CHAPTER 11: ASSAULT TO ENEMY HQ!!
“aku kembali, semuanya” ucap Brendan pelan tersenyum, ”sudah kuduga kau akan kembali Brendan” ucap Garde, “sial, Cain!!!” Kain pun kembali berganti menjadi Cain dan mengeluarkan Black Rose Dragon yang menyerang secara membabi buta, “hmm masih belum menyerah ya? Maju Rainbow Neos!” seru Marcel, Rainbow Neos kembali terbang ke arah Black Rose, “aku tidak akan membiarkanmu!! Black Rose!!!” teriak Cain, tiba-tiba Black Rose menembakan api yang sangat besar ke arah Neos, dan tepat mengenainya sehingga terjadi ledakan besar, ketika asap mulai menipis yang terlihat dari kepulan asap itu hanyalah baju zirah milik Neos.
“hahahaha aku menang! Aku bisa menang Kain!” tawa Cain senang, tiba-tiba muncul bayangan hitam di belakang Black Rose, “jangan meremehkan Neos!! Inilah kekuatan dari Aeon terbaruku Neo Spacian!! Maju!! CHAOS NEOS!!” ternyata bayangan itu adalah Neos, hanya saja kali ini penampilan Neos benar-benar berubah, Neos mengenakan armor biru, memiliki sayap, bewarna hitam, dan kepalanya terlihat seperti kucing, Chaos Neos memukul Black Rose sampai jatuh ke tanah.
“sekarang!!! Subtitoad!!” muncul beratus-ratus Subtitoad di sekeliling Black Rose yang berubah menjadi Des Frog yang kemudian meledakan diri di sekeliling Black Rose,
“aku masih belum boleh kalah!! Black Rose bangkitlah!!” perintah Cain, Black Rose kembali bangkit dan menembakan api ke arah Chaos Neos dan Subtitoad, tapi keduanya berhasil menghindar, “serahkan sisanya kepada ku!!” teriak Brendan, Brendan me embody Doom dan terbang ke arah Black Rose, kemudian tiba-tiba tangan Brendan di selimuti oleh api bewarna emas yang membentuk pedang bewarna merah, bermata pedang emas, dan memiliki lambang Core Chimail di gagangnya, “Valafar ini adalah pertarungan pertama kita…” ucap Brendan pelan, “hmm… dengan ini kita bisa tahu seberapa besar kekuatan kita…” ucap Valafar yang berada di dalam tubuh Brendan.
“jangan sombong!! Overdrive!! Omega Flare!!” perintah Cain, Black Rose mencharge api yang sangat besar dan menembakannya ke arah Brendan, Brendan kemudian menebas api tersebut dan menghisapnya ke dalam pedang, “kau terlalu naïf Cain!! Pedang milikku memiliki kemampuan untuk menghisap api dan menembakan api!!! inilah kekuatan Valafar!!” Brendan mengarahkan pedangnya ke arah Black Rose, “Fire Breath!!” pedang Brendan menyala terang dan mengeluarkan api yang di tembakan ke arah Black Rose yang kemudian membakar Black Rose menjadi debu, “a, apa ini!! mustahil!!” Cain terkejut melihat Black Rose yang terbakar sampai habis, “sayang sekali Cain api milik Valafar adalah api dari neraka, dia akan membakar habis semua yang di bakarnya menjadi debu…” ucap Brendan, Cain yang merasa tidak memiliki kesempatan melarikan diri, Brendan mengejarnya tetapi di tahan oleh Andre.
“jangan dia pasti memiliki alasan di balik semua ini, lebih baik sekarang kita membicarakan taktik untuk menyerang Ryou” ucap Andre, mereka pun kembali ke dalam mansion dan merencanakan taktik untuk menyerang Ryou, “sebenarnya bukan Ryou yang salah…” ucap Brendan tiba-tiba, “apa maksud mu?” Tanya Marcel ke Brendan, “semua dalang di balik ini adalah Fernando Halim dialah yang pantas di salahkan” ucap Brendan pelan, “kenapa kau sampai pada kesimpulan itu?” Tanya Andre, “sebelum aku bertemu Valafar aku melihat masa lalu Ashley… terlihat di sana bahwa Fernando mengajak mereka bekerja sama… mereka hanya di jadikan alat” ucap Brendan lagi, “sudah kuduga itu kerjaan si Nando” balas Garde, setelah itu mereka kembali membahas serangan ke Ryou, “baiklah kalau begitu semua setuju!? Kita akan menyerang gedung CnG tempat Ryou berada!!” teriak Marcel bersemangat, “yosh!!” jawab semuanya bersamaan.
Hinagiku sedang sendirian di halaman belakang sampai Brendan datang menemuinya dan menyapanya, “hai Hina-Chan” sapa Brendan, “moou! Sudah kubilang berhenti menggunakan Chan di namaku!!” ucap Hinagiku, Brendan hanya tertawa saja, “maukah kau berjalan-jalan bersama ku?” Tanya Brendan wajah Hinagiku memerah, “ba, baiklah hanya jalan-jalan saja kan?” ucap Hinagiku pelan, Brendan tersenyum “ya hanya jalan-jalan” Brendan pun menarik Hinagiku keluar mansion dan menuju perkotaan, “hen,. Hentikan! Jangan menarik ku” ucap Hinagiku, “oh maaf baiklah aku tidak akan menarik mu lagi” ucap Brendan sambil melepaskan tangan Hinagiku, “mungkin kalo bergandengan tidak apa-apa” ucap Hinagiku pelan, Brendan kembali tersenyum dan memegang tangan Hinagiku, mereka pun kembali berjalan-jalan di kota dan singgah di beberapa tempat, Hinagiku terlihat senang dengan beberapa tempat yang di singgahi mereka, “Hinagiku terlihat manis jika dia senang… yosh aku akan mengatakannya malam ini…” ucap Brendan dalam hati sambil terus-menerus melihat wajah Hinagiku, Hinagiku sadar Brendan menatap wajahnya dari tadi.
“ke, kenapa kau menatap wajahku seperti itu?” ucap Hinagiku, Brendan yang sadar kalo Hinagiku menyadari wajahnya di tatap olehnya langsung menoleh ke arah lain, “ti, tidak ada apa-apa” ucap Brendan, sementara genggaman tangan Brendan semakin kencang, “loh Brendan?” Brendan menoleh dan melihat Andre yang sedang bergandengan tangan dengan Haruhi, Andre mendekati Brendan dan membisikan sesuatu ke Brendan, “kau ingin ‘menyatakan’ cintamu kan?” ucap Andre pelan dengan nada menggoda dan penekanan di kata-kata ‘menyatakan’, muka Brendan langsung memerah, “memangnya kau tidak?” ucap Brendan, “hahahahahaha kau terlalu naïf Brendan! Aku dan Haruhi sudah menjalin hubungan itu sudah sejak lama” tawa Andre, Hinagiku bingung apa yang dibicarakan Andre dengan Brendan, “bagaimana kalau kita makan sama-sama tidak masalahkan Haruhi” Tanya Andre tersenyum, “tentu saja tidak!” balas Haruhi bersemangat, mereka pun berjalan ke restoran terdekat di sana mereka bertemu dengan Garde yang ternyata juga sedang makan, Garde yang melihat tangan Brendan dan Hinagiku bergandengan langsung tersenyum licik dan entah kenapa kaca matanya terlihat menyilaukan, “oh~ ada Brendan-kun ayo sini duduk sama Sensei, Andre juga ayo” ucap Garde dengan nada yang aneh, mereka pun makan bersama di sana, tiba-tiba Garde menanyakan sesuatu ke Brendan, “jadi di mana kau akan menyatakannya?” Tanya Garde, Brendan langsung tersedak dan menyemburkan air yang di minumnya, Garde, Andre, dan Haruhi tertawa terbahak-bahak, sementara Hinagiku tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh Garde dan Andre dari tadi, Brendan pun menjadi sangat kesal “BERHENTI MENGGODA KU!!!” teriak Brendan.
Hari sudah hampir menjelang malam, Brendan dan Hinagiku sedang dalam perjalanan pulang, “Hi, Hina sebenarnya aku ingin mengajak mu ke suatu tempat lagi…” ucap Brendan gugup, “kemana?” Tanya Hinagiku, “ikut aku!” ucap Brendan, kemudian Brendan menarik tangan Hinagiku lagi dan membawanya ke sebuah taman yang di penuhi oleh sakura, Hinagiku takjub melihat taman itu, “indahnya…” ucap Hinagiku pelan, “indah kan?” Tanya Brendan tersenyum, kemudian Brendan merogoh kantungnya dan mengeluarkan sebungkus coklat, “Hina aku sebenarnya…” muka Brendan memerah, “kenapa Brendan kau ingin mengatakan apa?” Tanya Hinagiku tersenyum, muka Brendan tambah merah dan menjadi lebih gugup, “aku, aku sebenarnya… sebenarnya aku mencintai mu!!” ucap Brendan, muka Hinagiku memerah, “a, apa?” Tanya Hinagiku memerah, “a, ah bukan apa-apa!” Brendan memberikan coklat tersebut ke Hinagiku dan berlari ke arah mansion milik Marcel, meninggalkan Hinagiku yang masih terdiam di sana.
Keesokan harinya semua sudah siap berangkat menuju CnG Building untuk melakukan serangan balik, “mengerti apa pun yang terjadi jangan sampai ada yang meninggal kita akan pulang bersama-sama dalam keadaan hidup!” ucap Garde ke semuanya, kemudian Garde melihat ke arah Brendan yang melamun, “Brendan-kun? Kenapa melamun?” Tanya Garde tersenyum, Brendan tersadar dari lamunannya, “ah tidak! Tidak apa-apa!” jawab Brendan, “baiklah kalau begitu kita berangkat sekarang” ucap Garde, semuanya berbalik untuk meninggalkan mansion milik Marcel, “tunggu!!” teriak seseorang, semuanya kembali menoleh ke belakang dan melihat Hinagiku berlari ke arah mereka, Hinagiku berhenti di depan Brendan dalam keadaan kehabisan napas karena berlari, tiba-tiba Hinagiku menarik kerah baju Brendan dan menciumnya, setelah beberapa menit Hinagiku melepasnya, muka Brendan memerah, “kembalilah aku akan memberikan jawabannya kalau kau kembali dengan selamat…” ucap Hinagiku memerah, Brendan tersenyum “ya… aku pasti kembali” jawab Brendan, merekapun berbalik dan pergi, sementara Hinagiku, Hitagi, dan Haruhi hanya bisa melihat kepergian mereka.
Setelah berjalan cukup jauh akhirnya mereka sampai di depan CnG Building, tiba-tiba pemandangan berubah menjadi merah, Brendan melihat sekeliling, Garde, Marcel, dan Andre sama sekali tidak bisa bergerak seperti patung, “Fuzetsu…” Brendan menoleh ke arah suara itu dan melihat Shana di sana, “kau…” Brendan melihat Shana, tiba-tiba Shana melompat ke arah Brendan dan mengeluarkan Nietono no Shana miliknya dan menebaskannya ke Brendan, Brendan berhasil menghindarinya, kemudian Brendan menembakan api ke arah Shana, tetapi Shana melompat menghindarinya dan menendang Brendan setelah itu dia mengayunkan katananya dan menebas Brendan sehingga Brendan mengeluarkan darah yang banyak, seketika Brendan melompat ke belakang untuk menghindari serangan Shana yang berikutnya, “hati-hati Brendan dia pengguna api seperti kau dan dia jauh lebih kuat dari kau… jadi kau harus extra hati-hati” ucap Valafar, “ya aku tahu itu… mau apa kau? Menghalangi ku hah!?” Tanya Brendan ke Shana, “aku tidak akan membiarkan mu mengganggu Ryou lebih jauh!” jawab Shana, kemudian Shana berlari ke arah Brendan dan menebaskan katananya lagi, tapi Brendan me embody Doom dan terbang, Shana pun mengejarnya dengan cara mengeluarkan sayap api dari punggungnya.
“aku bermaksud menolongnya!! Bukan mengganggunya” ucap Brendan berusaha menghentikan Shana, “kau tidak tahu apa-apa tentang Ryou!! Selama ini dia sudah cukup kesepian!!” teriak Shana, “aku tahu itu!! Karena itu aku berusaha menolongnya dia hanya di jadikan alat oleh Fernando!!” teriak Brendan, kemudian Brendan me embody Valafar dan menyerang balik Shana, pedang mereka saling beradu satu sama lain selama beberapa menit, “pulang lah!! Aku tidak akan melukai mu jika kau pulang sekarang!!” teriak Shana, Brendan menebaskan pedangnya dan mendorongnya sehingga Shana terdorong dan terjatuh, “mana mungkin aku pulang setelah sampai sini!! Fire Breath!! Flametrhower!! Fire Ball!!” Brendan melancarkan 3 serangan sekaligus ke arah Shana tetapi Shana berhasil menghindari semuanya, kemudian Shana menusukan katananya ke Brendan dan melemparnya ke bawah, tetapi Brendan kembali terbang ke arah Shana dan menyerangnya lagi.
“sudah ku bilang kan aku akan menyelamatkan Ryou!!” teriak Brendan, Brendan kembali menebas Shana, tetapi lagi-lagi Shana dapat menghindarinya, tetapi itu malah memberi Brendan kesempatan untuk menendang Shana, setelah Brendan berhasil menendang Shana, Brendan langsung mengayunkan pedangnya dan memukul Shana dengan gagang pedangnya sehingga Shana terdorong ke belakang, “overdrive…” ucap Brendan, Shana kembali terbang ke arah Brendan dan mengambil kuda-kuda untuk menebas Brendan, “PHOENIX FLAME!!” pedang Brendan di selimuti oleh api yang membentuk sesosok Phoenix, kemudian Brendan mengayunkan pedangnya yang membuat Phoenix tersebut terbang ke arah Shana, Shana menahan Phoenix tersebut tetapi kekuatan Phoenix tersebut jauh dari perkiraan Shana sehingga Shana terdorong ke tanah.
“Masih belum!!! Meteor Swarm!!!” teriak Brendan, tiba-tiba dari langit muncul berpuluh-puluh bola api besar yang mengarah ke arah Shana sehingga terjadi ledakan di mana-mana, setelah beberapa menit asap menipis terlihat Shana yang kembali berdiri, “kau lulus…” ucap Shana pelan, “apa?” Tanya Brendan, “mungkin hanya kau yang hanya dapat menyelamatkan Ryou…” ucap Shana, Shana mendekati Brendan dan menyembuh kan luka milik Brendan, kemudian Shana berbalik “kumohon… tolonglah Ryou dari Nando…” ucap Shana, Brendan tersenyum, “aku pasti akan menolong Ryou lelaki yang kau sukai itu” ucap Brendan tersenyum, muka Shana memerah, “URUSAI!!! URUSAI!!! URUSAI!!!” teriak Shana dengan muka yang merah, Shana berbalik kemudian pergi dan melepaskan fuzetsu miliknya, keadaan pun kembali seperti semula, “ah! Apa yang terjadi?” tanya Marcel ke Brendan yang sedang tersenyum melihat Shana pergi, “tidak, tidak ada apa-apa” ucap Brendan, Marcel bingung melihat kelakuan Brendan.
“ya aku pasti akan menolong Ryou… aku janji pada mu Shana…”
TO BE CONTINUED
Apakah Brendan akan menepati janjinya ke Shana? Better wait for next episode
Next Episode:WHO STRONGER!? ANDRE VS KENNY!!
Rabu, 14 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar