CHAPTER 16: MY PROMISE TO SHANA… FATEFULL BATTLE
“hrng…” ucap Lindwurm setengah sadar, dia membuka matanya dan melihat Brendan berdiri di dekatnya, “kau… kenapa menolong ku? Kenapa kau tidak membunuh ku saja…” ucap Lindwurm ke Brendan, Brendan tersenyum, “kau tahu mungkin mulai dari sekarang kita bisa hidup sebagai saudara…” ucap Brendan, Lindwurm menatap Brendan dengan tajam, “kita tidak akan penah menjadi saudara” ucap Lindwurm pelan, “kau keras kep—“ tiba-tiba Brendan jatuh tidak sadarkan diri, “o, oi kau tidak apa-apa kan?” ucap Lindwurm sambil mendekati Brendan, “I, ini!! tubuhnya panas seperti terbakar!!” ucap Lindwurm dalam hati, tiba-tiba pintu elevator terbuka dan dari sana muncul Garde dan yang lain, Marcel yang melihat Brendan tidak sadarkan diri terkejut dan langsung me summon Neos untuk menyerang Lindwurm, tetapi Lindwurm berhasil menghindarinya.
“kau!! Apa yang kau lakukan terhadap Brendan?! Aku akan membunuh mu sekarang!” ucap Marcel, tiba-tiba Garde menghentikan serangan Neos, “kenapa kau menghentikan ku Garde?!” Tanya Marcel, “tidakkah kau sadari… tubuh Lindwurm terluka dan auranya sudah habis… sedangkan tubuh Brendan baik-baik saja walaupun auranya habis…” ucap Garde tenang ke Marcel, “apa maksud mu Garde?” Tanya Marcel, “maksud Garde adalah yang memenangkan pertarungan ini adalah Brendan bukan Lindwurm…” lanjut Andre, kemudian Marcel mencoba menenangkan diri dan mengembalikan Neos, “kalau begitu apa yang terjadi dengan Brendan bisakah kau jelaskan?” Tanya Marcel ke Lindwurm, “sudah ku bilang ini bukan aku yang lakukan... aku juga tidak tahu tapi tiba-tiba dia jatuh tidak sadarkan diri dan badannya panas…” ucap Lindwurm, Garde mendekati tubuh Brendan dan membaca sesuatu, tiba-tiba tubuh Brendan terbakar dan dari api tersebut muncul sesosok iblis yang di selimuti api, “kalau begitu kita Tanya saja ke dia… berhubungan dia selalu di dalam tubuh Brendan…” ucap Garde sambil menatap iblis tersebut.
“haaah terima kasih anak muda… aku benar-benar di kunci olehnya sehingga aku tidak bisa keluar… oh ya ini adalah pertemuan pertama kita… perkenalkan nama ku Valafar…” kemudian Valafar menatap Lindwurm dan mendekatinya, “dan ini pertemuan kita yang kedua kalinya anak dari Vraniel…” ucap Valafar ke Lindwurm, Lindwurm membalas tatapan Valafar dengan tatapan yang tajam, “nah Valafar sekarang jelaskan apa yang terjadi…” Tanya Garde ke Valafar, “yaa bisa di bilang itu kesalahan dia… dia menggunakan Phoenix Aura di saat aura dia hanya 37% padahal aku sudah memberi tahu dia agar menggunakannya ketika aura dia di atas 60% ya jadinya begini…” ucap Valafar, Garde berpikir sebentar kemudian kembali bertanya, “apakah dia akan sembuh?” Tanya Garde ke Valafar, “itu semua tergantung perjuangan dia kalau dia bisa bertahan dia pasti sembuh…” ucap Valafar tenang, “bagaimana kalau tidak?” lanjut Marcel, “dia akan mati…” balas Valafar, semua yang mendengar ucapan Valafar langsung terkejut, “kalian…” ucap Lindwurm pelan, Garde menoleh ke Lindwurm, “ada apa?” Tanya Garde, “lanjutkan pertarungan kalian… aku akan menjaga Brendan…” ucap Lindwurm lagi, “apa maksud mu?” balas Marcel sambil menatap tajam Lindwurm, “aku tahu… ini bukan salah dia… tapi aku di kuasai oleh kegelapan bernama dendam sehingga aku bergabung dengan Nando… tapi aku tidak menyangka kalau Nando akan menjadikan aku dan Ryou sebagai alat… terutama Ryou… Nando selalu memberinya latihan yang berat dan menyiksanya hanya untuk menjadikannya King of Overlord… jadi ku mohon selamatkan lah Ryou!! Dia hanya satu-satunya teman yang ku punya…” ucap Lindwurm, Garde tersenyum melihat itu
“baiklah ayo kita masuk ke dalam! Lindwurm aku titipkan Brendan ke kamu…” ucap Garde sambil meninggalkan Lindwurm dan Valafar disana “mungkin mulai sekarang kita memang harus hidup sebagai saudara…” ucap Lindwurm pelan, Valafar menatap Lindwurm, “pada akhirnya kau menjilat ludah sendiri…” ucap Valafar, “bo, bodoh! Aku hanya berpikir apa yang di katakana oleh Brendan!” ucap Lindwurm sambil menolehkan mukanya ke arah lain, “hmm bagaimana ke adaan Aeon mu yang lain… yang ayah mu wariskan…” ucap Valafar ke Lindwurm, “Aeon? Maksud mu dia?” Tanya Lindwurm ke Valafar, Valafar menganguk, “ya Rooklord…” ucap Valafar sambil melihat Lindwurm dengan tatapan tajam, Lindwurm balas menatapnya dengan tajam.
Sementara di Garde dan yang lain sudah sampai di tempat Ryou, mereka langsung mendobrak pintu tempat Ryou berada, dan ternyata di dalam Ryou sudah menunggu sambil memegang Malevolent Sword Goku En, “aku sudah menunggu kalian…” ucap Ryou, “baiklah Ryou kali ini kau akan kalah!!” ucap Marcel, Garde meembody Blue Eyesnya dan mulai menyerang Ryou, tetapi Ryou berhasil menghindari serangan Garde, kemudian Ryou melompat dan menendang kepala Garde dan langsung menebaskan pedangnya ke Garde dan tebasan tersebut tepat mengenai Garde, tiba-tiba Neos menyerang Ryou dari belakang, tetapi Ryou menepis pukulan Neos, kemudian menarik dan melemparnya ke arah Garde, sementara Andre menembakan Des Frog dalam jumlah yang banyak ke arah Ryou, “bodoh!! Apa kau kira serangan seperti itu dapat melukai ku?! Aero, Sword of Storm!!” teriak Ryou, Ryou mengarahkan pedangnya ke arah Andre, tiba-tiba dari pedang Ryou muncul angin yang sangat kencang dan kemudian melempar Andre ke dinding di belakangnya.
“kau lengah!!” ucap Garde, tiba-tiba Garde dan Neos sudah mengepung Ryou dan mereka menyerang Ryou secara bersamaan, “lemah…” ucap Ryou pelan, tiba-tiba sekeliling Garde dan Neos berubah menjadi gelap, “a, apa ini Neos!!” ucap Garde ke Neos, “aku juga tidak tahu Garde-Dono…” balas Neos, tiba-tiba kegelapan tersebut pecah dan muncul berpuluh-puluh luka tebasan di tubuh Garde dan Neos, “Nocto, Sword of Darkness…” ucap Ryou pelan, sementara Garde dan Neos mulai rubuh perlahan-lahan dengan keadaan berlumuran darah.
“seharusnya kalian menyadari bahwa kalian itu lemah… sehingga kalian tidak menyerang sembarangan…” ucap Ryou pelan, kemudian Ryou melihat Marcel yang masih berdiri di dekat pintu, “oh ya masih ada kau…” ucap Ryou sambil berjalan mendekati Marcel, “jangan meremehkan ku…” ucap Marcel pelan sambil menatap Ryou dengan tajam, “memangnya kau bisa melakukan apa… dengan tubuh terluka… kehabisan aura… dan tanpa Aeon…” ucap Ryou sambil mengangkat pedangnya untuk menebas Marcel, “kata siapa?” ucap Marcel tersenyum, “kau!!” Ryou menebaskan pedangnya, tetapi tiba-tiba ada yang menahan serangan Ryou, “I, ini!!” ucap Ryou terkejut, ternyata yang menahan serangan Ryou adalah sesosok humanoid kecil bewarna kuning dan mengenakan armor perak.
“I have Ojama!!! ike Ojama Knight!!” teriak Marcel, Ojama Knight mendorong tamengnya dan membuat pedang Ryou terpental, kemudian Ojama Knight menebaskan pedangnya dan berhasil membuat luka kecil di badan Ryou, “ini terluka oleh mahluk seperti ini… apa kau menghina ku?” ucap Ryou sambil menatap Marcel dan Ojama Knight dengan tajam, “jika kau mau menyerang tuan Marcel maka kau harus mengalahkan ku dulu!!” ucap Ojama ke Ryou, “baiklah… overdrive…” ucap Ryou pelan tiba-tiba di atas Ryou muncul pedang dengan ornament emas dan terlihat sangat agung, “a, apa itu…” ucap Marcel takjub, “Ragnarok, Sword of Judgement!!”
“aku ada di mana…” ucap Brendan dia melihat sekeliling dan menyadari bahwa dia berada di tepi sungai dengan jembatan di atas sungai tersebut, “ini aku merasa aku harus melewati jembatan itu…” ucap Brendan sambil berjalan ke arah jembatan itu, “jangan ke sana!!” teriak seseorang yang terdengar begitu familiar, Brendan menoleh ke arah suara itu dan dia melihat seseorang yang dia kenal, Brendan membatu di sana, “a, ayah?” ucap Brendan pelan, “hmm hahahaha kau pasti Brendan! Kau sudah besar ya!” ucap Vraniel tertawa, Brendan menatap ayahnya dengan seksama, “ayah kenapa ada di sini?” Tanya Brendan ke Vraniel, “bagaimana hubungan mu dengan Ashley?” ucap Vraniel, “buruk… sepertinya dia membenci ku…” ucap Brendan, wajahnya terlihat sedih, Vraniel menatapnya dengan seksama, “Brendan… maafkan aku… karena aku…kau tersiksa… mungkin dari awal harusnya aku yang melindungi Ashley… harusnya aku menuruti pemuda berambut perak yang ku temui 10 tahun lalu…” ucap Vraniel sambil menatap langit.
“begitu… baiklah entah kenapa aku benar-benar merasa harus melewati jembatan itu…” ucap Brendan, kemudian Brendan kembali berbalik dan mengarah ke jembatan, “apa kau yakin…” ucap Vraniel pelan, “apa maksud ayah?” Tanya Brendan sambil berbalik kembali ke arah Vraniel, Vraniel berjalan melewati Brendan dan berdiri di tepi sungai, Brendan mengikutinya, “di seberang jembatan itu terdapat dua dunia yang berbeda yaitu Infernus dan Celestial… bagi orang yang bersih dia akan memasuki Celestial… bagi orang yang memiliki dosa yang berat dia akan memasuki Infernus…” ucap Vraniel, Brendan terkejut, “jangan bilang…” ucap Brendan dengan nada sedikit ketakutan, “ya jembatan ini adalah jembatan yang menghubungkan dunia orang mati dan dunia tempat kita hidup…” ucap Vraniel, Brendan menghela napas, “kalau begitu kurasa kita berdua akan memasuki Celestial” ucap Brendan tersenyum, “tidak bisa… aku memiliki dosa yang berat… aku sudah membuat takdir Ashley dan Ryou berubah… itu adalah dosa terberat yang ku miliki…” ucap Vraniel, “ka, kalau begitu aku masih bisa ke—“ belum selesai Brendan berbicara, Vraniel sudah memotong pembicaraan, “tidak… kau juga punya dosa yang berat… kalau kau pergi sekarang maka kau meninggalkan 3 hal… janjimu ke Shana… janjimu ke Garde… tujuan hidup yang kau buat... dan…” ucap Vraniel pelan.
Tiba-tiba Brendan teringat satu wajah yang selalu menolongnya, yang selalu dia pikirkan, yang memberinya arti hidup, “Hinagiku…” ucap Brendan pelan, Vraniel tersenyum, “ya aku masih belum bisa meninggalkan Hinagiku!! Aku akan kembali!!” ucap Brendan, tiba-tiba Vraniel mendorong Brendan ke sungai, “eh…” ucap Brendan pelan, “teruslah hidup… dan capai lah tujuan hidup mu…” ucap Vraniel, Vraniel meneteskan air matanya, tepat sebelum Brendan tercebur ke dalam sungai Brendan mendengar kata-kata terakhir yang di katakan oleh Vraniel, “Brendan sampaikan maaf ku ke Ashley” ucap Vraniel.
“haaaaahh!!!!” Brendan terbangun dan melihat Valafar dan Ashley yang sedang berbicara, “ohh!! Kau masih hidup!!” teriak Valafar, Lindwurm menoleh kea rah Brendan, “Lind—“ tiba-tiba Lindwurm menghentikan pembicaraan Brendan, “Ashley… panggil aku dengan sebutan Ashley…” ucap Ashley ke Brendan, “Ashley ayah meminta maaf ke kamu…” ucap Brendan pelan, Ashley terdiam sesaat, “haaah orang tua bodoh itu biarkan dia…” ucap Ashley, Brendan menatap Ashley, “Ashley kau…” ucap Brendan, “sudah tidak usah pedulikan itu… lebih baik kita mengejar Garde…” ucap Ashley, Brendan menganguk, mereka berlari ke arah ruangan Ryou, dan ketika Brendan membuka pintu Brendan melihat sesuatu yang mengerikan, kamar itu di penuhi oleh bercak darah di mana-mana, Garde dan Neos yang tidak sadarkan diri berlumuran darah, Andre yang tidak sadarkan diri yang tersender di dinding, dan Marcel yang masih berdiri, dan dilindungi oleh Ojama Knight, sedangkan di atas Ryou terdapat sebuah pedang raksasa, berornament emas, Brendan dan Ashley langsung menghentikan Ryou, “Ryou berhenti!! Kenapa kau menjadi seperti ini!!” ucap Ashley, Ryou menatap Ashley dengan tajam.
“apa kau juga akan menghianati ku Ashley?”
TO BE CONTINUED
Apakah yang akan terjadi setelah ini? better wait next episode
Next Episode:CLIMATIC BATTLE!! ASHLEY & BRENDAN VS RYOU
Selasa, 15 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar