CHAPTER 17: CLIMATIC BATTLE!! ASHLEY & BRENDAN VS RYOU!!
“apa kau juga akan menghianati ku Ashley…” ucap Ryou pelan sambil menatap tajam ke arah Ashley, “aku tidak pernah menghia—“ ucap Ashley, tiba-tiba Ryou memotong, “BOHONG!! Kau akan menghianati ku… karena itu berarti sekarang kau sama seperti mereka… dan berarti mungkin aku juga akan membunuh mu bersama mereka…” ucap Ryou, “tidakkah kau sadari?! Nando hanya menggunakan mu!! Kau masih bisa berbalik ke sini bersama Ashley!! Dengan begitu… dengan begitu kau tidak perlu menanggung beban lagi!! Kembalilah ke sini… Ryou…” ucap Brendan ke Ryou, Ryou menatap Brendan dengan tajam, “apa yang membuatmu berpikir bahwa aku akan kembali ke kehidupan seperti itu… dikatai monster setiap saat… dilempari batu… dan countless abuse… dan kenapa aku harus kembali…” ucap Ryou sambil menatap Brendan dan Ashley, “karena di luar sana… di luar sana ada seorang perempuan yang mencintai mu dan menginginkan kamu untuk kembali ke sini…” ucap Brendan pelan, Ashley menatap Brendan, kemudian tersenyum kecil dan kembali menatap Ryou, “yaa kau dengar sendiri kan apa yang di katakan Brendan… hanya saja karena perempuan tersebut tsundere… jadi mungkin kau tidak menyadarinya…” lanjut Ashley.
“perteman hanya tahap awal dari permusuhan… percintaan hanya tahap awal dari ke putus asaan… kepercayaan hanya tahap awal dari penghianatan… emosi seperti itu…” Ryou mengenggam pedangnya semakin kencang dan menggigit bibirnya sendiri, sehingga bibirnya mengeluarkan darah sedikit, “EMOSI SEPERTI ITU TIDAK ADA GUNANYA!!” teriak Ryou, Ryou mengangkat tangannya dan mengarahkan pedang raksasa berornament emas di atasnya ke arah Brendan, Ashley, dan Marcel, “Sword of Judgement, Ragnarok…” ucap Ryou pelan, kemudian pedang raksasa tersebut langsung mengarah ke arah Brendan dan yang lainnya, “sial!! aura ku dan Ashley sudah habis…” ucap Brendan pelan, tiba-tiba Ojama Knight berlari ke arah Ragnarok yang ditembakan oleh Ryou, “lebih baik aku yang mati daripada tuan Marcel dan teman-temannya yang mati!! Overdrive!! Neojamarcel Burst!!” teriak Ojama, kemudian tubuh Ojama bersinar dan melompat ke arah Ragnarok, ketika Ojama Knight menabrak Ragnarok sinar di tubuh Ojama semakin terang dan akhirnya meledak dan sinar dari ledakan tersebut memakan Ragnarok dan dirinya, setelah sinar menghilang, Ragnarok dan Ojama Knight yang di telan oleh sinar juga menghilang, “Ojama terima kasih… aku tidak akan mennyia-nyiakan pengorbanan mu…” ucap Marcel, yang kemudian menundukan kepalanya dan meneteskan air mata, Marcel merogoh kantong bajunya dan mengeluarkan dua botol kecil berisi air, kemudian Marcel melempar kedua botol tersebut ke Ashley dan Brendan.
“apa ini?” Tanya Ashley ke Marcel dengan tatapan yang bingung, “Elixir… minumlah itu akan mengembalikan semua aura mu…” ucap Marcel, Ashley dan Brendan mengangguk kemudian membuka tutup botol dan meminumnya, setelah beberapa saat Ashley dan Brendan merasa auranya telah kembali 100%, “bagus kalau begitu… berarti kalian sudah siap untuk bertarung…” ucap Ryou, Ryou langsung berlari ke arah Brendan dan Ashley dan menebaskan pedangnya, Brendan dan Ashley melompat untuk menghindarinya, kemudian Brendan meembody Valafar menjadi pedang bewarna emas, sedangkan Ashley meembody Dark Armed Dragon menjadi Gauntlet bewarna hitam pekat, Ashley membuka lubang dimensi dan menembakan rantai-rantai ke arah Ryou, Ryou yang melihat itu menebaskan pedangnya ke udara kosong, dan tiba-tiba angin yang di buat oleh ayunan pedang Ryou mementalkan semua rantai yang di tembakan oleh Ashley, Brendan yang berada di belakang Ryou menebaskan pedangnya ke arah punggung Ryou, tetapi Ryou berhasil menghindarinya, kemudian Ryou menusukan pedangnya ke belakang tanpa membalikan tubuhnya dan pedang tersebut berhasil menusuk perut Brendan, Ryou menebaskan pedangnya ke depan, Brendan yang masih tertusuk di pedangnya ikut terbawa tebasanya kemudian terlempar ke depan, kemudian Ryou langsung membalikan tubuhnya dan menendang Ashley yang juga ingin menyerangnya dan membuat Ashley terlempar ke belakang.
“percuma… berapa kali pun kalian menyerang kalau kalian tidak melakukanya dengan niat membunuh, serangan kalian akan menjadi serangan yang sangat lemah…” ucap Ryou, Ryou menatap tajam Ashley dan Brendan yang masih terbaring di tanah bergantian, “kenapa… kenapa kalian tidak melakukannya dengan niat membunuh?” ucap Ryou, Ashley tertawa kecil, “tentu saja karena kau teman ku… dan aku datang ke sini bukan untuk membunuh mu… tapi menyadarkan mu…” balas Ashley sambil tersenyum, “sedangkan aku… karena aku berjanji kepada perempuan yang mencintai mu untuk membawa mu kembali… dan mungkin kita bisa menjadi teman setelah ini…” lanjut Brendan, “kalian… tidak mengerti apa-apa!!” ucap Ryou dengan nada yang membentak, “tentu saja kami mengerti… karena itu kami datang untuk menolong mu Ryou” ucap Ashley sambil tersenyum, “berhenti mempedulikan ku… overdrive… Armagedon, Sword That End the World…” ucap Ryou pelan, tiba-tiba di atas ruangan itu muncul beribu-ribu pedang berornament perak, pedang tersebut kemudian jatuh bersamaan menusuk tubuh Garde, Neos, Andre, Marcel, Brendan, dan Ashley, “aaaaaarrrrrrrrggghhh!!!” teriak Brendan, Ashley dan Marcel bersamaan, dan dalam sekejap lantai di ruangan itu berubah menjadi kolam darah, Marcel yang tidak punya kekuatan untuk berdiri lagi karena sudah di tusuk oleh berpuluh-puluh pedang jatuh tidak sadarkan diri, sementar Brendan dan Ashley walaupun mereka mengalami luka yang banyak karena tusukan pedang tersebut, mereka masih mencoba untuk berdiri.
“si, sial gauntlet ku pecah deh…” ucap Ashley terengah-engah karena menahan rasa sakit yang ada di sekujur tubuhnya sambil mengankat tangan kanannya dan memperlihatkan Gauntlet yang retak yang kemudian pecah dan jatuh ke kolam darah di bawahnya, “hehehe berarti kau harus mengganti gauntlet mu…” lanjut Brendan yang juga menahan rasa sakit, “ka, kalian… kenapa kalian masih bisa berdiri?! Kenapa kalian masih hidup?!” teriak Ryou, “Ryou tembok besi di hatinya perlahan-lahan mulai runtuh… mungkin kita memang bisa menyelamatkan Ryou…” ucap Ashley dalam hati, “tentu saja karena kita percaya… kita percaya kau pasti akan kembali…” ucap Brendan, Ryou menundukannya kepalanya, “kepercayaan… teman… apakah itu yang bisa membuat orang lain menjadi kuat? Kalau begitu apa yang telah ku lakukan selama ini…” ucap Ryou pelan, Ashley tersenyum karena perlahan-lahan Ryou sudah mulai sadar, tiba-tiba pintu di belakang Brendan dan Ashley terbuka.
“whoa!! Kolam darah!!” ucap seseorang, Brendan, Ashley, dan Ryou melihat ke arah suara itu yang ternyata suara itu berasal dari Nando yang datang dan menyeret sesuatu di tangan kanannya, “ka, kau!! Bagaimana mungkin?!” teriak Brendan terkejut, “hah? Kenapa kakak? Maksudmu bagaimana mungkin aku masih hidup? Kakak salah Tanya harusnya kakak bertanya ‘kau bagaimana mungkin bisa memainkan sandiwara kalah tersebut dengan sempurna?!’ begitu kak” ucap Nando tersenyum, Brendan yang mendengar itu terkejut, “berarti Garde belum mengalahkannya… orang ini… dia hanya pura-pura kalah!!” ucap Brendan dalam hati, “kau sudah berhasil sejauh ini Ryou… bahkan kau membuat kolam darah… oh ya tidak apa-apa kan Ryou kalau darah di sini aku tambah?” ucap Nando sambil mengangkat sesuatu yang di seretnya dari luar, Ryou membatu di situ, “Shana…” ucap Ryou pelan sambil melihat Shana yang di angkat oleh Nando dan berlumuran dengan darah seakan-akan dia mandi darah, “anggap saja ini hukuman mu… karena memperlihatkan kegundahan di hati mu…” ucap Nando, tubuh Ryou gemetaran, genggaman pedangnya semakin kencang, gigi Ryou saling beradu menahan marah.
“selama ini kau terus menyiksa ku… tapi aku diam saja… selama ini kau selalu memerintah aku… dan aku selalu menuruti perintah mu tanpa memedulikan apa perintah itu… tapi… kalau kau berani melukai Shana... maka aku tidak akan ragu untuk mrmbunuhmu!!” teriak Ryou, Ryou berlari ke arah Nando dan bersiap untuk menebasnya, “wah wah tahu tidak kalau binatang peliharaan itu tidak boleh menyerang tuannya…” ucap Nando sambil menepis pedang Ryou dengan sabernya kemudian menarik tangan Ryou dan memelintirnya, “a, argh…” ucap Ryou pelan kesakitan, Nando mengankat Ryou dan melemparnya ke dinding, Nando kembali berjalan ke arah Ryou dan menempelkan ujung sabernya di leher Ryou, “kau tahu… kalau menrutku kau sudah tidak berguna lagi aku akan menusukan saber ini ke leher mu… tapi biarkan aku berpikir sebentar” ucap Nando sambil tersenyum dan mengangkat sabrenya, “kau!! Apa yang akan kau lakukan ke Ryou!! Aku tidak akan pernah memaafkan mu jika kau menambah penderitaan Ryou!!” teriak Ashley, Nando menoleh ke arah Ashley dan menatapnya dengan tajam, “wah wah kenapa ya akhir-akhir ini banyak peliharaan yang membangkang ke tuannya… tenanglah Lindwurm… aku sudah mempersiapkan hukuman untuk mu…” ucap Nando kemudian Nando berbalik dan kembali berjalan ke arah Ryou dan menatapnya beberapa detik, sementara Ryou menatap Nando dengan tatapan kebencian, “sudah kuputuskan kau sudah tidak berguna… lagi…” ucap Nando, Nando mengankat sabernya dan menebaskannya ke arah leher Ryou, “Shana aku mencintai mu… maafkan aku… aku tidak bisa melindungi mu…” ucap Ryou dalam hati, kemudian Ryou menutup matanya.
“PERFECT EMBODY!!! CORE CHIMAIL ROOKLORD!!” teriak Ashley, Ryou membuka matanya dan melihat Ashley menahan saber Nando dengan buster blade bergagang hijau dan bermata pedang emas, “akhirnya!! Aku dapat merasakan udara segar lagi!!” ucap Rooklord yang ada di tubuh Ashley, “Ashley…” ucap Ryou pelan, “dasar bodoh… kau tidak boleh mati di sini!!” teriak Ashley, Ashley mengayunkan pedangnya dan mementalkan saber Nando, “ka, kau!! Sejak kapan kau memiliki Core Chimail?!” teriak Nando terkejut, “sayang sekali captain Nando… tapi ini adalah Aeon ku yang sebenarnya!! Dark Armed Dragon adalah Aeon ku yang kedua!!” teriak Ashley, tiba-tiba simbol Core Chimail yang ada di tangan kiri Ashley bersinar terang, Ashley menyerang Nando dengan membabi buta dan serangan Ashley sangat cepat, “I, ini tidak mungkin!!” ucap Nando terkejut, “semuanya mungkin!! Tidak ada yang tidak mungkin bagi orang yang tidak pernah menyerah!!” teriak Ashley, Ashley mengangkat pedangnya dan menebas Nando dengan kekuatan penuh, Nando berusaha menahannya dengan saber miliknya, tetapi saber tersebut terlempar dan gagal menahan tebasan Ashley, tapi Nando berhasil melompat ke belakang untuk menghindari tebasan tersebut, sehingga tebasan tersebut hanya mengenai udara kosong.
“Nando!! Aku tidak akan memaafkan mu atas apa yang kau lakukan ke aku dan Ryou!! Overdrive!!!” teriak Ashley, Nando mundur sedikit dan dia menyadari kalau di belakangnya ada orang lain, Nando langsung menoleh ke belakang yang ternyata adalah Brendan, “Nando aku juga tidak akan memaafkan mu karena kamu lah ayah merasa bersalah… overdrive…” ucap Brendan, pedang Brendan dan Ashley menyala terang, “kalian main-main kan?” ucap Nando berjalan mundur ke belakang.
“ULTIMATE BOND!!!” teriak Brendan dan Ashley bersamaan, mereka mengayunkan pedangnya bersamaan, dan dari pedang mereka keluar aura yang meladak dan membentuk naga raksasa, naga tersebut mengarah ke arah Nando dan menabraknya sehingga terbentuk ledakan yang sangat besar, “uaaarrghhh!!” teriak Nando yang terbungkus oleh sinar tersebut.
Satu bulan sudah berlalu sejak pertarungan di CnG Building, Nando berhasil kabur, ternyata gabungan Overdrive milik ku dan Ashley tidak bisa mengalahkannya dan sekarang aku kembali menjalani hidup ku seperti biasa.
“moou!! Brendan!! Sudah hampir telat nih!!” teriak Hinagiku dari bawah, “iya!! Aku turun!!” teriak Brendan, Brendan berlari ke lantai 1 dan di pintu sudah Hinagiku sudah menunggu, “lama sekali sih!! Yang lain sudah menunggu tuh!!” ucap Hinagiku ke Brendan, “iya aku tahu” ucap Brendan, mereka berjalan keluar rumah, “berhenti mengelus kepala ku!!” teriak Ryou ke Ashley yang dari tadi mengelus kepala Ryou, “hahahaha entah kenapa kepala mu enak untuk di elus” ucap Ashley, Ryou yang mendengar itu menjadi kesal dan memukul perut Ashley, “urgh!” ucap Ashley sambil memegang perutnya, Brendan dan Hina yang baru keluar rumah tersenyum melihat itu, kemudian Brendan melihat sekelilingnya, dia melihat Ashley, Ryou, dan Shana, “loh mana yang lainnya?” Tanya Brendan, “katanya mereka akan menyusul…” ucap Ashley sambil masih memegang perutnya, “itu hukuman karena ka uterus membuat ku kesal” ucap Ryou, Ashley hanya tertawa kecil, “ternyata Ryou itu adalah orang yang baik… begitu juga dengan Ashley dan Shana… walaupun Ashley memiliki hobi yang aneh yaitu membuat Ryou marah…” ucap Brendan dalam hati sambil tersenyum melihat mereka.
“hoooi Brendan!! Ashley!!” teriak seseorang, Brendan menoleh dan melihat Marcel, Hitagi, Andre, dan Haruhi, “lama sekali sih!!” Ucap Ashley, “gomene tadi aku ada urusan” ucap Marcel, “baiklah ayo kita jalan ke sekolah bersama-sama!” ucap Haruhi dengan bersemangat, di tengah perjalanan Shana mendekati Brendan dan membisikan sesuatu, “terima kasih Brendan…” ucap Shana pelan, “hah?” Tanya Brendan yang kurang mendengarnya, “nande mo nai!” balas Shana, Shana kembali berlari ke arah Ryou, Brendan tersenyum melihat Shana, di depan pintu Hakuo Gakuen mereka melihat murid lainnya yang sedang di marahi oleh seorang guru, mereka yang melihat itu diam-diam menyelinap untuk masuk, karena mereka tahu mereka sudah telat.
“tunggu!!” ucap guru itu, Brendan dan yang lainnya langsung membatu dan berbalik, “hahahaha Garde sensei berikan kami keringannan ya!!” ucap Brendan sambil tersenyum, “tidak akan kalian sudah terlambat jadi—“ ucap Garde panjang lebar, “here we go ceramah super panjang Garde Astale…” ucap Andre, kemudian Marcel membisikan sesuatu ke Brendan, “kabur!!” bisik Marcel, Brendan dan yang lainnya berbalik dan langsung berbalik ke arah sekolah, “hei tunggu!! Kalian…” ucap Garde menghela napas sambil tersenyum melihat mereka.
ya kami menginginkan hidup yang damai seperti ini tanpa gangguan dan tanpa seorang pun yang tahu ada sesuatu yang mendekat…
TO BE CONTINUED
Next Episode:BEGINNING OF A NEW LIFE, ALSO BEGINNING OF A NEW TRHEAD
FIRST ARC FINISHED, SECOND ARC IS IN PROCESS SO WAIT FOR IT OK ^^
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar