Rabu, 07 Oktober 2009

CHAPTER 4: REALM OF OJAMA!! OJAMA COUNTRY!!

CHAPTER 4: REALM OF OJAMA!! OJAMA COUNTRY!!

“OVERDRIVE!! OJAMA HEXA HURRICANE!!” teriak Marcel, sementara Brendan terus berlari ke arah Marcel sambil menantang angin yang di tembakan oleh Ojama

“percuma Brendan!! Overdrive adalah ledakan aura dari overlord atau kau bisa menyebutnya sebagai serangan terkuat overlord kau tidak akan bisa melawan angin itu!!” teriak Marcel ke Brendan.

“selama masih ada harapan aku tidak akan menyerah!! tidak ada yang tidak mungkin selama kita mencoba!!” balas Brendan, kemudian Brendan melempar tameng batu yang ada di tangan kirinya dan tiba-tiba tameng batu tersebut pecah dan menjadi pusaran yang menelan angin yang di tembakan oleh Ojama, setelah angin tersebut menghilang bersama tameng, Brendan pun melompat ke arah Ojama kemudian menebas ke-5 Ojama tersebut

“EEEEEEEEKKKKK!!!” teriak para Ojama yang kemudian menghilang menjadi cahaya, setelah itu Brendan memukul Marcel dengan gagang pedang sampai Marcel terjatuh, lalu Brendan menebaskan pedang itu dan menghentikannya tepat di dekat leher Marcel.

“skakmat!! Dan balasan untuk pukulan harisen yang kau berikan!” kata Brendan, Marcel terdiam sesaat, kemudian dia tertawa.
“hehehehehehe….. AHAHAHAHAHAHAHA!!” aku benar-benar tidak menyangka kau bisa sekuat ini!! terlebih bukannya melakukan summoning malah melakukan embody!! Kau benar-benar membuatku terkejut Brendan!!” kata Marcel sambil tertawa, Brendan mengangkat pedangnya yang kemudian hilang menjadi cahaya, kemudian membantu Marcel bangun.

“apa itu embody?” Tanya Brendan ke Marcel dengan muka yang penuh Tanya

“aah yaa kau masih baru tentang overlord jadi yaa tidak aneh kalo kau tidak tahu… embody itu adalah kekuatan yang hanya bisa di gunakan oleh 3 orang saat ini, yaitu kamu, Ryou, dan orang itu… singkatnya embody beda dengan summoning apabila summoning memanggil monster dari dimensi lain maka embody memanggil senjata milik monster tersebut dari dimensi lain… mengerti?” kata Marcel panjang lebar
“ya ya aku mengerti” jawab Brendan, kemudian Marcel kembali diam sesaat dan kemudian dia melihat Brendan dan kemudian diam lagi setelah beberapa menit berlalu seperti itu akhirnya Marcel kembali berbicara.

“hmm baiklah besok aku akan membawa mu ke sebuah negara tersembunyi karena aku ada keperluan dan juga aku ingin menunjukan sesuatu kepada mu sekalian ingin memperkenalkan mu kepada raja negeri tersebut… oke aku mau ke tempat Hitagi dulu, kalo mau berkeliling silahkan saja dan jangan lupa bersiap-siap untuk perjalanan besok…” setelah berbicara seperti itu Marcel kembali ke dalam mansionnya meninggalkan Brendan sendiri di halaman belakang.

“hmmm kurasa aku harus menemui Hina terlebih dahulu tapi aku tidak tahu dimana aku sekarang… apa aku tanyakan ke Marcel saja ya” pikir Brendan, kemudian Brendan memasuki mansion milik Marcel, di sana dia bertemu dengan Hitagi, Brendan pun bermaksud bertanya ke Hitagi
“Hitagi! apakah kau tahu di mana letak mansion ini?” Tanya Brendan tapi Hitagi diam saja tidak menjawab kemudian Brendan kembali bertanya
“errrrr baiklah kau tahu di mana Marcel?” Tanya Brendan kembali dan sepertinya kali ini Hitagi menjawabnya

“dia sedang ada di ruang tengah…” jawab Hitagi setelah itu Hitagi langsung pergi entah ke mana “gezzzzz dingin sekali dia” ucap Brendan
“padahal dia tidak di dinginkan di kulkas seperti es” ucap seseorang, Brendan pun menoleh dan dia melihat sesosok mahluk yang sudah familiar di ingatannya bermata satu, dan bertubuh hijau Mahluk tersebut sedang tiduran di atas rak sambil menjulurkan lidahnya
“apa? Bukankah aku sudah menebasmu?” kata Brendan datar karena candaannya yang sama sekali tidak lucu.

“tidak masalah akan aku antarkan kau ke tempat tuan Marcel” mahluk itu turun dan kemudian berjalan ke arah sebuah ruangan bersama dengan Brendan, di ruangan tersebut Marcel sedang berbicara dengan humanoid lainnya, tapi yang ini agak berbeda, humanoid ini berukuran tubuh normal berbadan putih dan terdapat garis merah di badannya dan entah kenapa terlihat seperti seorang super hero
“baiklah Neos siapkan perlengkapan yang diperlukan untuk besok pergi menuju Neojamarcel country” kata Marcel ke humanoid tersebut yang sepertinya bernama Neos
“baik tuan Marcel” balas Neos yang kemudian menghilang menjadi cahaya
“tuan! Orang ini mau bertemu tuan” kata Green ke Marcel, Marcel pun menoleh dan Green kembali menjadi cahaya
“oh ada perlu apa Brendan? Apakah ada yang mau di tanyakan?” Tanya Marcel
“aku ingin bertemu Hina tapi aku tidak tahu di mana Mansion ini sehingga aku tidak tahu jalan pulang” kata Brendan ke Marcel
“ooh sebenarnya Mansion ini tidak jauh dari Hakuo Gakuen kok, kau tinggal berjalan sedikit dan kau sudah sampai di Hakuo” kata Marcel ke Brendan
“baiklah kalo begitu aku akan Gakuen dulu sebentar” kata Brendan
“silahkan” jawab Marcel.

Brendan pun berjalan keluar mansion setelah beberapa menit dia sudah sampai di pintu masuk gakuen di sana dia bertemu dengan Hinagiku
“Hina!! Kau baik-baik saja?” Tanya Brendan dengan muka yang khawatir, Brendan pun langsung memeluk Hinagiku, muka Hinagiku memerah dan langsung mendorong Brendan sampai jatuh “kau apa-apaan sih di tengah sekolah seperti ini!” teriak Hina ke Brendan, Brendan pun minta maaf ke Hina "iya, iya aku minta maaf kan aku khawatir" kata Brendan
“baiklah ku maafkan dan kenapa kau tidak masuk sekolah selama berhari-hari hah?” Tanya Hina, setelah Brendan menjelaskan panjang lebar, baru Hina mau mengerti, Brendan juga menceritakan bahwa dia akan pergi ke Neojamarcel Country.
“begitu berarti kau akan pergi lagi…” kata Hina dengan muka yang terlihat sedih
“Hina kau sedih ya” Tanya Brendan ke Hina. “ti, tidak kok siapa yang sedih aku malahan senang karena tidak ada yang menyusahkan ku lagi” kata Hina berusaha menyembunyikan rasa sedihnya
“begitu kalau begitu apa boleh buat aku akan kembali ke mansion” kata Brendan, Brendan pun berbalik ke arah mansion
“kembalilah dengan selamat” ucap Hinagiku pelan, Brendan kembali menoleh ke Hinagiku tapi Hinagiku sudah berlari ke dalam Gakuen.

Keesokan harinya Brendan sudah siap-siap berangkat menuju Neojamarcel Country menaiki jet pribadi milik Marcel, Brendan sudah berada di dalam jet tersebut tetapi Marcel masih berbicara dengan Hitagi setelah beberapa menit akhirnya Marcel menaiki jet dan jet pun mulai berangkat ke sebuah pulau terpencil, di sana Brendan dan Marcel terkejut karena melihat kepulan asap dari sana setelah jet mendarat Marcel langsung berlari ke arah Neojamarcel Country dan ternyata Negara tesebut sudah di selimuti oleh api, Marcel pun berlari ke arah tengah kota dan melihat Shana berdiri di sana.
“Shana!! Kau apa kau yang membakar negaraku hah?!” teriak Marcel geram
“yaa apa boleh buat ini perintah Ryou jadi aku harus melakukan ini” kata Shana ke Marcel “apakah kau sebegitu sukanya dengan Ryou sampai mau meneruti semua yang di katakannya?” Tanya Marcel ke Shana, muka Shana memerah mendengar itu
“URUSAI!! URUSAI!! URUSAI!!” teriak Shana, Brendan pun berhasil mengejar Marcel, tetapi tiba-tiba seperti dulu lagi pemandangan berubah menjadi merah dan Shana berlari ke arah Marcel dan bersiap menebas Marcel, tetapi Marcel tak bergeming dan hanya diam saja.
“Marcel!! Menghindar!!” teriak Brendan, tetapi tetap saja Marcel tidak bergerak, Shana pun menebas Marcel dan pemandangan kembali normal, Marcel yang tertebas mengeluarkan darah dan jatuh tidak sadarkan diri.

“kau!!” Brendan pun me embody Guardian dan menyerang Shana tetapi Shana berhasil menghindarinya,
“aku tidak punya waktu bermain-main dengan mu!” teriak Shana, pemandangan kembali bewarna merah, dari punggung Shana keluar sayap api dan dia pun terbang lalu pergi
“tunggu dulu jangan kabur kau” Brendan berusaha mengejar Shana tetapi tiba-tiba dari langit seekor naga putih menembakan cahaya ke bawah sehingga mau tidak mau Brendan harus menghindarinya, naga itu kemudian turun ke daratan

“Brendan-Kun, Shana-Chan sedang sibuk karena di tugaskan mengambil artifact yang di sembunyikan oleh negeri ini jadi aku harap kau tidak menggangunya… oh bagaimana kalau kau bermain dengan ku saja” ucap seseorang yang terdengar begitu familiar di telinga Brendan
“Garde… Astale…” ucap Brendan geram sambil melihat ke arah seorang pria yang sedang berdiri di atas punggung naga tersebut
“sudah lama ya Brendan ahh sepertinya kau sudah berhasil menguasainya kalau begitu sekarang kita bisa bermain lebih lama” kata Garde, Garde mengeluarkan harmonicanya dan memainkannya dan muncullah 2 naga yang serupa di dekat Garde
“kau apa-apaan itu tidak hanya 1 bahkan 3!! Kau benar-benar curang Garde!!” teriak Brendan “ahahahahaha kan sudah ku bilang yang bisa menang hanyalah orang yang bisa menggunakan “SCREW THE RULE” rule” kata Garde. Sementara naganya mulai menyerangi Brendan

TO BE CONTINUED

Apakah Brendan bisa memenangkan pertarungan melawan 3 naga milik Garde? Tunggulah Episode Berikutnya

Next Episode:ULTIMATE DRAGON!! FINAL SHOWDOWN!! BRENDAN VS GARDE ASTALE!!
_________________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar