saya gagal melaksanakan tugas dari anda… sebagai samurai saya telah gagal…” ucap Garaito, “ya kau sudah gagal dari misi ini…” ucap Dave, “kalau begitu sa—“ belum selesai Garaito berbicara Dave sudah kembali memotong, “tapi bukan berarti kau gagal sebagai samurai…” ucap Dave, “terima kasih… Dave-sama” ucap Garaito, kemudian Garaito pergi dari ruangan tersebut.
“Dave… Kemana saja kau selama ini… aku sudah lama mencari mu…” ucap Hinagiku sambil mendekati Dave, Dave tersenyum kecil, “aku tidak ke mana-mana aku selalu mengawasi mu dari jauh…” ucap Dave, “siapa kau?” Tanya Brendan, Dave menoleh ke arah Brendan, “Hina bisakah kau keluar bersama Ashley dan Ryou? Aku ada urusan dengan orang ini…” ucap Dave sambil tetap melihat Brendan, “tapi aku—“ ucap Hina, “kumohon…” potong Dave, “baiklah…” Hinagiku berbalik dan keluar dari ruangan bersama dengan Ashley dan Ryou, setelah itu Dave berjalan ke arah Brendan, menarik kerah seragamnya dan mendorongnya ke tembok, “kau… bukankah kau menyukai Hina!! Kalau kau memang benar-benar menyukai Hina kenapa kau tidak bisa melindunginya!! Seharusnya kau bisa melindunginya!! Karena kamu sangat lemah Hina hampir terbunuh!!” teriak Dave kesal, Brendan hanya terdiam saja, “siapa kau… kau belum menjawab pertanyaan ku… dan lagi apa hubungan mu dengan Hina!! Kenapa kau begitu mengkhawatirkan Hina!!” balas Brendan, Dave melepaskan pegangannya dan membuat Brendan terjatuh di lantai.
“aku Dave… King of Overlord… sekaligus tunangan Hinagiku…”
TO BE CONTINUED
Apakah yang akan terjadi nanti kepada Hina, Brendan, dan Dave? Tunggu Episode berikutnya!!
Next Episode:PROMISE TO PROTECT HINAGIKU
Selasa, 15 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar