Rabu, 07 Oktober 2009

CHAPTER 2: THE LEGEND OF WHITE DRAGON

CHAPTER 2: THE LEGEND OF WHITE DRAGON

“Blasphemy!! i,ini?... luka bakarnya membentuk symbol dan tidak sakit!” Brendan terkejut sambil melihat simbol berbentuk lingkaran dengan tiga pedang bengkok itu, berapa kalipun disentuh luka tersebut tidak terasa sakit.

“Brendan!? Apa yang terjadi disana aku mendengar suara ledakan di sana! Aku kesana ya!” teriak Hinagiku
“tidak! Tidak usah!! Aku baik-baik saja!!” balas Brendan
“Geeez kau keras kepala sekali sih!! Aku akan kesana sekarang!!” Hinagiku pun berlari ke pos Brendan dan melihat luka bakar di tangan Brendan, dia pun terkejut melihat luka tersebut
“I, ini apa yang terjadi sih?! Luka seperti ini dan kau bilang baik-baik saja?” kata Hinagiku sambil menatap Brendan dengan muka yang terlihat khawatir
“tapi aku baik-baik saja luka ini tid-“ belum selesai Brendan bicara, Hinagiku sudah memotong pembicaraan
“dasar kau ini kalo beginikan aku juga yang susah” sambil menghela napas Hinagiku melanjutkan pembicaraan
“kau tunggu di sini aku akan ke ruang osis mengambil obat-obatan” kata Hinagiku sambil berlari ke arah menara jam yang tak lain dan tak bukan adalah ruang osis
“padahal aku tidak mau merepotkan dia dan lagi luka ini memang tidak sakit kok” kata Brendan dalam hati.

tidak lama kemudian Hinagiku pun sampai di lantai teratas menara jam yang merupakan ruangan ketua osis
“hmm… dimana ya kotak obat itu..” Hinagiku berbicara sendiri sambil membuka-buka laci di ruang ketua osis, tetapi tidak lama setelah itu dia menyadari bahwa ada orang lain di teras, diapun berbalik dan melihat ke arah teras dan dia melihat seseorang yang sudah dia kenal.
“oh~ pak Garde ada apa pak datang ke ruang osis malam-malam begini?” Tanya Hinagiku, Garde Astale adalah guru Bahasa Inggris di Hakuo Gakuen rambutnya hitam, mengenakan kaca mata, tubuhnya ramping, berpenampilan muda sehingga beberapa orang bisa salah sangka dan menganggap dia sebagai murid.
“sudah bangkit ya…” kata Garde
“apa yang bangkit pak?” Tanya Hinagiku kebingungan melihat Garde
“Overlord yang lain telah bangkit… maaf Hina-chan aku memerlukan mu untuk memanggil dia kesini…” setelah Garde berbicara begitu, muncul cahaya yang sangat terang dari belakangnya dan seketika Hinagiku pun kehilangan kesadarannya.

Sementara itu Brendan yang menunggu mulai khawatir dan menelpon Hinagiku tetapi sama sekali tidak ada jawaban
“haaah~ sepertinya lebih baik aku menjemput dia sebelum dia melakukan sesuatu yang ceroboh…” Brendan pun berjalan ke arah menara jam, sesampainya disana Brendan mendengar suara harmonica
“waw aku baru tahu kalo Hina bisa memainkan harmonica sebaiknya aku segera menjemput dia untuk persiapan acara berikutnya” Brendan pun menaiki Elevator.

sesampainya di atas Brendan melihat Hinagiku yang tidak sadarkan diri,Brendan pun berlari ke arah Hinagiku
“Hina!? Apa yang terjadi hah!?” Brendan pun bingung dengan apa yang harus di lakukannya, kemudian Brendan mendengar suara dari teras
“wah wah tak kusangka kau benar-benar datang Brendan-kun” Brendan berbalik dan kaget melihat Garde berdiri disana
“pak… apa bapak yang melakukannya?...” kata Brendan sambil menahan marah dan mengepalkan tangannya
“hmm? Kalo ya kenapa?” kata Garde sambil tersenyum, Brendan pun semakin geram dan kepalan tangannya semakin kencang.
“walaupun Bapak seorang guru saya tidak akan memaafkan Bapak!!! seharusnya Bapak tahu kalau ada peraturan di mana guru tidak boleh menyerang murid!!!” Teriak Brendan melepas emosinya
“Hahahahahahaha SCREW THE RULE!! I’M THE TEACHER!!” balas Garde sambil tertawa ala Kaiba, Brendan yang semakin marah berlari ke arah Garde untuk menyerangnya, sementara Garde mulai memainkan harmonicanya
“anda kira suara HARMONICA DAPAT MENYELAMATKAN ANDA HAH!?” sementara di belakang Garde bola-bola cahaya berkumpul dan membentuk sesuatu,entah bagaimana simbol di tangan Brendan mulai memanas tetapi dia tidak pedulikan hal itu, bagi dia yang terpenting saat ini adalah menghajar guru tersebut dan melindungi Hinagiku.
“HAAAAAAH!!!” teriak Brendan, sementara Garde sudah selesai memainkan harmonicanya
“KELUARLAH!!! BLUE EYES WHITE DRAGON!!!” Brendan pun kaget dan berhenti kakinya mulai gemetaran, wajahnya dihiasi oleh ketakutan.
“Naga!? Memangnya di dunia ini ada naga beneran!?” kata Brendan terkejut dalam hati, sementara Brendan masih belum siap naga tersebut mulai menyerangnya, Brendan pun terlempar ke belakang.
“HAHAHAHAHAHAHA ADA APA BRENDAN?! KELUARKAN LAH KEKUATANMU ITU!!!” sementara itu Blue Eyes mulai men”charge” cahaya di mulutnya dan mengarahkannya ke arah Brendan.
“I,ini kalo seperti ini aku bisa mati… tapi kalo aku kabur maka Hinagiku akan!! Tidak aku tidak boleh kabur demi Hina aku akan… demi gadis ini aku rela berkorban!!” Brendan pun pasrah dan Blue Eyes mulai menembak cahaya dari mulutnya
“BURST STREAM OF DESTRUCTION!!”teriak Garde tetapi sesaat sebelum cahaya tersebut mengenai Brendan, tiba-tiba pemandangan di sekeliling Brendan berubah menjadi merah dan waktu seakan-akan terhenti dari jauh Brendan melihat wanita berambut merah,bermata merah,dan bersayap api terbang menujunya dan menebas Blue Eyes,setelah itu pemandangan kembali normal Blue Eyes yang tertebas mengeluarkan darah yang amat sangat banyak dan cahaya itu pun berbelok karena Blue Eyes yang hampir jatuh
“ka, kau? begitu berarti Ryou Kurokaze merencanakan sesuatu? Baiklah apa boleh buat aku akan pergi,Brendan aku harap ketika aku kembali nanti kau sudah bisa menguasai kekuatan itu…” kata Garde dengan muka yang tenang seakan-akan tidak terjadi apa-apa, kemudian Blue Eyes kembali menjadi Cahaya yang terang dan menghilang bersama Garde.

Brendan melihat wanita yang tadi menolongnya,Brendan langsung kaget karena sekarang rambut dan mata wanita itu berubah menjadi hitam wanita itu mulai berjalan perlahan ke arah Brendan
“Terima kas-“ sebelum Brendan selesai berbicara tiba-tiba wanita itu menusukan katananya ke perut Brendan
“argh! A,apa ini?” kata Brendan kesakitan perlahan darah mengalir dari perut Brendan
“kata Ryou kau masih belum boleh mati…” kata perempuan itu dangan wajah yang tenang dan pandangan yang dingin itu
“a, apa maksudmu?” tanya Brendan
“kalau kau mati karena tusukan ini, berarti kau lemah… teruslah hidup jadi kuat dan datanglah ke hadapanku… apabila kau dapat menghilangkan rasa bosan ini maka aku akan memberitahukan masa lalu mu… itu adalah pesan dari Ryou” jawab wanita itu, Brendan pun terkejut, memang benar dia mengalami amnesia tapi selama ini dia belum pernah bertemu dengan orang yang mengenalnya sampai dia di angkat oleh Hinagiku dan dijadikan Butlernya, wanita itu menarik Katananya dari perut Brendan.
“ke, kenapa? Hina…” suara Brendan semakin lemah, mukanya semakin pucat, dan akhirnya Brendan pun kehilangan kesadarannya.

TO BE CONTINUED

Siapakah wanita itu? Dan siapakah Ryou Kurokaze apakah mereka musuh atau kawan? Next Episode:IS THIS FOR REAL OR A JOKE? OJAMA DELTA HURICANE!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar