CHAPTER 15: BOND OF BROTHER!! BRENDAN VS LINDWURM!!
”aku akan menarikmu dari kegelapan yang bernama masa lalu Ashley…” ucap Brendan pelan ke Lindwurm, muka Lindwurm terlihat emosi, tangannya gemetaran seperti menahan amarahnya, “kau… tahu apa kau tentang masa lalu ku!!!” teriak Lindwurm ke Brendan, “aku tahu semuanya!! Ayah meninggal bukan karena dia memindahkan semua Aeon ke tubuh ku!! Itu hanya salah satu dari factor kematiannya saja!! Factor sebenarnya adalah karena penyakit yang di deritanya!!” ucap Brendan ke Lindwurm, muka Lindwurm terlihat terkejut mendengar itu, “kau… kau jangan pernah membohongi ku!! Perfect Embody!! Dark Armed Dragon!!” teriak Lindwurm, Dark Armed Dragon yang muncul langsung berubah menjadi armor hitam yang membungkus tubuh Lindwurm, tiba-tiba Lindwurm membuka berpuluh-puluh lubang dimensi di sekelilingnya dan dari lubang dimensi tersebut muncul rantai-rantai yang ujungnya di beri sesuatu seperti kunai, rantai-rantai tersebut mengarah ke Brendan, tetapi Brendan mengeluarkan sayap Valafar dan terbang ke atas untuk menghindari rantai-rantai tersebut.
“hampir saja…” ucap Brendan pelan, “jangan terlalu santai serangan dia masih belum selesai…” ucap Valafar yang ada di dalam tubuh Brendan, “kau tidak akan kubiarkan kabur!!” teriak Lindwurm, tiba-tiba rantai-rantai yang di tembakan oleh Lindwurm tadi memasuki lubang dimensi lainnya yang di buat oleh Lindwurm dan muncul kembali di sekeliling Brendan, Brendan kembali terbang menghindar, tetapi lagi-lagi rantai tersebut masuk ke dalam lubang dimensi dan muncul lagi di sekitar Brendan, dan Brendan terus menghindari rantai-rantai yang terus mengejarnya melalui lubang dimensi.
“sial!! rantai-rantai ini!! setiap kali tidak mengenai ku rantai-rantai tersebut memasuki lubang dimensi dan muncul di tempat lainnya!!” maki Brendan, “atur gerakan mu!! Agar tidak terkena rantai tersebut!!” ucap Valafar, Brendan menganguk kemudian terus terbang menghindari rantai-rantai yang menyerangnya, tiba-tiba Brendan menyadari sesuatu, Lindwurm tersenyum, “sayang sekali tanpa kau sadari rantai yang mengejarmu membentuk kandang rantai!! Kau tidak bisa kemana-mana lagi Brendan!!” teriak Lindwurm ke Brendan, Brendan melihat sekeliling, dia sudah terkurung dalam jeruji rantai tersebut, “ini… aku tidak menyangka ini…” ucap Brendan kesal, tiba-tiba di sekeling Brendan muncul banyak lubang dimensi dan dari lubang dimensi tersebut muncul rantai-rantai yang tadi mengejar Brendan, Brendan yang terkurung dalam jeruji tidak bisa menghindar sehingga Brendan tertusuk oleh berpuluh-puluh rantai tersebut, “aaaaarrrrggghhhh!!!” teriak Brendan kesakitan, darah Brendan muncrat ke berbagai arah karena berpuluh-puluh tusukan yang diterimanya.
“terlalu mudah…”ucap Lindwurm, tiba-tiba luka tempat Brendan tertusuk mulai mengeluarkan api dan membakar habis rantai yang menusuknya dan juga jeruji yang mengurungnya, setelah semua rantai tersebut terbakar Brendan jatuh ke tanah masih dalam keadaan tidak sadarkan diri, “oi!! sampai kapan kau mau terus tidur?!” teriak Valafar, perlahan-lahan Brendan mulai berdiri kembali, “sakit… tapi kalau serangan itu dapat menarik mu dari kegelapan bernama dendam maka aku akan menerimanya…” ucap Brendan, “sebenarnya apa yang kau mau?! Kenapa?! Kenapa?! Kenapa kau terus berbicara ingin menolong ku?!” teriak Lindwurm, Brendan hanya tersenyum.
“karena kita seharusnya menjadi saudara” ucap Brendan tersenyum, Lindwurm murka mendengar itu, “jangan pernah…” ucap Lindwurm pelan, tiba-tiba muncul lubang dimensi lagi hanya saja kali ini lebih banyak dari sebelumnya, Brendan meembody Valafar dan mengambil posisi bertahan, “jangan pernah… mengaku sebagai saudara ku!!” teriak Lindwurm dan lagi-lagi Lindwurm menembakan rantai dari lubang dimensi tersebut, Brendan berlari ke arah Lindwurm dan menepis semua rantai yang mengarah ke arahnya sampai Brendan berhasil mendekati Lindwurm, kemudian Brendan menebaskan pedangnya
“kau!!” Lindwurm menciptakan pelindung dari rantai-rantai yang muncul di sekelilingnya untuk menahan tebasan Brendan sehingga pedang Brendan tertahan oleh rantai, “mangertilah Ashley… pertarungan ini tidak berguna… lebih baik kita hentikan ini…” ucap Brendan, Lindwurm yang mendengar itu menjadi sangat kesal, “Dark Flame Chain” ucap Lindwurm, dan seketika Brendan sudah terikat dengan rantai yang di keluarkan oleh Lindwurm, “baiklah kalau kau memaksa… aku akan menyadarkan mu dengan cara yang kasar…” ucap Brendan, kemudian Brendan mematahkan rantai-rantai tersebut dengan tangan kosong, Lindwurm yang melihat itu terkejut dan langsung menjauh, “Fire Breath!!” Brendan menembakan api dari pedangnya, “jangan sombong!! Aku tidak akan kalah disini!! Dark Flame!!” ucap Lindwurm sambil mengeluarkan api hitam dari tangannya sehingga api milik Brendan dan Lindwurm bertabrakan, dan membakar semua yang ada di sekelilingnya, setelah api mereda Brendan langsung berlari ke arah, Lindwurm dan mengambil kuda-kuda untuk menyerangnya.
“aku tidak menyangka akan menggunakan ini!!” Lindwurm melepaskan Dark Armed Dragon, kemudian meembodynya lagi hanya saja kali ini Dark Armed Dragon tidak menjadi armor melainkan menjadi gauntlet hitam, Brendan menebaskan pedangnya, tetapi Lindwurm berhasil menahannya dengan gauntlet yang di gunakannya, kemudian Lindwurm mendorong pedang Brendan dengan gauntletnya sehingga Brendan juga terdorong, dan setelah itu Lindwurm mehantam perut Brendan dengan tangannya dan tiba-tiba hantaman Lindwurm meledak dan melempar Brendan, “argh!! Ini!! tonjokannya meledak!!” ucap Brendan kaget, “Dark Armed Gauntlet… gauntlet ini tercipta dari api hitam Dark Armed Dragon dan tidak bisa hancur sekaligus dapat meledak… Brendan kau adalah orang kedua yang melihat gauntlet ini…” ucap Lindwurm, “hehehehe akhirnya kau serius juga… kalau begitu aku juga akan serius” ucap Brendan, tiba-tiba Lindwurm menghilang, “a, apa kemana dia?!” ucap Valafar terkejut, Brendan juga terkejut melihat Lindwurm yang menghilang.
“aku di sini…” ucap Lindwurm, Brendan menoleh ke belakang dan ternyata Lindwurm ada di sana, “bagaimana mungkin!!” ucap Valafar terkejut lagi, Lindwurm kembali memukul Brendan ke atas yang membuat Brendan terlempar ke atas, “urgh!! Begitu dia berpindah melalui lubang dimensi ya…” ucap Brendan pelan, dan sekarang Lindwurm sudah berada di atas Brendan, “jadi dia tidak menghilang melainkan…” ucap Valafar, “ya dia memasuki lubang dimensi untuk berpindah tempat secara cepat…” lanjut Brendan, Lindwurm memukul Brendan, kemudian berpindah tempat dan memukul lagi dan begitu seterusnya, sehingga dalam beberapa detik saja Brendan sudah berlumuran darah, “overdrive… BIG BANG!!” teriak Lindwurm, kemudian Lindwurm memukul Brendan dan pukulannya menciptakan ledakan yang sangat besar sehingga membuat Brendan terlempar ke bawah dan tanah yang dibrak Brendan tercongkel sehingga membentuk kawah kecil, “sudah selesai kah…” ucap Lindwurm sambil menatap kawah yang terbentuk, setelah kepulan asap menipis Lindwurm melihat Brendan yang masih berdiri, “dia…” ucap Lindwurm pelan, sementara Brendan dan Valafar sedang berdebat.
“o, oi kau tidak berpikir untuk menggunakan itu kan?” Tanya Valafar ke Brendan, “kurasa aku akan menggunakannya jika keadaannya terus seperti ini…” ucap Brendan pelan, “jangan kalau kau menggunakanya maka kau bisa mati karena kehabisan aura…” ucap Valafar, Brendan tertawa kecil, “kalau begitu untuk apa kau memberikan kekuatan itu?” Tanya Brendan ke Valafar, “aku memberinya karena menurut ku kau tidak akan menggunakannya secara sembarangan! Kalau seperti ini seharusnya aku tidak memberimu kekuatan itu!! Ingat itu hanya boleh di pakai jika aura mu dalam keadaan 60% atau lebih karena kekuatan itu mekonsumsi 50% kekuatan mu… dan sekarang aura mu hanya tersisa 37% apa kau kira kau akan bertahan hidup setelah menggunakan kekuatan itu…” ucap Valafar mencoba menghentikan Brendan, “aku tidak butuh pendapat mu… selama aku bisa menolong Ashley dan Ryou mati pun tidak apa-apa…” ucap Brendan, “dasar bodoh!! Kau aka—“ belum selesai Valafar berbicara Brendan sudah menguncinya di dalam tubuhnya, “gomene Valafar… overdrive…” ucap Brendan, tiba-tiba muncul pilar api dalam jumlah yang banyak di sekitar Brendan, “dia apa yang dia lakukan?!” ucap Lindwurm dalam hati, kemudian Lindwurm langsung terbang ke arah Brendan untuk menyerangnya, “apapun itu yang jelas itu akan berbahaya… aku harus menghentikannya!!” ucap Lindwurm dalam hati.
“PHOENIX AURA!!!” tiba-tiba api dari pilar api di sekeliling Brendan langsung mengarah ke arah Brendan dan membakarnya, Lindwurm yang ingin menyerang Brendan menghentikan langkahnya, “dia!! Apa yang dia lakukan?!” ucap Lindwurm dalam hati terkejut, setelah api mereda terlihat Brendan yang di selimuti aura bewarna emas, dan semua luka Brendan tertutup dengan cepat, “Lindwurm aku serius sekarang…” ucap Brendan, Brendan terbang ke arah Lindwurm dan menebaskan pedangnya dengan kecepatan yang sangat cepat sehingga dalam waktu beberapa detik sudah ada berpuluh-puluh luka tebasan di badan Lindwurm, “AAAARRRRGGGHHH!!!” teriak Lindwurm yang kesakitan, “gerakan dia tidak dapat di prediksi!! Bahkan kecepatannya di luar akal sehat manusia!!” ucap Lindwurm dalam hati, sementara Brendan menendang Lindwurm ke bawah dan mengangkat pedangnya, setelah itu pedang Brendan di bungkus oleh api yang besar dan membentuk wujud pedang raksasa, “Crimson Blade…” Brendan mengayunkan pedang raksasa tersebut ke Lindwurm dan membuat luka yang amat lebar di badan Lindwurm, dan dalam sekejap luka tersebut terbakar dan kemudian membakar Lindwurm dengan api bewarna emas.
“aaaarrrgggghhh!!” teriak Lindwurm yang kepanasan, setelah api perlahan-lahan menghilang Lindwurm yang terbakar berusaha untuk terus berdiri, “kali ini aku akan mengerahkan semua tenaga ku di satu pukulan ini… untuk membunuh mu” ucap Lindwurm, tiba-tiba tangan Lindwurm di selimuti oleh api hitam, “overdrive…” ucap Lindwurm pelan, Brendan juga mengangkat pedangnya, “baiklah serangan ini akan menentukan segalanya… overdrive…” ucap Brendan, pedang Brendan mulai di selimuti oleh api bewarna emas.
“Abyss Dragon!!” Lindwurm menembakan api hitam dari tangannya, kemudian api hitam itu mulai membentuk naga yang besar dan mengarah ke Brendan.
“Phoenix Inferno!!” Brendan menebaskan pedangnya dan dari tebasannya muncul Phoenix yang lebih besar daripada yang di keluarkan oleh Phoenix Flame.
Phoenix dan naga milik Lindwurm dan Brendan bertabrakan dan saling mendorong satu sama lainnya, “aku… aku akan pulang dengan selamat!! Karena itu janji ku kepada Garde… aku akan pulang karena aku berjanji pada Hina akan kembali… aku akan pulang dengan membawa serta kamu dan Ryou!! Dan aku akan menepati janjiku pada Shana untuk menyelematkan Ryou!! Ini bukanlah kekuatan ku!! Ini adalah kekuatan dari harapan mereka!! Karena itu kau tidak bisa mengalahkanku!!” teriak Brendan, tiba-tiba Phoenix milik Brendan semakin membesar dan menghancurkan naga milik Lindwurm, “tidak mungkin!!” teriak Lindwurm, Phoenix milik Brendan berhasil mengenai Lindwurm, Lindwurm yang terkena Phoenix milik Brendan terlempar dari lantai 7 dan terjatuh ke bawah.
“ayah… aku akan menyusul mu…” ucap Lindwurm dalam hati sebelum Lindwurm menutup matanya dia melihat Brendan yang terbang untuk menolongnya,
“bodoh… kenapa kau menolong ku…”
TO BE CONTINUED
Apakah yang akan terjadi pada Brendan dan Lindwurm? Better wait for next episode
Next Episode:MY PROMISE TO SHANA… FATEFULL BATTLE…
Rabu, 21 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar