Senin, 19 Oktober 2009

CHAPTER 13: POWER OF NEO-SPACIAN!! MARCEL VS GRAIL!!

CHAPTER 13: POWER OF NEO-SPACIAN!! MARCEL VS GRAIL!!

“ka, kau!!” ucap Marcel terkejut, “apa kau mengenalnya Marcel?” Tanya Garde ke Marcel, “ya dia adalah orang yang menyerang desa tempat ku berlatih… dia yang membunuh guru ku!! Dan dia juga adalah teman seperguruanku Grail!!” ucap Marcel menahan emosinya, Grail tersenyum, “wah ternyata kau masih mengingat ku Marcel-kun” ucap Grail, tiba-tiba di belakang Grail muncul naga hitam, “kalau begitu bagaimana jika aku musnahkan saja penerus guru ku ini… Red Eyes Black Dragon!!” teriak Grail, kemudian naga hitam di belakang Grail meraung.

“Brendan, Garde… jangan ikut campur… ini pertarungan ku… kalian menonton saja di belakang…” ucap Marcel ke Brendan dan Garde, Brendan berusaha membantu Marcel, tetapi di tahan oleh Garde, Garde tersenyum, “baiklah tapi kau harus menang jangan sampai kalah” ucap Garde, Marcel menganguk, “oh ya satu lagi kalo menurut ku kau sudah dalam keadaan akan kalah aku akan langsung membantu mu, dan kau tidak berhak untuk menghentikan ku” lanjut Garde, Marcel kembali menganguk, kemudian Garde dan Brendan berjalan ke arah tembok di belakang dan menonton pertarungan Marcel dan Grail, “kenapa kau menghentikan ku sensei?” Tanya Brendan ke Garde, “hmm… bagaimana ya… bisa di bilang ini adalah pertarungan dia… dan lagi aku percaya Marcel pasti menang kok…” ucap Garde percaya diri.

“Neos!! Maju!!” Marcel memanggil Neos, kemudian Neos langsung terbang ke arah Red Eyes, “hahahahahaha masih sama seperti dulu ya Marcel?! Kau masih gegabah dan terburu-buru!! Red Eyes serang Neos!!” teriak Grail, Red Eyes menembakan bola api ke arah Neos, tetapi Neos berhasil menghindarinya, tiba-tiba muncul bola api lainnya yang di tembakan ke arah Red Eyes, Grail terkejut dan langsung melihat ke arah bola api tersebut, Marcel tersenyum, “Flare Scarab…” ucap Marcel pelan, ternyata api tersebut berasal dari humanoid yang memiliki bentuk serangga, “apa?! Apa itu?!” teriak Grail, Grail yang masih terkejut tidak sadar bahwa Neos sudah dekat dengan Red Eyesnya, ketika jaraknya sudah dekat Neos memukul jatuh Red Eyes.

“I, ini!! bagaimana bisa jangan bilang kau mengendalikan 2 Aeon sekaligus Marcel?!” Tanya Grail ke Marcel, Marcel hanya tersenyum, “2? Salah!! Bukan 2 tapi 3!! Grand Mole!!” teriak Marcel, tiba-tiba dari tanah tempat Red Eyes jatuh muncul tikus tanah yang memiliki tangan seperti bor, mahluk itu memukul Red Eyes sampai terlempar kembali, “3!! Tidak mungkin!! Tapi aku juga tidak akan kalah!! Mega Flare!!” teriak Grail, Red Eyes mencharge api yang sangat besar, kemudian menembakannya ke arah Neos, tapi tiba-tiba muncul dinding air yang menahan tembakan Red Eyes, “apa lagi sekarang?” ucap Grail kesal, “Aqua Dolphin…” ucap Marcel pelan, Grail menoleh ke arah asalnya air tersebut dan disana dia melihat humanoid yang memiliki bentuk lumba-lumba.

“begitu… aku tahu sekarang… kakek itu pernah bilang soal 6 Aeon miliknya yang melindungi Neo-Space… dan dia akan mewariskan Aeonnya tersebut ke muridnya yang terbaik… jadi kakek itu memilih mu Marcel?” Tanya Grail, “ya guru memberikan aku Neo-Spacian tepat setelah kau membunuh dan meninggalkannya… hanya saja selama setahun ini aku masih belum bisa menguasai Neo-Spacian… setelah aku di kalahkan Nando, aku langsung berpikir kalau aku lemah… kalau terus begini aku hanya akan menjadi beban… karena itu aku berusaha menguasai Neo-Spacian… dan sekarang aku berhasil!!” jawab Marcel, kemudian Marcel mengangkat tangannya, “lihatlah… ini lah kekuatan yang di tinggalkan oleh guru kita…” ucap Marcel, tiba-tiba Grand Mole dan Flare Scarab menjadi cahaya dan pergi kea rah Neos, “walau aku tidak bisa menggunakan embody tapi Neos bisa!!” teriak Marcel, Grail yang melihat itu berusaha menghentikan Marcel, “tidak akan kubiarkan!!” teriak Grail sambil memerintahkan Red Eyes menembakan api, tapi semua api yang di tembakan oleh Red Eyes berhasil di tahan oleh Aqua Dolphin.

“Perfect Embody…” ucap Marcel dan Neos bersamaan, “Grand Mole!! Flare Scarab!! Bangkit dan hancurkan musuh ku!! Magma Neos!!” teriak Marcel, kemudian Neos yang di bungkus oleh cahaya berubah bentuk, sekarang Neos mengenakan armor hijau dan memiliki sayap dari Flare Scarab, Magma Neos kembali terbang ke arah Red Eyes, Red Eyes menembakan apinya, sementara Magma Neos juga menembakan api sehingga api yang di tembakan Neos dan Red Eyes bertabrakan dan terjadilah ledakan yang besar disertai asap tebal.

“sial aku tidak bisa melihat” ucap Brendan pelan, “hmmm…” ucap Garde, Brendan melihat Garde dengan tatapan aneh, “apa maksud dari ‘hmmm’ itu sensei?” Tanya Brendan ke Garde, “aku hanya merasa Marcel pasti menang… dia sudah memulai serangan balik…” ucap Garde pelan sambil melihat kepulan asap tersebut dengan seksama, setelah beberapa menit terlihat Neos yang keluar dari asap dan mengarah ke Red Eyes, “apa!!!” ucap Grail terkejut, Neos memukul Red Eyes hingga terlempar ke belakang, kemudian Neos melanjutkan serangannya dengan cara menembakan bola api tanpa henti ke arah Red Eyes, “GRAAAAAUUUUUHHH!!!” raung Red Eyes kesakitan, setelah Neos berhenti menembakan apinya Red Eyes langsung roboh ke tanah.

“dan sama seperti dulu… kau masil lemah Grail...” ucap Marcel pelan sambil tertawa kecil, “jangan meremehkan ku!!” balas Grail sambil mengeluarkan sesuatu dari balik jaketnya, dan mengangkatnya ke atas yang ternyata adalah sebuah kristal dengan ornamen naga, “itu!! Kenapa dia bisa memiliki itu!!” teriak Garde terkejut, “memangnya apa gunanya kristal itu?” Tanya Brendan ke Garde, badan Garde gemetaran, “Dragon Revival… itu adalah kristal yang ku gunakan untuk membangkitkan Blue Eyes dan mengubahnya menjadi Blu Eyes Shining Dragon… kalo dia sampai menggunakan kristal itu maka Red Eyes miliknya yang seharusnya sudah di kalahkan akan bangkit kembali dan berubah bentuk sekaligus menambah kekuatan Red Eyes hingga berlipat ganda… aku harus menghentikannya sebelum terlambat” ucap Garde, Garde meembody Blue Eyes Shining Dragonnya menjadi halbred putih, kemudian berlari ke arah Grail, “bukankah Marcel menyuruh kita agar tidak ikut campur!!” teriak Brendan ke Garde yang sudah jauh mengarah ke Grail, “ini bukan soal tidak ikut campur atau tidak!! Kalo dia sampai menggunakannya maka kemungkinan Marcel untuk menang akan menjadi tipis sekali!! Aku akan menghentikannya!!” balas Garde, kristal tersebut mulai menyala terang.

“ahahahahaha!! Lihatlah Marcel!! Bukan kau saja yang mendapatkan kekuatan baru!! Aku juga!!” teriak Grail, kristalnya semakin terang dan Red Eyes yang sudah roboh mulai bangun perlahan-lahan dan meraung dengan kencang, begitu juga dengan aura milik Red Eyes yang semakin membesar.

“a, aura ini!! tekanannya begitu kuat aku tidak bisa menggerakan tubuh ku!!” ucap Garde dalam hati sambil berusaha melawan tekanan aura yang di pancarkan Red Eyes, Garde melihat Marcel, tetapi Marcel tetap terlihat tenang, “apa yang kau lakukan Marcel!! Cepat pergi kemungkinan mu untuk menang sudah tipis!! Biar aku yang mengurus di sini!!” teriak Garde ke Marcel, Marcel menoleh ke arah Garde, “Garde? Bukankah sudah ku bilang jangan ikut campur… ini pertarungan ku biarkan aku bertarung sendirian… lagi pula aku masih memiliki senjata rahasia kok” ucap Marcel, kemudian Marcel tersenyum ke arah Garde, Marcel kembali menoleh ke arah Grail, “majulah Grail!! Kalahkan aku kalau kau memang bisa!!” teriak Marcel, Grail tertawa mendengar itu, “kalahkan kamu kalau aku bisa eh? Hahahahahaha apa yang kau pikirkan Marcel?! Kau sudah pasti kalah!!” teriak Grail, kemudian aura milik Red Eyes meledak dan membuat Garde terlempar ke belakang, Brendan menahan Garde sebelum Garde membentur dinding, “apa maksud mu Marcel? Apa kau yakin bisa menang?” ucap Garde pelan.

“bangkitlah… Red Eyes Darkness Dragon!!!” teriak Grail, setelah asap dari ledakan aura Red Eyes menipis, Marcel bisa melihat dengan jelas sosok Red Eyes yang telah berubah, tubuh Red Eyes sekarang terlihat seperti mesin dan terdapat kristal bewarna merah di sayapnya, Red Eyes terbang ke arah Magma Neos dan menembakan api ke arah Neos, Neos mencoba menahannya tapi gagal, sehingga Neos terlempar ke belakang, setelah itu Red Eyes menembakan api kembali ke arah Neos yang masih terlempar, sehingga terjadi ledakan yang sangat besar, “kekuatan dia tidak main-main…” ucap Marcel, Marcel kembali mengangkat tangannya, Grand Mole dan Flare Scarab yang menjadi armor Neos terlepas, kemudian Marcel memanggil kucing bewarna hitam, dan humanoid bewarna putih, kedua Aeon tersebut berubah menjadi cahaya dan terbang ke arah Neos, “Dark Phanter… Glow Moss… bersatulah dengan Neos!! Perfect Embody!! Chaos Neos!!” teriak Marcel, Neos yang berubah menjadi Chaos Neos terbang ke arah Red Eyes dan menembakan projectile hitam ke arahnya tapi semua projectile itu tidak ada yang berhasil mengenai Red Eyes karena sudah hancur oleh tekanan aura Red Eyes, “sudah kuduga… aura miliknya menjadi barrier yang melindunginya…” ucap Marcel dalam hati, “hahahaha kau tidak akan bisa mengalahkanku Marcel!!” teriak Grail, Marcel hanya tersenyum, “oh ya sebenarnya aku malah yakin bisa mengalahkan mu…” ucap Marcel, Grail yang mendengar itu menjadi sangat kesal.

“kau… lihatlah kenyataan Marcel!! Apa pun yang kau lakukan tidak akan bisa melukai Red Eyes ku!!” ucap Grail kesal, “tidak aku bisa mengalahkan mu… bahkan kalau aku mau aku bisa mengalahkan mu dengan satu serangan” ucap Marcel sambil tersenyum, Grail semakin emosi mendengar itu, “baiklah kalau itu yang kau mau… overdrive…” ucap Grail pelan, “dia akan menggunakan overdrivenya…” ucap Marcel dalam hati, Marcel mengigit bibirnya sendiri, “Neos lindungi aku!!” perintah Marcel ke Neos, “baik tuan Marcel!!” balas Neos, Neos terbang ke arah Marcel dan melindungi tuannya, “HELL FLARE!!” teriak Grail, Red Eyes menembakan api yang sangat besar ke arah Neos dan Marcel, Neos yang berusaha melindungi tuannya mencoba menahan api yang di tembakan oleh Red Eyes, tetapi ternyata usah Neos percuma, api yang di tembakan oleh Red Eyes terlalu kuat untuk di tahan oleh Neos, sehingga terjadi ledakan besar.

“Marcel!!!!” teriak Brendan, “hahahahaha…. AHAHAHAHAHAHA!!!!! Sampai kan salam ku ke guru kita Marcel!!” tawa Grail, Brendan melihat Grail dengan tatapan benci, “kau… berani-beraninya!!” teriak Brendan berlari ke arah Grail dan meembody Valafar, begitu juga dengan Garde yang meembody Blue Eyesnya dan berlari ke arah Grail, “kau tidak akan ku maafkan!!” teriak Brendan, “Brendan kau serang Grail!! Aku akan menyerang Red Eyesnya!!” ucap Garde sambil berlari, tiba-tiba Garde, Brendan, dan Grail merasakan aura yang sangat besar bahkan jauh melebihi Red Eyes, “hentikan… aku sudah bilang jangan ikut campur pertarungan ku…” Garde, Brendan, dan Grail melihat ke arah kepulan asap bekas ledakan tadi.

disana terlihat Marcel yang sudah berlumuran darah di mana-mana, “apa maksud mu kau sudah kalah!!” teriak Garde, Marcel kembali mengangkat tangannya, dan perlahan-lahan Neos yang sudah terluka parah bangkit kembali, “belum… masih belum!!! Bangkitlah Neos!! Neo-Spacian berikan kekuatan kalian ke Neos!! Dan bangkitlah kembali menjadi Divine Neos!!” teriak Marcel, tiba-tiba muncul 6 Aeon berbeda di sekeliling Marcel, mereka berubah menjadi cahaya dan bersatu dengan Neos, dan membentuk Aeon baru yang berarmor emas, bersayap emas, dan terlihat agung, “apa!! Kau masih memiliki kekuatan untuk menggabungkan Aeon tersebut!!” teriak Grail ketakutan, “overdrive… ETERNAL ERADICATOR!!!” teriak Marcel, Divine Neos mulai bersinar terang, kemudian sinar tersebut memasuki tubuh Divine Neos, setelah beberapa detik sinar tersebut meluap kemudian meledak, Red Eyes yang terkena sinar tersebut perlahan-lahan menjadi debu tanpa sisa, “sudah ku bilang kan kalau aku mau aku bisa mengalahkan mu dalam satu serangan saja…” ucap Marcel pelan, kemudian Divine Neos terbang ke arah Grail, Grail yang ketakutan berlari, “to, tolong aku!!” teriak Grail sambil menangis, “jangan lupa minta maaf ke guru ya Grail…” ucap Marcel tersenyum, kemudian Divine Neos memotong tubuh Grail menjadi beberapa bagian, sehingga darah Grail berceceran ke mana-mana dan masing-masing dari bagian tubuh yang terpotong mengeluarkan darah yang banyak.

Brendan dan Garde yang melihat itu menjadi jijik, “padahal kau tidak perlu melakukan sejauh itu…” ucap Garde sambil menahan mual, “tidak aku perlu… itu adalah hukuman untuk dia yang membunuh guru dengan cara yang sama…” ucap Marcel, Marcel berjalan ke arah dinding terdekat kemudian duduk bersender di sana, “kalian pergilah dulu…aku mau beristirahat di sini sambil menunggu Andre…” ucap Marcel, “baiklah… tapi jangan lupa kau harus menyusul” ucap Garde, “ya aku akan menyusul bersama Andre…” balas Marcel, Garde tersenyum dan berbalik pergi bersama Brendan.

“ini sudah lantai ke-5 masih tidak ada siapa-siapa di sini…” ucap Brendan kelelahan karena sudah mencari sampai lantai 5, “sabar… CnG Building berlantai 8 dan yang tersisa adalah Lindwurm, Nando, dan Ryou… pasti di lantai berikutnya ada…” ucap Garde setelah pintu elevator terbuka mereka sudah berada di lantai 6, tidak ada yang special di lantai 6, lantai 6 hanya ruangan berbentuk balok, dan di ujungnya terdapat tangga untuk ke atas, dan dari tangga tersebut turun seseorang yang ternyata adalah Nando.

“wah wah kakak hebat!! Bisa mencapai lantai ini!! oh Brendan-kun kau boleh pergi ke atas!! Di sana Lindwurm sudah menunggu!” ucap Nando tersenyum, “apa yang kau rencanakan?” Tanya Brendan, “hah? Apa maksudmu Brendan-kun?” balas Nando sambil tersenyum, “Brendan pergilah ke atas duluan aku ada urusan dengan dia…” ucap Garde, Brendan menganguk kemudian lari melewati Nando menuju ke tangga, sekilas Brendan melihat senyum licik Nando, “sensei jangan kalah…” ucap Brendan dalam hati sambil menaiki tangga, “wah wah kak Garde mau bertarung?” Tanya Nando, Garde meembody Blue Eyesnya, wajahnya mengeras.

“kita selesaikan urusan kita Nando!!”

TO BE CONTINUED

Apakah Garde akan menang melawan Nando? Better wait next episode

Next Episode:THE DECISION OF WHITE DRAGON!! GARDE VS NANDO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar