Selasa, 15 Desember 2009

CHAPTER 21: DECENDANT OF WAR GOD!! NEOS EMBODY!!

CHAPTER 21: DECENDANT OF WAR GOD!! NEOS EMBODY!!

“kau bagaimana mungkin kau masih hidup?!” ucap Marcel terkejut, “ahahahahahaha Marcel apa kau tahu rasanya di kirim ke neraka? Apa kau tahu?! Kau tidak tahu kan!!! Karena itu aku akan membuatmu merasakannya!! Neraka!!! RED EYES ZOMBIE DRAGON!!!” teriak Grail tertawa, setelah itu Red Eyes menembakan api dengan membabi buta, Marcel mencoba menghindari semuanya dan dia berhasil menghindarinya walaupun ada beberapa yang mengenainya.

“Neos!!!” ucap Marcel, dan dari belakang Marcel muncul cahaya yang membentuk Neos, setelah itu Neos langsung terbang ke arah Red Eyes dan api yang di tembakan Red Eyes bertabrakan dengan Neos sehingga terjadi ledakan yang besar, “hahahaha! Aku akan membunuh mu dan membuat mu merasakan neraka!!” teriak Grail, Red Eyes mencharge api yang besar dan kemudian menembakannya ke arah Marcel tetapi muncul Neos yang berubah menjadi Divine Neos dan memasang Barrier untuk melindungi Marcel sehingga Marcel terlindungi dari serangan Red Eyes, “anda tidak apa-apa tuan Marcel?” tanya Neos, “aku tidak apa-apa tapi daripada itu...” ucap Marcel pelan, kemudian Marcel membuka kancing blazer sekolahnya dan melempar tasnya ke belakang, “kita harus mengembalikan orang ini ke neraka...” ucap Marcel.

“hah? Ahahahahaha! Kau kira kau bisa menang?! Embody Red Eyes Zombie Dragon!!” ucap Grail, tiba-tiba Red Eyes berubah menjadi cahaya dan bersatu dengan tangan Grail dan membentuk pedang yang menyatu dengan tangan Grail, “hahaha mati!” Grail berlari ke arah Divine Neos dan marcel kemudian menyerang mereka dengan membabi buta, “sial kalau begini terus...” ucap Marcel dalam hati, “Neos!! Divine Blade!!” teriak Marcel, Neos mengangguk dan mengumpulkan sinar di tangannya dan membentuk pedang, “Divine Blade!!!” teriak Neos dan Marcel bersamaan, setelah itu Neos mengayunkan pedang cahayanya dan menciptakan ledakan cahaya yang besar dan menghancurkan daerah sekelilingnya.

“apakah sudah selesai?” ucap Marcel kelelahan, sementara Neos mulai menjadi transparan karena Marcel yang Auranya tinggal sedikit, “heh~~ kalian kira aku sudah mati? Jahat sekali...” ucap Grail, tiba-tiba dari asap muncul Grail yang penuh luka dan perutnya terpotong sehingga terlihat sesuatu yang seperti usus, Marcel mual melihat itu dan menahan muntah, “kau bukan manusia...” ucap Marcel sambil terus menahan mual, “hahaha tentu saja! Aku yang sekarang Zombie!” ucap Grail, setelah itu semua organ yang terlihat kembali masuk dan semua luka kembali menutup.

“begitu bahkan kau sudah tidak layak untuk hidup lagi...” ucap Marcel, “heh pahamilah Marcel! Aku sekarang ada di atasmu!! Aku tidak bisa mati!! Sedangkan kau! Sekarang bagiku kau hanyalah mahluk rendah tidak tahu diri!!” ucap Grail, kemudian Grail mengangkat tangannya dan mengumpulkan cahaya hitam, “mati dan rasakanlah neraka... Death Blade!!” teriak Grail, kemudian Grail menebaskan pedangnya dan menebas punggung Marcel, Neos berusaha melindunginya tetapi badannya yang sudah setengah menghilang tidak bisa menahan pedang milik Grail.

“argh!!!!” teriak Marcel, luka Marcel mengeluarkan darah yang banyak, setelah itu Marcel berjalan perlahan ke belakang dan terduduk di pohon yang ada di belakangnya, tiba-tiba nafas Marcel menjadi sesak dan seluruh organ tubuhnya menjadi sakit seakan-akan mau meladak, “grgh!!! Argh!!!!!” teriak Marcel yang tidak bisa menahan rasa sakit yang di deritanya, “hahahaha ahahhahahahahaha!!! Bagaimana Marcel?! Itulah neraka perlahan-lahan kau akan mati!! Dengan keadaan tersiksa!!” teriak Grail bahagia, “—kit...” ucap Marcel pelan, “apa? Sakit sekali ya?” tanya Grail dengan nada mengejek, Marcel kembali bediri dalam keadaan terluka parah kemudian tersenyum dan menatap Grail dengan tatapan percaya diri.

“dasar bodoh aku bilang tidak sakit...” ucap Marcel, Grail yang mendengar itu menjadi sangat jengkel dan kesal, “tatapan itu... dari dulu aku benci tatapan itu!!” teriak Grail kemudian Grail mengayunkan pedangnya kembali ke arah Marcel, tiba-tiba muncul tas sekolah yang di ayunkan dan tepat mengenai muka Grail dan melempar Grail kebelakang, hantaman dari tas tersebut cukup keras untuk membuat hidung Grail patah, “heh untuk seorang perempuan kau cukup berani nona...” ucap Grail, Marcel melihat sesosok yang dia kenal di depannya, “Hitagi?” ucap Marcel pelan, Hitagi mengeluarkan penggaris besi panjang dari tasnya dan mengarahkannya ke Grail, “berhenti mengganggu Marcel” ucap Hitagi, “dasar bodoh bukankah aku sudah bilang agar menunggu di depan gerbang!” teriak Marcel, “kau yang bodoh! Kau membuatku menunggu terlalu lama!!” balas Hitagi kesal, Marcel menundukan kepalanya.

“kau cepat kembali ke gerbang di sini berbahaya!!” teriak Marcel, “tidak aku akan menemanimu di sini!!” balas Hitagi, tiba-tiba Grail muncul di belakang Hitagi, “jadi ini wanita yang paling kau sayangi?” ucap Grail, Hitagi langsung memutar dan menebaskan penggarisnya, “lari Hitagi!” teriak Marcel, Grail melompat untuk menghindari tebasan penggaris milik Hitagi, “kau duluan...” ucap Grail, kemudian Grail berputar ke belakang Hitagi dan menebasnya, “Death Blade” ucap Grail pelan, kemudian Hitagi terjatuh berlumuran darah, “Mar... ce...” ucap Hitagi sebelum tidak sadarkan diri, “Hitagi?’ucap Marcel pelan, Marcel langsung berlari ke arah Hitagi dan Marcel menyadari satu hal yaitu Hitagi sudah tidak bernapas lagi, “berikutnya kau...” ucap Grail tersenyum puas, tiba-tiba badan Marcel di selimuti cahaya putih yang terang.

“ini bercanda kan Hitagi? Hitagi bangun... bercanda mu tidak lucu... Hitagi...” ucap Marcel pelan, Marcel meneteskan air matanya kemudian memeluk Hitagi dengan kuat, “aaaaaaaaaa!!!!!! Aku akan membunuh mu!!!! Aku akan menjatuhkan mu ke neraka!!!! Aku akan!! Aku akan!! Aku akan membalas dendam Hitagi!!!” teriak Marcel marah kemudian Divine Neos menjadi cahaya dan pergi ke arah Marcel, “kau apa yang kau lakukan?!! Apapun itu aku akan membunuhmu sekarang!!” ucap Grail dengan nada ketakutan dan kemudian menebas pedangnya, tetapi pedang milik Grail tertahan sesuatu yang tidak terlihat, “a, apa ini?!” ucap Grail terkejut, “PERFECT EMBODY!!!” teriak Marcel, tiba-tiba muncul angin yang membentuk tornado dan menyelimuti Marcel, Grail lompat ke belakang untuk menghindari Tornado tersebut.

“mustahil!!” ucap Grail takjub, angin tersebut meledak dan pecah, dari dalam terlihat sesosok Marcel yang memiliki 8 sayap bewarna emas dan terlihat sangat agung, “kau? Tetap saja kau tidak akan menang apapun yang kau lakukan!!” Grail kembali menyerang Marcel dengan membabi buta, tetapi semua serangan Grail tertahan oleh sesuatu yang tidak terlihat, “tidak mungkin” ucap Grail gemetaran, Grail mundur ke belakang, Marcel mengayunkan tangannya dan tiba-tiba muncul angin yang sangat kencang dan menghantam Grail hingga terlempar, “hanya dengan lambaian tangan tidak mungkin! Aku lebih tinggi dari mu!! Aku tidak bisa mati!!” teriak Grail ketakutan sementara Marcel berjalan mendekati Grail.

“sayang sekali lawan mu adalah Dewa... Dewa perang...” ucap Marcel, Marcel kembali melambaikan tangannya dan muncul pedang bewarna emas dari udara kosong, “aku akan membunuhmu... nikmati perjalanan mu ke neraka...” ucap Marcel, kemudian Marcel menebaskan pedangnya dan membelah tangan Grail yang terdapat pedang Red Eyes, “dengan begini kau tidak memiliki senjata lagi” ucap Marcel, “argh!!” teriak Grail yang kesakitan, “oh bukankah kau tidak bisa mati bagaimana kalau kita mencoba ini?” tanya Marcel sambil mengarahkan pedangnya ke jantung Grail, “apa yang mau kau lakukan? Jangan!!” ucap Grail memohon ampun, perlahan-lahan Marcel menusukan pedangnya ke dalam jantung Grail.

“argh!!! Jangan!!!” teriak Grail kesakitan, “kenapa bukankah kau tidak bisa mati!! Bukankah kau sudah membunuh Hitagi!! Ini masih belum cukup!!” teriak Marcel, Marcel menusukan pedangnya ke jantung Grail tanpa ragu, “argh!! Memang aku tidak bisa mati tapi ini sungguh sakit!!” teriak Grail, “begitukah? Kalau begitu mati!!” teriak Marcel, Marcel mengayunkan pedangnya dan melempar Grail ke udara, “Overdrive... Blade of Judgement!!” pedang Marcel bercahaya terang dan kemudian cahaya tersebut membesar, setelah itu Marcel mengayunkan pedang tersebut dan menebaskannya berkali-kali dan setelah itu cahaya tersebut meledak dan menghancurkan tubuh Grail menjadi debu, “arrrghhhh!! Aku tidak mau ke neraka lagi!!!” ucap Grail, “tidak... neraka adalah rumahmu... jadi matilah...” ucap Marcel, cahaya tersebut meluap dan membentuk kubah yang besar, Brendan dan yang lain yang melihat cahaya tersebut langsung berlari menuju ke tempat Marcel.

“Hitagi...” ucap Marcel sambil menangis, “Marcel! Apa yang terjadi?!” tanya Brendan, Marcel hanya menggelengkan kepalanya, “Marcel ada apa dengan Hita—“ sebelum Brendan selesai berbicara Garde menghentikannya dan menggelengkan kepala, “katakan apa yang harus ku lakukan sekarang... aku sudah tidak tahu harus bagaimana lagi” ucap Marcel sambil terus memeluk Hitagi, “berhenti menangis” ucap seseorang, tiba-tiba tangan Hitagi bergerak dan menarik Marcel kemudian menciumnya, “Hitagi? Kau masih hidup” tanya Marcel, “tentu saja tadinya aku kira aku sudah mati tetapi aku mendengar suara mu yang terus memanggilku” ucap Hitagi tersenyum, “hitagi...” Marcel memeluk Hitagi, “a. Apa-apaan sih!! Ada banyak orang di sini!” ucap Hitagi, Brendan dan Garde hanya tersenyum.

Sementara itu Ashley yang sedang duduk sendiri di taman sambil meminum Coca Cola di hampiri oleh seorang perempuan, “heh kau sedang apa?” tanya perempuan itu, “bukan urusan mu...” jawab Ashley, “siapa nama mu?” tanya perempuan itu, “Ashley Lindwurm” jawab Ashley lagi.

“oke aku akan memanggil mu dengan panggilan Takumi!!”

TO BE CONTINUED

Siapakah perempuan itu? Dan bagaimanakah reaksi King of Underworld begitu tahu pasukannya hancur lagi? Better wait for next episode!!

Next Episode:REVENGE!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar